Anda di halaman 1dari 2

Mata Kuliah

Dosen Pengampu
Kelompok

: Herbal Medicine
: Rafika Sari, M.Farm., Apt
: Kelompok 3
Wafi Lisani Nuro
Afria Kusumaningrum
Rieneke Eoudia Han
Windy Tri Agusta
Nurul Umy

(I4041152009)
(I4041152010)
(I4041152011)
(I4041152012)
(I4021141007)

ANTI DIARE
Phytochemical and Anti-diarrhieal Properties of Methanol Root Extract of Guiera
senegalensis J.F. GMEL
1. Jelaskan bagaimana ekstraksi, produksi, standarisasi dan kontrol kualitasnya?

Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. 200g serbuk simplisia akar G.


senegalensis dipartisi dengan 1 liter metanol, kemudian ditutup dan diaduk tiap 30
menit selama 6 jam lalu didiamkan selama 48 jam. Larutan diambil dan disaring
menggunakan kertas Whatman No.1. Filtrat dievaporasi untuk dikeringkan
menggunakan rotary evaporator pada suhu 40 455C. Ekstrak disimpan pada suhu
kamar.
Ektrsak metanol akar G. senegalensis telah melalui proses standarisasi ekstrak dan
terbukti memiliki akivitas sebagai anti diare. Akan tetapi belum dilakukan proses
produksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan formulasi sehingga dapat
diproduksi, mulai dari skala laboratorium.
Standarisasi dilakukan dengan skrining fitokimia pada ekstrak metanol akar G.
senegalensis meliputi kandunngan karbohidrat, tanin, phlobatanin, antrakuinon,
glikosida jantung, terpenoid, saponin glikosida, flaovonoid, cardenolida dan
alkaloid.
Kontrol kualitas yang dilakukan pada ekstrak akar G. senegalensis meliputi uji
toksisitas akut dan uji aktivitas anti-diare. Uji toksisitas akut menggunakan tikus
albino galur Wistar dengan berat antara 150 200 gram dibagi dalam 3 kelompok
pada masing-masing kandang. Ekstrak dilarutkan dalam larutan NaCl dan diberikan
melalui rute oral. Tikus batch pertama terdiri dari 3 kelompok yang menerima
ekstrak 10, 100, dan 1000 mg/Kg. Begitu juga pada tikus batch kedua dibagi dalam
3 kelompok yang diberikan dosis masing-masing 1600, 2900, dan 5000 mg/Kg.
Perilaku tikus secara umum diamati selama 1 jam setelah perlakuan, setelah itu
setiap 4 jam sekali selama 24 jam. Kemudian, tikus diamati selama 14 hari untuk
melihat adanya tanda-tanda toksisitas dan kematian. Uji aktivitas anti-diare ekstrak
metanol akar G. senegalensis menggunakan tikus sehat yang dibagi dalam 3
perlakuan, yaitu : uji efektivitas ekstrak pada tikus yang diinduksi minyak jarak; uji
aktivitas ekstrak pada waktu transit usus halus pada tikus yang diberi charcoal meal;
dan uji efektivitas ekstrak akumulasi cairan pada tikus yang diinduksi minyak jarak.

2. Bagaimana karakterisasi fitomedicine tiap herbal sesuai jurnal yang diperoleh?


Ekstrak metanol akar G. senegalensis mengandung senyawa karbohidrat, tanin,
glikosida jantung, terpenoid, saponin, cardenolide dan alkaloid.
Toksisitas ekstrak metanol akar G. senegalensis memiliki nilai LD50 lebih dari 5000
mg/kg BB sehingga aman untuk digunakan
Ekstrak metanol akar G. Senegalensis mempunyai efek menghambat diare yang
diinduksi dengan minyak jarak, gerakan peristaltik dalam saluran gastrontestinal dan
akumulasi cairan, sehingga ekstrak ini dapat digunakan sebagai obat tradisional anti
diare.