Anda di halaman 1dari 9

BAHAN AJAR

SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR

Sifat Keperiodikan Unsur


1. Jari-jari Atom
Kulit valensi atom dapat memberikan gambaran relatif terhadap volum
atom

atau

jari-jari

atom

itu.

Dapat

dinyatakan

bahwa jari-jari

atom merupakan jarak dari inti atom hingga kulit elektron paling luar (kulit
valensi) dari atom.
Jari-jari atom tidak dapat diukur secara langsung; nilainya hanya
merupakan hasil perkiraan berdasarkan ukuran molekulnya. Tabel di bawah
memperlihatkan jari-jari relatif dari beberapa atom unsur.
H
37
Li

Be

234

91

82

77

74

72

71

Na

Mg

Al

Si

Cl

254

138

126

117

110

104

99

K
196
Rb
216

Br
Keterangan : 1 pm (pikometer) = 1 x 10

-12

114
I
133

Kesimpulan apakah yang dapat ditarik dari data tentang jari-jari atom tersebut?

Gambar 1. Bagan Perubahan Jari-jari atom pada Tabel Periodik Unsur

Berdasarkan bagan di atas dapat disimpulkan bahwa:


(1) Dalam satu perioda, jari-jari atom mengecil dengan naiknya nomor atom
(dari kiri ke kanan). Mengapa? (diskusikan dengan teman kelompok)
(2) Dalam satu golongan, jari-jari atom membesar dengan naiknya nomor atom
(dari atas ke bawah). Mengapa? (diskusikan dengan teman kelompok)
Secara keseluruhan ukuran atom unsur pada tabel periodik bisa dilihat pada
gambar di bawah ini.

2. Energi Ionisasi
Jika terhadap atom netral, sebuah elektron terluarnya ditarik keluar
atom, apa yang terjadi? Contoh:

Gambar 2. Perubahan Atom Li menjadi ion Li+


Atom litium, Li akan kehilangan elektron dan kelebihan satu muatan
positif; atau dengan kata lain atom Li berubah menjadi ion Li+. Untuk peristiwa
yang terjadi pada atom ini diperlukan energi, mengapa? (diskusikan dengan
teman kelompok)

Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari atom


dalam keadaan gas dikenal sebagai energi ionisasi atau potensial ionisasi.
Bila pelepasan ini melibatkan elektron pertama, maka disebut energi

ionisasi pertama; dan jika elektron kedua, maka disebut energi ionisasi kedua;
dst. Pada tabel 2 diberikan beberapa data energi ionisasi atom unsur.

Tabel 2. Energi Ionisasi Atom Unsur (dalam eV)

perlu diketahui, pada tabel 2 untuk baris pertama setiap atom unsur
merupakan nilai energi ionisasi pertama, dan baris kedua merupakan energi

ionisasi kedua.
Berdasarkan

nilai energi

ionisasi pada tabel 2 dapat dikemukakan

beberapa pernyataan berikut.


(1) Energi ionisasi pertama selalu lebih rendah dari energi ionisasi kedua.
Mengapa? (diskusikan dengan teman kelompok)
(2) Energi ionisasi unsur seperioda umumnya naik dengan naiknya nomor atom.
Mengapa? (diskusikan dengan teman kelompok)
(3) Energi ionisasi unsur segolongan menurun dengan naiknya nomor atom.
Mengapa? (diskusikan dengan teman kelompok)
(4) Energi ionisasi pertama unsur golongan VIIIA paling tinggi di antara semua
golongan.
Beberapa pernyataan di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut:

Gambar 3. Bagan kecenderungan energi ionisasi atom unsur pada tabel periodik
unsur

3. Afinitas Elektron
Berbeda dengan energi ionisasi (potensial ionisasi), maka afinitas elektron
merupakan energi yang dilepaskan pada pembentukan ion negatif dari atom gas
yang mengikat elektron dari atom lain. Contoh:

Gambar 4. Perubahan atom F menjadi ion FAtom F cenderung mengikat e dari atom lain dengan disertai pelepasan energi.
Afinitas elektron pada beberapa atom unsur dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Afinitas Elektron Atom Unsur (dalam eV)

Pernyataan apa yang dapat diambil dari sifat data di atas?

(diskusikan dengan teman kelompok)


Catatan:

Beberapa

data

mungkin

membingungkan.

Oleh

karena

itu,

untuk

menyederhanakannya maka kita keluarkan data yang berhubungan dengan golongan


IIA dan VIIIA.

Dari kecenderungan data pada tabel 3 tersebut, dapat disimpulkan bahwa:


(1) Pada umumnya afinitas elektron dari kelompok logam sangat rendah
sedangkan kelompok nonlogan sangat tinggi. (kecuali gas mulia)
(2) Pada umumnya afinitas elektron unsur segolongan menurun dengan naiknya
nomor atom.
(3) Pada umumnya afinitas elektron dari unsur seperioda membesar dengan
naiknya nomor atom.

Pernyataan di atas dapat diwakili dengan gambar di bawah ini.

Gambar 5. Bagan Perubahan Afinitas Elektron Atom Unsur Pada Tabel Periodik
Unsur

4. Keelektronegatifan

Beberapa faktor dapat mempengaruhi sifat sebuah molekul, di


antaranya adalah keelektronegatifan, yaitu ukuran kemampuan suatu atom
untuk menarik elektron dalam molekulnya.
Nilai keelektronegatifan tidak ditetapkan secara langsung tetapi melalui
perkiraan (perhitungan), dan cara memperkirakannya pun bermacam-macam
sehingga dikenal beberapa skala keelektronegatifan. Skala keelektronegatifan
yang cukup populer adalah Skala Pauling seperti diperlihatkan pada Tabel 4
sebagai berikut.

Tabel 4. Skala Keelektronegatifan Atom Unsur (dalam eV)

Selain dikenal istilah keelektronegatifan, dikenal juga keelektropositifan.


Kedua atom yang berikatan di dalam sebuah molekul, bila atom-1 memiliki skala
keelektronegatifan lebih tinggi dari atom-2, maka dikatakan bahwa atom-1 lebih
elektronegatif, dan sebaliknya atom-2 lebih elektropositif.
Berdasarkan data keelektronegatifan pada tabel 4 dapat dikemukakan
hubungan keelektronegatifan atom unsur dalam tabel periodik unsur seperti di
bawah ini.

Gambar 6. Bagan Pergeseran Keelektronegatifan Atom Unsur pada Tabel


Periodik Unsur