Anda di halaman 1dari 10

PERJANJIAN PEMBORONGAN PEKERJAAN

STRUKTUR, ARSITEKTUR & PLUMBING LINDEN TOWER dan 2


BAsEMENT
PROYEK PEMBANGUNA MARVELL CITY
NOMOR : 033/PPP-SAPLIN/AL-ADK/V/2013
TERTANGGAL : 14 MEI 2013

PT. ASSA LAND


(PENGGUNA JASA KONSTRUKSI)

DENGAN

PT. ADHI KARYA (persero) Tbk.


DIVISI KOPNSTRUKSI IV (PENYEDIA JASA KONSTRUKSI)

PASAL 1. DIFINISI Dan INTERPRETASI


1. PIHAK PERTAMA pengguna jasa konstruksi
2. PIHAK KEDUA Penyedia jasa konstruksi
3. Sub Kontraktor kontraktor yang di tunjuk atau ditetapkan pihak kedua
dengan persetujuan pihak pertama
4. Supplier mengadakan barang dan atau jasa konstruksi yang mendukung
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan oleh sub kontraktor atau pihak
pertama dan pihak kedua
5. Persyaratan teknis persyaratan yang ditetapkan oleh konsultan
perencana yang terlibat dalam proyek tersebut
6. Persyaratan administrasi persyaratan dan peraturan administratif yang
ditetapkan untuk mendukung persyaratan tercapainya persyaratan teknis
yang dituangkan dalam surat perjanjian pekerjaan atau pemborongan baik
jasa atau pengadaan,
7. Surat perjanjian pekerjaan dan atau kontrak perjanjian yang ditanda
tangani oleh pihak pertama dan pihak kedua dan dinyatakan oleh saksisaksi (minimal 2 orang) para pihak terkait sebagai subyek hukum. Kontrak
di buat rangkap 2 masing-masing asli dan ditanda tangani diatas materai.
8. Surat perintah kerja surat perintah dari pihak pertama dan pihak kedua
untuk dapat melaksanakan kegiatan konstruksi sebelum kontrak
ditandatangani.

9. PO atau Purchase-Order surat pemesanan barang khususnya yang


berhubungan dengan pengadaan bahan atau barang yang terkait dengan
pekerjaan konstruksi.
10.Konsultan perseorangan dan atau berbadan hukum yang mrnjalankan
fungsi pekerjan sebagai jasa konstruksi dibidang paper

Pasal 2
Tugas Pekerjaan
PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya telah memberikan tugas kepada PIHAK
KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dengan baik sebagai penyedia konstruksi ,
meliputi pekerjaan pengadaan & jasa pemasangan struktur, arsitektur dan
plumbing (SAP) linden tower dan 2 basement pembangunan marvell city sesuai
pada lampiran gambar kontrak dan spesifikasi teknis perencana/rencana kerja
dan syarat-syarat(RKS).

PASAL 3
Ruang lingkup, tanggung jawab dan kondisi kontrak
Ruang lingkup dan tanggung jawab pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA
adalah pekerjaan pengadaan & jasa pemasangan struktur, arsitektur dan
plumbing (SAP) linden tower dan 2 basement pada proyek pembangunan marvell
city, sesuai standart pelaksanaan dan pengendalian mutu teknis administrasi
yang dipertanggug jawabkan oleh pihak kedua kepada pihak pertama melalui
proses pengendalian kualitas dan kuantitas dalam sistem dan struktur organisasi
proyek yang telah diadakan oleh pihak pertama mengacu pada peraturanperaturan administrasi yang telah disepakati dengan kontrak, dengan pengertian
sesuai definisi dan interpretasi pada pasal-1.

Pasal 4
order of priority/urutan keberlakuan
Bilaman terjadi perbedaan pengertian antara satu atau dokumen yang lain,
maka diberlakukan urutan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Addendum surat perjanjian pemborongan


Instruksi konsultan manajemen konstruksi/wakil pengguna jasa konstruksi
Surat perjanjian pemborongan pekerjaan
Surat perintah kerja/SPK
Berita acara negosiasi
Berita acara klarifikasi
Berita acara aanwijzing
Gambar tender (dari skala besar berturut-turut ke skala kecil), dengan
urutan disiplin pekerjaan pada gambar panduan dimulai dari arsitektur
dan struktur.
9. Spesifikasi teknis
10.Analisa harga satuan pekerjaan
11.Bill of quantity
Pasal 5
Jangka waktu pelaksanaan dan pemeliharaan

masa pelaksanaan konstruksi (construction-periode) adalah maksimal 660 hari


kalender, terhitung sejak tanggal kick off meeting (14 mei 2013).
Masa pemeliharaan (maintenance-periode) adalah 1 (satu) tahun atau 365 hari
kalender terhitung sejak tanggal penerbitan berita acara serah terima pekerjaan
pertama oleh konsultan MK/wakil PIHAK PERTAMA
Pasal 6
Denda keterlambatan prestasi pekerjaan dan pembayaran
Apabila terjadi keterlambatan serah terima pekerjaan sesuai jadwal yang sudah
disepakati dan disebabkan bukan karena keadaan memaksa (overmacht) maka
pihak kedua akan dikenakan denda minimal 1 perseribu perhari keterlambatan
dengan maksimal denda 5 % dari nilai kontrak yang disepakati. Pelaksanaan
denda akan diawali dengan rapat pendahuluan, penerbitan surat peringatan
keterlambatan prestasi pekerjaan ke-1, ke-2, dan ke-3, oleh MK.
Pengertian keterlambatan :
a. Bagi PIHAK PERTAMA
Keterlambatan serah terima pekerjaan pertama dari pihak kedua
(peneyedia jasa konstruksi) kepada pihak pertama,dasar perhitungan
keterlambatan dihubungkan dngan masa konstruksi apabila dapat
dinyatakan dan dibuktikan oleh manajemen konstruksi/wakil pihak
pertama telah melampaui masa konstruksi yang telah disepakati.
b. Bagi PIHAK KEDUA
Keterlambatan dari pihak pertama (pengguna jasa konstruksi) kepada
pihak kedua (penyedia jasa konstruksi).
Pembuktian merupakan persyaratan pelaksanaan denda yang didukung oleh
pemenuhan subyek dan obyek pembuktian sebagai berikut :
a. Subyek pembuktian adalah semua unsur didalam struktur organisasi
proyek yang memiliki kapasitas yang terkait dengan terjadinya
keterlambatan baik dnegan prestasi pekerjaan pihak kedua atau
pembayaran oleh pihak pertama. Pembuktian menghadirkan para pihak
serta alat bukti dari para pihak.
b. Obyek pembuktianberupa data teknis dan atau administrasi berupa
tertulis, perhitungan jadwal pelaksanaan, gambar, pernyataan atau
perjanjian dan notulen rapat yang sah, jadwal pelaksanaan, dokumentasi
(photo-photo) dan data lain .
Pasal 7
Nilai borongan (contract-value)
Perincian ringkasan nilai kontrak :
A. NILAI PEKERJAAN SEBELUM
INTERVENSI............................................Rp.190.853.170.189,89,-

B. NILAI PEKERJAAN INTERVENSI (berdasarkan BQ tgl: 9 april 2013/ditandatangani oleh PT.Adhi Karya, Tbk pada tanggal 29 april 2013 melalui Bpk.
Ir.Irwandianto B.S):
I. Suplierisasi:
a. Besi beton ( termasuk wates 2 %).....................................( Rp.
40.897.463.180,29 )
b. Beton ready mix terkontrak (termasuk wates 2 %)..........( Rp.
22.201.589.047,13 )
II. PC-rate
- Selisih harga bata ringan pada BQ kontrak dengan harga supplier PIHAK
PERTAMA adalah..................................................................................(Rp.
294.558.588,44)
III. Nilai kompensasi
- Bata ringan 5 % dan 3 % PPh................................................Rp.
119.265.226,08,- Besi beton 5 % dan 3 %
PPh.................................................Rp.1.748.603.389,88,- Beton ready mix terkontrak 5 % dan 3 % PPh......................Rp.
888.009.154,98,- +
Jumlah nilai
kontrak.............................................................Rp.130.215.437.144,96
PPN 10%...............................................................................Rp.
13.021.543.714,49+
TOTAL NILAI PEKERJAAN....................................................................Rp.
143.236.980.859,46
PEMBULATAN.....................................................................................Rp.
143.236.000.000,00
Terbilang : # seratus empat puluh tiga milyar dua ratus tiga puluh enam juta
rupiah #
Quantity material yang disupplied by owner (besi beton ready mix) berdasarkan
BQ tertanggal tgl : 9 april 2013 ditanda-tangani oleh PT. Adhi Karya, Tbk pada
tanggal 29 april 2013 dengan kesepakatan waste dan nilai kompensasi dan
koordinasi.

Pasal 8
Cara pembayaran
-

Cara pembayaran berdasarkan progres payment sistem dengan


kesepakatan sebagai berikut ;
Mekanisme pembayaran kepada PIHAK KEDUA;
Pasal 9
Dasar-dasar koordinasi pelaksanaan

a. Koordinasi umum
b. Koordinasi khusus
Pasal 10
Pengukuran
1. Perhitungan volume hasil pekerjaan
Semua perhitungan kuantitas dalam bill of quantity terhadap hasil
pekerjaan lainnya diukur dari gambar tander pada saat pra-kontra bila
terjadi perubahan pasca-kontrak di proses oleh MK melalui prosedur
mekanisme proyek dengan penerbitan site-instruction menurut satuan
kuantitas dalam kontrak secara net-quantity.
2. Cara perhitungan opnaam quantity :
Perhitungan opnaam quantity berdasarkan persentase prestasi aktual
pekerjaan di lapangan sesuai dengan semua data.
Pasal 11
Jaminan-jaminan/bond
Semua jaminan yang diakui secra sah dan legal, hanyalah jaminan/bond yang
diterbitkan oleh pihak nbank dengan status minimal bank devisa dan atau bank
yang direkomendasikan oleh pihak pertama dan jaminan dari lembaga keuangan
non-bank seperti asuransi tidak dapat diterima sebagai jaminan yang sah.
Pasal 12
Eskalasi
Eskalasi dengan alasan apaupun tidak dapat diterima, terkecuali disebabkan oleh
adanya pemotongan nilai mata uang (scheenerring) yang diumumkan resmi oleh
pemerintah republik indonesia.
Pasal 13
Pengambil alihan pekerjaan oleh pengguna jasa konstruksi
Pihak kedua (penyedia jasa konstruksi) setelah ditunjuk harus segera
menyerahkan time schedule yang ditetapkan oleh konsultan MK/wakil PIHAK
PERTAMA.
Oihak pertama berhak mengambil alih sebagian atau seluruh pekerjaan pihak
kedua apabila terbukti tidak mampu atau mengalami keterlambatan proyek lebih
dari 10% yang secara kesuluruhan keterlambatan tersebut disebabkan oleh
kelalaian pihak kedua. Pengambil alihan sebagian atau seluruh pekerjaan melalui
prosedur pelaksana proyek, dimana MK akan mengadakan rapat pendahuluan
dengan pihak kedua,
Pasal 14
Penundaan atau penghentian pekerjaan

Pada dasarnya pihak kedua tidak dapat melakukan penundaan atau penghentian
pekerjaan, dalam hal penundaan atau penghentian pekerjaan pihak kedua harus
memberitahukan secara tertulis kepada pihak pertama dalam waktu 30 hari
kalender. Apabila pekerjaan ditunda atau dihentikan bukan karena kesalahan
pihak kedua maka pihak kedua berhak mendapatkan pembayaran sesuai dengan
evaluasi bersama konsultan manajemen konstruksi dan konsultan quantity
surveyor.

Pasal 15
Perpanjangan waktu pelaksanaan
Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan dan bukan disebabkan oleh kelalaian pihak kedua, maka pihak
kedua berhak untuk mengajukan perpanjangan waktu dan kompensasi biaya
yang wajar. Dengan data yang akurat dalam waktu 7 hari kalender dari
kontraktor menyerahkan data tersebut, pihak pertama harus memberikan
keputusan atas pengajuan pihak kedua.
Pasal 16
Other contractors effect (OCEC)
Sejauh dapat dibuktikan oleh struktur organisasi proyek maka pihak kedua
bertanggung jawab atas terjadinya other contractors effect cost (ocec) untuk itu
pihak kedua harus berkoordinasi dengan konsultan mamajement konstruksi
dalam rangka penyusunan time schedule.
Pasal 17
Kerusakan-kerusakan pada jalan raya/jalan dan fasilitas lainnya
Pihak kedua harus bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan pada jalan atau
jembatan yang menghubungkan proyek sebagai akibat dari lalu lalang
kendaraan yang dipergunakan baik oleh pihak kedua maupun sub-pihak kedua
untuk mengangkut bahan/material keperluan proyek.
Pasal 22
Kepatuhan kepada hukum dan peraturan-peraturan
Baik pengguna maupun penyedia jasa konstruksi harus tunduk dan patuh
kepada semua ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di negara kesatuan

republik indonesia, sebagai satu-satunya pilihan hukum dalam perjanjian ini


(choice of law).
Pasal 23
Asuransi
Asuransi car (contractors all risk), TPL (third party liability) dan personnel
accident merupakan ruang lingkup dan tanggung jawab pihak pertama,
sedangkan untuk deductiblenya menjadi tanggung jawab pihak kedua sebesar
Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per kejadian. Jangka waktu atau masa
berlaku harus diperpanjang bilamana diperlukan atau melebihi masa konstruksi
sesuai kesepakatan para pihak. Asuransi tenaga kerja menjadi bagian dalam nilai
ontrak dan menjadi tanggung jawab pihak kedua (penyedia jasa konstruksi).
Pasal 24
force-majeur
merupakan suatu keadaan memaksa sebagai akibat diluar kekuasaan manusia
(act of god), sehingga para pihak sebagai subyek hukum dalam perjanjian
terhalang untuk melakukan prestasi masing-masing. Para pihak harus
menginformasikan adanya force-majeur dan membuktikan kondisi tersebut.
Ruang lingkup dan kriteria force-majeur adalah kondisi-kondisi yang tidak
terlindungi oleh asuransi.
Pasal 25
Permulaan pekerjaan
Pihak kedua harus melakukan kajian teknis kondisi aktual di lokasi proyek,
termasuk kajian di lingkungan masyarakat sehubungan dengan rencana
pekerjaan ini supaya tidak menimbulkan dampak negatif yang berpotensi
sehingga tidak menimbulkan hambatan dan halangan dan dengan biaya sendiri
diharuskan melakukan pemeriksaan, Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan
konstruksi di lokasi proyek maka pihak kedua harus mendapatkan surat bukti
serah terima lahan dari konsultan manajement konstruksi dan atau wakil pihak
pertama untuk melanjutkan pihak kedua dapat segera memulai pekerjaan sesuai
yang disepakati dalam perjanjian kontrak.
Pasal 26
Penyerahan hasil pekerjaan
1. Pihak kedua akan menyerahkan seluruh hasil pekerjaan sesuai satuan
materi dan ruang lingkup spesifikasi teknis, gambar kontrak dan bill of
quantity kepada pihak pertama setiap item pekerjaan.
2. Serah terima pekerjaan harus bersifat comprehensif dan integral termasuk
semua sistem dan fungsinya secara utuh sesuai dengan lingkup pekerjaan
paket ini.

3. Pihak kedua akan menyerahkan hasil pekerjaan kepada pihak kedua


sesuai masa pelaksanaan yang ditentukan oleh konsultan MK dan QS yang
dilakukan maksimal 30 hari. Maka pekerjaan dapat dinyatakan selesai dan
dapat digunakan sebagai lampiran berita acara serah terima.
4. Pihak kedua akan melakukan pemeliharaan sesuai dengan lingkup paket
ini sampai batas waktu yang diberikan dan menyiapkan atas biaya sendiri.
Pasal 27
Kerahasiaan dokumen
Semua dokumen perencanaan baik dalam bentuk soft-copy dan hard-copy
meliputi peta, data tes tanah, gambar-gambar, spesifikasi teknis, nilai proyek
dan lampiran teknis dan administratif lain yang sudah diterima oleh pihak kedua
adalah merupakan dokumen yang harus disimpan dan tidak diperkenakan untuk
konsumsi umum (public-domain) dan menjadi hak pemilik proyek sepenuhnya.
Pasal 28
Perubahan atas pekerjaan
Jika terjadi perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan pemborongan
pekerjaan pengadaan dan pemasangan pada paket pekerjaan ini maka akan
mengikuti prosedur kerja yang terlampir pada algoritme perubahan dalam
perjanjian ini.
Pasal 29
Penyelesaian perselisihan
1. Pada dasarnya jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka
akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat dengan
semangat kekeluargaan.
2. Jika perselisihan tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah maka kedua
belah pihak sepakat untuk menyerahkan kepada BANI (badan arbitrase
nasional indonesia) yang masing-masing diwakili oleh satu anggota dan
satu orang ketua yang dipilih oleh masing-masing pihak.
Pasal 30
Pemutusan perjanjian
Pihak pertama dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa
menggunakan pasal-pasal 1266, pasal 1267 dan pasal 1611 kitab undangundang hukum perdata tentang pemutusan/pembatalan perjanjian. Bila pihak
kedua tidak melaksanakan tugas, tanggung jawab dan hal-hal lain sebagaimana
tercantum dalam surat perjanjian. Perjanjian hanya dapat dibatalkan dengan
persetujuan secara tertulis dari kedua belah pihak
Pasal 31
Lain-lain

Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dianggap perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut
dalam surat perjanjian tambahan (addendum) dan merupakan perjanjian yang
tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini.
Pasal 32
Penutup
Surat perjanjian pemborongan pekerjaan No.:033/PPP-SAPLIN/AL-ADK/V/2013 ;
tertanggal : 14 mei 2013 ini terdiri dari 2 rangkap asli ditanda-tangani di atas
materai dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.