Anda di halaman 1dari 3

Diskusi Buku

"ISLAM DALAM BINGKAI KEINDONESIA DAN KEMANUSIAAN" oleh Buya Syafi'i


Ma'arif
Sabtu 26 September 2015
Universitas Airlangga

- Populasi warga Muslim di Indonesia adalah populasi muslim terbesar di


dunia. Tetapi mengapa Islam Indonesia masih ada di belakang bayangbayang Islam Malaysia?
Kita punya relasi unik dengan Islam. Bisa dianggap sebagai agama (sistem
nilai dan praktek), Politik (atribut), Budaya (Manifestasi di kesenian dan
budaya di Indonesia)

Islam itu apa sih?


Islam dari segi bahasa --> Penyerahan diri Secara total kepada Tuhan untuk
kepentingan Manusia.
Islam bukan lagi sebagai agama yang sederhana, lahir di kota komersial
Makkah. Pusat peradaban yang sangat dinamis tapi dzalim. Surat Makkiyah
berbicara tentang masyarakat yang ada di Makkah. Terminologi Makkiyah
adalah penanaman nilai kepercayaan adalah tidak benar.
Perlawanan Quraisy bukan menentang Muhammad karena menyebarkan
Islam, tetapi tauhid yang ditanamkan oleh Nabi merongrong Status Quo
saudagar Quraisy. Orang-orang arab sebelum zaman Islam mengakui adanya
sisi luar paham dari kehidupan ini. Jahiliyyah dalam artian adalah buta hati
nurani. Mereka punya Allah, tetapi mandul karena tidak ada efek kepada
masyarakat Arab.
Rahman bukan hanya untuk manusia saja, tetapi seluruh makhluk. Mesir
yang menjadi kiblat peradaban intelektual Muslim, tidak bisa berbuat apaapa, karena sudah terkooptasi dengan negara.

Kenapa harus Islam dan Keindonesiaan?


Islam itu universal, tetapi ekspresi berislam itu tidak harus berekspresi arab.
Konsep Rahmatan lil aalamiin?

Kalau dulu, Rahmatan lil 'aalamiin --> Indonesia menjadi negara Islam. Tetapi
ketika membaca, Daulah al Islamiyah, dalam literatur klasik tidak ada.
Piagam Madinahpun tidak menggunakan negara Islam. Asal nilai-nilai itu
tertanam kepada segi-segi kehidupan bermasyarakat (Substantif).
Hasil pemilu 1955 --> Semua mengusulkan negara Islam (Partai Islam).

Ketika banyak imigrant, kemana para Liga arab? Solidaritas Islam mereka
dipertanyakan.
Nasionalisme di negara Arab --> membuat Perpecahan.
Nasionalisme di Indonesia --> Persatuan.
"Rebut Kearifan walau dari Orang Munafik" -- Buya Syafi'i
Filsafat Laut dan Darat.
Kelautan --> Mempersatukan
Darat --> Memecahkan.

Islam Keindnesia dua organisasi besar di Indonesia.


Islam Nusantara --> Keindonesiaan.
NU --> Penentu negara
Islam Berkemajuan --> Komplementer.
Muhammadiyah --> Pembantu Negara

Tokoh intelektual Muslim Buya Syafi'i. (Hamka, Natsir, K Agus Salim, Quraish
Shihab.)