Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PERBAIKAN DAN PERAWATAN

POWER SUPPLY

Disusun Oleh :
Akbar Bintang D

14311100103

Dwiki Setya D

1431110031

Nesa Ahmad T

1431110016

Ziaul Marwah

1431110073

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji kami haturkan kehadirat Allah yang telah memberikan
hidayahNya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan lancar.
Makalah ini kami buat selain untuk memenuhi tugas perbaikan dan perawatan,
makalah ini juga bertujuan sebagai mata pembelajaran dan sumber pengetahuan yang baru
dalam mata kuliah perbaikan dan perawatan baik bagi kami dan juga bagi para pembaca
semua.
Kami sadar makalah yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, tapi kami telah
berusaha untuk memberikan yang terbaik semampu kami. semoga makalah ini memberikan
manfaat sesuai yang diharapkan.

Malang, 1 April 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Catu daya atau Power Supply merupakan suatu rangkaian elektronik yang mengubah
arus listrik bolak-balik menjadi arus listrik searah. Catu daya menjadi bagian yang
penting dalam elektonika yang berfungsi sebagai sumber tenaga listrik misalnya pada
baterai atau accu.
Power Supply adalah sebuah perangkat yang memasok energi listrik untuk satu atau
lebih beban listrik atau alat atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik
atau bentuk energi jenis apapun yang sering digunakan untuk menyalurkan energi listrik.
Istilah ini paling sering diterapkan ke perangkat yang mengkonversi salah satu bentuk
energi listrik yang lain, meskipun mungkin juga merujuk ke perangkat yang
mengkonversi energi bentuk lain (misalnya, mekanis, kimia, surya) menjadi energi listrik.
Sebuah catu daya diatur adalah salah satu yang mengontrol tegangan output atau saat ini
untuk nilai tertentu, nilai dikendalikan mengadakan hampir konstan, meskipun variasi
baik dalam beban arus atau tegangan yang diberikan oleh sumber energi satu daya. Secara
prinsip Power Supply adalah menurunkan tegangan AC , menyearahkan tegangan AC
sehingga menjadi DC ,menstabilkan tegangan DC.
Secara umum prinsip rangkaian catu daya terdiri atas komponen utama yaitu ;
transformator, dioda dan kondensator. Dalam pembuatan rangkaian catu daya, selain
menggunakan komponen utama juga diperlukan komponen pendukung agar rangkaian
tersebut dapat berfungsi dengan baik. Komponen Pendukung tersebut antara lain : sakelar,
sekering (fuse), lampu indicator, voltmeter dan amperemeter, jack dan plug, Printed
Circuit Board (PCB), kabel dan steker, serta Chasis. Baik komponen utama maupun
komponen pendukung sama sama berperan penting dalam rangkaian catu daya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Power Supply?
2. Bagaimana prinsip kerja Power Supply?
3. Bagaimana melakukan perawatan dan perbaikan pada Power Supply?
1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud Power Supply
2. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja Power Supply

3. Mahasiswa dapat mengetahui cara melakukan perbaikan dan perawatan pada Power
Supply

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Power Supply


Catu daya merupakan suatu Rangkaian yang paling penting bagi sistem elektronika.
Power supply atau catu daya adalah suatu alat atau perangkat elektronik yang berfungsi untuk
merubah arus AC menjadi arus DC untuk memberi daya suatu perangkat keras lainnya.
Sumber AC yaitu sumber tegangan bolak balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan
sumber tegangan searah.
Power supply/unit catu daya secara efektif harus mengisolasi rangkaian internal dari
jaringan utama, dan biasanya harus dilengkapi dengan pembatas arus otomatis atau
pemutus bila terjadi beban lebih atau hubung singkat. Bila pada saat terjadinya
kesalahan catu daya, tegangan keluaran DC meningkat di atas suatu nilai aman
maksimum untuk rangkaian internal, maka daya secara otomatis harus diputuskan.
2.1.1 Klasifikasi Power Supply
2.1.1.1

Power Supply Berdasarkan Fungsi (Functional)


Berdasarkan fungsinya, Power supply dapat dibedakan menjadi
Regulated Power Supply, Unregulated Power Supply dan
Adjustable Power Supply.
Regulated Power Supply adalah Power Supply yang dapat
menjaga kestabilan tegangan dan arus listrik meskipun terdapat
perubahaan atau variasi pada beban atau sumber listrik
(Tegangan dan Arus Input).
Unregulated Power Supply adalah Power Supply tegangan
ataupun arus listriknya dapat berubah ketika beban berubah
atau sumber listriknya mengalami perubahan.
Adjustable Power Supply adalah Power Supply yang tegangan
atau Arusnya dapat diatur sesuai kebutuhan dengan
menggunakan Knob Mekanik. Terdapat 2 jenis Adjustable

2.1.1.2

Power
Power Supply Berdasarkan Bentuknya
Untuk peralatan Elektronika seperti Televisi, Monitor
Komputer, Komputer Desktop maupun DVD Player, Power Supply
biasanya ditempatkan di dalam atau menyatu ke dalam perangkatperangkat tersebut sehingga kita sebagai konsumen tidak dapat

melihatnya secara langsung. Jadi hanya sebuah kabel listrik yang


dapat kita lihat dari luar. Power Supply ini disebut dengan Power
Supply Internal (Built in). Namun ada juga Power Supply yang
berdiri sendiri (stand alone) dan berada diluar perangkat
elektronika yang kita gunakan seperti Charger Handphone dan
Adaptor Laptop. Ada juga Power Supply stand alone yang
bentuknya besar dan dapat disetel tegangannya sesuai dengan
2.1.1.3

kebutuhan kita.
Power Supply Berdasarkan Metode Konversinya
Berdasarkan Metode Konversinya, Power supply dapat
dibedakan menjadi Power Supply Linier yang mengkonversi
tegangan listrik secara langsung dari Inputnya dan Power Supply
Switching yang harus mengkonversi tegangan input ke pulsa AC
atau DC terlebih dahulu.
Tabel 1. perbandingan secara umum antara Switching Power
Supply dengan Linier Power Supply

HAL
Efisiensi Kenaikan

Switching Power Supply


Umumnya antara 65% sampai

Linier Power Supply


Umumnya 25% sampai

Temperatur

85%, suhu 200oC

50%, 500oC sampai 1000oC

sampai 400oC masih diterima

tidak umum, tergantung


pada

Umumnya diperoleh antara 20

teknik pembuangannya.
tidak sulit mendapatkan

50 mVpp. untuk memperoleh

tegangan kerut sebesar 5

tegangan kerut yang lebih kecil

mV,yang lebih kecil bisa

Regulasi

sulit dilakukan
Spesifikasi umum adalah 0,3%.

dibuat tapi harganya mahal.


Umumnya 0,1%, dan untuk

keseluruhan

Sulit untuk memperoleh regulasi

regulasi yang lebih baik

yang lebih baik.

masih dapat diperoleh

Tegangan Kerut

dengan harga yang lebih


Berat
Volume

60 watt per kilogram


1 inchi kubik per watt

tinggi
20 30 watt per kilogram
2 3 inchi kubik per watt,
tergantung dari metoda

Isolasi dari transien

Sangat baik, seringkali lebih

pembuangan panasnya
Sangat kurang dibanding

jala-jala

besar dari 60Db

dengan jenis switching.


Jalajala yang bersifat noise
dapat

RFI dan EMI

Magnetis

Keandalan

Harga

Dapat mengganggu,

mengganggu beban.
Sedikitnya dapat

memerlukan perhitungan,

merupakan

penekanan dan penapisan


Beberapa rancangan dapat

faktor yang merugikan


Perlu magnetis 60 Hz yang

menyalurkan magnetis 60 Hz

mahal dan besar dalam

yang besar.

tingkat daya yang lebih

Rancangan dipusatkan agar

tinggi.
Semakin tinggi temperatur

lebih handal dengan

kerja semakin berkurang

temperatur kerja yang lebih

kehandalan.

dingin.
Melihat pesatnya teknologi

Umumnya lebih murah,

semikonduktor ada

tapi

kemungkinan pembuatannya

dengan faktor-faktor yang

bisa lebih murah dibanding

ada dalam sistem, faktor

dengan linier

harga dapat menjadi lebih


tinggi.

2.1.2

Jenis Jenis Power Supply

Gambar 2.1 Jenis Jenis Power Supply

2.1.2.1

DC Power Supply
DC Power Supply adalah pencatu daya yang menyediakan
tegangan maupun arus listrik dalam bentuk DC (Direct Current)
dan memiliki Polaritas yang tetap yaitu Positif dan Negatif untuk
bebannya. Terdapat 2 jenis DC Supply yaitu :
a. AC to DC Power Supply
AC to DC Power Supply, yaitu DC Power
Supply yang mengubah sumber tegangan listrik AC
menjadi tegangan DC yang dibutuhkan oleh peralatan
Elektronika. AC to DC Power Supply pada umumnya
memiliki sebuah Transformator yang menurunkan
tegangan, Dioda sebagai Penyearah dan Kapasitor
sebagai Penyaring (Filter).
b. Linear Regulator
Linear Regulator berfungsi untuk mengubah
tegangan DC yang berfluktuasi menjadi konstan (stabil)

2.1.2.2

dan biasanya menurunkan tegangan DC Input.


AC Power Supply
AC Power Supply adalah Power Supply yang mengubah suatu
taraf tegangan AC ke taraf tegangan lainnya. Contohnya AC Power
Supply yang menurunkan tegangan AC 220V ke 110V untuk
peralatan yang membutuhkan tegangan 110VAC. Atau sebaliknya

2.1.2.3

dari tegangan AC 110V ke 220V.


Switch-Mode Power Supply
Switch-Mode Power Supply (SMPS) adalah jenis Power
Supply yang langsung menyearahkan (rectify) dan menyaring
(filter) tegangan Input AC untuk mendapatkan tegangan DC.
Tegangan DC tersebut kemudian di-switch ON dan OFF pada
frekuensi tinggi dengan sirkuit frekuensi tinggi sehingga
menghasilkan arus AC yang dapat melewati Transformator
Frekuensi Tinggi.

2.1.2.4

Programmable Power Supply


Programmable Power Supply adalah jenis power supply yang
pengoperasiannya dapat dikendalikan oleh Remote Control
melalui antarmuka (interface) Input Analog maupun digital seperti

2.1.2.5

RS232 dan GPIB.


Uninterruptible Power Supply (UPS)
Uninterruptible Power Supply atau sering disebut dengan UPS
adalah Power Supply yang memiliki 2 sumber listrik yaitu arus
listrik yang langsung berasal dari tegangan input AC dan Baterai
yang terdapat didalamnya. Saat listrik normal, tegangan Input akan
secara simultan mengisi Baterai dan menyediakan arus listrik untuk
beban (peralatan listrik). Tetapi jika terjadi kegagalan pada sumber
tegangan AC seperti matinya listrik, maka Baterai akan mengambil
alih untuk menyediakan Tegangan untuk peralatan

2.1.2.6

listrik/elektronika yang bersangkutan.


High Voltage Power Supply
High Voltage Power Supply adalah power supply yang dapat
menghasilkan Tegangan tinggi hingga ratusan bahkan ribuan volt.
High Voltage Power Supply biasanya digunakan pada mesin X-ray

2.2

ataupun alat-alat yang memerlukan tegangan tinggi.


Prinsip Kerja Power Supply
Arus Listrik yang kita gunakan di rumah, kantor dan pabrik pada umumnya
adalah dibangkitkan, dikirim dan didistribusikan ke tempat masing-masing dalam
bentuk Arus Bolak-balik atau arus AC (Alternating Current). Hal ini dikarenakan
pembangkitan dan pendistribusian arus Listrik melalui bentuk arus bolak-balik
(AC) merupakan cara yang paling ekonomis dibandingkan dalam bentuk arus
searah atau arus DC (Direct Current).
Akan tetapi, peralatan elektronika yang kita gunakan sekarang ini sebagian
besar membutuhkan arus DC dengan tegangan yang lebih rendah untuk
pengoperasiannya. Oleh karena itu, hampir setiap peralatan Elektronika memiliki
sebuah rangkaian yang berfungsi untuk melakukan konversi arus listrik dari arus
AC menjadi arus DC dan juga untuk menyediakan tegangan yang sesuai dengan
rangkaian Elektronika-nya. Rangkaian yang mengubah arus listrik AC menjadi
DC ini disebut dengan DC Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut
dengan Catu daya DC. DC Power Supply atau Catu Daya ini juga sering dikenal
dengan nama Adaptor.

Sebuah DC Power Supply atau Adaptor pada dasarnya memiliki 4 bagian


utama agar dapat menghasilkan arus DC yang stabil. Keempat bagian utama
tersebut diantaranya adalah Transformer, Rectifier, Filter dan Voltage Regulator.
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Prinsip Kerja DC Power
Supply, sebaiknya kita mengetahui Blok-blok dasar yang membentuk sebuah DC
Power Supply atau Pencatu daya ini. Dibawah ini adalah Diagram Blok DC
Power Supply (Adaptor) pada umumnya.

Gambar 2.2 Diagram Blok Power Supply


Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang prinsip kerja DC Power Supply
(Adaptor) pada masing-masing blok berdasarkan Diagram blok diatas.
2.2.1 Transformator (Transformer/Trafo)
Transformator (Transformer) atau disingkat dengan Trafo yang
digunakan untuk DC Power supply adalah Transformer jenis Step-down
yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik sesuai dengan kebutuhan
komponen Elektronika yang terdapat pada rangkaian adaptor (DC Power
Supply). Transformator bekerja berdasarkan prinsip Induksi
elektromagnetik yang terdiri dari 2 bagian utama yang berbentuk lilitan
yaitu lilitan Primer dan lilitan Sekunder. Lilitan Primer merupakan Input
dari pada Transformator sedangkan Output-nya adalah pada lilitan sekunder.
Meskipun tegangan telah diturunkan, Output dari Transformator masih
2.2.2

berbentuk arus bolak-balik (arus AC) yang harus diproses selanjutnya.


Rectifier (Penyearah Gelombang)
Rectifier atau penyearah gelombang adalah rangkaian Elektronika
dalam Power Supply (catu daya) yang berfungsi untuk mengubah
gelombang AC menjadi gelombang DC setelah tegangannya diturunkan

oleh Transformator Step down. Rangkaian Rectifier biasanya terdiri


dari komponen Dioda. Terdapat 2 jenis rangkaian Rectifier dalam Power
Supply yaitu Half Wave Rectifier yang hanya terdiri dari 1 komponen
Dioda dan Full Wave Rectifier yang terdiri dari 2 atau 4 komponen dioda.
Gambar 2.3 Penyearah Gelombang

2.2.3

Filter (Penyaring)
Dalam rangkaian Power supply (Adaptor), Filter digunakan untuk
meratakan sinyal arus yang keluar dari Rectifier. Filter ini biasanya terdiri
dari komponen Kapasitor (Kondensator) yang berjenis Elektrolit atau ELCO
(Electrolyte Capacitor).
Gambar 2.4 Filter (Penyaring)

2.2.4

Voltage Regulator (Pengatur Tegangan)

Untuk menghasilkan Tegangan dan Arus DC (arus searah) yang tetap


dan stabil, diperlukan Voltage Regulator yang berfungsi untuk mengatur
tegangan sehingga tegangan Output tidak dipengaruhi oleh suhu, arus beban
dan juga tegangan input yang berasal Output Filter. Voltage Regulator pada
umumnya terdiri dari Dioda Zener, Transistor atau IC (Integrated Circuit).
Pada DC Power Supply yang canggih, biasanya Voltage Regulator juga
dilengkapi dengan Short Circuit Protection (perlindungan atas hubung
singkat), Current Limiting (Pembatas Arus) ataupun Over Voltage
Protection (perlindungan atas kelebihan tegangan).

2.3

Perbaikan dan Perawatan


Power Supply
Gambar 2.5pada
Rangkaian
Dasar IC Voltage Regulator
2.3.1 Pencarian Kesalahan
Kesalahan pada perangkat power suplai dapat disebabkan oleh
perencanaan yang tidak akurat dan kesalahan disebabkan penggunaan
peralatan

yang

salah.

Pada

perencanaan menentukan

spesifikasi

peralatan yang digunakan adalah merupakan penentuan daya Power


Supply.
Tabel 2. Pencarian Kesalahan pada power supply.
NO

Item

1.

Dioda

Kesalahan

Indikasi

Pencemaran unsur utama Ge dan Silikon Tipe unsur tidak jelas tipe
tidak menurut komposisi.
Dioda tidak berfungsi sebagai penyearah.

P atau N .

Penyearah

Lepas sambungan

Tidak ada tegangan.

Setengah gelombang

Dioda bocor.

Bentuk gelombang tidak


sempurna

3.

Penyearah
Gelombang penuh

4.

Rangkaian filter

5.

Zener.

Polaritas dioda terbalik.

Tegangan output tidak ada

Kapasitas capasitor kecil.

Hasil penyearahan tidak

Nominal R L C tidak sesuai.

sempurna.
Penapisan tidak sempurna.

Rangkaian bersifat resistif

Hasil penapiasan buruk

Tegangan zener besar.

Proteksi terhadap beban


tidak ada.

Zener jebol

Drop tegangan pada beban


6.

Regulator

Salah penentuan IC.

Tegangan
output salah.
berlebih.

tiga terminal.

Rancangan komponen salah.

Pengaturan tegangan tidak


baik.

2.3.2

Cara Mengecek Kesalahan dan Memperbaiki pada Power Supply


Kerusakan yang sering terjadi ialah akibat beban berlebihan, tegangan
masuk yang tidak stabil, sistem ground yang tidak baik, dan sebab-sebab
lain. Gangguan paling fatal untuk untuk power supply ialah bila tidak
mengeluarkan tegangan sama sekali, walaupun sudah di beri tegangan
masuk sesuai dengan kebutuhan. Cara praktis untuk memperbaiki power
supply dapat di lakukan sebagai berikut :
Lepaskan kotak power supply dari cassing agar memudahkan
memeriksa rangkaian elektronik dan lepaskan seluruh kabel dari
alat-alat lain. Bukalah kotak power supply sambil memeriksa fisik
komponen elektronik, barangkali ada yang terbakar dapat

diketahui.
Periksalah FUSE pada masukkan AC 220V dari sumber listrik luar,
lepaskan FUSE tersebut dari soketnya dan ukur hubungan kawat
pengamannya dengan ohm-meter pada posisi X1. Jarum ohm-meter
harus menunjukkan nilai sekitar 0 ohm, yang berarti FUSE tersebut

masih baik. Jika ohm-meter menunjukkan angka yang tak


terhingga, berarti FUSE sudah putus, harus diganti baru. Jangan
melakukan sambungan kawat pada FUSE yang sudah putus, karena
batas arus lelehnya mungkin akan menjadi lebih besar dan akan

menyebabkan kerusakan bagian lain.


Jika FUSE baik atau sudah diganti baru tetapi masih juga tidak
dapat mengeluarkan tegangan DC, maka lanjutkan dengan
memeriksa transistor power switching 2SC3039 (dua buah) yang
bertugas sebagai kendali catu daya secara PWM. Lepaskan dua
transisitor 2SC3039 tersebut dari PCB dan lakukan pemeriksaan
kondisi masing-masing dengan multimeter. Bila salah satu
transistor rusak untuk menggantinya sebaiknya keduanya diganti
dengan transistor baru, agar karakteristiknya terjamin dan simetris,
ketidakseimbangan karateristik dua transistor ini menyebabkan

gangguan stabilitas tegangan DC yang dikeluarkan power supply.


Lepaskan diode brigde atau empat buah diode perata yang
langsung meratakan arus listrik AC pada bagian masukkan,
periksalah kondisi diode ini dengan multimeter. Kadang sering
terjadi salah satu diode-nya bocor atau hubungan singkat, sehingga
arus listrik AC ikut masuk ke rangkaian switching dan
melumpuhkan power supply secara keseluruhan transistor power

akan ikut rusak, terbakar.


Periksa juga transistor pembangkit pulsa "power on reset", juga
kapasisitor dan resistor yang terdapat pada rangkaian basis
transistor tersebut. Jika rangkaian transistor ini bekerja dengan
baik, maka seluruh hasil regulasi tegangan DC akan di reset oleh
pembangkit PWM dan akibatnya power supply tidak mengeluarkan
DC sama sekali. Gantilah transistor baru jika dari pengetesan
transistor POR ini ternyata rusak. Begitu juga apabila kapasitor di
test akan kering, nilainya berubah, maka harus di ganti baru dengan

nilai yang persis sama dengan sebelumnya.


Periksalah seluruh solderan pada PCB Power Supply, lebih bagus
lagi pastikan hubungannya di perbaiki dengan jalan di solder ulang
dengan timah yang lebih lunak (encer, flux 60/40). Sehingga
hubungan kabel atau kaki komponen yang mungkin longgar dapat

di jamin bersambung kembali dan umumnya power supply akan

dapat bekerja normal kembali.


Komponen aktif yang pengetesannya tidak dapat di lakukan dengan
multimeter adalah ICTL494 yang bertugas sebagai pembangkit
PWM untuk mengendalikan transistor power switching bekerja. IC
ini hanya di test dengan membandingkan terhadap IC yang normal
pada power supply yang lain yang sejenis. Pergunakan soket IC

yang dicurigai rusak dengan IC pembanding yang masih bagus.


Bila proses pemeriksaan dan pergantian komponen yang rusak
sudah dilakukan secara keseluruhan, maka cobalah power supply
dihidupkan dengan memasang beban berupa disk drine saja.
Periksalah apakah kipasnya berputar, ukur tegangan kabel yang
berwarna kuning (+12), merah (+5), biru (-5), biru (-12), orange
(POR) terhadap kabel warna hitam (ground). Bila parameter
tegangan pada kabel-kabel tersebut sudah benar, matikan power
supply dan gantilah bebannya.

2.3.3

Cara Merawat Power Supply


1. Meletakkan power supply pada lingkungan yang tidak keras.
2. Menggunakan power supply sesuai dengan prosedur.
3. Tidak menggunakan power supply terus menerus.
4. Jangan menggunakan power supply lebih dari kemampuan.
5. Lakukan pengecekan berkala pada komponen-komponen yang ada pada
rangkaian power supply.
6. Lakukan pengecekan berkala pada komponen-komponen yang ada pada
rangkaian power supply.
7. Pengecekan berkala ditujukan agar identifikasi kegagalan dapat
diketahui lebih awal sebelum kegagalan yang lebih parah dan total.
8. Pengecekan berkala ditujukan agar identifikasi kegagalan dapat
diketahui lebih awal sebelum kegagalan yang lebih parah dan total.
9. Perlakukan power supply dengan baik.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Power supply atau catu daya adalah suatu alat atau perangkat elektronik yang
berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC untuk memberi daya suatu
perangkat keras lainnya.
Dalam klasifikasinya, power supply dibagi menjadi 3 kelompok besar, yakni
berdasarkan Fungsinya, berdasarkan Bentuk Mekanikalnya dan juga berdasarkan
Metode Konversinya. Power Supply juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis,
diantaranya adalah DC Power Supply, AC Power Supply, Switch Mode Power Supply,
Programmable Power Supply, Uninterruptible Power Supply, High Voltage Power
Supply.
Sebuah DC Power Supply pada dasarnya memiliki 4 bagian utama agar dapat
menghasilkan arus DC yang stabil. Keempat bagian utama tersebut diantaranya
adalah Transformer, Rectifier, Filter dan Voltage Regulator.
Kerusakan yang sering terjadi ialah akibat beban berlebihan, tegangan masuk
yang tidak stabil, sistem ground yang tidak baik, dan sebab-sebab lain. Gangguan
paling fatal untuk untuk power supply ialah bila tidak mengeluarkan tegangan sama
sekali, walaupun sudah di beri tegangan masuk sesuai dengan kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA
http://anthzoblog.blogspot.com/2015/10/makalah-catu-daya-tugaselektronika.html#ixzz446LVxtWZ

http://teknikelektronika.com/prinsip-kerja-dc-power-supply-adaptor/
https://dudirudiawan8.wordpress.com/2014/10/14/241/
http://zonaelektro.net/switching-power-supply/