Anda di halaman 1dari 1

tribun kampus

RABU
18 FEBRUARI 2015

tribun-timur.com

13

Unibos Jalin Kerja Sama


dengan White House

akan diikuti 100 SLTA


se-Makassar dan sekitarnya, tambahnya.
English Camp tersebut
untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris
melalui game, dan outbond
versi bahasa Inggris. Selain
itu, ada juga temu tokoh,
seperti Pendiri Bosowa
Group, HM Aksa Mahmud,
Walikota Makassar, Rektor
Unibos dan lain sebagainya.(nit)

UIN Sosialisasikan
SNMPTN dan SPAN PTKIN

Beasiswa yang
Ditawarkan

Bidikmisi Pemprov Sulsel


Supersemar Unggulan Supersemar Biasa Bank BNI Bank
BI Kemenag Hadz

GOWA, TRIBUN - Universitas


Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan
sosialisasi Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di
Kampus II Samata, Samata,
Senin (16/2) lalu.
Selain itu, juga dilakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa
baru dari program Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Nasional (SPAN-PTKIN) .
Sosialisasi tersebut diikuti
para kepala sekolah atau
tenaga teknis sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat se-Kabupaten Gowa
dan Kota Makassar.
Menurut Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan
Kerjasama UIN Alauddin,
Dra Nuraeni Gani MM, sekolah yang hadir adalah SMAN
12 Makassar, SMAN 2 Makassar, SMAN 5 Makassar, SMAN

Beasiswa Lain
PADA kesempatan tersebut,
juga dijelaskan mengenai Program Bidikmisi bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang
mampu secara ekonomi dan
mempunyai prestasi akademik
tinggi dapat mengikuti seleksi
melalui SNMPTN.
Selain beasiswa bidik misi
UIN Alaudin juga menyediakan
beberapa beasiswa antara lain

citizen reporter

7 Makassar, MA Syekh Yusuf,


DDI Patonjo, dan MA Satria.
Kegiatan sosialisasi ini
juga dilaksanakan disejumlah
daerah di Sulawesi Selatan
untuk memberikan pemahaman kepada pihak sekolah
mengenai mekanisme proses
penerimaan mahasiswa baru
tahun 2015, kata Nuraeni.
Nuraeni menjelaskan, sistem seleksi nasional adalah
seleksi yang dilakukan oleh
seluruh perguruan tinggi
negeri yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia
dalam satu sistem terpadu,
baik melalui SNMPTN maupun SPAN-PTKIN.
Dimana, SNMPTN dikelola oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaa.
Sedangkan, SPAN-PTKIN
dikelola oleh Kementerian
Agama. Dalam proses seleksi
nasional tersebut, calon peserta pun tidak dikenakan
biaya pendaftaran.
Kami berharap, apa yang
diperoleh oleh peserta sosialisasi terkait mekanisme
maupun persyaratan untuk
mengikuti seleksi nasional
ini dapat diteruskan kepada
siswa, jelasnya.(nit)
beasiswa Pemerintah Provinsi
Sulawesi Selatan, Supersemar
Unggulan dan Supersemar
Biasa, Bank BNI, Bank BI,
Kemenag dan Hadz.
Siswa yang berprestasi tinggi
dan secara konsisten menunjukkan prestasi, layak mendapatkan kesempatan menjadi calon
mahasiswa di PTN. Dengan
demikian sekolah diberi kepercayaan merekomendasikan
siswanya untuk mendaftarkan
diri di seleksi nasional.(nit)

EEMP II
Mapala 09

Tujuan: Mount
Kilimanjaro
Lokasi: Tanzania,
Afrika Timur
Tinggi: 5895
Mdpl
Waktu: 17 Februari-3 Maret 2015
Anggota Tim
Ewako Merah Putih
II :
Nama: Sofyan
Lahir: Redak, 21 April 1991 Jurusan:
Teknik Sipil 2009
Nama: Muhammad
Yusuf (Lato) Lahir:
Sengkang, 14 Juli
1992 Jurusan: Teknik Elektro (2011)
Nama: Wahyudi
Lahir : Bone, 12 Maret 1991 Jurusan :
Teknik Mesin 2009
Nama: Andi Abdul
Rahim Lahir:
Ujung Pandang, 4
September 1992
Jurusan: Teknik Sipil
2010

MAKASSAR, TRIBUN - Mahasiswa Pecinta Alam


(Mapala) 09, Fakultas
Teknik Universitas Hasanuddin (FT UH) siap
menaklukan Mount Kilimanjaro, Tanzania,
Afrika Timur, melalui
Ekspedisi Ewako Merah
Putih II.
Ekspedisi akan berlangsung mulai 17 Februari hingga 3 Maret
mendatang. Sebanyak
empat atlet Mapala 09
FT-UH yakni Sofyan,
Wahyudi, Muhammad
Yusuf dan Andi Abdul
Rahim bakal berangkat
ke Tanzania, Afrika.
Wakil Rektor II Unhas
Prof Dr Muhammad Ali
MSi melepas keempat
atlet Mapala 09 yang
akan berangkat melaksanakan Ekspedisi Ewako
Merah Putih (EEMP) II

KETUA Umum
Mapala 09, Fakultas
Teknik, Unhas, La
Ode Ridwan pun
mengharapkan agar
seluruh tim Ekspedisi Ewako Merah
Putih dapat kembali
ke Indonesia dalam
keadaan sehat dan
selamat.
Hal senada juga
disampaikan ketu
tim Sofyan. Menurutnya, jika seluruh manajemen perencaan
yang telah disusun
dapat terlaksana
dengan baik, maka
seluruh tim dapat
menyelesaikan
eskpedisi dengan
baik pula.
Tentu kami berharap dapat pulang
dengan sehat tanpa
kekurangan satu
apapun dan kembali

berkumpul bersama
teman-teman di Makassar, ujarnya.
Setelah mampu
menyelesaikan Ekspedisi Ewako Merah
Putih di Mount Kilimanjaro, Mapala 09
Teknik Unhas kembali merencanakan
akan menaklukan
Mount Aconcagua
di Argentina pada
akhir tahun 2015
mendatang.
Sebenarnya
dalam ekspedisi ini,
rencananya akan
langsung dilanjutkan
ekspedisi ke Aconcagua. Hanya saja,
karena faktor cuaca,
keterbatasan dana,
dan waktu, ekspedisi
ke Aconcagua akan
dilakukan pada akhir
tahun 2015, jelas
Ridwan.(nit)

SEBANYAK 400-an siswa


Sekolah Menengah Atas
(SMA) dan sederajat di
Kabupaten Enrekang
mengikuti kegiatan Try
Out Ujian Nasional
2015, Sabtu-Minggu (1415/2/2015) lalu.
Siswa-siswi tersebut berasal dari delapan sekolah
yang ada di dua kecamatan
di Enrekang, yaitu Kecamatan Alla dan Kecamatan
Baraka.
Kegiatan ini digelar
Bimbingan Belajar Brilli-

@tribuntimur

Kata Mereka

MUHAMMAD YUSUF
Atlet Mapala 09

Watch video
Mapala 09 Unhas
Siap Taklukkan
Kilimanjaro:
http://youtu.be/
irNmLsoahQo

banyak bernilai negatif,


ujarnya.
Ia pun berharap, hal
tersebut dapat menjadi
motivasi bagi mahasiswa
Unhas lainnya untuk turut menorehkan prestasi
yang lebih baik lagi.
Anggota tim EEMP
II, Andi Abdul Rahim
menambahkan prestasi
yang akan mereka torehkan tersebut bukan
hanya milik Mapala 09
Fakultas Teknik Unhas,
melainkan prestasi
seluruh mahasiswa
pecinta alam lainnya di
Indonesia.
Ini bukan semata-mata prestasi kami,
kebetulan kami yang memiliki kesempatan untuk
berangkat, tambahnya.
(nit)

Semoga
ekspedisi ini
bisa berhasil
dengan lancar
dan temanteman yang
juga merencanakan akan
ke Mount Kilimanjaro dapat
terwujud
WAHYUDI
Atlet Mapala 09

Ini bukan
semata-mata
prestasi kami
tapi prestasi
bagi pencinta
alam di seluruh
Indonesia, kebetulan kami
yang memiliki kesempatan
untuk berangkat
ANDI ABDUL RAHIM
Atlet Mapala 09

A'pa Alliri, Modal Sosial Masyarakat Matajang di Enrekang


TRIBUN/NIT

mengikut seluruh pembahasan yang diberikan BC


Makassar, ujar Ayusari
Wahyuni, General Manager Brilliant College
Makassar.
Tak hanya itu, Bimbingan Belajar Brilliant College
Makassar juga memberikan
doorprize dan voucher
kepada peserta peringkat
lima besar dari masing-masing sekolah, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi
belajar siswa yang berhasil
memperoleh nilai tertinggi
pada try out ini.
Juliani, salah seorang siswa yang masuk dalam lima
besar peraih nilai tertinggi
di SMA Muhammadiyah
Kalosi untuk kelompok IPS
mengaku sangat senang
mengikuti try out ini. Terlebih, dirinya bisa meraih
nilai tertinggi pada kelompok yang diikutinya.(*)

Persiapan sudah
dilakukan
sejak Mei 2014,
tentu kami
berharap dapat
pulang dengan sehat tanpa
kekurangan satu apapun
dan kembali berkumpul
bersama teman-teman di
Makassar
SOFYAN
Atlet Mapala 09

Mahasiswa Unhas
WAKIL Rektor II Unhas
Prof Dr Muhammad Ali
MSi mengapresiasi kegiatan Ekspedisi Ewako
Merah Putih (EEMP) II ke
Mount Kiliminjaro tersebut. Sebelumnya Mapala
09 FT-UH menaklukkan
Mount Elbrus Rusia,
pada Oktober 2012 lalu.
Menurutnya, hal
tersebut adalah sebuah
kebanggaan bagi Unhas
yang mampu mewakili
Indonesia untuk berkiprah di dunia internasional dengan menaklukan
gunung yang disebut
atap Arka tersebut.
Unhas berharap prestasi ini bisa mengembalikan citra positif mahasiswa Unhas, dimana
selama ini pemberitaan
mengenai Unhas lebih

Semoga
manajemen
perencanaan
ekspedisi
Ewako Merah
Putih II bisa
berjalan dengan baik dan
kami bisa pulang kembali ke
Indonesia

Dari Sidang Promosi Doktor Drs Syamsul Bahri MSi di PPs UNM

400-an Siswa Enrekang Ikut Try Out UN


Ayusari
Wahyuni
Pengajar
Bimbingan
Brilliant
College melaporan dari
Enrekang

kan selama empat kali


antara lain jalan mulai
dari Parangloe hingga
Lembanna, mendaki ke
Gunung Bawakaraeng,
susur pantai dan terakhir simulasi di Gunung
Lompobattang.
Sofyan, salah satu tim
Ekspedisi Ewako Merah
Putih menambahkan,
medan Mount Kilimanjaro sangat bervariasi
mulai dari hutan, padang savana, padang
pasir hingga medan bersalju.(nit)

Pulang dengan Selamat Prestasi Bagi

Email: portaltribuntimur@gmail.com

ant College (BC) Makassar bekerjasama dengan


Himpunan Pelajar dan
Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) komisariat
Universitas Islam Negeri
(UIN) Alauddin Makassar.
Try Out berlangsung
selama dua hari. Pada
hari pertama, Sabtu
(14/2/2015), kegiatan
yang dilakukan adalah
pengerjaan soal ujian yang
dilakukan di sekolah masing-masing.
Pada hari kedua, Minggu
(15 /2/2015), dilakukan
pembahasan terhadap soal-soal yang telah diberikan
pada hari sebelumnya.
Pembahasan difokuskan
pada 2 tempat yaitu di
Aula MAN Baraka dan
Aula SMA muhammadiyah
Belajen.
Seluruh peserta Try Out
tampak sangat antusias

di Gedung Ipteks Unhas, Selasa (17/2).


Pelepasan tim Mapala
09 ini juga dihadiri sejumlah organisasi pencinta alam se-Makassar,
baik tingkat sekolah menengah atas maupun
perguruan tinggi.
Ketua Umum Mapala 09 Teknik Unhas,
La Ode Ridwan menjelaskan persiapan yang
dilakukan tim Ekspedisi Ewako Merah Putih
II untuk menaklukkan
gunung setinggi 5895
Mdpl dimulai sejak Mei
2014 lalu.
Ridwan menjelaskan
persiapan yang dilakukan mulai dari persiapan fisik, materi di kelas
baik terkait pengenalan
medan, manajemen simulasi, hingga perencanaan yang akan dilakukan di Kilimanjaro.
Sementara simulasi
yang dilakukan tim Mapala 09 FT UH disesuaikan dengan manajemen
maupun kerja sama tim.
Simulasi 4 Kali
Simulasi pun dilaku-

TRIBUN/NIT

SEMENTARA itu, Dekan


Fakultas Sastra Unibos Makassar Drs Masud Muhammadiah MSi mengatakan
kegiatan tryout TOEFL akan
dilaksanakan setiap tahun
sebagai ajang pengabdian
pada masyarakat di bidang
pendidikan.
Kegiatan ini mengawali
ajang Dies Natalis dan
akan ditutup juga dengan
kegiatan English Camp dari
Fakultas Sastra. English

Mapala 09 Teknik Unhas


Siap Taklukkan Kilimanjaro

TRIBUN/NIT

Digelar Tiap Tahun

TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN

EKSPEDISI EWAKO - Atlet Mapala 09, A Abdul Rahim (kedua dari kanan), Muhammad Yusuf (koordinator tim, ketiga dari kanan),
Sofyan, dan Wahyudi berfoto bersama WR II Unhas Prof Muh Ali (kedua dari kanan) saat pelepasan tim di Gedung Ipeks Unhas, Selasa
(17/2). Mereka akan berangkat dalam Ekspedisi Ewako Merah Putih II Mapala 09 Unhas ke Gunung Kilimanjaro, Tanzania.

TRIBUN/NIT

1.500 peserta baik siswa maupun mahasiswa.


100 peserta tryout yang
mendapatkan skor tertinggi
akan mendapatkan reward
bebas tes masuk Fakultas Sastra tahun ajaran 2016/2017,
kata Prof Saleh.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan
dapat menjaring calon mahasiswa baru yang berkualitas. Tahun 2014 lalu, hanya
sekitar 75 persen dari seluruh
pendaftar, dapat diterima
sebagai mahasiswa Unibos
Makassar.
Hal tersebut menunjukkan Unibos Makassar tidak lagi mengutamakan
kuantitas mahasiswa baru
yang diterima. Melainkan
mengutamakan kualitas
mahasiswa tersebut.
Ke depan kami berharap
Fakultas Sastra dapat menjadi
central education karena saat
ini sudah banyak permintaan
kerjasama baik dalam negeri
maupun luar negeri, tambahnya.(nit)

TRIBUN/NIT

MAKASSAR, TRIBUN - Universitas


Bosowa (Unibos) Makassar
menandatangani nota kesepahaman kerja sama antara
Fakultas Sastra Unibos dan
White House. Kerja sama
yang terjalin yaitu dalam hal
pengembangan kemampuan
Bahasa Inggris bagi sivitas
akademika Unibos Makassar.
Penandatanganan kerjasama dilakukan Rektor Unibos
Prof Dr M Saleh Pallu MEng
dan Direktur White House,
Risma Jufry. Prof Saleh didampingi Dekan Fakultas Sastra
Drs Masud Muhammadiah
MSi dan Wakil Rektor IV Prof
Dr A Muhibuddin MSi.
Salah satu kegiatan kerja
sama berupa Try Out Test of
English as a Foreign Language (TOEFL) yang telah
digelar di Balai Sidang Unibos
Makassar, Minggu (15/2)
lalu.
Kegiatan Tryout TOEFL
tersebut dilaksanakan sebagai
rangkaian peringatan Dies
Natalis Unibos Makassar ke
29. Kegiatan ini diikuti sekitar

Syamsul Bahri
APA Alliri merupakan lembaga
adat yang menjadi modal sosial
masyarakat Sub Etnik Matajang
di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Apa Alliri yang
berarti empat tiang mencerminkan adanya empat tokoh adat
yakni Tomatoa, Imang, Dulung
dan Sanro.
Demikian disampaikan Wakil
Ketua Pusat Study Integritas
(PSI) Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Drs Syamsul
Bahri MSi dalam sidang pro-

mosi doktor untuk meraih gelar


doktor dalam bidang Sosiologi
pada Program Pascasarjana
(PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (17/2).
Sidang tersebut dipimpin
Direktur PPs UNM Prof Dr
Jasruddin MSi dengan Prof Dr M
Idrus Abustam sebagai promotor, Dr Edward L Poelinggomang
dan Dr Jumadi MSi sebagai ko
promotor, serta Prof Dr Husain
Hamka MS, penguji eksternal.
Rektor Unibos Prof Dr M
Saleh Pallu M Eng bersama
seluruh jajaran dan pimpinan
fakultas se Unibos Makassar
turut hadir. Tidak hanya itu,
hadir pula seluruh pemuka adat
yang menjadi Apa Alliri dari
Kabupaten Enrekang.
Semua aktor Apa Alliri
memiliki habitus yang dominan
berlatar belakang sosial budaya
Matajang. Apa Alliri sebagai
lembaga adat menjadi wadah
atas kepentingan masyarakat

Matajang dalam mewujudkan


kehidupan sosial yang selaras,
harmonis, aman dan tentram,
ujarnya.
Syamsul menjelaskan, Apa
Alliri selalu tampil sebagai
status sosial dan simbolik. Hal
tersebut menunjukkan bahwa
sebagai institusi lokal memiliki
fungsi untuk menyelesaikan
berbagai konik sosial yang
terjadi di Masyarakat Matajang.
Apa Alliri pun diasumsikan
sebagai institusi lokal yang
bersifat merekatkan, menjembatani, dan menghubungkan
seluruh komponen sosial di
masyarakat untuk mewujudkan
masyarakat yang harmonis.
Menurutnya, kepercayaan
terhadap Apa Alliri masih
kental di masyarakat Matajang.
Meskipun demikian, sistem
pemerintahan adat ini dapat
berjalan berdampingan dengan
pemerintahan formal tanpa
menimbulkan pergesekan di

antara keduanya.
Apa Alliri bisa berjalan tanpa
bergesekan dengan pemerintah formal karena memiliki
perannya masing-masing. Undang-Undang No 6 Tahun 2014
memberikan peluang besar
bagi masyarkaat adat untuk
membuat sistem pemerintahannya sendiri, tambahnya.
Menurutnya, sebuah pemerintahan tanpa memperhatikan
faktor sosial dan kearifan lokal
sebuah daerah yaitu semakin maraknya korupsi dan
terjadinya persaingan untuk
memeroleh kekuasaan karena
melupakan nilai-nilai yang dipegang masyarakat adat.
Kepercayaan terhadap Apa
Alliri tidak hanya oleh masyarakat Matajang yang berada di
Kecamatan Maiwa, Kabupaten
Enrekang, melainkan juga
masih dipegang teguh oleh masyarakat Matajang yang berada
di daerah lain.(anita wardana)

Tribun Timur Berita Online Makassar