Anda di halaman 1dari 5

Makalah Pentingnya Ilmu dan Menuntut Ilmu

Pengertian Ilmu dan Menuntut Ilmu


# Pengertian Ilmu
Secara bahasa pengertian ilmu adalah lawan kata bodoh/Jahil, sedang secara istilah berarti
sesuatu yang dengannya akan tersingkaplah segala hakikat yang secara sempurna. Secara
istilah Syari pengertian ilmu yaitu, ilmu yang sesuai dengan amal, baik amalan hati, lisan
maupun anggota badan dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw.[1]
Ibnu Munir berkata : Ilmu adalah syarat benarnya perkataan dan perbuatan, keduanya tidak
akan bernilai kecuali dengan ilmu, maka ilmu harus ada sebelum perkataan dan perbuatan,
karena ilmu merupakan pembenar niat, sedangkan amal tidak akan di terima kecuali dengan
niat yang benar.[2]
Dalam pengertian lain Ilmu itu modal, tak punya ilmu keuntungan apa yang bisa didapat,
ilmu adalah kunci untuk membuka pintu kebaikan kesuksesan, kunci untuk menjawab
pertanyaan dan masalah di dunia . . . [3]
Berdasarkan beberapa definisi tentang pengertian ilmu di atas dapat disimpulkan bahwa, ilmu
merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia karena dengan ilmu semua
keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah baik
secara lisan (perkataan), maupun berupa perbuatan (anggota badan), tanpa ilmu kesuksesan
tak pernah ketemu karena ilmu merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seperti
kebutuhan manusia akan oksigen untuk bernapas.
# Pengertian Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah
laku dan perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan
menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.[4]
Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaiman sabda Nabi Muhammad Saw.
Artinya :
Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan
Muadz bin Jabbal berkata : Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan
wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya
adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.[5]
Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan.
Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu
ke arah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang
ada pada setiap individu.

Waktu untuk menuntut ilmu tidak terbatas pada usia masuk sekolah dasar atau Madrasah
Ibidaiyah sampai keperguruan tinggi, tetapi masa untuk menuntut ilmu ialah sejak manusia di
lahirkan dan berakhir pada saat manusia meninggal dunia, orang barat menyebtnya Long
Life Education pendidikan seumur hidup. Orang yang menuntut ilmu akan diberikan pahala
yang sangat besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh muslim, Abu Daud, Tirmidzi,
dan lain-lain dari shabat Abu Hurairah, Rasulullah Saw. Bersabda :
Artinya :
Barangsiapa berjalan di suatu tempat guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan
baginya jalan ke Syurga.[6]
Pentingnya Menuntut Ilmu
Ilmu amatlah luas, jika di pelajari tidak akan pernah selesai, selama bumi masih berputar,
selama hayat di kandung badan selama itu pula manusia memerlukan ilmu pengetahuan islam
tidak hanya cukup pada perintah menuntut ilmu, tetapi menghendaki agar seseorang itu terus
menerus melakukan belajar, karena manusia hidup di dunia ini perlu senantiasa
menyesuaikan dengan alam dan perkembangan zaman. Jika manusia berhenti belajar
sementara zaman terus berkembang maka manusia akan tertinggal oleh zaman sehingga tidak
dapat hidup layak sesuai dengan tuntutan zaman, terutama pada zaman sekarang ini, zaman
yang di sebut dengan era globalisasi, orang di tuntut untuk memiliki bekal yang cukup
banyak, berupa ilmu pengetahuan. Bahkan kalau perlu menuntut ilmu di lakukan tidak hanya
di tempat yang dekat tetapi kalau perlu harus mengembara untuk menuntut ilmu di tempat
yang jauh. Seperti sabda Rasulullah Saw. :
Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.[7]
Disebutkan negara Cina karena pada zaman Nabi Muhammad pada permulaan abad VII
Masehi negeri yang terjauh dan terkenal di Arab adalah negeri Cina tampak asal barangbarang mewah seperti kain sutera, porselin atau keramik.
Makin tinggi seseorang menuntut ilmu, makin tinggi pula nilai ilmu yang ia miliki, makin
tinggi ilmu seseorang makin banyak kesempatan bagi orang tersebut untuk dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya.[8]
Peranan ilmu pengetahuan dalam kehidupan seseorang sangat besar, dengan ilmu
pengetahuan, derajat manusia akan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Seperti
firman Allah dalam Surat Al-Mujaadilah ayat ; 11
( st? !$# t%!$# (#qZtB#u N3ZB t%!$#ur (#q?r& zO=9$#
;My_u?y? 4 !$#ur $yJ/ tbq=yJs? ?7yz
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan.[9]
Segala jenis pekerjaan yang dilakukan selalu memerlukan ilmu pengetahuan, dalam
kehidupan sehari-hari misalnya, dapat dilihat bahwa pada umumnya orang yang memiliki
ilmu pengetahuan yang tinggi, taraf kehidupannya lebih baik dari pada orang yang tidak

memiliki ilmu pengetahuan atau orang ilmu pengetahuannya rendah, baik ilmu agama
maupun ilmu umum biasanya tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi atau menyediakan
kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya untuk makan, pakaian, obat-obatan dan tempat tinggal.
Satu hal yang lebih penting lagi, bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh,
tidak mudah terombang-ambing tidak mudah tergoda oleh bujukan syetan. Sebagaimana
sabda Rasulullah Saw.
Artinya :
Seseorang yang alim lebih sulit di goda oleh syetan dari pada seribu orang yang ahli ibadah
(tetapi tidak berilmu), (H.R. Turmudzi).[10]
Allah menyuruh manusia untuk menuntut ilmu tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu
umum. Dimana kedua ilmu ini selain memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia itu
sendiri, juga memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat serta bagi bangsa dan
negara.
Dapat di lihat dalam kehidupan masyarakat terjadinya gangguan ketertiban di akibatkan
karena beberapa faktor, salah satunya ialah kurangnya ilmu pengetahuan yang di miliki oleh
anggota masyarakat itu, seperti :
1. Kurangnya pengetahuan agama dalam suatau anggota masyarakat mengakibatkan
kurang mengerti / paham tentang batas-batas halal dan haram sehingga cenderung
berbuat seenaknya, tidak tahu malu, dan tidak tahu sopan santun.
2. Kurangnya pengetahuan umum karena tidak bersekolah atau putus sekolah, sehingga
tidak terampil menciptakan pekerjaan sendiri, sulit mencari pekerjaan akibatnya sulit
mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jika keadaannya
demikian ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan tentang agama maka orang
mudah terjerumus kedalam perbuatan yang dilarang oleh agama seperti berjudi,
mencuri, merampok, bahkan membunuh.
Islam sangat memperhatikan kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana firman Allah Swt,
yang artinya, Peliharalah diri dan keluargamu dariapi neraka. Keluarga adalah masyarakat
terkecil, jika semua keluarga di dalam masyarakat itu baik, maka baik pulalah kehidupan
dalam masyarakat dan alangkah indahnya sesuatu masyarakat yang anggota masyarakatnya
memiliki keterpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Tidak dapat di sangkal lagi bahwa ilmu pengetahuan sangat besar peranannya bagi bangsa
dan negara, sejarah telah membuktikan bahwa negara yang maju adalah negara yang maju
ilmu pengetahuannya. Dahulu, sekitar tahun 1945 1966 tingkat kesejahteraan rakyat
Indonesia masih rendah, hal itu disebabkan karena pada waktu itu taraf pendidikan rakyat
indonesia masih rendah. Namun sekarang pada umumnya sudah baik itu semua berkat usaha
pemerintah dalam meningkatkan taraf penguasaan ilmu pengetahuan melalui wajib belajar
bagi setiap warga negara ialah 9 tahun (tingkat SLTP).
Pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia karena tanpa ilmu sedikit sekali
yang dapat diperbuat manusia dalam hidupnya.[11] Suatu contoh : untuk memperoleh
pekerjaan saja perusahaan atau instansi, baik negeri maupun swasta selalu mempertanyakan

Ijazah, orang yang memiliki ijazah tinggi akan memperoleh jabatan dan ditempatkan di
tempat yang sesuai dengan ijazahnya, sebaliknya orang yang memiliki ijazah yang rendah di
tempatkan pada posisi yang rendah sesuai dengan ijazahnya.
Pentingnya Mengamalkan Ilmu
Ilmu yang telah didapat dari usaha menuntut ilmu adalah untuk di amalkan karena ilmu itu
terjaga dan tidak mudah hilang apabila telah diamalkan, terkhusus pada diri sendiri, apakah
ilmu yang telah didapat di amalkan pada kebaikan diri sendiri karena sebelum mengamalkan
ilmu pada orang lain setidaknya telah diamalkan pada diri sendiri. Setinggi apapun seseorang
menuntut ilmu jika tidak di amalkan maka dengan sendirinya ilmu tersebut akan mudah
hilang, ilmu akan bertambah jika di amalkan sebaliknya ilmu akan menghilang jika tidak di
amalkan.
Diantara salaf ada yang berkata-kata : usaha kami untuk menjaga ilmu yang kami miliki
bersandar pada amalan kami, sebagian lagi mengatakan : ilmu itu menuntut untuk di
amalkan, jika tuntutan ilmu itu telah terpenuhi maka ia akan menetap dan jika tidak di penuhi
maka ia akan pergi menghilang.[12]
Sekecik apapun ilmu yang diajarkan kepada orang lain selama itu bersifat kebaikan niscaya
Allah akan senantiasa meridhainya. Ibnu Abbas berkata : Sesungguhnya orang yang
mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan melata akan menohonkan
ampunan baginya, termasuk pula ikan paus di lautan, (Mukhtasar Minhajul Qashidin ;
11).[13] Orang yang mengajarkan ilmu akan mendapatkan balasan pahala seperti pahala
orang yang mengamalkan ilmu tersebut, dan yang lebih utamanya lagi ialah pahala seorang
alim akan terus bermanfaat dan tidak akan terputus meskipun telah wafat.
Dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan menyeru kepadaNya serta berlaku
sabar dalam menjalaninya agr ilmu yang telah di peroleh memiliki buah yang baik dan dapat
berkembang, dengan demikian banyak orang lain yang dapat menfaat dari ilmu tersebut.
Hendaklah diketahui bahwa hanya dengan ilmu derajat seseorang bisa terangkat, kecuali jika
ilmu tersebut telah diamalkan. Dalam menafsirkan ayat ; Dan kalau kami menghendaki,
sesungguhnya kami tinggikan dengan ayat-ayat itu (QS. Al-Araaf ; 176).[14] Ayat ini
menunjukkan dengan jelas bahwa hanya dengan ilmu, derajat seseorang tidak bisa terangkat,
karena Allah telah mengkhabarkan dalam ayat tersebut bahwa dia telah mendatangkan
kepada sekelompok orang ayat-ayat tersebut, dan ia tidak bisa mengangkat derajat mereka.
Sesungguhnya derajat orang yang berilmu hanyalah terangkat sesuai dengan kadar
pengemalannya dan seseorang yang telah mengamalkan ilmu yang telah di dapatnya niscaya
Allah Swt akan mengajarkan kepadanya ilmu yang belum di kehendakinya.

[1] Abu Fatiah Al-Adnani, op.cit. hal. 5-6


[2] Ibid. hal. 14
[3] Solikin Abu Izudin. Loc.cit.
[4]Ibid.

[5]Abu Fatiah Al-Adnani, loc.cit


[6] Drs. Masan Al-Fat.,et.al., Aqidak Akhlak (Semarang, 1994),hal. 142-143
[7] Ibid.
[8]Ibid. hal.144
[9] Tafsir
[10]Drs. Masan Al-Fat op.cit, hal. 146
[11] Solikin Abu Izzudin, loc.cit,.
[12] Abu Fatiah Al-Adnani, op.cit, hal. 18
[13] Ibid, hal. 10
[14] Ibid, hal.10