Anda di halaman 1dari 14

Difteri

Definisi
Penyakit infeksi akut yang sangat menular,

disebabkan oleh Corynebacterium


diphtheriae dengan ditandai pembentukan
pseudo-membran pada kulit atau mukosa.

Etiologi
Corynebacterium diphtheriae merupakan

batang Gram positif, tidak bergerak,


polimorfik, tidak berkapsul, tidak membuat
spora, mati pada pemanasan 60oC.
Pada pemeriksaan mikroskopis, tampak
bakteri bentuk basil yang tersusun
paralelmembentuk huruf V

Epidemiologi
Indonesia termasuk negara yang endemik

difteri dengan insidensi tertinggi pada usia


2-5 tahun
Bayi usia <6 bulan dan anak usia >10
tahun jarang terdiagnosis difteri.
Penularan umumnya melalui udara atau
droplet pada saluran pernapasan
Faktor ekonomi, pemukiman padat, nutrisi
yang kurang, terbatasnya fasilitas
kesehatan

Patofisiologi
Basil pada traktus
respiratorius atas,
vulva, telinga dan
kulit

Membentuk pseudo membran


dan melepaskan eksotoksin

Menyebar secara
limfogen dan
hematogen

KGB
Regional

Jantung

Bersifat Lokal

Ginjal

Jaringan
saraf

MANIFESTASI KLINIS
Tanda patognomonik ialah ditemukan

pseudomembran
Pseudomembran adalah :
1. Jaringan nekrotik dan fibrin
2. Berwarna putih keabu abuan
3. Sulit dilepaskan
4. Mudah berdarah

Gejala umum : demam ringan-sedang,

malaise, dan nyeri kepala


Manifestasi spesifik : pilek, odinofagia,
dispnea maupun stridor

MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi Lokal :
Nasal Diphetheria (2%) : pilek disertai

produksi sekret purulen sanguinosa


Faucial Diptheria (75%) : demam subfebris,
pseudomembran, nyeri tenggorokan,
odinofagia, disfagia, pembesaran KGB
regional
Laringotrakeal (25%) : obstruksi saluran
napas

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-

gejala klinik
Preparat langsung biasanya dibuat dari
basis eksudat atau membran yang
kemudian diberi pewarnaan biru metilen
atau biru toluidin.
Biakkan bakteri pada media telurit

Diagnosis banding
Rhinorrea, benda asing dlm hidung.
Laringitis
Tonsilitis folikularis atau lakunaris

Penatalakasanaan
Umum
Pasien di isolasi masa akut (2-3minggu). Istirahat

tirah baring, pemberian cairan serta diet adekuat.


Pemberian ventilator mungkin dibutuhkan, karena
difterie dapat membuat oedem peripharyngeal
yang dapat membahayakan jiwa.
EKG
Khusus
Anti Diptheria serum (ADS)
ADS 20.000 U/hr selama 2 hari berturut-turut yang

sebelumnya dilakukan uji kulit dan mata

Penatalaksanaan
Antibiotik : penisilin prokain

50.000IU/kgBB/hari selama 10 hari, bila ada


riwayat hipersensitivitas penisilin berikan
eritromisin 40mg/kgBB/hari
Kortiko steroid
berikan jika ada obstruksi saluran nafas
dan bila ada penyulit miokarditis. Prednison
2mg/kgBB/hari selama 2 minggu.

KOMPLIKASI
Saluran pernapasan

: obstruksi jalan
nafas,bronkopneumonia
Kardiovaskuler : miokarditis akibat toksin
kuman syok kardiogenik
Urogenital : Nefritis

PENCEGAHAN
1. Isolasi penderita
Penderita harus diisolasi dan baru dapat
dipulangkan setelah
pemeriksaan kuman difteri 2 kali berturutturut negatif.
2. Pencegahan terhadap kontak
-Terhadap anak kontak difteri harus
diisolasi selama 7 hari.
- Bila tidak ada gejala klinis maka
diberi
imunisasi terhadap difteri.
3. Imunisasi
Imunisasi DPT

TERIMAKASI
H