Anda di halaman 1dari 27

Mulyana Kartika Sari

041211010
Gizi A 2012
Tugas Kesatu
1. Allspice

Berasal dari Jamaika dan Amerika Latin, seperti Guatemala, Honduras, Mexico,
dan Brazil. Pohon berdaun hijau dengan tinggi 7 (tujuh) sampai 12 (duabelas) meter.
Berry seukuran kacang polong, diambil saat masih hijau dan belum matang. Setelah
dikeringkan, warnanya akan berubah menjadi coklat kemerahan. Allspice dikatakan
memiliki campuran aroma dari Cloves, Cinnamon, dan Nutmeg. Berry-nya dijual secara
utuh atau bubuk. Biasanya digunakan untuk sari daging, kuah saus, asinan, sosis,
appetizer, fruitcake, pie, dan pengawet.
2. Aniseed (Adas Manis)

Aniseed (Pimpinella anisum) merupakan sejenis tumbuhan berbunga dari famili


Apiaceae yang berasal dari Mexico, Spanyol, Jerman, Turki, Itali, India, dan Rusia.

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan semusim dengan tinggi 30 (tigapuluh) sampai 50


(limapuluh) cm. Daun pada bagian dasar tumbuhan ini berbentuk sederhana,
panjangnya 2 (dua) sampai 5 (lima) cm, dan bercuping dangkal, sementara daun pada
bagian batang yang lebih tinggi berbentuk menyirip seperti bulu dan terbagi-bagi
menjadi banyak anak daun. Bunganya berwarna putih, berdiameter 3 (tiga) mm, dan
bergerombol banyak dalam payungan bunga. Buahnya merupakan skizokarp kering
berbentuk lonjong dengan panjang 3 (tiga) sampai 5 (lima) mm. Bijinya berbulu dengan
panjang sekitar 7 mm.
Mengandung komponen-komponen yang mirip akar manis, Aniseed memang
terasa manis dan memiliki wangi yang khas. Biasa digunakan untuk membuat camilan
yang tinggi kadar gula seperti yang berikut ini: Aniseed Ball (Britania Raya), Aniseed
Wheels (Selandia Baru), Pizzelle (Italia), Pfeffernusse (Jerman), dan Knott (Norwegia).
Aniseed juga digunakan untuk membuat minuman Meksiko, Atole de Ans atau
Champurrado yang sama dengan cokelat panas; minuman Turki Raki (minuman
beralkohol); Ouzo Yunani; Sambuca Italia; Absinthe spirit; kegemaran orang Arab, Arak;
beberapa Root beer seperti Virgil's Root Beer di Amerika Serikat; sebagai makanan
pencahar di India. Juga digunakan untuk membuat adonan roti, ketika menyiapkan
hidangan penutup dari Peru, Picarones.
Russian Aniseed dikatakan memiliki aroma paling bagus. Minyak Aniseed adalah
bahan dasar untuk obat flu, bisa secara utuh atau bubuk. Aniseed merupakan antiparasit
ringan dan daunnya bisa digunakan untuk merawat gangguan pencernaan, meredakan
sakit gigi, dan minyak atsirinya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit Lice dan
Kudis. Dalam keadaan segar dapat digunakan sebagai bumbu atau garnish.
Star Aniseed berasal dari tanaman berdaun hijau yang kecil di China Barat Daya. Biasa
bijinya sering dikunyah setelah makan untuk meningkatkan pencernaan dan mebuat
nafas segar. Di daerah Mediterania, Aniseed digunakan untuk membuat minuman
beralkohol, misalnya Arak (Libanon), Ouzo (Yunani) dan Raki di Turki. Di Thailand, adas
manis digunakan untuk memberi aroma pada teh. Di Pakistan, orang membuat
secangkir teh panas dengan menuangi sesendok makan Aniseed dengan air mendidih.
3. Cayenne (Cabe)

Berasal dari Jepang, India, Africa, dan Mexico. Produk dalam bentuk bubuk
dibuat dari hasil tanaman Capsicum yang kecil. Variasi warnanya dari orange
kemerahan hingga merah tua. Digunakan untuk menambah warna dan aroma bagi
masakan Mexico, Spaghetti, sup, dan stew. Harus digunakan secara hati-hati.
4. Chili Powder

Berasal dari Mexico. Bubuk ini merupakan paduan dari spices termasuk ground
Chili, ground Oregano, ground Cumin, Garlic powder, dan ground spices lainnya.
Digunakan sebagai bahan dasar dari kebanyakan masakan Mexico, juga sebagai
bumbu yang umum untuk telur, kerang, kuah sayuran dan Chili Concarne.

5. Paprika

Paprika (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa
manis dan sedikit pedas dari suku terong-terongan atau Solanaceae. Buahnya yang
berwarna hijau, kuning, merah, atau ungu sering digunakan sebagai campuran salad.
Dalam pengertian internasional, paprika dipakai untuk menyatakan hampir semua
varietas C. annuum, termasuk yang pedas. Nama-nama tertentu, seperti pepperoni,
diberikan untuk paprika dengan ciri penampilan, penggunaan, atau rasa yang khas.
Tanaman ini berasal dari Hungaria dan Spanyol. Namun kini tersebar luas dan
dibudidayakan di hampir semua daerah tropika dan subtropika.
Tanaman paprika umumnya tumbuh setinggi 50 (limapuluh) cm hingga 150
(seratus limapuluh) cm. Tanaman ini dapat cocok di berbagai iklim dan dapat tumbuh di
berbagai belahan dunia. Untuk budidaya dengan hidroponika tinggi bisa mencapai
3(tiga) hingga 4 (empat) m.
Di Spanyol, Paprika tumbuh dalam bentuk bulat, seukuran Apricot. Sementara
itu, di negara Balkan tumbuh dalam bentuk panjang dan kerucut. Di negara ini, kelopak
diasinkan dari 3 (tiga) hingga 25 (duapuluh lima) hari sebelum pengeringan terakhir.
Pengasinan dilakukan dengan cara menggantungkan kelopak di helaian panjang atau
mengulitinya di tempat yang dinaungi. Kelopak Paprika akan kering di bawah matahari
dalam waktu 5 (lima) hingga 15 (limabelas) hari.
Paprika yang baik berwarna merah tua dan sedikit manis, tetapi tidak terlalu
pedas. Buah paprika mengandung banyak vitamin C (150 - 250 mg/100 g). Biasanya
Paprika digunakan untuk adonan mentega dan keju, nasi, daging panggang, garnish
(hiasan) untuk masakan dingin, dan Hungarian Goulash.

6. Cumin Seed (Jinten)

Berasal dari Iran, Morocco, China, dan Indonesia. Tanaman tahunan berasal dari
Parsley family, dengan tinggi 30 (tigapuluh) hingga 60 (enampuluh) cm. Bijinya hampir
sama dengan Caraway Seed, tetapi lebih panjang. Biasanya digunakan untuk salad,
marinades (cairan berbumbu untuk merendam daging), sayuran, dan keju.
7. Nutmeg (Biji Pala)

Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari
kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah
dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi.
Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius, Si Tua. Semenjak zaman
eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia
(Pulau Grenada). Istilah Pala juga dipakai untuk biji pala yang diperdagangkan.
Tumbuhan ini berumah dua (Dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan
pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti
lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak
atsiri pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan
terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji
berwarna coklat.
Pala dipanen biji, salut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Panen pertama
dilakukan 7 (tujuh) sampai 9 (sembilan) tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai
kemampuan produksi maksimum setelah 25 (duapuluh lima) tahun. Tumbuhnya dapat

mencapai 20 (duapuluh)m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun. Sebelum


dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari Fulinya. Pengeringan ini
memakan waktu enam sampai delapan minggu. Bagian dalam biji akan menyusut dalam
proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji akan pecah dan
bagian dalam biji dijual sebagai pala.
Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai
penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti
eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun. Biasanya biji
Pala digunakan untuk memasak Mashed Potato, ragout (daging cincang berbumbu),
jelly, pate, sup, green vegetable, dan mushroom dishes (jamur).
8. Mace

Berasal dari Indonesia dan India. Dalam perdagangan, salut biji pala dinamakan
Fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut Mace, dalam istilah farmasi disebut Myristicae
arillus atau Macis. Daging buah pala dinamakan Myristicae fructus cortex. Buah yang
gemuk bentuknya hampir sama dengan Apricot. Buahnya dibagi dua saat matang dan
kulit biji yang berwarna kuning kecoklatan merupakan Mace. Memiliki aroma yang kuat,
fragile, jaring Mace dikeringkan dan memiliki panjang sekitar 4 (empat) cm dengan
ketebalan 1,5 milimeter. Biasanya digunakan untuk membuat sup, sayuran hijau,
kentang, ragout, dan sosis.
9. Mustard Seed (Moster)

Moster (Belanda mosterd; Inggris mustard) adalah salah satu rempah-rempah


yang berasal dari biji tanaman sesawi (beberapa jenis Brassica dan Sinapis) yang
dihaluskan, sebelum diencerkan dengan air dan ditambah bahan-bahan lain. Rempah ini
memiliki rasa agak pedas dan agak menyengat di lidah dan langit-langit mulut yang
agak mirip dengan wasabi. Moster telah lama menjadi penyedap dalam tata boga Eropa.
Jenis moster tergantung dari bahan bakunya. Sumber moster adalah biji
tanaman sesawi putih (Sinapis alba), sesawi hitam (Brassica nigra), atau sesawi
coklat/India (Brassica juncea). Moster putih memberikan rasa yang paling lembut,
sedangkan moster hitam memberikan rasa pedas dan menyengat yang kuat. Jenis-jenis
moster ini masih berkerabat dekat dengan sawi (B. rapa), rapa (B. napus) dan kubis (B.
oleracea). Biji-biji tumbuhan kerabat ini sebetulnya juga dapat diolah menjadi moster
tetapi aromanya kurang tajam sehingga jarang dipakai.
Moster dari Dijon dan Meaux di Perancis sangat terkenal di seluruh dunia, begitu
pula moster Inggris asal Norwich dan Tewkesbury. Moster biasanya dijual dalam
kemasan botol gelas, botol plastik, atau dalam tube. Merek moster yang terkenal di
Amerika Serikat, misalnya: Plochman's, French's dan Gulden's. Merek moster Amora
dan Maille populer di Perancis, sedangkan merek Colman's lebih populer di Inggris. Di
Jerman moster juga populer sebagai teman sosis bakar. Merek yang dominan adalah
Tom's.
Moster siap pakai berupa cairan kental berupa pasta atau saus berwarna kuning
atau kuning kecoklatan dengan rasa tajam, dibuat dari biji moster yang dihaluskan
sebelum diencerkan dengan air, cuka dan ditambah bahan-bahan lain seperti tepung.
Moster siap pakai konon pertama kali dibuat orang Romawi yang mencampurkan sari
buah anggur (must) dengan biji moster yang sudah dihaluskan. Hasilnya berupa
penyedap yang disebut Mustum Ardens atau.
Moster kadang-kadang memiliki rasa sangat kuat dan bila dimakan berlebihan
bisa menyebabkan orang yang memakan mengeluarkan air mata, membuat langit-langit

mulut terasa panas dan merangsang jalur pernafasan. Sebagian orang perlu beberapa
kali mencicipi moster sebelum terbiasa dan bisa menikmati rasa mustar, walaupun
banyak juga orang yang tidak suka.
Moster Dijon tidak dilindungi peraturan Uni Eropa yang disebut Perlindungan
Indikasi Asal (PDO), sehingga moster yang tidak diproduksi di Dijon boleh disebut
sebagai moster Dijon walaupun sebagian pabrik pengolahan moster juga terdapat di
Dijon. Moster Dijon dibuat dari biji tanaman moster coklat (Brassica juncea). Rempahrempah lain seperti cengkeh juga sering ditambahkan ke dalam mustar. Di tahun 1658,
pemerintah Perancis sempat melarang penjualan moster produksi produsen yang tidak
lulus sertifikasi karena moster sering ditambahkan bahan pengisi yang merugikan
konsumen.
Moster digunakan sebagai penyedap masakan yang mengandung daging,
khususnya daging dingin seperti ham. Orang Perancis suka memakan bistik dengan
moster Dijon yang memiliki rasa yang kuat. Moster juga ditambahkan sewaktu membuat
beberapa jenis saus seperti mayones, vinaigrette dan saus barbeque. Saus untuk salad
(dressing) yang menggunakan cuka dan minyak zaitun sering menggunakan moster
sebagai perasa.
Moster tidak populer di Amerika hingga tersedianya Mustard Sauce dengan rasa
yang tidak pedas, dibuat dari biji moster putih dengan tambahan pewarna kuning dari
kunyit. Honey Dijon sangat digemari di Amerika karena rasanya yang manis karena
dibuat dengan menambahkan madu pada moster Dijon. Salah satu jenis moster yang
disebut honey moster dipakai untuk sandwich dan teman makan kentang goreng dan
onion ring. Moster juga merupakan penyedap yang tidak boleh ketinggalan sewaktu
membuat Hotdog. Museum Mustard Mount Horeb di Mt. Horeb, Wisconsin mempunyai
koleksi moster siap pakai yang terlengkap di dunia.

10. Poppy Seed

Berasal dari China dan sekitarnya. Memiliki tinggi 1,5 meter dengan bunga
merah yang indah. Buah yang tidak matang mengandung sari susu yang digunakan
sebagai Opium. Bagian yang matang, biji kering digunakan sebagai spices. Poppy Sees
digunakan untuk roti, salad, dan mild dishes. Selain itu, digunakan juga untuk persiapan
memasak CurryIndia.
11. Sesame Seed

Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim
yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber
minyak nabati, yang dikenal sebagai minyak wijen, yang diperoleh dari ekstraksi bijinya.
Afrika tropik diduga merupakan daerah asalnya, yang lalu tersebar ke timur hingga ke
India dan Tiongkok. Di Afrika Barat ditemukan pula kerabatnya, S. ratiatum Schumach.
dan S. alabum Thom., yang di sana dimanfaatkan daunnya sebagai lalap. S. ratiatum
juga mengandung minyak, tetapi mengandung rasa pahit karena tercampur dengan
saponin yang juga beracun. Saat ini, wijen ditanam terutama di India, Tiongkok, Mesir,
Turki, Sudan, serta Meksiko dan Venezuela.
Akar tanaman ini bertipe akar tunggang dengan banyak akar cabang yang sering
bersimbiosis

dengan

mikoriza

VA

(vesikular-arbuskular).

Tanaman

mendapat

keuntungan dari simbiosis ini dalam memperoleh air dan hara dari tanah. Penampilan
morfologinya mudah dipengaruhi lingkungan. Tinggi bervariasi dari 60 (enampuluh)

hingga 120 (seratus duapuluh) cm, bahkan dapat mencapai 2 (dua) hingga 3 (tiga) m.
Batangnya berkayu pada tanaman yang telah dewasa. Daun tunggal, berbentuk lidah
memanjang. Bunga tumbuh dari ketiak daun, biasanya tiga namun hanya satu yang
biasanya berkembang baik. Bunga sempurna, kelopak bunga berwarna putih, kuning,
merah muda, atau biru violet, tergantung varietas. Dari bunga tumbuh 4 (empat) hingga
5 (lima) kepala sari. Bakal buah terbagi dua ruang, yang lalu terbagi lagi menjadi dua,
membentuk polong. Biji terbentuk di dalam ruang-ruang tersebut. Apabila buah masak
dan mengering, biji mudah terlepas ke luar, yang menyebabkan penurunan hasil. Melalui
pemuliaan, sifat ini telah diperbaiki, sehingga buah tidak mudah pecah ketika
mengering. Banyaknya polong per tanaman, sebagai faktor penentu hasil yang penting,
berkisar dari 40 hingga 400 per tanaman. Bijinya berbentuk seperti buah apokat, kecil,
berwarna putih, kuning, coklat, merah muda, atau hitam. Bobot 1000 biji 2-6 g.
Tanaman wijen memerlukan suhu yang cukup tinggi untuk tumbuh (asalnya dari
daerah tropik). Tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi kering, meskipun hasilnya
akan turun jika kurang mendapat pengairan. Di Indonesia, tanaman wijen tidak terlalu
luas ditanam. Di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat area penanaman wijen yang
tidak terlalu luas.
Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar,
15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak
tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10%
asam lemak jenuh, dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen
juga kaya akan Vitamin E. Ampas biji wijen (setelah diekstrak minyaknya) menjadi
sumber protein dalam pakan ternak.
Wijen sudah sejak lama ditanam manusia untuk dimanfaatkan bijinya, bahkan
termasuk tanaman minyak yang paling tua dikenal peradaban. Kegunaan utama adalah
sebagai sumber minyak wijen yang banyak digunakan untuk salad oil dan margarin.
Bijinya yang berwarna putih digunakan sebagai penghias pada penganan, misalnya
onde-onde, dengan menaburkannya di permukaan penganan tersebut. Selain itu,
Sesame Seed digunakan juga untuk masakan China dan India, confection (manisan),
permen, dan manisan lainnya. Berbagai tradisi memasak yang memanfaatkan kedelai
tersebar mulai dari kawasan Laut Tengah, seperti Yunani dan Turki, hingga Jepang dan
semenanjung Korea.
12. Juniper Berry

Berasal dari Itali, Rumania, dan Cekoslowakia. Tanamannya seperti semak yang
bermahkota. Buahnya berwarna biru hingga hitam. Biasanya digunakan untuk memasak
daging babi jantan panggang, hewan buruan, sauerkraut (acar), marinades (bumbu
untuk mencelup daging) dan liquor (Genever dan Gin).
13. Cardamom Seed (Kapulaga)

Kapulaga adalah sejenis buah yang sering digunakan sebagai rempah (bumbu)
untuk masakan tertentu dan juga untuk campuran jamu. Berasal dari India Selatan dan
Ceylon. Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni kapulaga
Jawa (Amomum compactum) dan kapulaga Sabrang atau kapulaga India (Elettaria
cardamomum); kedua-duanya termasuk ke dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.
Di Indonesia, yang umum disebut kapulaga adalah A. compactum ; sementara di
negara-negara yang berbahasa Inggris yang umum disebut Cardamom (true cardamom)
adalah jenis E. cardamomum. Uraian berikut ini merujuk pada A. compactum, tumbuhan
asli dari Jawa, yang dahulu dikenal sebagai A. cardamomum.
Terna yang kuat, menahun, dan berbau aromatis pada berbagai bagiannya.
Tumbuh mencapai tinggi 2 (dua) m, dengan rimpang yang tumbuh menjalar di bawah
tanah, agak bulat gilig, gemang 1 (satu) hingga 2 (dua) cm, putih kekuningan, tertutupi
sisik, kelopak tak berambut berwarna coklat kemerahan. Batang-batang semu muncul
agak terpisah-pisah, tumbuh tegak 1,5 2 (dua) m, bulat gilig berdiameter hingga 2,5

cm, hijau gelap. Daun-daun terletak berseling, duduk, bentuk lanset, 7,5 hingga 50
(limapuluh) cm 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) cm, pangkalnya perlahan-lahan
menyempit, ujungnya meruncing dengan runcingan sepanjang 3 (tiga) cm, hijau
mengkilap dengan banyak bintik yang awalnya putih namun akhirnya merah darah.
Perbungaan muncul langsung dari rimpang, terpisah dari batang semu,
adakalanya sebagian terbenam tanah; tandan bertangkai panjang hingga 10 (sepuluh)
cm, ditutupi oleh sisik-sisik yang rapat, yang tersusun seperti genting dan tidak rontok.
Mahkota berupa tuba, bertaju 3 (tiga), putih atau kekuningan, sekitar 1,5 cm
panjangnya. Buah kapsul bulat agak tertekan, berdiameter 1 (satu) hingga 1,5 cm,
bergaris-garis rapat dan berambut pendek halus, bermahkota sisa perhiasan bunga. Biji
banyak, kecil-kecil, terlindung dalam salut biji (arilus) berwarna keputihan. Membutuhkan
temperatur yang tropis dan banyak hujan.
Cardamom terutama ditanam orang untuk buahnya, yang setelah dikeringkan
diperdagangkan sebagai bumbu atau rempah-rempah. Cardamom merupakan unsur
penting dalam masakan soto Betawi. Pucuk (tunas) Cardamom digemari sebagai lalap,
baik mentah, dikukus, atau direbus.
Menjemur Cardamom dilakukan dengan car, dari bijinya diekstrak minyak atsiri
yang dimanfaatkan dalam industri parfum dan bahan pewangi. Bijinya juga digunakan
sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan sakit perut, batuk, dan sebagai
penguat tubuh setelah melahirkan. Air rebusan semua bagian tanaman diminum jika
badan terasa lemas dan untuk meringankan sakit rematik. Rimpangnya yang ditumbuk
dan dikeringkan dipakai untuk mengatasi demam dan sakit usus. Cardamom Seed yang
dikeringkan mengandung 2-4% minyak esensial, yang terutama terdiri dari 1,8-cineol
(hingga 70%), -pinen (16%), -pinen (4%), -terpineol (5%) dan humulen (3%).
Rimpang dan akar segar mengandung minyak esensial sekitar 0,1%, yang berisi 1,8cineol.
Tanaman ini terutama menyenangi wilayah dengan kelembaban yang tinggi,
curah hujan antara 2.500-4.000 mm pertahun, suhu tahunan yang kurang lebih hangat
dan stabil (23-28 C), dan banyak hari hujan (sekurangnya 136 hari dalam setahun).
Cardamom juga menghendaki tempat yang setengah ternaungi, pada tanah-tanah yang
terdrainase dengan baik, pH 5-6,8 ; dan memiliki kandungan bahan organik yang cukup
tinggi. Digunakan untuk pembuatan pate, sosis, dan masakan Orietal (curry, nasi, kopi).
14. Caraway

Jintan adalah rempah kuno yang berasal dari Eropa tengah dan banyak tumbuh
di Eropa & Asia. Namun sebagian besar diproduksi dan dikomsumsi di Jerman utara dan
Skandinavia. Jintan juga dibudidayakan besar-besaran di Belanda, Polandia, Bulgaria,
Rumania, Rusia, Suriah dan Maroko. Buah kering berwarna coklat dengan kandungan
carvon & lomonen yang memberikan rasa tajam, sedap dan rasanya aromatik.
Jintan banyak digunakan sebagai bumbu roti gandum, keju, daging, sayuran,
makanan penutup, minuman dan masakan kari, rempah ini terkenal sebagai rempah
khas dari negara-negara berbahasa Jerman. Sauerkraut Jerman selalu dibumbui
dengan Jintan dan Juniper. Selain itu banyak digunakan pada masakan Afrika utara
terutama Tunisia. Di Timur tengah pudding Jintan adalah hidangan penutup populer
selama Ramadhan. Akarnya dapat dimasak sebagai sayuran, minyaknya banyak
digunakan sebagai komponen wewangian pada sabun, lotion dan parfume.

15. Fennel Seed

Berasal dari Eropa Selatan dan Mediterania. Tanaman yang tinggi, keras,
aromatic herb dari Parsley family. Fennel Seed kering berbentuk oval, hijau atau kuning
kecoklatan, dan memiliki panjang 0,5 cm. Aromanya hampir sama dengan Aniseed.

Biasanya digunakan untuk roti, pastry, manisan, sup, sweet pickles, dan masakan ikan.
Fennel sering disebut The Fish Herb.
16. Black Pepper

Berasal dari Asia Timur, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Black Pepper
merupakan bumbu yang tidak matang. Biasanya dikeringkan dengan cara dijemur di
bawah matahari atau dibakar. Black Pepper lebih kuat daripada White Pepper.
Digunakan untuk memberi aroma pada hampir semua masakan daging, sayuran, salad,
sauce, dan sup.

17. White Pepper

Berasal dari daerah Asia Timur, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. White Pepper
merupakan hasil panen yang matang dari tanamannya. Biasanya telah difermentasi
setelah panen. White Pepper lebih baik dalam aroma dan rasa yang ringan daripada
Black Pepper. Seperti Black Pepper, sering digunakan secara keseluruhan atau
ditumbuk.

18. Vanilla Beans

Berasal dari Mexico, Tahiti, Madagaskar, dan Indonesia. Vanilla merupakan


tanaman parasit dan mendapatkan dukungan dari tanaman lain. Tumbuh dengan daun
yang kecil dan berkembang dengan cepat disertain cabang yang rendah. Penyerbukan
secara buatan sangat diperlukan. Digunakan untuk pembuatan Custard (semacam
puding), cream, sweet, compote (kolak buah), cake, tart, ice cream. Vanilla dipotong
memanjang dan dimasak bersama dengan susu atau cairan lainnya.

19. Capers

Berasal dari Mediterania (Spanyol dan Itali). Pegangan bunga harus dibuang,
semakin kecil semakin tinggi juga kualitasnya. Biasanya banyak dijual dalam kaleng
dengan sari Vinegar (cuka) dengan tanda Nonpareilled (rendah), Surfines (sedang), dan
Capucines (tinggi). Capers digunakan untuk pembuatan ragout (daging cincang
berbumbu), pate, steak, Tartar Sauce, White Caper sauce with veal tongue, Remoulade
Sauce.
20. Cloves (Cengkeh)

Pada abad yang keempat, pemimpin Dinasti Han dari Tiongkok memerintahkan
setiap orang yang mendekatinya untuk sebelumnya menguyah cengkeh, agar harumlah
napasnya. Cengkeh, pala dan merica sangatlah mahal di zaman Romawi. Cengkeh
menjadi bahan tukar menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan. Pada akhir abad
ke-15, orang Portugis mengambil alih jalan tukar menukar di Laut India. Bersama itu
diambil alih juga perdagangan cengkeh dengan perjanjian Tordesillas dengan Spanyol,
selain itu juga dengan perjanjian dengan sultanTernate. Orang Portugis membawa
banyak Cengkeh yang mereka peroleh dari kepulauan Maluku ke Eropa. Pada saat itu
harga 1 (satu) kg cengkeh sama dengan harga 7 (tujuh) gram emas.
Perdagangan Cengkeh akhirnya didominasi oleh orang Belanda pada abad ke17. Dengan susah payah orang Prancis berhasil membudayakan pohon Cengkeh di
Mauritius pada tahun 1770. Akhirnya Cengkeh dibudayakan di Guyana, Brasilia dan
Zanzibar.
Pada abad ke-17 dan ke-18 di Inggris harga cengkeh sama dengan harga emas
karena tingginya biaya impor. Sebab Cengkeh disana dijadikan salah satu bahan
makanan yang sangat berkhasiat bagi warga dan sekitarnya yang mengkonsumsi
tanaman cengkeh tersebut. Sampai sekarang Cengkeh menjadi salah satu bahan yang
diekspor ke luar negeri.
Pohon Cengkeh yang dianggap tertua yang masih hidup terdapat di Kelurahan
Tongole, Kecamatan Ternate Tengah, sekitar 6 km dari pusat kota Ternate. Poho yang
disebut sebagai Cengkeh Afo ini berumur 416 tahun, tinggi 36,60 m, berdiameter 198 m,
dan keliling batang 4,26 m. Setiap tahunnya ia mampu menghasilkan sekitar 400 kg
bunga cengkeh.
Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa
Inggris disebut Cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon
Myrtaceae. Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu
masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas
Indonesia.

Cengkeh ditanam

terutama di

Indonesia

(Kepulauan Banda)

dan

Madagaskar; selain itu juga dibudidayakan di Zanzibar, India, dan Sri Lanka.Tumbuhan
ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara.
Pohon Cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi
10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya.
Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah
mekar. Cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.
Minyak esensial dari Cengkeh mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial.
Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau nafas dan untuk
menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam Cengkeh yang bernama Eugenol,
digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Minyak cengkeh juga digunakan
dalam campuran tradisional Chjiyu (1% minyak cengkeh dalam minyak mineral; chji
berarti cengkeh; yu berarti minyak) dan digunakan oleh orang Jepang untuk merawat
permukaan pedang mereka.
Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau
sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Terutama di Indonesia,
cengkeh digunakan sebagai bahan rokok kretek. Cengkeh juga digunakan sebagai
bahan dupa di Republik Rakyat Cina dan Jepang. Minyak cengkeh digunakan di
aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkeh kering yang ditumbuk
halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan
penyakit busuk batang Fusarium dengan memberikan 50-100 gram daun cengkeh
kering per tanaman.
Cengkeh dikeringkan dengan menggunakan api atau dijemur dibawah matahari.
Untuk semua jenis Game (hewan buruan) seperti Hare (kelinci) dan Boar (babi jantan),
Red Cabbage (kubis merah), White Cabbahge (kubis putih), marinades, vinegar, fruit,
honey cake, dan brown sauce.
21. Saffron

Berasal dari Spanyol, Itali, Perancis Selatan, dan Khasmir. Bunganya diambil
menggunakan tangan. Saffron memiliki warna kuning hingga merah muda. Saffron
merupakan spices paling mahal (sekitar 400 USD setiap pound engros). Hal ini
dikarenakan Saffron berasal dari tanaman yang tumbuh dalam musim tertentu dan
sangat sedikit. Digunakan untuk sauce, sup, masakan kentang, terutama untuk
pembuatan Nasi Saffron dan Bouillabaisse.

22. Bayleaf (Daun Salam)

Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam
masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau
Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum. Salam
menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung
Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan
primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200
m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand); kebanyakan merupakan pohon penyusun
tajuk bawah. Di samping itu Salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahanlahan wanatani yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun Salam liar hampir tak
pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang
harum, Salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit.
Tanaman Salam tumbuh pada tanah dengan ketinggian 225-450 meter di atas
permukaan laut dengan curah hujan 3.000-4.000 mm/ tahun pada jenis latosol
kehitaman. Pemupukan dilakukan dengan menambah pupuk kandang secukupnya pada
saat penanaman. Untuk menambah daun, dilakukan penambahan pupuk NPK.

Pemanenen Salam dilakukan dengan pemetikan daun yang sudah berwarna hijau tua.
Daun tersebut dipangkas secara acak pada ranting-rantingnya.. Sesudah daun
diperoleh dari rantingnya, daun dilayukan dengan cara dihamparkan di lantai pada suhu
27 C dengan pembalikan intensif selama tiga hari. Untuk mendapatkan minyak atsiri
selanjutnya simplisia Salam disuling dengan alat penyuling air dan uap selama 10
(sepuluh) jam.
Pohon berukuran sedang, mencapai tinggi 30 (tigapuluh) m dan gemang 60
(enampuluh) cm. Pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah atau
bersisik. Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 (duabelas) mm.
Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5-7 cm, gundul,
dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal nampak jelas
dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus. Karangan bunga berupa
malai dengan banyak kuntum bunga, 2-8 cm, muncul di bawah daun atau kadangkadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan-4; kelopak
seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 (empat) mm; mahkota lepas-lepas, putih, 2,5-3,5
mm; benang sari banyak, lk. 3 (tiga) mm, terkumpul dalam 4 (empat) kelompok, lekas
rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan. Buah buni membulat atau agak
tertekan, 12 (duabelas) mm, bermahkota keping kelopak, berwarna merah sampai ungu
kehitaman apabila masak.
Salam memiliki banyak nama yaitu, Ubar Serai (Melayu), Salam (Sunda, Jawa
dan Madura), Kastolam (Kangean), Manting (Jawa), Meselengan (Sumatera). Daun
Salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di sejumlah negeri di
Asia Tenggara, baik untuk masakan daging, ikan, sayur mayur, maupun nasi. Daun ini
dicampurkan dalam keadaan utuh, kering atau pun segar, dan turut dimasak hingga
makanan tersebut matang. Rempah ini memberikan aroma herba yang khas namun
tidak keras. Di pasar dan di dapur, Salam kerap dipasangkan dengan Laos alias
Lengkuas. Kebanyakan digunakan dalam memasak Sop Buntut, panggang bai jantan,
kambing, kelinci, marinades, dan Consomme.
Penggunaan sebagai menggunakan bagian dari kayunya berwarna coklat jingga
kemerahan dan berkualitas menengah. Kayu yang tergolong ke dalam kayu kelat (nama
perdagangan) ini dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan dan perabot rumah
tangga. Kulit batang salam mengandung tanin, kerap dimanfaatkan sebagai ubar (untuk
mewarnai dan mengawetkan) jala, bahan anyaman dari bambu dan lain-lain. Kulit
batang dan daun Salam biasa digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk

menyembuhkan sakit perut. Buah Salam dimakan orang juga, meski hanya anak-anak
yang menyukainya.
Secara tradisional, daun Salam digunakan sebagai obat sakit perut. Daun Salam
juga dapat digunakan untuk menghentikan buang air besar yang berlebihan. Pohon
Salam bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi,
melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan
lain-lain.
Penggunaan daun Salam sebagai obat diatas disebabkan oleh kandungannya
yakni pada daun Salam kering terdapat sekitar 0,17% minyak esensial, dengan
komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya. Ekstrak
etanol dari daun menunjukkan efek antijamur dan antibakteri, sedangkan ekstrak
metanolnya merupakan anticacing, khususnya pada nematoda kayu P Bursaphelenchus
xylophilus. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin,
dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit
batang, akar, dan buah.
23. Thyme

Berasal dari Perancis, Spanyol, dan Yugoslavia. Sering ditemukan di Herb


Garden, dengan jumlah tangkai 15 (limabelas) hingga 40 (empatpuluh) cm dan akar
serabut yang berkayu. Thyme banyak digunakan dalam pembuatan masakan dari game
(hewan buruan), unggas, ragout, pate, campuran spice, dan brown sauce.
24. Tarragon

Berasal dari Rusia, namun saat ini banyak ditanam di berbagai negara. Tanaman
ini tumbuh dengan ukuran panjang, sempit, dan berdaun hijau. Tarragon biasanya
digunakan dalam pembuatan Tarragon Vinegar, Tarragon Mustard, sup, salad, dan
sauce (Bearnaise Sauce).
25. Basil (Kemangi)

Kemangi adalah tanaman kecil yang daunnya biasa dimakan sebagai lalap.
Aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun
kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi
biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk
menemani ayam atau ikan goreng. Berasal dari Asia Timur dan Eropa Tengah. Di
Thailand ia dikenal sebagai Manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan
setempat.
Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih, Ocimum
basilicum dan O. americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basilicum var. anisatum Benth.
Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya.
Tanamana, tinggi 60 (enampuluh) hingga 70 (tujuhpuluh) cm; batang halus
dengan daun pada setiap ruas; daun berwarna hijau muda, bentuk oval dengan 3 (tiga)
hingga 4 (empat) cm panjang, berambut halus di permukaan bagian bawah; bunganya
berwarna putih, kurang menarik, tersusun dalam tandan, bila dibiarkan berbunga, maka
pertumbuhan daun lebih sedikit dan tanaman cenderung cepat menua dan mati.

Kemangi biasanya digunakan untuk memasak ikan dan daging, untuk boiling dan
braising. Selain itu bisa digunakan juga untuk salad spice. Sebagai bagian dari keluarga
selasih, kemangi dapat mengandung estragol, senyawa yang diketahui karsinogen
(pemicu kanker) pada mencit. Walaupun pengujian efek pada manusia belum dilakukan,
penggunaan berlebihan selayaknya dihindari.

26. Oregano

Berasal dari Itali dan USA. Oregano berasal dari famili yang sama dengan
Marjoram. Biasanya digunakan dalam pembuatan masakan Itali sperti Pizza, Spaghetti,
dan masakan dari mie.
27. Marjoram

Berasal dari Perancis, Itali, dan Jerman. Marjoram (Origanum majorana,


Lamiaceae) merupakan sejenis tanaman yang biasanya dibuat untuk permen. Juga
biasanya dipanggil Sweet Marjoram atau Knotted Marjoram dan Majorana hortensis.
Tanaman ini merupakan rempah-rempah yang populer, sehingga tidak hanya dibiakkan
di negara-negara Mediterania namun juga di negara-negara Asia.
Di Jerman Marjoram berupa tanaman kecil yang memiliki bunga berwarna merah
muda. Kebanyakan digunakan dalam pembuatan sup, daging, dan herb sauce.

28. Mint Leaves

Berasal dari Eropa dan USA. Tanaman berukuran kecil dan berwarna hijau.
Daunnya berasa pedas dan mengandung Menthol. Biasanya digunakan dalam
pembuatan teh, bonbon, liquor (minuman keras), juga untuk greenpea (kacang polong),
lamb (kaming), kentang, ice cream, dan Mint Sauce.
29. Chives (Kucai)

Kucai (Allium tuberosum Rottler ex Spreng dan A. ramosus), atau bawang Kucai
serta daun Kucai, dikenal sebagai sayuran daun dan biasa disajikan dalam irisan kecilkecil di sup, salad, dan masakan ikan. Tanaman ini berasal dari Eropa. Kucai tidak
terlalu sering dipakai dalam menu Indonesia. Penggunaannya umum dalam masakan
dengan pengaruh Tiongkok, seperti bubur ayam. Pada budaya tata boga Tiongkok dan
Jepang, Kucai merupakan bahan campuran isi Jiaozi (Gyza).

Kucai terlihat seperti daun bawang yang masi muda, berdaun pipih dan
bunganya berwarna putih. Kucai berbeda dengan Lokio (Bawang Batak, A. chinense),
A. schoenoprasum L (chives), yang berdaun silinder (gilig) dan berongga. Aroma kucai
lebih dekat ke bawang putih daripada lokio, sehingga dalam bahasa Inggris disebut
garlic-chives dan dalam bahasa Jerman disebut Knoblauch-Schnittlauch.
Daunnya beraroma tajam dan pekat namun berbeda dengan aroma daun Prei
(A. porrum) maupun daun bawang (A. cepa, A. fistulosum, A. ascalonicum). Bunga
Kucai dapat digunakan pula sebagai rempah penyedap.
30. Sage

Berasal dari daerah Mediterania. Tanaman yang selalu hijau ini berbentuk semak
belukar, merupakan anggota dari famili Mint. Daunnya kering dan dapat digunakan
secara keseluruhan, hancur, atau dihaluskan. Sage digunakan dalam pembuatan sauce,
salad, sosis, daging kalengan, dan minuman keras.
31. Parsley (Peterseli)

Berasal dari Mediterania. Merupakan Garden Plant dan dapat dipanen hingga 5
kali / tahun. Biasanya digunakan langsung dengan cara dicincang kasar dan ditaburkan
di atas salad, ikan, daging, dan sup. Sprig (batang) digunakan sebagai garnish. Parsley
bisa juga dibeli dalam keadaan kering.
32. Rosemary

Berasal dari Mediterania. Tanaman yang keras dan berdaun hijau ini biasa
memperbanyak dengan cara dipotong terlebih dahulu. Bagiannya yang kecil, daun
aromatik, dalam keadaan kering menyerupai jarum daun pohon cemara. Rosemary
biasanya digunakan untuk pembuatan masakan daging, unggas, dan ikan.
33. Cassia

Berasal dari Vietnam Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Didapat dari kayu yang
dikuliti dari Pohon Cassia. Tidak seperti Cinnamon, bagian kulit luar Cassia yang keras
tidak dipindahakan karena fermentasi. Secara keseluruhan bagian dari Cassia
digunakan untuk pembuatan kolak, manisan, souffle (kue dadar), dan cocktail buah.

34. Cinnamon (Kayu Manis)

Kulit manis atau lebih dikenal dengan nama yang kurang tepat kayu manis
(Cinnamomum verum, synonym C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempahrempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan
pedas. Berasal dari China, Ceylon, dan India. Orang biasa menggunakan rempahrempah ke dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas. Kayu manis adalah
salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di
Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitabkitab Perjanjian Lama.
Seperti Cassia, namun batangnya lebih muda, dipotong tipis, untuk diekspor
dengan panjang 6 (enam) hingga 10 (sepuluh) cm. Kualitas Cinnamon lebih baik bila
dibandingkan dengan Cassia. Biasanya digunakan dalam pembuatan kolak, manisan,
souffle (kue dadar), dan cocktail buah. Kayu manis juga secara Tradisional dijadikan
sebagai Supplement untuk berbagai penyakit, dengan dicampur Madu, misalnya untuk
pengobatan penyakit radang Sendi, Kulit, Jantung dan Perut Kembung.

35. Horseradish

Berasal dari Polandia dan Rusia (Eropa). Tanaman Horseradish tumbuh dengan
tinggi sekitar 60 (enampuluh) cm akar sedalam 30 (tigapuluh) hingga 40 (empatpuluh)
cm, dan memiliki ketebalan 2-4 cm. Setelah dikuliti, Horseradish harus ditumbuk.
Biasanya digunakan untuk pembuatan rough, sauce, ikan, dan daging (Boiled Beef).

Daftar Pustaka :

http://hsamudera.blogspot.com/p/herbs-spices-fruits-and-vegetable.html
http://syarif-special-ingredients.blogspot.com/2012/01/caraway-jintan-carum-carvi.html