Anda di halaman 1dari 10

MODUL

KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN KEPERAWATAN


ASUHAN KEPERAWATAN METODE FUNGSIONAL

PRODI DIV KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SURABAYA
TAHUN AJARAN 2015-2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan

Rahmat

dan

Karunia-Nya

sehingga

Modul

Manajemen

Keperawatan dan Kepemimpinan: Asuhan Keperawatan Metode Fungsional dapat


selesai.
Modul ini disusun agar mampu memahami asuhan keperawatan metode
fungsional dan pelaksanaan dari asuhan keperawatan metode fungsional.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen mata kuliah yang telah
membimbing kami dalam menyelesaikan pembuatan modul ini.
Kami menyadari bahwa modul ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh
karena itu kritik dan saran selalu kami harapkan, semoga modul ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Surabaya, 06 Mei 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................i
Daftar Isi............................................................................................................ii
1
2
3
4

5
6

Tujuan Pembelajaran Umum...................................................................1


Tujuan Pembelajaran Khusus..................................................................1
Pokok Materi Pembelajaran....................................................................1
Uraian Materi
A. Asuhan Keperawatan metode Fungsional........................................1
B. Kelebihan Askep Metode Fungsional..............................................3
C. Kelemahan Askep Metode Fungsional.............................................3
D. Prosedur Pelaksanaan Askep Metode Fungsional............................3
Referensi.................................................................................................5
Soal..........................................................................................................5

ASUHAN KEPERAWATAN METODE FUNGSIONAL


1. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah proses pembelajaran dilaksanakan, diharapkan mahasiswa
mampu

mengetahui,

memahami,

menguasai

dan

mampu

mengimplementasikan teori, konsep dan prinsip kepimimpinan dan


manajemen keperawatan dan mampu menerapkan prinsip dan ketrampilan
kepemimpinan dan menejemen dalam memberikan asuhan pelayanan
keperawatan kepada klien.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah proses pembelajaran

dilaksanakan,

mahasiswa

mampu

mendemonstrasikan asuhan keperawatan metode fungsional.


3. Pokok Materi Pembelajaran
1 Asuhan Keperawatan Metode Fungsional
2 Kelebihan Askep Metode Fungsional
3 Kelemahan Askep Metode Fungsional
4 Prosedur Pelaksanaan Askep Metode Fungsional
4. Uraian Materi
A. Asuhan Keperawatan Metode Fungsional
Model pemberian asuhan keperawatan ini berorientasi pada
penyelesaian tugas dan prosedur keperawatan. Perawat ditugaskan untuk
melakukan tugas tertentu untuk dilaksanakan kepada semua pasien yang
dirawat di suatu ruangan. Model ini digambarkan sebagai keperawatan
yang berorientasi pada tugas dimana fungsi keperawatan tertentu
ditugaskan pada setiap anggota staff. Setiap staff perawat hanya
melakukan 1-2 jenis intervensi keperawatan pada semua pasien dibangsal.
Misalnya seorang perawat bertanggung jawab untuk pemberian
obat-obatan, seorang yang lain untuk tindakan perawatan luka, seorang
lagi mengatur pemberian intravena, seorang lagi ditugaskan pada
penerimaan dan pemulangan, yang lain memberi bantuan mandi dan tidak
ada perawat yang bertanggung jawab penuh untuk perawatan seorang
pasien.
Seorang perawat bertanggung jawab kepada manajer perawat.
Perawat senior menyibukan diri dengan tugas manajerial, sedangkan
1

perawat pelaksana pada tindakan keperawatan. Penugasan yang dilakukan


pada model ini berdasarkan kriteria efisiensi, tugas didistribusikan
berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing perawat dan dipilih
perawat

yang

paling

murah.

Kepala

ruangan

terlebih

dahulu

mengidentifikasm tingkat kesulitan tindakan, selanjutnya ditetapkan


perawat yang akan bertanggung jawab mengerjakan tindakan yang
dimaksud. Model fungsional ini merupakan metode praktek keperawatan
yang paling tua yang dilaksanakan oleh perawat dan berkembang pada saat
perang dunia kedua.
Metode fungsional adalah pengorganisasian tugas pelayanan
keperawatan yang didasarkan kepada pembagian tugas menurut jenis
pekerjaan yang dilakukan. Metode ini dibagi menjadi beberapa bagian dan
tenaga ditugaskan pada bagian tersebut secara umum, sebagai berikut :
a. Kepala Ruangan, tugasnya :
Merencanakan pekeriaan, menentukan kebutuhan perawatan
pasein, membuat penugasan, melakulan supervisi, menerima instruksi
dokter.
b. Perawat staf, tugasnya :
- Melakukan askep langsung pada pasien
- Membantu supervisi askep yang diberikan oleh pembantu tenaga
keperawatan
c. Perawat Pelaksana, tugasnya :
Melaksanakan askep langsung pada pasien dengan askep sedang,
pasein dalam masa pemulihan kesehatan dan pasein dengan penyakit
kronik dan membantu tindakan sederhana (ADL).
d. Pembantu Perawat, tugasnya :
Membantu pasien dengan melaksanakan perawatan mandiri untuk
mandi, menbenahi tempat tidur, dan membagikan alat tenun bersih.
e. Tenaga Administrasi ruangan, tugasnya :
Menjawab telpon, menyampaikan pesan, memberi informasi,
mengerjakan pekerjaan administrasi ruangan, mencatat pasien masuk
dan pulang, membuat duplikat rostertena ruangan, membuat permintaan
lab untuk obat-obatan/persediaan yang diperlukan atas instruksi kepala
ruangan.

B. Kelebihan Metode Fungsional


1) Efisien karena dapat menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu
2)
3)
4)
5)

singkat dengan pembagian tugas yang jelas dan pengawasan yang baik
Sangat baik untuk rumah sakit yang kekurangan tenaga
Perawat akan trampil untuk tugas pekerjaan tertentu saja
Mudah memperoleh kepuasan kerja bagi perawat setelah selesai kerja.
Kekurangan tenaga ahli dapat diganti dengan tenaga yang kurang

berpengalaman untuk tugas sederhana.


6) Memudahkan kepala ruangan untuk mengawasi staf atau peserta didik
yang melakukan praktek untuk ketrampilan tertentu.
C. Kelemahan Askep Metode Fungsional
1) Pelayanan keperawatan terpisah-pisah atau tidak total sehingga
kesulitan dalam penerapan proses keperawatan.
2) Perawat cenderung meninggalkan klien setelah melakukan tugas
pekerjaan.
3) Persepsi perawat cenderung kepada tindakan yang berkaitan dengan
ketrampilan saja
4) Tidak memberikan kepuasan pada pasien ataupun perawat lainnya.
5) Menurunkan tanggung jawab dan tanggung gugat perawat
6) Hubungan perawat dan klien sulit terbentuk

D. Prosedur Pelaksanaan Askep Metode Fungsional


Sistem pemberian asuhan keperawatan fungsional

Misalnya seorang perawat khusus menangani vita pasien, perawat


yang lain khusus memandikan pasien, perawat lain mengurus obatobatannya, sehingga tidak ada perawat yang han menangani kebutuhan
3

total pasien, setelah selesai melaksankaan tugasnya perawat banyak yang


melakukan tugas yang non keperawatan.
a) Kepala Ruangan
Merencanakan pekerjaan, menentukan kebutuhan perawatan
pasien, membuat penugasan, melakukan supervise, menerima
instruksi dokter.
b) Perawat Staf
Melakukan askep langsung pada klien
Membatu supervise askep yang diberikan oleh pembantu tenaga
keperawatan
c) Perawat Pelaksana
Melaksanakan askep langsung pada klien dengan askep sedang,
klien dalam masa pemulihan kesehatan dan klien dengan penyakit
kronik dan membantu tindakan sederhana (ADL).
d) Pembantu Perawat
Membantu klien dengan melaksanakan perawatan mandiri untuk
mandi, membenahi tempat tidur, dan membagikan alat tenun bersih.
e) Tenaga Adminstrasi Ruangan
Menjawab telepon, menyampaikan pesan, memberi informasi,
mengerjakan pekerjaan administrasi ruangan, mencatat klien masuk
dan pulang, membuat duplikat rostertena ruangan, membuat
permintaan lab untuk obat-obatan/persediaan yang diperlukan atas
instruksi kepala ruangan.
5. Referensi
Gillies. 1998. Nursing Management: A System Approach. 3th Edition.
Philadelphia: WB. Saunders.
Marquis, B.L., & Huston, C. L. 2012. Leadership Role & Management
Functions in Nursing: Theory & Application. 7th Edition. Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins.
Nursalam. 2016. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional. Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.
Robbins, S., & Timothy, J. 2013. Organizational Behavior. 15th Edition.
Boston: Pearson.
Swansburg, R. C., & Swansburg, J. R. 2006. Introductory Management &
Leadership for Nurses. Toronto: Jones and Bartlert Pub. Ca.
Tim Kolaborasi Rumpun Ilmu Kesehatan. 2014. Modul Kolaborasi
Kesehatan. Pedoman tidak dipublikasikan

6. Soal
1) Model pemberian asuhan keperawatan ini berorientasi pada penyelesaian
tugas dan prosedur keperawatan, yang bukan merupakan model MAKP,
yaitu..
a. Metode fungsional
b. Metode kasus
c. Metode tim
d. Metode primer
e. Metode modifikasi
2) Model pemberian asuhan keperawatan ini digambarkan sebagai
keperawatan yang berorientasi pada tugas dimana fungsi keperawatan
tertentu ditugaskan pada setiap anggota staff, merupakan.
a. Metode fungsional
b. Metode kasus
c. Metode tim
d. Metode primer
e. Metode modifikasi
3) Setiap staff perawat hanya melakukan 1-2 jenis intervensi keperawatan
pada semua pasien dibangsal, merupakan metode MAKP.
a. Metode kasus
b. Metode fungsional
c. Metode tim
d. Metode primer
e. Metode modifikasi
4) Perawat X bertanggung jawab untuk pemberian obat-obatan, Perawat U
bertanggung jawab untuk tindakan perawatan luka, Perawat Z mengatur
pemberian intravena, Perawat H ditugaskan pada penerimaan dan
pemulangan, Perawat J memberi bantuan mandi dan tidak ada perawat
yang bertanggung jawab penuh untuk perawatan seorang pasien. Contoh
kasus ini merupakan contoh metode pemberian askep
a. Metode kasus
b. Metode modifikasi
c. Metode tim
d. Metode primer
e. Metode fungsional
5) Pada pemberian asuhan keperawatan dengan menggunkan metode
fungsional, kriteria perawat yang tepat dalam melaksanakan penugasan
yang dilakukan pada model ini berdasarkan.
a. Perfectionist dan hardworker
b. Efisien dan berdasrkan kemampuan
c. Efisien, berdasarkan kemampuan, dan murah
d. Asertif dan Self direction

e. Keterkaitan terus menerus antara pasien dengan perawat


6) Metode fungsional adalah pengorganisasia tugas pelayanan keperawatan
yang didasarkan pada.
a. pembagian tugas menurut jenis pekerjaan yang dilakukan
b. pembagian tugas menurut jumlah tim
c. pembagian tugas menurut pelimpahan pasien
d. pembagian tugas menurut jumlah tenaga dan pasien
e. pembagian tugas menurut sift kerja
7) Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah perawat akan trampil untuk
tugas pekerjaan tertentu saja, memudahkan kepala ruangan untuk
mengawasi staf atau peserta yang melakukan praktek untuk ketrampilan
tertentu. Metode yang dimaksud adalah..
a. Metode kasus
b. Metode modifikasi
c. Metode tim
d. Metode primer
e. Metode fungsional
8) Nn. H merupakan salah satu staf di rumah sakit, tugasnya antara lain
melaksanakan askep langsung pada pasien dan membantu supervise askep
yang diberikan oleh pembantu tenaga keperawatan. Tugas-Tugas tersebut
menandakan bahwa Nn. H bekerja sebagai ..
a. Kepala ruangan
b. Perawat staf
c. Perawat pelaksana
d. Pembantu perawat
e. Tenaga adminsitrasi ruangan
9) Rumah sakit G menggunakan salah satu MAKP yang memiliki kelemahan
antara lain persepsi perawat cenderung kepada tindakan yang berkaitan
dengan ketrampilan saja dan menurunkan tanggung jawab serta tanggung
gugat perawat. Kelemahan-kelemahan tersebut merupakan kelemahan
dari metode.
a. Metode kasus
b. Metode modifikasi
c. Metode tim
d. Metode fungsional
e. Metode primer
10) Amati gambar berikut

Bagan tersebut merupakan bentuk MAKP..


a.
b.
c.
d.
e.

Metode kasus
Metode modifikasi
Metode tim
Metode fungsional
Metode primer