Anda di halaman 1dari 12

Pengganti Referat

HASIL TES MMPI CALON LEGISLATIF


YANG TERPILIH MENJADI ANGGOTA
LEGISLATIF PADA SKALA 1-10
DI RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO
HARDJOHUSODO KENDARI
Oleh :
Rahmawati Nur Ariyanti

PEMBIMBING :
dr. Junuda RAF, Sp.KJ. M. Kes
KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU
KEDOKTERAN JIWA
RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO
HARDJOHUSODO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

LATAR BELAKANG
Tes MMPI ini mula-mula lahir tahun 1943 di
Amerika Serikat, dan diperbaharui pada 1989
(MMPI-2) dan sudah diterjemahkan dalam lebih
dari 100 bahasa
Tes kepribadian MMPI sangat dibutuhkan dalam
berbagai bidang, baik bidang pendidikan
maupun bidang kerja (karier), tetapi tes MMPI ini
tidak banyak diketahui di Indonesia

MMPI
(Minnesota Multiphasic
Personality Inventory)
Alat skrining untuk diferensiasi berbagai bentuk
psikopatologi. Pasien diminta menilai apakah
masing-masing 550 pertanyaan berlaku pada
dirinya. Pertanyaan ini mencakup spektrum yang
luas bagi keluhan mental dan somatik, kebiasaan
sikap dan afek.

SKALA
MMPI
Skala Validasi
Skala ? atau
Cannot Say (SC)
Skala VRIN
Skala TRIN
Skala F
Skala Fb
Skala Fp
Skala FBS
Skala L
Skala K
Skala S

Skala Klinik
Hypochondriasis
(Hs)
Depression (D)
Hysteria (Hy)
Psychopathic
Deviant (PD)
MasculinityFeminity (MF)
Paranoiad (Pa)
Psychasthenia (Pt)
Schizophrenia (Sc)
Hypomania (Ma)
Social Introversion
(SI)

HASIL
Derajat
Skala

Ringan

Sedang

Berat

Jumlah

Jumlah

Jumlah

Hypocondriasis (Hs)

1.75

0.29

Depression (D)

1.75

0.29

Hysteria (Hy)

0.58

1.46

Psychopatic Deviate (PD)

1.75

0.29

Masculinity-Femininity (MF)

0.29

1.46

0.29

Paranoid (Pa)

0.87

1.16

Psychastenia (Pt)

1.75

0.29

Schizophrenia (Sc)

0.87

0.58

0.58

Hypomania (Ma)

1.16

0.58

0.29

Social Interversion (SI)

0.29

1.46

0.29

PEMBAHASAN
(Paranoid-Berat)

Berdasarkan hasil pengamatan skala 6 Paranoid


didapatkan 3 subjek termasuk dalam derajat sedang
dan 4 subjek termasuk dalam derajat berat. Dari
hasil pengamatan tes MMPI anggota legislatif
didapatkan skala 6 dengan derajat berat lebih
banyak dibandingkan dengan derajat sedang.
Anggota legislatif dengan skor paranoid tinggi
memang cenderung mengalami gangguan jiwa
mengingat kelak anggota legislatif akan bekerja
dalam situasi yang penuh tekanan dan stress yang
merupakan salah satu pemicu munculnya gangguan
jiwa. Namun mengapa mereka bisa terpilih dan
mengantongi kepercayaan rakyat? Berikut beberapa
alasan mereka bisa terpilih sebagai anggota
legislatif.

PEMBAHASAN
Potensi.

Hal pertama yang sering menjadi


pertimbangan adalah potensi apa yang ada pada anggota
legislatif
tersebut.
Potensi
tersebut
bisa
berupa
kecerdasan,
akhlak
atau
budi
pekerti
(agama),
pengendalian emosi, kematangan berpikir, kreativitas,
inovatif, kekayaan, kedermawanan dan kepedulian sosial
dan lain-lainnya. Tidak sedikit pula yang memilih anggota
legislatif tersebut karena merupakan teman, tetangga atau
kerabat dekat. Bahkan sekedar dikenalkan oleh orang lain
dan meminta kesediaannya untuk turut mendukung.
Dengan mengikuti perkembangan kehidupannya pribadi
anggota legislatif tersebut, keluarganya, pekerjaaan,
pertemanannya dan lain-lain dari berbagai sumber
informasi seperti beberapa media yang pernah memuat
tulisan-tulisannya, berita-berita aktivitasnya di organisasi
masyarakat dan lain-lainnya maka sebagian masyarakat
akan cukup yakin bahwa potensi anggota legislatif tersebut

PEMBAHASAN
Prestasi
kerja
dan
masyarakat. Anggota legislatif

peran

di

yang terpilih tersebut


mungkin adalah seorang yang bukan hanya piawai dalam
berbicara, tapi juga pandai pekerja dan menghasilkan prestasi
yang bermanfaat. Maka kumpulan informasi tentang prestasinya
selama ini, seperti apakah ia merupakan anggota organisasi
masyarakat yang aktif dan berperan penting, atau sekedar
penggembira dan nebeng nama saja, kegiatan-kegiatan apa
saja yang sudah digelutinya untuk kepentingan masyakarakat,
juga bagaimana prestasi kerja di ruang lingkup profesinya, apa
kedudukannya, bagaimana loyalitasnya terhadap pekerjaannya,
kedisiplinan kerjanya dan juga bagaimana sikap-sikap
kepemimpinan yang ada dalam dirinya, bagaimana prestasinya
dalam membina rumah tangga (seandainya dia sudah
berkeluarga karena keberhasilan seseorang dalam membina
sebuah organisasi terkecil seperti rumah tangga bisa

PEMBAHASAN
Visi dan kemampuan melihat ke
depan serta misi yang diembannya.
Yang dimaksud visi dan kemampuan melihat ke depan adalah
kemampuan seorang anggota legislatif memproyeksikan faktorfaktor potensi dan prestasi di dalam dirinya serta potensi-potensi
alam dan masyarakat di lingkungan daerahnya dalam sebuah
pandangan akan masa depan daerah beserta upaya-upaya untuk
mencapainya. Masyarakat bisa menilai kemampuan ini dengan
langsung membaca tulisan-tulisan anggota legislatif tersebut di
media, mendengar orasinya atau mengadakan diskusi secara
langsung dengannya. Kemampuan berpikir ke depan dari
anggota legislatif juga menjadi faktor yang tidak kalah penting
dalam terpilihnya ia di masyarakat karena dari kemampuan
berpikir tersebut dapat dilihat kemampuan analisa dan
prediksinya. Selain visi, misi anggota legislatif sehingga berani
mencalonkan diri sebagai wakil rakyat juga menjadi daya tarik

PEMBAHASAN
Orang dengan skor tinggi tidak dilaporkan adanya
perasaan tidak berharga atau lemah dalam
beraktivitas. Ia tampak sebagai orang yang kurang
agresif, pemalu, hambatan dalam kepercayaan
dirinya dan sering merasa cemas terhadap hal-hal
kecil yang terjadi. Menjauhkan diri secara sosial
mungkin saja terjadi, karena kecenderungan mereka
menjaga jarak dengan kontak yang terjadi secara
psikis
khususnya
hubungan
emosional
yang
mendalam. Banyak dari mereka menunjukkan
keraguan dalam berpikir atau berperilaku. Mereka
akan kesulitan dalam mengambil keputusan. Respon
terhadap terapi cukup baik dimana mereka
cenderung mengikuti tanpa dorongan membantah

KESIMPULAN
Hasil tes MMPI dari 342 orang calon legislatif
didapatkan 7 anggota legislatif terpilih pada
skala 6 Paranoid (Pa) mayoritas anggota
legislatif memiliki skor berat sebanyak 4 orang
(1.16%).
Beberapa alasan mengapa anggota legislatif
tersebut bisa terpilih walaupun sebenarnya
memiliki kecenderungan menjadi paranoid
adalah faktor potensi, prestasi kerja dan
perannya di masyarakat, serta visi misinya
yang sejalan dengan kebutuhan dan keinginan

SARAN
Seorang dengan kecenderungan paranoid dapat dilakukan terapi
salah satunya dengan CBT yaitu membantu individu mengenal
sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran
negatif dan mengembalikannya secara positif. Individu akan dilatih
agar mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain, saling
menghargai dan mengenal cara berfikir orang lain secara positif
dan mengontrol amarahnya sehingga individu dapat menciptakan
hubungan interpersonal yang baik.

Salah satu yang harus dicegah sejak dini bagi anggota


legislatif dengan paranoid adalah tidak mencoba narkoba,
karena
pengguna
narkoba
seringkali
mengalami
ketergantungan, sehingga saat dia tidak mengkonsumsinya
maka akan timbul kegelisahan dan akan menjadi labil secara
emosional, mungkin menjadi mudah marah bahkan mereka
akan sering mengembangkan delusi kebesaran atau
kecurigaan sehingga menjadi paranoid.