Anda di halaman 1dari 46

KOMPONEN GAS

DALAM CAIRAN
PANASBUMI

PERTIMBANGAN UTAMA
KOMPONEN GAS DI CAIRAN
PANAS BUMI
Penyajian DataGas
Menghitung konsentrasi gas pada kondisi

reservoar
Distribusi Gas antara cairan dan uap
Single Step Pemisahan Uap
Multi-step Pemisahan Uap
Tekanan Gas
Aplikasi penerapan pengukuran gas dan entalpi
Ekspresi Kelarutan Gas

PENGANTAR
Konsentrasi gas dalam cairan ditemui
selama pengeboran bidang panas bumi
berkisar dari sekitar 0,5% (Wairakei,
Ahuachapan) sampai sekitar 1% (ngawha,
Broadlands). Utama gas pada suhu tinggi
(> 200oC) cairan panas bumi adalah
karbon dioksida (CO2) dan hidrogen
sulfida (H2S) dengan jumlah yang lebih
kecil dan variabel amonia (NH3), hidrogen
(H2), metana (CH4) dan nitrogen (N2).

Gas yang dominan (selain uap air) dalam fase


uap cairan panas bumi yang paling adalah
CO2, yang biasanya membentuk > 80-90%
dari total gas. Itu memainkan peranan
penting dalam mengontrol pH cairan seperti
yang kita akan menemukan nanti.
Contoh,
Salah satu masalah utama dengan koleksi
panas bumi uap / gas sampel adalah
kontaminasi melalui udara dan kemungkinan
hilangnya satu atau lebih konstituen karena
interaksi kimia atau fisik selama sampling.

PENYAJIAN DATA--GAS

A PENYAJIAN DATA--GAS
Tabel 1.

Br 22
(1-6-80)

S.P.

(J/gm
)

(b.g)

1160

10

CO2

H2S

CH
4

H2

N2(+AR
)

NH3

(millimoles/100 moles steam)


0.19

959.
4

18.5

11.
82

1.0
2

8.93

4.67

Dalam tabel 1. analisis gas uap millimoles/100 diberikan dalam


mol (disingkat mol uap mmol/100). Analisis ini hanya berkenaan
dengan

uap

dan

tidak,

dalam

bentuknya

yang

sekarang,

berhubungan dengan debit total. Fraksi uap (y) ditentukan dari


persamaan keseimbangan panas 0,19.

Untuk mengkonversi dari milimol/100 mol uap


menjadi milimol/mol uap cukup dengan
membagi dengan 100.

Dimana; = massa jenis


mr = massa relatif

Dimana; y = fraksi uap


mr = massa relatif

959.4 mmol/100 mol uap = 9.594


mmol/mol uap

untuk mendapatkan konsentrasi dalam


keseluruhan
debit
cukup
mengalikan
konsentrasi CO2 dalam uap dengan fraksi
uap:

CO2

dan

H2S

Atau bisa juga dikonversi kedalam Weight


Persen (wt.%) dengan membagi 10.000

dengan mengalikan mmol / kg oleh berat


molekul dari spesies gas kami mendapatkan
berat jenis gas dalam mg / kg.
101.3 mol CO2/kg t.d. (44 g CO2/mole)
= 4,457 mg CO2/kg (t.d.)
1.95 mmol H2S/kg t.d. (34 g H2S/mole)
= 66.4 mg H2S/kg (t.d.)
Atau
0.446 wt.% CO2 (t.d.)
0.0066 wt.% H2S (t.d.)

B PENYAJIAN DATA--GAS
H

S.P.

(J/gm
)

(b.g
)

1160

10

Tabel 2.

Br 22
(1-680)

Total
gas in
steam
(mmol/mol
) steam

0.1
9

10.04

CO
2

H2S

CH
4

H
2

N2(+AR
)*

NH3

(millimoles/100 moles steam)


955 18.4

11.
8

1.
0

8.9

4. 7

9.59 + 0.185 + 0.118 + 0.010 + 0.089 +


0.047 = 10.04 mmol total gas/mol steam
Dan
Xmol
Gas
Xmol
Gas
Xmol
Gas

(H2O)

Xmol
Gas

(H2O)

Xmol
Gas

(H2O)

(H2O)

(H2O)

Xmol
Gas

(H2O)

PENYAJIAN DATA-B GAS


H

S.P.

(J/gm
)

(b.g
)

1160

10

Tabel 2.

Br 22
(1-680)

Total
gas in
steam
(mmol/mol
) steam

0.1
9

10.04

CO
2

H2S

CH
4

H
2

N2(+AR
)*

NH3

(millimoles/100 moles steam)


955 18.4

11.
8

1.
0

8.9

4. 7

PERHITUNGAN KONSENTRASI
GAS PADA KONDISI RESERVOAR

PERHITUNGAN
CONSENTRASI GAS PADA
KONDISI RESERVOAR
H

S.P.

(J/gm)

(b.g)

~ 1135

0.3

0.2

917

44

15

Tauhara 1

1120

8.8

0.2

1.2

936

64

Na

Na

Na

Na

Ngawha 4

968

1.87

0.19

24.8

945

11.7

28.1

3.0

2.1

10.2

Cerro Prieto 19
A

1182

6.6

0.28
9

5.88

822

79.1

39.8

28.
6

5.1

23.1

Tongonan 103

1615

7.6

0.41
4

2.95

932

55

4.1

3.6

1.2

4.3

Reykjanes 9

1154

19.0

0.13
5

0.248

962

29

Na

Salton Sea IIDI

1279

0.0

0.38

0.507

957

43.9

Na

Na

Na

Na

Geysers

1.0

20.0

941

16

12

23

Na

Lardarello

1.0

5.9

550

48

95

150

125

Na

Tabel 3.

Wairakei

Total gas
in steam

CO2

(mmol/mol)
steam

H2S

CH4

H2

N2(+AR)

NH3

(millimoles/100 moles steam)

Rumus dasar untuk mengkonversi CO2 (mmol /


mol gas total) untuk mg / kg adalah:

Dimana; 18 = berat molekul H2O


44 = berat molekul CO2
XCO2 = fraksi mol senyawa
Xg = fraksi mol gas
y = frkasi uap

PERHITUNGAN
KONSENTRASI GAS PADA
KONDISI RESERVOAR
H

S.P.

(J/gm)

(b.g)

~ 1135

0.3

0.02

Tauhara 1

1120

8.8

0.2

Ngawha 4

968

1.87

Cerro Prieto 19 A

1182

Tongonan 103

Tabel 4.

Total gas in
steam

H2S

CO2

H2S

in total discharge
mg/kg

(mmol/mol)

134.5

917

44

1.2

936

64

0.19

24.8

945

11.7

6.6

0.289

5.88

822

79.1

1615

7.6

0.414

2.95

932

55

Reykjanes 9

1154

19.0

0.135

0.248

962

29

Salton Sea IIDI

1279

0.0

0.38

0.507

957

43.9

Geysers

1.0

20.0

941

16

Lardarello

1.0

5.9

550

48

Wairakei

(mmol/mol)
steam

CO2

PERHITUNGAN
KONSENTRASI GAS PADA
KONDISI RESERVOAR
H

S.P.

(J/gm)

(b.g)

~ 1135

0.3

Tauhara 1

1120

8.8

Ngawha 4

968

Cerro Prieto 19 A

Tabel 4.

Total gas in
steam

H2S

CO2

H2S

in total discharge
mg/kg

(mmol/mol)

0.2

134.5

917

44

0.2

1.2

549,12

936

64

1.87

0.19

24.8

10884,72

945

11.7

1182

6.6

0.289

5.88

3414,5

822

79.1

Tongonan 103

1615

7.6

0.414

2.95

2782,393

932

55

Reykjanes 9

1154

19.0

0.135

0.248

78,73008

962

29

Salton Sea IIDI

1279

0.0

0.38

0.507

450,696

957

43.9

Geysers

1.0

20.0

46004,44

941

16

Lardarello

1.0

5.9

7932,222

550

48

Wairakei

(mmol/mol)
steam

CO2

4.986667
29.01333
104.1352
253.8973
126.8795
1.83396
15.9758
604.4444
534.9333

DISTRIBUSI GAS ANTARA


CAIRAN DAN UAP

DISTRIBUSI GAS ANTARA


CAIRAN DAN UAP
Saat Uap air panas dipisahkan dari cairan

selama proses pendidihan, gas berupa H 2, N2


dan CH4 berubah menjadi fasa uap. Gas
mudah laruh (CO2, H2S, NH3) secara parsial
tertahan sebagai sisa cairan.
Besarnya Konsentrasi gas antara Uap dan

Cairan tergantung pada entalpi fluida awal,


temperature akhir, koefisien distribusi gas,
dan komposisi dari fasa cairan awalnya.

Konsentrasi gas
Koefisien gas (B) dapat didefinisikan sebagai berikut
:

Dimana : B = koefisien gas


C gas v = konsentrasi gas dalam fasa uap
Cgas

= konsentrasi gas dalam fasa cair

Dari data kelarutan gas Giggenbach (1980)


mendapatkan persamaan regresi yang valid
pada temperature 100 340 0C.
Log
Log
Log
Log
Log
Log

B
B
B
B
B
B

NH3
H2S
CO2
CH4
H2
N2

=
=
=
=
=
=

1.14113 - 0.00292 t
4.0547 - 0.00981 t
4.7593 - 0.01092 t
6.0783 0.01383 t
6.2283 0.01406 t
6.4426 0.01416 t

NH3
H2S

Log B

C02
CH4

H2
N2
2

0
0

50

100

150

200

Temperatur

250

300

350

SINGLE STEP PEMISAHAN GAS

SINGLE STEP PEMISAHAN GAS


Mengingat bahwa fluida dalam memiliki
kandungan CO2 , larutan Co 500 mmol/kg
dengan temperatur awalnya 260 0C. Jika
fraksi uap dipisahkan secara adiabatic dan
sisanya mencapai suhu 256 0C. berapa
konsentrasi CO2 dalam fasa cair (Cl) dan
dalam fasa uap (CV) dengan komposisi
aslinya?

Penyelesaiannya
kita
membutuhkan
persamaan yang memberikan hubungan
antara Cl dengan Co, y dan B. langkah
pertama adalah menuliskan persamaan
kesetimbangan massa yang diberikan oleh
Cl dan Cv dalam hubungannya dengan Co
dan y.
Co = Cl (1-y) + Cv (y)

Membaginya
dengan
Cl
untuk
mengeliminasi Cv, dan mensubtitusikan B
kedalam persamaan tersebut, yaitu :

Atau

Dan dapat di sederhanakan manjadi :

Kita dapat menuliskan persamaan baru


hubungan antara Cl/Cv

Cl pada suhu 256 0C ditentukan dengan


cara

t0C

BCO2

Cl/CO

Cl

Cv

260

83

1.00

500.0

----------

256

0.01

92

0.524

262.0

24,104

253

0.02

99.2

0.337

168.7

16,735.5

250

0.03

107.0

0.239

119.6

12,798.5

240

0.057

137.6

0.114

56.9

7,830.2

220

0.103

227.5

0.041

20.6

4,675.4

200

0.146

376.1

0.018

3,372.2

150

0.23

1322.2

0.003

1.6

2,095.8

Single Step Boiling


1.2

0.8

CO2
Cl / Co

NH3

0.6

N2
H2S

0.4

0.2

0
140

160

180

200

220

Temperatur

240

260

280

MULTI-STEP PEMISAHAN GAS

MULTI-STEP PEMISAHAN GAS


Pada step ini menggunakan bagian uap yang sangat kecil untuk setiap
Jarak pemisahan Temperature .

tC

Bo2

260
256

0.00
0.011
3

83.0
92.0

C1/Cprevious
step
1.00
0.493

253

C1

Cv

C1/Co

500.0
246.5

22,679.0

1.00
0.49

0.008 99.2
0.536
132.2 13,118.5
0.26
8
250 0.008 107.0
0.520
68.8
7,360.1
0.14
Table 3.8. 7
Multi step pemisahan uap untuk awal fluid sekitar 260 C
berisi 500 mmol/kg CO2

1.2
1
0.8
CI/Co 0.6

0.4
0.2
0
235

b
240

245

250

255

260

265

Temperature

Gambar 5.3. menunjukkan dua diagram dari c1/co ;


a adalah grafik konsentrasi pertama co2 sebagai
bentuk langsung pemisahan uap (single step) dan b
adalah konsentrasi co2 sebagai bentuk multi-step
pemisahan uap.

TEKANAN GAS

TEKANAN GAS
Menurut hukum henry, kelarutan gas
dalam zat
cair (liquid) berbanding lurus dengan
tekanan parsial gas tersebut diatas
larutan.
Kelarutan gas pada air tergantung dari
temperature.Perubahan tekanan tidak
mempengaruhi kelarutan padatan, akan
tetapi
kelarutan gas sangat dipengaruhi oleh

Tekanan parsial (Pgas) dari gas lebur di


liquid diberikan oleh hukum henry .
p(bar )=kh x ..(3.4 )

dimana kh : hukum henry koefisien untuk


gas dan
x adalah fraksi mol gas.

t C
25
50
100
125
150
175
200
250
300

CO2
1660
2880
5245
6150
6670
6860
6620
5340
3980

H2S
551
899
1555
1703
1829
1959
2042
1934
1645

NH3
1.0
2.7
14.5
28.1
49.1
78.8
119.0
233.0
413.0

Table 3.9 memberikan nilai untuk Kh untuk gas


Karbon dioxida di air, .

APLIKASI PENERAPAN
PENGUKURAN GAS DAN ENTALPI

APLIKASI PENERAPAN
PENGUKURAN GAS DAN
ENTALPI

EKSPRESI KELARUTAN GAS

Hubungan antara kuantitas gas-gas


tersebut dapat dijelaskan melalui
persamaan berikut :
KH = BPV/ZV
Dimana PV = Tekanan Uap Air
ZV = Faktor kompresi

EKSPRESI KELARUTAN GAS


60000

50000

40000

B CO2

30000

20000

10000

0
0

50

100

150
Temperatur

200

250

300

350

TERIMA
KASIH