Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

GENERAL ANESTESI PADA NEFROLITHIASIS


DIAJUKAN KEPADA:
DR. GUNAWAN, SP.AN
DISUSUN OLEH:
ILHAM GUSTIAN RONI, S.KED
BAGIAN/SMF ILMU ANESTHESIOLOGY
RSUD BLUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA
2015

IDENTITAS PASIEN

NAMA

: MUTIA

UMUR

: 21 TAHUN

JENIS KELAMIN

: PEREMPUAN

SUKU BANGSA

: ACEH

PEKERJAAN
ALAMAT

: WIRASWASTA

: PULAU TEUNGOH, ACEH BARAT

PENDIDIKAN

: SD (TIDAK TAMAT)

NO CM : 32-22-32
TANGGAL OPERASI : 31 AGUSTUS 2015

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT


KU : NYERI PINGGANG SEBELAH KANAN SEJAK 1 TAHUN SMRS
TELAAH : PASIEN PEREMPUAN USIA 21 TAHUN DATANG RSUD CUT
NYAK DIEN MEULABOH DENGAN KELUHAN NYERI PINGGAN
SEBELAH KANAN SEJAK 1 TAHUN SMRS. NYERI BERSIFAT HEBAT
SEHINGGA PASIEN SENANG UNTUK MEMBUNGKUS. NYERI YANG
DIRASAKAN HILANG TIMBUL.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
TBC (TAHUN 2013)
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
DI KELUARGA PASIEN TIDAK ADA YANG MENDERITA SAKIT YANG
SAMA SEPERTI INI.

RIWAYAT PENGOBATAN
PASIEN BELUM PERNAH BEROBAT SEJAK KELUHAN NYA
TIMBUL.

RIWAYAT ANESTESI
PASIEN TIDAK PERNAH DILAKUKAN OPERASI DAN
ANESTESI SEBELUMNYA.

VITAL SIGN

TD :
100/70mm
Hg

Pulse :
99x/i

RR : 24x/i

Term :
36,8C

KEADAAN
UMUM

Compos
mentis

PEMERIKSAAN LAB
Pemeriksaan

Hasil

Nilai normal

Leukosit

10 500

5000-10000/ul

Eritrosit

3.6

4 6 jt/mm3

Haemoglobin

11.5

12-17g/dl

Hematokirt

34,2

35-50%

Trombosit

312 000

150000-450000/mm3

Jenis
Pemeriksaan

Satuan

Hasil

Rujukan

Kuning Keruh
(-)
(-)
(-)
1,020
6,0
(-)
(-)
(-)
(-)

Kuning
Negatif
Negatif
Negatif
1,005-1,030
5-8
Negatif

Negatif
Negatif

Urinalisis
Urin Lengkap :
Warna
Glukosa
Bilirubin
Keton
Berat Jenis
pH
Protein
Urobillinogen
Nitrit
Darah

Sedimen Urin
Eritrosit
Leukosit
Epitel
Casts
Kristal
Lain-lain

LPB
LPB
LPB

LPB
LPB

2-4
1-2
1-2

<3
<6

Negatif

Ginjal
Ureum
Kreatinin

mg/dL
mg/dL

26,87
1,24

15-45
0,45-0.9

DIAGNOSA PRA
BEDAH

nefrolithia
sis

Tindakan yang
akan dilakukan

Nefrolitot
omi

Nama
Umur

Mutia

Ruang

Bedah

Premedikasi

Petidine 75mg +
Dexametason

Diagnosa pra bedah

Batu Pyelum

Diagnosa pasca
bedah

Nefrolithiasis

Jenis anestesi

GA+ Endotraceal
Tube + Nafas
Kontrol

Induksi

Propofol

Pemeliharaan

O2 + N2O + Halotan

Ijin operasi

(+)

Tanggal operasi
Jenis operasi

Nefrolitotomi

Anestesi

GA

Tekhnik

Intubasi ETT 7.0


dengan nafas
kontrol

Keadaan umum

Sedang

GCS

15

Riwayat penyakit

TBC (2013)

Kriteria ASA

ASA 1

Ahli anestesi

Dr. Gunawan, Sp.An

Ahli bedah

Dr. Muhammad
Ridha, Sp.U

Perawat anestesi

Fahmi

PEMBAHASAN
(BATU GINJAL)

Defini : Batu ginjal adalah


keadaan terdapat satu atau
lebih batu dalam pelvis atau
kaliks ginjal

Faktor resiko :
Intrinsik
(riwayat
keluarga,umur,gender)
Ekstrinsik
(diet,intake cairan,gout)

Komposisi :
Kalsium (oksalat,fosfat)
Asam urat
Struvit
sistin

Patogenesis :
Interaksi
Supersaturasi
Ph urin

DIAGNOSIS
ANAMNESA (NYERI KOLIK,HEMATURI)
P.FISIK (RETENSI URIN,HIDRNEFROSIS)
LAB (URINALISIS,RADIOLOGI)
TERAPI
ANALGETIK,CA CHANEL BLOKER,SPASMOLITIK,A
BLOKER
BEDAH ESWL,URS,PCNL,OPEN
PENCEGAHAN
BANYAK MINUM
DIET RENDAH PROTEIN

GENERAL ANESTESI
ANESTESI

KEADAAN DENGAN TIDAK ADA RASA NYERI.

ANESTESI UMUM
HILANGNYA PERSEPSI TERHADAP
SEMUA SENSASI AKIBAT INDUKSI OBAT. DALAM HAL INI,
SELAIN HILANGNYA RASA NYERI, KESADARAN JUGA HILANG

PENILAIAN PRABEDAH
1. ANAMNESA
2. PEMERIKSAAN FISIK
3. PEMERIKSAAN LABORATURIUM
4. KEBUGARAN UNTUK ANESTESI
5. STATUS FISIK
6. MASUKAN ORAL
7. PREMEDIKASI

PREMEDIKASI :
1. MEREDAKAN KECEMASAN DAN KETAKUTAN
2. MEMPERLANCAR INDUKSI ANESTESI
3. MENGURANGI SEKRESI KELENJAR TUBUH DAN BRONKUS
4. MEMINIMALKAN JENIS OBAT ANESTESI
5. MENGURANGI MUAL MUNTAH PASCA BEDAH
6. MENCIPTAKAN AMNESIA
7. MENGURANGI ISI CAIRAN LAMBUNG
8. MENGURANGI REFLEKS YANG MEMBAHAYAKAN

FISIK PASIEN PRA ANESTESI TERBAGI PASIEN KEDALAM 5


KELOMPOK
ASA 1, YAITU PASIEN DALAM KEADAAN SEHAT YANG MEMERLUKAN
OPERASI.
ASA 2, YAITU PASIEN DENGAN KELAINAN SISTEMIK RINGAN SAMPAI SEDANG
BAIK KARENA PENYAKIT BEDAH MAUPUN PENYAKIT LAINNYA. CONTOHNYA
PASIEN BATU URETER DENGAN HIPERTENSI SEDANG TERKONTROL, ATAU
PASIEN APENDISITIS AKUT DENGAN LEKOSITOSIS DAN FEBRIS.
ASA 3, YAITU PASIEN DENGAN GANGGUAN ATAU PENYAKIT SISTEMIK BERAT
YANG DIAKTIBATKAN KARENA BERBAGAI PENYEBAB. CONTOHNYA PASIEN
APENDISITIS PERFORASI DENGAN SEPTI SEMIA, ATAU PASIEN ILEUS
OBSTRUKSI DENGAN ISKEMIA MIOKARDIUM.
ASA 4, YAITU PASIEN DENGAN KELAINAN SISTEMIK BERAT YANG SECARA
LANGSUNG MENGANCAM KEHIDUANNYA.
ASA 5, YAITU PASIEN TIDAK DIHARAPKAN HIDUP SETELAH 24 JAM
WALAUPUN DIOPERASI ATAU TIDAK. CONTOHNYA PASIEN TUA DENGAN
PERDARAHAN BASIS KRANI DAN SYOK HEMORAGIK KARENA RUPTURA
HEPATIK

INDUKSI :
Intravena
Intramuskular
Inhalasi
Per rectal
Mencuri

OBAT ANESTES INHALASI


VOLATILE LIQUID

GAS ANESTHETIC

1. CHLOROFORM

1. CYLOPROPANE

2. DIETIL ETER

2. ETILEN

3. ETIL KLORIDA

3. NITROGEN OKSIDA

4. HALOTAN
5. METOKSIFLURAN
6. TRIKOETILEN
7. ENSFLURAN
8. ISOFLURAN
9. DENSFLURAN

SIFAT ANESTESI UMUM YANG IDEAL ADALAH:


(1) BEKERJA CEPAT, INDUKSI
DAN
PEMILIHAN BAIK.
(2) CEPAT MENCAPAI
ANESTESI YANG DALAM.
(3) BATAS KEAMANAN
LEBAR.
(4) TIDAK BERSIFAT TOKSIS.

UNTUK ANESTESI YANG


DALAM DIPERLUKAN OBAT
YANG SECARA LANGSUNG
MENCAPAI KADAR YANG
TINGGI DI SSP (OBAT
INTRAVENA) ATAU TEKANAN
PARSIAL YANG TINGGI DI SSP
(OBAT IHALASI).
KECEPATAN INDUKSI DAN
PEMULIHAN BERGANTUNG
PADA KADAR DAN CEPATNYA
PERUBAHAN KADAR OBAT
ANASTESI DALAM SSP
(MUNAF, 2008).

TAHAP ANESTESI

TATALAKSANA JALAN NAFAS


ANATOMI
HIDUNG (MENUJU NASOFARING)
MULUT (MENUJU OROFARING)

OBSTRUKSI JALAN NAFAS


TANDA TANDA OBSTRUKSI JALAN NAFAS

STRIDOR
NAFAS CUPING HIDUNG
RETRAKSI TRAKHEA
RETRAKSI THORAC
TAK TERASA ADA UDARA EKSPIRASI

MANUVER TRIPLE AIRWAY


KEPALA EKSTENSI PADA SENDI ATLANTO-OKSIPITAL
MANDIBULA DIDORONG KEDEPAN
MULUT DIBUKA

JALAN NAFAS FARING


(NPA,OPA)

JIKA MANUVER TRIPLE AIRWAY KURANG BERHASIL MAKA


DAPAT DIPASANG JALAN NAFAS LEWAT MULUT,DAN HIDUNG

FACE MASK (SUNGKUP MUKA)

MENGANTAR
UDARA/GAS
ANESTESI DARI
ALAT RESUSITASI
ATAU SISTEM
ANESTESI KE
JALAN NAFAS
PASIEN

SUNGKUP LARING (LMA)


DIKENAL 2
MACAM SUNGKUP
LARING,SUNGKUP
LARING STANDAR
DENGAN 1 PIPA
NAFAS DAN
SUNGKUP LARING
DENGAN 2 PIPA
YAITU SATU PIPA
NAFAS STANDAR
DAN LAINYA PIPA
TAMBAHAN YANG
DISTALNYA
MENGARAH KE
ESOFAGUS

PIPA TRAKEA (ENDOTRAKHEAL TUBE)

LARINGOSKOPI

PENYULIT INTUBASI
LEHER PENDEK
MANDIBULA MENONJOL
MAKSILA/GIGI DEPAN MENONJOL
UVULA TIDAK TERLIHAT (MALLAMPATI 3,4)
GERAK SENDI TEMPORO MANDIBULAR TERBATAS
GERAK VERTEBRAE SERVICAL TERBATAS

KESULITAN INTUBASI

EKSTUBASI
EKSTUBASI DITUNDA SAMPAI PASIEN BENAR BENAR
SADAR
EKSTUBASI DIKERJAKAN UMUMNYA PADA ANESTESIA
SUDAH RINGAN DENGAN CATATATAN TIDAK TERJADI
SPASME LARING
SEBELUM EKSTUBASI BERSIHKAN RONGGA MULUT
LARING FARINGDAN SEKRET DAN CAIRAN LAINYA/

Terima kasih