Anda di halaman 1dari 14

ASPEK MANAJEMEN

KEUANGAN BISNIS RITEL


I G.N. Erlangga Bayu Rahmanda P.
13 15 251 123

Perencanaan Keuangan Ritel


Efisiensi dan efektivitas operasional manajemen ritel akan

sangat dipengaruhi oeh kebijakan dan keputusan yang


diambil oleh ritel dalam memuaskan banyak pihak yaitu
pelanggan, karyawan, manajemen, maupun pemilik
modal.
Keputusan di bidang keuangan juga merupakan hal yang
penting dalam bisnis ritel. Keputusan keuangan adalah
komponen integral pada setiap aspek strategi ritel. Pada
bab ini, didiskusikan bagaimana ritel mengembangkan
strategi untuk mempertahankan keuntungan bersaing dan
sekaligus melihat sarana keuangan yang digunakan untuk
mengukur dan mengevaluasi pengelolaan kinerja secara
keseluruhan.

Model Keuntungan Strategis


Salah satu tujuan keuangan yang penting adalah

untuk mencapai imbal hasil atas aset (return on


asset ROA) yang tinggi.
Rasio Imbal Hasil Atas Aset (ROA) =
ROA dapat dibagi menjadi dua, yaitu
1. Alur Keuntungan (profit path) yang diukur oleh

margin laba bersih (net profit margin)


2. Alur Perputaran (turnover path) yang diukur oleh
perputaran asset (asset turnover).

Margin laba bersih (net profit margin) adalah seberapa

besar keuntungan (setelah pajak) yang didapat


perusahaan dibagi penjualan bersihnya.
Perputaran aset (asset turnover) dapat juga digunakan
untuk mengukur produktivitas aset yang diinvestasikan
dalam perusahaan, biasanya dihitung dengan membagi
laba bersih dengan total aset. Sedangkan return on asset
dapat diperoleh dari rumusan di bawah ini:
Margin Laba Bersih X Perputaran Asset = Return on Asset

Alur Keuntungan
Informasi yang digunakan untuk
menganalisis alur keuntungan dapat berasal dari
laporan laba rugi sebuah perusahaan ritel.
Beberapa komponen utama dalam laporan laba
rugi adalah sebagai berikut:
1. Penjualan Bersih
2. Margin Laba Kotor
3. Beban
4. Keuntungan Bersih

Penjualan bersih (net sales)

Dapat diketahui dari jumlah total rupiah yang diterima oleh


ritel setelah dikurangi semua pembayaran kembali pada
konsumen untuk barang-barang yang dikembalikan.
Penjualan bersih = Jumlah penjualan kotor Retur
penjualan Utang konsumen
Margin laba kotor (gross profit margin)

Margin laba kotor = Penjualan bersih Harga pokok


penjualan

Beban.

Beban (expenses) adalah biaya yang terjadi dalam aktivitas


normal yang dilakukan dalam bisnis untuk mendapatkan
penghasilan. Beberapa beban dapat dikategorikan sebagai
berikut:
Beban Penjualan = Gaji staf penjualan + Komisi + Manfaat
Beban Umum = Sewa + Utilitas + Beban lain-lain
Beban Administrasi = Gaji semua karyawan selain tenaga
penjualan + Beban operasi kantor + Administrasi beban
pembelian lain
Keuntungan Bersih

Keuntungan bersih (net profit) adalah ukuran pengelolaan


perusahaan keseluruhan. Keuntungan bersih dapat diperoleh
sebelum atau sesudah pajak.
Keuntungan bersih = Margin kotor Beban

Alur Perputaran
Informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis alur

perputaran (turnover path) perusahaan adalah pos-pos


yang berasal dari neraca saldo, seperti aset, kewajiban,
dan sebagainya.
Aset atau aktiva (asset) adalah sumber-sumber ekonomi
(seperti inventaris atau perlengkapan- perlengkapan toko)
yang dimiliki atau dikontrol oleh perusahaan sebagai hasil
transaksi atau peristiwa,
Kewajiban (liabilities) adalah segala kewajiban
perusahaan untuk membayar tunai atau sumber-sumber
ekonomi lain sebagai hasil dari keuntungan-keuntungan
masa lalu, sekarang, atau keuntungan masa depan.

Aktiva Lancar (Aset Lancar (current assets) adalah aset-

aset yang bisa diubah menjadi uang dalam waktu satu


tahun.
Aset Lancar = Uang yang diterima + Persediaan barang
dagangan + Aktiva lancar lain
Aktiva Tetap (fixed assets) adalah aset yang

membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk


mengubahnya menjadi tunai. Dalam bisnis ritel, aktiva
tetap biasanya terdiri atas bangunan, perabotan, dan
peralatan.
Aset Tetap = biaya perolehan aktiva depresiasi

Perputaran Aset

Perputaran aset (asset turnover) adalah ukuran pengelolaan keseluruhan dari bagian
aset pada neraca saldo.
Perputaran Aset =
Kewajiban, Kewajiban lancar (current liabilities) adalah utang-utang yang diharapkan

dibayar paling tidak dalam jangka waktu satu tahun. Kewajiban yang paling penting
adalah :
Utang dagang
Wesel bayar
Utang-utang lainnya,
Kewajiban jangka panjang,
Hak pemilik, juga disebut hak para pemegang saham, mewakili sejumlah asset pemilik
perusahaan ritel setelah semua kewajiban terpenuhi.
Dalam istilah akuntansi, hubungan tersebut dapat diperoleh dengan cara:
Hak para pemilik = Total aktiva Total Kewajiban

Model Keuntungan Strategis

Penjualan
Bersih

Harga Pokok
Penjualan

Sumber : Levy & Weitz, 2004


Margin Kotor

Laba Bersih
sebelum pajak
Beban Operasi

Laba Bersih
setelah Pajak

Beban Total

Margin Laba
Bersih

Pajak

Beban Bunga

Penjualan
Bersih
Piutang Usaha

Return on
Assets

Persediaan
Barang
Dagangan

Penjualan
Bersih
Total Aset
Lancar

Kas

Aset Lancar
Lain

Aset Total
Aset Tetap

Perputaran Aset

Margin Laba Bersih X Perputaran Asset = Return on Asset

Beberapa Indikator Keuangan dalam Ritel


Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan dalam mengukur
kinerja keuangan dalam bisnis ritel antara lain:
1. Margin kotor

2.

Biaya Opersional toko sebagai persentase penjualan

3.

Persentase margin kotor


Analisi per kategori
Markdown/ kerusakan
Persediaan barang
Margin kotor per meter persegi (m2)
Gaji: produktivitas per karyawan
Biaya sewa
Depresiasi
Listrik
Total Biaya operasi toko

Margin kontribusi
Selisih antara margin kotor dengan biaya operasional toko
Perbandingan antar toko dan rata-rata perusahaan.

Pengaturan untuk Tujuan Pengelolaan


Keuangan
Pengaturan tujuan pengelolaan meliputi (1) hasil
pengelolaan yang sering kali dinyatakan dalam indeks yang
dibandingkan dengan kemajuan yang dapat diukur, (2) kerangka
waktu dimana tujuan harus dicapai, dan (3) sumber-sumber
yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengaturan kinerja tujuan dapat disusun dengan
memerhatikan hal sebagai berikut:
1. Proses atas-bawah versus bawah-atas
2. Kemampuan untuk dapat dipertanggungjawabkan
(akuntabilitas)
3. Pengukuran pengelolaan
4. Jenis-jenis pengukuran
5. Audit penjualan
6. Kendali terhadap persediaan