Anda di halaman 1dari 9

III.

PEMERIKSAAN VASKULER
PEMERIKSAAN PEMBULUH DARAH
Modul ini Berisi:
Tes (Brodie) Trendelenburg
Test ankle-brachial index (ABI)
Tes rumple leed
Capaian Pembelajaran:
No
Jenis keterampilan
1
Tes (Brodie) Trendelenburg
2
Test ankle-brachial index (ABI)
3
Tes rumple leed

Tingkat Kompetensi
4A
3
4A

Tabel Matriks Tingkat Keterampilan Klinis, Metode Pembelajaran dan Metode Penilaian untuk setiap tingkat
kemampuan

TES (BRODIE) TRENDELENBURG


PENGANTAR
Tes (Brodie) Trendelenburg merupakan pemeriksaan untuk menilai kompetensi katub vena pada penderita
voricosa (Varises) tungkai. Prosedur ini dilatihkan kepada mahasiswa agar mereka dapat melakukan persiapan,
melaksanakan serta menginterpretasikan hasil tes Brodie ini
SASARAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Sasaran pembelajaran:
Setelah berlatih keterampilan ini, Mahasiswa mampu menilai fungsi pembuluh darah balik (vena).
TujuanUmum:
mahasiswadapatmempersiapkan,melaksanakandanmenginterpretasikantes(Brodie) Trendelenburg.
TujuanKhusus:
Mampu menerangkan pada pasien tujuan tes (Brodie) Trendelenburg dan prosedurnya.
Mampu melakukan persiapan alat untuk tes (Brodie) Trendelenburg dengan benar.
Mampu melakukan tes (Brodie) Trendelenburg secara benar.
Mampu menginterpretasikan hasil tes (Brodie) Trendelenburg dengan tepat.
STRATEGI PEMBELAJARAN
- Demonstrasiolehtrainer
- Bekerjakelompokdenganpengawasantrainer
- Bekerjadanbelajarmandiri

PRASYARAT:
Pengetahuan yang perludimilikisebelumberlatihyaituteorimengenaisiskulasi darah
LANDASAN TEORI
Pemeriksaan ini bertujuan menilai kompetensi katub vena saphena magna dan vena comunikan tungkai. Tungkai
mempunyai banyak pembuluh darah balik dengan fungsi utama adalah mengembalikan darah dari tungkai ke
jantung. Dalam vena terdapat katub satu arah yang mengarahkan darah agar mengalir kembali ke atrium dan
mencegah darah kembali ke bagian proksimal.
Darah mengalir dari kapiler ke sistem vena superfisial dan profunda tungkai. Vena superfisial
mengalirkan darah ke vena profunda melalui vena komunikans. Vena superfial tungkai saling bergabung
membentuk vena safena magna dan bermuara ke vena femoralis. Apabila terjadi inkompetensi katub vena maka
darah akan mengalir kembali ke bagian proksimal vena dan menyebabkan distensi dan pelebaran vena yang
disebut varises. Dengan melakukan pembendungan vena safena magna, dapat ditentukan lokasi katub yang
inkompeten
PROSEDUR KERJA
Alat
Tourniquet
Timer/ stopwatch/ jam
Prosedur Pemeriksaan
Pasien dalam posisi terlentang (supine position), tungkai yang diperiksa diangkat/ ditinngikan 45-90 untuk
mengosongkan darah dalam pembuluh vena. Pasang torniquet tepat di bawah SFJ (sapheno-Femoral Junction)
pada femur proksimal. Tekanan torniquet harus dapat menyumbat/ menutup vena saphena, namun tidak
menutup pembuluh darah yang lebih dalam. pasien diminta berdiri. Perhatikan pengisian vena di tungkai.
Normalnya vena saphena terisi dari bawah, membutuhkan waktu kurang lebih 35 detik agar darah melewati
kapiler kedalam sistem vena.
Setelah berdiri selama 20 detik, lepaskan torniquet dan perhatikan adakah pengisian vena tambahan tiba-tiba.
Normalnya tidak ada. Katub vena saphena yang kompeten dapat mencegah aliran balik vena (retrograde).
Pengisian vena terus berlangsung secara lambat. Ketika kedua hasil tersebut normal, dilaporkan negati-negatif.
Inkompetensi katub vena komunikans terjadi apabila hasil pemeriksaan positif-negatif, yaitu terjadi pengisian
cepat vena perifer saat vena saphena terbendung. Darah dari vena profunda kembali ke superfisial (retrograde)
melewati katub vena komunikan yang inkompeten.
Inkompetensi katub vena saphena terjadi apabila hasil pemeriksaan negatif - positif, yaitu terjadi pengisian
lambat vena perifer saat vena saphena terbendung. Ketika torniquet dilepaskan, Darah dari vena femoralis
kembali ke vena saphena (retrograde) melewati katub vena saphena yang inkompeten.

PENILAIAN TES (BRODIE) TRENDELENBURG


NamaMahasiswa :
NIM :

NO

ASPEK YANG DINILAI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mahasiswa mengucapkan salam dan mempersilakan pasien duduk


Mahasiswa memperkenalkan diri
Mahasiswa melakukan anamnesis
Mahasiswa menjelaskan tujuandanprosedurpemeriksaanpadapasien
Mahasiswa mempersilahkanpasienuntukbertanya
Memintapersetujuanpasien
Melakukanpersiapanalatdenganbenar

NILAI
0 1 2

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Melakukanpersiapanpasien
(memintapasienmelepascelanaluardanmempersilakanpasienuntukberbaring di
tempattidur)
Mahasiswa mencuci tangan secara WHO
Mengangkat tungkai yang diperiksa 45-90

Mengurut vena dariarahtungkaibawahkearahpaha


MemasangikatanTorniquetdenganbenar
Meminta pasien berdiri tegak
Mengamati pengisian vena perifer tungkai
Setelah pasien berdiri selama 20 detik, lepaskan ikatan tourniquet
Mengamati kembali pengisian vena perifer tungkai

Mahasiswa melakukan interpretasi hasil


Membereskan peralatan
Cuci tangan
Menyampaikan hasil pemeriksaan pada pasien
SKOR TOTAL

Keterangan :
0 = Tidakdilakukan
1 = Dilakukandenganperbaikan
2 = Dilakukandengansempurna
Penilaian :
JumlahSkor x 100%
40

Purwokerto,

= ...................

Penguji
..............................................

TEST ANKLE-BRACHIAL INDEX (ABI)


PENGANTAR
Tes Ankle Brachial Index (ABI) merupakan pemeriksaan untuk menilai aliran darah di arteri perifer. Test ini
dilakukan untuk pemeriksaan penyaring penyakit arteri perifer yang merupakan manifestasi aterosklerosis yang
umum terjadi.penyakit arteri perifer dialami 12-29% masyarakat. Prevalensinya meningkat seiring peningkatan
usia, serta adanya faktor risiko kardiovaskular. Meskipun prevalensinya cukup tinggi, umumnya penyakit ini
luput dari diagnosis. ABI merupakan pemeriksaan yang reliabel, reproduksibel, mudah dilakukan di praktek
dan menpunyai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi (95% dan 99%)Prosedur ini dilatihkan kepada
mahasiswa agar mereka dapat melakukan persiapan, melaksanakan serta menginterpretasikan hasil tes ABI ini
SASARAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Sasaran pembelajaran:
Setelah berlatih keterampilan ini, Mahasiswa mampu menilai fungsi arteri perifer.
TujuanUmum:
mahasiswadapatmempersiapkan,melaksanakandanmenginterpretasikantesABI.
TujuanKhusus:
Mampu menerangkan pada pasien tujuan tes ABI dan prosedurnya.

Mampu melakukan persiapan alat untuk tes ABI dengan benar.


Mampu melakukan tes ABI secara benar.
Mampu menginterpretasikan hasil tes ABI dengan tepat.
STRATEGI PEMBELAJARAN
- Demonstrasiolehtrainer
- Bekerjakelompokdenganpengawasantrainer
- Bekerjadanbelajarmandiri
PRASYARAT:
Pengetahuan yang perludimilikisebelumberlatihyaituteorimengenaisiskulasi darah
LANDASAN TEORI
Diameter arteri semakin jauh dari jantung semakin kecil. Tekanan hidrostatik dalam arteri juga semakin kecil.
Tekanan akan semakin kecil apabila terdapat penyempitan arteri, misalnya akibat aterosklerosis. Index tekanan
arterial arteri brakialis dan arteri gelang kaki normalnya > 0.9. Apabila terjadi penyempitan akibat penyakit
arteri perifer ekstermitas bawah maka index ini akan berkurang.
Faktor risiko penyakit arteri perifer ekstremitas bawah
Berusia > 50 tahun, atau lebih muda ada diabetes melitus atau faktor aterosklerosis (merokok, dislipidemia,
hupertensi, hiperhomosisteinemia)
Gejala kaki berupa nyeri iskemik saat aktifitas atau istirahat
Denyut di ektremitas bawah yang abnormal
Adanya arteriosklerosis koroner/ karotis atau penyakit arteri ginjal
PROSEDUR PEMERIKSAAN
Alat
Sfigmomanometer
Stetoskop
Stop Watch / Timer/ Jam

Pasien beristirahat dengan posisis berbaring terlentang (supine) sedikitnya 10 menit sebelum pemeriksaan.
pasang manset tekanan darah pada lengan atas kanan, berikan gel di sekitar arteri brakialis
lakukan pengukuran tekanan darah sistolik di arteri brakialis
gunakan dopler varkuler untuk mencari lokasi denyut arteri brakialis
kembangkan manset hingga 20mmHg diatas denyut arteri tertinggi yang terdengar
kempiskan manset secara perlahan hingga denyut nadi terdengar dan hasilnya merupakan tekanan sistolik.
Kempiskan hingga 0 mmHg.
Lakukan pengukuran ini dua kali dan tentukan reratanya.
Lepaskan manset dari lengan atas
Lakukan pemeriksaan ini pada sisi kontra lateral
pasang manset tekanan darah pada pergelangan kaki kanan, berikan gel di sekitar arteri brakialis dorsalis pedis
dan tibialis posterior
lakukan pengukuran tekanan darah sistolik di arteri dorsalis pedis
gunakan dopler varkuler untuk mencari lokasi denyut arteri dorsalis pedis
kembangkan manset hingga 20mmHg diatas denyut arteri tertinggi yang terdengar
kempiskan manset secara perlahan hingga denyut nadi terdengar dan hasilnya merupakan tekanan sistolik.
Kempiskan hingga 0 mmHg.
Lakukan pengukuran ini dua kali dan tentukan reratanya.

Ulangi prosedur (7) untuk pengukuran tekanan darah sistolik di arteri tibialis posterior
Lepaskan manset dari pergelangan kaki kanan
Lakukan pemeriksaan ini pada sisi kontra lateral
Hitung ABI
Rerata tertinggi tekanan darah kaki kanan (Dorsalis pedis atau Tibialis posterior)
ABI kanan =
Rerata tekanan darah lengan tertinggi ( kanan atau kiri )
ABI kiri =

Rerata tertinggi tekanan darah kaki kiri (Dorsalis pedis atau Tibialis posterior)
Rerata tekanan darah lengan tertinggi ( kanan atau kiri )

Lokasi
Arteri Brakialis kanan
Arteri dorsalis pedis kanan
Arteri tibialis posterior kanan

II

Rerata Lokasi
Arteri Brakialis kiri
Arteri dorsalis pedis kiri
Arteri tibialis posterior kiri

II

Rerata

InterpretasiAnkleBrachial Index
>0.90 (rentang 0.90 - 1.30) = Aliran darah ke ekstremitas inferior normal
0.6- 0.89 = penyakit arteri perifer ringan
0.4- 0.59 = penyakit arteri perifer sedang
<0.39 = penyakit arteri perifer berat

PENILAIAN TES AnkleBrachial Index


NamaMahasiswa :
NIM :
No

Aspek yang dinilai

Nilai
0
1

2
Menerangkan pada pasien tujuan dan prosedur
Melakukan persiapan alat dan pasien dengan benar dan mencuci tangan
Memasang ikatan sfigmomanometer di lengan atas dengan benar
Memberikan gel di sekitararteribrakialis
Memompa sfigmomanometer hingga20 mmHg diatas tekanan
sistolik/ setelah suara hilang denganbenar
6
Menurunkan tekanan sfigmomanometer secara perlahan
7
Menentukan tekanan darah sistolik arteri brakialis
8
Melakukan pengukuran ini dua kali dan menentukan reratanya
9
Melepaskan ikatan sfigmomanometer
10
Melakukan pemeriksaan ini pada sisi kontra lateral
11
Memasang ikatan sfigmomanometer di pergelangan kaki dengan benar
12
Memberikan berikan gel di sekitar arteri dorsalis pedis dan tibialis posterior
13
Memompa sfigmomanometer hingga 20 mmHg diatas tekanan
sistolik / setelah suara hilang dengan benar
14
Menurunkantekanan sfigmomanometer secara perlahan
15
Menentukan tekanan darah sistolik arteri dorsalis pedis
16
Melakukan pengukuran ini dua kali dan menentukan reratanya
17
Melakukan pengukuran ini pada arteri dorsalis pedis sebanyak 2 kali dan tentukan
reratanya
18
Melepaskan ikatan sfigmomanometer
19
Melakukan pemeriksaan ini pada sisi kontra lateral
20
Membereskan peralatan dan mencuci tangan
21
Menginterpretasikan hasil tes ABI
Skor Total
Keterangan :
Purwokerto,
0 = Tidakdilakukan
1 = Dilakukandenganperbaikan
2 = Dilakukandengansempurna
Penguji
..............................................
Penilaian :
JumlahSkor x 100%
= ...................
42
1
2
3
4
5

TES RUMPLE LEEDE (RL)


PENGANTAR
Tes Rumple Leede (RL) atau Uji Turniket adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan dalam bidang
hematologi untuk menguji ketahanan kapiler dan fungsi trombosit.Prosedur ini dilatihkan kepada mahasiswa
agar merekadapat melakukan persiapan, melaksanakan serta menginterpretasikan hasi ltes RL ini.
SASARAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Sasaran pembelajaran:
Setelah berlatih keterampilan ini, Mahasiswa mampu menilai ketahanan vaskuler dan fungsi trombosit.
TujuanUmum:
Mahasiswa dapat mempersiapkan,melaksanakan dan menginterpretasikan tes RL.
TujuanKhusus:
Mampu menerangkan pada pasien tujuan tes RL dan prosedurnya.
Mampu melakukan persiapan alat untuk tes RL dengan benar.
Mampu melakukan tes RL secara benar.
Mampu menginterpretasikan hasil tes RL dengan tepat.
STRATEGI PEMBELAJARAN
- Demonstrasi oleh trainer
- Bekerjakelompokdenganpengawasantrainer
- Bekerjadanbelajarmandiri
PRASYARAT:
Pengetahuan yang perludimilikisebelumberlatihyaituteorimengenaiproseshemostasisdanketerampilan yang
sudahdimilikiyaitupengukurantekanandarah
TEORI
Tes RL adalah prosedur hematologi yang merupakan uji diagnostic terhadap ketahanan kapiler dan penurunan
jumlah trombosit .Ketahanan kapiler dapat menurun pada infeksi DHF, ITP, purpura, dan Scurvy.
Tes RL dilakukan dengan cara pembendungan vena memakai sfigmomanometer padatekanan antara sistolik dan
diastolic selama5 menit. Pembendungan vena menyebabkan darah menekan dinding kapiler. Dinding kapiler
yang oleh suatu sebab kurang kuat atau adanya trombositopenia, akan rusak oleh pembendungan tersebut. Darah
dari dalam kapiler akan keluar dan merembes kedalam jaringan sekitarnyasehingga tampak sebagai bercak
merah kecil pada permukaan kulit. Bercak tersebut disebut ptekie. Hasil positif bila terdapat ptekie pada bagian
volar lengan bawah yang dibendung dengan jumlah 10 pada area berdiameter2.5-3 cm.
Tes RL tidak perlu dilakukan:
Jika sudah terdapat purpura
Diketahui mempunyai riwayat perdarahan.

PROSEDUR KERJA
Alat
Sfigmomanometer
Stetoskop
Stop Watch / Timer/ Jam
Prosedur Pemeriksaan
Terangkan pada pasien tentang tujuan tes RL dan prosedurnya.
Persiapkan alat untuk tes RL
Pasang ikatan sfigmomanometer pada lengan atas lebih kurang 3 jari diatas fossa cubiti.
Pompa sfigmomanometer sampai tekanan antara sistolik dan diastolik yaitu di atas tekanan vena tapi kurang dari
tekanan arteri sehingga darah dari jantung ke perifer tetap jalan.
Pertahankan tekanan itu selama 5 menit.

Lepaskan ikatan sfigmomanometer dan tunggu sampai tanda stasis darah lenyap. Stasis darah telah berhenti jika
warna kulit pada lengan yang dibendung sama dengan warna kulit lengan yang disebelahnya.
Carilah dan hitung banyaknya ptekie yang timbul dalam lingkaran yang berdiemeter 2.5-3 cm di bagian volar
lengan bawah.
Interpretasi :
Normal :
(-) : < 10 ptekie
Patologis:
(+) : > 10 ptekie ketahanan kapiler menurun

PENILAIAN TES RUMPLE LEEDE


NamaMahasiswa :
NIM :

N
O
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

NILAI
0 1 2

ASPEK YANG DINILAI


Mahasiswa mengucapkan salam dan mempersilakan pasien duduk
Mahasiswa memperkenalkan diri
Mahasiswa melakukan anamnesis
Mahasiswa menjelaskan tujuan dan prosedur pemeriksaan pada pasien
Mahasiswa mempersilahkan pasien untuk bertanya
Meminta persetujuan pasien
Melakukan persiapan pasien (meminta pasien menggulung lengan baju yang
akan diperiksa) dan alat dengan benar
Mahasiswa mencuci tangan secara WHO
Memasangikatansfigmomanometer3 jari diatas fossa cubiti
Mengukurtekanandarahpasien
Menilaitekananbendunganuntukpx rumple leeddengancara
SISTOLE+ DIASTOLE
tekananbendungan=
2
Memompasfigmomanometerhinggatekananpertengahanantarasistolikdandiastoli
k
Mempertahankantekanantersebutselama 5 menit
Melepaskanikatansfigmomanometer
Memastikan warna kulit pada bekas ikatan sfigmomanometer sama dengan
warna kulit tangan lainnya
Menggambar area yang akandiamati di volar lenganbawahukuran 2,5cm x 2,5
cm
Mahasiswa melakukan interpretasihasil
Membereskanperalatan
Cucitangan
Menyampaikanhasilpemeriksaanpadapasien
SKOR TOTAL

Keterangan :

Purwokerto,

0 = Tidakdilakukan
1 = Dilakukandenganperbaikan
2 = Dilakukandengansempurna
Penilaian :
JumlahSkor x 100%
40

= ...................

Penguji
..............................................

Daftar Pustaka
Bickley LS, Szilagyi PG. 2013. Bates Guide to Physical Exam and History Taking 11th.LippincottWilliams &
Wilkins
WHO. 2006. Dengue Haemorrhagic Fever:early recognition, diagnosisand hospital management. Geneva,
Switzerland