Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL KEGIATAN

PENYUSUNAN MASTERPLAN PERTANIAN


PROVINSI KALIMANTAN UTARA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kalimantan Utara adalah daerah Provinsi termuda di Indonesia yang mencakupi empat daerah
Administrasi Kabupaten, yaitu ; Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten
Malinau dan Kabupaten Tana Tidung serta satu daerah Administrasi Kota, yaitu ; Kota
Tarakan. Luas keseluruhan wilayah administrasi provinsi Kalimantan Utara adalah : 75.467,70
KM2, yang terletak antara; 1143522 dan 1180300 bujur timur, dan antara 12136 dan
42455 lintang utara.
Sebagai daerah otonomi baru yang sedang membangun, tentu dibutuh kan sebuah konsep dan
perencanaan pembangunan yang memiliki asas sinergisitas serta korelasi pada setiap aspek
kehidupan masyarakat. dari aspek sosial, aspek ekonomi ,aspek hukum, serta aspek lain yang
berkaitan baik secara langsung maupun tidak. Sehingga pada akhirnya di peroleh manfaat yang
dapat dirasakan oleh segenap masyarakat di seluruh daerah Provinsi Kalimantan Utara.
Diketahui bersama, sektor pertanian telah berperan dalam perekonomian nasional melalui
pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), perolehan devisa, penyediaan pangan dan bahan
baku industri, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, dan peningkatan
pendapatan masyarakat. Sektor pertanian mempunyai multiplier effect yang besar, baik ke
depan maupun ke belakang, melalui keterkait-an input-output-outcome antar industri,
konsumi dan investasi. Hal ini terjadi secara nasional maupun regional karena keunggulan
komparatif sebagian besar wilayah Indonesia adalah di bidang pertanian.
Secara kasat mata, kondisi pertanian di daerah ini belum berjalan baik sebagaimana yang
diharapkan, terutama jika hal ini dikaitkan dengan belum meningkatnya perekonomian
masyarakat petani yang nota bene merupakan barometer utama atas keberhasilan
pembangunan di sebuah daerah. Berbanding lurus dengan kondisi tersebut, pada hakekatnya
Penyusunan Master Plane dan Tata Ruang Pertanian Provinsi Kalimantan Utara ini menjadi
Grend Disain dalam proses peningkatan produksi , serta dari sisi efektifitas penggunaan lahan.
1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran
Masterplan Pertanian ialah sebuah Dokumen Teknis yang menggambarkan kondisi umum pada
sektor pertanian di Provinsi Kalimantan Utara. Merupakan Dokumen telaah yang berkaitan
dengan kondisi existing pertanian daerah yang ditinjau dari aspek geografis, aspek sosial
budaya, aspek ekonomi secara luas, serta aspek-aspek lain yang berhubungan secara langsung
maupun tidak langsung dengan kondisi pertanian daerah.
Sedangkan tujuan yang hendak dicapai :
- Diperolehnya Dokumen yang dapat memberikan informasi menyeluruh mengenai existing
sektor pertanian, menyajikan deskripsi grend desain pengembangan sektor pertanian di
Provinsi Kalimantan utara, yang merupakan hasil dari analisis ilmiah akademis terhadap

potensi, situasi dan kondisi aktual sektor pertanian dalam artian yang luas di kalimantan
utara, serta ekspektasi dan prediksi nya di masa yang akan datang.
Dapat dipetakannya potensi pengembangan bidang pertanian di Provinsi Kalimantan Utara.
Dapat di jadikan acuan dasar atau blue print dalam menentukan arah kebijakan bagi
pemerintah daerah, sehingga diperoleh konsistensi pelaksanaan pembangunan sektor
pertanian secara umum

1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan


A. Lingkup Masalah
Kegiatan pembuatan Masterplan Pertanian provinsi Kalimantan Utara ini merupakan bagian
penting yang berkontribusi dalam proses menuju industrialisasi sektor pertanian yang
berimbas langsung pada peningkatan perekonomian masyarakan dan daerah :
A. Lingkup Area :
Secara administrasi Wilayah Kajian terletak di seluruh Provinsi
meliputi :
- Kabupaten Bulungan
- Kabupaten Nunukan
- Kabupaten Tana Tidung
- Kabupaten Malinau
- Kota Tarakan
B.
-

Kalimantan Utara yang

Lingkup Teknis Penyusunan Master Plan Pertanian ini adalah :


Melakukan studi terhadap kebijakan pembangunan daerah pada umumnya terutama
RPJPD, RPJMD dan RTRW, serta kebijakan pembangunan pertanian pada khususnya di
Provinsi Kalimantan Utara.
Mengidentikasi potensi pengembangan bidang pertanian di Provinsi Kalimantan Utara.
Melakukan analisis ekonomi wilayah dan prospek pengembangan bidang pertanian.
Menyusun konsep pengembangan (Visi, Misi, Strategi dan Kebijakan) pertanian.
Menyusun program-program jangka panjang dan jangka menengah pembangunan
pertanian.

BAB II
METODELOGI DAN PENDEKATAN
1.4 Metodelogi Penyusunan Masterplan Pertanian Provinsi Kalimantan Utara
A. Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulan data sekunder.
- Pengumpulan data primer
B. Teknik Analisis Data

Melalukan analisis kesesuaian lahan


Melalukan analisis terhadap ketersediaan
Melalukan analisis usaha tani
Melalukan analisis pengembangan kawassan budidaya
Melakukan analisis kependudukan
Melakukan analisis sosial ekonomi dan budaya
Penyusunan Master plan dan Tata Ruang Pertanian

C. Keluaran
D. Sistimatika Pelaporan
Mengumpulan data sekunder.
Pengumpulan data primer , .
Mengumpulan data sekunder.
- Pengumpulan data primer
-

Diskusi
Pelaporan Kegiatan
Laporan berupa Soft copy (format CD)
Laporan hard copy :
a. Laporan Pendahuluan, 6 Eksemplar (2 Eks Berwarna & 4 Hitam Putih).
b. Laporan Interim 6 Eksemplar (2 Eksemplar Berwarna dan 4 Hitam Putih)
c. Laporan Draft Final 6 Eksemplar (2 Eksemplar Berwarna dan 4 Hitam Putih).
d. Laporan Final 11 Eksemplar (3 Berwarna, 8 Hitam Putih).

1.5

Jangka Waktu Pelaksanaan


Jangka Waktu Pelaksanaan Pembuatan Masterplan ini adalah 180 (Seratus Delapan Puluh) hari
kalender terhitung sejak dikeluarkannya surat perintah mulai kerja (SPMK).

1.6

Biaya Penyusunan Master plan Pertanian Prov, Kalimantan Utara


Biaya yang dibutuhkan dalam melaksanaan kegiatan ini adalah sebesar Rp. 2.500.000.000,(Dua Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) dan di bebankan pada APBDP Provinsi Kalimantan Utara
Tahun 2016.

BAB III
WAKTU PELAKSANAAN, TENAGA, PENGGUNA JASA
DAN BIAYA KEGIATAN
1.8

Tenaga Ahli yang di butuhkan


Tenaga ahli yang dipersyaratkan dalam penugasan ini seluruhnya adalah :
1. Team Leader
2. Ahli Kelautan
3. Ahli Geodesi / GIS

4. Ahli Geologi
5. Ahli Lingkungan
Penyedia jasa/Konsultan harus menyediakan tenaga ahli yang berkualitas dan berpengalaman
dalam bidang masing-masing serta keahliannya sesuai dengan esensi penugasan ini. Seluruh
tenaga ahli profesional harus berkualifikasi university degrees. Tenaga ahli yang ditugaskan
dibantu beberapa orang asisten tenaga ahli. Personil yang diusulkan harus memenuhi syarat
sebagai berikut :
a.

Tenaga Ahli
1. Team Leader
Seorang Sarjana Teknik Pantai atau Sarjana Teknik Sipil (S2/S3) dengan pengalaman
kerja minimal 8 tahun dalam bidang manajemen, perencanaan dan konstruksi dan
proyek yang berhubungan dengan pesisir/pantai. Team Leader harus berfungsi juga
sebagai ahli teknik desain utama yang harus mengkordinasikan pekerjaan team dan
menjamin standar pekerjaan yang seragam oleh para anggota team atau unit kerja.
Personil yang diusulkan posisi ini harus bermotifasi tinggi, mempunyai kemampuan
memimpin dan dapat berkerjasama dengan pihak lain.
2. Ahli Kelautan
Minimal Seorang Sarjana Teknik Kelautan (S1/S2) dengan pengalaman kerja minimal 5
tahun dalam bidang perencanaan, yaitu perencanaan pesisir/pantai, pengamatan
pasut dan oseanografi.
3. Tenaga Ahli Geodesi/GIS
Seorang Sarjana Teknik Geodesi (S1/S2) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun
dalam pekerjaan pengukuran dan pemetaan dan penyusunan Sistim Informasi
Geografis (SIG).
4. Tenaga Ahli Geologi
Seorang Sarjana Teknik Geologi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun dalam
bidang analisa struktur geologi untuk pesisir/pantai.
5. Tenaga Ahli Lingkungan
Seorang Sarjana Teknik Lingkungan (S1) yang ahli dalam bidang penyusunan AMDAL.
Keahliannya ditunjukkan dengan adanya sertifikat AMDAL A dan B. Pengalaman kerja
minimal 4 tahun dalam bidang penyusunan AMDAL.

b.

Tenaga Sub Ahli


1. Asisten Ahli Pantai
Seorang Sarjana Sipil atau Ahli Pantai (S1) dengan pengalaman kerja sekurangnya 3
tahun dalam melaksanakan perencanaan wilayah pesisir/pantai.
2. Asisten Ahli Kelautan
Seorang Sarjana Kelautan atau Sipil (S1) dengan pengalaman kerja sekurangnya 3
tahun dalam bidang kelautan/oseanografi

3. Chief Surveyor
Seorang sarjana geodesi atau sejenisnya (S1/D3) dengan pengalaman kerja
sekurangnya 6 tahun dalam melaksanakan pengukuran dan pemetaan.
4. Surveyor
Seorang lulusan D3 Geodesi dengan pengalaman kerja sekurangnya 4 tahun dalam
melaksanakan pengukuran dan pemetaan.

1.8

c.

Tenaga Pendukung

1.

Administrasi Perkantoran
Seorang Lulusan SMA/Sarjana Muda yang berpengafaman sekurangnya 5 (lima) tahun
dalam administrasi Proyek, khususnya bidang konsultansi. Mengerti tentang prosedur
surat menyurat.

2.

Operator komputer
'
Lulusan STM Sipil/bangunan air atau SLTA yang berpengalaman sekurangnya 5 (lima)
tahun dalam pengoperasian komputer. Diutamakan yang dapat mengoperasikan program
teknik penggambaran melalui computer (misal dengan AUTOCAD) dan dapat
mengoperasikan program SIG (misal ArcView, ArcInfo).

3.

Juru Gambar
Seorang lulusan STM Sipil atau bangunan air atau SLTA dengan pengalaman kerja
sekurangnya 4 (empat) tahun dalam melaksanakan penggambaran (misal dengan
AUTOCAD) dan dapat mengoperasikan program SIG (misal ArcView, ArcInfo).

5.

Tenaga lokal
Tenaga lokal di lokasi pengamatan minimal lulusan SMP yang dapat membantu tentang
situasi daerah studi.

Pembahasan
Pembahasan Pelaporan seluruhnya akan dilakukan di Kota Tarakan dengan kegiatan
pembahasan sebagai berikut :
1.
2.

Pembahasan Laporan Pendahuluan, sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu setelah laporan


diterima Pihak Pemberi Tugas.
Pembahasan Laporan Draft Final, sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu setelah laporan
diterima Pihak Pemberi Tugas.

Informasi Kontribusi sektor pertanian pada pendapatan petani

Informasi Kontribui sektor pertanian pada pendapatan daerah


Informasi kondisi existing sektor pertanian di seluruh kawasan Administrasi
Provinsi kalimantan Utara
- Informasi kebijakan pemerintah pusat
- Informasi kebijakan pemerintah Daerah
- Pemkab malinau persiapkan peluncuran program beras daerah(rasda)