Anda di halaman 1dari 15

TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN STERIL

BATCH SHEET : 1
INJEKSI : ASAM FOLAT
BAB I
NAMA ZAT AKTIF DAN BENTUK YANG DIGUNAKAN
1.1. Nama Zat Aktif
Asam folat
1.2. Bentuk yang digunakan
Sediaan serbuk
BAB II
MONOGRAFI ZAT AKTIF
2.1. Asam folat

Berat Molekul

: 441,40

Rumus molekul

: C19H19N7O6

Pemerian

: Serbuk hablur kuning atau jingga kekuningan;

tidak berbau
Kelarutan

: Sangat sukar larut dalam air; praktis tidak larut

dalam etanol 95%, kloroform, eter, aseton, benzena; mudah larut dalam

asam klorida encer panas dan asam sulfat encer panas, larut dalam asam
klorida dan asam sulfat membentuk larutan berwarna kuning sangat pucat;
mudah larut dalam larutan alkali hidroksida encer dan larutan alkali
karbonat encer.
Penyimpanan

:Dalam wadah tertutup baik terlindung dari cahaya

Fungsi

: Anti anemia megaloblastik, hemetopetikum

BAB III
FORMULA DAN METODE PEMBUATAN
3.1. Formula
Acidum folicum

0,05%

Obat suntik dalam ampul 1ml no.V


3.2. Formula lengkap
Acidum folicum

0,5%

Natrii chloridum

0,8283%

Dinatrii edetas

0,05%

Natrii hydroxydum 0.1 N ad larut


Aqua pro injectionum
3.3. Metode pembuatan

Didihkan sebanyak 25ml aqua pro injeksi (a.p.i) didalam beaker glass
selama 10 menit, kemudian disuspensikan asam folat yang telah ditimbang
dalam sebagian aqua pro injeksi dan diukur ph nya (ph: 5). Kemudian
ditambahkan NaOH 0,1N tetes demi tetes sampai warna larutan menjadi
jernih penambahan NaOH sebanyak 81 tetes. Dilarutkan NaCL yang telah
ditimbang dengan aqua pro injeksi kemudian campurkan dengan larutan
asam folat. Dilarutkan Dinatrii edetas dengan aqua pro injeksi dan
dicampurkan kedalam larutan asam folat setelah semua larutan dicampur
tambahkan aqua pro injeksi ad 15ml dan dicek ph nya (ph 7). Kemudian
larutan disaring dengan kertas saring, larutan yang telah disaring diisikan
kedalam 5 ampul masing-masing 1,1ml, pengisian dilakukan didalaam
laminar air flow. Ampul ditutup dan disterilisasi dalam otoklaf suhu 115116C selama 30 menit. Ampul dikemas dan diberi etiket.

BAB IV
MONOGRAFI ZAT TAMBAHAN
4.1. Natrii Chloridum
Sinonim : Sodium Chloride
Rumus molekul : NaCl
BM : 58,44
Pemerian : serbuk kristal putih; tidak berwarna; mempunyai rasa garam
pH : 6,7-7,3
Kelarutan : sedikit larut dalam etanol; larut dalm 250 bagian etanol 95%;
larut dalam 10 bagian gliserin; larut dalam 2,8 bagian air dan 2,6 bagian
pada suhu 100oC.
Fungsi : agen tonisitas ; sumber ion Natrium
OTT : larutan natrium klorida bersifat korosif dengan besi; membentuk
endapan bila bereaksi dengan perak; garam merkuri; agen oksidasi kuat

pembebas klorine dari larutan asam sodium klorida; kelarutan pengawet


nipagin menurun dalam larutan sodium klorida.
Titik lebur : 801oC
Titik didih : 1439oC
Stabilitas : larutan sodium klorida stabil tetapi dapat menyebabkan
perpecahan partikel kaca dari tipe tertentu wadah kaca. Larutan cair ini
dapat disterilisasi dengan cara autoklaf atau filtrasi. Dalam bentuk padatan stabil dan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, sejuk dan
tempat kering.
4.2. Dinatrii edetas
Nama Lain
Rumus Molekul

: NaEDTA
: C10H14N2Na2O8.2H2O (handbook of exipient hal

192)
Pemerian : Serbuk hablur, putih, tidak berbau
Kelarutan: Larut dalam 11 bagian air, sukar larut dalam etanol 95% P,
praktis tidak larut dalam kloroform P dan dalam eter p
Kegunaan: sebagai pengompleks
pH.: pH dari 0,05 g / ml larutan, 4,0-5,5
4.3. Aqua pro injeksi
Nama Lain
Rumus Molekul
Berat Molekul
Pemerian
Wadah

: Aqua pro injectio


: H2O
: 18,02
: Cairan tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
: Dalam wadah tertutup kedap, disimpan dalam

wadah tertutup kapas berlemak, harus digunakan dalam waktu 30 hari


setelah pembuatan. (FI Edisi III, Hal. 97)
Kestabilan
: Stabil secara kimia dalam bentuk fisika bagian
dingin cairan uap. (Excipient, Hal. 337)

Inkompatibilitas

: Bereaksi dengan obat dan bahan tambahan yang

mudah terhidrolisis (terurai karena adanya air) atau kelembaban pada suhu
tinggi, bereaksi kuat dengan logam alkali. (Excipient, Hal. 338)
Fungsi
: sebagai pelarut
4.4. NaOH
Nama resmi

: Natrii hydroxydum

Nama lain

: Natrium hidroksida

Berat molekul

: 40,00 g/mol

Rumus molekul

: NaOH

Pemerian

: Bentuk batang, butiran, massa hablur atau keping,

kering, rapuh dan mudah meleleh basah. Sangat alkalis dan korosif.
Segera menyerap CO2
Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan etanol (95%) .

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kandungan

: Mengandung tidak kurang dari 97,5% alkali

jumlah dihitung sebagai NaOH dan tidak lebih dari 2,5% Na2CO3
Khasiat

Kegunaan

: Sebagai zat tambahan

BAB V
PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN

5.1 Perhitungan bahan


-

Acid Folic 0,526 g/100ml

15ml/100 ml x 0,526 g = 0,0789 g


- Dinatrii edetas
15ml/100ml x 0,05 g = 0,0075 g
- NaCl
15ml/100ml x 0,825 g = 0,1234 g
- Aqua pro injeksi ad 15 ml
- V ampul
(n+2) c + 6ml
(6+2) 1,1 + 6ml = 14,8ml 15ml
5.2 Penimbangan bahan
- Acid Folic
0.0789 gr
- Dinatrii Edetas
0.0075 gr
- NaCl
0.1234 gr
- API ad
15 ml
BAB VI
PROSEDUR
6.1 Sterilisasi
Alat
Beaker Glass
Corong dan Kertas
saring
Ampul
Kaca arloji
Spatel logam
Batang pengaduk
6.2

Sterilisasi
Oven 1700C

Waktu
30

Otoklaf 115-1160C

30

Oven 1700C
Api langsung
Api langsung
Api langsung

30
20
20
20

Paraf

Prosedur pembuatan
Dididihkan 25ml aqua pro injeksi dalam beaker glass selama 10

menit, disuspensikan asam folat dalam sebagian aqua pro injeksi. Dicek
pH asam folat. Ditambakan larutan NaOH 0,1 N ke dalam suspensi sampai
larut. Dilarutkan NaCl dalam sebagian aqua pro injeksi. Ditambahkan
larutan Dinatrii edetas. Larutan ditambahkan aqua pro injeksi ad 15 ml.
Dicek pH larutan. Larutan disaring dan filtrat pertama dibuang. Larutan
kemudian diisikan ke dalam 6 ampul @ 1,1 ml. Ampul disemprot dengan

uap air dialiri gas inert lalu ditutup. Kemudian disterilisasi dalam otoklaf
115-1160C selama 30 menit.
BAB VII
EVALUASI SEDIAAN
No
1
2
3
4
5

Jenis Evaluasi
Penampilan fisik wadah
Jumlah sediaan
Brosur
Etiket
Keseragaman volume

Penilaian

BAB VIII
ASPEK FARMAKOLOGI
Asam Folat
Indikasi : Anemia megaloblastik, pencegahan defek tabung saraf,
profilaksis pada status hemolitik kronik, profilaksis defisienfi folat pada
pasien cuci darah
Kontra indikasi : Pengobatan Anemia Pernisiosa dan Anemia
megaloblastik lainnya yang diakibatkan defisiensi vitamin B 12.
Penderita dengan anemia pernisiosa tidak boleh diobati dengan asam folat
sebelum diberikan vitamin B12 (karena pada keadaan ini asam folat
mungkin hanya menyembuhkan secara hematologik tetapi memperbanyak
manifestasi neurologik dan defisiensi vitamin B12). Masalah yang paling
sering ditemukan dalam obstatri adalah peningkatan resiko konvulsi pada
wanita yang menderita epilepsi (MRC, 1991). Wanita yang beresiko tinggi
untuk mengalami anemia pernisiosa harus menjalani pemeriksaan kadar
vitamin

B12

dalam

serum

darahnya

sesegera

mungkin

untuk

menyingkirkan keadaan yang berpotensi sangat mengganggu kesehatan


tetapi dapat diobati. Jika diberikan pada penderita anemia pernisiosa,
suplemen asam folat khususnya dengan dosis tinggi akan menutupi tanda
dan gejala kelainan yang progresif yang masuk (anemia dan glositis)
sehingga degenerasi neurologis yang menyertai kelainan tersebut

berlangsung tanpa diketahui (BNF, 2000). Bahaya menutupi gejala anemia


pernisiosa ini merupakan salah satu alasan mengapa otoritas kesehatan
tidak bersedia untuk melakukan fortifikasi roti dan sereal dengan asam
folat. Anemia pernisiosa terutama mengenai wanita dengan usia yang lebih
lanjut, tetapi kadang-kadang dapat terjadi pada wanita muda dengan
riwayat

kelainan

ini

yang

kuat

dalam

keluarganya.

Sign/Symptom : Gejala anemi megaloblastik dengan gangguan neurologis


akibat defisiensi vitamin B12. Kontraindikasi lain yaitu Hipersensitifitas
terhadap folic acid.
Dosis : Dosis injeksi natrium folat dinyatakan dalam asam folat.
Recommended Dietary Allowance (RDA) yang dinyatakan dalam diet
asam folat yang setara / hari. Diet setara folat / Dietary Food Equivalents
(DFE) dihitung sebagai berikut: 1 mcg asam folat diet setara = 1 mcg
asam folat makanan = 0,5 mcg asam folat diambil dalam keadaan puasa =
0,6 mcg asam folat diambil dengan makanan.
Efek samping : Efek samping atau reaksi merugikan yang menyertai
pemberian asam folat sangt jarang terjadi. Masalah yang paling sering
ditemukan dalam obstatri adalah peningkatan resiko konvulsi pada wanita
yang menderita epilepsi (MRC, 1991).. Asam folat dapat menimbulkan
perubahan warna urin yang tidak berbahaya, yaitu warna urin menjadi
kuning Efek samping kelebihan asam folat antara lain : nausea,
menurunnya nafsu makan, flatulen/kembung kentut, biter / bad taste,
insomnia,

kesulitan

berkonsentrasi

serta

alergi

ringan.

Reaksi

hipersensitifitas (Anaphylaxis, erythema, skin rash, itching, generalized


malaise, rasa berat di dada, swelling pada mulut wajah, bibir dan lidah,
kesulitan bernafas akibat bronchospasm). Efek toksik asam folat yaitu
pada dosis lebih dari 100 kali dosis harian yang dianjurkan, folic acid
dapat meningkatkan frekwensi kejang pada penderita epilepsi dan
memperburuk kerusakan saraf pada orang-orang yang menderita
kekurangan vitamin B12. Dengan dosis per oral 15 mg/hari dapat terjadi
tanda-tanda anorexia, nausea, abdominal distention, flatulence, biter/bad

taste, altered sleep patterns, kesulitan berkonsentrasi, irritability, over


activity, excitement, mental depression, confusion, impaired judgment.
Cara penggunaan dan penyimpanan :
Asam Folat suatu Vitamin dalam kelompok vitamin B dengan nama kimia
Pteroylglutamicacid (Asam Pteroilglutamat). Dalam makanan, Asam Folat
dapat ditemukan antara lain dalam sayuran hijau, buah-buahan, dan
kacang-kacangan. Asam Folat larut dalam air dan kelebihannya tidak
disimpan dalam tubuh. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa
penggunaan Asam Folat setiap hari pada wanita sejak sebelum kehamilan
sampai dengan kehamilan ke tiga bulan, 70% efek sebagai pencegah
utama terhadap Neural Tube Defect (Defect sumbang syaraf). Cara yang
paling efektif untuk menjamin pemenuhan kebutuhan Asam Folat pada
wanita hamil adalah dengan penggunaan tablet Asam Folat setiap hari.
Penyimpanan : simpan ditempat yang sejuk dan kering, terlindung dari
cahaya matahari.
ADME :
a. Absorbsi
Absorbsi : Pada pemberian oral, absorbsi folic acid baik sekali,
terutama di bagian 1/3 proksimal usus halus (jejunum proksimal). Dengan
dosis oral yang kecil, absorpsi memerlukan energi (transpor aktif),
sedangkan pada kadar tinggi absorbsi dapat berlangsung secara difusi
(transpor pasif). Folic acid muncul di plasma darah 15-30 menit setelah
pemberian per oral dan T max tercapai setelah 1 jam. Ikatan Protein : 2/3
dari folic acid yang terdapat dalam plasma darah terikat pada protein yang
tidak difiltrasi ginjal.
b. . Distribusi
Distribusi : Distribusinya merata ke semua sel dan terjadi penumpukan
dalam cairan serebrospinal. Folic acid disimpan oleh tubuh terutama di
hepar. Normal total folic acid di serum adalah 5-15 ng/mL, di cairan
serebrospinal adalah 16- 21 ng/mL, dan di eritrosit adalah 175 to 316

ng/mL.
c. Metabolisme
Metabolisme : Folic acid dimetabolisme di hepar oleh enzim Catechol Omethyltransferase (COMT) dan Methylenetetrahydrofolate reductase
menjadi

7,8-dihydrofolic

acid

dan

5,6,7,8-tetrahydrofolic

acid.

d . Ekskresi
Ekskresi : Lebih dari 90% folic acid diekskresikan di urine dalam bentuk
metabolit dan sejumlah kecil diekskresikan di feces. Sebagian besar
metabolit muncul di urine setelah 6 jam dan ekskresi lengkap dalam 24
jam.

Folic

Acid

juga

dieksresikan

melalui

air

susu

ibu.

Interaksi asam folat dengan obta lain


Absorbsi asam folat akan menurun dengan penggunaan kontrrasepsi oral,
isoniasid, sikloserin, glutetimid, sulfasazaline dan diperkuat oleh
pemberian vitamin C. verja asam folat akan dilatan oleh beberapa preparat
antiepilepsi (karbamapezin, fenitoin, barbiturat, primodon). Obat-oba
antiepilepsi ini akan menimbulkan deeplesi folat dalam tubuh yang akan
mengurangi eliminasi preparat antiepilepsi tersebut, jika simpanan asamm
folat dalam tubuh diperbaharui, eliminasi preparat antiepilepsi akan
meningkat dan peningkatan ini akan beresiko untuk trjadinya serangan
epilepsi. Wanita yang menjalani terapi tersebut harus berkonsulatasi
dengan dokter yan gmerawatnya sebelum memulai terapi asam folat,
karena pada beberapa kasus, suplemen tersebut dapat menurunkan kadar
obat antikonvulsan sehingga pengendalian atas serangan kejang mungkin
menjadi menghilang (Stockley, 1999). Selain asam folat dapat diturunkan
absorbsinya, asam folat juga dapat menurunkan absorbsi obat lain. Folic
Acid dapat menurunkan efektifitas hydnatoin (ethotoin, fosphenytoin,
mephenytoin, pkenytoin) dengan menurunkan konsentrasi serumnya
BAB IX
PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini dilakukan pembuatan sediaan injeksi asam


folat. Dalam pembuatan suatu produk parentral harus tepat dan harus
mengikuti prosedur aseptik. Prosedur aseptik ini diperlukan untuk
memperoleh produk yang bebas dari mikroorganisme, baik dalam
pelarutnya atau semua bahan-bahan tambahannya. Dimana persyaratan
utama dari larutan yang diberikan secara parenteral ialah kejernihan.
Sediaan harus jernih berkilau dan bebas dari semua zat-zat pengotor
(mikroorganisme). Pada proses pembuatan larutan parentral , melarutkan
semua bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.

Setelah

mencampur

zat

aktif

dengan

bahan-bahan

tambahannya menjadi suatu larutan , yang segera harus dilakukan yaitu


penyaringan dengan menggunakan kertas saring sampai larutan jernih.
Setelah penyaringan selesai segera dilakukan pengisian kedalam wadah
ampul secepat mungkin , dengan tujuan menghindari terjadinya
pemaparan mikroba. Kemudian segera ditutup wadah ampul tersebut.
Adanya penambahan larutan NaOH tetes demi tetes untuk melarutkan
asam folat agar didapatkan larutan yang jernih sesuai persyaratan yang
telah ditetapkan . Dan dilakukan penambahan NaCl kedalam sediaan
tersebut dengan tujuan membuat larutan tersebut menjadi larutan isotonis ,
karena NaCl merupakan salah satu bahan pembantu untuk mengatur
tonisitas larutan yang akan dibuat. Sesuai dengan literatur yang
menyatakan bahwa isotonis adalah kondisi dimana suatu larutan yang
konsentrasinya sama dengan konsentrasi dalam sel darah merah sehingga
tidak terjadi pertukaran cairan diantara keduanya. Ditambahkan NaCl
sebanyak 0,825 yang menunjukan larutan hipotonis. Lalu ditambahkan
Dinatrii edetas bertujuan untuk mengubah pH menjadi 9, sesuai dengan
persyaratan pembuatan injeksi asam folat jika memiliki pH dalam rentang
8-11. Diperoleh pH 8 yang menandakan larutan yang dibuat memenuhi
persyaratan. Digunakan bahan pembawa yaitu Aqua Pro Injeksi bebas CO2
. karena CO2 dapat bereaksi dengan salah satu bahan obat dalam sediaan
dan bisa membentuk endapan. Sediaan yang dibuat menunjukan tidak

adanya endapan artinya tidak terjadi reaksi antara CO 2 dalam aqua dengan
bahan aktif sediaan.
Setelah semua bahan dicampurkan dan dimasukkan kedalam ampul
dilakukan pemilihan metode sterilisasi. Metode yang digunakan harus
diperhatikan agar didapatakan produk akhir yang stabil. Dilakukan metode
steril autoklaf pada suhu 1210C selama 15 menit. Tujuan dilakukan
sterilisasi adalah menjamin sterilitas produk maupun karakteristik
kualitasnya dan stabilitas produk. Pada saat sterilisasi uap (autoklaf)
terjadi pemaparan uap jenuh pada tekanan tertentu selama waktu dan suhu
tertentu pada suatau objek sehingga terjadi pelepasan energy uap yang
mengakibatkan pembunuhan mikroorganisme secara irreversible akibat
denutrasi atau koagulasi protein sel. Metode sterilisasi ini merupakan
metode yang paling efektif karena uap merupakan pembawa energy termal
paling efektif dan semua lapisan pelindung luar mikroorganisme dapat
dilunakkan sehingga mempunyai sifat nontoksik dan relative mudah
dikontrol . metode sterilasasi autoklaf ini juga digunakan untuk tes
kebocoran pada wadah ampul yang digunakan.
BAB X
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa,
dosis sediaan parentral asam folat adalah 0,526 gram dan secara visual
sediaan yang telah dibuat memenuhi syarat kejernihan.

BAB XI
ETIKET DAN LABEL

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA


Jl.Soekarna-Hatta 354 Parakan resik
No Batch : JA 201603

FOLASIL
Ampul 1 ml
Injeksi intramuscular
Mengandung asam folat 5 mg/ml
Exp.date : Maret 2016

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Perubahan pola tidur,sulit


berkonsentrasi ,iritabilita,aktivitas
berlebih,depresi mental,
anoreksia,mual,distensi abdominal dan
flatulensi.

FOLASIL
Injeksi
KOMPOSISI
Tiap ml larutan mengandung :
Acidum Folicum

5 mg

FARMAKOLOGI
Folat eksogen dibutuhkan untuk sintesis
nucleoprotein
dan
pemeliharaan
eritropoiesis
normal.
Asam
folat
menstimulasi produksi sel darah merah,sel
darah putih dan platelet pada anemia
megaloblastik.
CARA SUNTIK

INTERAKSI OBAT
Asam aminosalisila,,kontrasepsi oral
sulfasalazine,feniton.
KEMASAN
Box 3 ampul @ 1 ml
CARA PENYIMPANAN
Simpan ditempat sejuk dan terlindung
dari cahaya matahari

Intramuskular
KONTRAINDIKASI
Pengobatan anemia pernisiosa dan anemia
megalabstik lainnya dimana vitamin B12
tidak mencukupi ( tidak efektif)

HARUS DENGAN RESEP


DOKTER

PERINGATAN
- Tidak diberikan secara tunggal untuk
anemia pernisiota addison dan penyakit
difisiensi vitamin B12 lainnya karena
dapat menimbulkan degenarasi majemuk
dari medulla spinalis
- Tidak boleh digunakan untuk penyakit
ganas kecuali anemia megaloblastik
karena defisiensi folat merupakan
komplikasi penting.

No. Batch : JA 201603


No. Reg

: DKL 1610021243A1

Exp. Date : Maret 2018


Diproduksi oleh
PT. SILOAM PHARMACEUTICAL
Bandung - Indonesia

EFEK SAMPING