Anda di halaman 1dari 12

ALIRAN KRITIK SASTRA ARAB MODERN

Makalah
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kritik Sastra

Kelompok 7:
Ambar Septa Aditya
Dede Ulumudin
Dudung Nurjaman

(1145020009)
(1145020021)
(1145020028)

FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perjalanan
sejarah

kesusastraan

arab

telah

mengalami

perkembangan dari masa ke masa. Dari awal masa Jahili, masa Islam,
sampai masa modern hingga saat ini. Setiap periode sastra tersebut
memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan periode
lainnya.
Adanya perkembangan aliran sastra disebabkan karena terjadinya
kontak dengan peradaban barat ataupun negaranegara asia non Arab
dengan berbagai bentuk akulturasi ataupun asimilasi budaya yang
komplek. Dari akulturasi dua budaya yang berbeda bahkan interaksi
multikulturalisme yang terjadi di negara rantauan, serta aspek
lingkungan yang baru dan perasaan keterasingan mereka sudah
barang tentu memberikan warna baru dalam mengekspresikan suatu
karya sastra.1
Dalam aspek kritik sastra Arab saat ini, sudah melewati masa
yang cukup panjang. Dari masa klasik hingga modern, dari yang
orisinal Arab hingga pertemuannya dengan tradisi sastra Helenik dan
tradisi sastra Barat modern. Aliran dalam kritik kesussastraan Arab
sudah terbagi menjadi beberapa aliran, seperti aliran klasik, siimbolis,
dan romantik. Istilah-istilah ini sudah

digunakan di kalangan ilmu

filsafat sebagai suatu paham, pandangan, atau falsafah hidup yang


akhirnya di kalangan ilmu sastra merupakan aliran yang dianut
seseorang dalam menghasilkan karyanya.
Pembahasan mengenai aliran kritik sastra Arab modern perlu
dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu dalam makalah ini kami akan
membahas tentang apa saja aliran kritik sastra Arab yang dianut pada
masa modern.
1 Gufron Hambali, perkembangan dan karakteristik adab mahjar (sastra
arabDiaspora), jurnal sastra, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, hlm. 1

B. Rumusan masalah
1. apa saja aliran kritik sastra Arab pada masa klasik dan modern?
2. Apa saja pecahan aliran kritik sastra Arab pada masa klasik dan
modern?
3. bagaimana kaaktristik aliran tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Aliran kritik sastra Arab modern
1. Aliran Klasik ()
Dalam sastra Arab, aliran ini mengacu pada sastra yang
berkembang pada periode Pra Islam (sekitar tahun 400-an M) hingga
1258 M atau periode runtuhnya baghdad di tabgan Hulagu,
khususnya periode akhir Umayyah dan Abbasiyah I (hingga sekitar
tahun 1000 M).
Aliran ini disebut dengan mazhab qadim yang berpendirian dan
mempertahankan orisinilitas dan pokok-pokok struktur sastra Arab
klasik. Mereka masih bertahan pada prosodi gaya lama (ilmu 'arudh).
Meskipun mereka menganggap bahwa isi itu penting, tetapi mereka
menilai bahwa wazan tidak kalah penting dari isi, karena wazan
merupakan musik yang dibangun di atas seni, sedangkan qafiyah
merupakan kategori seni yang mengandung nada. Meniadakan
'arudh (wazan dan qafiyah) menimbulkan keasingan dikalangan
orang-orang Arab karena 'arudh merupakan tradisi seni yang melekat
kuat dengan pendengaran orang-orang Arab.
Dalam bidang puisi, mereka mengikuti puisi yg dibangun para
penyair Jahiliyah, Umayyah dan Abbasiyah seperti Zubair, Al-Hutai'ah,
al-Farazdaq, al-Mutanabbi, Abi Fariz, Basyar, Abu Nuwas, al-Buhturi
dan Abu Tammam.
Dalam bidang prosa, aliran mementingkan fashahah (ketepatan
diksi) dan bayan, suatu gaya bahasa indah yang menyentuh rasa dan

mampu menggambarkan makna dengan jelas. Aliran ini mengikuti


gaya-gaya prosa semacam Abdul Hamid, Ibnu al-Muqaffa dan al-Jahiz.
Diantara para penyair aliran ini adalah al-Barudi (sebagai
pelopor), Ahmad Syauqi dan Abbas Mahmud al 'Aqqad di Mesir,
Kazimi dan al-Rasafi di Irak serta Taimur al-Malat di Libanon. Diantara
para prosais aliran ini adalah al-Manfaluti dan al-Rafi'i.

2. Aliran Romantisme ()
Aliran romantisme2 adalah aliran yang mendasarkan ungkapan
perasaan

sebagai

dasar

perwujudan.

Realitas

kehidupan

di

gambarkan dengan bentuk yang seindah-indahnya dan sehalushalusnya, sehingga terlihan tanpa ada cela. Tujuan utamanya adalah
agar pembaca mampu tersentuh dan terbuai emosinya, setiap konflik
biasanya

disusun

secara

dramatis

dan

setuntas-tuntasnya.

Kebahagiaan dan keindahan terlukis secara sempurna sekali dan


kesedihannya membuat air mata pembaca terkuras. Karena itu aliran
ini

sering

dikaitkan

dengan

sifat

sentimental,

aliran

ini

menomorsatukan rasa atau jiwa yang dalam dan menomorduakan


rasio.
Aliran romantisme lahir di Prancis yang dipelopori oleh Lamartine
(1790-1869), Alfred de Musset (1810-1857), Victor Huge (1819-1885)
dan lain-lain. Dalam sastra Arab, meskipun aliran ini lahir pada
periode modern, tetapi secara praktik telah lahir sejak masa Arab

2 Romantisme adalah sebuah aliran seni, sastra, dan intelektual yang berasal dari
Eropa Barat abad ke-18 pada masa revolusi indrusti.
(id.wikipedia.org/wiki/Romantisme)Aliran romantisme ini menekankan kepada
ungkapan perasaan sebagai dasar perwujudan pemikiran pengarang sehingga
pembaca tersentuh emosinya setelah membaca ungkapan perasaannya. Untuk
mewujudkan pemikirannya, pengarang menggunakan bentuk pengungkapan yang
seindah-indahnya dan sesempurnasempurnanya. Aliran romantisme biasanya
dikaitkan dengan masalah cinta karena masalah cinta memang membangkitkan
emosi. Tetapi anggapan demikian tidaklah selamanya benar.
(gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id)

klasik.

Penyair

aliran

romantisme

masa

Jahiliyah

yang

cukup

menonjol adalah Umrul Qais.


Aliran romantisme ini menekankan kepada ungkapan perasaan
sebagai dasar perwujudan pemikiran pengarang sehingga pembaca
tersentuh emosinya setelah membaca ungkapan perasaannya. Untuk
mewujudkan

pemikirannya,

pengungkapan

pengarang

yang

menggunakan

seindah-indahnya

bentuk
dan

sesempurnasempurnanya. Aliran romantisme biasanya dikaitkan


dengan

masalah

membangkitkan

cinta

emosi.

karena
Tetapi

masalah

anggapan

cinta
demikian

memang
tidaklah

selamanya benar.3
Sebagian besar aliran ini tidak lagi terikat pada 'arudh bahkan
berkiblat

pada

gaya

barat

khususnya

Inggris

dan

Prancis.

Berdasarkan tingkat ketidakterikatannya golongan ini terbagi 2, yaitu:


a. Tidak terikat pada qafiyah
Antara qafiyah yang satu dengan yang lainnya berbeda. Gerakan
ini dipelopori oleh Iliya Abu Madi (penyair mahjar/imigran dari
Libanon) dan kelompok diwan di Mesir (Syukri dan Al-Mazini). Dalam
hal ini mereka terpengaruhi oleh sastrawain romantik inggris yaitu
William Shakespeare.
b. Tidak terikat pada 'arud
Golongan ini sama sekali tidak menerima wazn dan qafiyah.
Mereka banyak menghasilkan puisi bebas (al-Syi'r al-Hur), tidak
terikat pada 'arudh dan secara bentuk terkadang bergaya prosa
(prosa liris).
Diantara sastrawan Arab aliran romantisme adalah Umar bin Abi
Rabi'ah, Jamil, Khalil Mutram, Syukri, Abu Syadzi, Al-Mazini, Al-'Aqqad,
Iliya Abu Madi dan Ibrahim Naji.
Dalam sastra Arab , menurut Abd al-Munim Khafaji, sastrawan
yang dimasukan kedalam kategori aliran ini adalah Umar ibn Abi
Rabiah, Jamil, dan satrwan arab modern antara lain Khalil Mutran,
3 Reza Gunawan, Aliran-aliran Sastra. Diunduh dari
gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id

Syukri, Abu syadzi, al-Mazini, Al-Aqqad, Ilya Abu Madi, dan Ibrahim
Naji. Mazhab ini terpengaruh oleh puisi puisi dan struktur sastra
Barat, khususnya Inggris dan Prancis.
3. Aliran Realisme ()
Realisme adalah aliran dalam karya sastra yang berusaha
melukiskan suatu objek seperti apa adanya Pengarang berperan
secara objektif. Dalam keobjektifanlah ia melihat keindahan objek
yang dibidiknya dan dihasilkan di dalam karya sastra. Penga
Aliran Realisme yaitu aliran yang berusaha melukiskan suatu
obyek seperti apa adanya (realistis) bukan sebagaimana seharusnya.
Istilah realisme pertama kali digunakan di Jerman pada peralihan
abad 19. Realisme berarti kesetiaan terhadap kebenaran historis.
Sastrawan arab yang biasa dikategorikan aliran realis antara lain
Yusuf Sibai lewat novel Ard al-Nifaq Taufik al-Hakim lewat novel
Audah al-Ruh dan Usfur min al-syarq dan yang lainnya

4. Aliran Simbolisme
()
4
Aliran simbollisme hampir sama dengan aliran romantisme5
dalam hal menjadikan rasa sebagai objek eksploitasi. Namun hal yang
membedakannya adalah : (1) Aliran simbolisme berkecenderungan
pada kedalaman jiwa, sehingga ada kesesuaian antara rasa, pikiran,
dan imajinasi. (2) Sebagian sastrawan aliran ini tidak menggunakan
tokoh manusia, melainkan tokoh binatang. Binatang inilah yang
disimbolkan atau dikisahkan seakan-akan dapat berbuat seperti
manusia.
Penggunaan

simbol

tersebut

dimaksudkan

agar

gagasan-

gagasan eksoterik mereka terlindung dari pengetahuan golongan


masyarakat yang tidak sefaham dengan mereka. Seperti yang
dikatakan oleh At Tusi, simbol-simbol merupakan pengertian samar
yang tersembunyi di balik ungjapan-ungkapan lahir dan hanya
dipahami oleh orang-orang yang ahli menguasainya.
Para sastrawan yang menganut aliran ini antara lain : Ibn Arabi
(1165), Umar Khayam (1048-1131 M) dan Ibn al-Farid (1182-1235 M)
sedangkan novelis Arab Klasik yang termasuk aliran simbolis filosofis
adalah Ibn Tufail (w.1185) yang menulis Hayy bin yaqzan. Dalam
khazanah novel Persia, novelis yang menganut aliran simbolis yang
paling monumental yaitu sastrawan terkenal Faridudin Attar.
Salah satu karya sastra simbolis yang menggunakan hewan
sebagai tokoh utamanya adalah Mantiq at-Tair (Musyawarah burung)
4 Simbolisme adalah aliran kesusastraan yang penyajian tokoh-tokohnya
bukan manusia melainkan binatang, atau benda-benda lainnya seperti
tumbuh-tumbuhan yang disimbolkan sebagai perilaku manusia. Kehadiran
karya sastra yang beraliran simbolisme ini biasanya ditentukan oleh situasi
yang tidak mendukung pencerita atau pengarang berbicara. Pada
masyarakat lama, misalnya di mana kebebasan berbicara dibatasi oleh
aturan etika moral yang mengikat kebersamaan dalam kelompok
masyarakat, pandangan dan pendapat mereka disalurkan melalui bentukbentuk peribahasa atau fable. (gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id)
5

yang ditulis dalam bentuk puisi oleh Fariduddin Attar. Karya sastra ini
menggambarkan pengalaman religious kaum sufi yang digambarkan
dengan burung-burung yang mencari Simurgh, raja legendaris
mereka. Simurgh dalam hal ini merupakan simbol Tuhan yang
spiritual dan maha kuasa. Dalam usaha pencarian itu mereka
mengangkat burung Hud-hud yang harus melewati perjalanan yang
penuh penderitaan untuk menjadi perantara antara Nabi Sulaiman As.
dan ratu Bilqis. Mereka harus menempuh perjalanan melewati tujuh
lembah yang melambangkan tujuh tingkatan sufi. Dari ribuan burung,
hanya tiga puluh ekor yang sampai ke hadapan Simurgh. Mereka
dalam keadaan tanpa bulu, telanjang, hatinya patahm badan dan
jiwanya terbakar. Cintanya kepada Simurgh mengalahkan segalanya.
Ini adalah konsep mahabbah (cinta kepada Tuhan) dalam Tasawuf
yang digagas olh Rabiah Adawiyah. Menurut pengarangnya, alegori
ini menggambarkan perjalanan terakhir sang sufi, yakni hilang ke
dalam Tuhan.
Diakuinya aliran sastra simbolik filosofis dalam ilmu sastra
menunjukkan filsafat dan sastra sulit dipisahkan.

Para kritikus

memperingatkan agar para sastrawan yang beraliran simbolik filosofis


tidak terbawa oleh hasrat besarnya untuk berfilsafat sehingga
karyanya lebih dekat ke arah karya filsafat dari pada karya sastra.
5. Aliran Barnasiyah ()
Nama aliran ini menunjukkan pada gunung Barnas di Yunani.
Aliran ini menganut seni untuk seni, tempat tinggal Apollo dan dewa
seni dalam mitologi Yunani. Aliran ini berprinsip bahwa seni untuk
seni. Karena itu aliran ini mementingkan kaidah wazan dan qofiyah
dan gaya bahasa yang Indah. Dalam sejarah satra Arab yang
menganut aliran ini adalah Abu Nawas.
Tokoh sastrawan Arab yang menganut aliran ini adalah Abu
Nuwas. Ia menganut kebebasan dalam mengekspresikan sastra lewat
sastra

yang

indah

menghiraukan moral.

sebagai

sesuatu

yang

utama

dan

kurang

B. Pecahan dari aliran (idelisme, impresionisme, Ekspresionisme, dan


Naturalisme)
1. Aliran idealisme
Aliran idealisme

adalah

aliran

di

dalam

filsafat

yang

mengemukakan bahwa dunia ide,dunia cita-cita, dunia harapan


adalah dunia utama yang dituju dalam pemikiran manusia. Dalam
dunia sastra, idealisme berarti aliran yang menggambarkan dunia
yang

dicita-citakan,

dunia

yang

diangan-angankan,

dan

dunia

harapan yang masih abstrak yang jauh jangka waktu pencapaiannya.6


Aliran idealisme yang merupakan bagian dari aliran romantisme
adalah aliran yang mengangankan suatu keindahan. Keindahan yang
diangankan bukanlah materi melainkan cita-cita yang jauh di depan
atau di dunia ideal yang diangankan. Prosais yang termasuk dalam
aliran ini adalah al-Maari melalui novel alegoris eskatologisnya
Risalah al-Gufran.
2. Aliran impresionisme
Impresionisme merupakan pecahan dari aliran realisme. Aliran
impresionisme yang merupakan bagian dari aliran realisme adalah
aliran yang menekankan kesan yang bersifat global berdasarkan
objek yang dilihatnya, namun tidak sedetail realisme murni. Penyair
yang menganut aliran ini adalah Jarir, penyair periode Umayah
dengan puisi Hija (satir)-nya terhadap suku Akhtal yang mengesankan
buruknya suku Akhtal.
3. Aliran ekpresionisme
Aliran ini merupakan pecahan dari aliran romantisme. Aliran
ekspresionisme yang merupakan bagian dari aliran romantisme
adalah aliran yang mengutarakan cetusan atau ledakan

jiwa atau

sikap pengarangnya secara langsung. Sedangkan objek-objek yang


dijadikan media ungkapannya tidak lebih hanya sekedar alat saja.
Aliran ekspresionisme adalah aliran dalam karya seni, yang
mementingkan

curahan

batin

atau

curahan

6 Reza Gunawan, Aliran-aliran Sastra. Diunduh dari


gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id

jiwa

dan

tidak

mementingkan peristiwa-peristiwa atau kejadiankejadian yang nyata.


Ekspresi batin yang keras dan meledak-ledak. biasa dianggap sebagai
pernyataan atau sikap pengarang.7
Sastrawan yang termasuk aliran ini adalah Abu al-Atahiyah
dengan puisi sufistiknya. Ia menjelaskan sikapnya yang tidak mau lagi
menghamba kepada dunia yang tidak kekal lagi.
4. Aliran naturalisme
Naturalisme merupakan pecahan dari aliran realisme. Aliran
naturalisme yang merupakan bagian dari aliran realisme adalah aliran
yang cenderung mengungkapkan realitas yang sifatnya negatif atau
mengarah kepada pornografi dan kemesuman.
Dalam kesusastraan Barat, yang dikenal sebagai tokoh naturalis
ialah Emil Zola (1840- 1902) pengarang Perancis. Dalam karyanya
gambaran kemesuman, pornografi digambarkan apa adanya. Aliran
seni untuk seni (lart pour art) melatarbelakangi pandangannya dalam
berkarya. Di Indonesia pengarang yang karyanya cenderung beraliran
naturalisme adalah Armijn Pane dengan novel Belenggu-nya, Motinggo
Busye pada awal-awal novelnya tahun 60-an dan 70-an bahkan
memperlihatkan novel yang dikategorikan pornografis. Novel Saman
(l998) karya Ayu Utami juga memperlihatkan kecenderungan ke arah
naturalis.
Penyair yang merupakan bagian dari naaturalisme adalah Umru
al-Qais atau Abu Nuwas dengan salahsatu puisi al-Muallaqat-nya.
Umru al-Qais menggambarkan keindahan tubuh kekasihnya, Unaizah
yang terkesan cabul. Selain itu, puisi al-Muallaqat-nya juga pernah
mengungkapkan

pengalamannya

mengambil

pakaian

para

perempuan cantik termasuk kakasihnya yang sedang mandi di mata


air Juljul di Nejed. Ia mau mengembalikan pakaian para perempuan
itu jika mereka mau bertelanjang bulat keluar dari mata air untuk
mengambil pakaiannya.

7 Reza Gunawan, Aliran-aliran Sastra. Diunduh dari


gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan aliran kritik sastra arab mengikuti perkembangan
dunia kesusastraan di dunia barat. Berbagai aliran yang ada di masa
klasik

sampai

modern

memiliki

karakteristik

tersendiri

yang

membedakannya dengan aliran lainnya. Aliran sastra arab itu


meliputi aliran klasik, aliran romantisme, aliran realisme, aliran
simbolisme dan aliran barnasiyah.
Dari ke lima aliran tersebut muncul beberapa aliran yang
merupakan pecahannya. Aliran yang merupakan pecahan itu antara
lain : idealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan naturalisme.

DAFTAR PUSTAKA
Kamil, Syukron, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern,

Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2009.


Mawardi, Kritik Sastra Teori Metode dan Aplikasinya, Bandung,

Lembaga penelitian UIN Bandung, 2013.


Munawwar, Fadlil, Sejarah Perkembangan Kesusastraan Arab
Klasik dan Modern, Fakultas Ilnu Budaya UGM, 2007. (online)

Diunduh dari istayn.staff.uns.ac.id pada 7 Maret 2016.


Gufron Hambali, perkembangan dan karakteristik adab mahjar
(sastra arab Diaspora), jurnal sastra, Universitas Islam Negeri

(UIN) Malang.
Gunawan Reza, Aliran-aliran sastra. Diunduh dari
gunawan_reza.staff.gunadarma.ac.id