Anda di halaman 1dari 19

HANDBOOK FISHERIES OCEANOGRAPHY

The Past, Present and Furure of Fisheries Oceanography: Refashioning a


Responsible Fisheries Science
Oleh:
Wulan Anggi Astika

135080601111060

Surono Edi Saputro

135080601111067

Rizky Hendi Fachrezy

135080601111079

Holisatul Muzayyanah

135080601111082

Lalu Wisma Risdha P.

135080601111083

Muhamad Agus Salim

135080601111099

Ihya Ulumudin

135080601111102

Arsyah Hutasuhut

135080601111103

Putri Rahmawati

135080601111105

Faizah Rahmayadi Yusuf

135080601111109

Hendry Saleh

135080601111110

Rifki Novakandi

135080601111113

Miftahu

135080601111116

Mohammad Bagus N.

135080607111002

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun sampaikan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayah Nya jualah penyusun bisa menyelesaikan tugas Oseanografi perikanan
Secara tepat waktu dan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkerja sama
dalam pembuatan makalah ini.
Selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Oseanografi Perikanan di
program studi ilmu kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas
Brawijaya. Kami ucapan terima kasih kepada ibu Aida selaku dosen mata kuliah
Oseanografi Perikanan, dimana makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak
demi kesempurnaan artikel yang kami buat ini.
Malang, April 2016

Tim Penyusun

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah membuktikan bahwa kegagalan dalam usaha perikanan terjadi tanpa
memperhatikan adanya keterkaitan yang erat antara ikan dan lingkungan dimana
ikan itu hidup. Sehingga diperlukan pemahaman tentang ilmu Oseanografi
Perikanan. Oseanografi perikanan adalah cabang ilmu dari oseanografi yang fokus
dalam bidang perikanan, mulai dari tingkah laku, pola hidup, habitat dan faktor-faktor
yang mempengaruhi lingkungan perikanan. Beberapa faktor tersebut terbagi dalam
dalam faktor internal dan eksternal. Faktor internal pengaruh perubahan lingkungan
perikanan misalnya fitoplankton sebagai sumber makanan, predator, dan nutrient.
Sedangkan faktor eksternal pengaruh lingkungan perikanan misalnya perubahan
suhu, intensitas cahaya, dan salinitas. Beberapa faktor eksternal tersebut juga
dipengaruhi oleh perubahan alam seperti Pacific Decadal Oscillation (PDO), ENSO,
El-Nino, La-Nina, North Atlantic Oscillation (NAO), dan perubahan iklim lainnya. Ilmu
ini merupakan penggabungan antara oseanografi (fisika, kimia, geologi, dan biologi
laut)

dan

perikanan,

sebagai

pendekaan

dalam

pengelolaan

perikanan.

Pemahaman tentang sejarah kehidupan ikan, tingkah laku ikan, migrasi ikan,
dikaitkan dengan aspek-aspek oceanografi. Beberapa aplikasi alat-alat/ metode
modern seperti acoustic, radar, satellite remote sensing, fish population genetic, dan
fish tagging, adalah aplikasi pada bidang oseanografi perikanan. Perkembangan
oseanografi perikanan akan terus terjadi setiap waktu dan menjadi sebuah perhatian
khusus dalam pengembangan oseanografi di masa yang akan datang. Berikut
merupakan pembahasan yang terkait perkembangan oseanografi perikanan pada
masa yang akan datang (Future Fisheries) yang di ambil dari buku yang berjudul
The Past, Present and Furure of Fisheries Oceanography: Refashioning a
Responsible Fisheries Science.

Upstream, Downstream (Hulu, Hilir)


Air tawar dan sistem air tanah biasanya ditentukan oleh DAS (Daerah Aliran
Sungai). Hubungan antara air tawar dan air sungai berada di garis pantai, danau

besar dan laut pedalaman, dan akhirnya masuk ke laut. Ulasan kemajuan yang
dibuat dalam dinamika ekosistem air tawar. Ide-ide dan konsep-konsep yang bekerja
dengan pemikiran ekologi laut, Caddy dan Sharp (1986) menganjurkan sebuah
sistem pendekatan untuk kebutuhan informasi perikanan, dalam upaya untuk
merangsang perubahan dalam manajemen dan kebijakan di tingkat internasional.
Pada tahun 1981, Lavestu melakukan penelitian tentang upaya-upaya yang
signifikan untuk memerinci interaksi trofik dan mengintegrasikan pada bentuk fisik
dari Teluk Alaska. Pandangan Lavestu dan Larkins bahwa struktur saat ini adalah
pola produksi, dan informasi kompleks dari

spesies yang memadai untuk

menghubungkan unit dinamis sebagai ekologis terpisah.


Zona pesisir merupakan daerah strategis dalam mendukung perekonomian
suatu daerah, tetapi juga wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan,
gangguan dan polusi. Pesisir Terpadu Zona Governance tidak dapat dilakukan
hanya dalam batas-batas administratif, tetapi dengan mengamati relevansi ekologi
suatu daerah secara keseluruhan melalui pendekatan ekoregion. Dalam rangka
ekologi, Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah yang menghubungkan
antara hulu, hilir dan pesisir daerah, di mana aktivitas manusia berdampak hulu dan
hilir di daerah pesisir. Oleh karena itu, Tata Terpadu Zona Pesisir dalam batas-batas
ekoregion harus dilakukan dengan pendekatan negosiasi, di mana semua
stakeholder berpartisipasi aktif dalam menentukan kebijakan tata kelola pesisir.
Contoh pada masa transisi selama abad ke-20 dari laut hitam dari salah satu
ekosistem perikanan yang paling produktif di dunia. bermula dari polusi industri dan
perkotaan, over fishing, dan pertumbuhan berlebih oleh spesies eksotik, dan
runtuhnya

sistem pendukung. Amerika Utara adalah contoh adanya degradasi

ekosistem yang signifikan, ini termasuk konsekuensi urbanisasi di Long Island


Sound dan New York Bight, dan bentuk pembangunan pesisir di pantai utara
Atlantik, California, pantai selatan Florida ke Teluk Meksiko.
Habitat rapuh khususnya yang berada dalam bahaya, atau yang sudah hilang,
termasuk hilangnya habitat untuk kura-kura laut, burung laut, dan banyak aliran air
yang berfungsi sebagai pembibitan untuk ikan anadromous. Dalam bidang
peternakan dan perkembangan urbanisasi, contohnya peternakan ayam, peternakan
babi, dan pakan sapi banyak berkontribusi memberikan banyak limbah. Contoh

kasus, terlepas dari lembaga penelitian tercemarnya pantai teluk Chesapeake dan
saluran air mati karena bahan tercemar dari ternak babi.
Defining Ecosystem by Their Production Patterns (Mendefinisikan ekosistem
dengan pola produksi)
Sifat pertama dari setiap sistem produksi yang perlu dijelaskan dan dipahami
yaitu tentang proses produksi musiman, karena hal tersebut mencerminkan
hidrodinamika musiman dan substrat yang di mana organisme itu berada. Sharp
(1988) menyebutkan karakteristik daerah bagian dari habitat perikanan yang
berkaitan dengan struktur skala, dan berbagai gangguan sistem alami dan
antropogenik. Masing-masing interaksi tersebut perlu dipertimbangkan dalam
konteks lokal dan regional jika saling bertentangan dari pasar, prosesor, nelayan,
dan penggunaan tanah, harus dirasionalisasi. Ocean Production Systems (OPS)
terutama pola fisik musiman dan dinamika, dengan matriks habitat, dan spesies,
memberikan

banyak

informasi

yang

dapat

digunakan

untuk

meramalkan,

membandingkan, dan menyusun strategi untuk optimalisasi manajemen resort


dalam kerangka kontekstual realistis.
Menurut Pauly 1996, potensi dari produksi perikanan global memerlukan
lebih banyak pendekatan formal. Pada saat menemukan paradigma baru akan
disajikan peralatan berupa ECOPATH 2. Estimasi pada sistem ini dapat digunakan
sepanjang produksi ikan sedang berlangsung dapat diggunakan dalam skala kecil
seperti danau maupundi kawasan lautan. Lama waktu sistem penangkapan ikan
dunia dengan menambahkan beberapa komponen ketika ada manfaat lebih dari
perairan tersebut maka akan menjadi awal yang baik untuk menekan angka
perikanan tangkap yang cenderung menurun. Nilai heuristik dari ECOPATH 2 ini
akan meningkat namun jika perlakuanan yang kurang baik digunakan maka
ekosistem spesies susah untuk dicatat. Ada banyak komponen spesies yang
membuat nelayan tertarik.
Faktanya hanya ekosistem individual yang berbeda pada skala waktu yg
berbeda-beda. Mereka tidak terhubung dengan ekosistem produktif atau tidak pada
waktu yang sama. Atau harus pernah ada stabilisasi dari objek general. Penggunaan
tepat pada ECOPATH 2 ini adalah untuk membantu kita mengetahui bagaimana

bagian terpenting dari subsistem dalam ekosistem perikanan dunia. Untuk Membuat
stabil dengan menyeimbangkan produksi dari jumlah dari beberapa sistem
kontraproduktif. Ini jelas mengarah pada poin hasil dari MSY dan CPUE optimal.
Biomassa dalam jumlah besar dimana tidak dalam konteks lingkungan
karenanya tidak ada hubungan

dengan alam dan

tidak cukup informasi untuk

perliraan yang buruk. Saat ini banyak sistem manajemen nelayan yang disimpan
hanya untuk menyelesaikan tingkat informasi pada saat mengadakan rapat. Saat ini
beberapa interaksi predator puncak biomassa dan setidaknya berada setengah dari
kegunaannya. Biomassa terdiri dari beberapa model seperti fungi, bakteri dan
protista. Seiring berjalannya waktu mereka tidak termasuk dari ekosistem laut. Nilai
yang tercatat dan digunakan dalam ECOPATH 2 membuat kemungkinan untuk
membandingkan perbedaan sistem produktifitas seperti danau, sungai, tropical reef
atau sistem upwelling pelagic. Ini untuk meningkatkan dari data pemodelan
pergerakan predator
Is The Question Really How Much Fish Is There? (Petanyaan yang Tepat,
Berapakah Jumlah Ikan ?)
Perkiraan seberapa banyak ikan memenuhi hasil tangkapan manusia
menjadi perhatian pemerintah sejak rbibuan tahun. Sejumlah individu berusaha
mengatur data estimasi global dari produksi ikan berasal. Pada beberapa tempat,
hanya spesies tertentu dan produktivitas spesifik yang dapat di ukur. Pada konsep
statistic, bukan berarti diukur dari harapan dari masa ke masa atau pada masa yang
akan datang
Ekosistem laut dalam menunjukan dinamika respon yang lebih lambat dari
ekosistem darat karena mereka recurrent, dengan system yang stabil. Setiap
populasi memilki struktur umur yang unik. Dari tahun ke tahun, variasi di ekositem
laut semakin tinggi dan relevan dalam konteks di laut global dan dinamika iklim serta
jangka panjang siklus matahari dan bulan. sementara gurun gersang yang tinggi
mungkin memiliki dua keadaan, yang dihasilkan dari ketersediaan air, dan tanpa
dihasilkan dari ketersediaan air.
Beberapa peneliti menggambarkan beberapa analogi distribusi spesies dan
pola kelimpahan pada studi perikanan kelautan. Mereka meninggalkan sedikit

keraguan pada stimulus utama untuk perubahan ini yaitu iklim global, ketertinggalan
dan keserentakan yang diamati bisa di jelaskan dengan mengukur proses fisika dan
pola pada skala regional dalam konteks global.

Ketiga gambar diatas menunjukkan tiga plot dari satelit kumpulan data suhu dari
lokasi yang sama pada periode tahunan : (a) SST terpanas 3 x 3 piksel, (b) suhu
rata-rata 3 x 3 piksel, (c) piksel tunggal yang dipilih karena terdekat dengan situs
monitor.
Open System-ocean habitats, and species mobility (Habitat Laut Terbuka dan
Pergerakan Spesies)
Laut memiliki definisi sistem termodinamika terbuka. Sifat biologis dari suatu
sistem perairan berdampak pada subsistem antara aliran energi dan material laut.
Pada skala kecil dari suatu proyek di teluk, Alaska menunjukan bahwa arah dan
kecepatan angin, intensitas cahaya, dan suhu mendominasi dinamika produksi di
lokasi tersebut. Salah satu peran lain yaitu berasal dari rantai makanan, jika terjadi
migrasi predator maka suatu dinamika biologis tidak dapat berlangsung.
Kita harus memahami dengan baik beberapa jalur untuk mengikuti energi
dan material, dari hal tersebut dapat menjelaskan suatu system penelitian yang
berlangsung. Hal ini pada dasarnya menghimbau kita untuk memahami pola-pola
perilaku dari spesies yang terlibat dari transport energy dan material pada tiap
wilayah

perairan

pesisir,

tawar,

dan

laut.

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

pengembangan teknologi untuk mengetahui arah distribusi spesies dari tiap wilayah
ekologi. Eksperimen yang telah dilakukan menggunakan spesies Bluefin tuna dan
marlin berhasil baik dalam percobaan tersebut.

Nilai untuk melakukan peningkatan bisnis dalam kegiatan penangkapan ikan


menjadi lebih kompetitif untuk setiap sumber daya di wilayah lokal. Dari kegiatan
perikanan dalam satu hari mengeluarkan biaya untuk perjalanan menuju pelabuhan
atau situs pengiriman ikan. Produk perikanan di pasar sebagian sudah sulit dalam
memuaskan konsumen. Permintaan yang terus meningkat akan menyebabkan
banyak resiko. Tujuan dasar dari mobilitas spesies adalah perilaku adaptif terhadap
makanan, variasi, dan banyak konteks lain. Seperti yang diketahui bahwa perilaku
dan distribusi perikanan dalam suatu lingkungan yang dinamis mempertahankan
pemahaman dari pertumbuhan spesies, reproduksi, dan variasi kehidupan dalam
komponen ekologi.
Adkins (1996) mendekati suatu metode untuk memperhitungkan pergeseran
iklim dan populasi ikan. Pengalaman yang didapat menunjukan bahwa pada
umumnya eksploitasi berlebihan yang terjadi selama periode ketika alam mengalami
siklus lingkungan cenderung menyebabkan perubahan tingkah spesies dari system
kelautan. Menurunkan produksi perikanan menjadi salah satu perhatian utama dari
manajer selama dan setelah terjadi periode kurang produktifnya perikanan di laut.
Namun, argument atas usaha penangkapan berlebihan seharusnya tidak perlu,
karena setiap upaya bisnis seperti biasa akan membawa bencana ekologi dan
ekonomi.
Sebuah model matematika yang kompleks dinamis dari populasi predator
puncak ekosistem laut utara di tengah dikembangkan di bawah kontrak dari ilmu
pengetahuan dan teknologi kelautan inisiatif EEC sebagai bagian dari model
ekosistem laut daerah Eropa komunitas ekonomi Eropa. ARSEM adalah model kotak
kompleks laut utara dengan sekitar seratus variabel dinamis di sekitar 160 kotak.
Barreta (1995) menyimpulkan bahwa "dinamika tingkat trofik yang lebih rendah
sangat ditentukan oleh lingkungan abiotik yang mengendalikan pasokan sumber
daya. Ini terdiri dari ribuan variabel membagi dan memaksa data eksternal seperti
fluks biomassa, cahaya, suhu. Saya lebih suka tingkat pemodelan berbasis
pemahaman, dan menyarankan bahwa lebih relevan daripada pendekatan kurang
spesifik.

The Objective of Science is To Forecast, Not Just To Hindcast (Tujuan Ilmu


sebagai Prakiraan)
Masalah sistem peramalan sebagai produksi akibat dari pola cuaca musiman
migran campuran dan lokal produksi

(kurang dikenali) jumlah biomassa lain.

Informasi didorong model juga menyiratkan pemantauan lebih intens dan penelitian
proses daripada mengumpulkan lebih banyak data. Solusi terbaik untuk saat ini
adalah untuk memulai pemodelan predator-mangsa sebagai tujuan pertama.
pemodel saham perikanan telah melakukan itu sebelumnya, menggantikan
transformasi menangkap dan usaha. Spesies kelompok ukuran, preferensi
makanan, dll, tanpa konteks lingkungan yang dibutuhkan. Biomassa atau tahunukuran kelas berdasarkan keadaan stabil atau keseimbangan. Sebuah titik yang
telah saya buat sebelumnya dan akan mengulangi di sini adalah bahwa 'ikan ratarata meninggal di suatu tempat antara satu hari dan tujuh hari setelah menetas'
Kita juga harus memahami bahwa sistem alami peristiwa produksi
memodifikasi tidak andal diprediksi. Nor adalah hasil bahkan agak stabil di atas satu
atau dua dekade, untuk sebagian besar sistem yang kami punya catatan. Bahkan
yang paling canggih parameter iklim, cuaca atau ekosistem. Banyak yang unik
geografis dan temporal percobaan yang berbeda masing-masing berjalan dalam
sendiri lokal waktu dan ruang skala, tanpa perjudian keseluruhan di setiap kerugian
sebagai model ekologi yang paling biomassa massal dilakukan.
Kita harus mendapatkan ke tingkat pemodelan yang lebih, menggunakan
langkah-langkah geografis perwakilan dari interaksi dan proses, bukan pendekatan
yang biasa 'black-box yang cukup dalam model generasi sekarang. Membangun
daftar tujuan dan menciptakan rencana pembangunan industri tanpa jelas
memahami pentingnya gangguan bermotif kemungkinan akan mendorong setiap
sistem menjadi tidak seimbang, keluar dari keteraturan, negara agak stabil. Ini pasti
akan menyebabkan hilangnya produktivitas secara keseluruhan, pada pertimbangan
besar yang relevan dengan ekosistem kesehatan.
Membangun model-dengan sistem ekologi konteks yang melekat dari fisik
alam adalah tantangan utama. Ini hanya dimulai, penerapan ekologi fisiologis
dengan dinamika web makanan, di mana tingkat cahaya, tingkat gizi, suhu, dan
kerja yang dilakukan sebagai konsekuensi dari migrasi spesies dan perubahan

distribusi bagian bersama dengan spesies, pertumbuhan, dan ukuran khusus


predator- interaksi mangsa.
Hal ini menunjukkan bahwa suhu kolom air musiman, arus mengalir, awan,
tingkat cahaya, curah hujan, tingkat aliran dan aliran sungai dan waktu, upwelling,
pola, serta pembukuan web makanan adalah semua sama pentingnya. Khusus,
meninggalkan satu proses penting atau peristiwa dari persamaan akan gagal untuk
menghasilkan

ilmu

pengetahuan

yang

bertanggung

jawab.

Mereka

harus

menyertakan mendapatkan perspektif perusahaan pada variabel sistem fisik dan


kimia yang tercermin dalam musim ke pola produksi musim, gangguan mereka, dan
aliran konsekuen bahan dan energi ke dalam jaring makanan yang terlibat.
Ongoing Success Stories (keberlanjutan kesuksesan)
Revitalisasi perlu dilakukan pada perikanan di utara pasifik karena terjadi
perubahan iklim. Ilmu geografi sangat penting pengaruhnya bagi pengembangan
ilmu perikanan yang berada di utara pasifik. Keberadaan ilmu perikanan sangat
penting bagi kehidupan warga utara pasifik perlu adanya managemen yang efektif
dan efisien untuk membantu perekonomian warga.
Selain terjadi perubahan iklim di kawasan utara pasifik di kawasan australia
juga mengalami kondisi yang sama hal ini mengakibatkan perlunya kesadaran dan
tanggapan yang sesegera mungkin oleh pemerintah. Pemerintah australia juga
melakukan rehabilitasi jalur air untuk dapat meminimalkan kemungkinan kerusakan
lingkungan yang terjadi. Selain pada dua daerah tersebut wilayah benguela juga
mengalami masalah yang serupa. Oleh karena itu pemerintah yang bergerak di
bidang lingkungan mengeluarkan putusan berupa benguela-ecology. Setiap negara
memiliki langkah dan putusan yang berbeda dalam mengatasi masalah akan tetapi
semuanya memiliki tujuan yang sama yakni mengurangi dampak dari perubahan
iklim.
Terjadinya penurunan populasi ikan menjadi salah satu bukti terjadinya
masalah serius di bidang perikanan karena masalah ini telah berdampak besar bagi
kehidupan warga yang mengantungkan diri dari perairan tawar maupun asin yang
pendapatan berkurang secara signifikan. Industri perikanan tentu dapat membantu
mengurangi dampak dari penangkapan berlebih karena telah berupaya untuk dapat

mengembangkan ikan pada kawasan ex-situ. Bila hal ini dilakukan secara
berkelanjutan maka populasi ikan di laut akan stabil.
Untuk dapat mengembangkan usaha dengan baik setidaknya memerlukan
pendalaman ilmu pada bidang hidrologi atau ilmu mengenai air, kemudian di
perlukan pemahaman mendalam mengenai cuaca maupun iklim , dan kemunculan
ekosistem ketiganya perlu di pelajari secara mendalam serta dipelajari pula ilmu
yang menghubungkannya menjadi satu bagian terpenting dalam sistem. Komponen
yang sering mengalami pertentangan perlu di pelajari secara mendalam pula agar
segala konflik dapat diselesaikan ini semua karena , ilmu ekonomi menginginkan
keuntungan sebesar-besarnya dengan usaha sekecil mungkin. Sedang ilmu ekologi
adalah membahas mengenai keadaan ekosistem dan hubungan ekosistem yang
dimanfaatkan oleh manusia untuk mendapat keuntaungan ekonomi.

Someday (Suatu saat)


Bioteknologi kelautan dan perikanan merupakan suatu teknik yang
menerapkan ilmu-ilmu dasar maupun rekayasa (engineering) untuk memproses
bahan dengan menggunakan organisme atau bahan pembentuknya yang berhabitat
laut melalui proses yang terkontrol sehingga menjadi produk yang berguna.
Berbagai bidang ilmu yang menunjang dan terkait dengan bioteknologi adalah
biologi, biokimia, kimia, genetika, dan rekayasa.
Oleh karena itu dalam era globalisasi ini, penguasaan ilmu dan teknologi
termasuk bioteknologi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu institusi agar
mampu mengembangkan ilmu pengetahuan (iptek) yang dapat diadopsi oleh
masyarakat dan industri untuk membantu memecahkan masalah nasional, misalnya
dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan penduduk
dan sebagainya.
Market-Based Management (Pasar Berbasis Manajemen)
Apa yang kita fokuskan pada seluruh eceran atau pasar utama ? ada banyak
spesifikasi ikan tanggungan atau makanan hasil laut yang lebih disukai pasar utama.

Pasar ikan segar adalah fenomena lokal, biasanya terkait pada sejarah masyarakat
pusat, diman masyarakat asia, laut tengah, Scandinavia dan imigran pantai laut
utara. Perikanan lokal tidak selalu penting untuk ikan segar besar di perdagangan
pusat, kualoitas produk yang terjamin tersedia di kota yang terkurung daratan seperti
di Denver, Madrid, atau Roma dimana kualitas ikan segar yang menjadi makanan
biasa.
Ini bukan status ekonomi nasional yang semestinya memutuskan untuk ikan
akan dikirim. Amerika utara hanaya mewakili dari pecahan kecil dunia. Ini menopang
suatu keuntungan pecahan dari volume pasar untuk ikan dan udang beku, udang
karang dan ikan todak. Bagaimanapun juga, kebanyakan Amerika Utara tidak
menghargai sumber ikan yang cukup besar untuk bersaing pada kualitas tinggi,
produk segar yang ada di pasar global. Spanyol, Itali, Perancis, Jerman, Jepang dan
beberapa Negara Scandivania mempunyai peringkat konsumsi yang besar dari niali
ikan daripada Amerika Utara. Jepang tentu saja, adalah pusat perkumpulan harga
pedagang ikan. Seperti pasar pada umuumnya yang memiliki kualitas standar.
Pilihan yang berubah ubah, membuat nilai pasar, imigrasi, pertukaran budaya dan
meningkatkan perubahan pilihan perjalanan lokal dan demografis dengan terus
menerus akan membuka kesempatan pasar baru.
Hampir semua permintaan akan dipenuhi, sampai sumber terkuras. Produk
produk seperti karang, abalone kering, gurita segar / kering dan berbagai macam
telur ikan, alga, ikan hidup dan hewan tidak bertulang belakang adalah nilai terbesar
di seluruh Asia. Pasar ini merangsang tekanan besar pada sumber daya. Untuk
contoh, satu popular dan makanan hasil laut yang tersedia seperti stik kerang laut
(Haliotus spp) atau sup kental yang mempunyai semua tapi menghilang dari pasar
Amerika lokal, seperti produk yang sangat bernilai di pasar Asia. Alhasil, masyarakay
Cili juga kehilangan akalnya, (siput laut ganas, Conchelepus conchelepus) untuk
pasar Asia, sebagai pengganti untuk sumber kerang laut yang kurang. Sebuah teluk
di California, kerang mutiara menghilang sebelum perang dunia kedua karena
tekanan yang sama. Ini waktu yang sama untuk menetapkan harga lagi dimana dan
bagaimana untuk meminimalisir produk ikan.
Sebuah jaringan perjanjian kerjasama sementara dari produk global
perikanan meningkat dan kerjasama maksimal akan berkembang melewati berbagai
informasi umum. Selanjutnya akan ada strategi untuk meningkatkan ekonomi
10

perikanan seperti : (1) meningkatkan pergunaan kapal, focus pada meminimalisir


penggunaan energi, (2) lebih baik menangani produk dan (3) penggolongan produk
untuk membantu meminimalisir pembuangan. Sekarang pendekatan investigasi
vertical sangat diperlukan untuk pengolahan pada pasar utama, namun bukan
implementasi keperluan dari nelayan, atau dukungan industry mereka. Pelaksanaan
hubungan ini kritis untuk kemajuan efisiensi industry, memberikan harga naik agar
kapal tetap berlayar dam meningkatkan psar jauh. Regulasi seluruh peringkat aliran
pasar dapat secara efekstif mengontrol upaya penangkapan ikan.
Yang perlu diingat dari bab ini akan menutup kehilangan hubungan diantara
ahli kelautan dan perikanan. Penelitian dari lautan dunia, mendukung manajemen
sumber dan rencana optimis sisa secara umum yang tidak bertempat pada
timbangan lautan global yang relevan. Keduanya dalah isu ilmu pengetahuan yang
dapat hidup terus.
Information Needs of The Fisheries Science (Kebutuhan Informasi dari Ilmu
Perikanan)
Satelit cuaca dipaksa untuk melakukan ramalan cuaca yang lebih baik,
namun hal ini tidak diimbangi dengan data empris yang dikumpulkan oleh satelit
cuaca, satelit cuaca sendiri hanya bekerja berdasarkan penilaian matematik
terhadap awan, angin dan juga suhu untuk menghasilkan sebuah ramalan yang
akkurat maka di butuhkan data yang cukup. Stelit cuaca untuk mendeteksi cuaca
dalam bidang perikanan dinilai masih sangat lemah karena sebenarnya dalam
peramalan cuaca satelit sendiri mengaburkan status dari data yang didapatkan (lag
dan inersia) agar data yang diolah bisa sesuai dengan data yang di inginkan. Oleh
karena itu perkiraan cuaca tidak bisa digunakan sebagai data utama dalam
memprediksi data cuaca dan iklim.
Namun ramalan cuaca merupakan faktor yang sangat menentukan dalam
bidang perikanan hal ini dikarenakan ramalan cuaca merupakan alat penentu
manajemen perikanan, data ramalan cuaca juga sangat di butuhkan untuk
memberikan informasi mengenai perubahan cuaca yang mendadak seperti kondisi
hujan, kondisi daerah badai dan juga kondisi arah angina. Menurut Sharp, 1996
mengatakan bahwa data ramalan cuaca tahunan akan mempengaruhi manajemen

11

perikanan tangkap, selain mempengaruhi perikanan tangkap iklim atau cuaca


(meteorological) juga mempengaruhi kondisi proses dari ekologi system perairan
Oleh karena itu alat untuk memperkirakan cuaca yang akurat maka alat
meteorogi dan juga alat tangkap ikan perlu di perbaharui untuk meningkatkan hasil
tangkapan ikan, kapal besar seperti kapal induk perlu dilengkapi peralatan yang
canggih agar dapat memberikan evesiensi selama oprasi penangkapan ikan
berlangsung, selain alat kapal armada kapal juga perlu ditambah atau diganti
dengan armada kapal yang baru yang memiliki peralatan hydrografis yang memadai,
Untuk monitoring laut juga di perlukan alat alat baru seperti FEL (Free Electron
Laser) dan juga CUFES.
Getting The Questions Right (Hasil Pertanyaan yang Tepat)
Pada pertemuan 1978 ilmuan ICES, Kondo (1980) melaporkan bahwa sejak
tahun 1976 sarden Jepang mulai ekspansi ke habitat mereka sebelumnya. Juga,
Hokaido ikan herring yang runtuh dari Semenanjung Korea utara di sepanjang garis
pantai Rusia, dan ke arah timur, dan selama beberapa tahun tuna sirip biru menjadi
lebih berlimpah di Laut Jepang ketika mereka menjelajah ke maka di besar, mekar
biomassa sarden. sesat, pesan unik Kondo membantu mengubah pandangan dunia
manajemen perikanan. Sarden Jepang sebelumnya hancur tidak muncul kembali,
tapi itu recolonizing sebelumnya di Laut Jepang di mana ia tidak pernah terlihat
selama puluhan tahun dalam menghadapi usaha penangkapan terus menerus. Tidak
ada manajemen diarahkan berlaku, dan tidak ada usaha manusia untuk membuat
sesuatu yang berbeda. Kemudian, segera pada tahun 1991, sarden mulai surut
kembali

dari

ekstensi

mereka

keluar

melewati

pertengahan

Pasifik

garis

penanggalan, kembali ke Jepang. Herring sekali lagi muncul di sepanjang pantai dari
Semenanjung Korea ke Kepulauan Sakhalin, dan tuna sirip biru kembali menjadi
langka.
Cerita Chili di tidak seperti Laut Jepang. Pada tahun 1978 sarden off dari utara
Amerika Selatan yang memulai penjajahan darat yang sama, dan memperluas
jangkauan mereka baik ke utara, dan juga ke pusat Chili. Herring lokal mereka
(Strongomera bentinki) mulai mencabut sejauh utara jangkauan beberapa ratus mil
selatan, ke Rio Bio Bio dan Teluk Arauco. Array predator yang sebelumnya dominan

12

(misalnya sierra - Thirsytes atun, dan cumi-cumi raksasa - Dosidicus gigas, dll),
sumber makanan sangat penting, tidak tersedia untuk nelayan pesisir dan hilang dari
pasar.
Semua ini terjadi dalam menghadapi luas usaha penangkapan tumbuh sebagai
sarden (Sardinop) dan jack mackerel (Trachurus) populasi yang recolonizingthe
pantai dan lepas pantai habitat masing-masing. Sisa dari 1976-1991 Jepang, ChiliPeru sarden mekar dan penurunan telah menjadi pelajaran sejarah yang unik lain.
Bahwa ada musiman, lokal dan regional penyebab fisik yang sangat kuat untuk
hampir setiap fase dari sumber daya laut perikanan yang tinggi dari perekrutan untuk
capture tidak lagi dipertanyakan. Perikanan pesisir yang paling jelas yang secara
lokal dipaksa pada berbagai skala waktu, dalam konteks yang lebih besar. Sarden
datang dan pergi di fugue besar mereka, bersama dengan upwelling pesisir yang
kuat yang menopang anchoveta off Amerika Selatan, atau pergeseran ke arus dingin
Oyashu yang mendukung herring rekrutmen di Laut Jepang. Masing-masing, pada
gilirannya, mekar dalam penanggulangan acara lokal, mencapai sekali lagi tingkat
populasi sangat padat, untuk mendukung tangkapan yang sangat besar. Selatan et
al. (1988) mengatakan sebuah kisah yang lebih panjang lagi penduduk herring iklimdriven perubahan memaksa osilasi di Cornwall dan Devun herring dan perikanan
pilchard sejak abad ke-16.
Ebbesmeyer et.al. (1991) pertama menggambarkan 'pergeseran rezim yang
terjadi di seluruh Pasific Utara, mulai tahun 1976. Maksud saya di sini adalah bahwa
ada puluhan spesies laut dan spesies pesisir di bawah tekanan memancing intens,
yang masih naik dan turun pada jadwal independen dari kontrol manusia. Ini
memperkenalkan dilema baru. lingkaran manajemen perikanan Thosein yang tetap
dalam penyangkalan sekarang akan menggeser menyalahkan penduduk runtuh dari
penangkapan ikan yang berlebihan terhadap perubahan iklim. Masalahnya adalah
bahwa kita perlu mengenali, jelas, konsekuensi dari perubahan ini, dan menanggapi
secara proaktif ketika mereka terjadi. Beberapa spesies kurang tangguh dari pada
pelagis kecil? Apa yang paling Anda butuhkan untuk menjawab pertanyaan ini
adalah banyak contoh, dan time series informasi tentang reproduksi dan
kelangsungan hidup dalam ekosistem samudera luas, untuk membandingkan, dan
lebih memahami perbedaan potensial. Kami memiliki awal yang baik.

13

Alam menciptakan tantangan baru selama periode 1990-1998 baru-baru ini,


dengan memberikan latar belakang dari Southern Oscillation Index tahun umumnya
rendah yang kita kaitkan dengan El Nino dan dekat El Nino yang terlihat tempat dari
tahun 1990 sampai tahun 1998, bersama dengan periode 18 bulan dari pertengahan
1995-1996 selama upwelling kuat, menyebabkan malapetaka manajemen off
Amerika Selatan, sebagai tangkapan sarden yang menurun, dan hasil tangkapan
anchoveta terombang-ambing. Akhirnya, para mogul perikanan Chili dan Peru
merundingkan strategi manajemen yang tidak akan memungkinkan nelayan kedua
negara untuk ikan bawah ini sumber lintas batas sementara acara ENSO Warm
tahun 1997-1998 masih berlangsung. Moratorium disepakati dalam memancing
terbukti sama sulitnya, jika tidak lebih, karena waktu adalah kunci untuk generasi lain
anchoveta, atau dekade kemiskinan dan pilihan hilang.
Sementara semua kekacauan ini sedang berlangsung, sadine populasi off
Central California dan sejauh utara Vancouver BC - menikmati pemulihan yang luar
biasa. Ini terjadi di bawah rejimen memancing terbatas, tapi karena lingkungan
ditekan pesisir upwelling dan pemanasan regional dan Pasifik Utara - yang pertama
sejak 1941. Di antara pelajaran dari beberapa dekade terakhir adalah kenyataan
bahwa ikan dan perilaku mereka adalah indikator yang sangat baik dari ekologi,
status iklim regional dan global. Penggunaan berharga lain dari sumber air selain
menjadi bahan makanan adalah sebagai Indikator status ekosistem.
Fisheries Vary-And Management Can Work. Now What? (Perikanan dan
Manajemen, Sekarang apa?)
Mungkin jika sendirian akan sulit merebut bidang manajemen perikanan dari
kontrol populasi atau stok percontohan dan para politikan, Dan untuk mendapat
pengertian konteks manajemen dibawah atap dasar. Perikanan tidak akan optimal
hingga sistem monitoringnya tepat dengan reduksi data dan rencana penyebaran
informasi yaitu pada tempat secara local, regional dan skala sistem produksi. Kami
memerlukan deretan generasi yang menganalisis dan lebih banyak penerapannya,
dan pengalamannya diakui secara luas pada sistem pengetahuan yang kompleks di
dunia ini. Mereka tidak perlu bertarung untuk mencantumkan interpretasi dari
perikanan.

14

Penjelasan dari gambaran besar kebutuhan poin permulaan.


1. Definisi dari sistem perikanan, dan identifikasi pemaksaan fisik secara
eksternal adalah hal yang sangat penting untuk memahami fungsi ekosistem
dan ketahanan , contohnya pada ikan, nelayan, dan perikanan yang masingmasing memulai sistem akibatnya secara langsung. Mereka tidak hanya
menjadi penyebab, mereka masing-masing perlu untuk diatur pada konteks
yang penuh.
2. Keseimbangan ekosistem yang tidak dapat dicapai, maupun diinginkan ,
tugas pokok untuk mengumpulkan metodologi substansi telah ada untuk
sistem air tawar yang banyak dan beberapa sistem laut yang tersisih, dan
menemukan skema monitoring yang dapat menyediakan wawasan yang
diperlukan untuk membuat Ramalan Sistem Perikanan untuk masing-masing
Sistem Produksi.
3. Membutuhkan waktu yang akurat untuk environmental monitoring, akutansi
yang baik untuk perhitungan biaya-biaya dan nilai-nilai yang hilang ,
termasuk transportasi, penyimpanan dan biaya-biaya konservasi.
4. Management yang dapat diterima social semestinya melibatkan diri untuk
penggabungan kembali masyarakat perikanan dan ilmu pengetahuan.
5. Dorongan, salah satunya yang dapat mengizinkan industry perikanan untuk
investasi ukuran besar dari pajak mereka secara langsung dalam bantuan
environtmental dan rencana monitoring ekologi yang akan membantu
menopang mereka
Cara ini akan selalu membuat individual untuk membagikan informasi,
memberikan keseganan kebudayaan yang sudah berabad-abad untuk dilakukan.
Agensi-agensidapat terbantu oleh penyediaan environtmental sensing tools, dan
membuat pemberitaan yang bersifat memerintah yang menjadi bagian dari syarat
perijinan perikanan.
Dari pengertiannya, USSR yang terlebih dahulu mewajibkan untuk menghadap
secara terpadu kepada kesalahan, karena disanalah sedikit ataupun tidak benar
sama sekali perhitungannya. Bagaimanapun, di Jepang memiliki perpindahan yang

15

sukses pada pimpinan decade ini. Di Afrika Selatan, industry pesisir pelagis dan
New Zealand penangkapan perikanan yang tinggi terlihat akan bergeser terhadap
model ini.
Scenarios From The Past For The Future (Skenario Masa Lalu Untuk Masa
Depan)
Pemantauan aspek biologi, kimia, dan dinamika panas dan sistem atmosfer
permukaan laut adalah satu di antara tugas yang paling menantang karena belum
ada informasi yang lengkap untuk menentukan teknologi yang bisa diterapkan.
LIDARs berguna untuk pengukuran dan pemantauan fisik, kimia, dan komponen
biologi dalam distribusi yang lebih luas mendekati real-time. kondisi batas dari kedua
fluks atmosfer bumi dan laut telah dipelajari menggunakan raman-LIDAR sebagai
probe scaning (fichinger et al., 1993). Aplikasi alat ini bersama dengan alat
oceanographi yang lebih konvensional (ef. Moun et al., 1989, moun, 1998)
memberikan jenis informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi fitur skala yang
sesuai di atas laut dan atmosfer yang lebih rendah dapat menemukan produksi yang
penting dan sejarah awal yang mendukung proses kehidupan. Literatur kualitas air
yang muncul dari laser dioda dan laboratorium LIDAR menunjukkan bahwa dalam
cakupan luasan dari alat ini adalah hal-hal seperti mengukur molekul tertentu.
Mereka dalam konsentrasi in situ.
ada banyak masalah skala temporal-spasial dalam pemantauan lingkungan
laut yang belum ditangani, dan diterapkan untuk masalah perikanan, termasuk
transportasi permukaan neuston. Ini berguna untuk mengmbangkan teknologi baru
relatif murah ke dalam pengamatan ini. teknologi CODAR (aplikasi radar dinamika
laut pesisir), Barrick et al., 1977). Menggunakann sinyal radio frekuensi tinggi (HF),
dan telah diterapkan pada masalah-masalah perikanan, termasuk pengamatan
lingkungan penelitian pesisir, untuk beberapa dacade. Aplikasi terbaru saat ini dan
hasilnya telah dengan baik dirangkum dalam ringkasan terbaru dalam oseanografi
(1998) masalah didedikasikan khusus untuk deskripsi dari berbagai teknologi yang
terkait, dan apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan (ef. Paduan dan graber,
1997). Dalam beberapa kata, codar memungkinkan pengukuran dan pemantauan
dari beberapa sentimeter di atas dari lautan pesisir pada resolusi beberapa meter.

16

kecepatan Neuston melayang, dan pola arus sekarang dapat mendekati real-time,
dari dua hingga tiga antena terpasang di lokasi-lokasi strategis. Teluk-teluk dari
dimensi teluk monterey (-50 km sebelah utara ke selatan) idealnya snited,
sementara sistem yang lebih besar dapat dimonitor, memberi fitur topografi yang
tepat dari yang mana untuk melihat permukaan air. radar atas cakrawala (OTH)
menggunakan prinsip serupa, dan menyediakan sarana yang unik untuk memantau
keadaan laut lepas pantai, kecepatan angin, dan arus.
penyebaran dari doppler yang menjulang di bawah (ADCP) sonars yang
menyediakan sarana untuk melacak kecepatan arus dan arah datang ke dalam
penggunaan umum, tetapi aplikasi dari penggunaan penuh alat pengukuran laut
ADCP, codar, oth, dan teknologi fel yang saat ini mungkin tetap berbuah latihan
ilmiah. Kita perlu integrasi yang lebih dari alat penginderaan fisika modern dalam
ilmu perikanan. Kecuali untuk percobaan dengan menutup jaring seperti mocness,
atau pengambilan contoh seperti batfish, perpaduan teknik sampling biologis
dirancang khusus yang menggunakan video, atau sonar, memiliki terlalu sedikit
upaya untuk menggabungkan dinamika laut dengan biologi, di skala yang sama.
Sejalan dengan terus berkembangnya teknologi penginderaan jauh kelautan,
diperlukan upaya untuk meningkatkan akurasi, inovasi, otomatisasi sistem dari
pemanfaatan teknologi tersebut. Pembangunan sistem informasi perikanan tangkap
terpadu yang juga memperhatikan faktor pemanfatan sumberdaya ikan yang
berkelanjutan juga sangat diperlukan.
Referensi :
Sharp, G., D. The Past Present and Future of Fisheries Oceanography: Refasioning
a Responsible Fisheries Science

17