Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue merupakan infeksi virus yang paling cepat
berkembang di dunia. Penyakit ini termasuk dalam penyakit tropis terabaikan
(neglected tropical disesase) yang dapat menyebabkan kematian. Lebih dari 2,5
miliar orang diperkirakan berisiko terinfeksi (WHO, 2014).
Di Asia, virus Dengue endemis di China Selatan, Hainan, Vietnam, Laos,
Kamboja,Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Sri Langka, Indonesia, Filipina,
Malaysia dan Singapura (Kemenkes RI, 2011).

Gambar 1.1 Grafik distribusi kasus Demam Berdarah Dengue di negaranegara Asia tahun 2000-2009
Sumber : Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Kemenkes RI, 2011.
Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia cenderung
meningkat dari tahun ke tahun dan daerah terjangkit semakin meluas hingga
mencapai 400 kabupaten/kota dari 474 kabupaten / kota di Indonesia, bahkan
sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) (Kemenkes RI, 2011).
Pada tahun 2013, jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak
112.511 kasus dengan jumlah kematian 871 orang (Incidence Rate/Angka
kesakitan=45,85 per 100.000 penduduk dan CFR/angka kematian=0,77%). Terjadi
1

peningkatan jumlah kasus pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 sebesar
90.245 kasus dengan IR 37,27 (Kemenkes RI, 2014). Sedangkan pada tahun 2014,
jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 100,347 kasus dengan jumlah
kematian 907 orang (IR=39,80 per 100.000 penduduk dan CFR=0,90%). Terjadi
penurunan jumlah kasus pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 akan tetapi
terjadi peningkatan angka kematian dari 0,77% pada tahun 2013 menjadi 0,90%
pada tahun 2014 (Kemenkes RI, 2015a).
Jumlah penderita DBD di seluruh wilayah Puskesmas di Kota Makassar
pada tahun 2013 sebanyak 265 kasus dengan Angka Kesakitan/IR 19,6 per
100.000 penduduk diantaranya terdapat 11 kasus kematian karena DBD, jumlah
tersebut meningkat dibanding tahun 2012 sebanyak 86 kasus dengan Angka
Kesakitan/IR 6,3 per 100.000 penduduk dan terdapat 2 kematian (Dinkes
Makassar, 2014).
300

265

250
200
Kasus
Kematian

150
100
50

86

83

11

0
Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

Gambar 1.2 Grafik Jumlah Kasus dan Kematian akibat DBD di Kota Makassar
Tahun 2011-2013
Sumber : Profil Kesehatan Kota Makassar 2013. Dinkes Makassar 2014
Peningkatan jumlah kasus DBD pada tahun 2013 di Kota Makassar
disertai dengan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah yang
2

berlokasi di wilayah Puskesmas Antang Kecamatan Manggala dengan 41 kasus


(Dinkes Makassar, 2014).
45
41
40
35
30
25

25
20
Jumlah Kasus

15
10

16
13

15
11
8

5 6 6
3 23

5
0

16

555 55
1 22

11

5
5 5
3 2 222
1
1
0

Gambar 1.3 Grafik Distribusi Kasus DBD per Puskesmas di Kota Makassar Tahun
2013
Sumber : P2PL Dinas Kesehatan Kota Makassar, 2015

Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019,


prioritas upaya kesehatan untuk penyakit menular salah satunya adalah demam
berdarah. (Kemenkes RI, 2015b)
Pengendalian vektor DBD dan langkah-langkah pencegahan penyakit yang
efektif dalam jangka waktu panjang (termasuk vaksin masa depan) akan
membutuhkan program dan strategi nasional dengan pendanaan yang kuat, serta
dukungan dari mitra dalam komunitas kesehatan masyarakat global, untuk
mengurangi morbiditas dan mortalitas pada tahun 2020. (WHO, 2015)

Pengendalian Vektor DBD yang paling efisien dan efektif adalah dengan
memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik. Pelaksanaannya di
masyarakat dilakukan melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam
Berdarah Dengue (PSN-DBD) dalam bentuk kegiatan 3M Plus (Menguras,
Menutup dan Mengubur).
Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kegiatan PSN DBD 3M Plus
ini harus dilakukan secara luas/serempak dan terus menerus/berkesinambungan.
Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang sangat beragam sering menghambat
suksesnya gerakan ini (Kemenkes RI, 2011).
Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan penelitian terkait gambaran
pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat Kelurahan Antang terhadap
Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat
Kelurahan Antang terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah
Dengue (PSN-DBD).
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap
dan tindakan masyarakat Kelurahan Antang terhadap Pemberantasan Sarang
Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD).

1.3.2

Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat Kelurahan Antang


mengenai pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam
Berdarah Dengue (PSN-DBD).
b. Mengetahui gambaran sikap masyarakat Kelurahan Antang mengenai
pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah
Dengue (PSN-DBD).
c. Mengetahui gambaran tindakan masyarakat Kelurahan Antang
mengenai pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam
Berdarah Dengue (PSN-DBD).
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Puskesmas Antang dan Dinas Kesehatan Kota Makassar
a. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui
permasalahan dalam usaha pencegahan penyakit Demam Berdarah
Dengue sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan angka
kematian akibat penyakit ini.
b. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan
dalam melaksanakan usaha pencegahan penyakit Demam Berdarah
1.4.2

Dengue.
Bagi Fakultas Kedokteran
a. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah kepustakaan
Fakultas Kedokteran dalam bidang karya tulis ilmiah.
b. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pegangan bagi adik

1.4.3

adik angkatan yang nantinya akan membuat karya tulis ilmiah.


Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan bagi
masyarakat

1.4.4

dalam

meningkatkan

perilaku

hidup

sehat

terhadap

penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue.


Bagi Peneliti
a. Penelitian ini bermanfaat sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh
gelar Sarjana Kedokteran (S1) dari Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin.

b. Penelitian ini bermanfaat dalam menambah wawasan bagi peneliti di

bidang ilmu penyakit tropis yakni Demam Berdarah Dengue


khususnya mengenai cara pencegahannya.