Anda di halaman 1dari 25

SMALL GROUP LEARNING (SGL)

FAKULTAS KEDOKTEAN UMI


BAGIAN NEUROLOGI

NYERI KEPALA PRIMER (KOMPETENSI 4A)


1. NEURALGIA TRIGEMINAL
2. CLUSTER HEADACHE
3. TENSION HEADACHE
4. MIGREN

Rachmat Faisal Syamsu

Spirit penuntut ilmu


Innallaha Wamalaikatu Waahlassamawati
Walardi Hattannamlata Fi Juhri Ha Wa
Hattalhuta Layudzalluna Ala
Mualliminnasi Khayer
Sesungguhnya Allah,para malaikat
Nya,penduduk langit dan bumi sampai,
semut di sarangnya dan ikan di lautan
pun turut mendoakan kebaikan untuk
orang yang mengajarkan kebaikan/ilmu
kepada manusia

ANATOMI KEPALA

NYERI
KEPALA
Sebagian orang pernah mengalami nyeri kepala
(Cephalgia)
sepanjang
hidupnya
bahkan
bebagai penelitian mengatakan bahwa 85%
wanita dan 80% pria diseluruh dunia pernah
menderita nyeri kepala.
Nyeri kepala adalah rasa nyeri diseluruh daerah
kepala dengan batas bawah dari dagu sampai
ke belakang kepala.
Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang
tanpa diserta kelainan struktural-anatomi.
Menurut klasifikasi IHS (international Headache
Society) diantaranya neuralgia trigeminal,
cluster headache,tension headache dan,migren.

Secara umum patofisiologi


nyeri kepala
karena rangsangan didaerah kepala yang
peka terhadap nyeri, seperti di daerah
ekstrakranial
(otot
oksipital,temporal,frontal,kulit kepala,arteriarteri subkutis dan periostium) Sedangkan
daerah intrakranial (meninges terutama
dura basalis)
Patofisiologi nyeri kepala primer semuanya
hampir mirip yaitu terjadinya gangguan di
daerah ekstrakranial berupa vasodilatasi
pembuluh darah. Adapun sedikit perbedaan,
akan kita lihat lebih jauh berikutnya.

Cefalgia

perangsangan
struktur2 di daerah kepala
tengkuk yg peka thd nyeri

thd
dan

struktur peka nyeri extra cranium :


- kulit kepala, periosteum,
- arteri2
(a.
frontalis,
a.occipitalis);

a.temporalis,

- saraf2
(n.frontalis,
n.occipitalis

n.temporalis,

mayor / minor)
- otot2

(m.frontalis,

m.temporalis,

struktur peka nyeri intracranium :


- duramater (spjg a.meningeal, sekitar
sinus venosus, basis cranii, dan
tentorium serebelli)
- leptomenings sekitar arteri besar di
basis cranii
- bag. Prox atau basal arteri, vena,
saraf, tertentu (V, VII, IX, Nn. Spinales)

struktur yang tidak peka nyeri :


tulang kepala, parenchym otak, ependym
ventrikel, plexus choroideus, sebagian besar
duramater dan piamater yang meliputi
konveksitas otak
nyeri kepala dpt ditimbulkan oleh perangsangan
atau iritasi dari struktur yg peka nyeri.
Perangsangan tsb dapat berupa :
- inflamasi (perangsangan oleh proses radang)
- traksi (proses intracranium yang expansi)
- dilatasi (penyebab nyeri kepala primer)
- dan kompresi (tumor, fraktur)

REGIO NYERI KEPALA

TIPE NYERI KEPALA

CONTOH SOAL UKDI/UKMPPD


(nyeri kepala primer)
1. Seorang perempuan umur 50 tahun diantar oleh
keluarganya ke UGD rumah sakit dengan keluhan
nyeri kepala sebelah yang dirasakan sejak 1
minggu yang lalu. Nyeri kepala dirasakan terusmenerus,menusuk tajam disekitar pelipis dan bola
mata. Keluhan disertai mata merah, berair, dan
hidung berair pada salah satu sisi yang sakit.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Cluster headache
B. Neuralgia trigeminal
C. Tension hedache
D. Migren dengan aura
E. Migren tanpa aura

2. Seorang perempuan 25 tahun datang dengan


keluhan nyeri kepala sebelah kanan. Nyeri
dirasakan berdenyut. Pasien menyangkal
adanya gejala berputar, berkunang-kunang,
tampak bayangan-gari saat nyeri kepala.
Pasien bekerja sebagai seorang sales.
Diagnosis yang tepat adalah ?
A. Cluster headache
B. Neuralgia trigeminal
C. Tension hedache
D. Migren dengan aura
E. Migren tanpa aura

3.

Ny. Lita 39 tahun, datang dengan keluhan


rahang bawah kiri terasa nyeri saat makan
maupun dengan perabaan. Nyeri terasa
seperti
ditusuk.
Keluhan
ini
sudah
dirasakannya selama tiga tahun. Pasien sudah
diperiksa dokter gigi dan tidak ada kelainan.
Riwayat
sakit
cacar
disangkal.
Pada
pemeriksaan MRI juga tidak ditemukan
kelainan. Diagnosis yang paling tepat adalah?
A. Cluster headache
B. Migraine
C. Tension headache
D. Trigeminal Neuralgia
E. Sinusitis

CONTOH SOAL UKDI/UKMPPD


(nyeri kepala sekunder)
1.

Seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun


datang dengan penurunan kesadaran karena
mengalami kecelakaan lalu lintas. Setelah
dilakukan
pemeriksaan
ct-scan
dan
didapatkan lesi hiperdens berbentuk bulan
sabit. Diagnosis yang paling mungkin adalah ?
A. Perdarahan epidural hematom
B. Perdarahan subdural hematom
C. Perdarahan subarachnoid
D. Perdarahan intracerebral
E. Perdarahan intraventrikuler

Mnemonics for Pain


Assessment
PQRST
P provoked = apa yg
provokasi ?
Q quality = Sifat hilangtimbul ?
R region = lokasi ?
S severity= Tipe,

KLASIFIKASI NYERI KEPALA


KETERANGAN

TENSION
HEADACHE

CLUSTER
HEADACHE

MIGREN

NEURALGIA
TRIGEMINAL

PENGERTIAN

Nyeri kepala yang


terjadi di otot-otot
kepala,leher/tengkuk.

Nyeri yang
terjadi di
periorbital
unilateral

Nyeri
kepala
unilateral
dengan
kualitas
vaskuler
berdenyut

Nyeri kepala
paroksimal,

EPIDEMIOLOGI

Perempuan : Laki-laki
= 3:1
Dengan usia rata-rata
20-40 Tahun

Perempuan :
Laki-laki = 1:1
Dengan usia
rata-rata 20-40
Tahun

Perempuan
: Laki-laki =
2:1
Dengan
usia ratarata 20-40
Tahun

Perempuan : Laki-laki
= 2:1
Dengan usia ratarata >40 Tahun.

ETIOLOGI

Pikiran,stress dll.

Sensitivitas
saraf.

Sensitivitas
saraf.

Sensitivitas saraf
(nervus trigeminus).

KELUHAN
UTAMA/
SIFAT NYERI

Nyeri Kepala
menyeluruh dari
belakang leher ke
kepala bagian depan
(+/- 30 menit) terusmenerus,seperti
diikat.

Nyeri
sekitar/belakan
g bola mata
(+/- 30 menit)
terus-menerus
& tajam,mata
merah berair.

Nyeri
unilateral,
secara
berulang
&hillang
timbul (+/4-72jam)

Nyeri unilateral yang


berat rasa menusuk,
pada rahang & wajah
khas di maksilamandibula terus
menerus (+/- 30
menit).

KELUHAN
TAMBAHAN

Mual/Muntah(-),
Anoreksi (+),

Mual/Muntah(-),
Anoreksi (+),

Mual,munta
h, fotofobia,

Mual/Muntah(-),
Anoreksi (+),

PEM.FISIK

*TV (dbn),
perhatikan
khusus
TD&Tekanan
Bola mata.
*Neurologi(-)
Kepala,leher,m
otorik,refleks,se
nsorik.
*Daya
Ingat,untuk
menyingkirkan
tumor dll

*TV (dbn),
perhatikan
khusus
TD&Tekanan
Bola mata.
*Neurologi(-)
Kepala,leher,
motorik,reflek
s,sensorik.

*TV (dbn),
perhatikan
khusus TD.
*Neurologi(-)
Kepala,leher,m
otorik,refleks,se
nsorik.

*TV (dbn),
perhatikan
khusus
TD&Tekanan
Bola mata.
*Neurologi(-)
Kepala,leher,
motorik,reflek
s,sensorik.

PEM.PENUNJAN
G

(-)

Ct-Scan,Tcd

Ct-Scan,Tcd

Ct-Scan,Tcd

TERAPI

-Edukasi
-Analgetik &
Nsaid
-Amitriptilin
(jika perlu)

-Edukasi
-Analgetik &
Nsaid
-Amitriptilin
(jika perlu)

-Hindari
stimulus
-Analgetik
spesifik &
nonspesifik
-Edukasi

-Anti konvulsi
(menurunkan
hiperaktivitas
nukleus n.v)

- Keluhan
tidak
membaik
setelah terapi

- Keluhan
tidak
membaik
setelah terapi

- Keluhan
tidak
membaik
setelah terapi

- Keluhan
tidak
membaik
setelah terapi

KRITERIA
RUJUK

TIPE NYERI KEPALA

KESIMPULAN
1. Nyeri kepala merupakan keluhan yang sering
dijumpai dalam praktek sehari-hari, sekalipun demikian
jarang yang disebabkan oleh kelainan struktural otak. Bila
anamnesis/riwayat penyakitnya sesuai dengan salah satu
jenis nyeri kepala, dan pemeriksaan fisik dan neurologik
tidak menemukan kelainan, umumnya tidak diperlukan
pemeriksaan tambahan.
2. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan
radiologi (foto Rntgen kepala, CT scan), pemeriksaan
elektro- fisiologik (EEG, EMG, potensial cetusan) atau
pemeriksaan laboratorium lain dilakukan hanya bila
terdapat
ada- nyaterutama
penyakitlgangguan
3.
Diagnosiskecurigaan
umumnya ditegakkan
berdasarkan
struktural pemeriksaan
otak
atau fisik
penyakit
sistemikdilakukan
yang
anainnesis,
dan neurologik
mendasarinya.
untuk
mendeteksi adanya kelainan yang (mungkin)
mendasari keluhan Tersebut. Keluhan nyeri kepala yang
perlu diwaspadai ialah yang berubah sifatnya dan keluhan
sebelumnya, yang progresif, disertai dengan gejala
(neurologik) lain dan yang disertai gejala- gejala sistemik.

INTERMEZZO
Pemeriksaan Fisik Neurologi secara umum :
I. KEADAAN UMUM (Kualitatif)
A. KESADARANyaitu merupakan suatu keadaan yang
mencerminkan pengintegrasian impuls aferen dan eferen.
1. Aspek psikiatrik : berhubungan dengan perubahan kesadaran
2. Aspek neurologi : berhubungan dengan penurunan kesadaran
1. Komposmentis :

Kesadaran normal

2. Somnolen : Mengantuk, Mata tampak cenderung menutup,


Masih dapat dibangunkan dengan perintah, Masih dapat
menjawab pertanyaan meskipun sedikit bingung.
3. Stupor atau sopor: Lebih rendah dari somnolen, Mata
tertutup, Dengan ran gsang nyeri atau suara keras baru mau
membuka.
4. Semi koma: Mata tetap tertutup, Hanya mengerang tanpa
arti
5. Koma: Penurunan kesadaran paling rendah.

I. KEADAAN UMUM (Kuantitatif)


I. Reaksi membuka mata (E)
4 = buka mata spontan
3 = buka mata bila di panggil (dengan rangsang suara)
2 = buka mata bila dirangsang nyeri
1 = tidak buka mata dengan rangsangan apapun
II. Reaksi bicara ( V )
5 = komunikasi verbal baik, jawaban tepat
4 = bingung, disorientasi waktu, tempat dan orang
3 = dengan rangsangan hanya ada kata-kata tapi tak berbentuk kalimat
2 = dengan rangsangan hanya ada suara tapi tak berbentuk kata
1 = tak ada suara dengan rangsangan apapun.

III. Reaksi motorik ( M)


6 = mengikuti perintah
5 = mengetahui tempat rangsangan nyeri dengan menolak rangsangan
4 = dengan rangsangan nyeri menarik anggota badan
3 = dengan rangsangan nyeri timbul reaksi fleksi abnormal
2 = dengan rangsangan nyeri timbul reaksi ekstensi abnormal
1 = dengan rangsangan nyeri tak ada reaksi

II. PEMERIKSAAN KHUSUS


A. MENINGEAL SIGN (Rangsang selaput otak)
Saat terdapat peradangan pada selaput otak (meningitis)
atau terdapat benda asing (darah, pada perdarahan sub
arahnoid) maka akan terjadi iritasi meningeal dan
menimbulkan rangsang selaput otak. Manifestasi
subyektif dari keadaan ini adalah berupa sakit kepala,
kuduk terasa kaku, fotofobia, dan hiperakusis.
1. KAKU KUDUK
Cara:
Tangan pemeriksa ditempatkan dibawah kepala
pasien yang sedang berbaring, kemudian kepala ditekukan
(fleksi) dan diusahakan agar dagu mencapai dada. Selama
penekukan diperhatikan adanya tahanan. Bila terdapat
kaku kuduk kita dapatkan tahanan dan dagu tidak dapat
mencapai dada. Kaku kuduk dapat bersifat ringan atau
berat. Pada pasien dengan penurunan kesadaran maka
pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ekspirasi.

2. KERNIG
Pada pemeriksaan ini , pasien yang sedang berbaring difleksikan pahanya pada
persendian panggul sampai membuat sudut 90 derajat. Setelah itu tungkai bawah
diekstensikan pada persendian lutut sampai membentuk sudut lebih dari 135 derajat
terhadap paha. Bila teradapattahanan dan rasa nyerisebelum atau kurang dari sudut
135 derajat , maka dikatakan kernig sign positif.
3. BRUDZINSKY 1 = tanda leher, pemeriksaan ini dapat dilakukan bersamaan dengan
pemeriksaan kaku kuduk
CARA : - Tangan ditempatkan dibawah kepala pasien yg sedang berbaring, kemudian
tekukkan kepala sejauh mungkin sampai dagu mencapai dada
- Tangan yang satu SEBAIKNYA ditempatkan di dada px utk mencegah diangkatnya badan
+ jika fleksi kedua kaki
Lihat ada kelumpuhan/ tdk karena akan dapat memberikan gejala - palsu
4. BRUDZINSKY 2 = tanda tungkai kontra lateral
Pasien baring telentang kemudian tungkai yg akan dirangsang difleksikan pd sendi lutut,
tungkai atas difleksikan pd sendi panggul.
+ : Gerakan reflektorik berupa fleksi tungkai kontralateral pd sendi lutut & panggul
5. LASEGUE
Paisen berbaring, ekstensikan kedua kaki kemudian Fleksikan sendi panggul salah satu
kaki dan kaki lain tetap ekstensi, N : mencapai 70 derajad sblm timbul rasa sakit, pd or
tua hanya 60 derajat
+ Pd Px rangsangan selaput otak, iscialgia, iritasi plexus lumbosakral (HNP lumbalis)

B. NERVUS CRANIALIS
(Olfactorius,opticus,oculomotorius,trochlearis,trigeminus,
abducens,facialis,vestibulocochlearis,glosopharingeus,vagus,
accessorius,hipoglosus).
Sensoris khusus:
N. I = Penciuman
N. II = Penglihatan
N. VII dan N. IX = Perasa
N. VIII = Pendengaran

Motorik khusus:
Gerakan Bola Mata N. III; IV; VI
Ekspresi Muka N. VII
Menelan N. IX; X dan XII
Bicara N. IX; X dan XII
Motorik Leher dan Shoulder N. XI
Sensoris muka dan mengunyah N. V

TERIMA
KASIH