Anda di halaman 1dari 18

* Aqueous

Geothermometers

* Pada

level menengah, 1-5km, rocks-water


(mineralz) berinteraksi. Merupakan proses
dominan dari komposisi fluida.
* Aquos geotermometer digunakan pada kondisi
ini.

*geothermometer

Aqueous geothermometer dapat dibagi menjadi


dua jenis:
* Berdasarkan daya larut oleh konsentrasi total
yang terlarutkan dari komponen tunggal yang
dikontrol oleh daya larut mineral (contoh;
geothermometers kuarsa).
* Berdasarkan konsentrasi relatif dari dua atau
lebih komponen yang dikontrol oleh perubahan
reaksi (contoh; geothermometers Na/K).

*Aqueous

Geothermometer

Geothermometers berguna untuk reaksi minerallarut yang spesifik dimana akan melambat untuk
memperoleh kesetimbangan pada suhu yang lebih
dingin, terutama pada kondisi dimana fluida
secara efektif terpisah dari mineral-mineral yang
dikontrol oleh zat penyeimbang.
Hasilnya adalah suhu kesetimbangan akan
membekukan fluida sebagai hasil refleksi dari
konsentrasi kelarutan atau ratio kelarutan.

Beberapa kondisi dasar dibutuhkan dan beberapa


asumsi dibuat dengan mempertimbangkan
pelepasan alami air panas.
Klorida air dengan pH mendekati netral
memberikan indikasi yang sangat dapat
diandalkan dari suhu kedalaman reservoir
mengingat asam sulfat air surficial hanya
memberikan indikasi dari kondisi surficial.

*Solute Geothermometers

Geothermometer larutan juga dapat dipakai untuk


pelaksanaan well (sumur). Di sini, geothermometers akan
menggambarkan suhu dari zona utama, dimana pada
beberapa kasus tidak dapat menggambarkan reservoir
yang dalam. Kelebihan sumur-sumur enthalpi memberikan
masalah pendidihan pada larutan konsentrasi reservoir.
Dalam mengaplikasikan geothermometers untuk fluida
diperoleh
dari
alat
sampling
sumur.
Dalam
pelaksanaannya harus teliti untuk menjamin pelepasan
uap air dan gas tidak terjadi.

Penggunaan
geothermometer
silika
berdasarkan
eksperimen ditentukan berdasarkan variasi dalam
kelarutan dari spesies silika yang berbeda dalam air,
sebagai fungsi dari temperatur dan tekanan.
Reaksi dasar untuk dissolusi mineral silika adalah
SiO2 (s) + 2H2O = H4SiO4
Untuk reservoir geothermal pada suhu lebih dari 120
180oC, kuarsa menjadi mineral hidrothermal umum yang
mengontrol konsentrasi dari silika cair.

* Silica Geothermometers

* Gambar 4.1

Persamaan tersebut digunakan untuk menggambarkan


kuarsa (pada tekanan uap dari larutan) dengan
temperatur berkisar 20-250oC. Di atas 250oC persamaan
ini menyimpang drastis dari kurva kelarutan kuarsa.
Pada suhu yang lebih panas, kelarutan kuarsa dapat
ditaksir
dengan melihat gambar 4.1 atau dengan
menggunakan persamaan polynomial Fournier dan Potter
(1982) yang dapat berlaku pada suhu 20-330oC;
toC = -4.2198 E 01 + (S) 2.8831 E -01 (S 2) 3.6686 E -04 +
(S3) 3.1655 E -04 + (log10S) 7.7034 E 01

*Persamaan Silika

Konsentrasi silika menunjukkan respon yang


cepat untuk mengubah suhu bawah permukaan di
bagian yang lebih dalam dari sistem. Proses
penyeimbangan, bagaimanapun, juga bergantung
pada pH, kadar garam dan derajat inisial
saturasi. Kadar garam yang tinggi dan pH
berkisar
5-8
mendukung
bertambahnya
kecepatan reaksi. Di bawah suhu 100oC larutan
dapat meninggalkan sisa-sisa yang sangat-jenuh.

Kelarutan silika dan jejak


aliran pendingin

Untuk reservoir fluida dengan suhu >250oC kuarsa


dengan cepat mampu mendinginkannya. Gambar
4.2 dan 4.3 menunjukkan kurva kelarutan silika
untuk kuarsa, chalcedony, cristobalite, opal CT,
dan silika amorf.

Gambar 4.2

Gambar 4.3

Geothermometer kuarsa sangat baik untuk


kondisi reservoir dengan suhu lebih dari 180oC. Di
bawah temperatur ini chalcedony lebih baik
dibandingkan kuarsa yang mungkin mengontrol
pelarutan konten silika. Hal ini lah yang
memungkinkan bahwa interaksi dari larutan dan
fresh
wallrock
untuk
sementara
dapat
mengontrol pelarutan silika.

*Applied

* Adiabatic

(maximum steam loss) persamaan ini


menunjukkan kelarutan kuarsa untuk zat cair yang
mendidih dan naik ke permukaan dengan pemisahan uap
pada suhu 100oC. Efek utamanya adalah menurunkan
daya larut untuk mendinginkan dan meningkatkan
konsentrasi silika pada saat kehilangan uap air panas.
* Conductive (no steam loss) persamaan ini
menggambarkan secara eksperimen daya larut dan
mengaplikasikan air dingin tersebut. Konduktivitas silika
yang mendinginkan geothermometer bagus digunakan
untuk kolam di sub-boiling temperatures.

* Two Major silica geothermometer

for Quartz Species

* Respon

darirasio
Na-K,
menurunseiringmeningkatnyatemperaturfluida,
berdasarkanpersamaandariperubahanreaksianta
ra Na dan K pada Feldspar :

* Dibawah

100*c,
rasio
Na/K dari air
cenderungberada di titikequibrilium yang
dikontrololeh feldspar.

*Na-K

geothermometer

* secara

teoritis, konsentrasiuntukmencapaititik
equilibrium
antara
Na-K-feldspar,
terdapatkonversiCalsiumAlominodisana,
yang
dikenalCalsite.
Karenadiasumsikanaquaeos
silica
dikontrololehkelarutanquarsadanaluminiumters
ediadalamfasa solid.
* Secaraempiris,
digunakanpersamaanperhitungan :

*Na-K-Ca

Geothermometer

* Dasar

dari geotermometer ini mengasumsikan


bahwa fluida memiliki equilibrium dengan Kfelds, K-mica, Chlorite, dan Chalcedony.
* air chloride yang berasal dari kedalaman
memiliki konsentrasi Mg <1,0 ppm sehingga
sensitif terhadap rasio K-Mg.
* Penambahan Mg pada air dangkal dan air
dalam, memberikan nilai temperatur.

*K-Mg

Geothermometer

*DISCUSSION SECTION