Anda di halaman 1dari 38

I.

TUJUAN
1.1 Membuat gas hydrogen dari bahan dasar air secara elektrolisis dengan menggunakan
elektrolisis stainless steel
1.2 Mempelajari sifat-sifat gas hydrogen dan pemanfaatannya
1.3 Menentukan laju alir gas hydrogen dan massa yang terbentuk dengan variasi waktu dan
konsentrasi elektrolit
II. DASAR TEORI
2.1 Air
Air adalah sunstansi kimia dengan rumus kimia H 2O. satu molekul air tersusun atas dua
atom hydrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak
berwarna , tidak berasa dan ridak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 Kpa (1
bar ) dan temperature 273 k. zat kimia ini merupakan suatu perlarut yang penting, yang
memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam garam,
gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Keadaan air yang
berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih
lagi dengan memperhatikan hubun gan antara hidrida hidrida lain yang mirip dalam kolom
oksigen pada table periodic, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas ,
sebagaimana hydrogen sulfide. Dengan memperhatikan table periodic, terlihat bahwa unsure
unsure yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flour, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua
elemen elemen ini apabila berikatan dengan hydrogen akan menghasilkan gas pada
temperature dan tekanan normal. Alasan mengapa hydrogen berikatan dengan oksigen
membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif daripada
elemen elemen lain tersebut kecuali flor. Tarikan atom oksigen pada electron electron
ikatan jauh lebih kuat daripada yang dilakukan oleh atom hydrogen, menggalkan jumlah
muatan positif pada kedua atom hydrogen, dan jumlah muatan negative pada atom oksigen.
Adanya muatan pada tiap tiap atom tersebut membuat molekul air akibat adanya dipole ini
membuat masing masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan
yang pada akhirnya menaikan titik didih air. Gaya tarik menarik ini disebut sebagai ikatan
hydrogen.
1

2.2 Hidrogen
Hidrogen dalam bahasa latin yaitu hydrogenium dan dari bahasa yunani hidrogen berasal
dari kata hydro yang berarti air dan genes yang berarti membentuk air. Pada suhu dan
tekanan

standar,

hidrogen

tidak

berwarna,

tidak

berbau,

bersifat

non-logam,

bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudahterbakar. Dengan massa
atom 1,00794 gram, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. Hidrogen dapat membentuk
senyawa dengan kebanyakan unsur dan dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa
organik.Hidrogen sangat penting dalam reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini
melibatkan pertukaran proton antar molekul terlarut.Oleh karena hidrogen merupakan satusatunya atom netral yang persamaan Schrdingernya dapat diselesaikan secara analitik,
kajian pada energetika dan ikatan atom hidrogen memainkan peran yang sangat penting
dalam perkembangan mekanika kuantum.
Hidrogen adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total
massa unsur alam semesta. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami
di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti
metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, namun proses ini
secara komersial lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam. Unsur ini ditemukan
dalam kelimpahan yang besar di bintang-bintang dan planet-planet gas raksasa.Awan
molekul dari H2 diasosiasikan dengan pembentukan bintang.Hidrogen memainkan peran
penting dalam pemberian energi bintang melalui reaksi proton-proton dan fusi nuklir daur
CNO.Di

seluruh

alam

semesta

ini,

hidrogen

kebanyakan

ditemukan

dalam

keadaan atomik danplasma yang sifatnya berbeda dengan molekul hidrogen.


Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4%
H2 di udara bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol. Hidrogen terbakar
menurut persamaan kimia:
2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)
Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak
seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 C. Lidah api
hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir
2

tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya
kebocoran hidrogen secara visual. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api
cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen
lebih ringan dari ledakan hidrokarbon. H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur
oksidator

lainnya.Ia

bereaksi

dengan klorindan fluorin,

dengan

spontan

menghasilkan

dan

hidrogen

hebat
halida

pada

suhu

kamar

berupa hidrogen

klorida dan hidrogen fluorida.


2.3 Elektrolisis Air
Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan
hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut. Jadi hasil dari
elektrolisis air ini adalah hidrogen murni dan oksigen murni. Meski sebenarnya proses ini lebih
ditujukan untuk mendapatkan gas hidrogen, meski secara skala industri, proses elektorlisis air ini
kurang populer.

Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas
H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anode, dua molekul air lain terurai menjadi gas
oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katode. Ion H+ dan
OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan
yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektrode
dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan
hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hydrogen.
2.3 Mekanisme Reaksi
Na+
(aq) + OH (aq)
Katoda : 2Na+ (aq) + 2e 2Na
2Na + 2H O + 2e 2Na+
NaOH (aq)

(l)

(aq)

+ 2OH- (aq) + H2 (g)

Anoda : 4OH- (aq) O2 (g) + 2H2O (l) + 4e


4NaOH
Total : 4Na + 4H O + 4OH2

(l)

(aq)

III. SKEMA KERJA


4

x2
x1

(aq)

+ 2H2 (g) + O2 (g) + 2H2O (l)

Membuat larutan NaOH 0.5% ; 1% ; 1.5%; dan 2%

Melakukan proses elektrolisis untuk menghasilkan hidrogen

Parameter yang diukur adalah laju pembentukan gas hidrogen pada variasi waktu (5, 10, 15,
20, 25 dan 30 menit) A, dan variasi konsentrasi elektrolit yang berbeda dengan arus tetap 0.2
A

Hubungkan alat ke rectifier, kutub anoda dan katoda

Ukur laju alir gas hidrogen per 5 menit dari waktu 5 menit hingga 30 menit, ulangi untuk
larutan elektrolit yang berbeda

IV. ALAT DAN BAHAN


5

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

ALAT
Gelas kimia 250 ml
Corong
Batang Pengaduk
Labu takar 250 ml (1 buah)
Gelas ukur 100 ml (1 buah)
Bola isap
Rectifier
Elektrolyser
Elektroda Stainless Steel (2 buah)
Kabel + mulut buaya (2 buah)
Tissue

BAHAN
Larutan NaOH 0.5% ; 1% ; 1.5% ; 2%
Aquades

V. TABEL PENGAMATAN
6

5.4 Larutan NaOH 0,5% (Tegangan 7,5 V ; I = 41mA)

No.

Waktu
(menit)

Volume Gas yang Terbentuk (ml)

1.

O2
0,3

2.

10

0,4

0,9

0,09

3.

15

0,4

1,3

0,086

4.

20

0,6

1,6

0,08

5.

25

0,7

1,9

0,076

2,3

0,076

6.
30
0,8
Larutan NaOH 0,5% (Tegangan 15 V ; I = 96mA)
No.

Waktu
(menit)

H2
0,5

Laju Alir Pembentukan H


( mL/menit )

Volume Gas yang Terbentuk

0,1

Laju Alir Pembentukan

O2

H2

H2 ( mL/menit )

1.

0,5

0,8

0,16

2.

10

0,7

2,1

0,21

3.

15

1,4

3,2

0,213

5.3 Larutan NaOH konsentrasi 1% (Tegangan 7,5 V ; I = 41 mA)


No.

Waktu
(menit)

Volume Gas yang Terbentuk (ml)

Laju Alir Pembentukan

O2

H2

H2 (ml/menit)

1.

0,2

0,04

2.

10

0,1

0,5

0,05

3.

15

0,1

0,7

0,046

5.1 Larutan NaOH konsentrasi 1.5 % (Tegangan = 7.5 Volt ; I = 41 mA)


No.

T (menit)

Volume Gas yang Terbentuk (ml)


7

Laju Alir

H2

O2

1.
0
2.60
2.70
2.
5
2.70
2.80
3.
10
3.10
3.00
4.
15
3.20
3.00
5.
20
3.60
3.20
6.
25
3.80
3.20
7.
30
3.90
3.30
5.2 Larutan NaOH konsentrasi 2% (Tegangan = 15 Volt ; I = 96 mA)
No.

T (menit)

1.
2.
3.
4.
5.
6.

0
5
10
15
20
25

Volume Gas yang Terbentuk (ml)


H2
O2
3.60
6.50
9.50
12.10
15.00
17.20

3.40
4.70
6.00
7.40
8.70
11.00

VI. PENGOLAHAN DATA

Pembentukan H2
(ml/menit)
2.60
0.54
0.31
0.21
0.18
0.15
0.13
Laju Alir
Pembentukan H2
(ml/menit)
3.60
1.3
0.95
0.80
0.75
0.68

6.1 PERHITUNGAN
Diketahui :
P
: 1 atm
T
: 25oC = 298oK
R
: 0,0821 L atm/mol
a) NaOH 0,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41mA )
t = 5 menit,
V = 0,5 ml = 5x10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,1 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .5 x 104 L
atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol

n=2,04 x 105 mol

m H 2=2,04 x 105 mol x Mr H 2


m H 2=2,04 x 105 mol x 2
m H 2=4,08 x 105 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500

w=

0,041.5.60 .2
4.96500
w= 6.37 x 10-5
6.37 x 105
%yield = 4,08 x 105 x 100%

%yield = 15,61 %
t
V

=
=

10 menit
0,9 ml = 9 x 10-4 L
9

Laju reaksi ( v )
=
Secara Teori.
PV
n=
RT
n=

0,09 mL/menit

1 atm .9 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=3,67 x 105 mol

m H 2=3,67 x 105 mol x Mr H 2


m H 2=3,67 x 105 mol x 2
5

m H 2=7,34 x 10 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500

w=

0,041.10.60 .2
4.96500

w=1,27 x 104

%yield =

1.27 x 104
7,34 x 105 x 100%

%yield = 1,73 %
t = 15 menit
v = 1,3 ml = 13 x 10-4 L
Laju Reaksi ( v ) = 0,086 mL/menit
Secara Teori.
PV
n=
RT

10

n=

1 atm .13 x 104 L


atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol

n=5,3 X 105 mol

m H 2=5,3 x 105 mol x Mr H 2


5

m H 2=5,3 x 10 mol x 2
m H 2=10,3 x 105 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 15 x 60 x 2
4.96500

1.91 x 104

%yield

% yield

gram

massa praktikum
x 100%
massateori

1.91 x 104
10,3 x 105 x 100%

= 1,85%

t
=
20 menit
V
=
1,6 ml = 16 x 10-4 L
Laju Reaksi ( v ) = 0,08 mL/menit
secara teori:
n=

PV
RT

1 atm .16 x 104 L


n=
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
5

n=6,5 x 10 mol
11

m H 2=6,5 x 10 mol x Mr H 2
m H 2=6,5 x 105 mol x 2
m H 2=13 x 105 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 20 x 60 x 2
4.96500

2,54 x 104 gram

%yield =
=

massa praktikum
x 100%
massateori
2,54 x 104
13 x 105 x 100%

= 1,95%
t
=
25 menit
V
=
1,9 ml = 19 x 10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,076 mL/menit
Secara Teori.
n=

PV
RT
4

n=

1 atm .19 x 10 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=7,7 x 105 mol

m H 2=7,7 x 10 mol x Mr H 2

12

m H 2=7,7 x 10 mol x 2
m H 2=15,4 x 105 gram
Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
=

0,041 x 25 x 60 x 2
4.96500

3,18 x 104

%yield =
=

gram

massa pra ktikum


x 100%
massateori
3,18 x 104
5 x 100%
15,4 x 10

= 2,06 %

b) NaOH 0,5% ( E = 15 Volt dan I = 91 mA)


t = 5 menit,
V = 0,8 ml = 8x10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,16 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .8 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=3,27 x 105 mol

m H 2=3,27 x 105 mol x Mr H 2

13

m H 2=3,27 x 10 mol x 2
m H 2=6,54 x 105 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,091 x 5 x 60 x 2
4.96500

4
= 1,41 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
1,41 x 104
6,54 x 105 x 100%

= 2,1%
t
V
Laju reaksi ( v )
Secara Teori.
n=
n=

=
=
=

10 menit
2,1 ml = 21 x 10-4 L
0,21 mL/menit

PV
RT
1 atm.21 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
5

n=8,6 x 10 mol

m H 2=8,6 x 105 mol x Mr H 2


5

m H 2=8,6 x 10 mol x 2
m H 2=17,2 x 105 gram

14

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,091 x 10 x 60 x 2
4.96500

4
= 2,83 x 10

%yield

gram

massa praktikum
x 100%
massateori

2,83 x 104
17,2 x 105 x 100%

= 1,65 %
t = 15 menit
v = 3,2 ml = 32 x 10-4 L
Laju Reaksi ( v ) = 0,213 mL/menit
Secara Teori.
n=
n=

PV
RT
1 atm .32 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=13 X 105 mol

m H 2=13 x 105 mol x Mr H 2


m H 2=13 x 105 mol x 2
5

m H 2=26 x 10 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
15

0,091 x 15 x 60 x 2
4.96500

4,24 x 10

%yield

gram

massa praktikum
x 100%
massateori

4,24 x 104
26 x 105 x 100%

= 1,63%

c) NaOH 1% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)


t = 5 menit,
V = 0,2 ml = 2x10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,04 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .2 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=8,17 x 106 mol

m H 2=8,17 x 106 mol x Mr H 2


m H 2=8,17 x 106 mol x 2
m H 2=1,63 x 105 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500

16

0,041 x 5 x 60 x 2
4.96500
5

= 6,37 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
6,37 x 105
1,63 x 105 x 100%

= 39,07 %
t = 10 menit,
V = 0,5 ml = 5x10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,05 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .5 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=2,04 x 105 mol

m H 2=2,04 x 10 mol x Mr H 2
m H 2=2,04 x 105 mol x 2
5

m H 2=4,08 x 10 g ram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 10 x 60 x 2
4.96500
4

= 1,27 x 10

gram

17

%yield =
=

massa praktikum
x 100%
massateori
1,27 x 104
1,63 x 105 x 100%

= 7,8 %

t = 15 menit,
V = 0,7 ml = 7x10-4 L
Laju reaksi ( v ) = 0,046 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .7 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=2,86 x 105 mol

m H 2=2,86 x 105 mol x Mr H 2


m H 2=2,86 x 105 mol x 2
5

m H 2=5,72 x 10 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 15 x 60 x 2
4.96500
4

= 1,91 x 10

%yield =

gram

massa praktikum
x 100%
massateori

18

1,91 x 104
5,72 x 105 x 100%

= 3,3 %
d) NaOH 1,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)
t = 5 menit,
V = 2,70 ml = 2,70x10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,54 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .2,7 x 103 L


atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol
4

n=1,103 x 10 mol

m H 2=1,103 x 104 mol x Mr H 2


4

m H 2=1,103 x 10 mol x 2
m H 2=2,207 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 5 x 60 x 2
4.96500

5
= 6,37 x 10
gram

%yield =
=

massa praktikum
x 100%
massateori
6,37 x 105
2,207 x 104 x 100%
19

= 28,86 %
t = 10 menit,
V = 3,10ml = 3,10 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,31 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
3

1 atm . 3,1 x 10 L
n=
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
n=1,27 x 104 mol

m H 2=1,27 x 10 mol x Mr H 2
m H 2=1,27 x 104 mol x 2
m H 2=2,53 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 10 x 60 x 2
4.96500

4
= 1,27 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
1,27 x 104
2,53 x 104 x 100%

= 50,20 %
t = 15 menit,
V = 3,20ml = 3,20 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,21 mL/menit
20

Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm . 3,20 x 103 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=1,308 x 104 mol

m H 2=1,308 x 104 mol x Mr H 2


m H 2=1,308 x 104 mol x 2
4

m H 2=2,61 x 10 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 15 x 60 x 2
4.96500
4

= 1,91 x 10

%yield =

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
4

1,9 1 x 10
4 x 100%
2,61 x 10

= 73,18 %
t = 20 menit,
V = 3,60ml = 3,60 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,18 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT

21

n=

1 atm . 3,60 x 103 L


atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol

n=1,47 x 104 mol

m H 2=1,47 x 104 mol x Mr H 2


4

m H 2=1,47 x 10 mol x 2
m H 2=2,95 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 20 x 60 x 2
4.96500

4
= 2,55 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
2,55 x 104
2,95 x 104 x 100%

= 86,44 %
t = 25 menit,
V = 3,80ml = 3,80 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,15 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm . 3,80 x 103 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

22

n=1,55 x 10 mol

m H 2=1,55 x 104 mol x Mr H 2


4

m H 2=1,55 x 10 mol x 2
m H 2=3,10 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 25 x 60 x 2
4.96500

4
= 3,18 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
3,10 x 104
4 x 100%
3,18 x 10

= 97,48 %
t = 30 menit,
V = 3,90ml = 3,90 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,13 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm . 3,90 x 103 L


atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol

n=1,59 x 104 mol

m H 2=1,59 x 104 mol x Mr H 2


23

m H 2=1,59 x 10 mol x 2
m H 2=3,18 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,041 x 30 x 60 x 2
4.96500

4
= 3,82 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
3,18 x 104
3,82 x 104 x 100%

= 83,24 %

e) NaOH 2% ( E = 15 Volt dan I = 96 mA)


t = 5 menit,
V = 6,5 ml = 6,50x10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 1,3 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm . 6,5 x 103 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=2,65 x 104 mol

m H 2=2,65 x 10 mol x Mr H 2

24

m H 2=2,65 x 10 mol x 2
m H 2=5,31 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,096 x 5 x 60 x 2
4.96500

4
= 1,49 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
1,49 x 104
5,31 x 104 x 100%

= 28,06 %
t = 10 menit,
V = 9,50 ml = 9,50 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,95 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
1 atm . 9,5 x 103 L
n=
atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol
n=3,88 x 104 mol

m H 2=3,88 x 104 mol x Mr H 2


m H 2=3,88 x 104 mol x 2
m H 2=7,76 x 104 gram

25

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,096 x 10 x 60 x 2
4.96500

4
= 2,98 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
2,98 x 104
7,76 x 104 x 100%

= 38,40 %
t = 15 menit,
V = 12,10 ml = 12,10 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,80 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
1 atm . 12,10 x 103 L
n=
atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
mol
4

n=4,94 x 10 mol

m H 2=4,94 x 104 mol x Mr H 2


4

m H 2=4,94 x 10 mol x 2
m H 2=9,89 x 104 gra m

Secara praktikum :

26

w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,096 x 15 x 60 x 2
4.96500

4
= 4,47 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
4,47 x 104
9,89 x 104 x 100%

= 45,19 %
t = 20 menit,
V = 15 ml = 15 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,75 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm .15 x 103 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=6,13 x 104 mol

m H 2=6,13 x 104 mol x Mr H 2


m H 2=6,13 x 104 mol x 2
m H 2=12,26 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,096 x 20 x 60 x 2
4.96500
27

= 5,96 x 10

%yield =
=

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
5,96 x 104
12,26 x 104 x 100%

= 48,61%
t = 25 menit,
V = 17,20ml = 17,2 x 10-3 L
Laju reaksi ( v ) = 0,68 mL/menit
Secara Teori :
PV
n=
RT
n=

1 atm . 17,2 x 103 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=7,03 x 104 mo l

m H 2=7,03 x 10 mol x Mr H 2
m H 2=7,03 x 104 mol x 2
m H 2=14,06 x 104 gram

Secara praktikum :
w=

I .t . Ar
n.96500
=

0,096 x 25 x 60 x 2
4.96500

4
= 7,38 x 10

%yield =

gram

massa praktikum
x 100%
massateori
28

7,38 x 104
14,06 x 104 x 100%

= 52,48 %

VII. PEMBAHASAN
7.1 Pembahasan Azka M.S
7.2 Pembahasan Eveline Fauziah
Pembuatan gas hydrogen pada praktikum kali ini menggunakan
metoda elektrolisis air. Sebenarnya, banyak sekali cara atau metoda dalam
pembentukan gas hydrogen, seperti photoelectrolysis, dekomposisi air pada suhu
tinggi (themal decomposition of water), photobiological production, plasmatron, fermentasi
bahan organik dan lain-lain. Digunakan metoda elektrolisis air karena metoda yang sesuai dalam
skala laboratorium.
Gas hydrogen terbentuk karena proses pemecahan air. Air akan dipecah menjadi
komponen penyusunnya, yaitu H2 dan OH-, namun proses pemecahan tersebut tidak dapat
dilakukan oleh mereka sendiri, harus ada yang memecahnya, yaitu aliran arus listrik. Arus listrik
mengalir melalui elektroda, yang kemudian arus listrik tersebut akan memecah air. Namun,
praktikum ini tidak hanya menggunakan air, namun digunakan juga larutan NaOH dengan varian
konsentrasi (0,5%; 1%; 1,5; dan 2%). Tujuan dari penambahan larutan NaOH ini ialah untuk
mempercepat laju reaksi pembentukan gas hydrogen, karena kecepatan elektrolisis air murni
sangatlah lambat. Ion-ion yang bereaksi akan lebih banyak, yang akan mempercepat laju reaksi
dan memperbanyak produksi gas H2.
Proses elektrolisis dinyatakan bahwa atom oksigen membentuk sebuah ion bermuatan
negative (OH-) dan atom hydrogen membentuk sebuah ion bermuatan positif (H +). Maka, ion H+
akan tertarik ke kutub katoda yang bermuatan negative, sedangkan ion OH- akan tertarik ke kutub
29

anoda yang bermuatan positive. Atom-atom hidogen akan membentuk gas hydrogen dalam
bentuk gelembung gas pada katoda yang melayang ke atas. Hal serupa terjadi pada ion OH - yang
menyatu pada anoda kemudian membentuk gas oksigen dalam bentuk gelembung gas. Kutub
katoda dialiri oleh arus listrik bermuatan positive, dan kutub anoda dialiri oleh arus listrik
bermuatan negative. Beda potensial digunakan dalam berbagai varian yaitu 5V, 7.5V dan 15V.
Produksi gas hydrogen dapat diukur secara kuantitatif melalui persamaan gas ideal
(berdasarkan teori) dan persamaan Farraday (berdasarkan praktikum). Persamaan tersebut dapat
terselesaikan berdasarkan perubahan volume dari larutan NaOH yang berkurang. Dari persamaan
dapat dibuktikan, bahwa semakin pekat konsentrasi larutan NaOH dan semakin besar beda
potensial yang digunakan, akan semakin banyak gas hydrogen yang diproduksi. Setelah
menghitung melalui persamaan diatas, akan diperoleh massa gas hydrogen.
Massa gas hydrogen yang diperoleh ada lah sebagai berikut :
a) NaOH 0,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41mA )
No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek

%yield

Laju Alir
(ml/menit)
0,1

4,08 x 10

6.37 x 10

(%)
15,61

10

7,34 x 105

1,27 x 104

1,73

0,9

3.

15

10,3 x 10

1.91 x 10

1,85

0,086

4.

20

13 x 105

2,54 x 104

1,95

0,08

5.

25

15,4 x 105

3,18 x 104

2,06

0,076

%yield

Laju Alir

(%)
2,1

(ml/menit)
0,16

-5

b) NaOH 0,5% ( E = 15 Volt dan I = 91 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

10

3.

15

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
5

6,54 x 10

1,41 x 10

17,2 x 105

4
2,83 x 10

1,65

0,21

1,63

0,213

26 x 10

4,24 x 10

30

c) NaOH 1% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

10

3.

15

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek

%yield

Laju Alir

(%)
39,07

(ml/menit)
0,04

6.37 x 10-5

4,08 x 10

1,27 x 10

7,8

0,05

2,86 x 105

1.91 x 104

3,3

0,046

%yield

Laju Alir
(ml/menit)
0,54

1,63 x 10

d) NaOH 1,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
2,207 x 10

6.37 x 10

(%)
28,86

10

2,53 x 104

1,27 x 104

50,20

0,31

3.

15

2,61 x 10

1.91 x 10

73,18

0,21

4.

20

2,95 x 104

2,55 x 104

86,44

0,18

5.

25

3,10 x 10

3,18 x 10

97,48

0,15

6.

30

3,18 x 104

4
3,82 x 10

83,24

0,13

%yield

Laju Alir

(%)
28,06

(ml/menit)
1,3

-5

e) NaOH 2% ( E = 15 Volt dan I = 96 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
4

5,31 x 10

1,49 x 10

10

7,76 x 104

4
2,98 x 10

38,40

0,95

3.

15

9,89 x 10

4,47 x 10

45,19

0,80

4.

20

12,26 x 104

4
5,96 x 10

48,61

0,75

5.

25

14,06 x 104

4
7,38 x 10

52,48

0,68

Reaksi yang terjadi ialah sebagai berikut :


Na+
(aq) + OH (aq)
Katoda : 2Na+ (aq) + 2e 2Na
NaOH (aq)

31

2Na + 2H2O (l) + 2e 2Na+ (aq) + 2OH- (aq) + H2 (g)


Anoda : 4OH- (aq) O2 (g) + 2H2O (l) + 4e
4NaOH + 2H + O
Total : 4Na + 4H O + 4OH2

(l)

(aq)

(aq)

2 (g)

x2
x1
2 (g)

+ 2H2O (l)

7.3 Pembahasan Fadil Hardian


7.4 Pembahasan Fajar Nugraha

VIII
SIMPULAN
1. Hidrogen merupakan unsur paling ringan di dunia. Unsur ini merupakan elemen paling
banyak di alam semesta dengan jumlah 90 % dari total berat alam semesta. Hidrogen
memiliki sifat sebagai berikut :
2. Kegunaan dari hydrogen sangat banyak, diantaranya adalah :
Hidrogen digunakan dalam proses reaksi Haber untuk produksi Ammonia

(pengkondisian Nitrogen).
Hidrogenasi lemak dan minyak
Produksi methanol dengan hidroalkilasi, hydrocracking dan hidrodesulfurasi
Produksi HCl (asam klorat)
Bahan bakar roket (karena ringan dan memiliki panas tinggi)
Reduksi batuan tambang
H2 cair digunakan dalam superkonduktor, karena titik lelehnya hamper absolut

nol
3. Berdasarkan praktikum, diperoleh laju alir dan massa has H2 yang terbentuk ialah sebagai
berikut:
a) NaOH 0,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41mA )
No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

10

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
-5

6.37 x 10

1,27 x 10

4,08 x 10
7,34 x 10

32

%yield

Laju Alir

(%)
15,61

(ml/menit)
0,1

1,73

0,9

3.

15

10,3 x 105

1.91 x 104

1,85

0,086

4.

20

13 x 105

2,54 x 104

1,95

0,08

5.

25

15,4 x 105

3,18 x 104

2,06

0,076

%yield

Laju Alir

(%)
2,1

(ml/menit)
0,16

b) NaOH 0,5% ( E = 15 Volt dan I = 91 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.
3.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
5

6,54 x 10

1,41 x 10

10

17,2 x 105

4
2,83 x 10

1,65

0,21

15

26 x 105

4,24 x 104

1,63

0,213

%yield

Laju Alir

c) NaOH 1% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.
3.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
5

1,63 x 10

6.37 x 10-5

(%)
39,07

(ml/menit)
0,04

10

4,08 x 105

1,27 x 104

7,8

0,05

15

2,86 x 10

3,3

0,046

%yield

Laju Alir
(ml/menit)
0,54

1.91 x 10

d) NaOH 1,5% ( E = 7,5 Volt dan I = 41 mA)


No.

Waktu

1.

(menit)
5

2.

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


Teori
Praktek
2,207 x 10

6.37 x 10

(%)
28,86

10

2,53 x 104

1,27 x 104

50,20

0,31

3.

15

2,61 x 104

1.91 x 104

73,18

0,21

4.

20

2,95 x 104

2,55 x 104

86,44

0,18

5.

25

3,10 x 104

3,18 x 104

97,48

0,15

6.

30

3,18 x 10

83,24

0,13

%yield

Laju Alir

-5

3,82 x 10

e) NaOH 2% ( E = 15 Volt dan I = 96 mA)


No.

Waktu

Massa gas H2 Terbentuk (gr)


33

1.

(menit)
5

Teori
4
5,31 x 10

Praktek
4
1,49 x 10

(%)
28,06

(ml/menit)
1,3

2.

10

7,76 x 104

4
2,98 x 10

38,40

0,95

3.

15

9,89 x 104

4
4,47 x 10

45,19

0,80

4.

20

12,26 x 104

4
5,96 x 10

48,61

0,75

5.

25

14,06 x 104

4
7,38 x 10

52,48

0,68

DAFTAR PUSTAKA
Dra. Hulupi, Mentik dkk.2012.Praktikum Satuan Proses 1.Bandung : Pusat
Pengembangan PendidikanPoliteknik.
Dra.

Hulupi,

Mentik

dkk.2012.Reaksi

Senyawa

Anorganik.Bandung

Pusat

Pengembangan PendidikanPoliteknik.
Mahfuzh. 2014. Sifat dan Kegunaan Unsur Hidrogen.
www.mystupidtheory.com/2014/12/sifat-dan-kegunaan-unsur-hidrogen-yang.html?
m=1 [diakses pada 12 April 2016 pukul 3 : 58 am WIB]

34

LAMPIRAN

Gambar 1. Simulasi alat HFC (hydrogen fuel cell)

35

Gambar 2. Arus listrik dalirkan ke elektroda

36

Gambar 3. Proses pembuatan gas H2

Gambar 4. Gelembung gas H2 terbentuk di elektroda


37

Gambar 5. Pencapit buaya dijepitkan ke elektroda

38