Anda di halaman 1dari 42

January 26, 2015

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel Untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase)
Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil (Lanjutan)
Filed under: Excel, Tukang Ukur cadex @ 16:13

Referensi :

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan


VBA Excel

Plaform

Microsoft Excel

Lokasi File :

Uraian di bawah adalah lanjutan dari posting sebelumnya

A. Input Data Pengamatan

Data pengamatan dimasukkan dengan format table seperti di atas dengan terlebih dahulu
memasukkan tanggal pengamatan pertama di cell [C6]. Data pengamatan muka air tiap jam pada
tanggal yang sama dimasukan sesuai mulai dari kolom [D:AA].

B. Konstanta Astronomis untuk 9 Konstituent

Cell

Rumus

Keterangan

[E27]

=360/D27

Merubah periode menjadi kecepatan s

Copy rumus di [E27] ke bawah untuk


sudut tiap konstituen

[F27]

=RADIANS(E27)

Merubah kecepatan sudut dalam satu

Copy rumus [F27] ke bawah untuk m


di tiap konstituen

C. Membuat Persamaan Observasi dan Menghitung dengan


Hitung Kuadrat Terkecil
C.1. Matrix Observasi [L]

Cell

Rumus

[E74]

=COUNT(B6:B20)

[E75]

=E74*24

[AC6]

=IF(COUNT($AD$6:AD6)<=$E$75,COUNT($AD$6:AD6),NA())

[AD6]

=1

[AD7]

=AD6+($AE7=1)

[AE6]

=IF(MOD(ROWS($AD$6:AD6),24)=0,24,MOD(ROWS($AD$6:AD6),24))

[AF6]

=OFFSET($C$5,$AD6,)+OFFSET($C$5,,$AE6)

[AG6]

=OFFSET($C$5,$AD6,$AE6)

C.2. Matrix Koefisien [A]

Cell

Rumus

[AI1]

=MOD(COLUMNS($AI$2:AI2),2)

[AI2]

=OFFSET($F$26,AI1,)

[AH6]

=1

[AI6]

=IF(LEFT(AI$5,1)="A",COS(AI$2*$AC6),-SIN(AI$2*$AC6))

Buat Named Range dengan properties sebagai berikut:

C.3. Menghitung Parameter

Cell

Rumus

[BD6]

=MMULT(MMULT(MINVERSE(MMULT(TRANSPOSE(MatrixA),MatrixA))
,TRANSPOSE(MatrixA)),MatrixL)

[BF6]

=INDEX(MMULT(MatrixA,$BD$6:$BD$24),AC6)-AG6

[BG6]

=BF6+AG6

D. Menghitung Amplitudo Dan Phase

Cell

Rumus

[D81]

=BD6

[E82]

=VLOOKUP(E$80&$B82,$BC$6:$BD$24,2,0)

[G81]

=D81

[G82]

=SQRT(E82^2+F82^2)

[H82]

=MOD(DEGREES(ATAN2(E82,F82)),360)

[I82]

=RADIANS(H82)

Dengan acuan hitungan di atas, maka untuk pengamatan 30 hari atau lebih bisa dikembangkan lebih
lanjut. Demikian juga jika diperlukan untuk perhitungan konstanta pasut yang lebih atau kurang dari
9 konstituent.
Silakan download file di sini untuk dipelajari lebih lanjut.
==semoga bermanfaat==
Comments (8)

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel Untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase)
Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil
Filed under: Excel, Tukang Ukur cadex @ 09:41

Referensi :

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan


VBA Excel

Plaform

Microsoft Excel

Lokasi File :

Pada posting [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel hitungan kontanta pasut yang terdiri
dari Amplitudo dan Phase dengan metode hitung kuadrat terkecil menggunakan VBA Excel atau
macro. Sedangkan pada posting kali ini akan diuraikan proses hitungan yang sama tetapi hanya
dengan menggunakan rumus/fungsi Microsoft Excel tanpa menggunakan VBA Excel.
Mengacu ke rumus pengembangan rumus Tidal Harmonic Analysis di bawah :

Mengacu ke Rumus-5, jika akan mencari 9 nilai Konstanta Pasut, maka nilai yang akan dicari
(parameter) ada 19 parameter yaitu nilai Z0, A1, A2, , A9 dan B1, B2, B3, ., B9. Selanjutnya
nilai masing-masing Amplitudo dan Phase dihitung dengan Rumus-6 dan Rumus-7.
Nilai 1, 2, 3, .., 9 adalah suatu konstanta kecepatan sudut untuk masing-masing constituent
yang didapat dari 5 (lima) dasar kecepatan astronomi (5 (Five) Basics astronomical speeds). Silakan
baca di link berikut untuk rumus mendapatkan nilai 1, 2, 3, .., 9 dari Five basic astronomical
speeds.
Persamaan observasi untuk pengamatan muka air tiap jam selama 15 hari akan didapatkan (15 hari
x 24 jam /hari )=360 jam atau 360 persamaan dengan uraian sebagai berikut:

Dengan menggunakan prinsip least square (hitung kuadrat terkecil), persamaan observasi di atas
kemudian dibentuk dalam format matrix:
[L]+[V]=[A].[X]
[L] : matrix data ukuran (observasi), [V]: matrix koreksi, [A]: matrix koeffisien dan [X]: matrix
parameter dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Matrix [A] dihitung dengan men-derivatifkan atau menurunkan tiap persamaan observasi terhadap
Z0, A1, A2, , A9 dan B1, B2, B3, ., B9 atau terhadap parameter yang dicari

Klik di sini untuk penerapan rumus excelnya


Leave a Comment

November 2, 2013
[XLS-SVY-05]: Form Excel Untuk Perhitungan Pasut Dengan Hitung Kwadrat Terkecil
Filed under: Excel, Tukang Ukur Tags: Least Square, Surveying, Tidal Prediction cadex @ 09:06

Referensi
Platform
Lokasi File

:
:
:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel


Excel
download rev-2
download rev-3

Pada post [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel telah dijelaskan teori perhitungan pasang
surut metode least square dengan vba excel.
Kali ini akan diuraikan tahapan pengisian pada form excel yang sudah ada program macro (vba)
untuk perhitungan prediksi pasang surut (Tidal Prediction)

1.
2.
3.
4.

Jalankan file Excel, kemudian set security level ke medium.


Untuk excel 2003, click menu Tool2>>Macro>>Security
Pilih Security Medium. Untuk excel yang lain silahkan di cari di menu help atau bisa dicari lewat om
download rev-2 (excel 2003) formnya, kemudian extract zip filenya
Setelah buka file hasil download tersebut. Saat ada konfirmasi macro, click Enable Macros
Dalam form tersebut sudah ada contoh data hasil pengamatan pasang surut selama 29 hari (1-29 Mare
bacaan pada peil scale (rambu ukur) pasang surut tiap 1 jam
Bacaan rambu ukur, dimasukkan dalam satuan meter.
Data ini bisa diganti jumlah harinya, asalkan interval pengamatan adalah 1 (satu) jam

Bagian-bagian dari form perhitungan atau prediksi pasut:

Urutan pengisian adalah:

1.
2.

3.

Isikan informasi lokasi pengamatan, jenis alat yang dipakai dan unit pengukuran di area nomer 1
Area Nomer 2 :
-Masukkan di cell [B10] tanggal awal pengamatan.
-Isikan bacaan pengamatan rambu ukur tiap jam di [C10:Z10] dari jam 0:00 sampai jam 23:00
-Isikan pengamatan di tanggal berikutnya di hari ke-2 sampai hari ke-29 sehingga didapat data pengam
hari x 24 bacaan/hari = 696 bacaan
Tekan Ctr+r sehingga muncul:

[$C$10:$Z$38]: Data pengamatan pasang surut


[$G$67:$G$75]: Periode untuk masing-masing 9 konstituent.
kemudian click OK
4.

Hasil perhitungan di Area nomer 4:

5.

Grafik di Area nomer 5 akan terbentuk secara otomatis. Grafik ini terdiri dari 4 Series yaitu:
1. Posisi Mean Sea Level
2. Actual Pengamatan Pasang Surut
3. Prediksi Pasang Surut berdasarkan rumus harmonic dengan 9 parameters (9 konstituent)
4. Grafik beda elevasi antar hasil hitungan (prediksi) dan actual

6.

Tabel di area nomer 6:

Update 15 November 2012:


Untuk memfasilitasi pengunjung yang menginginkan hitungan untuk data pengamatan 15hari,
silahkan di download rev-2.
Cara penggunaannya sama dengan sebelumnya, hanya saja yang membedakan adalah pilihan blok
data pasutnya menjadi [$C$10:$Z$24]. Dengan cara yang sama pula silahkan dicoba jika datanya
lebih dari 29 hari.
Mohon tanggapannya jika ada error atau salah hitung

Update 1 September 2012:


Revisi terbaru (download rev-3) menggunakan macro di excel 2007. Pada versi ini data input dan
output dimasukkan dalam sheet yang berbeda.
Sheet [Input] hanya berisi informasi data pengukuran elevasi dan informasi pendukung lainnya
seperti lokasi pengamatan.

Sheet [Calculation] ada tambahan tombol [Calculate] untuk memulai menghitung setelah data
dimasukkan secara lengkap di sheet [Input]

Tampilan grafik dirubah sedikit dengan menampilkan label Mean Sea Level (MSL) dan label deviasi
antara harga perhitungan dan pengamatan yang mempunyai deviasi terbesar.

==selamat mencoba==
Comments (126)

May 29, 2013


[XLS-SVY-21]: Menampilkan Cross Section 3D Dengan Chart Excel
Filed under: Excel, Tukang Ukur Tags: cross section, rotation matrix cadex @ 09:06

Referensi
Platform
Lokasi file

:
: Excel 2007
: download

Sebenarnya di Excel sudah menyediakan type "Surface Chart" yang bisa menampilkan grafik dengan
data input 3 dimensi (XYZ) termasuk kemampuan untuk merubah properties sudut putarnya. Surface
Chart bisa menampilkan grafik atau surface 3D jika nilai data X dan Y mempunyai nilai increment
yang tetap atau dengan sistem grid karena dalam Surface Chart X dan Y tidak ditampilkan sebagai
data numeric sehingga bukan nilai actual X dan Y itu sendiri.
Berikut contoh input data untuk Surface Chart dan tampilan hasilnya dalam chart:

Data di atas mempunyai nilai X dan Y yang tetap.


Untuk menampilkan data cross section dimana data X dan Y nya tidak teratur, seharusnya ada type
chart tambahan yaitu 3D XYZ (scattered) tetapi sampai saat ini saya belum menemukan type chart
yang dimaksud. Agar tampilan cross section 2D dapat ditampilkan 3D, maka data XYZ cross section
dimanipulasi dengan matrik rotasi kemudian diplotkan di grafik XY (Scattered).
Format data cross section yang dipakai untuk simulasi ini adalah sama dengan data yang pernah
dibahas di posting [XLS-SVY-007]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCADdan [XLS-SVY-13]:
Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD Versi 1.1. Dalam contoh cross section terlampir
terdapat 3 buah cross section 2D yang akan diplot menjadi cross 3D. Nilai koordinat X diambil dari
nama station dalam bentuk numeric. Misal untuk station 0+000 dan 100+000, maka koordinat X nya
berturut-turut adalah 0 dan 100. Sedangkan koordinat Y mengacu jarak dari centerline atau offset
dan nilai Z mengacu ke elevasi.
Berikut adalah cuplikan data yang dimaksud berikut dengan Chart 2D :

Station/Sheet
0

Data & Chart 2D

50

100

Tampilan data dan 3D cross :

Semua proses pembentukan tabel dan perhitungan menggunakan fungsi formula excel tanpa
menggunakan macro.
Uratan perhitungan adalah sebagai berikut:

1. Menghitung jumlah
record dari sheet yang
akan ditamplikan di chart
3D

[A3:A5] List nama sheet dari masing-masing data 2D cross sec


[B3]
[C3:C5]
[B1]
[C1]
2. Menggabungkan
record dalam satu tabel
baru

=COUNT(INDIRECT(""&A3&"!B1:B300"))
menghitung jumlah record di sheet A3. Maksimal record 300
Copy rumus [B3] ke bawah untuk menghitung record di sheet lainny
cell bantu untuk menunjukkan lokasi perpindahan cross di table baru
beberapa data cross
=SUM(B3:B5)
jumlah record di tabel baru
=COUNT(A3:A50)
jumlah sheet yang akan ditampilkan
[E3]=IF(ROWS($E$2:E2)<=$B$1,ROWS($E$2:E2))
[F3]=LOOKUP(E3,$C$3:$C$5,$A$3:$A$5)
[G3]=OFFSET(INDIRECT(""&$F3&"!$B$1"),COUNTIF($F$3:$
[H3]=OFFSET(INDIRECT(""&$F3&

[E3] membuat nomer urut reco


jika nomer urut melebihi dari h
[F3] menampilkan angka STA (
bantu di cell [$C$3:$C$5]
[G3] menambil nilai offset (Y) d
cell [F3]
[H3] menambil nilai offset (Z) d
cell [F3]
copy rumus [E3:H3] ke bawah

3. Setting Matriks Rotasi

[K3],[K4]
dan [K5]
[L3]
[L4]
[L5]

Masukkan sudut rotasi dalam satuan derajat

[J9]
[J10]
[J11]

=RADIANS(K3)
=RADIANS(K4)
=RADIANS(K5)
Buat "Named Range" rx, ry dan rz yang mengacu ke range [L3], [L4
=COS(ry)*COS(rz)
=-COS(ry)*SIN(rz)
=SIN(ry)

[K9]
[K10]
[K11]

=COS(rx)*SIN(rz)+SIN(rx)*SIN(ry)*COS(rz)
=COS(rx)*COS(rz)-SIN(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)
=-SIN(rx)*COS(ry)

[L9]
[L10]
[L11]

=SIN(rx)*SIN(rz)-COS(rx)*SIN(ry)*COS(rz)
=SIN(rx)*COS(rz)+COS(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)
=COS(rx)*COS(ry)
4. Perkalian Matrix Asal
Matrix Asal adalah matrix yang dibentuk dari tabel baru dengan man
dengan Matrix Rotasi
matrix adalah=banyaknya record=[B1], sedangkan jumlah kolomnya
adalah dimulai dari F3, dengan jumlah baris sebanyak B1 ke bawah
dinyatakan dalam rumus excel adalah =OFFSET($F$3,,,$B$1,3).
Formula bawah ini named range dan formula yang dipakai untuk per
_3dCross =OFFSET($F$3,,,$B$1,3)
matrix asal
_2DPlot =MMULT(_3dCross,TRANSPOSE($J$9:$L$10))
perkalian matrix asal ke matrix rotasi. Hasil dari perkalian ini adalah
jumlah record dan 2 adalah absis x dan y yang akan diplot di chart 2
5. Setting series untuk
_x
=OFFSET($F$3,,,$B$1)
chart XY Scattered
_sta
=OFFSET($A$3,,,$C$1)
_xPlot
=INDEX(_2DPlot,,1)
_yPlot
=INDEX(_2DPlot,,2)
__x1
=IF(_x=INDEX(_sta,1),_xPlot,NA())
__x2
=IF(_x=INDEX(_sta,2),_xPlot,NA())
__x3
=IF(_x=INDEX(_sta,3),_xPlot,NA())

__y1
__y2
__y3

=IF(_x=INDEX(_sta,1),_yPlot,NA())
=IF(_x=INDEX(_sta,2),_yPlot,NA())
=IF(_x=INDEX(_sta,3),_yPlot,NA())

Rangkuman named range yang dipakai dalam perhitungan dan chart adalah

Untuk setting chart dan bentuk box, silahkan dipelajari lebih lanjut dari file terlampir.
==selamat mencoba==
Leave a Comment

May 28, 2013


[XLS-SVY-02]: Catatan Rumus Excel Untuk Juru Ukur (Bagian #1)
Filed under: Excel, Tukang Ukur Tags: konversi sudut cadex @ 12:04

Referensi

Platform

Lokasi File

Microsoft Excel

Note: Semua rumus yang dipakai menggunakan setting microsoft excel pemisah desimal
adalah titik "."
Konversi sudut
1. Radian(misal di A1) ke Derajat =DEGREES(A1)
2. Derajat(misal di B1) ke Radian =RADIANS(B1)
3. Derajat (misal di C8) ke Derajat-Menit-Detik

Derajat =TRUNC(C8)
Menit =TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60)
Detik =3600*(C8-TRUNC(C8))-60*TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60)
3.a. Derajat-Menit-Detik ke Desimal
Misal nilai derajat, menit dan detik disimpan masing-masing di A1, B1, dan C1 dan hasil konversi ke
desimal adalah di D1, maka rumus konevrsinya adalah
D1=A1+B1/60+B1/3600 atau D1=SUMPRODUCT(A1:C1/{1,60,3600})
4. Derajat (misal di B1) ke Derajat-Menit-Detik dengan Format Cell
Misal hasilnya akan ditampilkan di C1, maka di C1=B1/24
1. Di cell C1, tekan CTRL+1
2. Pada Format Cells, pilih Custom
3. Ketik Custom Type [h]-m-s.000
4. Hasil sudut ditampilkan dalam format derajat-menit-detik. Angka untuk detik ditampilkan dalam 3
(tiga) desimal
5. Konversi format derajat, menit dan detik ke sudut d.mmss
Salah satu format sudut yang didapat hasil download Total Station adalah format d.mmss. Format
sudut ini juga dipakai di Autodesk Civil 3D Survey pada saat proses perhitungan least square atau
perhitungan hasil pengukuran.
Contoh:
sudut 30 derajat, 1 menit, 1 detik, dalam format d.mmss akan ditulis: 30.0101
sudut 333 derajat, 0 menit, 2.34 detik, dalam format d.mmss akan ditulis : 333.00234
Misal kolom sudut derajat,menit dan detik ada di A1, B1 dan C1, maka rumus sudut dalam format
d.mmss adalah
D1=(A1 & "." & TEXT(B1,"00") & TEXT(C1*100,"00"))
6. Rumus untuk merubah type sudut d.mmss ke derajat,menit dan detik adalah:
jika E1, F1 dan G1 adalah derajat, menit dan detik hasil konversi, maka rumusnya adalah:
E1=LEFT(TEXT(D1,"000.000000"),3)

F1=MID(TEXT(D1,"000.000000"),5,2)
G1=RIGHT(TEXT(D1,"000.000000"),4)/100
7. Rumus untuk merubah sudut d.mmss ke desimal
Jika A1 adalah sudut dalam format d.mmss dan B1 adalah hasil konversi sudut dalam desimal:
B1=SUMPRODUCT(MID(TEXT(A1,"000.000000"),{1,5,7},{3,2,4})/{1,60,360000})
Hitung azimut dari dua koordinat
Jika Koordinat (X1,Y1) titik 1 adalah D19,E19
dan Koordinat (X2,Y2) titik 2 adalah D21,E21
maka rumus azimuth diexcel dalam satuan derajat adalah
=DEGREES(ATAN2((E21-E19),(D21-D19)))+IF(ATAN2((E21-E19),(D21-D19))<0,360)
Pengurangan Sudut
Misal bacaan sudut ke titik#1 adalah A1, dan bacaan sudut ke titik#2 adalah B1, maka besar sudut
dari A1 ke B1 adalah
=B1-A1+IF(A1>B1,360)
Penambahan Sudut
=A1+B1-IF(A1+B1>360,360)
<<bersambung>>
Comments (27)

May 26, 2013


[GEN-SVY-02]: Matriks Rotasi 3 Dimensi
Filed under: Map, Tukang Ukur Tags: Matrix Rotation, Transformasi 3D cadex @ 11:53

Referensi
Platform
Lokasi File

: Rotation Matrix
:
: download penurunan rumus matriks rotasi

Matriks rotasi di bidang pemetaan banyak dipakai untuk transformasi koordinat, khususnya
transformasi koordinat 3D. Sedangkan untuk aplikasi di luar pemetaan banyak dipakai untuk
visualisasi 3D dan pemograman 3D.

Posting kali ini menguraikan pembuktian / menurunkan persamaan matriks rotasi dalam sistem
koordinat 3 (tiga) dimensi:

Koordinat P (Xp, Yp, Zp) akan dirotasi d


rotasi berturut-turut dengan sumbu putar
sumbu-Y dan sumbu-Z

Matrik rotasi menggunakan aturan sistem aturan tangan kanan. Dalam sistem aturantangan kanan,
sudut positif adalah searah dengan lipatan jari tangan apabila ibu jari tangan kanan diarahkan ke
arah positif koordinat. Sudut rotasi dengan sumbu putar sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z
didefinisikan berturut-turut sebagai , dan .
Proses penurunan matriks rotasi mengikuti urutan sebagai berikut:
1.

Rotasi terhadap sumbu-X (), kemudian

2.

Rotasi terhadap sumbu-Y (), kemudian

3.

Rotasu terhadap sumbu-Z ()

1. Rotasi terhadap sumbu-x ()

2. Rotasi terhadap sumbu-y ()

3. Rotasi terhadap sumbu-z ()

Penerapan matriks rotasi ini akan dibahas pada posting berikutnya.


==semoga bermanfaat==
Leave a Comment

April 20, 2013


[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon Dengan Excel Dan Civil 3D
Filed under: Civil3D, Tukang Ukur Tags: Civil 3D, Survey, Total Station cadex @ 19:26

Referensi
Platform
Lokasi File

:
:
:

Excel 2007 & Civil 3D

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan
metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form
excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga
secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.
Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total
Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia


memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran
tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team
surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team
Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.
Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:
1.

[XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

2.

[XLS]: Edit raw data

3.

[XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

4.

[C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.
1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan
poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima
belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran
dari masing-masing team, terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team
memulai penomoran detail dengan nomer 1.
Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan
type pekerjaan sebagai berikut:

Team 1
Poligon Utama
1 50
Detail
1000-4999

Titik Kontrol
Range Nomer Titik Poligon
Titik Detail
Range Nomor Detail

Team-2
Poligon Cabang
51 100
Detail
5000-9999

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum
dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team

Folder
1 Team1

Files
1_130219.trn
1_130220.trn
1_130221.trn
1_130222.trn

Keterangan
Pengukuran tanggal
1
Pengukuran tanggal
1
Pengukuran tanggal
1
Pengukuran tanggal

19 February 201

20 February 201

21 February 201

22 February 201

2 Team2

2_130220.trn
2_130221.trn
2_130222.trn

3 Team2

3_130221.trn
3_130222.trn
3_130222.trn

1
Pengukuran
2
Pengukuran
2
Pengukuran
2
Pengukuran
3
Pengukuran
3
Pengukuran
3

tanggal 20 February 201

tanggal 21 February 201

tanggal 22 February 201

tanggal 21 February 201

tanggal 22 February 201

tanggal 22 February 201

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam, untuk mempermudah proses renumber.
Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di
bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang
lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam
1.2. Insert Form Edit TRN

Action
Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Securit

Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Ed


Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [L

1.3. Memasukkan file TRN ke Form

Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memis


kode titik (PCODE)
Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form

1.4. Setting nomer detail dan nama


Sheet
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri
alat

1.7. Memasukkan nomor BM atau


Tempat berdiri alat

1.8. Re-Run Copy Rumus

Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (ST
dimasukkan di sheet [LISTBM]

Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E


Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.

Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor


utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer gan
DOUBLE"
Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses re
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data


Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input
yang biasanya terjadi adalah:
1.

Tinggi Alat

2.

Tinggi Target

3.

PCODE

4.

Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena
saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan
dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya
adalah:

1.

Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik
sebelumnya

2.

Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah
demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight

3.

Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan
berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight

4.

Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180
derahat

5.

Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360
derajat

Berikut hasil analisa data dari file:


proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]
2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File
1_130219.trn

Cell di excel
[A166:A167]

Error/Kesalahan
PCODE berdiri alat = PCODE Foresight

Koreksi
PCODE Foresight dig
Tingi Target (TT) diga

[A237:A238]

PCODE berdiri alat = PCODE Foresight

[A252:A253]
[A348]

PCODE Foresight dig


Tingi Target (TT) diga
TT ke P15 dirubah me
PCODE diganti menja

TT ke titik P15 Berubah


dengan melihat data jarak dan tinggi
target, PCODE P23 seharusnya P25
dengan melihat data jarak dan tinggi
PCODE diganti menja
target, PCODE P2 seharusnya P1
Berdiri alat tetapi tidak menembak detail Beri tanda CO agar da
sama sekali

[A442]
[A353:A354]

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan
error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]
2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan
2.2.1. Insert Form Edit TRN
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form

Action
sama dengan langkah 1.2
masukkan file 1_130220.trn ke form baru

2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir
1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk
sheet [1_130221], [J6]=1628
file1_130221.trn
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 d
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk
sheet [1_130222], [J6]=2647
file1_130222.trn
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel
File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx
3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke
FBK [1_130219.fbk]

Action
Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_13

3.2. Lakukan konversi untuk sheet


[1_130220], [1_130221] dan [1_130222]
4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan
4.1. Jalankan program Civil 3D
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

Action
Pilih template satuan me
Cara setting silahkan lih
Polygon di Civil 3D
Cara membuat network s
Perhitungan Polygon di

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

Buka notepad, kemudian


NE SS 1 9292925.0000
NE SS 31 9293061.0000

informasi dari file 1_130219.trn


MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0

MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1
Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum
didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan
Poligon.

Save file note deng


[KoordAwal.fbk]

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik


untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1
4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D

Click kanan [Team1]>>[


Pilih file [KoordAwal.fb
click [OK]

4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0

Click kanan [Directions]


Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomati
click [OK]

4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[


Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Civil 3D menemukan no
titik foresight.

Saat import file tersebut, muncul pesan error :

Berarti pada proses


yang terlewat.

click [Yes] untuk me

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya

Menjadi

Tahapan
4.8. Reimport FBK

4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan


[1_130222.fbk]
4.9. Hasil import FBK

Action
Di bawah [Import Events], C
Pilih [Re-import]

=bersambung ke analisa data poligon==


Comments (2)

March 25, 2013


[XLS-SVY-20]: Tulisan Tentang Aplikasi Excel-Solver Untuk Hitung Kuadrat Terkecil
Filed under: Excel, Tukang Ukur Tags: adjustment, Least Square, perataan, solver cadex @
11:31

Referensi

:
[XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi

Platform
Lokasi File

:
:

Excel 2007

Pada tulisan [XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi telah
diuraikan cara menggunakan excel-solver untuk perataan hasil ukuran levelling, triangulasi,
trilaterasi dan traverse (poligon). Catatan tersebut kemudian saya coba tulis dalam bahasa inggris
kemudian saya coba share ke forumhttp://landsurveyorsunited.com walaupun bahasa inggris saya
kurang bagus, tetapi yang penting kalo nggak dicoba, kapan lagi? Silahkan download filenya dalam
format PDF. Mohon bagi pembaca yang pinter bahasa inggris untuk mengoreksinya.
Ada perubahan kecil di solver model levelling, triangulasi & trilaterasi dibandingkan dengan posting
terdahulu. Khusus untuk poligon ada perubahan cukup mendasar yaitu dengan ditambahkan nilai
konversi dari detik ke radian. Konversi ini diperlukan karena dalam pengukuran poligon ada dua unit
yaitu unit jarak dalam satuan meter dan satuan sudut dalam satuan detik/derajat.
Silahkan download solver model terbaru untuk pengukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan
traverse (poligon).
saya tunggu comments dan masukkannya.
Leave a Comment

January 22, 2013


[CAD-CIV-17]: Membuat Surface Dari Data LIDAR / Point Clouds Di Civil 3D
Filed under: Civil3D, Tukang Ukur Tags: Lidar, Surface cadex @ 19:06

Referensi
Platform
Lokasi File

:
:
:

Civil 3D

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface
di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric.


2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point
Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]
[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu
group [Create Ground Data]

Contoh dalam tahapan ini, sa


(Metric)NCS.dwt

3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang
akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification
kemudian click [Next]
4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud
database].
PointCloud format : LAS
click tombol
untuk memilih file hasil scanner. Setelah
file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]
5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat.
Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file
yang diimport. Makin besar akan semakin lama.
6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style
Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik
ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai
gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan
sebagai Ground:
6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].
6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]
6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian
pilih [Copy]
6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification
[Ground]
6.5. Click tab [Classification]
6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]
6.7. Kemudian click [OK]
7. Menampilkan point cloud hanya ground saja
7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].
7.2. Click [Point Clouds]
7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih
[Point Cloud Properties].
7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]
7.5. click [Apply] kemudian [OK]
7.6. Tampilan titik ground saja seperti gambar di samping

8. Membuat surface dari ground points


8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi LIDAR
Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan
menu seperti di samping.
8.2. Pilih [Add Points to Surface..]
8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian
click [Finish]

9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.


10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.
10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti
langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]
10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian
click [OK]
10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7
menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

==semoga bermanfaat==
Comments (2)

January 18, 2013


[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.Csv) Ke ESRI Shape File (*.Shp) Dengan
AutocadMap Atau Civil3D
Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur Tags: autocad map, convert, csv, shp cadex @ 14:57

Reference
Platform
Lokasi File

:
: min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
: sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting
koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]:
Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke
autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke

autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]:
Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.
Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik
tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map
seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di
komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke
program civil 3d 2011.
Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric.
Contoh saya menggunakan template map2d.dwt

2. Ketikkan Command: mapimport


2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan
dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description

3. Lakukan setting import point:


3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM

4. Contoh hasill import.


Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan
Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10

5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z

6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

7. Setting export shp


7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point
langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di
gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama
dengan nama block saat import atau di langkah #3

8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp


8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}

9. Tampilan setelah setting attributes


9.1. Click [OK]

10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp