Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN KEGIATAN HOME VISITE

1. Latar Belakang
Ulkus kaki diabetik masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia,
karena kasus yang semakin meningkat, ulkus bersifat kronis dan sulit sembuh,
mengalami infeksi dan iskemia tungkai yang berisiko amputasi bahkan
mengancam jiwa, membutuhkan sumber daya kesehatan yang besar, sehingga
memberikan beban sosio-ekonomi bagi pasien, masyarakat dan negara.
Peningkatan populasi penderita diabetes melitus (DM), berdampak pada
peningkatan kejadian ulkus kaki diabetik sebagai komplikasi kronis DM, dimana
sebanyak 15-25% penderita DM mengalami ulkus kaki diabetik. Di Indonesia,
berdasarkan laporan Riskesdas 2007 yang dikeluarkan oleh badan penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Depkes RI, prevalensi nasional penyakit DM adalah
1,1%. Indonesia kini menduduki rangking keempat jumlah penyandang DM
terbanyak. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia
dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030.
2. Permasalahan di Keluarga
Terdapat beberapa permasalahan di keluarga yang membuat pasien
membiarkan ulkus kaki diabetiknya tidak diobati. Permasalahan tersebut antara
lain sebagai berikut:
a. Pasien dan keluarga pasien merupakan warga masyarakat dengan kategori
kurang mampu dari segi ekonomi
b. Pasien hidup sendiri dikarenakan permasalahan keluarga. Suami pasien
telah meninggal dan pasien tidak ada yang mengurus
c. Pasien menganggap awal dari luka di kaki tertusuk paku hanya
permasalahan kecil sehingga pasien tidak menghiraukannya.
d. Pasien membiarkan luka tersebut tidak diobati sampai menjadi parah dan
menjadi ulkus kaki diabetik
e. Awalnya pasien tidak mengetahui bahwa pasien mengidap penyakit DM.

f. Rumah pasien yang tergolong jauh dari puskesmas maupun faskes lainnya
serta sulit mendapatkan transportasi menjadi salah satu alasan pasien tidak
mengobatinya
3. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Perencanaan dan pemilihan intervensi untuk mengobati pasien antara lain :
a. Menjelaskan penyakit pasien
b. Menjelaskan penyakit pasien harus segera diobati
c. Melakukan intervensi yaitu segera membawa pasien ke puskesmas untuk
dilakukan penanganan selanjutnya
4. Pelaksanaan (proses intervensi)
Proses intervensi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Pasien pertama dilakukan pemeriksaan lab yaitu gula darah sewaktu
(GDS)
b. Setelah itu pasien diberitahu keadaan pasien sekarang dan penyakitnya
c. Pasien di edukasi agar selalu memeriksakan diri ke dokter
d. Bekerjasama dengan ketua RT setempat maupun Camat setempat agar
bisa saling membatu terutama dari transportasi ke faskes terdekat.
e. Memberikan edukasi kepada pasien agar dirujuk ke rumah sakit untuk
diberikan tatalaksana selanjutnya.
5. Monitoring dan Evaluasi
Evaluasi serta monitoring yang dilakukan adalah dengan cara bekerjasama
dengan RT setempat serta kader puskesmas setempat agar selalu memberikan
kabar tentang progresivitas pengobatan pasien.
Singaparna, 11 Januari 2016
Peserta

( Ramos Sohumuntal)

Pendamping

(dr. H.M. Dhama W.P.)