Anda di halaman 1dari 35
ANTIBIOTIK ( CEFALOSPORIN DAN TURUNANNYA) N E LY H AL I D I YA H 1
ANTIBIOTIK
( CEFALOSPORIN DAN TURUNANNYA)
N E LY
H AL I D I YA H
1 1 0 2 0 1 1 1 9 2

PENGERTIAN

PENGERTIAN Antibiotik berasal dari bahasa yunani : Anti (lawan), Bios (hidup). Antibiotik adalah Suatu zat kimia

Antibiotik berasal dari bahasa yunani :

Anti (lawan), Bios (hidup).

Antibiotik

adalah Suatu zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri ataupun jamur yang berkhasiat obat apabila digunakan dalam dosis tertentu dan berkhasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri dan toksisitasnya tidak berbahaya bagi manusia.

Cefalospori n Termasuk golongan antibiotika Betalaktam, yang memiliki cincin betalaktam dan mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan
Cefalospori
n
Termasuk golongan antibiotika
Betalaktam, yang memiliki cincin
betalaktam dan mempunyai
kemampuan untuk berikatan dengan
enzim Penicillin Binding Protein
dan membuatnya menjadi tidak
aktif, sehingga peptidoglikan tidak
akan terbentuk dan sintesis dinding
sel akan terhambat, dan dinding sel
bakteri pun akan rusak.
Penggolongan Cefalosporin Golongan Cefalosporin dibagi menjadi 4 generasi, diantaranya: No Nama Generasi Aktivitas Antimikroba 1 Cefadroxil
Penggolongan Cefalosporin
Golongan
Cefalosporin
dibagi
menjadi
4
generasi,
diantaranya:
No
Nama
Generasi
Aktivitas Antimikroba
1
Cefadroxil
1
2
Cephalexin
1
3
Cefazolin
1
Aktif terhadap bakteri gram positif dengan
keunggulan dari penisilin aktivitasnya
terhadap bakteri penghasil penisilinase.
4
Cephalotin
1
5
Cephradin
1
6
Cefaclor
2
7
Cefamandol
2
8
Cefmetazol
2
9
Cefoperazon
2
Kurang aktif terhadap bakteri gram positif
dibandingkan dengan generasi pertama
tetapi lebih aktif terhadap bakteri gram
negatif, misalnya H influenza, Pr
Mirabilis, E Coli dan Klebsiella.
10
Cefprozil
2
12 Cefditoren 3 13 Cefixim 3 Golongan ini umumnya kurang efektif dibandingkan dengan generasi pertama 14
12
Cefditoren
3
13
Cefixim
3
Golongan ini umumnya kurang efektif
dibandingkan dengan generasi pertama
14
Cefotaxim
3
terhadap bakteri gram positif tetapi jauh
15
Cefotiam
3
lebih
efektif
terhadap
16
Cefpodoxim
3
Enterobacteriaceae
termasuk
strain
17
Ceftazidim
3
penghasil penisilinase
18
Ceftizoxim
3
19
Ceftriaxon
3
20
Cefepim
4
Hampir sama dengan generasi ketiga
21
Cefpirom
4
KOMPOSISI : GENERASI 1 1. Cefadroxil Cefadroxil 500 kapsul, tiap kapsul mengandung: cefadroxil monohidrat setara dengan
KOMPOSISI :
GENERASI 1
1.
Cefadroxil
Cefadroxil 500 kapsul, tiap kapsul
mengandung: cefadroxil monohidrat
setara dengan cefadroxil anhidrat 500 mg
Cefadroxil 125 sirup kering, tiap 5 ml
sirup mengandung: cefadroxil monohidrat
setara dengan cefadroxil anhidrat 125 mg
Cefadroxil 250 sirup kering, tiap 5 ml
mengandung: cefadroxil monohidrat
setara dengan cefadroxil anhidrat 250 mg
FARMAKOLOGI:
Cefadroxil merupakan salah satu
antibiotik cefalosforin oral yang aktif
terhadap organisme gram positif dan
negatif, serta bakterisidal dengan cara
menghambat sintesis dinding sel bakteri.

INDIKASI:

Infeksi

saluran

pernafasan

yang

disebabkan

oleh

 
 

streptococcus pyogens (kelompok A beta-hemolytic sterptococci)

 

Infeksi kulit

dan jaringan lunak yang di sebabkan oleh

staphylococci dan/atau streptocci. Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh E.coli, p. Mirabillis dan klebsiella species.

KONTRA INDIKASI:

Pasien yang diketahui mempunyai alergi terhadap antibiotik golongan cefalosporin.

CARA PEMAKAIAN:

Untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan beta-hemolytic sterptococci, dosis cefadroxil harus diberikan selama minimal 10 hari. Untuk infeksi faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh beta-hemolytic streptococci pada pasien dewasa dan anak-anak, cefadroxil diberikan sesuai dengan dosis lazim dalam bentuk dosis terbagi (2 kali sehari) atau tunggal. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, Dosis cefadroxil harus disesuaikan dengan rata-rata klirens kretinin untuk mencegah terjadinya penimbunan obat.

CARA PEMAKAIAN: • Untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan beta-hemolytic sterptococci, dosis cefadroxil harus diberikan selama minimal
PERINGATAN DAN PERHATIAN : • Sebelum digunakan hendaknya dilakukan uji hipersentifitas terhadap cefalosforin dan penisislin. •
PERINGATAN DAN PERHATIAN :
• Sebelum digunakan hendaknya dilakukan uji hipersentifitas
terhadap cefalosforin dan penisislin.
• Derivat cefaloporin harus diberikan dengan hati-hati pada pasien
dengan riwayat hifersensitif terhadap penisilin
• Pemberian cefadroxil pada wanita hamil hanya jika benar-benar di
perlukan saja.
2. Cephalexin
KOMPOSISI:
Tiap kapsul mengandung cephalexin monohidrat setara
dengancephalexin 500 mg
FARMAKOLOGI:
Cephalexin adalah antibiotik semi sintetik yang
merupakan generasi antibiotik golongan cefalosporin.
Aktivitas antibakteri cephalexin dengan jalan
menghambat pembentukan dinding sel bakteri,
terutama dengan asilasi enzim transpeptidase.

INDIKASI:

INDIKASI: Cefalexin ditujukan untuk pengobatan infeksi ringan sampai sedangyang disebabkan mokroorganisme yang sensitif, seperti pada: Infeksi

Cefalexin ditujukan untuk pengobatan infeksi ringan sampai sedangyang disebabkan mokroorganisme yang sensitif, seperti pada: Infeksi saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak, tulang serta infeksi saluran kemih dan kelamin otitis media.

KONTRA INDIKASI:

pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap antibiotik sefalosporin

PERINGATAN:

PERINGATAN: Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin. Beberapa menyatakan bahwa cefalosporin harus dihindari

Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin. Beberapa menyatakan bahwa cefalosporin harus dihindari pada pasien yang memiliki reaksi hipersensitivitas tipe segera dan tipe delayed terhadap penisilin dan obat lain. Digunakan dengan peringatan pada pasien yang memiliki sejarah penyakit GI, khususnya kolitis.

GENERASI 2 KOMPOSISI: 1. Cefuroxim / Sefuroksim aksetil. Cefuroxim INDIKASI: Infeksi yang umum terjadi, infeksi saluran
GENERASI
2
KOMPOSISI:
1.
Cefuroxim / Sefuroksim aksetil.
Cefuroxim
INDIKASI:
Infeksi yang umum terjadi, infeksi saluran
kemih tanpa komplikasi, bronkhitis &
pneumonia, pielonefritis (radang ginjal
serentak dengan radang pasu ginjal), gonorrhea
tanpa komplikasi.
KONTRA INDIKASI:
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.

PERHATIAN:

PERHATIAN: Reaksi anafilaksis terhadap Penisilin. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan

Reaksi anafilaksis terhadap Penisilin.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL:

Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

KOMPOSISI: Cefaclor / Sefaklor monohidrat. 2. Cefaclor INDIKASI: Otitis media (radang rongga gendang telinga), infeksi saluran
KOMPOSISI:
Cefaclor / Sefaklor
monohidrat.
2. Cefaclor
INDIKASI:
Otitis media (radang
rongga gendang telinga),
infeksi saluran pernafasan
bagian atas & bawah,
infeksi saluran kemih,
infeksi kulit & jaringan
lunak, sinusitis, uretritis
gonokokal.
KONTRA INDIKASI:
Hipersensitivitas terhadap
cefalosporin.

PERHATIAN:

Hipersensitif terhadap Penisilin. Penggunaan jangka panjang. Gangguan fungsi ginjal. Interaksi obat: ekskresi cefaclor diperlambat oleh Probenesid. Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas cefalosporin.

PERHATIAN: • Hipersensitif terhadap Penisilin. • Penggunaan jangka panjang. • Gangguan fungsi ginjal. • Interaksi obat:
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL:

Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

GENERASI 3 1. Cefixime KOMPOSISI: Cefixime 100 Kapsul: Tiap kapsul cefixime 100 mengandung cefixime 100 mg.
GENERASI
3
1. Cefixime
KOMPOSISI:
Cefixime 100 Kapsul: Tiap kapsul cefixime
100 mengandung cefixime 100 mg.
Cefixime sirup kering: Tiap 5 ml suspensi
mengandung cefixime trihidrat setara
dengan cefixime 100 mg

FARMAKOLOGI:

FARMAKOLOGI: Cefixime bersifat bakterisid dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif, seperti cefalosporin

Cefixime bersifat bakterisid dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif, seperti cefalosporin oral yang lain. Mekanisme kerjanya yaitu menghambat sintesis dinding sel. Cefixime memiliki afinitas tinggi terhadap “Penicillin Binding Protein” 1 (1a, 1b, dan 1c) dan 3, dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung jenis organismenya. Cefixime stabil terhadap betalaktamase yeng dihasilkan oleh beberapa organisme, dan mempunyai aktivitas yang baik terhadap organisme penghasil betalaktamase.

INDIKASI:

Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan, antara lain:

saluran

kemih

tanpa

komplikasi

media

yang

disebabkan

oleh

dan

tonsillitis

yang

disebabkan

Infeksi

yang

disebabkan oleh E. coli dan Proteus mirabilis.

Otitis

Haemophilus

influenzae (strain betalaktamase positif dan negatif)

Faringitis pyogenes

oleh

S.

Bronkitis

akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi

akut yang disebabkan oleh S. pneumoniae dan H.

influenzae (strain betalaktamase positif dan negatif)

KONTRA INDIKASI:

Penderita dengan riwayat shock atau hipersensitif akibat beberapa bahan dari sediaan ini.

 

PERINGATAN DAN PERHATIAN:

   

Penggunaan selama kehamilan:

Sebaiknya sediaan hanya diberikan kepada penderita yang sedang hamil atau wanita yang hendak hamil, bila keuntungan terapetik lebih besar dibanding dengan resiko yang terjadi.

Penggunaan pada wanita menyusui:

 
 

Belum

 

diketahui

apakah

cefixime

diekskresikan

melalui

ASI.

 

Sebaiknya tidak menyusui untuk sementara waktu selama pengobatan

dengan obat ini. Penggunaan pada bayi baru lahir atau bayi prematur:

 

Keamanan dan keefektifan penggunaan cefixime pada anak-anak

 

dengan usia kurang dari 6 bulan belum dibuktikan (termasuk bayi baru lahir dan bayi prematur)

2. CEFTRIAXONE

2. CEFTRIAXONE KOMPOSISI Tiap vial mengandung ceftriaxon disodium setara dg ceftriaxon 1 g. FARMAKOLOGI: Ceftriaxon merupakan

KOMPOSISI Tiap vial mengandung ceftriaxon disodium setara dg ceftriaxon 1 g.

FARMAKOLOGI:

Ceftriaxon merupakan sefaloporin ke 3 dengan spektrum aktivitas anti bakteri yang luas dan masa kerja yang panjang. Spektrum aktivitasnya mencakup bakteri gram negatif dan gram positif, antara lain: H.influnzae, E. coli, Klebsiella sp., Pemberian secara parental, ceftriaxone cepat berdifusi kedalam jaringan dan cairan tubuh, dimana kadar bakterisidal obat akan bertahan selama 24 jam. Ikatan proteinnya adalah 80-90 %. Ceftriaxone dapat menembus sawar darah otak sehingga dapat di capai kadar obat yang cukup tinggi dalam cairan serebrospinal. Ekskresinya dalam bentuk aktif,melalui ginjal (60 %) dan hati (40 %),waktu paruh eliminasinya adalah 8 jam.

INDIKASI:

Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif terhadap ceftriaxon, seperti: infeksi saluran nafas, infeksi THT,infeksi saluran kemih, sepsis,meningitis,infeksi tulang,sendi dan jaringan lunak, infeksi intra abdominal, infeksi genital (termasuk gonore), profilaksis perioperetif, dan infeksi pada pasien dengan gangguan pertahanan tubuh.

terjadinya reaksi alergi silang
terjadinya
reaksi
alergi
silang

KONTRA INDIKASI:

Hipersensitif terhadap sefalosporin. Pada pasien yang hipersensitif terhadap penisilin,

di

kemungkinan

harus

perhatikan.

PERINGATAN DAN PERHATIAN:

Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat,kadar plasma obat perlu dipantau. Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil (Khususnya Trimester I) Tidak boleh diberikan pada neonatus (terutama prematur) yang mempunyai resiko pembentukan ensephalopati bilirubin. Pada penggunaan jangka waktu lama profil darah harus di cek secara teratur.

PERINGATAN DAN PERHATIAN: • Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat,kadar plasma obat

DOSIS CEFTRIAXONE

14 hari

: sehari

1x

20

-

50 mg/kg

Dewasa dan anak >12 tahun dengan BB >50kg : 1- 2g sekali sehari (atau dibagi dalam 2 dosis) tergantung dari jenis dan beratnya infeksi. Dapat dinaikkan sampai sehari 4g. Dosis total harian tidak boleh melebihi 4g.

Bayi

BB tidak

boleh lebih dari 50 mg/kg BB.

Bayi 15 hari -12 tahun : 20 - 80 mg/kg BB, satu kali sehari. Dosis intravena > 50mg/kg/ BB harus diberikan melalui infus paling cepat 30 menit.

CARA PEMAKAIAN:

Ceftriaxone dapat diberikan secara injeksi I.V dan I.M. Injeksi I.V.: Ceftriaxone 1 gram dilarutkan dalam 10 ml aquabidest/aqua pro injection dan selanjutnya disuntikan langsung I.V. selama 2-4 menit. Injeksi I.M. : Ceftriaxone 1 gram dilarutkan dalam 3,5 ml larutan lidokain 1 % dan disuntikan intragluteal dalam-dalam. Jangan menyuntikan lebih dari 1 gram pada sisi yang sama.larutan lidokain tidak boleh disuntikan I.V.

CARA PEMAKAIAN: Ceftriaxone dapat diberikan secara injeksi I.V dan I.M. Injeksi I.V.: Ceftriaxone 1 gram dilarutkan
GENERASI KOMPOSISI: 4 1. Cefepime 1 g Cefepim FARMAKOLOGI: Menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi
GENERASI
KOMPOSISI:
4
1.
Cefepime 1 g
Cefepim
FARMAKOLOGI:
Menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi
kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis.
INDIKASI:
Dewasa (≥ 16 tahun): Infeksi saluran nafas bawah, infeksi
saluran kemih atas dan bawah, infeksi kulit, infeksi intra-
abdominal, infeksi ginekologi, septikemia, demam
neuropenia
Anak
(2
bulan-16
tahun):
Pneumonia berat, demam
neutropenia.

KONTRA INDIKASI:

Hipersensitif terhadap antibiotik cefalosporin

berpotensi

nefrotoksis

uretik

poten

PERINGATAN DAN PERHATIAN:

Pregnancy category B

Hati-hati dengan pasien pada gangguan fungsi ginjal

Fungsi ginjal sebaiknya dimonitor jika obat-obat

yang

seperti

aminoglikosida dan

digunakan

bersama dengan cefepime

2. Sefpirom KOMPOSISI: Tiap vial mengandung: Serbuk kering steril cefpirome 1 g FARMAKOLOGI Cefpirome adalah antibiotik
2. Sefpirom
KOMPOSISI:
Tiap vial mengandung:
Serbuk kering steril
cefpirome 1 g
FARMAKOLOGI
Cefpirome adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-4
yang bersifat bakterisidal dan tahan terhadap enzim B -laktamase.
Cincin B -laktamnya bekerja dengan cara mengganggu sintesis
polimer dinding sel bakteri, yaitu peptidoglikan. Sifat bakterisidalnya
pada konsentrasi rendah melawan bakteri patogen gram negatif dan
positif karena cefpirome dapat masuk dengan cepat ke dalam dinding
sel bakteri dan memiliki afinitas yang tinggi untuk berikatan dengan
enzim target (ikatan penisilin-protein). Banyak strain bakteri yang
resisten terhadap sefalosporin atau aminoglikosida, ternyata sensitif
terhadap cefpirome.

INDIKASI lnfeksi saluran pernapasan bagian bawah (bronkopneumonia dan pneumonia lobaris). Komplikasi infeksi saluran kemih bagian atas (pielonefritis) dan infeksi saluran kemih bagian bawah. Infeksi kulit dan jaringan lunak (selulitis, abses kulit dan luka terinfeksi). lnfeksi pada pasien neutropenik. Bakteremia 1 septikemia. lnfeksi-infeksi berat, dari yang tercantum di atas.

INDIKASI • lnfeksi saluran pernapasan bagian bawah (bronkopneumonia dan pneumonia lobaris). • Komplikasi infeksi saluran kemih

KONTRAINDIKASI Hipersensitif terhadap cefalosporin.

PERINGATAN DAN PERHATIAN Hati-hati penggunaan cefpirome bersama dengan aminoglikosida atau obat-obat diuretik. Fungsi ginjal perlu dimonitor pada setiap pemberian. Dosis cefpirome harus disesuaikan dengan klirens kreatinin. Pada beberapa kasus, diare berat dan persisten pernah terjadi selama pemberian dan sesudah terapi dengan antibiotik dari golongan yang berbeda. lni bisa menyebabkan kolitis pseudomembran. simtomatik yang bisa berakibat fatal. Penggunaan cefpirome harus diberikan ekstra hati-hati pada pasien yang sensitif terhadap penisilin. Untuk pengobatan yang lamanya lebih dad 10 had, jumlah darah harus dimonitor dan pada kasus dimana berkembang neutropenia, maka sebaiknya terapi tidak dilanjutkan. Tidak boleh digunakan selama masa kehamilan & menyusu

PERINGATAN DAN PERHATIAN • Hati-hati penggunaan cefpirome bersama dengan aminoglikosida atau obat-obat diuretik. Fungsi ginjal perlu

KATEGORI OBAT Dibagi menjadi kategori A, B, C, D, dan X

KATEGORI OBAT Dibagi menjadi kategori A, B, C, D, dan X dosisnya melebihi US RDA* Obat

dosisnya melebihi US RDA*

Obat Kategori A:

adalah golongan obat yang pada studi (terkontrol) pada kehamilan tidak menunjukkan resiko bagi janin pada trimester 1 dan trimester berikutnya. Obat dalam kategori ini amat kecil kemungkinannya bagi keselamatan janin.

Contoh obat:

  • - Ascorbic acid (vitamin C) *masuk kategori C jika

  • - Folic acid *masuk kategori C jika dosisnya melebihi 0,8 mg per hari*, dll.

Obat Kategori B: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan

Obat Kategori B:

adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem

reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping, kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama, sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. Contoh obat:

  • - Ammonium chloride, Ammonium lactate *topical*

  • - Amoxicillin, Amphotericin B, Ampicillin, Atazanavir, Azatadine, Azelaic acid, Benzylpenicillin, Bisacodyl, Budesonide *inhalasi, nasal*, dll.

Obat Kategori C:

adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin. Sedangkan pada wanita hamil belum ada study terkontrol. Obat golongan ini hanya dapat dipergunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yang mungkin terjadi pada janin. Contoh obat:

Obat Kategori C: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya

Acetazolamide, Albendazole, Albumin, Allopurinol, Aluminium hydrochloride, Belladonna, Benzocaine, Calcium citrate, Captopril, Codeine, Dexamethasone, Dextromethorphan, Digitoxin, Dopamine, Ephedrine, Epinephrine, Fluconazole, Isoniazid, Mefenamic acid, Methyl prednisolone, dll.

Obat Kategoti D:

adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman.

Obat Kategoti D: adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Pada keadaan khusus obat

Amobarbital, Atenolol, Carbamazepine, Carbimazole, Cilazapril, Clonazepam, Diazepam, Lorazepam, Methimazole, Oxazepam, Tetracycline, Uracil, Voriconazole, dll.

Obat Kategori X: adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan

Obat Kategori X:

adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan bukti adanya resiko bagi janin. Obat golongan ini tidak boleh dipergunakan (kontra indikasi) untuk wanita hamil, atau kemungkinan dalam keadaan hamil. Contoh obat:

Acitretin, Alprotadil *parenteral*, Clomifen, Coumarin, Estazolam, Flurouracil, Flurazepam, Fluvastatin, Lovastatin, Nafarelin, nandrolone, Nicotine *po*, Oxytocin, Pravastatin, Quinine, Ribavirin, Stanozolol, Temazepam, tetosterone, Thalidomide, Triazolam, Triproretin,