Anda di halaman 1dari 18

PAPER ILMIAH

PANCASILA
KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK IKUT DALAM MASYARAKAT
EKONOMI ASEAN (MEA) SEHINGGA MENGIZINKAN TENAGA KERJA
ASING UNTUK BEKERJA DI INDONESIA

Fakultas

Program Studi

Ilmu Komputer

Informatika

TatapMuka

00

Kode MK

DisusunOleh
1. BAYU M TAUFIK (41114120043)
2. FIRDIANSA (41311120050)
3. FUAD HASAN AJI (41311120057)
4. HARRY PRATAMA (41114120054)
5. INDAH PERMATASARI
(41512120112)
6. SUSANTO FIRDAUS (41114120051)
7. VERONICA RISKA S (43115110583)

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat
tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan dan mencari beberapa bahan materi pendukung
untuk terselesainya makalah ini.
Dan harapan kami makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik
lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, oleh karena itu kami membutuhkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 13 Oktober2015

Penyusun

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

DAFTAR ISI

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Pendahuluan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sudah di depan mata ini. Masyarakat
Ekonomi ASEAN atau biasa disebut MEA merupakan suatu gagasan untuk menyatukan
kekuatan ekonomi di wilayah asia tenggara. Oleh karena itu, perlu dipersipkan sumber daya
yang ada di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara terbesar populasinya yang ada di kawasan
ASEAN. Masyarakat Indonesia berbagai jenis suku, bahasa dan adat istiadat yang terhampar
dari Sabang sampai Merauke. Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus.
Ini menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju ASEAN
Economic Community (AEC ) tahun 2015.
Jika dilihat dari sisi demografi Sumber Daya Manusia-nya, Indonesia dalam
menghadapi ASEAN Economic Community ini sebenarnya merupakan salah satu Negara
yang produktif. Jika dilihat dari faktor usia, sebagian besar penduduk Indonesia atau sekitar
70% nya merupakan usia produktif. Jika kita lihat pada sisi ketenaga kerjaan kita memiliki
110 juta tenaga kerja (data BPS, tahun 2007).
Kekayaan sumber alam Indonesia yang tidak ada dua nya di kawasan, merupakan
local-advantage yang tetap menjadi daya tarik kuat dengan sumber daya alam yang begitu
besar dapat dijadikan modal untuk menyongsong Indonesia menuju ASEAN Economy
Community 2015. Di samping jumlah penduduknya terbesar yang dapat menyediakan tenaga
kerja. Stabilitas ekonomi Indonesia yang kondusif merupakan sebuah opportunity dimana
Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Indonesia harus segera berbenah diri
untuk menyiapkan Sumber Daya Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global demi
merealisasikan ASEAN Economy Community 2015.
Masyarakat Ekonomi Asean adalah integrasi kawasan ASEAN dalam bidang
perekonomian. Pembentukan MEA dilandaskan pada empat pilar. Pertama, menjadikan
ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi kawasan ekonomi yang
kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan pilar terakhir
adalah integrasi ke ekonomi global.

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Penyatuan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing kawasan, mendorong


pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan dan untuk meningkatkan standar hidup
masyarakat ASEAN. Integrasi ini diharapkan akan membangun perekonomian ASEAN serta
mengarahkan ASEAN sebagai tulang punggung perekonomian Asia.
Dengan dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus meleburkan
batas teritori dalam sebuah pasar bebas. MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam
kawasan menjadi pasar tunggal. Sebagai pasar tunggal, arus barang dan jasa yang bebas
merupakan sebuah kemestian. Selain itu negara dalam kawasan juga diharuskan
membebaskan arus investasi, modal dan tenaga terampil.
MEA memang sebuah kesepakatan yang mempunyai tujuan yang luar biasa namun
beberapa pihak juga mengkhawatirkan kesepakatan ini. Arus bebas barang, jasa, investasi,
modal dan tenaga kerja tersebut tak pelak menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi
beberapa pihak. Dalam hal ini pasar potensial domestik dan lapangan pekerjaan menjadi
taruhan. Sekedar bahan renungan, indek daya saing global Indonesia tahun 2013-2014
(rangking 38) yang jauh di bawah Singapura (2), Malaysia (24), Brunai Darussalam (26) dan
satu peringkat di bawah Thailand (37). Di sisi lain coba kita lihat populasi Indonesia yang
hampir mencapai 40% populasi ASEAN. Sebuah pasar yang besar tapi tak didukung daya
saing yang maksimal. Jangan sampai Indonesia mengulang dampak perdagangan bebas
ASEAN China. Berharap peningkatan perekonomian malah kebanjiran produk China.

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Pembahasan Dan Permasalahan

1.

Peluang dan tantangan Indonesia dalam kegiatan Masyarakat Ekonomi ASEAN


Pada Sisi Perdagangan
Menurut Santoso pada tahun 2008 Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi
kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang
bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor
yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul
tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang
diperjual-belikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil,
dan barang elektronik.

2. Pada Sisi Investasi


kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct
Investment (FDI)

yang

dapat

menstimulus

pertumbuhan

ekonomi

melalui

perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya


manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
3. Aspek Ketenagakerjaan
Terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak
tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka
ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan
menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga
menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja
terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan
pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar. Selain dapat menciptakan
jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta
orang yang hidup di Asia Tenggara. Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa
permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara
permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara
tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan
pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya
pelatihan dan pendidikan profesi.
Jadi, penulis menyimpulkan bahwa peluang dan tantangan Indonesia dalam
Mayarakat Ekonomi ASEAN sangatlah besar. Indonesia dapat memperoleh beberapa
keuntungan diantaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun hal itu juga
harus diikuti oleh perbaikan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber
daya alam semaksimal mungkin.
Potensi Sumber Daya Indonesia Dalam Rangka Menghadapi MEA
ASEAN economic community (AEC) tahun 2015 merupakan suatu program bagi
negara- negara ASEAN untuk lebih meningkatkan kualitas ekonomi khususnya
perdagangan agar menjadi sebuah akses yang lebih mudah seperti menerapkan
penghapusan bea masuk (Free Trade Area) untuk mewujudkan sebuah single market.
Tentunya ini membuat banyak peluang khususnya bagi Indonesia untuk lebih
meningkatkan kualitas produk- produknya maupun tenaga kerjanya yang profesional
dalam memasuki tantangan ruang lingkup ASEAN community.
Perihal Kesiapan Sumber Daya Indonesia untuk Memasuki ASEAN Economy
Community sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam menyukseskan
program tersebut, karena dengan luasnya geografis negara, juga ditunjang dengan
sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang mumpuni
sehingga keyakinan jika Indonesia bisa meningkatkan daya saing dan menjadi pemain
utama dalam AEC bisa terwujud.
Dan pada akhirnya, dengan optimisme dan kesiapan seluruh elemen masyarakat
Indonesia baik dari segi SDM dan SDA-nya dalam menyambut ASEAN Economic
Community tahun 2015 dapat menjadikan rakyat Indonesia menjadi sejahtera,
pertumbuhan ekonomi yang didorong dari sektor UMKM terus berkembang, dengan
sendirinya perekonomian rakyat terus meningkat, sehingga pembangunan menjadi
merata tidak terpusat di Pulau Jawa, dengan begitu tingkat kemiskinan bisa terus
berkurang.
Dengan adanya AEC 2015 akan memicu tumbuhnya pengusaha-pengusaha yang
bukan hanya mampu bersaing di panggung nasional, tetapi juga mampu bersaing di
tataran global.
201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian


di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang
perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini.
Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya
terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah
Internasional, di harapkan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi
ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar
sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor
ekonomi di Negara-negara ASEAN ini sangat penting.
Jika dilihat dari sisi potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu emerging
country yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN. Dimana rata-rata
pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,3 persen jika dibandingkan dengan Malaysia 5,4
persen, Thailand 5 persen, Singapura 1,2 persen, Filipina 6,6 persen, dan Vietnam 5,7.
Dari sisi jumlah penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar yakni 247
juta jiwa sebagai pasar potensial dan tenaga kerja. Prospek Indonesia sebagai negara
dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia setelah China, Jepang dan
India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan karena didukung oleh
melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta dan iklim investasi
yang makin kondusif.
Peluang Indonesia untuk dapat bersaing dalam MEA 2015 sebenarnya cukup besar,
saat ini Indonesia merupakan peringkat 16 di dunia untuk besarnya skala ekonomi.
Besarnya skala ekonomi juga didukung oleh proporsi penduduk usia produktif dan
pertumbuhan kelas menengah yang besar. Prospek ekonomi Indonesia yang positif
juga didukung oleh perbaikan peringkat investasi Indonesia oleh lembaga
pemeringkat dunia serta masuknya Indonesia sebagai peringkat empat prospective
destinations berdasarkan UNCTAD World Investment report. Maih kuatnya
fundamental perekonomian Indonesia dapat dilihat ketika banyak negara yang
tumbang diterpa pelemahan perekonomian global, perekonomian Indonesia masih
dapat terjaga untuk tumbuh positif. Untuk mewujudkan peluang MEA 2015, sudah
saatnya kita berbenah dan melakukan tindakan-tindakan efektif dan terarah yang
didukung oleh berbagai pihak. Dari 12 sektor prioritas yang akan diiimplementasikan
pada MEA 2015, kita harus dapat menginventarisir sektor-sektor potensial yang

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

menjadi unggulan. Kepulauan riau yang 95 persen wilayahnya terdiri atas laut,
memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sektor perikanan. Untuk
menciptakan perikanan menjadi sektor unggulan perlu didukung oleh beberapa hal,
terutama peningkatan kapasitas pelabuhan perikanan, pengembangan armada
perikanan, pengembangan pola kemitraan nelayan, pembangunan kawasan budidaya
perikanan yang didukung oleh industri paska budidaya, bimbingan teknis bagi
nelayan, serta pengawasan dan penangkapan ilegal fishing. Rencana untuk merebut
porsi lalu lintas barang di Selat Malaka dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung
Sauh dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar harus didukung oleh berbagai pihak
terkait. Saat ini lalu lintas barang di Selat Malaka masih dikuasai oleh Singapura dan
Malaysia.
Dengan pembangunan kedua pelabuhan tersebut, Kepulauan Riau tidak hanya
menjadi penonton, melainkan ikut berkontribusi sebagai pemain dan mengambil
manfaat ekonomi dari posisi strategisnya yang berada dalam salah satu wilayah
tersibuk jalur perdagangan dunia. Salah satu sektor unggulan lainnya yang dapat
menjadi sektor potensial di Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan adalah sektor
pariwisata. Kedekatan jarak dengan Singapura harus dijadikan peluang untuk
menarik wisatawan dunia yang banyak berkunjung ke negara tersebut. Untuk
mewujudkan keunggulan ini tentu harus didukung oleh perbaikan sarana transportasi,
infrastruktur, event kebudayaan baik rutin maupun seasonal, SDM terlatih, dll.
Terwujudnya sektor pariwisata menjadi primadona memiliki multipllier effect
terhadap peningkatan sektor-sektor lainnya, seperti Sektor Perdagangan, Hotel, dan
Restoran; Sektor Jasa-jasa, Sektor Industri Pengolahan melalui peningkatan produksi
cinderamata dan handycraft, Sektor Bangunan melalui pembangunan konstruksi
pendukung pariwisata, dan sektor-sektor lainnya. Untuk peningkatan daya saing dan
antisipasi menghadapai MEA 2015, peningkatan Sumber Daya Manusia yang handal
mutlak diperlukan. SDM ini harus dipersiapkan sebagai insan yang berdaya saing
regional bahkan global. Perlu juga dipersiapkan pengembangan usaha mikro, kecil,
menengah, (UMKM), dan juga penciptaan wisausahawan baru untuk mendukung
penguatan sektor potensial. Implementasi ASEAN China Free Trade Area (ACFTA)
2010 dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita, dimana ketika penerapan ACFTA
banyak pihak yang belum siap akibat lemahnya koordinasi dan upaya perencanaan
sebelum diberlakukannya ACFTA. Dengan implemetasi MEA yang semakin dekat,

201
5

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

sudah saatnya kita berbenah dan mengambil tindakan sedini mungkin untuk
menghadapi persaingan yang akan semakin sengit. Kerjasama dan prioritas
kepentingan nasional harus dikedepankan oleh berbagai pihak untuk mendukung
terciptanya Indonesia menjadi negara yang mendapatkan keuntungan terbesar dengan
diterapkannya MEA 2015.
ASEAN Economic Community (AEC) sebenarnya merupakan bentuk integrasi
ekonomi yang sangat potensial di kawasan maupun dunia. Barang, jasa, modal dan
investasi akan bergerak bebas di kawasan ini. Integrasi ekonomi regional memang
suatu kecenderungan dan keharusan di era global saat ini. Hal ini menyiratkan aspek
persaingan yang menyodorkan peluang sekaligus tantangan bagi semua negara.
Skema AEC 2015 tentang ketenagakerjaan, misalnya, memberlakukan liberalisasi
tenaga kerja profesional papan atas, seperti dokter. Sayangnya tenaga kerja kasar yang
merupakan kekuatan Indonesia tidak termasuk dalam program liberalisasi ini. Justru
tenaga kerja informal yang selama ini merupakan sumber devisa non-migas yang
cukup potensional bagi Indonesia, cenderung dibatasi pergerakannya di era AEC
2015.
Indonesia masuk ke dalam kategori negara berpendapatan menengah, dimana tuntutan
transformasi pertumbuhan ekonominya dari semula bergantung pada sumber daya
alam dan alokasi tenaga kerja murah (resources and low cost-driven growth) menjadi
tuntutan untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dengan memanfaatkan
modal fisik dan sumber daya manusia terampil (productivity-driven growth), agar
pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan dan terhindar dari jebakan negara
berpendapatan menengah (middle income trap).
Indonesia sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam mensukseskan ASEAN
Economic Community, karena dengan luasnya geografis negara kita, juga ditunjang
dengan sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang
mumpuni. Dukungan sumber daya diperlukan untuk mengelola berbagai potensi yang
saat ini dimiliki Indonesia sebagai persiapan memasuki ASEAN Economic
Community.Pemerintah dapat menerapkan kearifan lokal yang sangat bervariasi
dalam mengeksplore sumber daya alam. Sementara itu Indonesia punya modal dasar
atau modal dasar penting, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, pengalaman
Indonesia dalam mengatasi krisis, hubungan luar negeri yang terjalin baik, dan letak

201
5

10

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

strategis Indonesia sebagai modal melangkah memasuki ASEAN Economic


Community.
Selain itu hal ini juga merupakan tantangan karena sejatinya pola pikir dan semangat
pemerintah serta para pelaku ekonomi Indonesia masih seperti biasanya. Berikut
beberapa pendapat dari para tokoh besar pengamat perkembangan perekonomian
Indonesia :
1. Menurut ekonom dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Edy Suandi
Hamid, pemerintah dan pelaku ekonomi harus lebih ofensif menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN 2015 dengan memperluas pasar barang, jasa, modal, investasi, dan
pasar tenaga kerja. Adanya MEA harus dipandang sebagai bertambahnya pasar
Indonesia menjadi lebih dari dua kali lipat, yakni dari 250 juta menjadi 600 juta,"
katanya. Dengan pola pikir dan semangat seperti itu, dia berharap Indonesia dapat
memetik manfaat optimal dari MEA. Perekonomian harus didorong lebih cepat
tumbuh, ekspansif, dan berdaya saing, bukan sebaliknya.
2. Menurut diplomat senior Makarin Wibisono juga mengingatkan bahwa dalam
menghadapi MEA 2015, Indonesia perlu memperhatikan pertumbuhan dan
perkembangan sektor jasa. "Liberalisasi pasar jasa akan menguntungkan bagi
Indonesia dalam dinamika MEA," kata Makarim dalam seminar Perhimpunan
Persahabatan Indonesia-Tiongkok di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia,
liberalisasi pasar jasa menguntungkan karena meningkatkan kualitas serta
menentukan biaya kewajaran bagi tenaga kerja sehingga kemudian meningkatkan
daya saing di sektor industri. Pasar jasa yang efisien, menurut Makarim, akan
meningkatkan pilihan konsumen, produktivitas, kompetisi, dan kesempatan untuk
pembangunan sektor jasa baru. "Jika terjadi inefisiensi, dampak negatifnya pada
produktivitas,

inovasi,

distribusi

teknologi,

dan

menghalangi

tercapainya

pertumbuhan optimal," kata Duta Besar Indonesia untuk PBB (2004--2007) ini.
3. Menurut rektor Universitas Sebelas Maret (Solo) Ravik Karsidi salah satu
persiapan UNS adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM)
dengan hard skill dan soft skill. Dari segi hard skill, UNS mempersiapkan kurikulum
agar mahasiswanya mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri.
Sementara itu, dari segi soft skill, UNS membekali mahasiswanya dengan persiapan

201
5

11

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

spiritual dan mental melalui pelatihanspiritual quotient (SQ). Program ini


ditindaklanjuti dengan pelatihan soft skill di tingkat fakultas. Di antara pelatihan itu
adalah tentang kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan bahasa.
Peluang, Tantangan dan Kesiapan Indonesia untuk Memasuki MEA 2015
1. Peluang
Pasar Potensial Dunia.
Perwujudan AEC 2015 akan menempatkan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ketiga di
dunia yang di dukung oleh jumlah penduduk ketiga terbesar ( 8persen dari total penduduk
dunia ) setelah China dan India.

Negara Pengekspor.
Dengan meningkatnya harga komoditas internasional, sebagian besar negara ASEAN
mencatat surplus pada neraca transaksi berjalan. Prospek perekonomian yang cukup baik
menyebabkan ASEAN menjadi tempat tujuan investasi.

Negara Tujuan Investor.


Dalam rangka AEC 2015 berbagai kerja sama regional untuk meningkatkan infrastruktur
( pipa gas, teknologi informasi ) maupun dari sisi pembiayaan menjadi agenda. Kesempatan
tersebut membuka peluangbagi perbaikan iklim investasi Indonesia. Terutama dalam
melancarkan program infrastruktur domestik.

Daya Saing
Liberalisasi perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran arus barang untuk
pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN karena hambatan tarif dan non
tarif yang tidak ada lagi.

Sektor Jasa yang Terbuka


Sektor sektor jasa yang telah di tetapkan yaitu pariwisata, kesehatan, penerbangan, dan eASEAN dan kemudian akan di susul dengan logistik.

Aliran Modal
Dari sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan dikenal sebagai tujuan
penanaman modal global, termasuk CLMV khususnya Vietnam.

2. Tantangan
Laju Peningkatan Ekspor dan Impor

201
5

12

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia memasuki integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya
yang bersifat internal di dalam negeri tetapiterlebih lagi persaingan dengan negara sesama
ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti China dan India.

Laju Inflasi
Tantangan lainnya adalah laju inflasi Indonesia yang masih tergolong tinggi bila di
bandingkan dengan negara lain di kasawan ASEAN. Stabilitas makro masih menjadi kendala
peningkatan daya saing Indonesia dan tingkat kemakmuran Indonesia juga masih lebih rendah
dibandingkan negara lain.

Dampak Negatif Arus Modal yang Lebih Luas


Arus modal yang lebih bebas untuk mendukung transaksi keuangan yang lebih efisien,
merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan, memfasilitasi perdagangan
internasional, mendukung pengembangan sektor keuangan dan akhirnya meningkatkan
pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kesamaan Produk
Kesamaan jenis produk ekspor unggulan ( sektor pertanian, perikanan, produk karet, produk
berbasis kayu, dan elektronik ) merupakan salah satu penyebab pangsa perdaganagn intraASEAN yang hanya berkias 20-25 persen dari total perdagangan ASEAN. Indonesia perlu
melakukan strategi peningkatan nilai tambah bagi produk ekspornya sehingga mempunyai
karakteristik tersendiri dengan produk dari Negara-negara ASEAN.

Tingkat Perkembangan Ekonomi


Tingkat perkembangan ekonomi Negara negara Anggota ASEAN hingga saat ini masih
beragam. Tingkat kesenjangan yang tinggi merupakan salah satu masalah di kawasan yang
cukup mendesak untuk dipecahkan agar tidak menghambat percepatan kawasan menuju AEC
2015.

Pancasila dan MEA


Seperti sudah dijelaskan di atas, MEA merupakan liberalisasi ekonomi di kawasan
ASEAN. Atau dalam kata lain, MEA menyangkut tentang kedaulatan ekonomi Negara di
ASEAN.
Hal ini bertolak belakang dengan prinsip ekonomi yang dianut Indonesia, yaitu
berdasarkan asas. Dan juga bertentangan dengan sila ke-5 pancasila. Yakni Keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan dalam MEA, pekerja kasar
yang merupakan andalan Indonesia tidak termasuk salah satu yang diperjanjikan. Selain
itu, ada beberapa hal yang berseberangan dengan prinsip ekonomi Indonesia.

201
5

13

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Beberapa ciri prinsip ekonomi bedasarkan UUD 1945 pasal 33 :


1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan
prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan,
kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi
nasional.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Dalam hal ini sangat bertentangan dengan MEA yang dapat mengembangkat system ekonomi
liberal yang mempunyai cirri-ciri :
1. Menerapkan sistem persaingan bebas
2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
3. Peranan pemerintah dibatasi
4. Peranan modal sangat penting
Sebagai sebuah gagasan besar, Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi bukan-bukan,
bukan kapitalisme juga bukan sosialisme, menawarkan harapan berupa sistem perekonomian
alternatif yang bersifat komprehensif integral bagi jutaan masyarakat Indonesia demi
mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Alinea IV Pembukaan UUD
1945.
Dalam konteks inilah kemudian diperlukan adanya reformasi tidak saja dalam tataran
implementasi kebijakan perekonomian selama ini, namun juga transformasi pola pikir dari
201
5

14

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

ekonomi neoliberal yang dominan untuk menjadi lebih berkemanusiaan dan berkeadilan
sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Bukan hal yang mustahil jika kelak istilah
Hattanomics menjadi ikon Ekonomi Pancasila dan bisa menggeser dominasi perspektif
Reagenomics dan Thatcherisme- ikon utama gagasan Ekonomi Neoliberal.
Demikian pula dengan serangan globalisasi dan segala permasalahan sosial yang timbul, kita
tidak perlu takut lagi selama kita setia menggunakan Pancasila sebagai ideologi pegangan
kehidupan bangsa. Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi moralistik, manusiawi,
nasionalistik, dan kerakyatan, yang telah terbukti mampu mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Jadi, jika kita mengaku negara yang berdasarkan pancasila, aturan main yang dipakai adalah
harus sistem ekonomi pancasila. Aturan main inilah yang harus kita pakai sebagai pegangan
dalam seluruh hubungan-hubungan ekonomi dengan kepentingan-kepentingan ekonomi luar
negeri dan bukan menggunakan aturan masin dari Negara barat yang notabene tidak sesuai
dengan kepribadian bangsa.

Analisa, Kesimpulan dan Saran

201
5

Analisa

Kesimpulan

15

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Jika dilihat dari sisi potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu emerging
country yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN. Prospek
Indonesia sebagai negara dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia
setelah China, Jepang dan India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan
karena didukung oleh melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi
swasta dan iklim investasi yang makin kondusif. Indonesia sangatlah punya potensi
dan modal yang kuat dalam mensukseskan ASEAN Economic Community, karena
dengan luasnya geografis negara kita, juga ditunjang dengan sumber daya alam yang
sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang mumpuni. Indonesia punya modal
dasar atau modal dasar penting, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam,
pengalaman Indonesia dalam mengatasi krisis, hubungan luar negeri yang terjalin
baik, dan letak strategis Indonesia sebagai modal melangkah memasuki ASEAN
Economic Community.
Selain itu, Indonesia telah memiliki system ekonomi yang baik, system ekonomi
kerakyatan, untuk menghadapi MEA yang lebih ke paham liberal. Maka dari itu,
diperlukan lagi penggalakan dan pengenalan system ekonomi pancasila ini agar tetap
terjaganya kondisi ekonomi Indonesia.

Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan
keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan.
Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang
akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk
professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar
dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi
yang tepat antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik
secara fisik dan social (hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya
peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia.
Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015
mendatang.

Saran
Sesuai dengan kesimpulan diatas, maka penulis merumuskan saran dalam makalah ini
sebagai berikut:

201
5

16

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

1. Hendaknya pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai


program Masyarakat Ekonomi ASEAN.
2. Pemerintah lebih memperhatikan UKM agar mampu bersaing dengan pasar
internasional.
3. Tantangan Indonesia kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan
keseharian masyarakatnya. Indonesia harus berbenah dalam segala hal baik dari sisi regulasi
dimana aturan hukum harus tegas, pemerintahan harus bersih, keadilan ekonomi harus
diciptakan termasuk juga pemerataan, perlunya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban
sosial, inovasi teknologi, dan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Semoga seluruh
masyarakat Indonesia bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang
layak agar bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.

DaftarPustaka
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=6992&Itemid=26

(Diakses

13 Oktober 2015)
https://www.facebook.com/notes/arip-perbawa/kesiapan-masyarakat-indonesia-menuju-masyarakatekonomi-asean-2015/541098025904073 (Diakses 13 Oktober 2015)
http://www.irmangusman.com/pidato/read/materi-seminar-tantangan-menghadapi-asean-2015
(Diakses 13 Oktober 2015)
http://hankam.kompasiana.com/2013/05/08/kesiapan-indonesia-hadapi-asean-economic-community558118.html (Diakses 13 Oktober 2015)
201
5

17

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

http://pldcunpar.blogspot.com/2011/07/ekonomi-pancasila-dan-demokrasi-ekonomi.html (Diakses 13
Oktober 2015)
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2014/02/sistem-ekonomi-di-indonesia.html
(Diakses 13 Oktober 2015)

http://www.crmsindonesia.org/node/624 (Diakses 5 Oktober 2015)


http://ekonomi.kabo.biz/2014/08/masyarakat-ekonomi-asean-mea.html (Diakses 5 Oktober
2015)
http://www.pikiran-rakyat.com/node/303163 (Diakses 5 Oktober 2015)
http://news.okezone.com/read/2014/09/26/373/1044892/cara-uns-bersiap-hadapi-mea-2015
(Diakses 5 Oktober 2015)
Putong, Iskandar. 2003. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

201
5

18

Pancasila
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id