Anda di halaman 1dari 29

TK4203

Peralatan Proses

Dr. I Dewa Gede Arsa Putrawan


KK Perancangan & Pengembangan Produk
Teknik Kimia - ITB
5-Apr-16

TK4203

DGA/1

Kekuatan Bahan
Tegangan
Regangan

5-Apr-16

TK4203

DGA/2

Sifat Logam
Sifat mekanik : kelakuan terhadap beban (tarikan,
lenturan, puntiran, geseran, tekanan dan
sebagainya).
Sifat fisik : kelakuan terhadap perubahan fisik
(panas, listrik, magnet dan sebagainya).
Sifat teknologi : kelakuan terhadap pengerjaan
(penuangan, las, pemotongan, dan sebagainya).
5-Apr-16

TK4203

DGA/3

Beban
P

A
A

Beban tarik (tension)


P

A
A

Beban tekan (compression)


Beban adalah gaya luar yang bekerja pada alat.
Beban cenderung merubah bentuk bagian-bagian alat.

5-Apr-16

TK4203

DGA/4

Beban

Dalam keadaan benda diam, resultante gaya-gaya


yang bekerja sama dengan nol.
Satuan beban: kg, ton, kgf, lbf, dsb.
5-Apr-16

TK4203

Tegangan (Stress)
P

DGA/5

Reaksi gaya kohesif bahan terhadap beban


Tegangan normal (tegak lurus bidang kerja)
Beban tarik tegangan tarik (tensile stress)
Beban tekan tegangan tekan (compression stress)

5-Apr-16

TK4203

DGA/6

Tegangan (Stress)

Intensitas beban
= P/A
= tegangan (kg/m2; N/m2 atau Pa)
P = beban (kg atau kgf)
A = luas penampang (m2)
Anggapan
- bahan homogen
- beban terbagi merata
- penampang tegak lurus arah beban
- sumbu tengah bahan dan beban berimpit
5-Apr-16

TK4203

DGA/7

Regangan (Strain)
Ukuran perubahan bentuk (deformasi) yang
diakibatkan oleh beban.
= L/Lo
= regangan (-)
L = pertambahan panjang (m)
Lo = panjang mula-mula (m)

5-Apr-16

TK4203

DGA/8

Diagram S-S

u
y

Batas proporsional (A)

E Batas elastik (B)

Titik mulur /yield point (C)

Kekuatan puncak/ultimate
stress (D)

Titik patah/breaking point (E)

Perancangan selalu bekerja dalam daerah OA

Yield stress logam umumnya 200 s/d 750 MN/m2


5-Apr-16

TK4203

DGA/9

Hukum Hooke
Regangan berbanding lurus dengan tegangan.
Berlaku sampai nilai tegangan tertentu
=E
= regangan (-)
= tegangan (N/m2)
E = Modulus elastisitas/Young (N/m2)
Berdasarkan definisi tegangan/regangan, maka:
L = P L / (A E)
Satuan modulus elastisitas : N/m2, psi, kg/cm2
5-Apr-16

TK4203

DGA/10

Modulus Elastisitas Bahan


(106 kg/cm2)

Baja
Baja tuang
Baja per
Tembaga
Kuningan
Aluminimum
Timah hitam
Gelas

: 2.15
: 0,75 1,00
: 2,25
: 1,15
: 0,9
: 0,675
: 0,05
: 0,7

Catatan : regangan bahan teknik jarang melebihi 0,001

5-Apr-16

TK4203

DGA/11

5-Apr-16

TK4203

DGA/12

Contoh
Baja sepanjang 10 in dengan modulus elastisitas
14.000 ton/in2 mengalami tegangan 10 ton/in2,
pertambahan panjang ?
= 10/14.000 = 0,00071
L = 10 x 0,0007
= 0,007 in

5-Apr-16

TK4203

DGA/13

Contoh
Uji tarik terhadap spesimen (diameter 0,798 in dan
panjang 4 in) memberikan data sebagai berikut: Pada
batas proporsional, beban tercatat 8,2 ton dan
panjang spesimen bertambah 0,0048 in. Pada titik
mulur (yield point) beban tercatat 8,6 ton dan pada
titik puncak (ultimate point) beban tercatat 15,3 ton.
Panjang setelah spesimen patah (gabungan dua
patahan) adalah 5,56 in dan diameter neck adalah
0,632 in.
5-Apr-16

TK4203

DGA/14

Contoh
Pada batas proporsional, berlaku Hukum Hooke
P = 8,2 ton
L = 4 in
L = 0,0048 in
A = D2/4 = 0,7982/4 = 0,5 in2
E = P L/(A L ) = 8,2 x 4/(0,5 x 0,0048)
= 13.600 ton/in2
Tegangan pada batas proporsional
= P/A = 8,2/0,5 = 16,4 ton/in2
5-Apr-16

TK4203

DGA/15

Contoh
Yield stress
y = P/A = 8,6/0,5 = 17,2 ton/in2
Ultimate tensile stress
u = P/A = 15,3/0,5 = 30,6 ton/in2
Regangan
= (5,56 4)/4 x 100% = 39%
Area reduction
r = (1 0,6322/0,7982) x 100% = 37,4%
5-Apr-16

TK4203

DGA/16

Perbandingan Poisson
y

P
x

Regangan memanjang (longitudinal) diikuti oleh pengerutan


(kontraksi) pada arah sisi (lateral).
Dalam keadaan elastik, regangan sisi berbanding lurus
dengan regangan memanjang.
y = x
= Poisson ratio

5-Apr-16

TK4203

DGA/17

Poisson Ratio (1/m)

Baja
Besi tuang
Tembaga
Beton
Aluminimum
Timah hitam
Gelas

5-Apr-16

m
: 3,3 3,6
:4
:3
: 5,5 - 12
: 3,6
: 2,3
: 4,5
TK4203

DGA/18

Regangan Volume
Benda mengkerut/mengembang jika mengalami
tekanan eksternal/internal.
v = V/Vo
v = regangan volume (-)
V = volume panjang (m3)
Vo = volume mula-mula (m3)
Untuk balok : v = x (1 - 2)
5-Apr-16

TK4203

DGA/19

Regangan Volume
Lo

ao
ao

Lo
Vo = ao2 Lo dan V = a2 L
Sesudah penarikan, L = Lo + x Lo & a = ao - y ao
V = (ao - y ao)2 (Lo + x Lo)
= ao2 Lo (1- y)2 (1+ x)
= ao2 Lo (1- 2y + y2 + x - 2 x y + x y2)
= ao2 Lo (1- 2y + x)
5-Apr-16

TK4203

DGA/20

10

Regangan Volume

V = ao2 Lo (1- 2y + x)
= ao2 Lo (1+ x(1 - 2y/x)
Lo
= Vo (1+ x(1 - 2y/x)
V/Vo = (V Vo)/Vo
= {Vo (1+ x(1 - 2y/x) Vo}/Vo
= x(1 - 2y/x)
= x(1 - 2)
5-Apr-16

TK4203

DGA/21

Tegangan Kerja (Working Stress)


Tegangan yang dialami bagian alat dalam keadaan
normal (operasi)
Umumnya di bawah batas elastis
w tegangan maksimum yang masih dapat
ditahan pada kondisi elastis
maks = tegangan tarik maksimum (ultimate stress)
f atau b = tegangan pada waktu patah (break
stress atau fracture stress)
5-Apr-16

TK4203

DGA/22

11

Faktor Tegangan (Stress Factor)


Perbandingan tegangan mulur atau tegangan
puncak terhadap tegangan kerja
Faktor keamanan (safety factor) jika
ultimate stress dibandingkan terhadap
working stress (maks/w > 1 atau 3 s/d 12)
Faktor beban (load factor) jika break stress
dibandingkan terhadap working stress
5-Apr-16

TK4203

DGA/23

Contoh Soal
Batang ABCD mengalami beban P1, P2, P3 dan P4 seperti
tampak pada gambar. P1, P3 dan P4 masing-masing 5.000,
25.000 dan 15.000 kg. Luas penampang batang AB, BC dan
CD masing-masing 5, 20 dan 10 cm2 sedangkan panjangnya
masing-masing 100, 50 dan 75 cm. Tentukan nilai P2 dan
pertambahan panjang batang jika modulus elastisitas bahan
diketahui 2106 kg/cm2.
P1

5-Apr-16

P2 P3

TK4203

P4
DGA/24

12

Jawaban

Dalam keadaan setimbang (resultan gaya bernilai nol):


P1 P2 + P3 P4 = 0 P2 = P1 + P3 P4 = 15.000 kg
Perpanjangan batang AB (beban tarik) => pemanjangan
PAB = P1 = P2 + P4 P3 LAB = PAB LAB/(E AAB)
Perpanjangan batang BC (beban tekan) => pemendekan
PBC = P1 P2 = P4 P3 < 0 LBC = PBC LBC/(E ABC)
Perpanjangan batang CD (beban tarik) => pemanjangan
PCD = P4 = P1 P2 + P3 LCD = PCD LCD/(E ACD)
Perpanjangan total
L = LAB LBC + LCD
5-Apr-16

TK4203

DGA/25

Homework
(due date ..)

Determine the diameter d of the


steel bolts N of a press for a
maximum compressive force P =
100,000 lbs, see figure. The
working stress for steel in this case
is w = 10,000 psi. Dermine the
total elongation of the bolts at the
the maximum load, if the length
between their heads is l = 50 in.
5-Apr-16

TK4203

DGA/26

13

Energy Regangan (Resilience)


Energi regangan adalah kerja oleh
beban untuk menahan regangan

U = 0,5 P L = (2/2E) A L
L

5-Apr-16

Reselience adalah energi regangan


per volume
Ur = (2/2E)

TK4203

DGA/27

Contoh

Hitung energi regangan dari baut di atas jika mengalami


beban tarik 1 ton (UK). 1 ton UK = 2.240 lb. Modulus
elastisitas bahan 30106 lb/in2.
5-Apr-16

TK4203

DGA/28

14

Contoh

Luas penampang di bagian ulir


= 0,25 (0,622)2 = 0,304 in2
Luas penampang di bagian batang
= 0,25 (0,750)2 = 0,442 in2
Tegangan di bagian ulir
= 2.240/0,304 = 7.380 lb/in2
Tegangan di bagian batang
= 2.240/0,442 = 5.070 lb/in2
Energi regangan total
= (12 A1 L1 + 22 A2 L2)/(2E)
= (7.3802 0,304 1 + 5.0702 0,442 2)/(2 30106)
5-Apr-16
TK4203
DGA/29
= 0,655 lbin

Contoh

Hitung energi regangan dari baut di atas jika mengalami


beban tarik 1 ton.

5-Apr-16

TK4203

DGA/30

15

Contoh

Luas penampang bagian ulir maupun batang baut sama.


Tegangan merata di sepanjang baut (panjang total 3 in)
Luas penampang di bagian ulir maupun batang sama
= 0,25 (0,622)2 = 0,304 in2
Tegangan di bagian ulir maupun batang sama
= 2.240/0,304 = 7.380 lb/in2
Energi regangan total
= 2 A L/(2E)
= 7.3802 0,304 3 /(2 30106)
= 0,827 lbin
5-Apr-16

TK4203

DGA/31

Beban Kejut (Impact Load)


W

A
L
h
L

5-Apr-16

W (h + L) = P L, L = PL/(A E)
W (h + [PL/(A E)]) = P [PL/(A E)]
P2 W P W h A E/L = 0
Akar positif:
P = W + (W2 + 2W h A E/L)
= W {1 + [1 + 2 h A E / (W L)]}
Suddenly applied load, h = 0,
P = 2W ?
TK4203

DGA/32

16

Contoh
Misalkan berat benda 200 lb dan jatuh dari
ketinggian 2 in di atas pelat yang digantung
pada batang dengan diameter 1 in dan panjang
10 ft. Hitung tegangan maksimum pada
batang jika modulus elastisitas batang 30106
lb/in2.

5-Apr-16

TK4203

DGA/33

Contoh
= P/A = W {1 + [1 + 2 h ( d2) E / (W L)]}/( d2)

= 16.200 lb/in2
Catatan:

5-Apr-16

TK4203

DGA/34

17

Beban Kejut (Impact Load)


d1

L1

W
d2

5-Apr-16

L2
L

W = 200 lb
d1 = 1 in, d2 = 0,5 in
L1 = L2 = 5 ft
h = 2 in
Tegangan maksimum ?
Pertambahan panjang ?

TK4203

DGA/35

Contoh

Misalkan P adalah beban yang ekivalen dengan beban


benda yang dijatuhkan secara perlahan:
L = (L1/A1 + L2/A2) x (P/E) = a P
dimana a = (L1/A1 + L2/A2) / E
= 60/( 0,52 + 60/( 12} /30106
= 1,27 10-5 in/lb
Persamaan energi
W (h + L) = P L
W (h + a P) = P a P
P2 2W P 2 W h/a = 0
P = W {1 + [1 + 2h/(Wa)]}

5-Apr-16

TK4203

DGA/36

18

Contoh

P = 200 {1 + [1 + 2 2/(200 1,2710-5)]}


= 8.140 lb
Tegangan maksimum terjadi pada batang yang lebih kecil
= P/ ( 0,52) = 41.500 lb/in2
Pertambahan panjang maksimum
L = a P = 1,27 10-5 x 8.140 = 0,103 in

5-Apr-16

TK4203

DGA/37

Contoh
Beban yang akan diangkat oleh sebuah
lift boleh dijatuhkan dari ketinggian 4
in di atas lantai lift. Berat kotak lift
adalah 224 lb. Lift ditahan oleh kawat
baja sepanjang 80 ft dengan berat 0,6
lb/ft. Kawat tersebut terdiri dari 49
kawat kecil berdiameter 1/16 in.
Tegangan kerja kawat adalah 13.000
psi dan modolus elastisitas kawat 10,6
106 psi.
Berat maksimum yang boleh diangkut
oleh lift ?
5-Apr-16
TK4203

49
kawat

maks

h
DGA/38

19

Contoh

Tegangan mula-mula (tanpa benda jatuh):


o = (224 + 80 x 0,6) / [49 x (1/16)2] = 1.810 psi
Tegangan tambahan yang masih dapat ditahan
t = kerja o = (13.000 1.810) = 11.190 psi
Beban statis untuk tambahan tegangan tersebut
P = t A = 11.190 x {49 x (1/16)2} = 1.680 lb
Pertambahan panjang oleh tambahan tegangan tersebut
L = t L/E = 11.190 x 960/ (10,6 106) = 1,025 in
Persamaan energi
W (h + L) = P L atau W = P L / (h + L)
W = x 1.680 x 1,025 / (4 TK4203
+ 1,025) = 171 lb
5-Apr-16

DGA/39

Contoh
Diameter pada posisi x
d + (D d) x/L
Pertambahan panjang (L)

5-Apr-16

L
P

D
x

TK4203

dx

DGA/40

20

Contoh

Syarat sebuah tiang agar


memiliki kekuatan
merata ?

Kesetimbangan gaya
(A+dA) A = Adx
dA/A = / dx
ln A = (/) x + C
SB : Ax=0 = a
C = ln a
A = a e(x/)
5-Apr-16

a=P/a
x

(A+dA)

dx

Adx

= berat jenis bahan tiang


a = luas penampang puncak
TK4203

DGA/41

Batang Majemuk
Batang yang terbuat dari dua atau lebih
bahan berlainan
Pertambahan/pengurangan panjang sama
untuk semua bahan
Dapat juga terjadi pada sistem mur-baut

5-Apr-16

TK4203

DGA/42

21

Baja Lapis Tembaga


(Copper clad steel)

Regangan sama

Beban terdistribusi

L1 = L2 atau
P1/(A1 E1) = P2/(A2 E2)
P = P 1 + P2

A1, E1

P
A2, E2

tembaga
baja

P1 = P A1 E1 / (A1 E1 + A2 E2)

5-Apr-16

P2 = P A2 E2 / (A1 E1 + A2 E2)
TK4203

DGA/43

Contoh
Sebuah batang majemuk baja-tembaga dengan luas
penampang masing-masing in2 dan panjang 24".
Batang mengalami beban tarik sehingga meregang
sebesar 1/64". Berapakah tegangan yang dialami
masing-masing bahan ? Berapa beban maksimum
yang masih dapat ditahan batang secara aman ?
Modulus elastisitas baja dan tembaga masing-masing
30x106 psi dan 15x106 psi. Tegangan kerja baja dan
tembaga masing-masing 20.000 psi dan 6.000 psi.
5-Apr-16

TK4203

DGA/44

22

Contoh
eFe = eCu = e = L/ Lo = (1/64 ")/24" = 1/1536
= e E Fe = (EFe/ECu) Cu Fe = 2 Cu
Cu = e ECu = 15106/1536 = 9.765 psi > kerja-Cu
Fe = 2 x 9.765 = 19.530 psi < kerja-Fe
Ambil Cu kerja-Cu = 6.000 psi
Pmaks = (Cu ACu + Fe AFe) = Cu ACu + 2Cu AFe
= 6.000 x + 2 x 6.000 x
= 9.000 lb
5-Apr-16

TK4203

DGA/45

Baut-Pipa
Setelah dikencangkan, baut mengalami beban
tarik dan pipa mengalami beban tekan
Gaya tarik pada baut sama dengan gaya tekan
pada pipa
Pergeseran mur = pemanjangan + pengkerutan
5-Apr-16

TK4203

DGA/46

23

S1

C1

Contoh

S2

C2A

C2B

C = copper, S = steel

Pipa tembaga (diameter dalam 1", diameter luar 15/8")


dikencangkan dengan sebuah baut baja (diameter ") seperti
tampak pada gambar. Baut dikencangkan hingga baja
mengalami tegangan tarik 1.000 psi. Setengah dari pipa
tembaga kemudian dibubut sedalam 1/16"). Hitung tegangan
yang dialami baja setelah pipa tembaga dibubut. Modulus
elastisitas baja dua kali modulus elastisitas tembaga.
5-Apr-16

TK4203

DGA/47

Contoh

Kesetimbangan gaya ketika baut dikencangkan


S1 AS1 = C1 AC1 S1 dS12 = C1 (dC1,o2 dC1,i2)
C1 = dS12/(dC1,o2 dC1,i2) x S1 = ()2/{(15/8)2 12} x 1.000
= 343 psi
i = inner, o = outer
Kesetimbangan gaya setelah tembaga dibubut
S2 AS2 = C2A AC2A = C2B AC2B
C2A = (AS2 / AC2A) S2 dan C2B = (AS2 / AC2B) S2
atau
C2A = dS22/(dC2A,o2 dC2A,i2) S2
(a)
2
2
2
C2B = dS2 /(dC2B,o dC2B,i ) S2
(b)
5-Apr-16

TK4203

DGA/48

24

Contoh
Persamaan regangan
pengurangan panjang baut = pengurangan panjang pipa

(S1 S2) L/ES = (C2A C1) L/EC + (C2B C1) L/EC


Karena ES = 2EC
S2 + C2A + C2B = S1 + 2C1
Dari (a), (b), (c) dan informasi yang diberikan/telah
dihitung, diperoleh:
S2 = 940 psi, C2A = 423 psi dan C2B = 323 psi
5-Apr-16

TK4203

(c)

DGA/49

Contoh
30"
Gambar di atas menampilkan sistem baut dan pipa tembaga.
Mur mula-mula dikencangkan tanpa tegangan. Mur
selanjutnya dikencangkan lagi sebanyak putaran. Hitung
tegangan di masing-masing bahan. Jarak antar ulir baut
(pitch) 1/8 in, penampang baut 1 in2 dan penampang pipa 2
in2. Modulus elastisitas tembaga dan bahan baut masingmasing 16106 dan 30106 psi.
5-Apr-16

TK4203

DGA/50

25

Contoh
Pergeseran mur = pemendekan pipa + pemanjangan baut
Putaran x Pitch = P L / (AC EC) + P L / (AS ES)
P = (Putaran x Pitch / L) {1/(AC EC) + 1/(AS ES)}
P = {( x 1/8)/30} {1/(2 x 16106) + 1/(2 x 16106)}
= 16.129 lb
C = P/AC = 16.129 / 2 = 8.064,5 psi
S = P/AS = 16.129 / 1 = 16.129 psi

5-Apr-16

TK4203

DGA/51

Tegangan Suhu
Bahan memuai/mengkerut karena
perubahan temperatur
Tegangan timbul karena
pemuaian/pengkerutan ditahan
Dinyatakan sebagai koefisien muai panjang
()
5-Apr-16

TK4203

DGA/52

26

To
Lo

Tegangan Suhu

To+T
L = LoT

Regangan suhu ( regangan tekan karena


pemuaian ditahan)
e = LoT / {Lo + LoT} T
Tegangan suhu ( tegangan tekan karena
pemuaian ditahan)
= E T
5-Apr-16

TK4203

Tegangan Suhu
pada Batang Majemuk
1T

(1 - 2)T

e1
e2

2T

DGA/53

(1 - 2T)

Penahanan menyebabkan bahan 1 mengalami beban tekan


P dan bahan 2 mengalami beban tarik P.
Penahanan menyebabkan bahan 1 mengalami beban tekan
1 dan bahan 2 mengalami beban tarik 2.
5-Apr-16

TK4203

DGA/54

27

Tegangan Suhu
pada Batang Majemuk

Regangan tekan bahan 1 Regangan suhu bahan 1


e1 = P Lo / (E1 A1)
e1 = 1 Lo T
Regangan tarik bahan 2 Regangan suhu bahan 2
e2 = P Lo / (E2 A2)
e2 = 2 Lo T
Persamaan regangan
e1 e2 = e1 + e2
5-Apr-16

TK4203

DGA/55

Contoh
Batang tembaga (d= 5/8 in) ditempatkan
dalam pipa baja (do = 1 in, di = in) dan
kedua ujungnya ditahan oleh pelat. Dalam
keadaan awal (60 F), tidak terdapat tegangan.
Hitung tegangan pada batang dan pipa jika
temperatur dinaikkan menjadi 400 F.
Tembaga: E = 14106 psi, = 1010-6 /F.
Baja: E = 30106 psi, = 610-6 /F.
5-Apr-16

TK4203

DGA/56

28

Contoh

Luas penampang
AC = dS2 = 0,6252 = 0,307 in2
AS = (do2 - di2) = (12 - 0,752) = 0,344 in2
Beban
Tegangan
C = 4.127/0,307 = 1,34104 psi
S = 4.127/0,344 = 1,20104 psi
5-Apr-16

TK4203

DGA/57

Assignment 1
(Solution)

The necessary cross area

d2/4 = P/2w = 50,000/10,000 = 5 in2


then d = (20/)0.5 = 2.52 in

Total elongation

w lo / E = (10,000)(50)/(30 106) = 1/60 in

5-Apr-16

TK4203

DGA/58

29