Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya
pembuatan Buku Program Pendidikan Klinik Ilmu Kesehatan Anak FK UKI. Dalam
pembuatan program ini kami mengucapkan terimakasih kepada Dekan FK UKI,
Wakil Dekan 1, Manager P3D dan badan koordinator (bakor) pendidikan klinik serta
teman-teman sejawat di Departemen Anak yang telah memberikan kontribusi dan
buah pikiran mengenai hal-hal yang perlu dilaksanakan di departemen mengenai
pendidikan klinik di Ilmu Kesehatan Anak.
Adapun tujuan pembuatan Buku Program Pendidikan Klinik Ilmu Kesehatan
Anak ini adalah untuk menyeragamkan pelaksanaan pendidikan di Departemen Ilmu
Kesehatan Anak. Buku program ini berisi mengenai kurikulum pendidikan di bidang
ilmu kesehatan anak, metode pembelajaran klinik, metode penilaian dan peraturan
akademik kepaniteraan.
Semoga dengan adanya Buku Program Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak ini
dapat menjadikan kualitas pendidikan klinik di FK UKI sesuai dengan yang
diharapkan pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia dan menjadikan dokter
lulusan FK UKI yang profesional dan tangguh dalam praktek nyata di lapangan.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Dr. Ida Bagus Eka Wija Utama, SpA

NTU/BS

KURIKULUM PENDIDIKAN KLINIK


A. Definisi Pendidikan Klinik
Pendidikan klinik merupakan proses yang sangat penting dalam pendidikan
dokter karena fase inilah peserta didik dibawa dalam konteks nyata yaitu
perawatan pasien. Pendidikan klinik merupakan pendidikan yang mencakup
aplikasi teori untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan klinis
dengan memasukkan unsur sikap didalam pelayanan pasien yang beretika.
B. Tujuan Pendidikan Klinik
1. Memberikan gambaran kepada dokter muda mengenai peran dokter dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, membina hubungan antar
profesi, pemimpin yang baik, komunikator yang baik dan manajer yang
baik.
2. Memberikan kesempatan kepada dokter muda untuk mengintegrasikan
serta menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam lingkup
perawatan pasien di RS dan pusat layanan primer sebagai upaya untuk
meningkatkan kompetensi.
C. Luaran Pendidikan Klinik
Luaran pendidikan klinik yang diharapkan adalah berdasarkan Standar
Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012 dimana dokter muda :
Mampu secara mandiri menegakkan diagnosis, perencanaan
pemeriksaan penunjang, pengobatan secara komprehensif hingga

pasien sembuh pada level kompetensi IV


Mampu membuat diagnosis klinik

dan

memberikan

terapi

pendahuluan, kemudian memberikan rujukan yang tepat serta


menindaklanjuti setelah kembali dari rujukan level kompetensi III A
dan III B
Diharapkan setelah menempuh pendidikan klinik, dokter muda dapat mencapai
komponen kompetensi sebagai berikut :
Area profesionalisme yang luhur
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Memiliki sikap professional


Berperilaku professional dalam kerjasama
Sebagai anggota tim pelayanan kesehatan yang professional
Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multicultural di Indonesia
Memenuhi aspek medikolegal dalam praktik kedokteran
Menerapkan keselamatan pasien dalam praktik kedokteran

Area mawas diri dan pengembangan diri


1. Menerapkan mawas diri
NTU/BS

2. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat


3. Mengembangkan pengetahuan baru
Area komunikasi efektif
1.
2.
3.
4.

Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya


Berkomunikasi dengan sejawat
Berkomunikasi dengan masyarakat
Berkomunikasi dengan profesi lain

Area pengelolaan informasi


1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu
menegakkan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi
kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien
2. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi
3. Memanfaatkan informasi kesehatan
Area landasan ilmiah ilmu kedokteran
1. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip imu biomedik, klinik, perilaku dan
ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan standar pelayanan
2. Merangkum dari interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium,
dan prosedur yang sesuai
3. Menentukan efektifitas suatu tindakan
Area keterampilan klinis
1. Memperoleh dan mencari informasi yang akurat serta penting tentang pasien
dan keluarganya
2. Melakukan prosedur klinik dan laboratorium
3. Melakukan prosedur kedaruratan klinis
Area pengelolaan masalah kesehatan
1. Mengelola penyakit, keadaan sakit, dan masalah pasien sebagai individu yang
utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat
2. Melakukan pencegahan penyakit dan mengelola keadaan sakit
3. Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit
4. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan
5. Mengelola sumber daya manusia serta sarana dan prasarana secara efektif dan
efisien dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran
keluarga
D. Beban studi pendidikan klinik
Pada pendidikan klinik Ilmu Kesehatan Anak peserta kepaniteraan menjalani
masa pendidikan selama 10 minggu dengan jumlah 10 SKS . Adapun topik
pembelajaran klinis di bagian IKA FK UKI adalah berdasarkan Standar
NTU/BS

Kompetensi Dokter Indonesia dengan semua kompetensi klinis 4 dan


sebagian komptensi 3 klinis 3.
Berikut merupakan daftar penyakit berdasarkan SKDI yang termuat dalam
kurikulum Ilmu Kesehatan Anak FK UKI.
No

Daftar penyakit

Kompetens
i

SSP
1
2
3

Kejang Demam

Meningitis

Ensefalitis

PERNAPASAN
1

Tuberkulosis Paru

Bronkitis

Bronkiolitis

Asma Bronkiale

Empisema Paru

3A

Pneumonia

Avian Influensa

4
3B

JANTUNG
1

Penyakit Jantung Kongenital

Penyakit Jantung Rematik

SALURAN CERNA
1

Diare Akut/Kronis

Diare Infeksi

Diare Jamur

Disentri Amuba

Diare Malabsorbsi

SALURAN KEMIH
1

ISK

Glomerulonefritis

NTU/BS

Sindrom Nefrotik

DARAH
1

Anemia Defisiensi Besi

Anemia Defisiensi B12

PEDIATRI SOSIAL
1

Imunisasi

Tumbuh Kembang

GIZI
1

Kurang Gizi

Kuasiorkor

Marasmus

Marasmus Kuasiorkor

INFEKSI
1

Demam Berdarah Dengue

Morbili

Difteri

Tiphus Abdominalis

Hepatitis

Parotitis

Askariasis

Tetanus

Pertusis

Adapun di bagian Ilmu Kesehatan Anak, peserta kepaniteraan akan menjalani proses
pendidikan di RSU UKI dan RS PGI Cikini selama 10 minggu bergantian, RS
Cibinong selama 10 minggu bergantian dimana tiap 5 minggu akan dikirim peserta
kepaniteraan baru, RS Bekasi (10 minggu penuh) dan RS Tarakan Kalimantan Utara
(10 minggu penuh)
E. Jadwal kegiataan pembelajaran

NTU/BS

Metode Pembelajaran yang digunakan selama pendikan Ilmu Kesehatan Anak


adalah antara lain
1. Bed site teaching
Dilakukan setiap hari di ruang perawatan, dimana dokter muda melakukan
presentasi pada pasien yang dirawat kepada pembimbing klinik dan
kemudian proses diskusi dilakukan
2. Morning Report
Dilakukan setiap hari 07.00-08.00

WIB

untuk

melaporkan

dan

mendiskusikan kasus yang didapatkan saat jaga malam kepada pembimbing


klinik
3. Case Report
Setiap dokter muda mendapatkan satu materi case report yang harus diikuti
perjalanan penyakit pasien tersebut dari awal perawatan hingga selesai
terapi.
4. Penelusuran dan presentasi sari pustaka
Dilakukan oleh setiap dokter muda minimal 1 kali yang dibimbing oleh
pembimbing klinik dengan materi terutama mengenai penyakit dengan
level kompetensi 4.
F. Evaluasi hasil belajar kepaniteraan klinik
Tujuan Evaluasi hasil belajar mahasiswa pendidik klinik adalah :
1.
2.
3.
4.

Untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi klinik


Untuk memberikan umpan balik hasil belajar kepada mahasiswa
Untuk mengevaluasi keberlangsungan proses belajar mengajar
Untuk memotivasi mahasiswa

Evaluasi hasil belajar dokter muda harus terekam dalam log book. Setiap
aktivitas pendidikan klinik dokter muda harus dituliskan dalam log book
yang ditanda tangani oleh dokter pembimbing klinik. Dalam log book
tersebut berisi : kegiatan BST, case presentation, presentasi sari pustaka,
tindakan klinik, lembar SOAP, lembar penilaian, mini CEX, lembar
penilaian dan angka kelulusan.
Untuk menentukan kelulusan
Asesment memegang peranan penting dalam proses pendidikan kedokteran, dalam
kehidupan mahasiswa kedokteran dan dalam lingkup social yaitu adanya sertifikasi
kompetensi dokter yang akan merawat pasien. Metode assessment yang digunakan
lebih diutamakan berdasarkan observasi langsung di tempat kerja dan saat bedside
teaching. Tanpa observasi langsung, pembimbing tidak dapat memperoleh data
NTU/BS

yang akurat untuk memberikan feedback. Metode assessment yang digunakan di


bagian ilmu kesehatan anak antara lain : Bedside teaching, Mini CEX, , Presentasi
kasus, Presentasi sari pustaka, Pre tes dan Post tes.
Penetapan nilai pada system KBK didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan
yang disebut sebagai Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Baku
(PAB). Adapun jenis penilaian yang dilakukan di bagian ilmu kesehatan anak :
a. Ujian Formatif
Penilaian ini memiliki kontribusi yang sangat penting dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran dokter muda untuk mencapai kompetensi yang telah
ditetapkan, mengingat konsep pendidikan klinik yang mengacu pada
experiental learning. Kegiatan harian yang dapat dinilai dari : Bedside
teaching, Presentasi kasus, Presentasi sari pustaka, Mini CEX, Pre tes dan Post
tes.
b. Ujian Summative
Penilaian summative merupakan penilaian akhir terhadap hasil pembelajaran
dokter muda. Penilaian ini berupa ujian long case yang dilaksanakan pada
minggu ke 10.
Adapun kompetensi kompetensi yang dinilai selama kepaniteraan klinik di IKA
FK UKI adalah knowledge/kognitif, psikomotor/keterampilan klinik, sikap, dan
perilaku dokter muda.

Perhitungan nilai akhir di bagian ilmu kesehatan anak FK UKI meliputi komponen
berikut ini

Jenis Kegiatan

Bobot

RS
UKI

A.
1.
2.
3.
4.
B.
1.
2.
C.
1.
NTU/BS

KOGNITIF
REFERAT
STUDI KASUS
TUTORIAL KLINIK
UJIAN TULIS
PSIKOMOTOR
ANAMNESIS/STATUS
P-JASMANI
MINI C-EX
FORMATIF

10%
10%
10%
5%
10%
10%
10%

Nilai
RS
JEJARIN
G

Bobot x
nilai

2. SUMATIF
10%
D. UJIAN PASIEN (LONG 25%
CASE)
Konversi nilai kepaniteraan klinik(SK Dekan FK UKI 2005) :
Nilai Huruf
A
AB+
B
BC+
C
D
DE

Rentang Nilai
80 100
76 - 79,99
72 75,99
68 71,99
64 67,99
60 - 63,99
56 59,99
51 55,99
45 50,99
0 44,99

Ketentuan Penilaian :
1. Mahasiswa dinyatakan lulus bila pada evaluasi akhir mencapai tingkat
penguasaan 64 % (B-) dan perilaku tanpa cacat/sufficient professional
behavior.
2. Nilai C+ dapat dinyatakan tidak lulus bila mahasiswa tersebut baru pertama
kali mengikuti kepaniteraan ilmu kesehatan anak. Apabila mahasiswa telah
mengulang dua sampai tiga kali kepaniteraan dan masih tidak dapat mencapai
64 % (B-), maka nilai C+ sampai B- dapat diberikan.
3. Mahasiswa dinyatakan tidak lulus bila tingkat penguasaannya 64 %.
4. Mahasiswa dinyatakan ditunda apabila perilakunya dinilai cacat (insufficient
professional behavior). Mahasiswa yang bersangkutan akan dikirim ke
dekanat FK UKI untuk mendapatkan pembinaan secara khusus. Nilai akan
dikeluarkan pada yudisium fakultas setelah perilaku mahasiswa yang
bersangkutan dinilai tanpa cacat(sufficient professional behaviour).
5. Dokter muda yang dapat mengikuti perbaikan nilai kepaniteraan adalah yang
mendapatkan nilai B dan dilakukan hanya satu (1) kali dan diatur oleh
fakultas.
6. Dokter muda yang mengulang kepaniteraan (10 minggu) adalah yang tingkat
penguasaanya 64% (B-).
7. Dokter muda yang dapat mengikuti perbaikan adalah yang mendapatkan nilai
B- dan dilakukan hanya satu (1) kali dan diatur oleh fakultas.
G. Yudisium
NTU/BS

Yudisium adalah kegiatan pengumuman hasil penilaian akhir dari suatu proses
pembelajaran. Yudisium bagian ilmu kesehatan anak dilakukan maksimal 1 bulan
setelah pelaksanaan ujian long case. Nilai kepaniteraan dapat dilihat di
pengumuman bagian P3D.

Metode Pembelajaran Klinik


A. Bedside Teaching
Bedside teaching (BST) adalah merupakan komponen penting dalam
pendidikan klinik. Di sinilah pada dokter muda dapat berinteraksi langsung
dengan pasien. Kegiatan ini difasilitasi oleh pembimbing klinik dan dilakukan
setiap hari di ruang perawatan, poli klinik, dan IGD. Tahapan proses BST :
1. Dokter muda dengan terlebih dahulu mepersiapkan diri dengan melakukan
anamnesis dan pemeriksaan fisik serta mempelajari data pemeriksaan
penunjang yang telah ada.
2. Dokter muda kemudian

mempresentasikan

pasien

tersebut

pada

pembimbing klinis.
3. Diskusi antara dokter muda dan pembimbing klinis berlangsung di dekat
pasien.
4. Pembimbing klinis kemudian memberikan evaluasi berupa nilai pada log
book dokter muda.
5. Proses BST ini berlangsung setiap hari dan tidak harus terjadwal(dapat
kapan saja).
6. Setiap dokter muda harus mendapatkan nilai BST dari setiap pembimbing
klinis.
7. Nilai BST akan diakumulasikan dan menjadi 20% bobot penilaian akhir.
B. Presentasi Kasus
Presentasi kasus merupakan kegiatan klinis para dokter muda untuk
melaporkan kasus penyakit yang dirawat di bangsal anak. Dokter muda
mengikuti perjalanan penyakit pasien dari awal masuk bangsal hingga selesai
penatalaksanaan. Data yang di dapat dari pasien diolah secara terstruktur dan
dipresentasikan kepada pembimbing klinis. Tahapan case presentation :
1. Setiap dokter muda diberikan kasus untuk dipresentasikan kepada
pembimbing klinis.
2. Dokter muda menyiapkan bahan presentasi dalam bentuk power point
dengan format yang telah diberikan.
3. Dokter muda mempresentasikan pada pembimbing klinis sesuai jadwal
yang sudah ditetapkan pembimbing.
4. Nilai case prentation akan menjadi 10% bobot nilai akhir.
NTU/BS

C. Presentasi Sari Pustaka


Kegiatan presentasi sari pustaka merupakan kegiatan individual dokter muda
yang bertujuan menilai kemampuan penulisan ilmiah, penguasaan materi dan
kemampuan

presentasi

sari

pustaka.

Setiap

dokter

muda

harus

mempresentasikan satu judul sari pustaka kepada pembimbing klinis. Tahapan


presentasi sari pustaka :
1. Dokter muda diberikan judul, pembimbing dan jadwal presentasi sari pustaka
2. Dokter muda membuat sari pustaka berdasarkan cara penulisan sari pustaka
yang baik :
a. Sari pustaka terdiri dari komponen : Halaman depan, halaman pengesahan,
daftar isi, pendahuluan, isi, kesimpulan dan daftar pustaka
b. Penulisan daftar pustaka merujuk pada penulisan vancouver style
c. Huruf menggunakan times new roman ukuran 12
3. Sari pustaka hendaknya didiskusikan terlebih dahulu kepada pembimbing
klinis sebelum dipresentasikan
4. Dokter muda sebaiknya menggunakan literature: buku ajar, journal dan
majalah kedokteran sebagai referensi
5. Dokter muda mempresentasikan sari pustaka di kelas dengan pembimbing
klinis sebagai fasilitator
6. Nilai presentasi sari pustaka akan menjadi 10% dari bobot nilai akhir
Metode Penilaian
a. Mini-CEX
Mini-CEX adalah metode penilaian berdasarkan hasil observasi langsung
terhadap penampilan peserta didik (dokter muda) pada saat berinteraksi
dengan pasien dalam setting klinik nyata. Dokter muda melakukan
keterampilan klinik : anamnesis, pemeriksaan klinik yang relevan dengan
keluhan pasien, menegakkan diagnosis dan membuat perencanaan pengelolaan
pasien. Waktu yang diperlukan untuk penilaian dengan metode ini adalah 15
menit yang diikuti dengan pemberian feedback 10 menit. Konten yang dinilai
di bagian penyakit dalam adalah :
a. Keterampilan anamnesis
b. Pemeriksaan fisik
c. Profesionalisme
d. Clinical judgement
e. Konseling/edukasi pasien
f. Pengaturan waktu
g. Kompetensi secara keseluruhan
NTU/BS

Ujian mini-CEX dilakukan oleh pembimbing klinis yang ditunjuk berdasarkan


SK Dekan FK UKI. Penilaian menggunakan skala likert 10-90, dengan 10-30
jauh dibawah kompetensi yang diharapkan, 40-50 mendekati kompetensi yang
diharapkan, 60-70 sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan 80-90
melampaui kompetensi. Form mini-CEX terlampir. Di departemen ilmu
kesehatan anak, dokter muda melakukan mini-CEX sebanyak 4 (empat) kali
dengan pembimbing klinis yang berbeda dimana rerata keseluruhannya akan
menjadi 20% dari bobot akhir formatif dan sumativ.
b. Long Case
Merupakan metode penilaian untuk menilai kompetensi klinik dengan
mengajukan kasus pasien. Kompetensi klinik yang diujikan adalah :
kemampuan anamnesis, kemampuan pemeriksaan fisik, profesionalisme,
keputusan

klinis/diagnosis,

kemampuan

konseling,

organisasi/efisiensi,

kompetensi klinis keseluruhan.


Persyaratan mengikuti Long case adalah telah menyelesaikan seluruh
kegiatan terjadwal (BST, case presentation, presentasi sari pustaka, mini-CEX
dan mengumpulkan status pasien yang terdiri dari 7 status anak dan 3 status
bayi) dan kehadiran (ijin tidak lebih dari 3 hari). Evaluasi akhir long case akan
memberikan kontribusi 25% dari bobot nilai akhir.
Peraturan Akademik Kepaniteraan
A. Prasyarat mengikuti kepaniteraan klinik ilmu kesehatan anak
Mahasiswa fakultas kedokteran UKI diperkenankan mengikuti kepaniteraan
klinik jika:
1. Dinyatakan lulus tahap sarjana kedokteran
2. Dinyatakan lulus pada ujian modified OSCE komprehensif
3. Telah mengikuti pembekalan persiapan kepaniteraan

klinik

dan

tersertifikasi
4. Telah mengucapkan janji dokter muda dihadapan Direktur RS Pendidikan
dan Dekan FK UKI dan telah mengikuti pelatihan patient safety
B. Tata tertib
1. Proses Kepaniteraan Klinik
a. Pakaian
Berpenampilan rapih. Bagi laki-laki tidak diperkenankan berambut
panjang. Tidak diperkenankan mewarnai rambut kecuali hitam,

kuku tidak panjang


Mengenakan pakaian tugas resmi jas berwarna putih berlengan
pendek, bersih dan rapih serta memakai tanda pengenal (name tag)

NTU/BS

Bagi laki-laki : mengenakan pakaian kemeja dan celana kain. Tidak


diperkenankan memakai T-shirt maupun kaos berkerah, celana

jeans dan celana pendek


Bagi perempuan : mengenakan pakaian kemeja dan rok pantas.
Tidak diperkenankan mengenakan rok ketat, rok mini, baju tanpa
lengan, celana panjang, kulot pendek maupun panjang, khusus
waktu jaga, diperkenankan memakai celana panjang dan tidak

ketat.
Memakai sepatu tertutup dan berkaos kaki, tidak diperkenankan
memakai sandal maupun sepatu sandal, kecuali saat tugas jaga di

ruangan khusus dan di kamar operasi.


b. Kehadiran
Hadir setiap hari kerja (senin-sabtu) pada pukul 07.00-16.00 di RS

pendidikan utama dan RS jejaring dan mengisi daftar.


Mengikuti kegiatan jaga di bagian penyakit dalam dengan jadwal

yang telah disepakati dan mengisi daftar hadir jaga


c. Ijin/Ketidakhadiran
Jika berhalangan hadir, harus ada pemberitahuan awal secara lisan
kepada dosen pembimbing klinik dengan menyebutkan alas an
yang jelas dan disusul pemberitahuan secara tertulis (surat ijin dari
orangtua/wali, surat keterangn sakit dari dokter) selambat

lambatnya 3 hari setelah ketidakhadiran


Apabila surat ijin dari orang tua/wali atau surat keterangan sakit
dari dokter terbukti palsu, maka dokter muda akan dikenakan

sanksi akademik sesuai peraturan yang berlaku di FK UKI


Bagi dokter muda yang meninggalkan kegiatan pada stase bagian
penyakit dalam dengan alasan cuti maupun ijin lebih dari 3 hari

dinyatakan mengulang stase bagian.


d. Bimbingan/supervisi
1. Pembimbing akademik adalah dosen tetap FK UKI yang juga
bertugas sebagai dokter praktek spesialis di RS pendidikan utama
(RSU UKI). Dalam hal ini di bagian ilmu kesehatan anak adalah:
a. dr. Ida Bagus Eka, Sp.A
b. dr. Catharina Dian, Sp.A
c. dr. Leopold Simanjuntak, Sp.A
d. dr. Hartaniah Sadikin, SP.A
e. dr. Kriston Silitonga Sp.A
f. dr. Albert Daniel, Sp.A
g. dr. Heru Samudro, Sp.A(K)
NTU/BS

h. dr. Tjondro Sungkowo


i. dr. Banggas Siahaan
2. Setiap dokter muda akan dibimbing oleh 1 orang pembimbing
akademik dan 1 orang supervisor klinik
3. Setiap supervisor akademik membimbing maksimal 5 orang dokter
muda
4. Kegiatan supervisi akademik dilakukan setiap 1 minggu sekali
5. Waktu pertemuan disesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati
6. Kegiatan supervisi kinik dilakukan selama dokter
muda
menempuh kepaniteraan klinik
7. Tempat pelaksanaan supervisi klinik : Poli rawat jalan, bangsal
perawatan, dan UGD
8. Selama mengikuti kepaniteraan klinik, dokter muda diharuskan
selalu bersikap dan bertindak sesuai kode etik kedokteran
Indonesia.
e. Sikap dan perilaku
Kepada pasien:
1. Menghargai privasi pasien
2. Menjaga kerahasiaan pasien
3. Menghargai rasionalitas pasien
4. Melaksanakan inform consent
5. Menjaga hubungan dengan pasien
6. Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian
7. Tidak memandang pasien hanya sebagai objek
8. Mencegah pasien dari bahaya
9. Menolong pasien yang luka di bawah pengawasan pembimbing
klinik/dokter jaga
Kepada dosen pembimbing klinik:
1. Menghargai privasi dosen pembimbing klinik
2. Menghormati dosen pembimbing klinik
3. Bersikap proaktif dalam proses belajar mengajar di kepaniteraan
klinik
4. Menerima feed back yang disampaikan oleh dosen pembimbing
sebagai masukan yang membangun
5. Menghormati hasil penilaian formatif dosen pembimbing terhadap
kompetensi klinik
Kepada rekan sesama dokter muda:
1. Menghargai privasi teman sejawat
2. Tidak merendahkan rekan sejawat
3. Bekerjasama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien
Kepada petugas dan karyawan RS tempat menjalani stase:
1. Menghargai privasi petugas dan karyawan RS, Puskesmas, serta
tempat pelayanan kesehatan lainnya.
NTU/BS

2. Menunjukkan

pengakuan

bahwa

tiap

individu

mempunyai

kontribusi dan peran yang berharga, tanpa memandang status social


3. Bekerjasama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien
C. Hak dan kewajiban dokter muda
a. Hak dokter muda
1. Dokter muda berhak mendapatkan bimbingan dari dosen/dosen luar
biasa selama menjalani kepaniteraan klinik
2. Dokter muda berhak mendapat 1 orang dosen pembimbing klinik yang
bertugas membimbing selama masa rotasi di bagian terkait dan 1 orang
pembimbing akademik yang bertugas untuk memantau perkembangan
kompetensi dokter muda selama menjalani rotasi
3. Dokter muda berhak mendapatkan feed back/umpan balik dari dosen
pembimbing klinik
4. Dokter muda berhak mendapatkan penilaian yang sesuai dengan
kemampuannya
5. Setiap dokter muda berhak mendapatkan bukti telah mengikuti
kegiatan kepaniteraan klinik berupa paraf atau tanda tangan di buku
kegiatan kepaniteraan/loog book oleh pembimbing klinik yang
bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut
6. Dokter muda berhak menolak tugas yang tidak berkaitan dengan
pendidikan
7. Setiap dokter muda yang mendapatkan perlakuan yang tidak
menyenangkan/pelecehan dari sesama dokter muda, pembimbing
klinik, para medis dan orang-orang non medis selama masa dinas dan
jaga, berhak melaporkan kepada Koordinator Pendidikan (BAKOR) di
RS Pendidikan utama atau Koordinator Pendidikan (DIKLAT) di RS
Jejaring tempat dimana dokter muda bertugas. Laporan tersebut akan
diteruskan ke fakultas untuk ditindak lanjuti
8. Setiap dokter muda berhak mendapatkan ijin tidak melakukan kegiatan
kepaniteraan klinik sementara waktu bila sakit atau masalah keluarga
atau hukum serius dengan menunjukkan surat sakit atau surat ijin dari
dokter pemerintah, orang tua atau instansi terkait sesuai dengan
peraturan akademik yang berlaku di FK UKI
9. Setiap dokter muda berhak menggunakan fasilitas perpustakan,
peralatan pelayanan medis untuk kepentingan pelayanan dan
pendidikan yang disediakan oleh bagian terkait
10. Memberikan saran untuk perbaikan pelayanan rumah sakit
NTU/BS

b. Kewajiban
1. Mahasiswa masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00 serta mengisi
absensi kehadiran masuk dan pulang yang telah disiapkan
2. Untuk rotasi di UGD mulai jam 08.00-14.00
Untuk rotasi poli ilmu kesehatan anak mulai jam 08.00-14.00
Untuk rotasi bangsal rawat inap mulai jam 08.00-14.00
Untuk jaga malam dimulai jam 14.00-08.00
3. Ketidak hadiran
Tiga (3) hari maksimal atau enam (6) kali maksimal untuk
kepaniteraan ilmu kesehatan anak disertai surat ijin dari dokter/orang
tua/instansi
4. Menjunjung

tinggi,

mematuhi

dan

melaksanakan

kodek

etik

kedokteran
5. Menjunjung tinggi, mematuhi dan melaksanakan janji dokter muda
6. Mengenakan jas berwarna putih dan bersih, baik pada saat jam dinas
maupun waktu jaga
7. Mengenakan sepatu tertutup (bukan sepatu olahraga)
8. Mengenakan tanda pengenal di dada sebelah kiri
9. Berdandan/merias wajah yang sewajarnya sesuai dengan norma dan
harkat seorang dokter muda.
10. Menjaga hubungan kerja yang sesuai dan harmonis dengan seluruh
karyawan rumah sakit dan sesame perserta didik.
11. Memberikan pelayan medik dengan penuh rasa tanggung jawab.
12. Memberikan pelayanan informasi yang benar dan jelas kepada
pengguna jasa rumah sakit.
13. Ikut menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan rumah sakit.
14. Ikut menghemat air dan listrik.
15. meringkas rambut bagi dokter muda wanita berambut panjang.
16. menggunakan stetoskop, flash flight, tensimeter, pensil alis, pengaris
milik pribadi.
17. Mematuhi peraturan pendidikan tahap profesi dokter FK UKI
18. Dokter muda wajib berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam seluruh
proses kegiatan belajar-mengajar di kepaniteraan klinik
19. Dokter muda wajib mengisi log book dan dikumpulkan 4 hari sebelum
dilaksanakan ujian long case.
20. Dokter muda diwajibkan mengumpulkan status pasien penyakit dalam
selambat-lambatnya 4 hari sebelum long case sebanyak 10 kasus yang
dilampirkan referensi dan telah ditanda tangani oleh dosen pembimbing
klinik.
NTU/BS

D. Hak dan Kewajiban Dosen Pembimbing Klinik


a. Hak dosen pembimbing klinik
1. Dosen pembimbing klinik berhak diangkat menjadi staf akademik melalui
SK Dekan.
2. Dosen pembimbing klinik berhak memperoleh kredit poin sesuai dengan
keahliannya di dalam pendidikan klinik untuk menaikkan pangkat.
3. Dosen pembimbing klinik berhak mendapatkan insentif sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
4. Dosen pembimbing klinik berhak menggunakan fasilitas yang telah
disediakan oleh FK UKI untuk kepentingan pendidikan. Dosen
pembimbing klinik berhak mendapatkan pelatihan mengenai pendidikan
klinik.
b. Kewajiban dokter pembimbing klinik
1. Dosen pembimbing klinik wajib membimbing dan melibatkan dokter muda
dalam konteks perawatan pasien untuk mencapai kompetensi.
2. Dosen pembimbing klinik wajib menilai proses (penilaian formatif) serta
memberi Feed back kepada dokter muda
3. Dosen pembimbing klinik wajib menyerahkan lembar penilaian formatif
kepada koordinator pendidikan bagian ilmu kesehatan anak.
E. Sanksi Akademik
1. Setiap dokter muda yang memakai baju tidak sopan atau tidak memakai
seragam baju tugas dan tanda pengenal, tidak diperkenankan tidak mengikuti
kepaniteraan klinik sampai yang bersangkutan memenuhi persyaratan
berpakaian yang sudah ditentukan.
2. Bila dokter muda tidak dapat mengikuti ujian tanpa alasan yang jelas maka
dianggap tidak lulus (nilai E) dan harus mengulang kepaniteraan klinik penuh
di bagian terkait dan mengikuti prosedur kepaniteraan klinik sebagai peserta
baru.
3. Bila dokter muda tidak dapat mengikuti ujian karena sakit atau ijin maka
ujian dapat dilaksanakan pada hari lain oleh koordinator pendidikan bagian
tersebut.

NTU/BS

4. Bila dokter muda tidak juga menempuh ujian setelah selesai kepaniteraan
dalam kurun waktu 2 N harus mengulang kepaniteraan klinik penuh sebagai
peserta baru.
5. Bila dokter muda menghilangkan buku kegiatan dan kumpulan nilai
kepaniteraan klinik, diwajibkan segera melaporkan ke koordinator klinik
untuk mendapatkan penggantian dan mengganti biaya cetak buku.
6. Bila dokter muda melakukan tindakan dan sikap tidak terpuji terhadap
penderita, keluarga penderita, sesama rekan dokter muda, perawat, dosen
pembimbing /penguj maka dikenakan sanksi akademik berupa teguran tertulis
dan skorsing. Bila mengulangi tindakan yang sama tapi melakukan tindakan
fatal misalnya memalsukan tanda tangan, melakukan penganiayaan fisik,
mental, atau tindakan asusila maka akan diberikan skorsing atau dikeluarkan
dari program kepaniteraan klinik sesudah diadakan rapat staf pengajar klinik
dan pimpinan fakultas.
7. Dalam hal keterlambatan, tidak mengikuti kegiatan stase bagian, pelanggaran
disiplin tanpa alasan yang bias diterima, dokter muda kepaniteraan akan
diberi peringatan dokter muda setelah 2(dua) kali akan dikenakan sanksi
berupa pengulangan kegiatan stase bagian sesuai lamanya stase kepaniteraan
di bagian.

NTU/BS

PENUTUP
Dengan dibuatnya Buku Program Pendidikan Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Anak membantu dan meningkatkan mutu dalam keseragaman pada proses belajar
mengajar di bagian Anak.
Demikianlah dibuatnya buku program pendidikan kepaniteraan IKA yang
sudah kami sesuaikan dengan SKDI tahun 2012 agar tidak terjadi multi tafsir di
kalangan tenaga pengajar dan mahasiswa kedokteran.
Tantangan dalam profesi kedokteran masih memerlukan penguatan dalam
aspek perilaku professional, pengembangan diri dan komunikasi efektif sehingga
diharapkan mahasiswa kepaniteraan IKA dapat mengimplementasikan program elektif
/ visi dari FK UKI untuk mengembangkan program unggulan lainnya.
Kami harapkan buku ini dapat membantu dan meningkatkan mutu serta
keseragaman pada proses belajar mengajar di IKA FK UKI.

NTU/BS