Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK II

LIA RISKA ( B10012122)


JIHAN (B10012201)
FANNY KHAIRUNNISA (B10012256)
FITRI WULANDARI (B10012203)
RIZKI TORISA SIREGAR
(B10012133)
NUR SARA SIREGAR (B10012167)

Pengertian Garis Pangkal


Pengertian garis pangkal menurut UNCLOS 1982,
merupakan suatu garis awal yang menghubungkan
titik-titik terluar yang diukur pada kedudukan garis
air rendah (low water line), dimana batas-batas ke
arah laut, seperti laut teritorial dan wilayah
yurisdiksi laut lainnya (zona tambahan, landas
kontinen, dan zona ekonomi eksklusif) diukur.
Dengan demikian, garis pangkal merupakan acuan
dalam penarikan batas terluar dari wilayah-wilayah
perairan tersebut.

Macam-macam Garis Pangkal di dalam


UNCLOS 1982 :
Garis pangkal biasa (normal baseline)
Garis pangkal lurus (straight baseline)
Garis pangkal penutup (closing line)
Garis pangkal lurus kepulauan (archipelagic

baseline)

1. Garis pangkal biasa yaitu garis air terendah


sepanjang pantai pada waktu air sedang surut, yang
mengikuti liku/morfologi pantai pada mulut sungai
teluk yang lebar mulutnya tidak lebih dari 24 mil
dan pelabuhan garis air terendah tersebut
dapatditarik sebagai suatu garis lurus.
2. Garis pangkal lurus yaitu garis air terendah yang
menghunungkan titik pangkal berupa titik terluar
dari pantai gugusan pulau didepannya.

3. Garis pangkal penutup. Dalam konteks garis


pangkal kepulauan dilakukan dengan menggunakan
garis penutup, yang dibedakan kedalam garis
penutup teluk; garis penutup muara sungai, terusan
dan kuala; dan garis penutup pada pelabuhan.
4. Garis pangkal lurus kepulauan yaitu garis air
terendah yang menghubungkan titik terluar pada
pulau /karang kering yang terluar dari wilayah
negara tersebut

Pengukuran dengan menggunakan Garis


Pangkal Biasa
(Normal Baseline)
Pasal 14 mengenai Kombinasi caracara penetapan
garis

pangkal

bahwa

Negara

pantai

dapat

menetapkan garis pangkal secara bergantian


dengan menggunakan cara penarikan

manapun yang diatur dalam pasal.pasal di atas untuk


menyesuaikan

dengan

keadaaan

yang

berlainan.Kondisi geografis khusus yang diatur


dalam Konvensi Jenewa dan UNCLOS adalah:
1. garis pangkal lurus untuk pantai yang menekuk
tajam atau memiliki gugusan pulau;

2. teluk;
3. mulut sungai;
4. pelabuhan;
5. saat elevasi surut;
6. pulau;
7. karang

Garis Pangkal Biasa

Pengukuran dengan menggunakan Garis


Pangkal Lurus
(Straight Baseline)
Pasal 7 mengadopsi dan menambahkan dua
persyaratan pengukuran metode Garis Pangkal
Lurus yang dapat digunakan oleh suatu negara.
Penarikan batas
laut teritorial dengan cara
penarikan garis pangkal lurus, merupakan garis
pangkal yang ditarik dengan menghubungkan titik
titik terluar dengan menggunakan garis lurus.

Penarikan garis pangkal lurus tersebut tidak


boleh menyimpang terlalu jauh dari arah umum
pantai dan bagian bagian yang terletak di dalam
garis pangkal itu harus cukup dekat ikatannnya
dengan daratan untuk dapat tunduk pada rezim
perairan pedalaman.

Garis Pangkal Lurus

Pengukuran dengan menggunakan Garis


Pangkal Penutup
(Closing Line)
1. Garis Penutup Teluk yang dimaksud adalah
garis lurus yang ditarik antara titik-titik terluar
pada garis air terendah yang paling menonjol dan
berseberangan pada muara teluk. Dalam hal ini,
garis penutup teluk adalah seluas atau lebih luas
daripada luas setengah lingkaran tengahnya adalah
garis penutup yang ditarik pada muara teluk.

Apabila pada teluk terdapat pulau-pulau yang


membentuk lebih dari satu muara teluk, maka
jumlah panjang garis penutup teluk dari berbagai
mulut teluk maksimum 24 mil laut.
2. Garis penutup muara sungai, terusan, dan kuala
ditarik antara titik terluar pada garis air rendah yang
menonjol dan berseberangan.

Dalam hal garis lurus tidak dapat diterapkan karena


adanya kuala pada muara sungai, sebagai garis
penutup kuala dipergunakan garis-garis lurus yang
menghubungkan antara titik-titik kuala dengan titiktitik terluar pada air garis rendah tepian muara
sungai.

3. Garis penutup pelabuhan ditarik


antara titik-titik terluar pada garis air
rendah pantai dan titik-titik terluar
bangunan permanen terluar yang
merupakan bagian integral sistem
pelabuhan.

G aris PangkalPenutup

Pengukuran dengan menggunakan Garis


Pangkal Lurus Kepulauan
(Archipelagic Baseline)
Metode garis kepulauan ini secara jelas
mengatakan bahwa luas laut negara kepulauan
diukur dari titik surut pantai pulau terluar dan batubatu karang terluar dari negara pantai tersebut, dan
ditarik sampai 12 mil laut yang menghubungkan
titik-titik paling luar dari pulau paling luar.

Selama rasio perbandingan air dengan daratan tidak


melebihi sembilan berbanding satu serta dengan
ketentuan bahwa wilayah yang dihasilkan tidak
memotong negara lain dari laut lepas dan zona
ekonomi eksklusif. Panjang garis pangkal kepulauan
tidak boleh lebih dari 100 mil laut, kecuali jika 3%
dari jumlah total garis pangkal yang meliputi setiap
kepulauan yang mungkin melebihi dari kepanjangan
maksimal 125 mil laut.

Garis Pangkal Lurus Kepulauan

Secara Garis Besar Maka Cara Menentukan


Titik Pangkal dapat dilakukan dengan :
Pertama, ditentukan bagian dari suatu daratan

yang paling menjorok ke laut


Kedua, ditentukan di mana akan ditentukan titiktitik pangkalnya dan ditentukan pada waktu yang
berbeda-beda (pagi di titik tertentu, siang di titik
tertentu, dan malam di titik tertentu), kemudian
diambil rata-ratanya
Ketiga, antara satu titik dan titik berikutnya
dihubungkan menjadi garis-garis pangkal

Terima Kasih