Anda di halaman 1dari 8

8.

GOTECH UNUVERSAL TESTING MACHINE

a.Gamabar dan Skema Alat

Gambar 7. Skematik Alat Pengujian Tarik.


Bagian-bagian dan fungsi alat :
1.
2.
3.
4.

Load cell : sebagai penahan bagian atas specime yang nantinya akan menarik specimen ke ats
Moving crosshead : sebagai penahan specimen bagian bawah yang akan menarik bahan kebawah
Specimen : bahan yang duji/dilakukan penarikan.
Extensiometer : alat yang dipasang pada specimen/bahan yang berfungsi mengukur pertambahan
panjang specimen dan hasil dari alat ini akan terbaca di komputer.

Gambar 8. Universal Testing Machine For Tensile Test

Gambar 9. proses pengujian tensile test

Gambar 10. Specimen yang telah diuji


b.Cara Kerja
Pemberian Tanda pada Benda Uji
1. Setelah menerima benda uji dari customer, lakukan pengecekan berikut :
a.

Identifikasi dan tanda pada benda uji dan dokumen perintah atau permintaan kerja.

b.

Jika customer tidak memberi identifikasi pada benda uji atau tidak menerima dokumen
perintah kerja, hubungi customer untuk mendapatkan identifikasi yang sejelasnya secara tertulis
atau melalui media elektronik.

c.

Tipe dari pengujian dan standar pengujian yang akan digunakan untuk benda uji.

d.

Tinjau tipe dari pengujian jika pengujian yang dibutuhkan dapat dilakukan sesuai dengan
standar pengujian.

2. Identifikasi customer atau dari PT.Hi-Test untuk penelusuran diberikan pada benda uji untuk
mencegah terjadi kebingungan dalam penanganan benda uji saat persiapan spesimen pengujian.
Pemberian Lokasi Pemotongan Benda Uji
1.

Identifikasi arah pengelasan dari material bila berasal dari plat. Jika tidak ada tanda yang
diberikan, hubungi customer untuk mendapatkan kejelasan informasi.

2.

Jika berasal dari pipa, pastikan pengujian yang dilakukan arah longitudinal atau arah transversal.

3.

Tandai lokasi pengambilan spesimen sesuai dengan standar atau sesuai instruksi customer.

Pembuatan Spesimen untuk Pengujian.


1.

Tentukan lokasi pemotongan untuk mempersiapkan spesimen uji tensile hasil pengelasan.

2.

Potong benda uji sesuai jumlah dan ukuran spesimen kasar yang dibutuhkan.

3.

Beri tanda pengenal pada setiap potongan spesimen untuk memberi ketertelusuran dari setiap
spesimen yang sedang dikerjakan dan menunjukkan orientasi notch pada specimen. Beri tanda
pengenal juga pada setiap sisa potongannya.

4.

Ratakan sisi samping dan potongan spesimen dengan mesin milling untuk mendapatkan ukuran
lebar spesimen tensile test yang rata dan paralel. Selanjutnya milling bagian atas dan bawah agar rata
dan paralel.

5. Buat bagian reduction area dan lengkungan pada akhir bagian reduction area dengan ukuran yang
sesuai persyaratan standar pengujian denngan mengganti pahat potongan dena orientasi pemotongan.
6. Ukuran akhir dari spesimen harus sesuai dengan persyaratan standar pengujian yang digunakan.
Tujuan spesimen pengujian charpy tensile test harus disiapkan dan diidentifikasi menurut prosedur.
1. Identifikasi dari spesimen telah di stamp atau di pahat secara baik.
2.

Periksa spesimen tensile test yang telah dipersiapkan apakah ukurannya sesuai dengan spesifikasi
yang ditetapkan.

Cara Pengoperasian Gotech Universal Testing Machine


Cara Pengoperasian Gotech Universal Testing Machine untuk Tensile Test dengan Menggunakan
Extensiometer:
1. Tekan saklar [power] dari Gotech Universal Testing Machine untuk menyalakannya.
2. Nyalakan komputer, monitor dan pointer dengan menekan saklar [ON].
3. Cari pada layar monitor icon GOTECHS TIODE MARK dan kemudian klik dua kali.
4. masukkan pada window setting.
5. turunkan crosshead bahwa dengan menekan tombol [DOWN] pada Operating Control Unit.
6. Pilih pasangan grip yang sesuai bentuk spesimen dan ukuran tebal spesimen, kemudian pasang.
7. Pada program klik file dan klik open dan pilih pengaturan yang akan dipergunakan pada window
pengaturan.
8. Klik pada sampel icon dan masukkan semua data-data yang diperlukan.

9. Naikkan grip pada crosshead atas menggunakan engkol grip. Jepit ujung atas dari spesimen (pastiakan
seluruh panjang dan grip dipergunakan).
10.Naikkan crosshead bawah dengan menekan tombol [UP] pada Operating Control Unit.
11.Posisi dari crosshead diatur sehingga sesuai panjang dari spesimen (pastikan seluruh panjang dari grip
dipergunakan).
12.Pasang extensiometer.
a. Longgarkan baut atas dan bawah untuk memberi jarak antara tip dan supporter lebih besar dari
ketebalan spesimen.
b. Tekan ke atas grip bawah ke posisi yang tepat untuk membuat jarak yang ditandai pada spesimen
sama dengan jarak antara tip atas dan bawah.
c. Pasangkan etensiometer dengan posisi spesimen berada antara tip dan supporter.
d. Cek dan pastikan etensiometer vertikal dan spesimen segaris dengan kedua tip dan supporternya.
e.

Kencangkan secara perlahan kedua baut pengencang atas dan bawah.


Perhatian :Jangan mengencangkan terlalu erat.

13.

Putar secara perlahan flow control valve berlawanan arah jarum jam sampai nilai tertentu untuk
mengatur kecepatan tarik sesuai dengan spesifikasi.

14.

Klik icon [test] untuk memulai pengujian.Setelah pompa hidrolik aktif selama 3 detik, angkat grip
bawah pada crosshead bawah menggunakan engkol grip untuk menjepit ujung bawah dari spesimen
(pastikan seluruh panjang dari grip dipergunakan).

15.Tahan selama beberapa saat sampai pada layar monitor menunjukkan grafik uji tarik yang stabil.
16.Lepaskan engkol grip bawah dan atas.
17.Klik [remove] untuk melepaskan etensiometer saat titik Yield tercapai.
a. Longgarkan baut pengencang atas dan bawah.
b. Keluarkan extensiometer.
18.

Tarik terus sampai beban maksimum tercapai/spesimen patah. Alat uji akan berhenti dengan
sendirinya.

19. Tekan tombol [return] pada operating control unit untuk menentukan meja uji.
20. Tutup flow control valve dan klik icon [stop].
21. Buka grip dengan engkol grip dan keluarkan spesimen.
22. Ukur perpanjangan dan diameter akhir dari spesimen (Hanya dilaksanakan untuk pengujian material
atau all weld).
23. Masukkan perpanjangan dan diameter akhir dari spesimen ketika diminta oleh program komputer.
24. Klik icon print untuk mencetak hasil pengujian.
25. Menutup program dengan menekan [Alt+F4] atau klik tanda silang pada ujung kanan atas window.

Cara Pengoperasian Gotech Universal Testing Mechine untuk Tensile Test tanpa mempergunakan
Extensiometer.
1.

Tekan saklar [power] dari Gotech Universal Testing Machine untuk menyalakannya.

2.

Nyalakan komputer, monitor dan pointer dengan menekan saklar [ON].

3.

Cari pada layar monitor icon GOTECHS TIODE MARK dan kemudian klik dua kali.

4.

masukkan pada window setting.

5.

turunkan crosshead bahwa dengan menekan tombol [DOWN] pada Operating Control Unit.

6.

Pilih pasangan grip yang sesuai bentuk spesimen dan ukuran tebal spesimen, kemudian pasang.

7. Pada program klik file dan klik open dan pilih pengaturan yang akan dipergunakan pada window
pengaturan.
8.

Klik pada sampel icon dan masukkan semua data-data yang diperlukan.

9.

Naikkan grip pada crosshead atas menggunakan engkol grip. Jepit ujung atas dari spesimen
(pastiakan seluruh panjang dan grip dipergunakan).

10. Naikkan crosshead bawah dengan menekan tombol [UP] pada Operating Control Unit.
11. Posisi dari crosshead diatur sehingga sesuai panjang dari spesimen (pastikan seluruh panjang dari
grip dipergunakan).
12. Putar secara perlahan flow control valve berlawanan arah jarum jam sampai nilai tertentu untuk
mengatur kecepatan tarik sesuai dengan spesifikasi.
13. Klik icon [test] untuk memulai pengujian.
14. Setelah pompa hidrolik aktif selama 3 detik, angkat grip bawah pada crosshead bawah menggunakan
engkol grip untuk menjepit ujung bawah dari spesimen (pastikan seluruh panjang dari grip
dipergunakan).
15. Tahan selama beberapa saat sampai pada layar monitor menunjukkan grafik uji tarik yang stabil.
16. Lepaskan engkol grip bawah dan atas.
17. Tarik terus sampai beban maksimum tercapai/spesimen patah. Alat uji akan berhenti dengan
sendirinya.
18. Tekan tombol [return] pada operating control unit untuk menentukan meja uji.
19. Tutup flow control valve dan klik icon [stop].
20. Buka grip dengan engkol grip dan keluarkan spesimen.
21. Ukur perpanjangan dan diameter akhir dari spesimen (Hanya dilaksanakan untuk pengujian material
atau all weld).
22. Masukkan perpanjangan dan diameter akhir dari spesimen ketika diminta oleh program komputer.
23. Klik icon print untuk mencetak hasil pengujian.

24. Menutup program dengan menekan [Alt+F4] atau klik tanda silang pada ujung kanan atas window.
c. Data pengujian
Reference Code
ASME Sect IX : 2004
Test Method
ASTM A370-07a (2007)
Object to be
(as received)
tested
One welded carbon steel to stainless steel plate test sample, size: 38.1 mm thickness
tapered 25 mm thickness to 25 mm thickness, material spec:
SA 516 Gr 70 to SA 240 TP316L, marked: WPS No. TEP-WPS-ASME-120 (PWHT),
process: GTAW+SMAW, position: 3G, welder name: Junaidi (AB-14), for
Welding Procedure Qualification Test.
Type of Test
Reduced Section Tension Test (Transversal Welding)
Environment
25 20C
Temp
Test Specimen No

T1

T2

Measured Thickness
Measured Width

(mm)
(mm)

21.67
19.26

21.60
18.99

Effective Area
Ultimate Tensile Load
Ultimate Tensile
Strength
Location of Failure

(mm)
(kN)
(N/mm)

417.36
220.64
528.66

410.18
219.26
534.53

Base Metal SA 516 Gr


70

Base Metal SA
516 Gr
70
Ductile

Type of Failure

Ductile

d. Pembahasan data

Dalam tensile test ada beberapa perumusan yang berkaitan dengan nilai yang tercatat pada komputer
guna mengetahui nilai yield strength, ultimate tensile strength, elogation dan reduction area pada
materialdan pada weld (hasil pengelasan) hanya nilai ultimate tensile strength.
Test coupon/benda yang akan diuji:
1. Sambungan butt weld pada pelat
2. Material

: SA 516 Gr 70 to SA 240 TP 316L

3. Thickness : inch
4. Metoda las : GTAW + SMAW
5. Electrode : E7016, E7018

Standart pengujian

: ASME SECT IX 2004

Metode pengujian

: ASTM A370 -07a (2007)

Data-data hasil pengukuran selama pengujian :


1. Tipe Test

: Reduced Section Transversal Tensile Test

2. Test specimen no

: T1

3. Measured thickness (t)

: 21.67mm

4. Measured Width (w)

: 19.26 mm

5. Ultimate tensile load (Fu)

: 220.64 kN

Dari data-data di atas akan ditentukan apakah hasil pengujian tersebut memenuhi standar yang
digunakan atau tidak.
Perhitungan
Effective area (A0)

A0 w t
19.26mm 21.67 mm 417.36mm 2
Ultimate Tensile Strength (UTS)

UTS

Fu
A0

220.64kN
417.36mm 2
528.66MPa

UTS

Lokasi dari patahan pada base metal, dengan tipe patahan ulet.
Hasil UTS yang didapat dari pengujian lebih besar dari persyaratan minimum material SA 516 Gr 70
TO SA 240 TP 316L, maka sesuai standar pengujian ASME SECT IX 2004 hasil pengujian ini dapat
diterima.
Data-data hasil pengukuran selama pengujian :
1. Tipe Test

: Reduced Section Transversal Tensile Test

2. Test specimen no

: T2

3. Measured thickness (t)

: 21.60mm

4. Measured Width (w)


5. Ultimate tensile load (Fu)

: 18.99 mm
: 219.26 kN

Dari data-data di atas akan ditentukan apakah hasil pengujian tersebut memenuhi standar yang
digunakan atau tidak.
Perhitungan
Effective area (A0)

A0 w t
18.99mm 21.60mm 410.18mm 2
Ultimate Tensile Strength (UTS)

UTS

Fu
A0

219.26kN
410.18mm 2
534.53MPa

UTS

Lokasi dari patahan pada base metal, dengan tipe patahan ulet.
Hasil UTS yang didapat dari pengujian lebih besar dari persyaratan minimum material SA 516 Gr 70
TO SA 240 TP 316L , maka sesuai standart pengujian ASME SECT IX 2004
dapat diterima.

hasil pengujian ini