Anda di halaman 1dari 45

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
DAFTAR
ISI.............................................................................................................
...............
DAFTAR
TABEL.......................................................................................................
................
DAFTAR
GAMBAR...................................................................................................
..............
I.PENDAHULUAN.........................................................................................
II.

..................
METODOLOGI
PENELITIAN.......................................................................................

III.

..
PETA
DASAR..............................................................................................

IV.

.................
PETA SEKTOR
I........................................................................................................

V.

.....
PETA SEKTOR
II.......................................................................................................

VI.

.....
PETA SEKTOR
III......................................................................................................

VII.

.....
PETA SEKTOR
IV......................................................................................................

VIII.

....
PEMBAHASAN DAN

IX.

ANALISIS.....................................................................................
KESIMPULAN.....................................................................................
..........................

DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................................
...............
Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
0 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


1 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perencanaan wilayah dan kota merupakan suatu bidang ilmu
yang

mempelajari

tentang

bagaimana

merencanakan

suatu

wilayah ataupun kota dengan mempertimbangkan masa lalu,


menggunakan sumber daya yang ada serta berorientasi kepada
masa depan agar terciptanya suatu wilayah atau kota yang
nyaman dihuni untuk masyarakatnya. Dalam merencanakan suatu
kawasan

ada

berbagai

spesifikasi

ilmu

dan

keahlian

yang

diperlukan agar dapat terciptanya kawasan yang nyaman dihuni


oleh masyarakat. Semua perencanaan yang dilakukan bertujuan
untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat, karena itu
perencanaan tersebut bersifat rencana publik yang melibatkan
banyak pihak dan harus dipertanggungjawabkan serta bersifat
kompleks.
Wilayah atau kota yang direncanakan selalu mengalami
perkembangan, karena masyarakat di dalamnya juga berkembang.
Karena perkembangan tersebut melahirkan berbagai persoalan
atau masalah-masalah yang kompleks yang harus diselesaikan
oleh para perencana. Maka dari itu perencana diharuskan untuk
dapat

menganalisis

semua

masalah

serta

peluang

untuk

menyelesaikan persoalan dan menampilkan nya dengan baik


dalam suatu rencana yang nantinya dipublikasikan kebanyak orang
agar dapat diterima, dipahami dan dilaksanakan.
Dalam perencanaan yang pertama dilakukan

adalah

pengumpulan, pengolahan/analisis data dan penyajian informasi


dalam bentuk tabel, peta dan peraturan lalu setelah nya bisa
ditentukan beberapa alternatif untuk menyelesaikan masalah dan
pada akhirnya terbentuklah dokumen perencanaan disertai dengan
peta perencanaannya. Data untuk perencanaan sendiri seperti
yang dikatakan di atas bersifat beraneka jenis data, berbagai
sumber, beraneka bentuk dan format maka diperlukan suatu
aplikasi

yang

mampu

untuk

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


2 15 Januari 2013

mengumpulkan,

mengelola,

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
mengolah/menganalisis

data

dan

menyajikan

informasi

yang

beraneka tersebut agar mudah dipahami dan dipelajari. Untuk


sekarang

ini

sistem

informasi

geografis

(SIG)

atau

GIS

(geiographical information systems) merupakan program aplikasi


komputer yang memenuhi kebutuhan dalam pengumpulan dan
pengolahan serta penyajian data tersebut (Agus P. Saido, 2013).
Dalam pekerjaannya aplikasi GIS ini memiliki 5 komponen
menurut D. Muhally Hakim (2009) yaitu :
1. Komponen data (50% aktifita GIS adalah pengadaan dan
penyediaan data) :
a. Peta digital topografi/rupabumi
b. Peta tematik dasar/analitis
c. Peta deskriptif lainnya
2. SDM pelaksana meliputi :
a. Geographic information
b. Programer aplikasi
c. Administrator basic data
d. Administrator sistem
e. Pemroses data tabular
Gambar 1. Komponen GIS
f. Operator key-in
Sumber : Infrastruktur Data Spasial, D. Mahally
3. Komponen perangkat lunakHakim
(DBMS
(2009)Data Base Management
Systems-Sistem Manajemen Basic Data) :
a. Memasukan data (data entry)
b. Memanipulasi data
c. Menyimpan dan men-query
d. Melakukan analisis spasial
e. Menyajikan dan memberikan luaran
4. Komponen Perangkat Keras Konfigurasi :
a. Sistem penyajian grafis yang baik
b. Drive (flasdisk, CD ROM, DVD) untuk media masukan dan
luaran
c. Monitor dengan resolusi tinggi
d. Digitizer untuk konversi data spasial
e. Peralatan tambahan : scanner, kamera, dll.
5. Tatacara (prosedural) antara lain :
a. Pembakuan data
b. Dukungan dana
c. Pengamanan (security)
d. Standar aplikasi
Komponen di atas adalah komponen yang harus ada saat
melakukan pekerjaan perencanaan dengan aplikasi GIS. Sekarang
ini pada langkah awal dilakukan pemenuhan untuk komponen data.
Data yang dikumpulkan sesuai dengan studi kasus nya, yaitu untuk
Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
3 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
tahun ajaran ini mengambil studi kasus Kota Surakarta. Karena
studi kasus memiliki cakupan yang lumayan besar, maka untuk
mahasiswa pwk yang satu kelas berjumlah 43 akhirnya dibagi
dalam 5 kelompok kecamatan. Pada penelitian ini mendapatkan
studi kasus yaitu Kecamatan Jebres.
B. TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah antara lain :
1. Menyelesaikan tugas akhir semester 3 (tiga) mata kuliah
metode pendataan dan sistem informasi perencanaan.
2. Dapat mengaplikasikan aplikasi GIS dalam pekerjaan
perencanaan.
3. Dapat mengumpulkan

data,

mengolah,

menganalisis dan

menyajikannya dalam bentuk tabel, ataupun peta.


4. Dengan analisis data dapat melihat potensi serta permasalahan
yang ada di Kecamatan Jebres.
C. LANDASAN NORMATIF
Landasan normatif

ini

berisikan

peraturan-peraturan,

ketentuan, perundang-undangan yang terkait dan berguna selama


penelitian ini berlangsung, yang meliputi :
1. SNI 03-1733-2004
2. SNI 02-2406-1991
3. PP No. 8 tahun 2013 tentang ketelitian peta rencana tata ruang

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


4 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
A. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013
Januari 2014, dan berlokasi di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta,
Provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 93-98 m dan terletak
pada koordinat 7340LU dan 110490BT
B. ALAT DAN BAHAN PENELITIAN
Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah
alat untuk survei yaitu peta rupa bumi Kota Surakarta dan GPS serta
alat untuk pengolahan data adalah aplikasi GIS serta aplikasi
microsoft

lainnya.

Sedangkan

untuk

bahan

penelitian

sendiri

meliputi data-data yang diperoleh saat penelitian ini berlangsung


yang meliputi data primer dan sekunder.
C. TATA LAKSANA PENELITIAN
Pada pelaksanaan penelitian ini meliputi beberapa tahap
yaitu :
1. Tahap persiapan
a. Review kebutuhan data,
Mereview data yang dibutuhkan pada penelitian ini yang
mana telah dilist dan ditentukan oleh dosen yang nantinya
harus dicari dan dikumpulkan oleh mahasiswa, yang meliputi :
Tabel 1. Kebutuhan data

KEBUTUHAN DATA
SEKTOR FISIK,
GUNA LAHAN
DAN
KEPENDUDUKAN

Luas
Penggunaan lahan (TS)
Slum Area
Risk Area
Jumlah Penduduk (TS)
Penduduk Berdasar Umur (TS)
Penduduk Berdasar Jenis

Kelamin
Penduduk Berdasar Pendidikan
Jumlah KK
Mortalitas dan Natalitas
Imigrasi dan Emigrasi
Penduduk Berdasar Tingkat
Kesejateraan

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


5 15 Januari 2013

Keterangan
Slum area dan Risk
Area , (sumber dari
RTRW/Data Sekunder
dilengkapi dengan
pengecekan lapangan)
berupa :
- Distribusi Lokasi
- Foto

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

TS = Time Series (3 tahun terakhir;


2010-2012)
SEKTOR FASILITAS Fasilitas Kota :
Perdagangan (Pasar, Pusat

Perbelanjaan Modern)
Kesehatan (Rumah Sakit,

Puskesmas)
Pendidikan (SD,SMP,SMA,PT)
Ruang Terbuka Hijau

dilakukan berdasar
Klasifikasi yang ada di
SNI atau Peraturan

terkait
Distribusi Lokasi
(Sumber dari Peta/Data

(Pemakaman,
Taman,Lapangan)
Sarana Pariwisata
Rusun
Utilitas Kota :
Sanitasi (MCK dan TPS)
Drainase (Primer, Sekunder,

Penggolongan Fasilitas

Sekunder dan

Pengecekan Lapangan)
Dokumentasi dan Foto
(Sumber dari Peta dan
Pengecekan Lapangan)

Tersier)
SEKTOR EKONOMI

UKM (missal industri kerajinan

UKM

tangan, industri tahu tempe dll)


Industri Menengah (missal

dilakukan berdasar

pabrik tekstil, pabrik kaca dll)

SNI atau Peraturan

Penggolongan Fasilitas
Klasifikasi yang ada di

terkait
Distribusi Lokasi
(Sumber dari Peta/Data
Sekunder dan

Pengecekan Lapangan)
Dokumentasi dan Foto
(Sumber dari Peta dan
Pengecekan Lapangan)

SEKTOR
TRANSPORTASI

Jalan berdasarkan Fungsi


Jalan berdasarkan Kelas
Jalan berdasarkan V/C Ratio
Fasilitas Transportasi (Terminal,

Halte, Terminal Bayangan)


Titik Titik Kemacetan
Rute Trayek Angkutan Umum

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


6 15 Januari 2013

Penggolongan Fasilitas
dilakukan berdasar
Klasifikasi yang ada di
SNI atau Peraturan

terkait
Distribusi Lokasi

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(Regional, Kota)
On Street Parking Area

(Sumber dari Peta/Data


Sekunder dan

Pengecekan Lapangan)
Dokumentasi dan Foto
(Sumber dari Peta dan
Pengecekan Lapangan)

b. Pembagian tugas tiap sektor dan survei lapangan


Sebelum terjun ke lapangan langsung, untuk
mempermudah dalam pengolahan dan analisis data nantinya,
maka dibuat PJ tiap sektor nya agar mempermudah dalam
penelitian dan pembuatan laporan.
Penanggungjawab Sektor :
Sektor 1 (Fisik, Tata Guna Lahan, Kependudukan) :
- Erlana Citra Putri Kharisma
- Sri Murdiati Rin Permata Sari
Sektor 2 (Fasilitas) :
- Fitri Nur Cahyani
- Nurul Handayani
Sektor 3 (Ekonomi) :
- Azzahra Hemas Merdekawati
- Dwiki Kuncara Jati
Sektor 4 (Transportasi) :
- Faizal Adi Setyawan
- Ridho Wicaksono
Sedangkan untuk memudahkan dalam survei lapangan
kecamatan jebres, maka dibentuk beberapa kelompok untuk
survei tiap kelurahannya.
Kelompok Survei Lapangan :
Kelompok 1 (Kelurahan Mojosongo) :
- Erlana Citra Putri Kharisma
- Sri Murdiati Rin Permata Sari
Kelompok 2 (Kelurahan Jebres) :
Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
7 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
- Fitri Nur Cahyani
- Nurul Handayani
Kelompok 3 (Kelurahan Jagalan, Pucangsawit, Gandegan,
Sewu) :
- Azzahra Hemas Merdekawati
- Dwiki Kuncara Jati
Kelompok

(Kelurahan

Purwodiningratan,

Kepatihan

Kulon, Kepatihan Wetan, Sudiroprajan, Tegalharjo) :


- Faizal Adi Setyawan
- Ridho Wicaksono
c. Review RTRW Kota Surakarta 2012-2032
Dengan berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 20122032 melakukan input data lokasi persebaran fasilitas ekonomi,
transportasi, sosial untuk nantinya pada survei lapangan akan
ditinjau ulang. Data yang terdapat pada RTRW Kota Surakarta
ini menjadi pijakan awal dalam memulai survei lapangan yang
dilakukan oleh para kelompok lapangan.
d. Menyiapkan peta RBI, camera dan GPS
Selama survei, untuk mengeplotkan lokasi sebenarnya
pada

peta

Kecamatan

menggunakan
Jebres.

Peta

Untuk

RBI

Surakarta

dan

mendokumentasikan

Peta

fasilitas

menggunakan camera. Sedangkan untuk mengetahui dimana


letak fasilitas-fasilitas yang tersebar di berbagai kelurahan,
menggunakan alat GPS
2. Tahap pengumpulan data primer dan sekunder
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi data
primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Data primer diperoleh melalui survei lapangan ke lokasi
yang dilakukan oleh tiap-tiap kelompok yang sudah ditentukan
sebelumnya meliputi :

Hasil Pengeplotan lokasi sebenarnya pada peta tiap


kelompok survei sesuai kebutuhan data awal tentang 4
sektor

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


8 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Hasil dokumentasi yang berupa foto
b. Data sekunder
Data sekunder ini adalah data diperoleh dari instansi atau
badan pemerintahan serta dapat juga bersumber dari internet.
Instansi atau badan pemerintahan atau sumber internet
tersebut dapat berbentuk :

BPS ( Badan Pusat Statistik) Surakarta, dari sini diperoleh :


Surakarta Dalam Angka Tahun 2010
Surakarta Dalam Angka Tahun 2011
Surakarta Dalam Angka Tahun 2012
Kecamatan Dalam Angka Tahun 2011
Kantor Kecamatan Jebres , dari sini diperoleh :
Data Kependudukan Tahun 2012
Data Tata Guna Lahan Tahun 2012
Sedangkan dari internet diperoleh, peraturan lain yang
berguna dalam penelitian (SNI dan Undang-Undang) yaitu :
SNI 03-1733-2004
SNI 02-2406-1991
PP No. 8 tahun 2013 tentang ketelitian peta rencana tata

ruang
RTRW Kota Surakarta 2012-2032

3. Pengolahan dan analisis data


Pengolahan dan analisis
penanggung

jawab

tiap

sektor.

data
Jadi,

ini

dilakukan

data

yang

oleh
telah

dikumpulkan oleh setiap kelompok survei selanjutnya dilaporkan


kepada penanggungjawab sektor untuk diolah dan dianalisis.
Pengolahan dan analisis dilakukan secara terstruktur dan
sesuai bagian atau tanggung jawab masing-masing yaitu :
a. Sektor 1
b. Sektor 2
c. Sektor 3
d. Sektor 4
4. Penyajian data
Penyajian data yang dilakukan berbentuk dalam 3 hal
yaitu :
a. Pembuatan peta
Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
9 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Pembuatan peta dilakukan oleh penanggungjawab tiap
sektor lalu kemudian digabungkan menjadi 1 layout yang
memuat peta 4 sektor dilengkapi dengan deskripsi tiap
petanya.
b. Pembuatan presentasi
Pembuatan presentasi dalam bentuk power point untuk
dipresentasi dalam kelas yang meliputi proses penelitian,
serta

penyajian

data

dari

hasil

penelitian

yang

telah

dilakukan.
c. Pembuatan laporan
Laporan
perorangan

penelitian

atau

individu

dilakukan
oleh

dan

dibuat

masing-masing

secara
anggota

kelompok dengan data bersumber dari hasil kerja kelompok


dan survei yang telah dilakukan.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


10 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB III
PETA DASAR
Peta dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah peta rupa
bumi kota surakarta lembaran 1408343 yang nantinya dibuat shapefile
dan diolah sehingga dari lembar tersebut dapat diambil batas
administrasi, kontur, jaringan transportasi, dan jaringan drainase Kota
Surakarta. Dengan menggunakan aplikasi GIS lembaran tersebut
dibuat peta Kota Surakarta seperti di bawah ini.
Gambar 2. Peta Kota Surakarta skala 1 :
40.000
Sumber : Dokumen Pribadi

Dari peta di atas dapat dilihat adanya jaringan jalan, batas


administrasi, kontur, serta jaringan drainase di Kota Surakarta. Kota
Surakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah seperti terlihat
pada inset peta di atas. Kota Surakarta ini sendiri berbantasan dengan
beberapa kabupaten lain seperti Karanganyar, Sragen, Sukoharjo dan
Boyolali. Kota Surakarta ini dibagi dalam 5 kecamatan dan beberapa
kelurahan dengan luas sebagai berikut :
Tabel 2. Daftar Kelurahan di Surakarta

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


11 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


12 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Dari peta Kota Surakarta tersebut lalu dibuat lembaran baru
yang berisi peta Kecamatan Jebres yang merupakan studi kasus dalam
penelitian ini.

Gambar 3. Peta Kecamatan Jebres skala 1 :


20.000
Sumber : Dokumen Pribadi

Dengan menggunakan peta dasar Kecamatan Jebres tersebutlah


penelitian ini dilakukan, karena dengan lembaran tersebut telah
terdapat batas adiministrasi, kontur, jaringan transportasi sehingga
dapat diturunkan menjadi peta tematik untuk analisis yang lebih
dalam.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


13 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB IV
SEKTOR 1 (FISIK, TATA GUNA LAHAN DAN KEPENDUDUKAN)
Pada bab ini dibahas tentang sektor tentang bagian fisik, tata
guna lahan dan kependudukan Kecamatan Jebres yang meliputi :
1. LUAS
Di bawah ini ditampilkan peta Kecamatan Jebres berdasarkan
luas nya, sehingga terlihat mana kelurahan dengan luas terbesar
dan terkecil.

dengan
luas
Gambar 4.Kelurahan
Peta Luas Kecamatan
Jebres skala
1
: 20.000
Mojosongo,
sedangkan
kelurahan
Sumber : Dokumen
Pribadi

terbesarTabeladalah
Kelurahan
3. Daftar Luas
Kecamatan
Jebres

dengan luas terkecil adalah

Kelurahan Kepatihan Kulon. Total luas dari Kecamatan Jebres adalah


1258,18 Ha.
2. PENGGUNAAN LAHAN
Penggunaan lahan di Kecamatan Jebres terbesar yaitu
digunakan sebagai pemukiman. Sedangkan lahan lain digunakan
untuk industri, jasa, sawah, serta area untuk ruang terbuka hijau
namun

persentasenya

jauh

dengan

penggunaan

lahan

yang

digunakan untuk pemukiman. Terjadi perubahan tata guna lahan di


Kecamatan Jebres yaitu dari area persawahan menjadi pemukiman
atau area lain menjadi pemukiman, yang dapat dipastikan adalah
adanya peningkatan lahan untuk pemukiman, hal ini dapat dilihat
pada penggunaan lahan pada kurun waktu 2011 2012 pada tabel
berikut :

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


14 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Tabel 4. Penggunaan Lahan di Kecamatan Jebres 2011-2012

Untuk persebaran penggunaan lahan di Kecamatan Jebres


sendiri dapat dilihat pada peta dibawah ini :

Gambar 5. Peta Tata Guna Lahan Kecamatan Jebres skala


1 : 20.000
Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


15 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
3. SLUM DAN RISK AREA
Di Kecamatan Jebres ini terdapat beberapa area yang
termasuk kedalam slum dan risk area. Untuk persebarannya dapat
dilihat pada peta di bawah ini :

Gambar 6. Peta Slum dan Risk Area Kecamatan Jebres


skala 1 : 20.000
Sumber : Dokumen Pribadi

Slum area yang berada di kawasan Kecamatan Jebres

kebanyakan berlokasi di Kelurahan Mojosongo dan sebagian di


Kelurahan Jebres. Sedangkan untuk risk area di Kecamatan Jebres
hanya ada rawan banjir yang dikarenakan oleh sungai Bengawan
Solo dan Kali Anyar yang sering meluap pada saat musim hujan.

Tabel 5. Daftar Luas Slum


area

Tabel 6. Daftar Luas Risk


area

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


16 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
4. JUMLAH PENDUDUK
Jumlah penduduk selalu mengalami peningkatan karena
adanya kelahiran di Kecamatan Jebres. Dan angka kelahiran lebih
besar dari kematian sehingga terjadi pertumbuhan penduduk.
Berikut peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Jebres selama
kurun waktu tiga tahun 2010 2012.

Gambar 7. Grafik Peningkatan Jumlah Penduduk


2010 - 2012 Kelurahan dengan jumlah
Sumber : Dokumen Pribadi

penduduk terbanyak adalah

Mojosongo, sedangkan jumlah penduduk terkecil adalah Kepatihan


Kulon dan peringkat tersebut sama dalam 3 tahun seperti pada tabel
di bawah ini :
Tabel 7. Data Jumlah Penduduk

5. PENDUDUK BERDASAR UMUR


Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
17 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Jumlah penduduk di Kecamatan Jebres berdasarkan umur
pada kurun waktu 2 tahun 2011 2012 adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Penduduk Berdasar Umur

6. PENDUDUK BERDASAR JENIS KELAMIN


Jumlah penduduk digolongkan berdasarkan jenis kelamin di
Kecamatan Jebres adalah sebagai berikut :

Gambar 8. Peta Jumlah Penduduk Berdasar Jenis


Kelamin Sumber : Dokumen Pribadi

Tabel 9. Jumlah Penduduk


Berdasar Jenis
Kelamin

Kelurahan dengan jumlah perempuan dan laki-laki terbanyak


adalah Kelurahan Mojosongo, sedangkan kelurahan dengan jumlah
laki-laki terkecil adalah Kepatihan Kulon dan perempuan terkecil
adalah Kepatihan Wetan.
7. PENDUDUK BERDASAR PENDIDIKAN

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


18 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan nya mulai dari
tidak sekolah hingga tamat akademik di Kecamatan Jebres adalah
sebagai berikut :

Gambar 9. Grafik Penduduk Berdasar Pendidikan


Sumber : Dokumen Pribadi

Tabel 10. Penduduk Berdasar Pendidikan

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


19 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Dari data tabel diatas terlihat bahwa Kelurahan Mojosongo
meliliki angka paling besar dalam setiap kategori pendidikan.
8. JUMLAH KK
Kelurahan dengan jumlah KK terbesar adalah Kelurahan
Mojosongo, sedangkan kelurahan dengan jumlah KK terkecil adalah
Kepatihan Kulon

Gambar 10. Peta Jumlah KK


Sumber : Dokumen Pribadi

Tabel 11. Jumlah


KK

9. MORTALITAS DAN NATALITAS


Kelurahan dengan tingkat mortalitas dan natalitas tertinggi
adalah Kelurahan Mojosongo, sedangkan kelurahan dengan tingkat
mortalitas dan natalitas terendah adalah Kepatihan Kulon

Gambar 11. Peta Mortalitas dan Natalitas


Kecamatan Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


20 15 Januari 2013

Tabel 12. Jumlah Mortalitas dan


Natalitas

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

10.IMIGRASI DAN EMIGRASI


Tingkat imigrasi dan emigrasi di Kecamatan Jebres selama
tahun 2011 adalah sebagai berikut :
Tabel 13. Tingkat Imigrasi dan Emigrasi tahun 2011

Kelurahan dengan tingkat imigrasi dan emigrasi tertinggi


adalah Kelurahan Mojosongo, sedangkan kelurahan dengan tingkat
imigrasi dan emigrasi terendah adalah Kepatihan Wetan
11.PENDUDUK BERDASAR TINGKAT KESEJATERAAN
Kelurahan dengan tingkat kesejahteraan (sejahtera : pra
sejahtera)

tertinggi

adalah

Kelurahan

Gandekan

sedangkan

kelurahan dengan tingkat kesejahteraan terendah adalah Kelurahan


Purwodiningratan.

Gambar 12. Peta Penduduk Berdasar Tingkat


Kesejahteraan
Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


21 15 Januari 2013

Tabel 14. Jumlah Penduduk


Berdasar Tingkat
Kesejahteraan

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB V
SEKTOR 2 (FASILITAS)
1. PERDAGANGAN
Perdagangan

disini

diartikan

sebagai

adanya

fasilitas

perdagangan yaitu pasar. Pasar lingkungan (skala pelayanan unit


kelurahan 30.000 penduduk), yang menjual keperluan sehari-hari
termasuk sayur, daging, ikan, buah-buahan, beras, tepung, bahanbahan

pakaian,

pakaian,

barang-barang

kelontong,

alat-alat

pendidikan, alat-alat rumah tangga, serta pelayanan jasa seperti


warnet, wartel dan sebagainya (SNI 03-1733-2004).

Gambar 13. Peta Fasilitas Perdagangan

Sumber
Pribadi
Tabel
15.: Dokumen
Fasilitas Perdagangan

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


22 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Gambar 14. Pasar Gede


Sumber : Dokumen
Pribadi

Gambar 15. Pasar Buah


Sumber : Dokumen
Pribadi

Gambar 16. Pasar


Pucangsawit
Sumber : Dokumen Pribadi

2. KESEHATAN
Fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Jebres ini lebih
dari 1 yaitu ada puskesmas ataupun pustu serta rumah sakit.

Gambar 17. Peta Fasilitas Kesehatan

TabelSumber
16. Fasilitas
Kesehatan
: Dokumen
Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


23 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

NAMA
PUSKESMAS PURWODININGRATAN
RS. DR. OEN
PUSTU JEBRES
RS. DR. MOEWARDI
PUSKESMAS SEWU
PUSTU GANDEKAN
PUSKESMAS NGORESAN

Gambar 18. Pustu Gandekan


Sumber : Dokumen Pribadi

Fasilitas

JENIS
PUSKESMAS
RUMAH SAKIT
PUSTU
RUMAH SAKIT
PUSKESMAS
PUSTU
PUSKESMAS

KEL.
KEL.
KEL.
KEL.
KEL.
KEL.
KEL.

KELURAHAN
PURWODININGRATAN
TEGALHARJO
JEBRES
JEBRES
SEWU
GANDEKAN
JEBRES

Gambar 19. Pustu Jebres


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 20. Rumah Sakit Dr.


OEN
Sumber
: Dokumenmasing-masing
Pribadi
kesehatan
tersebut

memiliki

jangkauan pelayanan, menurut SNI adalah sebagai berikut :

Tabel 17. Jangkauan Pelayanan Fasilitas Kesehatan

3. PENDIDIKAN
Terdapat empat jenjang pendidikan di Kecamatan Jebres
yaitu perguruan tinggi, sekolah menengah atas, sekolah menengah
Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041
24 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
pertama dan sekolah dasar. Secara keseluruhan jumlah fasilitas
pendidikan yang berada di kecamatan jebres berjumlah 44.
Perguruan tinggi di Kecamatan Jebres berjumlah enam yang
berada di kelurahan mojosongo dan kelurahan jebres.
Sekolah menengah atas yang berada di kecamatan jebres
berjumlah delapan yang berada di kelurahan mojosongo, kelurahan
kepatihan wetan, kelurahan purwodiningratan, kelurahan jebres dan
kelurahan tegalharjo.
Sekolah menengah pertama yang berada dikecamatan
jebres berjumlah tujuh yang berada di kelurahan jebres, kelurahan
gadegan,

kelurahan

sewu,

kelurahan

jagalan

dan

kelurahan

pucangsawit.
Sekolah dasar yang berada dikecamatan jebres berjumlah 23
yang berada dikelurahan mojosongo, kelurahan kepatihan kulon,
kelurahan kepatihan wetan, kelurahan purwodiningratan, kelurahan
sewu,

kelurahan

gadegan,

kelurahan

jagalan dan kelurahan jebres.

Gambar 21. Peta Fasilitas Pendidikan


Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


25 15 Januari 2013

pucangsawit,

kelurahan

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Gambar 22. Universitas


Sebelas Maret
Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 23. SMA Sudiroprajan


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 24. PGRI Mengganti


Sumber : Dokumen Pribadi

Untuk jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan sendiri


diatur dalam SNI 03-2399-1991 sebagai berikut :
Tabel 18. Jangkauan Fasilitas Pendidikan

Jumlah
Penduduk
Pendukung
(jiwa)

Standar
(m/jiwa)

Radius
Pencapaia
n

1600

1,25

1000

SLTP

4800

1,88

1000

SMA

4800

2,6

3000

No

Jenis Sarana

Sekolah Dasar

2
3

4. RUANG TERBUKA HIJAU


RTH di kecamatan Jebres ini tersebar diberbagai lokasi
sebagai berikut :
Tabel 19. RTH di Kecamatan Jebres

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


26 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Gambar 25. Peta RTH di Kecamatan Jebres


Sumber : Dokumen
Pribadi
Persyaratan
dan

kriteria

sarana

ruang

terbuka

mempertimbangkan lokasi penempatan dan penyelesaian ruang:

Tabel 20. Syarat RTH

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


27 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

5. PARIWISATA
Di Kecamatan Jebres hanya terdapat satu Sarana pariwisata
yaitu kebun binatang

Taman Satwa Taru Jurug yang berada di

Kelurahan Jebres.

Gambar 26. Satwa Jurug


Sumber : Dokumen Pribadi

6. RUMAH SUSUN
Hunian bertingkat dapat dikembangkan pada kawasanlingkungan

perumahan

yang

direncanakan

untuk

kepadatan

penduduk >200 Jiwa/ha, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah


atau dokumen rencana lainnya, yaitu kawasan-kawasan:
a. pusat kegiatan kota;
b. kawasan-kawasan dengan kondisi kepadatan penduduk
sudah mendekati atau melebihi 200 jiwa/ha; dan

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


28 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
c. kawasan-kawasan
memerlukan

khusus

rumah

susun,

yang

karena

seperti

kondisinya

kawasan-kawasan

industri, pendidikan dan campuran.


Di Kecamatan Jebres hanya terdapat dua rusun yaitu
Rusunawa Jurug yang terletak di Kelurahan Jebres dan Rusunawa
Kerkov di Kelurahan Purwodiningratan.

Gambar 27. Rusunawa Jurug


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 27. Rusunawa Kerkov


Sumber : Dokumen Pribadi

7. SANITASI DAN DRAINASE


Di Kecamatan Jebres terdapat tiga jenis drainase yaitu
drainase primer, drainase sekunder dan drainase tersier yang
mengalir di wilayah kecamatan jebres.

Gambar 28. Peta Drainase di Kecamatan Jebres


Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


29 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Terdapat

dua

jenis

fasilitas

sanitasi

yang

berada

di

kecamatan jebres yaitu mck umum dan tps. Fasilitas sanitasi


berjumlah 36 dimana 31 merupakan mck umum dan 5 merupakan
tps.
MCK umum dikecamatan jebres berjumlah 31 yang berada di
kelurahan

tegalharjo,

kepatihan

wetan,

kelurahan

keluragan

kepatihan

kulon,

purwodiningratan

dan

kelurahan
kelurahan

mojosongo.
TPS di kecamatan jebres berjumlah lima yang berada di
kecamatan purwodiningratan, keurahan jebres, kelurahan sewu,
kelurahan mojosongo dan kelurahan jebes.
SNI 02-2406-1991 Persyaratan lokasi dan waktu tempuh dari
rumah penduduk adalah 2 menit (Jarak 100m), luas daerah
pelayanan maksimum untuk 1 MCK adalah 3 ha.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


30 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Gambar 29. Peta Sanitasi di Kecamatan Jebres


Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


31 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB VI
SEKTOR 3 (EKONOMI)
Kecamatan Jebres memiliki 46 unit kegiatan usaha yang terdiri
dari 2 jenis kegiatan industri besar, 11 kegiatan industri menengah dan
33 jenis kegiatan industri kecil. Berdasarkan data observasi, tingkat
kepadatan sebaran industri tertinggi terdapat pada kelurahan Jagalan
dan Pucang Sawit. Sedangkan Kelurahan Tegalharjo, Kepatihan Kulon
dan Kepatihan Wetan memiliki tingkat kepadatan sebaran industri
cukup rendah. Khusus kelurahan Sudiroprajan tidak memiliki segala
jenis kegiatan industri. Beberapa contoh kegiatan industri yang ada di
Kecamatan Jebres adalah industri tekstil, tahu, meubel, dan lain-lain.
Tabel 21. Industri

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


32 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Gambar 30. Peta Persebaran Industri di


Kecamatan Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 31. Industri Tahu


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 33. Industri Muebel


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 32. Industri Abon Sapi


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 34. Industri Garuda


Food
Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


33 15 Januari 2013

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
BAB VII
SEKTOR 4 (TRANSPORTASI)
1. JARINGAN JALAN

Gambar 35. Peta Jaringan Jalan di Kecamatan


Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

Berdasarkan fungsinya,

jaringan jalan

yang ada di

Kecamatan Jebres dibedakan menjadi:


1. Jalan Arteri Primer :

Ring Road
Jl. Ir. Sutami
Jl. Kolonel Sutarto

2. Jalan Arteri Sekunder :

Jl. Urip Sumoharjo


Jl. Tentara Pelajar

3. Jalan Kolektor Primer

Sri Murdiati Rin Peramata Sari/I0612041


34 15 Januari 2013

4. Jalan Kolektor
Sekunder :

Jl.
Jl.
Jl.
Jl.
Jl.
Jl.

Ki Hajar Dewantara
Brigjend. Katamso
Tangkuban Perahu
Monginsidi
Kapten Mulyadi
Sutan Syahrir

5. Selain jaringan jalan di atas, terdapat pula jalan lokal,


jalan lain dan jalur kereta api.
6.
2. FASILITAS TRANSPORTASI
7.

Gambar 36. Peta Fasilitas Transportasi di


Kecamatan Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

8.
9.

Fasilitas transportasi di Kecamatan Jebres diantaranya

sebagai berikut:
1. Halte 19 buah
2. Stasiun kereta api berjumlah 1
3. Terminal barang berjumlah 2
4. Terminal bayangan ada 1

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


32 15 Januari 2013

a. Daftar Halte yang ada di Kecamatan Jebres :


1. Depan Taman Jurug (1) Kel. Pucangsawit
2. Depan Taman Jurug (2) Kel. Jebres
3. Depan Kampus UNS Kentingan (1) Kel. Pucangsawit
4. Depan Kampus UNS Kentingan (2) Kec. Jebres
5. Depan Kampus UNS Kentingan (3) Kec. Jebres
6. Sebelah Timur Tugu Cengbrengan Kel. Jebres
7. Depan RS Moewardi (1) Kel. Jebres
8. Depan RS Moewardi (2) Kel. Jebres
9. Depan Kampus II Psikologi UNS Mesen Kel. Kepatihan Wetan
10.

Depan Orion Mandarin Kel. Kepatihan Wetan

11.

Depan Pasar Gedhe Kel. Kepatihan Wetan

12.

Sebelah Selatan SPBU Panggung (1) Kel. Kepatihan Kulon

13.

Sebelah Selatan SPBU Panggung (2) Kel.

Purwodiningratan
14.

Depan Kampus II D IV Hiperkes UNS Tirtomoyo Kel.

Jebres
15.

Sebelah Utara Perempatan Sekarpace (1) Kel. Jebres

16.

Sebelah Utara Perempatan Sekarpace (2) Kel. Jebres

17.

Depan Kampus II D IV Hiperkes UNS Tirtomoyo Kel.

Jebres
18.

Depan Taman Budaya Jawa Tengah (1) Kel. Jebres

19.

Depan Taman Budaya Jawa Tengah (2) Kel. Pucangsawit

b. Stasiun Kereta Api


10. Kecamatan Jebres memiliki satu stasiun kereta api
yang berada di Kelurahan Purwodiningrata. Stasiun Kereta
api tersebut adalah Stasiun Kereta Api Jebres
c. Terminal Barang]
11.Di Kecamatan Jebres terdapat dua terminal barang yang
terletak di:
Sebelah Timur Tugu Cengbrengan Kel. Jebres
Sebelah Utara SPBU Panggung Kel. Jebres
d. Terminal Bayangan
12. Terdapat satu terminal bayangan di Kecamatan
Jebres. Terminal Banyangan tersebut terletak di sebelah
Timur Perempatan Kandang Sapi Kel. Jebres.
Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041
33 15 Januari 2013

13.
Gambar 37. Terminal Barang
Cembrengan
Sumber : Dokumen Pribadi

3. ON STREET PARKING AREA


Gambar 39. Stasiun KA Solo Jebres
14.
Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 38. Terminal Barang


Panggung
Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 40. Halte Sekarpace


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 41. Peta On Street Parking Area di


Kecamatan Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

15.
16.

Lokasi on street parking area di Kecamatan Jebres adalah :

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


34 15 Januari 2013

1.Jl.
2.Jl.
3.Jl.
4.Jl.

Ir. Sutami 94,15 meter


Kolonel Sutarto 199,53 meter
Urip Sumoharjo 696,94 meter
Sutan Syahrir 278,49 meter

17.
Gambar 42. Jl. Ir Sutami
Sumber : Dokumen Pribadi

18.

4. TITIK
KEMACETAN
Gambar
44. Jl. Urip Sumoharjo
Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 43. Jl. Kolonel Sutarto


Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 45. Jl. Sutan Syahrir


Sumber : Dokumen Pribadi

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


35 15 Januari 2013

19.

Gambar 46. Peta Titik Kemacetan di Kecamatan


Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

20.
21.

Kecamatan Jebres termasuk kecamatan yang ramai

dilalui kendaraan motor karena Kecamatan Jebres juga merupakan


salah satu jalur antarkota, sehingga di beberapa tempat tedapat titik
kemacetan. Tempat-tempat tersebut terletak di dekat fasilitasfasilitas umum yang biasa ramai didatangi pengunjung, misalnya
pasar, rumah sakit. Dan di Kecamatan Jebres sendiri ada 12 titik
kemacetan yang terletak di berbagai tempat.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


36 15 Januari 2013

22.
Gambar 47. Depan Pasar
Mojosongo
Sumber : Dokumen Pribadi

23.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


37 15 Januari 2013

Gambar 48. Depan Pasar Gede


Sumber : Dokumen Pribadi

24.5. TRAYEK ANGKUTAN


25.

Gambar 49. Peta Trayek Angkutan di Kecamatan


Jebres
Sumber : Dokumen Pribadi

26.
27.

28.
Trayek Angkutan Umum yang ada di Kecamatan
Jebres dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Angkutan Kota dengan kode trayek 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 01B
2. Bus Kota dengan kode trayek A, B, C, D, DD. E1, E2, F, G,
H, I, K, M, N, O, P, Q, R, T
29. Tabel 22. Trayek Angkutan Kota
30.
No.
34.
1
38.
2
42.
3
46.
4
50.
5
54.
6

31.

RUTE TRAYEK

35.

GULON - MANANG PP.

39.

WONOREJO - KADIPIRO - SILIR PP.

43.

NGEMPLAK SUTAN - BAKI PP.

47.

PERUMNAS MOJOSONGO - GADING PP.

51.

MOJOSONGO-TERMINAL-MANGU

55.

PASAR KLEWER - PALUR PP.

32.

PANJAN
G KM

36.

14,3885

37.

15,131

41.

11,3117

45.

11,301

49.

13,1662

53.

40.
44.
48.
52.

5,1481

56.

33.

KODE
TRAYEK

57.

01B

58. Tabel 23. Trayek Bus Kota


59.
NO
63.
1

60.

RUTE TRAYEK

PANJ
ANG KM
65.
15,4
067

61.

64.
KARTOSURO-PALUR-PP via
GLADAG/JL.RONGGOWARSITO

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


38 15 Januari 2013

KODE
TRAYEK
66.
A

62.

67.
2
71.
3
75.
4
79.
5
83.
6
87.
7
91.
8
95.
9
99.
10
103.
11
107.
12
111.
13
115.
14
119.
15
123.
16
127.
17
131.
18
135.
19

68.

KARTASURA - PALUR - PP via COLOMADU

69.

72.

KARTASURA - PALUR PP via YOSODIPURO

73.

76.

KARTASURA - PALUR via A.COKROAMINOTO

77.

80.

KARTASURA - PALUR PP via GLADAG/JL.VETERAN

81.

84.

KARTASURA - PALUR via A. YANI

85.

88.

KARTASURA - PALUR via A. YANI/JL.DR.RAJIMAN

89.

92.

KARTASURA - PALUR .PP via KH.AGUS SALIM

93.

96.
SUBROTO
100.

KARTASURA - PALUR .PP via JL..GATOT

97.

KARTASURA - PALUR .PP via JL..KARTINI

101.

104.

KARTASURA - PALUR .PP via GUMPANG

105.

108.

TERMINAL KARTOSURO - BANDARA PALUR

109.

112.

PALUR - SOLO BARU - SUKOHARJO. PP

113.

116.

GEMOLONG - SOLO BARU

117.

120.

MOJOSONGO - SOLO BARU. PP

121.

124.

KARTASURA - PALUR PP via BANYUANYAR.

125.

128.
KARTASURA - PALUR -PP via GUMPANG JL.YOSODIPURO
132.
KARTASURA - PALUR via JL.YOS SUDARSO

129.

136.

133.

PALUR - SUKOHARJO

137.

139.

140.

11,8
701
12,2
119
12,9
086
18,3
656
13,2
591
23,1
709
19,2
765
16,7
27
17,9
056
14,8
415
16,7
912
12,9
57
12,6
359
12,6
024
14,4
491
12,3
251
14,6
283
12,8
441

70.

74.

78.

82.

DD

86.

E1

90.

E2

94.

98.

102.

106.

110.

114.

118.

122.

126.

130.

134.

138.

BAB VIII

KESIMPULAN

1. SEKTOR 1
A. POTENSI : Memiliki pertumbuhan penduduk yang peningkatan
nya

konstan,

penduduk

tidak

walaupun

terjadi

ledakan

tidak

merata

penduduk.
tetapi

Persebaran

tidak

terjadi

ketimpangan yang terlalu besar. Setiap kelurahan memiliki


keadaan

fisik

yang

cukup

bagus,

untuk

bencana

yang

mengancam hanya adanya rawan banjir dibeberapa kelurahan.


Perpindahan penduduk tergolong masih wajar, tidak ada sesuatu
yang berarti. Untuk keseluruhan bagus. Potensi terhadap lahan
adalah permukiman karena adanya universitas besar sehingga
bermunculan nya area-area kost-kostan sehingga mengubah
beberapa tata guna lahan untu area kostan/ pemukiman.
B. PERMASALAHAN : Adanya potensi rawan banjir akibat luapan
dari sungai, serta adanya daerah kumuh/slum area yang perlu
diselesaikan. Penyelesaian dapat berupa perbaikan bantaran

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


39 15 Januari 2013

sungai serta relokasi daerah kumuh/slum area yang ada di


bantaran sungai sehingga tidak mengakibatkan banjir.
2. SEKTOR 2
A. POTENSI : Untuk fasilitas yang ada di Jebres sendiri memiliki
banyak potensi yang dapat dikembangkan, seperti adanya
fasilitas pariwisata Satwa Jurug, lalu adanya beberapa pasar
tradisional serta untuk fasilitas pendidikan, dan kesehatan sudah
memadai.
B. PERMASALAHAN : Untuk utilitas kota seperti drainase dan
sanitasi perlu adanya perbaikan. Sanitasi dirasa masih kurang.
Perlu

adanya

perbaikan

terhadap

fasilitas

RTH

seperti

pemakaman dan TPS karena diberbagai tempat dijumpai adanya


kekurangan lahan serta kelebihan muatan dibeberapa TPS.
3. SEKTOR 3
A.
POTENSI : Sudah banyak industri yang dibuat oleh warga,
terutama industri besar yang terpusat di Kelurahan Mojosongo.
Ini menandakan potensi industri masih dapat berkembang lagi di
Kecamatan Jebres ini, karena arahan dari RTRW Kota Surakarta
sendiri untuk Kelurahan Mojosongo khususnya sebagai daerah
industri.
B.
PERMASALAHAN : Ketidak merataan persebaran industri,
kebanyakan industri adalah rumah tangga/ kecil. Kekurangan
modal oleh masyarakat sehingga tidak dapat mengembangkan
industrinya. Perlu adanya suntikan odal dari pemerintah.
4. SEKTOR 4
A.
POTENSI : sudah ada banyak fasilitas yang ada di
Kecamatan Jebres ini yang sudah mencukupi kebutuhan
masyarakat.
B.
PERMASALAHAN :banyak nya titik-titik kemacetan
sehingga menghambat pergerakan transportasi. Kemacetan ini
sendiri diakibatkan karena banyak nya on street parking area
serta banyaknya moda transportasi yang ada di Kecamatan
Jebres.
141.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


40 15 Januari 2013

142.

DAFTAR PUSTAKA
143.

144.

Hakim, D. Muhally. 2009. Infrastruktur Data Spasial.

Surakarta : UNS.
145.

Kecamatan Jebres Dalam Angka. 2011. Surakarta : BPS.

146.

Saido, Agus P. 2013. Homepage kuliah Metode Pendataan.

Surakarta :UNS
147.

Surakarta Dalam Angka. 2010. Surakarta : BPS.

148.

Surakarta Dalam Angka. 2011. Surakarta : BPS.

149.

Surakarta Dalam Angka. 2012. Surakarta : BPS.

150.

Warpani, Suwardjoko. 1980. Analisis Kota dan Daerah.

Bandung : ITB
151.

Sri Murdiati Rin Peramata Sari / I0612041


41 15 Januari 2013