Anda di halaman 1dari 36
PERJANJIAN KERJA BERSAMA 2016-2018 PUK SPSI PT.KARINI UTAMA D PT. KARINI UTAMA MUKADIMAH Berdasarkan pada hubungan industrial pancasila PT’ Karini Utama dan (PUK.SPSI) PT.Karini Utama berusaha mengembangkan hubungan pancasila dengan tujuan memelihara, meningkatkan dan mempertinggi suasana kerja yang teratur, serasi dan menggairahkan, yang merupakan persyaratan untuk mencapai sesuatu kerja yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Perjanjian kerja bersama ini dibuat untuk menjelaskan hak dan kewajiban dari PT. Karini Utama disuatu pihak dan PUK.SP.SPSI dilain pihak, untuk memperkuat kerjasama dan hubungan yang saling menguntungkan kedus belah pihak dan untuk menentukan cara penyelesaian peselisihan antara pihak pekerja dan pihak PT. Karini Utama, Halaman | 1 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7 8) 9) DATA KETENAGAKERJAAN UNTUK MENDAPATKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) Nama Perusahaan Alamat Perusahaan & Nomor Telepon Nama Pimpinan Perusahaan (Dirop PT KU) Klasifikasi Permodalan Klasifikasi Industri ( KBLI ) Jenis Usaha Jenis Perusahaan Yang Tercakup Dalam PKB Jumlah Pekerja Jumiah Seluruh Pekerja 10) Nama Serikat Pekerja 11) Alamat Serikat Pekerja 12) Jumlah Anggota Serikat Pekerja 13) PKB Yang Terdaftar 14) Masa Berlaku PKB PT. KARINI UTAMA J, Raya Mentok Km. 20 Ds. Kemuja kec. Mendo Barat Prop. Kep Bangka Belitung. Bambang Agus Purwanto Non PMDN INDUSTRI CRUMB RUBBER PROCESSOR (22123). Crumb Rubber Processor. 1 (satu), 147 orang Pria, 13 orang Wanita 160 orang FSPSI PT.Karini Utama PT. KARINI UTAMA 160 Orang Perpanjangan Dari Tanggal 01 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2018 Desa Kemuja, 28 Desember 2015 Pimpinan Perusahaan BAMBANG A.P Halaman | 2 DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN MUKADIMAH DAFTAR ISI. BAB |.PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA. BAB Il. UMUM. BAB Ill HUBUNGAN KERJA. BAB IV HARI KERJA DAN JAM KERJA... BAB V PEMBEBASAN DAR! KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA. BAB VI PENGGAJIAN BAB Vil PERAWATAN DAN PENGOBATAN. BAB Vill KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA... BAB IX JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA.....17-18 BAB X PROGRAM PENINGKATAN KETRAMPILAN... 18 BAB XI TATA TERTIB KERJA... 18-24 BAB XII. PENYELESAIAN TUNTUTAN DAN PERSELISIHA! BAB XIll PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA, 5-30 BAB XIV KETENTUAN PENUTUP.. Halaman | 3 BABI PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA PASALL PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA Perjanjian kerja bersama ini dibuat berdasarkan Undang — undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan permenaker RI nomor 28 tahun 2014 tentang tata cara pembuatan dan pengesahan peraturan perusahaan serta pembuatan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama. Perjanjian Kerja Bersama ini antara PT-Karini Utama yang berkedudukan di Bangka Belitung seperti yang terdaftar dalam akta Notaris Nomor 33 tanggal 20 Juni tahun 2014 selanjutnya disebut sebagai perusahaan ( Pengusaha) dan PUK Serikat Pekerja seluruh Indonesia .Telah tercatat di DISNAKER Kab Bangka dengan Nomor bukti pencatatan No.001/SP/SB/SOSNAKER/2010 TGL 07 JULI 2010 selanjutnya disebut “serikat pekerja” yang mewakili pekerja tetap yang bekerja pada perusahaan tersebut. BAB Il uUMUM PASAL 2 JUDUL Perjanjian ini diberi judul perjanjian kerja bersama antara PT. Karini Utama dan PUK serikat pekerja indonesia (PUK.SP.SPSI) PT. Karini Utama dan selanjutnya disebut perjanjian kerja bersama disingkat menjadi PKB. PASAL3 PENGERTIAN ISTILAH - ISTILAH 1, Perusahaan Adalah PT. Karini Utama yang berbadan hukum dan berkedudukan atau beralamat seperti tersebut diatas 2. Kelompok Kirana Megatara Group Adalah perusahaan-perusahaan yang secara tidak langsung pengelolaannya berada di bawah kendali PT. Kirana Megatara, 3. Lingkungan Perusahaan Adalah keseluruhan tempat yang secara sah berada di bawah penguasaan Perusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan Perusahaan, 4. Pimpinan Perusahaan Adalah mereka yang karena jabatannya mempunyai tugas memimpin perusahaan, bagian dari perusahaan atau yang dapat disamakan dengan itu dan mempunyai wewenang ‘mewakili Perusahaan baik ke dalam maupun keluar. Halaman | 4 5. 10. ML. Atasan Langsung ‘Adalah karyawan/ti Karena jabatannya mempunyai tanggung jawab pembinaan & pengawasan secara langsung terhadap Karyawaniti di bagiannya, Karyawan/ti Adaiah adalah setiap orang yang terikat secara formal dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan dan oleh karenanye menerima upah atau imbalan lain sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini. Adapun status karyawan/ti adalah sebagai berikut: a. Karyawan/ti Kontrak adalah yang Karyawaniti yang terikat dalam hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktw yang di batasi, paling lama 2 (dua) tahun. b. Karyawanlti Tetap Non Staf adalah Karyawan/ti yang telah diterima, dipekerjakan, dan mendapat upah setiap bulan dan melewati masa percobaan selama 3 bulan serta terikat dalam hubungan kerja dengan perusahaan hingga usia 55 (lima puluh lima) tahun atau hingga diputuskan hubungan kerjanya karena sebab lain . Karyawan/ti Tetap staf adalah Karyawan/ti yang telah diterima, dipekerjakan, ‘mendapat upah setiap bulan dan melewati masa percobaan selama 3 bulan serta terikat dalam hubungan kerja dengan perusahaan hingga usia SS (lima puluh lima) tahun atau hingea diputuskan hubungan kerjanya Karena sebab lain, dimana ‘memperoleh suatu tunjangan tetap atas jabatan/tugas yang dilaksanakannya dan tidak diberikan upah lembur. Keluarga Karyawan/ti Keluarga Karyawan/karyawati Adalah 1 (satu) orang istri/suami dan sebanyak-banyaknya 3 (Giga) orang. anak terhitung mulai dari anak pertama sampai dengan anak ketiga yang sah atu disahkan menurut hukum,termasuk seorang anak angkat berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri,belum mempunyai penghasilan sendiri,belum pernah menikah dan usia sampai dengan 25 tahun bagi yang masih melanjutkan pendidikan Formal ( pasal 5 ayat | peraturan presiden no 111 tahun 2013),dan telah terdaftar di Bagian personalia perusahaan, Status Karyawati, Berstatus tidak menikah (lajang), schingga ketentuan mengenai tunjangan dan bantwan berlaku hanya untuk dirinya sendiri kecuali jika karyawati berperan sebagai kepala keluarga atau pencari nafkah utama bagi keliarganya (anak-anaknya) dengan disertai bukti tertutis yang syah dari kelurahan atau desa dan diketahui kecamatan maka anak- anaknya yang syah menjadi tanggungannya. Masa Kerja Adalah lama kerja yang dilakukan oleh karyawan/ti di perusahaan secara tidak terputus, ddan dihitung sejak tanggal diterima sebagai karyawantti Hari dan Jam Keria Adalah waktu kerja yang ditetapkan Perusahaan dengan didasarkan ketentuan atau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Abli Waris Adalah mereka yang berhak mendapat warisan menurut ketentuan hukum perundang- ‘undangan yang berlaku. Halaman | 5 PASAL3 MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA Perjanjian Kerja Bersama mengikat berlaku 2 (Dua) tahun bagi scluruh pekerja/buruh diperusahaan yang bersangkutan baik PKWT maupun PKWTT,akan tetapi dalam hal seluruh pekerja perusahaan menjadi anggota serikat pekerja maka pasal tersebut dapat diterapkan dan apabila dalam perundingan belum ada kata sepakat antara kedua belah pihak,maka PKB ini dapat diperpanjang selama 1 (satu) tahun Pemberitahuan tersebut harus disampaikan kepada pihak lain paling lambat 3 bulan sebelum berakhimnya masa berlaku perjanjian kesepakatan yang berlaku pada saat ini Apabila pada waktu berakhimya masa berlaku perjanjian ini belum tereapai persetujuan mengenai masa berlaku yang baru, perjanjian ini tetap berlaku sampai_ tercapainya perjanjian baru, kecuali bila pihak pemerintah menentukan lain, PASAL 4 LUASNYA PERJANJIAN Perjanjian kerja bersama ini terbatas pads meliputi hal-hal yang disebutkan satu persatu dalam perjanjian kerja bersama ini, Perusahaan dan serikat pekerja seluruh indonesia. Masing-masing tetap mempunyai hak-hak lain yang hanya dibatasi dan dilindungi undang-undang, Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk pekerja/buruh diperusahaan PT:Karini Utama baik PKWT maupun PKWTT . Dan yang menjadi anggota SPSI. PASALS, KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN Perusahaan dan setikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPS1) Berkewajiban untuk : b. c rt Menyebarluskan isi perjanjian kerja bersama PT.Karini Utama Menjelaskan isi PKB kepada para pekerja Melaksanakan dan mentaati isi PKB Saling mengingatkan dan menegur pihak lain apabila menyalahi atau tidak mengindahkan isi perjanjian kerja bersama. Perusahaan berkewajiban memperbanyak buku perjanjian kerja bersama dan membagikannya kepada setiap pekerja. Perusahaan dan serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama berkewajiban membina dan menertibkan para pekerja untuk mematuhi segalah ketentuan yang sudah disepakati didalam perjanjian kerja bersama ini, dengan tujuan agar setiap pekerja lebih meningkatkan disiplin kerjanya dan mempunyai rasa tanggung jawab tethadap pekerjaan dan masa depan perusaiiaan. Halaman | 6 PASAL 6 PENGAKUAN HAK-HAK PERUSAHAAN DAN FEDERASI SERIKAT PEKERJA Perusahaan mengakui PUK serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama mewakili anggotanya yang bekerja pada perusahaan baik secara perorangan maupun bersama dalam hal-hal yang menyangkut pekerjaan, hubungan kerja dan kondis kerja/syarat kerja. Serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama mengakui hak perusahaan ‘untuk menentukan, menjalankan dan mengatur perusahaan sesuai dengan undang-undang, yang berlaku saat ini Serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama berhak menerima tembusan, apabila perusahaan memberi surat peringatan (SP Ill) kepada pekerja yang bethubungan dengan masalah kedisiplinan pekerja yang ditindungi oleh perjanjian int dan ‘menjadi anggota serikat pekerja seluruh indonesia, Dalam hal serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama merasa perlu untuk mengadakan perundingan, maka serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama harus mengajukan permohonan kepada perusahaan dan perusahaan akan menanggapinya. ‘Semua karyawan bethak untuk menjadi PUK SP.SPSI PT.KARINI UTAMA kecuali jabatan-jabatan tertentu seperti (DIROP, MANAGER, WM, HRD, PERSONALIA, DAN ‘SECURITD) PUK SPSI mengakui sahnya anggota SPS! dengan adanya KTA (Kartu Tanda Anggota) Setiap anggota SPSI wajib mempunyai KTA sesuai dengan aturan yang mengatur SB/SP ada di undang-undang no 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh :Kepmenakertrans RI no 16 tahun 2001 tentang tata cara pencatatan SP/SB,Permenakertrans RI no,06 tahun 2005 tentang pedoman verifikasi keanggotaan SP/SB dan Undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan PASAL7 JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA. SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA Setiap anggota SPSI akan dikenakan IURAN WAJIB Bulanan yang akan dipotong dari ‘eaji pekerja dan selanjutnya diserahkan kepada PUK serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) seperti tercakup dalam kepmenakertrans RI Nomor : KEP. 187/MEN/IX/2004 ‘tentang iuran angoota SP/SB. Bantuan dari perusahaan ‘Mengingat tujuan ini, perusahaan akan memberikan dukungan terhadap serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) dengan memenuhi permintaan tertulis yang layak dari unit Halaman | 7 (SP.SPSI) PT. Karini Utama berdasarkan alasan yang sah dengan tidak menggangeu aktifitas pabrik sebagai berikut al. izin meninggalkan pekerjaan dengan menerima pembayaran upah penuh bagi pengurus unit (SP.SPSI) PT. Karini Utama yang akan menghadiri rapat organisasi. 2. izin meninggalkan pekerjaan dengan menerima pembayaran upah penuh bagi pengurus unit (SP.SPSI) PT. Karini Utama yang mengikuti kursus/seminar. 3. menyediakan kendaraan kepada pengurus unit (SP.SPS1) PT. Karini Utama pada saat melaksankan tugas-tugas organisasi a4. menyediakan fasilitas pertemuan dan komunikasi yang wajar dan layak + Ruangan/kantor Perusahaan akan menyediakan ruangan/ kantor untuk serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama beserta perlengkapannya dilokasi perusahaan, ~ Papan pengumuman Perusahaan akan menyediakan papan pengumuman di PT. Karini Utama dan itempat-tempat kerja utama lain yang dipandang perlu dimana pemberitahuan tentang kegiatan serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama dapat dipasang oleh serikat pekerja seluruh indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama. BAB IIT HUBUNGAN KERJA PASAL8. TATACARA PENERIMAAN TENAGA KERJA Penerimaan pekerja sesuai dengan KEPPRES No.04 tahun 1980 dan discleksi oleh perusahaan hubungan kerja dapat berlaku bila memiliki surat-surat yang diperlukan oleh perusahaan seperti yang tersebut dibawah ini a Memiliki kartu tanda pendaftaran yang dikeluarkan oleh Depnaker setempat (kartu kuning) b. Kartu Tanda Penduduk minimum berumur 18 Tahun, c. Salinan ijazah; ijazah asli harus diperlihatkan sewaktu-waktu diminta 4. Keterangan keadaan berbadan sehat dari dokter perusahaan yang ditunjuk oleh perusahaan, ©. Surat keterangan berlakuan baik yang dikeluarkan oleh pihak berwajib, £ Surat-surat rekomendasi atau surat pemberhentian dengan hormat dari tempat kerja sebelum nya (kalau ada). 2 (dua) lembar pasfhoto berukuran 4 x 6 serta surat-surat lainnya yang sewaktu- waktu akan ditentukan oleh perusahiaan menurut keperluan, h. Surat perjanjian hubungan kerja yang ditandatangani oleh pihak pekerja dan perusahaan, Halaman | 8 ‘Masa percobaan Masa Percobaan hanya dapat dilakukan untuk jenis perjanjian kerja waktu tidak tertentu ( Pasal 60 Ayat 1 undang —undang no 13 tahun 2003. Demikian juga halnya dalam Pemutusan hubungan kerja sebaiknya agar dilakukan pembinaan terlebih dabulu dan apabila sudah dilakukan pembinaan pekerja temyata tidak cakap dalam pekerjaanya smaka selama masa percobaan tersebut dapat di PHK tanpa penetapan lembaga Perselisihan hubungan Industral). Masa Kontrak Pekerja yang terikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan erusahaan atas dasar pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu tertentu selain undang-undang, no 13 tahun 2003 juga mengacu kepada Kepmenakertrans RI No.100 Tahun 2004 tentang ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu tertentu. BABIV HARI KERJA DAN JAM KERJA PASAL9. HARI KERJA, JAM KERJA DAN HARI LIBUR Hari kerja adalah hari yang ditentukan oleh perusahaan dimana pekerja harus ‘melaksanakan pekerjaanya didalam kerja biasa Hari libur resmi adalah hari yang ditetapkan oleh pihak pemerintah republik Indonesia dan/atau oleh perusahaan, pekerja tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari libur kecuali bila melakukan pekerjaan khusus yang mengharuskan ia bekerja terus. Daftar jam kerja untuk jam kerja departemen diperusahaan diatur oleh perusahaan berdasarkan peraturan perundang - undangan, ‘Bekerja 6 (enam) hari tiap hari 7 (tujuh) jam, atau 40 jam seminggu, dengan pengaturan disesuaikan dengan keadaan. PASAL 10 KERJA LEMBUR Yang dimaksud dengan kerja lembur adalah pelaksanaan pekerjaan untuk kepentingan perusahaan yang melebihi 7 jam kerja dalam 1 hari kerja biasa dan 40 jam kerja seminggu. Untuk Melakuakn Kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja /buruh yang bersangkutan,perintah tertulis dan persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dapat dibuat dalam bentuk daftar pekerja/buruh yang bersedia bekrja lembur yang ditandatangai oleh pekerja/buruh yang bersangkutan dan pengusaha,serta pengusaha harus membuat daftar pelaksanan kerja Jembur yang memuat nama pekerja/buruh yang, bekerja lembur dan lamnya waktu kerja Jembur ( Pasal 6 ayat (1) (2) dan (3) Kepmenakertrans RI no.102 tahun 2004 tentang (waktu Kerja lembur dan Uoah kerja Lembur) Halaman | 9 » Pekerja yang tidak berhak mendapatkan upah lembur adalah pekerja dengan staff keatas. ‘Bekerja pada hari libur atau libur resmi dihitung sebagai bekerja lembur. Pekerja wajib bekerja lembur sesuai perintah kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam hal — hal sebagai berikut a. Bila pekerjaan sewaktu-waktu menjadi banyak padahal harus selesai segera. b, Apabila timbul pekerjaan darurat yang disebabkan oleh kebakaran, banjir, gempa, ‘musibah lain yang mengkibatkan bag: kesehatan atau keselamatan keamanan kerja bila pekerjaan tersebut dilaksanakan segera; ©. Bila pekerja lain yang seharusnya tidak hadir. 4. Kondisi lainnya yang belum diatur dengan mempertimbangkan kondisi yang ada, Cara Menghitung Upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan ( Pasal 8 ayat 2 Kepmenakertrans RI no 102 tahun 2004 tentang waktu kerja lembur dan Upah kerja Jembur. Dimana Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut a Upah perjam dihitung dari Upah perbulan dibagi dengan 173, b. Upah kerja lembur pada hari kerja (sesudah jam kerja wajib) adalah sebagai berikut Jam 1 1,5 x upah pekerja Jam ke 2 dst 2x upah pekerja ©. Upah kerja lembur pada hari besar atau pada hari libur resmi dan pada hari istirahat Minggu Jam ke 1s//7 : 2x upah perjam Jam ke 8 3 x upah perjam Jam ke 9 dst 4x upah perjam PASAL 11 PENUGASAN DAN PEMINDAHAN Untuk pengembangan dan keberhasilan organisasi, Perusahaan berhak dari waktu ke waktu, menempatkan, menugaskan dan memindahkan Pekerja dari satu unit/departemen atau dari satu posisi ke posisi lain. Dalam mengatur pemindahan kerja, merupakan kewenangan penuh Perusahaan dengan ‘memperhatikan kemampuan pekerja, Pemindahan kerja dapat dilakukan antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: a, Karena tingkat kemampuan Pekerja; , Karena bertambahnya jumlah Pekerja atau berkurangnya jumlah Pekerja, berubahnya formasi/susunan struktur organisasi perusahaan; ©. Karena menurut nasehat dokter Perusahaan atau dokter yang ditunjuk Perusahaan, kkesehatan Pekerja tersebut tidak memungkinkan untuk tetap bekerja pada tempat atau Jjabatan yang didudukinya; 4, Keputusan-keputusan lain menyangkut perubahan operasional usaha. Jika terjadi penolakan atas pemindahan kerja tanpa alasan yang layak dan tidak dapat diterima Perusahaan sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan dan Pekerja tersebut telah dipanggil minimal 2 (dua) kali secara patut dan tertulis oleh atasan di Halaman | 10 \ lokasi kerja atau unit/departemen yang baru, maka Pekerja tersebut diputuskan hubungan kerjanya Karena dikualifikasikan mengundurkan diri dengan memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan (UU No. 13 Th. 2003 Pasal 168 ayat 3) PASAL 12 PROMOSI Promosi adalah suatu perubahan dari satu posisi ke posisi lain baik di unit/departemen yang sama maupun yang lain, Promosi dikategorikan sebagai tingkat yang lebih tinggi, ‘mempunyai tanggung jawab yang lebih besar. Promosi dilakukan dengan mempertimbangkan: a. Prestasi kerja Pekerja; , Formasi dan Perencanaan Sumber Daya Manusia; ¢. Kesesuaian kualifikasi Pekerja dengan persyaratan jabatan; Pengaturan mengenai Promosi akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan yang berlaku di Perusahaan. PASAL 13 DEMOSI Demosi adalah perpindahan Pekerja ke jenjang jabatan yang lebih rendah yang dilakukan sebagai sanksi atas prestasi, sikap, atau tindakan yang menyebabkan Pekerja yang bersangkutan dinilai tidak layak lagi menduduki jabatannya. Hal-hal yang menyebabkan Pekerja dinilai tidak layak menduduki jabatannya seperti yang disebutkan dalam ayat (1) Pasal ini karena prestasi kerja tidak memuaskan atau tidak sesuai dengan tuntutan jabatannya atau persyaratan yang ditentukan Perusahaan, Demosi dapat diikuti dengan pengurangan atau penundaan kenaikan upah.dan atau hilangnya hak serta fasilitas yang melekat sebelumnya, PASAL 14 ROTASI Rotasi Pekerja ialah pemindahan Pekerja pada satu lingkup unit/departemen yang sama. Guna menunjang kelancaran jalannya pekerjaan serta pendayagunaan tenaga kerja dan peningkatan kemampuan pekerja dalam satu unit/departemen, maka perusahan dapat ‘melakukan rotasi pekerja pada lingkup internal unit/departemen. Halaman | 11 BABV PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA PASAL 15, cuTl Pekerja yang mempunyai masa kerja minimal 12 (dua belas) bulan berturut-turut berhak ‘mendapat cuti selama 12 hari kerja dengan upah penuh. Permohonan cuti harus diajukan oleh pekerja yang bersangkutan minimal 3 (tiga) hari sebelum tanggal dimulai cuti Cuti tahunan baru dapat dilaksanakan oleh pekerja setelah permohonan disetujui oleh atasan langsung dan bagian Personalia CCuti tahunan tidak dapat diambil secara terpisah kecuali bila diperlukan atas persetujuan, kedua belah pihak. Cuti tahunan berlaku dalam jangka waktu 1 (satu) tahun dan apabila cuti telah jatuh ‘tempo dan setelah | tahun tidak diambil maka hak pekerja atas cuti tersebut gugur. Cuti bagi pekerja wanita : a. Pekerja wanita yang akan melahirkan bethak mendapatkan cuti 3 bulan kalender dan ‘mendapatkan upah penuh, b. cut hamil/melahirkan yang lamanya 3 Bulan dan dibagi 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bbulan sesudah kelahiran. Waktu permulaan cuti didasarkan kepada pendapat dokter ‘atau perhitungan waktu yang wajr. ©. cuti-hamil/melahirkan dapat dimulai setelah permohonan cuti disetujui oleh perusahaan, 4. pekerja wanita yang mengalami keguguran bethak mendapat cuti selam 1,5 bulan setelah tanggal gugurnya kandungan €. _pekerja wanita dapat diberikan ijin meninggalkan pekerjaan atau tidak masuk dengan ‘upah penuh jika merasa sakit pada saat mengalami Haid hari pertama dan kedua ‘yang jatuh pada hari kerja, setelah mendapatkan keterangan dari klinik perusahaan. PASAL 16 IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN 1. Pekerja berhak tidak hadir bekerja atau meninggalkan pekerjaan untuk sementara, dengan upah penuh bila pekerja mendadak atau mengalami kecelakaan asalkan dapat dibuktikan dengan surat dari pihak berwenang atau surat keterangan saksi seorang, dokter yang diketahui oleh perusahaan atau izin dari perusahaan secara tertulis. 2. Setiap pekerja dapat diberi izin tidak masuk atau meninggalkan pekerjaan untuk sementara dengan upah penuh pada waktu ia mendapatkan hal-hal yang tersebut dibawah ini dengan mengajukan permohonan melalui formulir a. Pernikahan pekerja sendiri (untuk pertama kalinya) 3 hari kerja b. Pemnikahan anak sah pekerja 22 hari kerja ¢. Kematian istri, suami, anak/menantu, orang tua atau mertua pekerja : 2 hari kerja .__Istri sah pekerja melahirkan 2 hari kerja €. Sunatan atau pembatisan anak pekerja 2 hari kerja £ Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia 1 hari kerja Halaman | 12 \ 3. Pekerja harus memperoteh izin tertulis terlebih dahulu dari perusahaan sebelum ‘meninggalkan pekerjaan untuk sementara atau tidak masuk kerja, kecuali dalam hal kematian anggota keluarga seperti tersebut ayat 2c dan pekerja tidak mempunyai kesempatan untuk minta izin tertlis sebelumnya kepada perusahaan 4. Izin tertulis meninggalkan pekerjaan untuk sementara atau tidak masuk kerja dengan uupah atau tanpa upah dapat juga diberikan untuk kepentingan lain, selain daripada yang tercantum dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini a. Untuk pekerja yang menunaikan ibadah haji perusahaan dapat memberikan izin dengan upah penuh sesuai dengan keterangan resmi dan tertulis untuk ‘melaksanakan ibadah haji tersebut yang berasal dari instansi penyelenggara ‘Seluruh biaya yang timbul, sepenuhnya ditanggung oleh pekerja sendiri. c.Kesempatan naik haji dengan fasilitas 4a diatas hanya berlaku satu kali PASAL 17 KEDUDUKAN KARYAWAN DALAM TAHANAN Bila seorang pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib bukan atas dasar pengaduan pengusaha ‘maka akan diberlakukan menurut ketentuan dalam pasal 160 undang-undang No 13 tahun 2003. tentang keteaga kerjaan.Dan Apabila Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan Pengusaha maka sebelum inkrah dari pengadilan maka PHK belum dapat dilakuakn dan pekerja teteap mendapatlan Haknya, BAB VI PENGGAJIAN PASAL 18 CARA MENENTUKAN GAJI TERHADAP PEKERJA 1. Pengaturan Penggajian a. Pembayaran gaji pekerja dilakukan | kali setiap akhir bulan yakni ditanggal 28 dan dilakukan pembayarannya melalui Transfer payment dan dilakuakan di Perusahaan. b. Gaji terendah tidak akan kurang dari minimum, dengan mempertimbangkan upah ‘minimum(UMP), yang ditetapkan olch pemerintah 2. Peninjuan gaji dilakukan oleh perusahaan sekali setahun dan didasarkan pada penilaian atas prestasi dan kondisi perekonomian pacia waktu itu, 3. Upah terdiri dari gaji pokok normal tingkat jabatan dan upah Masa kerja untuk golongan masa kerja pekerja, schingga ada perbedaan upah pekerja Halaman | 13 Pekerja yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang kuat (mangkir) gajinya akan dipotong sebanyak waktu dia tidak bekerja dari gaji bulannya. Pelaksanaan pasal ini tidak boleh mengakibatkan kerugian dalam arti luas terhadap seseorang pekerja. Tiap pekerja mempunyai hak untuk minta banding melalui Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP.SPSI) PT Karini Utama dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku. PASAL 19 TANGGUNGAN DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN Dalam rangka menyukseskan program pemerintah indonesia dalam pelaksanaan program keluarga berencana tentang nilai keluarga kecil yang bhagia dan sejahtera (NKKBS) perusahaan bersama-sama dengan serikat pekerja seluruh indonesia menganjurkan agar pekerja mengikuti program keluarga ideal berupa pasangan dengan dua orang anak Batas tanggungan bagi pekerja atas keluarganya yang telah terdaftar dan disetujui sebelumnya oleh perusahaan dan batas tanggungan berobat yang diatur tentang perawatan dan pengobatan, Selanjutnya tunjangan-tunjangan yang tidak berkaitan dengan jumlah tanggung jawab tersebut berlaku pada hal-hal berikut 1 ‘Tunjangan Makan Lembur. a Pekerja yang diminta melakukan pekerjaan lembur langsung setelah jam kerja wajibnya sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya terhadap pekerja, dan kewajiban perusahaan setelah kerja lembur dilakukan 3(tiga) jam maka wajib memberikan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1.400 kalori Atau senilai maksimal Rp.15.000,- dan pemberian makanan tersebut tidak dapat digantikan dengan uang (Pasal 7 Kepmenakertrans RO no 102 tahun 2004 ), b. Pekerja yang bekerja dalam kerja normal pada jam istirahat yang, biasanya pulang untuk makan siang/malam dan saat itu tidak dapat pulang makan siang/malam disebabkan untuk sementara waktu Karena dinas Iuar, atau keperluan tugas Khusus/medesak yang diatur oleh departemennya, maka setiap kalinya berhak ‘menerima tunjangan makan yang diatur dalam kebijakan tersendir ‘Tunjangan melahirkan Perusahaan memberikan tunjangan melahirkan kepada pekerja sebesar Rp.750.000,- untuk tiap anak kandung yang syah sampai 3 orang anak ‘Tunjangan kematian, Perusahaan akan memberikan tunjangan kematian sebesar Rp. 1.000,000,- (satu juta Rupiah) atas kematian dari pekerja. perusahaan akan memberikan tunjangan sebesar Rp. 500,000, (lima ratus ribu Rupiah) atas kematian dari keluarga pekerja sendiri, istri atau suaminya atau anak yang syah b, Apabila pekerja sendiri meninggal dunia, perusahaan akan membayar uang pesangon, maupun kompensasi lainnnya yang menjadi hak almarhum. Halaman | 14 4. Tunjangan pakaian kerja Perusahaan menyediakan dua stel pakaian kerja kepada pekerja dan sepatu disesuaikan dengan bagian masing-masing dalam | tahun kalender yang terdiri dari dua celana panjang dan dua kemeja lengan pendek atau dua stel baju montir bagi pekerja mekanis atau dua stel pakaian kerja untuk wanita. Pakaian kerja harus dipakai pada hari-hari kerja dan pada hari/waktu yang diintruksikan 5. Tunjangan Hari Raya, Masa kerja 12 (bulan) atau lebih, diberikan 1 (satu) bulan Upah, bb. Masa kerja 3 (bulan) atau lebih, tapi kurang dari 12 (dubelas) bulan, diberikan secara propisional dengan perhitungan Jum: Ms bulan Upah, 12 (dua belas) © Pekerja yang belum menyelesaikan masa percobaan 3 bulan tidak berhak atas ‘tunjangan hari raya idul fitr 4 Pembayaran Tunjangan hari raya dilakukan sclambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum Hari Raya dul Fitri ©. Karyawan/ti yang putus hubungan kerja dengan perusahaan kurang dari 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal hari raya idul fitri, berhak mendapat THR sesuai ketentuan diatas, kecuali karyawan/ti kontrak. 6. Tunjangan Cuti / Istirahat a. _Istirahat Panjang Setiap pekerja yang telah memiliki masa kerja 6 (enam) tahun terus menerus bethak atas istirahat panjang dengan ketentuan sebagai berikut : - Pekerja yang hendak melaksanakan istirahat panjang pada tahun ketujuh dan kkedelapan tidak berhak atas cuti/istirahat tahunan pada tahun tersebut; ~ Cara pengambilan cutipanjang : Tahun ketujuh berhak atas 22 hari cuti yg dapat diambil dalam waktu yg berbeda-beda dalam tahun ketujuh tersebut = Cara pengambilan cutipanjang : Tahun kedelapan berhak atas 22 hari cuti yg dapat diambil dalam waktu yg berbeda-beda dalam tahun kedelapan_ tersebut danSelama menjalankan istirahat panjang, pekerja berhak atas upah (gaji pokok ddan tunjangan tetap (apabila ada)) dan pada pelaksanaan istirahat panjang tahun kedelapan pekerja diberikan kompensasi hak cuti tahunan sebesar setengah bulan upah; = cuti Pelaksanaan maupun penundaan pelaksanaan istirahat panjang dilakukan setelah melakukan koordinasi dan mendapatkan persetujuan pihak perusshaan dengan mempertimbangkan kondisi kerja yang ada 7. Tunjangan Kehadiran atau premi hadir. a. karyawan Non Staff yang kerjanya full dalam 1 bulan, perusahaan akan memberikan premi hadir RP.7.500 /hari. Dengan ketentuan sebagai berikut Halaman | 15 + Apabila dalam 1 bulan karyawan ada yang mangkir selama I hari dalam 1 bulan maka premi hadir akan dibayarkan sebesar RP.4.000,-/hari dan dihitung kumulatif untuk HK yang masuk = Apabila dalam 1 bulan karyawan mangkir selama 2 hari kerja maka premi akan dibayarkan RP.2.000;- /hari dan akan dihitung secara kumulatif untuk HK. ybs masuk. + Apabila karyawan mangkir selama 3 hari dalam 1 bulan maka premi hadir tidak akan diberikan kepada yang bersangkutan. b.Premi hadir waktu bekerja lembur di saat hari istirahat mingguan atau hari libur nasional, tidak dibayar. cc. Jika tidak hadir bekerja karena sakit.ijin cuti ,Perjalanan Dinas dll maka premi hadimya akan digugurkan atau tidak dibayarkan pada hari tersebut. BAB VIL PERAWATAN DAN PENGOBATAN PASAL 20 PERAWATAN DAN PENGOBATAN Pada prinsipnya perusahaan tidak menanggung biaya pengobatan dan perawatan Kesehatan atas anak ke 4 dan seterusnya, namun demikian bila salah satu dari pihak kkeluarga pekerja meninggal dunia, mak dapat digantikan anak berikutnya dari istri pekerja yang syah dan terdaftar sebagai tanggungan perusahaan atau anak yang diadopsi ‘melaui pengadilan negeri dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. ‘Anak yang masih menjadi tertanggung pekerja adalah a. Anak yang belum berkeluarga sampai umur 18 tahun, b. Masih didalam pendidikan formal sampai umur 25 tahun. Tidak termasuk bagi anak yang sudah bekerja dan mempuyai penghasilan tersenditi PASAL 21 GAJI PEKERJA SELAMA SAKIT. Pekerja yang berhalangan melakukan pekerjaan karena sakit, berhak atas cuti sakit setelah perusahaan memberikan keterangan tertulis Gaji pekerja selama sakit dibayar sesuai dengan perincian seperti dibawah ini ; ‘* Untuk 4 bulan pertama setama sakit 100% dari Upah perbulan. © Untuk 4 bulan kedua dari cuti sakit 75% dari Upah perbulan, © Untuk 4 bulan ketiga dari cuti sakit 50% dari Upah perbulan, © Untuk bulan selanjutnya 25% dari Upah perbulan sebelum pemutusan sehubungan kerja dilakukan oleh perusahaan, Halaman | 16 Pekerja yang mengalami sakit selama 12 bulan berturut ~ turut, maka keadaan pekerja tersebut akan ditinjau dan dapat di berhentikan dengan hormat dari pekerjaannya, dimana kompensasinya diberikan didasarkan pada Undang-undang No. 13 tahun 2003 pasal 172 yyakni 2(dua) kali pesangon,2 (dua) kali uang penghargaan masa kerja dan 1 (satu) kali uang penggantian hak. BAB VIII KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PASAL 22 ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA, MASALAH KEAMANAN DAN PERLENGKAPAN KERJA, Perusahaan menyediakan alat-alat kesclamatan kerja untuk pekerja yang dapat ‘membahayakan keselamtan pekerja Perlindungan khusus bagi karyawati yang pulang /masuk kerja diatas jam 23.00, disediakan antar jemput, dari pabrik ke lokasi penjemputan, penjagaan kesusilaan dan ‘keamanan selama bekerja. Antar jemput pukul 23.00 sampai dengan pukul 05.00 Pekerja yang telah mengalami kecelakaan atau pekerja yang telah mengetahui terjadi sesuatu. kecelakaan, atau akan melaksanakan tugas tapi menurut hematnya dapat ‘membahayakan keselamtan pekerja yang bertugas atau teman sekerjanya wajib melaporkan hal itu kepada atasannya untuk diteruskan kepada bagian keselamatan pekerja, Pekerja wajib menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerjanya. Pekerja wajib mematuhi peraturan keselamatan kerja, kesehatan dan perlindungan kerja yang ditetapkan oleh pemerintah atau perusahaan Ketentuan yang tercantum dalam UU No. 3 tahun 1992 junto peraturan pemerintah No. 14 tahun 1993 mengenai kecelakaan kerja seluruhnya berlaku pada setiap pekerja yang mengalami kecelakaan didalam melaksanakan pekerjaan, BAB IX JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA PASAL 23 JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA Sebagai jaminan sosial, perusahaan mengikut sertakan seluruh tenaga kerjanya dalam program BPJS, menurut undang-undang NO. 40 Tahun 2004 tentang SISAMSOSNAL (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan juga Undang-ndang no 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan aturan Pelaksanaanya dimana Pembagian Pelaksanaanya meliputi yaitu program a. BPJS Kesehatan yang meliputi Jaminan Kesehatan b. BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Halaman | 17 Jaminan Kecelakaan Kerja (IKK); Jaminan Hari Tua HT); setiap akhir tahun perusahaan akan berusaha untuk mendapatkan pernyataan saldo Tabungan hari tua dari PT. Jamasostek untuk dibagikan kepada setiap karyawan, © Jaminan Kematian (JK); ‘© Jaminan Pensiun. 2. Ketentuan pembayaran iuran program BPJS disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 3. Perusahaan selalu berusaha untuk mendirikan dan memelihara bangunan-bangunan untuk melakukan ibadah keagamaan didaerah-dacrah operasinya. 4. Perusahaan, pekerja, dan serikat pekerja PT. Karini Utama bersama-sama berusaha mengembangkan kegiatan rekreasi dan olahraga didaerah perusahaan, dengan ‘menyediakan alat-alat dan fasilitas lain serta mengadakan pertandingan ~ pertandingan antar daerah dan sebagainya, 5. Perusahaan akan membantu kegiatan usaha koperasi karyawan PT. Karini Utama sesuai dengan kemampuannya dalam penyedian ruang toko/kantor dan perlengkapannya, usaha- uusaha pengembangan dan hal ~ hal lain yang sangat diperlukan. BABX PROGRAM PENINGKATAN KETRAMPILAN PASAL 24 KURSUS DAN PENDIDIKAN KETRAMPILAN Perusahaan sesuai dengan kemampuannya mengusahakan fasilitas dan sarana pendidikan bagi pekerja BAB XI TATA TERTIB KERJA, PASAL 25 TATA TERTIB KERJA 1, Setiap pekerja wajib bekerja dengan hati-hati memelihara/menjaga barang milik perusahaan, dan setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang ada. 2. Setiap pertukaran shift wajib diadakan serah terima pekerjaan agar pekerja shift ‘menyambut pada waktu itu dapat mengetahui kondisi/problem pekerjaan yang dikerjakan pada shift sebelumnya, pelanggaran daripada hal tersebut oleh setiap pekerja akan dikenakan sanksi tindakan disiplin (tegoran tertulis) oleh kepala bagian/departemen. Halaman | 18 PASAL 26 PELANGGARAN DISIPLIN ‘Tindakan — tindakan atau kelakuan yang dapat tercantum dibawah ini adalah pelanggaran yang mengakibatkan dilaksanakannya tindakan disiplin. a, Melakukan tindakan kejahatan seperti melakukan penipuan, pencurian, dan penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan serta memperdagangkan barang terlarang baik didalam maupun diluar perusahaan, Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan. Mabuk, minum-minuman keras, yang memabukkan, memakai dan menggunakan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dilingkungan kerja Melakukan perbuatan asusila ata perjudian dilingkungan kerja. Menyerang, menganiaya , mengancam atau mengintimidasi pimpinan atau teman kerja dilingkungan kerja, Bersekongkol atau membujuk pimpinan atau keluarga pimpinan atau teman sekerja atau secara sendirian untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau melanggar hukun. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan Dengan ceroboh atau sengaja menbiarkan teman sekerja atau dirinya sendiri dalam keadaan bahaya ditempat kerja Membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan. Melakukan perbuatan yang melonggar hukum dilingkungan perusahaan akan diancam penjara 5 tahun atau lebih ‘Memalsukan catatan, surat keterangan perincian dan atau tanda terima milik perusahaan, bertindak dengan cara yang tidak dapat diterima oleh masyarakat atau bertentangan dengan agama Membuat tindakan atau melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak nama baik atau merugikan perusahaan Melanggar keselamatan atau kesehatan kerja Tidak mematuhi perintah yang wajar dari atasan , padahal telah diperingatkan sebelumnya. Tidur ditempat kerja yang seharusnya melakukan pekerjaan. Meninggalkan pekerjaan tanpa izin dari atasan. Tidak mampu atau tidak bethasil melaksanakan tugas meskipun telah diberi latihan atau kkesempatan untuk melaksanakannnya sebavaimana mestinya. Berulang kali tidak hadir ditempat kerja tanpa alasan yang kuat. Tidak masuk bekerja dalam waktu sedikit-dikitnya 6 hari kerja terus menerus tanpa disertakan surat keterangan secara tertulis dengan bukti-bukti yang syah, dalam hal demikian, pekerja tersebut dinyatakan tela mengundurkan diri dari pekerjaannya. Gagal kembali bekerja setelah cuti pada tanggal yang telah ditentukan tanpa alasan yang, uat Hal — hal lainnya yang belum diatur Halaman | 19 PASAL 27 DASAR TINDAKAN Dalam rangka menegakkan disiplin kerja yang baik dan membangun tanggung jawab dan lingkungan kerja yang kondusif bagi Pekerja, Perusahaan memandang, perlu adanya tindakan pengaturan disiplin dan sanksi yang dikenakan kepada pelangger. Dengan berpedoman kepada ketentuan Peraturan Perundangan yang berlaku, Perusahaan akan mengenakan tindakan disiplin dan sanksi yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan dan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja, Pemberian sanksi didasarkan pada a. Jenis dan bentuk pelanggaran; b. Frekuensi dilakukannya pelanggaran (pengulangan atau keseringan pelanggaran); ¢. Bobot (berat atau ringannya) pelanggaran; 4. Unsur-unsur kesengajaan dari pelanggaran; ©. Kerugian yang diderita Perusahaan PASAL 28 JENIS SANKSI Sanksi Pokok a. Teguran Lisan b. Surat Peringatan; Surat Peringatan terdiri dari Surat Peringatan I, I dan III, Jangka waktu berlakunya Surat Peringatan adalah 6 (enam) bulan Surat peringatan akan gugur setelah lewat waktu yang ditentukan dan dalam masa tersebut Pekerja yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran lain, Surat Peringatan tidak selalu diberikan menurut urut- urutannya, tetapi dapat dikenakan berdasarkan tingkat kesalahan dan pelanggaran . Pemutusan Hubungan Kerja, Selain Saks! Pokok sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) Pasal ini, atas pertimbangan Perusahaan Pekerja yang bersangkutan dapat dikenai sanksi administratif sebagai berikut Skorsing (pemberhentian sementara): Penurunan jabatan atau jenjang jabatan, Penghentian kenaikan jabatan atau gaji Penggantian atas kerugian Perusahaan: Pemotongan upah, ppege Halaman | 20 PASAL 29 PEMBERIAN SANKSI POKOK A. Perusahaan dapat menentukan jenis sanksi sesuai dengan bobot dan jenis pelanggarannya. B. Perusahaan dapat memberikan Teguran Lisan dengan ketentuan sebagai berikut : ‘Teguran lisan disampaikan oleh atasan langsung kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran untuk kemudian dicatat serta tembusannya disampaikan kepada bagian HRD. Masa berlaku teguran lisan adalah selama 3 (tiga) bulan Pelanggaran yang dapat diberikan teguran lisan adalah sebagai berikut. a Mangkir selama I (satu ) hari kerja b, Terlambat masuk kerja atau meninggalkan tempat kerja sebelum waktu berkerja, berahir kurang dari 5 (lima) kali dalam 1 (satu) bulan atau dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. ¢. Melalaikan kewajibannya untuk memberitahukan perubahan yang berkenaan dengan domisili/tempat tinggal dan setatus keluarga (perkawinan,kelahiran,kematian) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. __ Tidak mengenakan kartu tanda pengenal yang telah diberikan oleh perusahaan. @. Kesalahan lain yang dianggap setara dan memiliki bobot yang sama. C. Perusahaan dapat memberikan Surat Peringatan I dengan ketentuan sebagai berikut 2 Surat peringatan I dibuat dan disampaikan oleh atasan langsung kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran serta tembusannya disampaikan kepada bagian HRD. Pelanggaran yang dapat diberikan surat peringatan I adalah sebagai berikut : a. Mangkir selama 2 (dua) hari kerja dalam sebulan, b. Terlambat masuk kerja atau meninggalkan tempat kerja sebelum waktu kerja berahir lebih dari $ (lima) kali dalam 1 (satu) bulan atau dalam kurun waktu 30 ( tiga puluh) hari tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. ¢. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin/perintah atasannya atau alasan yang jelas dan wajar, sehingza menimbulkan kerugian bagi perusahaan d. Melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan intruksi kerja/standart operating procedure (SOP) dan kebiasaan yang sudah disosialisasikan oleh atasannya schingga merugikan perusahaan baik secara materil maupun mengakibatkan terhambatnya proses kerja. €. Sebagai pimpinan tidak melakukan pungsi kontrol yang efektif sehingea menyebakan’ pelanggaran tata tertib/disiplin perusabaan dan kedisiplinan bawahannya. ££. Memberiken penugasan atau menyuruh bawahanaya melaksanakan pekerjaanya tanpa mengindahkan SOP,sehingga merugikan perusahaan. g. Tidur pada waktu jam kerja fh. Memasukkan anggota badan pada mesin yang sedang berjalan. i, Melakukan pengulangan pelanggaran dengan sanksi teguran lisan dalam masa berlakunya teguran lisan, J. Kesalahan lain yang dianggap setara dan memiliki bobot yang sama Halaman | 21 D. Perusahaan dapat memberikan Surat Peringatan II dengan ketentuan sebagai berikut 1 2, Surat peringatan II dibuat dan disampaikan oleh atasan langsung kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran serta tembusannya disampaikan kepada bagian HRD. Pelangaran yang dapat diberikan surat peringatan 11 adalah sebagai berikut a Mangkir selama 3 (tiga) hari kerja berturut-turut b. Mangkir selama 4 (empat) hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan takwim atau dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari ¢.Terlambat Masuk kerja kerja atau meningalkan tempat kerja sebelum waktu kerja berahir lebih dari 10 (sepuluh) kali dalam 1 (satu) bulan atau dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. 4. Masih tetap tidak cakap dalam melakukan pekerjaan yang dituzaskan kepadanya walaupun telah dicoba ditempatkan pada beberapa jenis pekerjaan yang sesuai kemampuannya dan sebelumnya telah mendapatkan surat peringatan I (SP-I). ©. Kelalaian dalam melaporkan Surat Perintah Lembur (SPL) secara akurat (PIC. SPL yang ditunjuk masing-masing bagian) £ Pekerja yang menggunakan barang-barang milik perusahaan untuk keperluan kkepentingan pribadi, memperbaiki atau membuat barang-barang pribadi di tempat kerja tanpa izin dari atasan atau pimpinan; 8, Pekerja Tidak memakai Perlengkapan Keselamatan Kesehatan dan Perlindungan Kerja yang telah ditentukan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan pekerjaan, di Lingkungan Perusahaan; 1h, Pekerja yang dengan sengaja tidak melakukan absensi (Clock In dan Clock Out atau salah satunya) sebanyak 5 (lima) kali dalam sebulan, i, Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat oeringatan I atau selama masa berlaku surat peringatan I atau selama masa berlaku surat peringatan 1 masih mengulangi lagi pelanggaran yang jenis dan atau berat pelanggarannya sama atau lebih rendah, i. Kesalahan lain yang dianggap setara dan memiliki bobot yang sama. E. Perusahaan dapat memberikan Surat Peringatan III atas kesalahan antara lain 2, 3 Surat peringatan III dibuat dan disampaikan oleh atasan langsung bersama dengan kkepala bagian HRD kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran. Masa berlaku surat peringatan Ill adalah selama 6 (enam) bulan. Pelanggaran yang dapat diberikan surat peringatan III adalah sebagai berikut a. Mangkir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut, b. Mangkir selama 5 (lima) hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan takwim atau dalam kurun 30 (tiga puluh) hari ¢, Menolak penugasan yang disampaikan oleh atasan langsung atau pimpinan kerja dalam kaitan karyawan/ti tanpa alasan yang sah. 4. Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan kecelakaan bagi dirinya/orang lain atau kerugian bagi perusahaan. © Memberikan keterangan/data palsa atau yang dipalsukan schingga merugikan perusahaan atau kepentingan negara. £ Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa izin atasan memindahkan menyimpan barang milik perusahaan di suatu tempat yang tidak semestinya yang ‘mengindikasikan suatu niat untuk memilikinya atau sebagai usaha untuk ‘membantu pencurian . Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan I atau selama masa berlaku surat peringatan Il h. Merobek/membuang surat peringatan dengan tujuan untuk mengabaikannya tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan IIT atau selama masa Halaman | 22 berlaku surat peringatan III serta masih mengulangi lagi pelanggaran yang jenis dan atau berat pelanggarannya sama atau lebih rendah, i, Kesalahan lain yang dianggap setara dan memiliki bobot yang sama. Apabila Pekerja telah mendapat Surat Peringatan III (tiga) dan kembali melakukan ‘kesalahan dalam masa berlakunya Surat Peringatan, maka Perusahaan dapat memutuskan ‘hubungan kerja dengan Pekerja yang bersangkutan. Perusahaan dapat memberikan sanksi Surat Peringatan Pertama dan Terakhir (Ketiga) atau Pemutusan Hubungan Kerja kepada Pekerja tanpa melalui tahap-tahap sebelumnya, tergantung pada jenis dan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Perusahaan dapat memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena Alasan ~ alasan mendesak yang dapat ditempuh melalui Lembaga penyelesaian perselisihan Hubungan Industrial apabila Pekerja melakukan perbuatan di bawah i a Menyalakan api atau merokok pada tempat yang dilarang atau berbahaya (contohnya : KGB, Laboratorium, Tangki Solar, TPS B3) b, Memindahkan alat-alat pemadam kebakaran (APAR) dari tempat yang sudah ditentukan tanpa izin Atasan Langsung atau dengan sengaja digunakan tidak sesuai fungsinya. ©. Melakukan segala jenis pemalsuan yang dapat merugikan atau merusak citra Perusahaan; 4, Melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya nama baik ataupun kepercayaan tethadap perusahaan, baik karena kesenvajaan maupun kelalaian; . Mengambil, menguasai, menyalahgunakan uang/asset milik perusahaan, Pekerja, atau pihak lain tanpa hak £ Memberikan keterangan yang tidak benar baik lisan maupun tertulis antara lain keterangan pada proses seleksi Pekerja atau pada saat diadakan perjanjian kerja, kketerangan yang terkait dengan tugas dan pekerjaan, keterangan ketika ada penanganan kasus oleh Personalia, maupun untuk kepentingan lainnya; & Pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur Keuangan Perusahaan tanpa alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan; h. Mengungkapkan ketidakpuasannya melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan tata cara penyelesaian tuntutan dan perselisihan. i. Apabila seorang Pekerja Mangkir 8 (delapan) hari dalam 3 (tiga) bulan meskipun tidak berturut-turut dan belum dikenakan sanksi surat peringatan; Melakukan pungutan liar di lingkungan Perusahaan; Meminta dan atau tanpa sepengetahuan pimpinan menerima pemberian-pemberian atau hadiah untuk kepentingan pribadi dari pihak ketiga yang diketahui atau diduga terkait dengan pekerjaan dan atau wewenang dan atau jabatan Pekerja di Perusahaan; 1. Dengan sengaja merintangi pekerjaan sehingga menghambat kelancaran jalannya proses produksi; m, Melakukan perbuatan yang bersifat provokatif dan atau menghasut di lingkungan Perusahaan; n, Dengan sengaja atau lalai menyebabkan kerusakan mesin atau peralatan yang ‘mengakibatkan dirinya atau orang Iain mengalami kecelakaan kerja; no Halaman | 23 ‘©, Membawa senjata tajam, senjata api, bahan peledak, atau barang-barang berbahaya Jainnya ke lingkungan Perusahaan; p. Dengan sengaja atau karena kecerobohannya menyebabkan kerusakan dan kerugian atau membiarkan aset milik Perusahaan dalam bahaya; 4. Dengan sengaja atau karena kecerobohannya melalaikan kewajibannya, tidak ‘menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, atau melakukannya dengan serampangan; *. Melakukan pekerjaan sampingan yang terkait dengan lingkup usaha Perusahaan dan atau dapat menimbulkan konflik kepentingan maupun mengganggu pelaksanaan pekerjaan; . Menimbulkan keresahan Pekerja lainnya. Dalam semua masalah tersebut, baik pekerja maupun serikat pekerja scluruh Indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama, akan diberitahukan dengan Resmi secara tertulis dan semua prosedur yang terdapat dalam Undang-undang No.13 tahun 2003 akan diberlakukan PASAL 30 PEMBERHENTIAN TUGAS SEMENTARA (SKORSING) 1, Pekerja dapat dibebas tugaskan sementara dari pekerjaannya karena hal-hal sebagai berikut: a Untuk kepentingan pengusutan karena adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja; , Pembinaan dan atau hukuman atas pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh Pekerja; . Menunggu izin Pemutusan Hubungan Kerja dari instansi yang berwenang 2. Dalam hal skorsing dilakukan untuk menunggu izin Pemutusan Hubungan Kerja, maka skorsing dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Perundangan yang berlaku yakni paling Jama 6 (enam) bulan, 3. Selama masa skorsing sebagaimana disebutkan dalam ayat (2) Pasal ini, maka a, Selama Menjalani masa skorsing pekerja tetap mendapatkan upah beserta hak-hak Jainnya yang biasa diterima pekerja/buruh ( pasal 155 ayat 3 UU no 13 tahun 2003). , Fasilitas-fasilitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang diberikan kepada Pekerja dicabut oleh perusahaan; c. Pekerja tidak diperkenankan masuk kerja dan berada di lingkungan kerja, kecuali apabila dibutuhkan kehadirannya oleh Perusahaan. Halaman | 24 BAB XII PENYELESAIAN TUNTUTAN DAN PERSELISIHAN PASAL 31 PENYELESAIAN TUNTUTAN DAN PERSELISIHAN Sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku, perusahaan disatu pihak dan serikat pekerja seluruh Indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama dilain pihak, wajib bekerja sama dengan serasi untuk mengusahakan pemecahan tiap persoalan yang, berhubungan dengan hubungan kerja dan mencapai penyelesaian dengan musyawarah dan mupakat yang bersifat persaudaraan pada setiap persaudaraan pada setiap perselisihan yang timbul dari masalah hubungan kerja terutama atas hal-hal yang tidak Jjelas dasar hukum dan peraturannya, Didalam hal seorang pekerja mempunyai suatu tuntutan, maka pekerja tersebut pertama-tama harus mengajukan tuntutannya secara lisan atau tertulis kepada atasannya langsung dan kemudian atasan tersebut harus memberi keputusannya didalam jangka waktu 3 hari setelah tuntutan tersebut diajukan kepadanya, Apabila atsannya tidak mampu menyelesaikan persoalan tuntutan yang diajukan kkepadanya, tuntutan tersebut harus diajukan secara lisan atau tertulis kepada perusahaan didalam jangka waktu 6 hari setelah tuntutan diajukan kepada atasan tersebut. Didalam hal tuntutan tidak dapat disclesaikan dengan musyawarah antara_pihak perusahaan dengan serikat pekerja seluruh Indonesia (SP.SPSI) PT. Karini Utama ‘maka persoalan/perselisihan dimaksud harus diselesaikan dengan Undang-undang NO. 13 ahun 2003 dan Undang-undang NO. 2 tahun 2004 He-hal yang menyangkut perselisihan supervisor dan mangement diselesaikan dengan ‘Undang-undang NO. 13 tahun 2003, BAB XIII PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PASAL 32 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Pemutusan hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja diatur sesuai dengan Undang-undang NO. 13 tahun 2003, dalam hal pemutusan hubungan kerja dengan pesangon, besarnya pesangon tidak akan lebih rendah dari ketentuan yang diatur oleh Undang-undang NO. 13 tahun 2003 Halaman | 25 2. Kompensasi atas PHK | Vang = Uang |p tian pee ° enghargaan | Penggantian No| KategorPHK | Pesangon | Pisa | Tyntoruaur aT O1 | Masa kontrak berahir | Tidak [Tidak | Tidak {02 [Dalam masa percobaan | Tidak Tidak Tidak | [03 /Melakukan pelanggaran | Ya Ya Ya | | disiplin dalam PKB | | || Csetelah diberikan surat | | ingatan) | 14] Mengundurkan di Tidak [Ya | secara baik-baik [a | Karena efiseinsi ‘Mengacu pada UUTK 13/2003 pasal 164 | Pensiun atau meninggal |Ya(2x) Tidak | Ya Ya dunia ‘Untuk ketentuan masa kerja dan perhitungan untuk pesangon adalah sebagai berikut; MASA KERJA Ta PESANG ‘Kurang dari I tahun 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun | 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun | 3 tanun atau lebih tetapiurang dari 4 tahun 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari § tahun 5 tahun atau lebih tetapi kurag dari 6 tahun 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun | 8 tahun atau lebih RRTECRW En 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun | 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 1 tahun T bulan Upah 2 bulan Upah 3 bulan Upah 4 bulan Upah 5 bulan Upah 6 bulan Upah 7 bulan Upah 8 bulan Upah ‘9 bulan Upah UANG P 2 bulan Upah 3 bulan Upah 4 bulan Upah 5 bulan Upah NGHARGAAN MASA KERJA ___| Halaman | 26 15 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 18 tahun | 6 bulan Upah | 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun | 7 bulan Upah | | 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun | 8 bulan Upah (24 tahun atau lebih ___| 10 bulan Upah C. Uang, Bagi pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri secara baik — baik yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan perusahaan secara langsung diberikan wang pisah yang besamya 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun | 6 butan Upah 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 7 bulan Upah 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 8 bulan Upah 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun | 10 bulan Upah | 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 24 tahun atau lebih Upah Upah Upah Upah Upah 3. Pemutusan hubungan kerja terdiri dari beberapa kategori diantaranya sebagai berikut; A. Karena permintaan sendiri Apabila pekerja bermaksud mengundurkan diri dari perusahaan, pekerja berkewajiban mengajukan permintaan berhenti secara tertulis paling lambat 30 hari sebelumnya. Dalam hal demikian, perusahaan akan membayar uang pisah dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Halaman | 27 Karena dalam masa percobaan Selama dalam masa percobaan Pekerja atau Perusahaan berhak memutuskan ‘hubungan kerja tanpa pertimbangan atau kewajiban apapun, dan Pekerja berhak ‘menerima gaji untuk selama ia bekerja didalam masa percobaan tersebut. . Melanggar ketentuan dalam PKB setelah diberikan Surat Peringatan Pekerja yang telah menerima Surat Peringatan dapat dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 161 Undang ~ undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena pengurangan atau pemberhentian operasi perusahaan, Kemungkina pada waktu-waktu yang tidak dapat diduga semula, atau berdasarkan hal yang mendesak, perusahaan terpaksa mengurangi dan memberhentikan operasi yang akan mengakibatkan adany@ kelebihan jumlah kerja, dalam hal demikian ‘untuk pesangon maupun kompensasi lainnya Sesuai dengan Undang-undang No, 13 tahun 2003, Sakit Berkepanjangan, cacat akibat kecelakaan kerja Pekerja yang sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan Pasal 172 Undang — undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Karena meninggal dunia 1. Pekerja meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka kepada istri/anak bagi yang belum atau tidak berkeluarga kepada ahli warisnya yang syah akan menerima pembayaran terdiri dari; a Uang pesangon maupun kompensasi lainnya sesuai dengan Undang- ‘undang No. 13 tahun 2003, b. Pembayaran lainnya yang telah menjadi hak pekerja, 2. pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja selain menerima seperti pada E1 dari perusahaan, juga menerima tunjangan lainnya dari program Jamsostek pada PT. JAMSOSTEK. ‘karena usia Lanjut (Pensiun) F.1, Batasan usia lanjut ditetapkan 55 (lima puluh lima) tahun, Pekerja akan menerima pesangon maupun kompensasi lainnya sesuai dengan Undang- undang No. 13 tahun 2003. F.2, Dalam hal pelaksanaan pengakhiran hubungan kerja terutama usia lanjut biasa (F.1) diatas maka perusahaan akan membantu pekerja untuk ‘memperoleh simpanan tabungan hari tuanya dari program Jamsostek Halaman | 28 H. Pelanggaran kesalahan berat 1. Bila seorang pekerja melanggar ketentuan Pasal 158 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan berdasarkan keputusan Mahkamah konstitusi Nomor 012/PUU-1/2003 dan _ditindaklanjuti dengan surat edaran Menakertrans NO SE-13/MEN/SI-HK/V/2015 bahwa pasal tersebut telah dianulir oleh mahkamah konstitusi sehingga PHK tidak serta merta dapat dilakukan oleh perusahaan tetapi harus dibuktikan terlebih. dahulu. melaui jalur hokum da nada putusan inkkrah dari pengadilan ,atau untuk alasan ‘mendesak PHK dapat ditempuh melalui lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja karena alasan di atas Pekerja akan diberikan uang penggantian hak, Dan Uang Pisah sebesar 50% (lima puluh persen) dari Uang Pisah yang diterima pekerja yang mengundurkan iri baik - baik. dasar 158 ayat 4 1. PHK Karena Pernikahan Antar Pekerja 1. Apabila terjadi pernikahan antar Pekerja dalam satu perusahaan, maka Perusahaan akan memberitahukannya secara tertulis dan selambat- lambamya 3 (tiga) bulan setelah pemberitahuan Perusahaan, salah satu Pekerja harus mengundurkan diri 2, Hakshak Pekerja yang mengundurkan diri karena pemnikahan antar Pekerja akan diberikan 1 (satu) kali ketentuan Uang Pesangon, 1 (satu) kali ketentuan Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dasra 153 ayat 1 d J. PHK Karena Mangkir (Dikualifikasikan Mengundurkan Diri) 1. Apabila Pekerja tidak masuk bekerja selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan tertulis dan telah dipanggil oleh Perusahaan 2 (dua) kali secara parut dan tertulis, maka Pekerja tersebut dikualifikasikan telah mengundurkan dir 2. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja karena alasan di atas, maka Pekerja berhak atas Uang Penggantian Hak sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangan yang berlaku dan Uang Pisab. 3. Besarnya Uang Pisah bagi Pekerja melakukan perbuatan sebagaimana yang diatur dalam Pasal ini adalah sebesar 50% (lima puluh persen) dari Uang Pisah yang diterima pekerja yang mengundurkan diri baik - baik. Dasar pasal 168 ayat 1 kompensasi ayat 3 Halaman | 29 K. PHK Karena Alasan Mendesak a Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja apabila Pekerja ‘melakukan perbuatan yang dikualifikasikan sebagai alasan mendesak oleh Perusahaan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja karena alasan di atas Pekerja akan diberikan wang penggantian hak dan Uang Pisah sebesar 50% (lima puluh persen) dari Uang Pisah yang diterima pekerja yang mengundurkan diri baik - baik. L. PHK Karena Pekerja Ditahan Pihak Berwajib Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Pekerja, yang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaannya karena dalam proses perkara pidana, Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan berakhir dan dinyatakan tidak bersalah, maka Perusahaan wajib ‘mempekerjakannya kembali Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bbulan berakhir dan dinyatakan bersalah maka Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja tanpa menunggu masa 6 (enam) bulan tersebut berakhir, Halaman | 30 BAB XIV KETENTUAN PENUTUP PASAL 33 PENANDATANGANAN NASKAH PERJANJIAN 1. Penandatanganan naskah PKB dilaksanakan dikantor PT.KARINI UTAMA. 2. Apabila terdapat perbedaan penafsiran terhadap pasal-pasal yang telah disepakati bersama akan diselesaikan secara musyawarah, Pada hari senin tanggal Sebelas bulan Mei tahun dua ribu lima belas (11-05-2015) kami team perundingan perjanjian kerja bersama PT. Karini Utama tahun 2015-2017 terdiri dari ‘A. Team perunding perusahaan PT. Karini Utama terdiri dari Bambang Agus Purwanto Sumadi Eci Suciaty Depi Ariansyah Bune B. Team perunding PUK SP.SPSI PT. Karini Utama terdiri dari Dedeng Setiawan Suryadi Pura Yayan Gunawan ‘Igbal Sinarta Aswanto M.Adriyanto Iskandar Budiman Zurwati Budi Risyanto CEI AMWE N= Telah membahas kembali PKB Tahun dan pada hari ini telah berhasil merumuskan serta sepakat atas draft perjanjian kerja bersama (PKB) PT. Karini Utama yang terdiri dari Bab dan Pasal Ditandatangani di : Desa Kemuja Pada tanggal 28 Desember 2015 Pihak ~ Pihak yang mengadakan perundingan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah PT. KARINI UTAMA PUK SPSI PT. KARINI UTAMA Dedeng Setiawan Ketua Halaman | 29 Perjanjian Kerja Bersama ini telah didaftarkan oleh Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka dengan Surat Keputusan Nomor : KEP.002/PKB/SOSNAKER/2016 tanggal 01 Februari 2016, WP. 19650423 199203 2 003 PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA Jalan 4. Yani (Jalur Dua) Telp_ (0717-92522 Sungailiat Faxs_92522 KEPUTUSAN KEPALA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA KABUPATEN BANGKA NOMOR : KEP. 002/PKB/SOSNAKER/2016 TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA, PT. KARINI UTAMA Jalan Raya Mentok Km. 20 Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat Dengan SERIKAT PEKERJA PT. KARINI UTAMA Jalan Raya Mentok Km. 20 Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat KEPALA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA, KABUPATEN BANGKA, MENIMBANG : a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 pasal 132 ayat (2) Perjanjian bersama perlu didaftarkan pada instansi yang bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan. », bahwa berdasarkan Surat PT. Karini Utama Nomor : 004/KU- SFA//2016 tanggal 20 Januari 2016 telah mengajukan permohonan pendaftaran Perjanjian Kerja bersama antara PT. KARINI UTAMA dengan SERIKAT PEKERJA PT. KARINI UTAMA, ¢. bahwa oleh karena itu Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud pada huruf (b) di atas, perlu ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Sosial dan dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka. MENGINGAT : 1. Undang — Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan; 2. Undang — Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2008; 3. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama; 4, Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 16 Tahun 2013 tentang Pelayanan Ketenagakerjaan; MENETAPKAN KESATU MEMUTUSKAN : Perjanjian Kerja Bersama PT. Karini Utama dengan Serikat Pekerja PT. Karini Utama yang tercatat pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka dengan Nomor_pencatatan serikat pekerja: 002/SP/SB/Sosnaker/2010 tanggal 07 Juli 2010, telah ditandatangani oleh pihak-pihak pada tanggal 28 Desember 2015 dengan catatan bahwa : 1, Halaman 6 pasal 4 ayat 2 yang berbunyi “ Perjanjian Kerja Bersama ini untuk pekerja/buruh di perusahaan PT. Karini Utama baik PKWT maupun PKWTT dan menjadi anggota ‘SPs Catatan: Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 28 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahaan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanj Kerja Bersama, seharusnya PKB (Perjanjian Ker}: Bersama) berlaku bagi seluruh pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan baik PKWT maupun PKWTT, tanpa harus mensyaratkan menjadi anggota serikat pekerja tertentu. 2. Halaman 15 Pasal 19 ayat 6 point a Perjanjian Kerja Bersama yang mengatur tentang istirahat panjang, disebutkan pekerja ‘memperolen hak cuti panjang pada tahun ke tujuh dan ke delapan masing-masing 22 hari. Catatan: istirahat panjang diberikan sekurang kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada tahun ke tujuh dan ke delapan masing-masing 1 (satu) bulan (Pasal 79 ayat (2) point d Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). 3. Halaman 30 pasal 32 ayat (3) huruf K yang mengatur PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena alasan mendesak yang berbunyi 1) Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja apabila pekerja_-—melakukan —perbuatan yang dikvalifikasikan sebagai alasan mendesak oleh perusahaan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini. 2) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja arena alasan di atas pekerja akan diberikan uang penggantian hak dan uang pisah sebesar 50% (lima puluh persen) dari wang pisah yang diterima pekerja yang mengundurkan diri baik- baik. Catatan: - Bahwa PHK karena alasan mendesak tidak diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, salah satu yang dapat dijadikan rujukan adalah Surat Edaran kerja dan Transmigrasi Republik SE-13/MEN/SJ-HK/1/2005. tentang tas Hak Uji Materil Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, disebutkan pada point 4 (empat) : “Dalam hal terdapat “alasan mendesak” yang. mengakibatkan tidak memungkinkan hubungan kerja dilanjutkan, maka pengusaha dapat menempuh upaya penyelesaian melalui lembaga _penyelesaian perselisihan hubungan industrial”. Indonesia Nomo! Putusan Mahkamah Konstit KEDUA KETIGA. KEEMPAT - Berdasarkan surat edaran tersebut PHK yang dikategorikan “alasan mendesak” tidak dapat dilakukan oleh perusahaan, tetapi harus melalui jalur lembaga _penyelesaian —_perselisihan hubungan industrial, dan lembaga penyelesaian hubungan industrial yang berwenang memutuskan kategori PHK yang dianggap “alasan mendesak” oleh perusahaan dan besaran kompensasi atau hak yang diperoleh pekerja akibat dari PHK tersebut. : Perjanjian Kerja Bersama tersebut mulai berlaku pada tanggal 01 Januari 2016 s.d 31 Desember 2018 dan telah terdaftar pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka dengan Nomor : Kep. 002/PKB/Sosnaker/2015 tanggal 01 Februari 2015 : Apabila Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam amar KESATU dilakukan perubahan dan atau perpanjangan maka kedua belah pihak harus melaporkan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka, : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini dan terdapat hal yang bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku, maka bagian yang bersangkutan dari Perjanjian Kerja Bersama ini dapat dibatalkan dan/atau diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di: Sungailiat pada tanggal 01 Februari 2016 KEPALA DINAS SOSIAL