Anda di halaman 1dari 23

Laporan Praktikum Fotogrametri

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat melaksanakan
praktikum dan menyelesaikannya dengan baik. Laporan praktikum ini adalah
laporan
yang
kami
buat
setelah
kami
melakukan
praktikum
mengenai Perhitungan Distorsi Radial Materi Kalibrasi Kamera dengan
Menggunakan Kamera Nikon Coolpix S9700. Laporan tersebut kami susun
dengan sebaik mungkin berdasarkan pada hasil praktikum yang sebenarnya.
Penulis menyadari bahwa selama penulisan laporan ini banyak mendapat
bantuan berupa masukan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ibu Hepi Hapsari Handayani, ST. dan Bapak Husnul Hidayat,S.T.,M.T.,
selaku dosen pembimbing mata kuliah Fotogrametri Dasar yang telah
memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis agar dapat
menyelesaikan pratikum ini;
2.Teman-teman mahasiswa di Jurusan Teknik Geomatika ITS Surabaya,
serta seluruh pihak yang yang telah membantu dalam penyusunan
laporan ini.
Kami sadari bahwa laporan yang kami buat ini jauh dari kata sempurna
karena masih banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun teknik penulisannya.
Oleh karena itu, kami selaku penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan
saran yang membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan laporan ini.
Semoga laporan yang kami buat ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan
pembaca.

Surabaya, 09 Maret 2016

Penyusun

i|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................................................
i
Daftar Isi.............................................................................................................................
ii
Daftar Gambar ...................................................................................................................
iii
Daftar Taabel ......................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
.......................................................................................................................
1
1.2.Tujuan
dan
Manfaat
.......................................................................................................................
2
BAB II DASAR TEORI
2.1.Definisi
Fotogrametri
.......................................................................................................................
3
2.2.Foto
udara
.......................................................................................................................
4
2.3.Keterangan
Tepi
Foto
Udara
.......................................................................................................................
5
2.4.Interpretasi
Foto
Udara
.......................................................................................................................
7
2.5.Skala
.......................................................................................................................
8
2.6.Skala

Foto

Udara

Di

Atas

Medan

Yang

Datar

ii | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

.......................................................................................................................
9
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.Waktu
dan
Tempat
.......................................................................................................................
11
3.2.Personil
.......................................................................................................................
12
3.3.Alat
dan
Bahan
.......................................................................................................................
15
3.4.Metodologi
Pekerjaan
.......................................................................................................................
14
BAB IV HASIL DAN ANALISA
4.1.Hasil
Praktikum
.......................................................................................................................
16
4.2.Analisa
Praktikum
.......................................................................................................................
18
BAB V PENUTUP
5.1.Kesimpulan
.......................................................................................................................
19
5.2.Saran
.......................................................................................................................
20
Daftar Pustaka.....................................................................................................................
21
Lampiran.............................................................................................................................
21
DAFTAR GAMBAR

iii | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

Gambar 2.1 Tabel Fotogrametri..........................................................................................


3
Gambar 2.2 Lembar Foto Udara ........................................................................................
5
Gambar 2.3 Sketsa Foto Udara...........................................................................................
9
Gambar 3.1 Diagram Alir Metodologi Pekerjaan...............................................................
14

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Nama dan Fungsi Pada Lembar Foto Udara.......................................................
6
Tabel 3.1 Nama dan Tugas Kelompok IB...........................................................................
11
Tabel 4.1. Perhitungan Skala Aktual...................................................................................
16

iv | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Kebutuhan akan peta semakin hari semakin dirasa penting. Tidak
hanya digunakan sebagai sarana untuk mengetahui posisi atau letak serta
kondisi suatu wilayah, peta juga dikaitkan dalam berbagai bidang seperti
perencanaan pembangunan, kebijakan pertanahan, hingga pengambilan
kebijakan politik, pertahanan dan keamanan suatu negara. Dalam
menghasilkan sebuah peta, sudah banyak bermunculan beragam metode
mengenai pemetaan. Dimulai dari pemetaan yang dilakukan dengan
melakukan survey langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk
mendapatkan data-data fisik seperti posisi dan koordinat. Namun seiring
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), khususnya
dibidang pemetaan, muncul metode pemetaan yang lebih efisien dan lebih
akurat yaitu fotogrametri.
Fotogrametri adalah seni, ilmu, dan teknologi untuk memperoleh
informasi terpercaya tentang obyek fisik dan lingkungan melalui proses
perekaman, pengukuran, dan interpretasi citra pada foto dan pola radiasi
elektromagnetik serta gejala lain [Santoso. B, 2001]. Fotogrametri
merupakan suatu proses pemetaan yang dilakukan dengan mengolah sebuah
foto udara. Foto udara merupakan foto yang proses pengambilan gambarnya
dilakukan di udara dengan menggunakan kamera yang terpasang pada suatu
perangkat yang melayang di udara seperti pesawat atau UAV. Kamera
tersebut mempunyai fokus tertentu. Selanjutnya, foto udara yang dihasilkan
itu diolah dengan melakukan pengkajian terhadap foto. Proses ini disebut
sebagai interpretasi foto udara. Dalam menginterpretasikan foto udara
diperlukan alat bantu berupa stereoskop dan paralaks bar.
Sebelum proses interpretasi foto dan proses selanjutnya dilakukan
perlu didapatkan beberapa informasi penting untuk pengolahan fotogrametri.
Informasi tersebut adalah fidusial mark, titik utama (principal point), nivo,

1|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

waktu pemotretan, tinggi terbang, arah dan tanggal terbang serta model foto
itu sendiri. Informasi ini terdapat pada foto hasil perekaman dan biasa
disebut informasi tepi. Adapun prinsip yang digunakan dalam interpretasi
foto terdiri dari 7 (tujuh) kunci interpretasi yang meliputi : bentuk, ukuran,
pola, rona, bayangan, tekstur, dan lokasi. Dengan beracuan pada 7 (tujuh)
kunci tersebut maka kita dapat mengidentifikasi dengan jelas objek yang
sebenarnya.
Untuk praktikum kali ini ditugaskan untuk interpretasi sebuah foto
udara kawasan kampus ITS Surabaya, kemudian menghitung skalanya
dengan menghitung perbandingan antara fokus kamera dan tinggi terbang
serta dengan metode perbandingan jarak di foto dan jarak sebenarnya.
I.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum Fotogrametri I ini adalah supaya mahasiswa
dapat memahami dan mengaplikasikan materi analisa dan interpretasi foto
udara.
Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain :
1. Mahasiswa dapat mengenal dasar atau materi produk pemotretan dan
kualitas foto udara.
2. Mahasiswa dapat membaca informasi pada foto udara dan mengenal
obyek pada posisi tegak.
3. Mahasiswa dapat menganalisis dan menginterpretasi hasil foto
udara.

BAB II
2|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

DASAR TEORI
2.1. Definisi Fotogrammetri
Nama "fotogrametri" berasal dari tiga kata Yunani phos atau phot
yang berarti cahaya, gramma yang berarti surat atau sesuatu yang ditarik, dan
metrein, kata benda dari ukuran.
Fotogrametri telah didefinisikan oleh American Society for Photogrammetry
and Remote Sensing sebagai seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk
memperoleh informasi yang akurat tentang obyek fisik dan lingkungan
melalui proses perekaman, pengukuran, dan menafsirkan gambar foto dan
pola energi elektromagnetik radiasi dicatat dan fenomena lainnya.
Fotogrammetri adalah disiplin teknik dan oleh karena itu sangat
dipengaruhi oleh perkembangan ilmu komputer dan elektronik. Penggunaan
komputer yang semakin meningkat telah dan akan terus memiliki dampak
yang besar pada fotogrametri. Disiplin adalah, seperti yang lainnya, terus
mengalami perubahan. Hal ini menjadi sangat jelas dalam pergeseran dari
analog ke metode analisis dan digital.

Gambar 2.1 Tabel Fotogrametri


Fotogrametri Terbagi menjadi dua bidang yang berbeda:
1. Metric Photogrammetry, terdiri dari membuat pengukuran yang tepat dari
foto dan sumber informasi lain untuk menentukan, secara umum, lokasi
relatif titik;
3|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

2. Interpretative Photogrammetry, yaitu mengenali dan mengidentifikasi


objek dan menilai signifikansi mereka melalui analisis yang cermat dan
sistematis.
2.2. Foto udara
Foto udara merupakan sebuah gambar yang dicetak pada media
kertas (foto) yang dihasilkan dari hasil pemotretan dengan perekaman secara
fotografi. Foto udara ini adalah salah satu produk dari bidang ilmu geografi
dalam mengambil obyek, daerah, atau fenomena yang ada di permukaan bumi
ini menggunakan alat berupa kamera dengan proses perekaman secara
fotografik dengan bantuan detector atau alat pendeteksi berupa film. Film
hasil perekaman ini kemudian dicetak secara kimiawi dalam ruang gelap agar
mendapatkan hasil gambar yang sempurna.
Citra foto ini didapatkan dengan

cara

memotret

dengan

menggunakan sebuah wahana (atau alat transportasi) biasanya berupa balon


udara, pesawat udara, gantole, pesawat ultra-ringan, dan pesawat tanpa awak.
Pemotretan ini dilakukan dengan menentukan tujuan pemotretan (disesuaikan
dengan tujuan pemetaan pula), menentukan jalur penerbangan, dan
menentukan arah penerbangan. Dengan bantuan kamera udara dan pesawat
udara ini, maka pemotretan udara dapat dilakukan.
Berdasarkan sudut pengambilannya, foto udara dikategorikan menjadi tiga
bagian yaitu:
1. Foto udara vertikal, adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya
sumbu kamera sejajar dengan arah gravitasi;
2. Foto udara miring, adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya
sumbu kamera sengaja dimiringkan;
3. Foto udara sangat miring, adalah foto yang pada saat pengambilan
objeknya sumbu kamera sengaja dimiringkan sampai terlihat horizon.
2.3. Keterangan Tepi Foto Udara
Pada foto udara, selalu terlihat beberapa keterangan tambahan pada
bagian tepinya. Keterangan tambahan tersebut biasa juga disebut keterangan
tepi. Keterangan tepi pada foto udara tersebut memiliki fungsi masing-masing
yang berisi informasi untuk foto udara tersebut.

4|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

1
6

2
5
Gambar 2.2 Lembar Foto Udara
Table 2.1 Nama dan Fungsi Pada Lembar Foto Udara
No.
1.

Nama
Nivo/level

Fungsi
Mengetahui kondisi kemiringan antara pesawat
udara dengan kamera yang digunakan untuk
pemotretan terhadap permukaan bumi. Pada Level
ini,

terdapat

menandakan

nivo/gelembung
kemiringan

udara

kamera

yang
untuk

pemotretan.

5|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

2.

Panjang fokus

Mengetahui besar panjang focus kamera yang

3.

Jam

digunakan.
Memberikan

informasi

waktu

pemotretan.

Efektifnya pemotretan dilakukan pada pagi hari


atau tidak ada/sedikit gangguan atmosferik (awan,
4.

Altimeter

mendung, kabut, dll).


Memberikan informasi tinggi terbang pesawat
terhadap

permukaan

berpengaruh
5.

6.

pada

skala

bumi.
foto

Ketinggian
udara

yang

Fiducial Mark

dihasilkan.
Mengetahui orientasi titik tengah pada foto udara.

(Titik Fidusial)

Minimal terdapat 8 titik.

Nomor seri

Mengetahui jenis lensa kamera yang digunakan.

kamera
7.

Nomor foto udara

Memberikan informasi nomer seri foto udara,


untuk

dapat

digunakan,
8.

diurutkan
Memberikan

pada

saat

hendak

informasi

lokasi

Asal usul foto

pemotretan dan waktu/tanggal pemotretan.


Informasi mengenai pembuat, pengelola, dan

udara

pemilik foto udara.

2.4. Interpretasi Foto Udara


Interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara dan atau citra
dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya
objek tersebut. Penglaman sangat menentukan hasil interpretasi, karena
persepsi pengenalan objek bagi orang-orang yang berpenglaman biasanya.
Ada tiga hal penting yang diperlukan dalam proses interpretasi yaitu deteksi,
interpretasi dan analisis. Deteksi citra merupakan pengamatan tentang adanya
suatu objek, misalkan pendeteksian objek disebuah daerah dekat perairan.
Identifikasi atau pengenalan merupakan upaya untuk mencirikan objek yang
telah di deteksi dengan menggunakan keterangan yang cukup.

6|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

Identifikasi adalah kegiatan untuk mengenali obyek yang tergambar pada


citra yang dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor dengan
alat stereoskop. Ada tiga ciri utama yang dapat dikenali:
1. Ciri Spektral
Ciri spektral yaitu ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga
elektromagnetik dengan obyek. Ciri spektral dinyatakan dengan rona dan
warna. Adapun faktor yang mempengaruhi rona adalah:
Karakteristik objek (permukaan kasar atau halus)
Bahan yang digunakan (jenis film yang digunakan)
Pemrosesan emulsi (diproses dengan hasil redup, setengah redup
dan gelap)
Keadaan cuaca (cerah/mendung)
Letak objek (pada lintang rendah atau tinggi)
Waktu pemotretan (penyinaran pada bulan Juni atau Desember)
2. Ciri Spasial
Untuk mengenali objek di muka bumi maka diperlukan
pengetahuan berbagai unsur yang membantu dalam pengenalan tersebut.
Ciri spasial adalah ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi:
Tekstur adalah frekwensi perubahan rona pada citra. Biasa dinyatakan;
kasar, sedang dan halus;
Bentuk adalah gambar yang mudah dikenali;
Ukuran adalah ciri obyek berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume.
Ukuran obyek pada citra berupa skala;
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai banyak
obyek bentukkan manusia dan beberapa obyek alamiah;
Situs adalah letak suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya;
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di
daerah gelap. Bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang
penting dari beberapa obyek yang justru dengan adanya bayangan
menjadi lebih jelas;
Asosiasi adalah keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek
lainnya.
3. Ciri Temporal
Ciri temporal adalah ciri yang terkait dengan benda pada saat
perekaman, misalnya; rekaman sungai musim hujan tampak cerah, sedang
pada musim kemarau tampak gelap. Penilaian atas fungsi obyek dan kaitan

7|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

antar obyek dengan cara menginterpretasi dan menganalisis citra yang


hasilnya berupa klasifikasi yang menuju ke arah teorisasi dan akhirnya
dapat ditarik kesimpulan dari penilaian tersebut.
2.5. Skala
Skala peta mewakili hubungan antara jarak pada peta dan sesuai
jarak di tanah. Skala diwakili dalam dua cara yang berbeda pada peta
topografi. Yang pertama adalah skala rasio. Skala rasio di peta ini adalah 1:
24.000, artinya adalah bahwa satu inci pada peta mewakili 24.000 inci di
tanah. Atau satu cm pada peta mewakili 24.000 cm di atas tanah (atau unit
lainnya). Di bawah skala rasio adalah skala grafis yang mewakili jarak dalam
mil, kaki dan meter. Skala grafis dapat digunakan untuk membuat estimasi
cepat jarak pada peta. Berdasarkan bentuknya, skala terbagi menjadi tiga
bagian:
1. Skala verbal, merupakan bentuk sederhana dari skala peta. Sebuah skala
verbal hanya menyatakan jarak apa pada peta sama dengan jarak apa di
lapangan;
2. Skala pecahan, skala pecahan ditulis sebagai pecahan (1/2500) atau
sebagai rasio (1: 2.500). Tidak seperti skala verbal, skala pecahan tidak
memiliki unit. Sebaliknya terserah kepada pembaca peta untuk
memberikan unit nya sendiri.
3. Skala grafis/batang, yaitu garis yang ditarik pada peta panjang tanah yang
diketahui. Biasanya ada tanda jarak sepanjang garis. Skala batang
memungkinkan untuk estimasi visual cepat jarak. Jika ingin lebih presisi,
letakkan tepi selembar kertas antar titik pada peta yang ingin diketahui
jaraknya.
2.6. Skala Foto Udara diatas Medan yang Datar

8|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

Gambar 2.3 Sketsa Foto Udara

Skala foto vertikal di medan datar hanya rasio jarak foto ab ke tanah
jarak yang sesuai AB. skala yang dapat dinyatakan dalam panjang fokus
kamera f dan tinggi terbang di atas tanah H' dengan menyamakan segitiga
yang sama Lab dan LAB sebagai berikut:

9|Page

Laporan Praktikum Fotogrametri

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
3.1. Waktu Dan Tempat
Praktikum pertama

Fotogrametri

Dasar

untuk

menganalisa

dan

mengintrepretasikan foto udara dilakukan sebanyak dua kali yaitu :


I.
Praktikum Laboratorium
Hari / Tanggal : Rabu, 02 Maret 2016
Waktu
: 07.30 09.00
Tempat
: Ruang Sidang 1
II.
Praktikum Lapangan
Hari 1
Hari / Tanggal : Kamis, 03 Maret 2016
Waktu
: 07.00 09.00
Tempat
: Stadion ITS, Jalan raya depan Jurusan Material
dan Metalurgi, wisma
Hari 2
Hari / Tanggal
Waktu
Tempat

: Senin, 07 Maret 2016


: 16.30 17.30
: Kolam Rektorat dan Lingkar Perpustakaan

3.2. Personil

10 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

Daftar nama anggota kelompok satu Fotogrametri Dasar Kelas B


beserta tugasnya pada praktikum kali ini adalah :
Tabel 3.1 Nama Dan Tugas Kelompok 1B
No
1

Nama
Wahyu Teo

NRP

Tugas

(3512100030)

Parmadi

Praktikum Laboratorium
mengidentifikasi foto (focus,
waktu dan tanggal, ketinggian,

pihak yang terlibat)


Praktikum lapangan mengukur
area lingkar perpus dan kolam

Aulia

(3513100035)

Rachmawati

rektorat
Mengerjakan laporan Bab I
Praktikum Laboratorium
mengidentifikasi foto (focus,
waktu dan tanggal, ketinggian,

pihak yang terlibat)


Praktikum lapangan mengukur
area lingkar perpus dan kolam
rektorat
Mengerjakan laporan Bab III
3

Desviachmad

(3513100058)

Caprilio

Gita Rizki

Praktikum Laboratorium
menentukan arah terbang, arah

utara
Praktikum lapangan mengukur

area wisma
Mengerjakan laporan Bab II

(3514100001)

Amalya

Praktikum Laboratorium
menganalisa foto yaitu
menentukan lima objek yang

akan diukur.
Praktikum lapangan mengukur

11 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

area wisma, jalan raya depan


jurusan Material dan Metalurgi,

Pangestu

(3514100003)

Jumiagra

dan lapangan stadion ITS


Mengerjakan laporan Bab V
Praktikum Laboratorium
menghitung hasil skala pada

peta foto.
Praktikum lapangan mengukur
area wisma, jalan raya depan
jurusan Material dan Metalurgi,

dan lapangan stadion ITS


Mengerjakan laporan Bab IV

3.3. Alat dan Bahan


Pada praktikum Fotogrametri Dasar I ini dibutuhkan alat dan bahan sebagai
berikut ;
1. Foto udara kampus ITS Skala 1: 5000
2. Mistar
3. Selotip bening
4. Mika transparan
5. Pita ukur
6. Boxy minimal 3 warna

3.4. Metodologi Pekerjaan

Mulai
Mengukur objek di
lapangan
Mengitung skala dan
membandingkannya

Menempatkan mika
di atas foto udara

Persiapan alat
dan bahan
Menandai 5 objek
pada foto udara
Laporan

Menganalisa foto
udara
Selesai
12 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

Gambar 3.1 Diagram Alir Metodologi Pekerjaan


Penjelasan diagram alir di atas adalah :
1. Menyiapkan alat dan bahan.
Alat dan bahan yang telah dipersiapkan ditaruh di atas meja
2. Menempatkan mika di atas foto udara
Foto udara yang telah berada di atas meja diatasnya ditempatkan mika
lalu diselotip supaya tidak bergeser.
3. Mengenalisa foto udara
Hal-hal yang dianalisa pada lembar foto udara adalah:
Informasi tepi foto
Menentukan fiducial mark dan titik utama
Menentukan arah utara dan terbang
4. Menandai Menandai 5 objek pada foto udara
Lima objek dipilih secara acak lalu ditandai menggunakan boxy pada
lembar mika lalu kemudian diukur menggunakan mistar.
5. Mengukur objek di lapangan
Objek-objek yang telah diukur pada foto udara diukur di lapangan
menggunakan pita ukur
6. Menghitung skala dan membandingkannya
Hasil pengukuran yang telah didapat dari foto dan dari lapangan
selanjutnya dihitung untuk didapatkan nilai skala actual dan dkala foto
yang kemudian dibandingkann hasilnya.
7. Laporan
Menyusun laporan berdasarkan hasil dari praktikum.

13 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

BAB IV
PEMBAHASAN DAN ANALISA
4.1. Pembahasan
4.1.1

Informasi Foto Udara


1.
Waktu Foto Udara
Tanggal : 29 Juni 2002
Waktu
: 8.15
2.
Nilai Fokus Foto Udara
f = 152,12 mm
3.
Arah Terbang
Arah terbang foto udara adalah 2680 dari utara
4.
Tinggi Terbang
Tinggi terbang yang didapat dari altimeter adalah 850 m

4.1.2

Perhitungan Skala Hasil Pengukuran ( Aktual )


Tabel 4.1 Perhitungan Skala Aktual

No Objek
1

Jarak
Foto
1.1

RataRata
1.06

Jarak
Ukur
6670.5

RataRata
6670.48

Skala
6292.906

Rata-Rata
Skala
5587.086118

14 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

1.05
6670.6
1
6670.5
1.05
6670.4
1.1
6670.4
0.3
1253.3
0.29
1253.5
B
0.28
0.294
1253.4
1253.4 4263.265
0.3
1253.4
0.3
1253.4
0.38
2377.8
0.37
2378
C
0.37
0.38
2377.9
2377.9 6257.632
0.39
2377.9
0.39
2377.9
1.95
11542.5
2
11542.3
D
1.9
1.96
11542 11542.28 5888.918
2
11542.3
1.95
11542.3
0.35
1622.2
0.3
1622.3
E
0.3
0.31
1622.1
1622.14 5232.71
0.29
1622.2
0.31
1621.9
Keterangan
:
Kode A = Lebar Lapangan Sepak Bola ITS
Kode B = Lebar Kolam Rektorat ITS
Kode C = Jari - Jari Lingkar Perpustakaan
Kode D = Jalan Depan Jurusan Teknik Material dan Metalurgi
Kode E = Panjang Wisma ITS
Berdasarkan tabel perhitungan di atas, diketahui bahwa nilai skala
aktual adalah

4.1.3

1: 5587.086118

Perbandingn Skala Hasil Pengukuran ( Aktual ) dan Skala Foto


1. Skala Foto
Skala Foto dapat dihitung dengan rumus

Keterangan
:
f = Fokus foto udara

15 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

H = Ketinggian foto udara


Berdasarkan rumus di atas skala foto dapat dihitung

Nilai dari skala foto adalah 1: 5587.693926


2. Perbandingan Skala
Setelah dihitung, didapat nilai dari skala aktual dan skala foto.
Nilai dari skala aktual adalah 1: 5587.086118 sedangkan nilai dari
skala foto adalah 1: 5587.693926
4.2 Analisa
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai skala aktual dan nilai skala
foto hampir sama persis. Namun nilai skala yang hampir sama tidak
membuktikan bahwa ketika melakukan pengukuran di lapangan praktikan
melakukan pengukuran dengan benar, karena nilai skala aktual yang
didapat merupakan hasil rata-rata dari setiap skala yang dihitung terhadap
lima objek yang dipilih.
Ketika melihat dari hasil perhitungan skala terhadap lima objek yang
dipilih terdapat kejanggalan pada nilai skala yang didapat. Kejanggalan
yang terjadi diantaranya :
- Pebedaan nilai skala yang cukup besar
- Nilai skala yang dimiliki kolam rektorat dan jari jari lingkar
perpus bebeda jauh meskipun dua tempat ini letaknya cukup
dekat.
Kejanggalan yang terjadi bukan berarti tanpa sebab. Menurut
praktikan kejanggalan yang terjadi disebabkan oleh :
- Pemilihan objek yang terlalu pendek
- Objek yang dipilih telah mengalami perubahan karena perbedaan
waktu pengukuran dan waktu pengambilan foto kurang lebih 14
tahun
- Perbedaan titik-titik pengukuran lapangan dan foto udara.

16 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum ini skala aktual memiliki nilai yang hampir
sama dengan skala foto. Namun nilai antara skala aktual dan skala foto juga
dapat berbeda, karena berbagai gangguan dan kesalahan dalam melakukan
pengukuran maupun dalam pengambilan foto udara dapat terjadi.

17 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

DAFTAR PUSTAKA
Wolf, Paul R., Dewitt, Bon A., Wilkinson, Benjamin E. 2014. Elements of
Photogrammetry with Applications in GIS Fourth Edition. New
York: McGraw-Hill Education
Schenk, Toni. 2005. Introduction to Photogrammetry. Ohio: Department of Civil
and Environmental Engineering and Geodetic Science, The Ohio
State University
Wicaksono, Felix Yanuar Endro. 2009. Apa Itu Foto Udara?. Yogyakarta: Badan
Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DIY
Chemeketa

Community

College.

Map

http://faculty.chemeketa.edu/afrank1/topo_maps/

Scale.
scale.htm

(Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)


Anonim.

Interpretasi

Foto

Udara.

https://www.academia.edu/7274394/Interpretasi_Foto_Udara
(Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

18 | P a g e

Laporan Praktikum Fotogrametri

LAMPIRAN

19 | P a g e