Anda di halaman 1dari 6

Psikologi Industri Organisasi

Psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
dan proses mental yang melatarbelakanginya.
4 Daya belajar Psikologi :
-

Observasi
Dialog
Introspeksi, yaitu bagaimana melakukan evaluasi diri dan membangun diri
kita sendiri dengan psikologi
Empati, yaitu
Bagaimana kita memahami orang lain
Bagaimana kita tidak melakukan hal yang kita tidak suka orang lain
lakukan terhadap kita

Syarat Ilmu
-

Punya Sistematika yang mengatur, terbagi 2 yaitu teoritis dan praktis


Bersifat Universal
Ada Metode untuk mengumpulkan dan mengembangkannya, terbagi 2 yaitu
eksperimental dan non-eksperimental
Ada Objek

Mengapa Penting Mempelajari PIO?


-

Paradigma berubah; HR is the most important asset


Manajer diharapkan mempunyai kemampuan sebagai HR Manager

4 Sub Konsep Definisi


-

Psikologi industri adalah sub disiplin dari psikologi


Memahami antara manusia dan lingkungan kerjanya
Mempelajari hubungan timbal balik antar manusia
Hadir memprbaiki kondisi kerja dan produktivitas kerja

From Self Concept to Self Management


Pada dasarnya setiap individu itu mempunyai keunikan masing masing. Setiap
individu tersebut mempunyai inner self yang berada di dalam dirinya yang susah
untuk diobervasi yang bisa mempengaruhi outer self yang berada di luar dari
dirinya.
Manusia berbeda-beda karena dominasi sifatnya yang berbeda pula. Oleh karena itu
disinilah adanya peran dari pemimpin terutama untuk bawahannya karena setiap
orang itu mempunyai inner self yang dapa mempengaruhi pemikiran perilakunya.

1. Self Concept , yaitu deskripsi diri seseorang dan jawaban dari pertanyaan
tentang siapa dirinya
Terdiri dari 3 hal, yaitu :
- Self References
- Self Schema
- Future Self
2. Self Esteem
Self Esteem adalah evaluasi dari self concept. Self esteem menjelaskan
tentang seberapa besar seseorang menghargai dirinya dari hasil deskripsi
dirinya (Self Concept).
-

Cara membangun Self Esteem :


Live Consciously
Yaitu hidup di masa kini dan siap untuk hidup di masa depan dan tidak terlalu
mengungkit-ungkit masa lalu.
Be Self Accepting
Yaitu jangan terlalu menjudge pikiran dan perilaku diri kita.
Take Personal Responsibility
Karena kita bertanggung jawab atas perbuatan kita, maka sebenarnya kita
bertanggung jawab atas diri kita.
Be Self Assertif
Adalah kemampuan kita untuk bisa menolak dengan cara yang baik. Self
esteem sesorang akan meningkat jika self assertif nya baik.
Live Purposely
Sesorang haruslah mempunyai tujuan hidup yang jelas. Orang akan
mempunyai self esteem yang rendah karena tidak punya tujuan hidup.
Have Personal Integrity
Seseorang dikatakan mempunyaiintegritas jika yang ia lakukan sesuai
dengan apa yang dikatakannya.

3. Self Efficacy
Adalah tingkatkeyakinan seseorang akan kemampuannya untuk
melakukan /menyelesaikan sesuatu
Self Efficacy Beliefs diperoleh dari :
- Prior Experience
- Behaviour Models
- Perusation from the other
- Assesment of physical / emotional state
4. Self Monitoring
Merupakan seberapa besar kemauan dan kemampuan seseorang untuk
beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Jika self monitoring seseorang
rendah, dia akan cenderung untuk mulai apatis.
Setiap orang dikatakan asset jika ia memiliki :
-

Willing to Work
Ability to Work

Jadi jika wiling dan ability to work seseorang rendah, maka dia bukan asset di
tempat tersebut. Tapi mungkin saja ia bisa menjadi asset / bintang di tempat lain.
Pada saat dimana terjadi revolusi industri, para kaum proleta ( pekerja ) selalu
mendapat tekanan kerja dari para kaum borjuis.
Untuk saat ini, berkembanglah Manajemen 2.0 yang pada dasarnya merupakan
suatu bentuk cara memanusiakan manusia yang mana yang dimaksudkan disinilah
adalah memperlakukan para karyawan atau bawahan dengan bagaimana yang
seharusnya.
Manajemen 2.0 berisi tentang :
-

Meningkatkan kepercayaan pada karyawan


Menghilangkan ketakutan dari karyawan
Mengurangi / memperpendek rantai komando
Siklus perencanaan yang pendek
Mengurangi control yang terlalu ketat
Humanisasi bahasa dan praktik bisnis

TEORI 4 LENSA
Teori 4 lensa terdiri dari :

Berfikir Sistem
Memahami Manusia
Memahami Pengetahuan
Memahami Variasi

Lensa di sini dianalogikan seperti lensa kacamata yang dapat mengubah cara
pandang kita. Filosofi 4 lensa adalah filosofi kepemimpinan. Dimana maksudnya
adalah kepemimpinan memiliki cara pandang yang berbeda yang bersifat
kemanusiaan, menggabungkan mata, hati dan fikiran manusia. Filosofi 4 lensa
merupakan ekstraksi dari pemahaman tentang sifat sifat manusia dan alam
kehidupan.
1. Berfikir Sistem
Statement ( Cara Pandang ) Lensa Sistem :
-

Harmonisasi dan kinerja tim ditentukan oleh anggota yang paling lemah,oleh
karena itu pemimpin harus memperhatikan masalah ini
Aktivitas antisipasi lebih penting dari aktivitas perbaikan

Dalam sebuah organisasi, setiap individu merupakan salah satu bagian dari
sistem. Sistem merupakan jaringan idependen. Maka setiap orang diharapkan
dapat berkerjasama dalam format lini.
Sikap mental dari berfikir sistem :
-

Berfikir sistem sebagai penyebab kinerja, yaitu tidak mencari kambing hitam
dan mengurangi kekhawatiran
Berfikir Operasional ( SIPOC )
Berfikir Non-Liner

Semakin besar lingkungan kekhawatiran, maka akan semakin sempit lingkaran


pengaruh dari karyawan. Jadi sesorang yang berada di lingkungan kekhawatiran
yang tinggi akan cenderung lebih bayak diam dan tidak berani menyampaikan
gagasan.
Seorang pemimpin yang baik tidak akan takut orang yang dibawahnya menyusul
ilmu nya. Hal ini sesuai dengan Umbrella Theory, ketika kita memberikan ilmu
pada orang lain, kita akan mempunyai ilmu yang berkali lipat dari sebelumnya.
Jika pemimpin paham teori lensa sistem, maka pemimpin tidak akan terlalu
mudah menyalahkan lingkungan, sebab jika tidak akan :
-

Menyebarkan energy negative


Menyebarkan ketakutan
Cenderung dishumanisasi

Sikap mental dan perilaku kunci lensa sistem :


Pemimpin harus melihat sistem secara keseluruhan, bukan orang per orang atau
komponen komponen saja.
Hal ini terkait dengan B Focal Prospective yaitu ketika kita membahas tentang
sistem kita harus mau membahas secara keseluruhan

Di dalam suatu perusahaan kita harus memperhatikan SIPOC + P


Supplier

Input

Proses

Output

Customer menuju Purpose

Kita harus memprhatikan hal inisecara keseluruhan karena jika satu elemen saja
yang hilang, maka akan mempengaruhi keseluruhan.

2. Memahami Manusia
Kita harus menyadari bahwa setiap human resources adalah salah satu asset
utama dalam perusahaan. human resources yang bisa dikatakan sebagai asset
adalah yang mempunyai kapabilitas dan work ethique yang baik di tempat
tersebut.
Setiap manusia pada dasarnya berbeda beda karena dominasi sifatnya dan
mempunyai keunikan yang berbeda beda pula. Hal itu yang menyebabkan ada
pengaruh yang berbeda beda dari yang pemimpin lakukan terhadap inner self
dari masing masing karyawannya yang nantinya juga akan mempengaruhi
outer self dari individu tersebut.
Elemen dari Human Capital itu sendiri adalah :
1.
-

Psychological Capital
Confidence
Hope
Optimist
Resiliance

2. Intelectual Capital
Intelectual Capital mencakup :
- Experience
- Skills
- Knowledge
- Capability
- Innovation
3. Emotional Capital
Emotional Capital ini mulai berkembang sejak adanya penemuan Daniel
Goleman bahwa ratusan CEO di dunia mempunyai EQ yang lebih besar dari IQ
nya. Hal ini membuktikan bahwa meskipun sesorang mempunyai tingkat
intelegensi yang bagus, hal terbut tidak akan menjamin jika dia tidak
mempunyai kemampuan secara emosional yang baik.
-

Emotional Capital mencakup :


Self Awareness

Yaitu merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali dirinya dengan baik.


Hal ini bisa dijabarkan dengan bagaimana seseorang mengetahui SWAN nya,
yaitu :

Strength : Jika individu tersebut menyadari apa kekuatan dari dirinya yang bisa
menunjang dalam kinerjanya
Weakness : Jika individu tersebut menyadari apa kelemahan dirinya yang bisa
mengganggu kinerjanya
Ambition : Setiap orang harus mempunyai ambisi dil dalam hidupnya agar tahu
apa tujuan, target dan apa yang ingin dicapainya didalam hidupnya
Need : Jika individu menyadari apa yang dibutuhkannya untuk mencapai cita
citanya
Self Regulation
Adalah seberapa besar kemampuan seseorang dalam mengatur dan
mengendalikan emosinya. Jika pada suatu saat seseorang mendapat kritikan dari
orang lain, seseorang dengan self regulation yang tinggi akan menganggap dan
berfikiran positif bahwa orang yang mengomentari tersebut sedang
mempertanyakan secara konsep apa yang sedang kita bahas atau bicarakan.
Self Motivation
Adalah bagaimana seorang individu mengendalikan dirinya untuk tetap
termotivasi akan sesuatu
Empathy
Empati merupakan salah satu dari 4 daya dari belajar psikologi. Dimana empati
bukan hanya kondisi dimana kita memahami orang lain, tetapi ketika kita juga
mampu untuk tidak melakukan hal yang kita tidak suka orang lain lakukan
terhadap kita.
Social Skill
Merupakan kemampuan untuk bisa berinteraksi dengan beragam level dan jenis
manusia. Di perusahaan bisa di contohkan dengan bagaimana kemampuan kita
untuk bisa berbicara dengan sesame rekan kerja, atasan, bawahan, bahkan
pelanggan.

4. Social Capital
Social Capital mencakup :
- Trust
- Network
- Civic Norus
Asumsi dalam memahami manusia :
-

Kebanyakan orang di kebanyakan waktu pada dasarnya ingin berbuat baik


Individu itu uni danmasing masing memiliki potensi yang luar biasa
Motivasi sudah ada dalam diri manusia, kita hanya perlu menyingkirkan
hambatannya