Anda di halaman 1dari 12

RANGKUMAN

FUNGSI BAHASA DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

A. FUNGSI BAHASA
1. Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa
simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan
bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua
orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah
disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi
mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi
mengandung banyak segi yang lemah.
Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks dari pada yang dapat
diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh
alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupaka simbol atau
perlambang.
Pengertian Bahasa Juga Menurut beberapa ahli diantaranya:
Menurut Bill Adams : Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam
sebuah konteks inter-subjektif
Menurut Wittgenstein : Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan
dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis
Menurut Ferdinand De Saussure : Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena
dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari
kelompok yang lain
Menurut Plato : Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan
onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide
seseorang dalam arus udara lewat mulut
Menurut Bloch & Trager : Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan
dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.
Menurut Carrol : Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi
bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi

antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada
benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia
Menurut Sudaryono : Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna
sehingga ketidak sempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber
terjadinya kesalahpahaman.
Menurut Saussure : Bahasa adalah objek dari semiologi
Menurut Mc.Carthy : Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan
kemampuan berpikir
Menurut William A. Haviland : Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut
aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam
bahasa itu.

Beberapa Fungsi Bahasa


1. Fungsi Ekspresi diri
Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya
atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang
anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan
juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita
menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang
penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah
sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah
bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk
mencapai tujuan tertentu.
Sebagai contoh lainnya, tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri
kita. Pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. Kita hanya menuangkan
isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak.
Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah
surat itu akan ditujukan. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita
hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita.
Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai
bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya,
pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingan

pribadinya. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk
berkomunikasi.
Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala
sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan
kita.
Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain :
-

agar menarik perhatian orang lain terhadap kita,

keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi

Pada taraf

permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang

sebagai alat untuk

menyatakan dirinya sendiri (Gorys Keraf, 1997 :4).


2. Fungsi Komunikasi
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan
sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan
komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang
kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan, maksudnya melahirkan
perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia
mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa
depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan
tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat
diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita
ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran
kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama
kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak
sasaran kita.
Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga
mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu,
seringkali kita mendengar istilah bahasa yang komunikatif. Misalnya, kata makro hanya
dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih
mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Kata griya, misalnya, lebih sulit dipahami
dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma,
dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata-kata griya atau makro

akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas,
atau nuansa tradisional.
Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan
alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang
kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan
sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.
3. Fungsi Integrasi dan Adaptasi Alam
Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia
memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam
pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota
masyarakat

hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat

komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok
sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan
menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggitingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan
masyarakatnya (Gorys Keraf, 1997 : 5).
Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai
alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu,
kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita
hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan
menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa
standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
Pada saat kita mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara
menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata
tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Bilamanakah kita dalam berbahasa Indonesia
boleh menegur orang dengan kata Kamu atau Saudara atau Bapak atau Anda? Bagi orang asing,
pilihan kata itu penting agar ia diterima di dalam lingkungan pergaulan orang Indonesia. Jangan
sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat. Demikian pula jika kita
mempelajari bahasa asing. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam
budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan
menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.

4.

Fungsi Control Sosial


Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada
diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan
disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu
contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol
sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering
mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan
masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat
kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara
untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu,
kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.
Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah
sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk
meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan.
Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat
persoalan secara lebih jelas dan tenang.

B. KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA


Kedudukan Bahasa Indonesia di Negara ini jelas berada diatas bahasa daerah yang ada di
Nusantara ini. seperti Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di
Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975, yang kami kutip dari salah satu literature, berikut
perinciannya;
Lambang Kebanggaan Nasional.
Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial
budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia ini,
kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap
bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh.
Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
Lambang identitas Nasional.

Sebagai lambang identitas Nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa ini.
Berarti bahasa Indonesia dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu sifat, tingkah laku, dan
watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak
tercermin di dalamnya. dan jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran
bangsa kita yang sebenarnya.
Alat pemersatu Bangsa yang sangat beragam perbedaannya
Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang
sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya, dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, citacita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa ini dapat merasa aman dan
serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi dijajah oleh
masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan
bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam
bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak
bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah
bahasa Indonesia.
Alat penghubung antar Budaya dan antar Daerah.
Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi
pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi,
sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus
informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan
seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat
tercapai.
1. Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan dalam perkembangan
kehidupan bangsa Indonesia. Dalam masa perjuangan kemerdekaan, bahasa Indonesia berhasil
membangkitkan diri menggalang semangat kebangsaan dan semangat perjuangan dalam
mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan sebagaimana tercantum
dalam pembukaan UUD 1945. Kenyataan sejarah itu berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai
bahasa persatuan telah berfungsi secara efektif sebagai alat komunikasi antarsuku, antardaerah,
dan bahkan antarbudaya.

Sebagai akibat dari ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia yang memiliki peran yang sangat menentukan sebagai alat komunikasi dalam peri
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam hubungan ini, bahasa Indonesia tidak
hanya digunakan sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan kehidupan negara dan
pemerintahan, tetapi juga sebagai bahasa pengantar pada jenis dan jenjang pendidikan, sebagai
bahasa perhubungan nasional (terutama dalam kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan nasional), sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara masih harus
terus dimantapkan dan dikaji ulang. Pada dasarnya peran atau fungsi bahasa Indonesia dari waktu
ke waktu boleh dikatakan tidak mengalami perubahan. Artinya, rincian peran bahasa Indonesia,
sekurang-kurangnya yang telah disinggung tadi, boleh dikatakan berlaku sepanjang masa selama
bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
2. Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional
-

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan bangsa. Bahasa


Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa
kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini, bahasa Indonesia harus kita pelihara
dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam
menggunakan bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional. Bahasa


Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya atau yang
menggunakannya membina dan mengembangkan sehingga bersih dari unsur
unsur bahasa lain.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat penghubung antar warga, antar daerah,
dan antar budaya dengan adanya bahasa Indonesia kita dapat menggunakanya
sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan
masyarakat masyarakat di daerah.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai


suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing
masing kedalam kesatuan bangsa Indonesia.
Dengan bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai
keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan

indentitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai nilai sosial budaya serta latar
belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
3. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa yang resmi dan bahasa kenegaraan,ada
beberapa fungsi didalam bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara diantaranya:
-

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan dan di gunakan


didalam segala upacara,peristiwa maupun kegiatan kenegaraan baik dalam
bentuk lisan maupun tulisan.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar didalam dunia pendidikan. Bahasa


Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan lembaga-lembaga
pendidikan mulai dari taman kanak- kanak sampai dengan perguruan tinggi
dideluruh Indonesia.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional


untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Bahasa
Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik antara
pemerintah dan masyarakat luas,dan bukan saja sebagai alat penghubung antar
daerah dan antar suku melainkan juga sebagai alat penghubung didalam
masyarakat yang sama latar belakang social budaya dan bahasannya.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu


pengetahuan dan teknologi.

4. Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Standar


Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Standar mempunyai 4 kategori :
-

Arti Standarisasi
Bahasa standar (baku) timbul ketika beberapa masyarakat yang terpisah
merasa ada keperluan untuk saling berhubungan. Bahasa baku atau dialek baku
ialah bahasa atau dialek yang dipilih oleh anggota berbagai masyarakat untuk
saling berkomunikasi. Bahasa standar ialah bahasa yang dianggap betul oleh
masyarakat pemakainya. Bentuk dan pemakaian bahasa baku ini menjadi model
percontohan bagi seluruh rakyat.

Di samping menyesuaikan diri kepada orang yang diajak bercakap,


seseorang penutur bahasa biasanya akan mencoba menyesuaikan diri dengan
bentuk dan pemakaian bahasa yang terpakai secara luas di masyarakat. Dalam
praktek penggunaan bahasa, tarik-menarik antara bahasa standar dengan bahasa
yang digunakan secara akrab ini berjalan terus-menerus.
-

Fungsi standardisasi
Pertama-tama, bahasa baku berfungsi sebagai semacam lingua franca di
dalam masyarakat yang menggunakan bermacam-macam dialek. Dengan bahasa
standar ini, orang dari berbagai daerah dapat saling berhubungan dengan baik.
Sebagai misal, orang dari Temburung dapat berkomunikasi dengan baik dengan
orang dari Seria. Orang dari Aceh dapat saling berhubungan dengan orang dari
Bali, Manado, atau dari Irian Jaya.
Karena orang dari masyarakat lain itu biasanya belum dikenal secara
akrab, maka sebaiknyalah bahasa yang dipakai itu bersifat sopan. Jadi, kalau
dialek memancarkan nuansa arti akrab, maka bahasa baku memancarkan nuansa
arti sopan santun. Jadi, di samping berfungsi sebagai lingua franca di dalam
masyarakat dari berbagai macam dialek, bahasa baku juga berfungsi sebagai
pengantar kesopan-santunan. Bahasa baku harus dapat dipakai untuk
menyampaikan hal-hal dalam suasana yang santun.
Selanjutnya, bahasa baku juga berfungsi untuk mengendalikan laju
perubahan dialek-dialek yang tumbuh. Bahasa baku yang mempunyai martabat
yang

tinggi,

disenangi

oleh

masyarakat

pemakainya,

biasanya

dapat

memperlambat lajunya perubahan yang dialami oleh dialek-dialek.


-

Bentuk standardisasi
Ragam bahasa yang santun biasanya jelas dan lengkap. Ucapannya harus
jelas. Komponen wacananya lengkap dan logis, dan tidak berputar-putar. Karena
tuntutan kejelasan inilah, maka biasanya bahasa baku itu bersifat kaya
(elaborated) dan mempunyai aturan tata bahasa yang ketat. Aturan sintaksis,
aturan morfologi, aturan fonologi, dan aturan semantiknya stabil dan ketat.
Bentuk dan aturan yang ada tidak boleh digunakan semau-maunya dan tidak

boleh mudah berubah. Di samping itu, pola kalimatnya, pola morfo-sintatiknya,


pola fonologinya, dan juga perbendaharaan katanya kaya. Dalam hal ini, bahasa
baku berbeda dengan dialek-dialek yang tidak standar, karena dialek yang tidak
standar itu relatif miskin (restriced) dan kondisifikasinya longgar. Apapun boleh
dikatakan, asal si lawan bicara tahu maksud kita.
-

Tempat standardisasi
Bahasa yang terpakai di pusat kebudayaan biasanya terpilih menjadi
bahasa standar ini. Pusat kerajaan biasanya menggunakan bahasa standar.
Mungkin saja di pusat kebudayaan inilah yang amat memerlukan bahasa yang
sopan dan yang dapat dipakai untuk mengantarkan segala pesan secara jelas. Di
pusat kerajaan berbagai orang dari berbagai masyarakat bertemu membicarakan
berbagai masalah. Pembicaraan itupun biasanya dijalankan dalam suasana resmi
dan penuh dengan rasa sopan santun.
Itulah sebabnya, maka sekarang ini ragam bahasa yang dipakai di pusat
negeri biasanya terpakai sebagai ragam bahasa baku. Ibukota negara seperti
Jakarta, London, Bangkok, Bandar Seri Begawan, dan lain-lain menjadi tempat
di mana bahasa baku berkembang. Di Jawa, untuk bahasa Jawa, bahasa yang
dipakai di pusat kesultanan di Yogyakarta dan Surakarta pun menjadi bahasa
standar.

RANGKUMAN FUNGSI BAHASA


DAN
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

TUGAS
BAHASA INDONESIA ILMIAH

Oleh :
NANING INDRIYANI
NIM 12.51.0017

PROGAM STUDI S-1 SISTEM INFORMASI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
PPKIA PRADNYA PARAMITA
MALANG
2014

REFERENSI
t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4761/BAB1.htm
ebad.heck.in/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-sebagai-baha.xhtml
file.upi.edu/Indonesia//sejarah bahasa indonesia