Anda di halaman 1dari 30

Tujuan Standarisasi

Mencapai keseragaman antara lain


mengenai:
1. Ukuran , bentuk dan mutu
barang(SNI).
2. Memenuhi syarat standar puil
2000.

Ketentuan umum Instalasi


Listrik

PUIL 2000

Adanya rencana instalasi yang telah disetujui (9.2.2).


Instalasi listrik harus dirancang di pasang dan dipelihara
untuk mencegah kebakaran (9.4.1)
Perlatan dan perlengkapan harus memenuhi ketentuan
standar (2.2.1.1)
Instalasi, harus dilengkapi proteksi :
proteksi dari kejut listrik
proteksi dari efek termal
proteksi dari arus lebih
proteksi dari tegangan lebih.
Instalasi baru/perubahan harus diperiksa,
diuji(comisioning), dicoba sebelum di operasikan.
Perencanaan pemasang dan pemeriksa instalasi listrik
harus memiliki izin, dengan tenaga teknis yang kompeten.

PUIL 2000

Tujuan Standarisasi Instalasi


Listrik
Instalasi

listrik
dapat
dioperasikan
dengan baik
Terjamin keselamatan manusia.
Terjamin
keamanan instalasi listrik
beserta perlengkapan.
Terjamin keamanan gedung serta isinya
terhadap kebakaran.
Terjamin perlindungan lingkungan.

Persyaratan Yang Harus


Dipenuhi Dalam
Pemasangan Instalasi
Listrik Dan Tenaga

A. Sumber Tegangan
Sumber tegangan yang digunakan
untuk menyuplai instalasi listrik
rumah/gedung
adalah
sumber
tegangan 3 phase, 220 volt/380 volt.
Jumlah beban untuk masing-masing
fasa
dalam
sistem
3
phase
diharuskan seimbang agar kestabilan
distribusi daya dapat terjamin.

B. Kabel Penghantar
1. Ketentuan kabel instalasi:
memenuhi

syarat sesuai
penggunaannya,
memiliki tanda-tanda yang
jelas
tidak cacat / rusak

Sumber: PUIL 2000

2. Jenis kabel menurut PUIL


kabel instalasi dalam gedung, warna
selubung putih / abu-abu.
kabel tanah tegangan 600 1000 warna
selubung hitam.
kabel udara tegangan 600-1000 v warna
selubung hitam.
kabel tegangan menengah / tinggi diatas
1000 v warna selubung merah.

3. Warna inti kabel sesuai puil


warna

biru untuk penghantar netral


warna loreng untuk penghantar
pembumian
warna merah untuk fase R
warna kuning untuk fase S
warna hitam untuk fase T

C. Rating Pengaman
Rating

pengaman yang dipakai menurut PUIL


harus sama dengan atau lebih besar dari
arus nominal beban (I pengaman > I
nominal).
Cara menghitung ampere MCB adalah
sebagai berikut:
1 Phasa (0,8)

Phasa

ELCB

D. Saklar dan Kotak


Kontak
Saklar
Fungsi saklar adalah untuk memutuskan dan
menghubungkan arus listrik dari sumber ke
beban.
Aturan pemasangan saklar :
.Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai.
.Dekat dengan pintu dan mudah dicapai
tangan/sesuai kondisi tempat.
.Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam
bila pemasangan lebih dari satu.
1.

2. Kotak Kontak
Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi
listrik sebagai alat penghubung beban dengan
sumber listrik.
Aturan pemasangan stop kontak :
Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai,
apabila kurang dari 150 cm harus dilengkapi
tutup.
Mudah dicapai tangan.
Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar
netralnya berada disebelah kanan atau di sebelah
bawah.

Pemasangan stop kontak

3. Pemasangan fiting Lampu

E. Lampu / Pencahayaan
1. Spektrum cahaya
Dua hal yang perlu diperhatikan:
a. tampak warna yang dinyatakan dalam
temperatur warna
b. efek warna yang dinyatakan dalam indeks
renderasi warna.

2. Efisiensi lampu
Efisiensi lampu yaitu pengalihan energi listrik ke
cahaya dan dinyatakan dalam lumen per watt
(lumen/watt).
Banyaknya cahaya yang dihasilkan oleh suatu
lampu disebut Fluks luminus dengan satuan
lumen.
Efikasi
luminus lampu bertambah dengan
bertambahnya daya lampu.
Rugi-rugi balast harus ikut diperhitungkan dalam
menentukan efisiensi sistem lampu

Lampu / Pencahayaan
4. Jumlah lampu
Untuk mendapatkan JUMLAH LAMPU pada suatu
ruang dapat dihitung dengan metode faktor utilisasi
ruangan, dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut :
Dimana:
N = Jumlah armature
1.25
= Faktor Perencanaan
E = Intensitas Penerangan ( Lux
)
L = Panjang Ruang ( meter )

W = Lebar Ruang ( meter )


= Flux Cahaya ( Lumen )
LB
= Efisiensi armature ( % )
R = Factor Utilisasi Ruangan ( % )

F. PHB/Distribusi Panel
PHB adalahperalatan yang berfungsi sebagai
tempat membagi dan menyalurkan tenaga
listrik ke beban yang memerlukan agar merata
dan seimbang.
Fungsi PHB:
Penghubung
Pengaman
Pembagi
Penyuplai
Pengontrol

Syarat pemasangan Panel


Hubung Bagi (PHB).
Menurut PUIL 2000 ; 6.3.2 6.4.3
Penempatan Panel Hubung Bagi (PHB):
A. Tinggi maksimal dari lantai 1,2 2m.
B. Di depan panel harus memiliki ruang bebas
yang cukup luas.
C. Saat membuka panel ini tidak terganggu oleh
benda apapun.
D. Pintu harus bisa terbuka penuh.
E. Panel dipasang pada tempat yang sesuai,
kering dan berventilasi cukup.

H. Grounding

Sistem

pembumian (grounding system)


adalah suatu perangkat instalasi yang
berfungsi untuk:

1. Melindungi peralatan listrik akibat


lonjakan yang disebabkan oleh
kegagalan isolasi.
2. Melepaskan arus petir ke dalam
bumi, salah satu kegunaannya untuk
melepas muatan arus petir.

Cara pengukuran grounding

Besar tahanan pentanahan yang diperbolehkan


guna standar dari puil 5 Ohm

H. Grounding
Faktor

yang Memengaruhi Sistem


Pembumian :

1.

2.

Kadar air, bila air tanah dangkal/penghujan,


maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan
sebab sela-sela tanah mengandung cukup air
sehingga konduktivitas tanah akan semakin baik.
Mineral/garam,
kandungan mineral tanah
sangat memengaruhi tahanan sebaran/resistans
karena: semakin berlogam dan bermineral tinggi,
maka tanah semakin mudah menghantarkan
listrik.

3. Derajat keasaman; semakin asam (PH


rendah atau PH<7) tanah, maka arus listrik
semakin mudah dihantarkan. Ciri tanah
dengan PH tinggi: biasanya berwarna terang,
misalnya Bukit Kapur.
4. Tekstur tanah, untuk daerah yang
bertekstur pasir dan berpori (porous) akan
sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran
yang baik karena air dan mineral akan mudah
hanyut dan tanah mudah kering.