Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Bab 9
ANALISIS PERBANDINGAN

1.

PENGERTIAN
Analisis perbandingan adalah teknik analisis laporan keuangan yang
dilakukan dengan cara menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan
membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan
informasi keuangan atau data lainnya baik dalam rupiah atau dalam unit.
Tujuan analisis perbandingan adalah untuk mengetahui perubahanperubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan atau
data lainnya dalam dua atau lebih periode yang dibandingkan.
Perbandingan antarpos laporan keuangan dapat dilakukan melalui:
1. Perbandingan dalam dua atau beberapa tahun (horizontal)
2. Perbandingan dengan perusahaan yang dianggap terbaik.
3. Perbandingan dengan angka-angka standar industri yang berlaku
(Industrial Norm).
4. Perbandingan dengan budget (anggaran).
5. Perbandingan dengan bagian, divisi, atau seksi yang ada dalam suatu
perusahaan.
Dalam upaya perbandingan harus memiliki standar sebagai ukuran lain
yang dijadikan untuk membandingkan laporan yang dimiliki, dan juga perlu
diyakinkan bahwa:
1. Standar penyusunan laporan keuangan harus sama.
2. Size dari perusahaan yang dibandingkan harus diperhatikan bukan
berarti harus sama.
3. Periode laporan yang dibandingkan harus sama khususnya untuk
laporan laba rugi dan komponennya.
Contoh analisis perbandingan:
1. Neraca perbandingan dengan tahun lalu.

Perbandingan ini dapat kita simpulkan bahwa kondisi perusahaan ABC


menurun.
Neraca perbandingan yang disajikan dalam bentuk common size:

2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis yang dianggap terbaik.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa PT Harmoni masih jauh di


bawah prestasi PT Terbaik dengan menggunakan angka absolut. Hasil
ini belum tentu jelek karena mengabaikan size, namun bermanfaat jika
ingin mengejar prestasi.
Contoh perbandingan neraca

Perbandingan ini banyak manfaatnya bagi manajemen ataupun


investor dalam mengetahui sejauh mana kiprah perusahaan di tengahtengah persaingan yang demikian tajam.
3. Perbandingan dengan angka/laporan norma industri atau rata-rata
industri.
Untuk melakukan industri ini harus memiliki angka-angka yang
dikeluarkan oleh perusahaan yang berfungsi menerbitkan norma
industri seperti Standards Poor, Moody, dan sebaginya.
4. Perbandingan budget dengan realisasi.

Dari perbandingan ini apat dilihat dari segi total biaya produksi
maupun dari segi kelompok atau satu jenis perkiraan saja. Dari segi
total biaya produksi Pt ini mengalami keadaan yang tidak
menguntungkan sebesar Rp 25.000,00 karena realisasi biaya lebih
besar daripada yang dianggarkan yaitu budget Rp 1.850.000,00
seangkan realisasi Rp 1.875.000,00. Penyimpangan sebesar Rp
25.000,00 dapat diketahui sumbernya dengan melihat rincian perkiraan
yang termasuk dalam pos biaya produksi itu.

Teknis analisis perbandingan dengan budget ini dilakukan dengan


maksud untuk:
1. Mengetahui prestasi pusat pertanggungjawaban;
2. Mengetahui siapa yang akan diberikan penghargaan dan sanksi
3. Sebagaimana bahan pengalaman untuk perbaikan operasi
selanjutnya, siapa yang akan dicontoh dan siapa yang tidak perlu
dibantu mengatasi unfavorable;

4. Melihat pos-pos biaya yang perlu mendapat lampu kuning;


5. Menjadi early warning system atas manajemen biaya dan hasil
6. Sebagai bahan dalam kemungkinan revisi budget
5. Perbandingan Internal Perusahaan
Perbandingan laporan dari internal dapat dilakukan untuk menilai
prestasi masing-masing. Contoh:
a. Perbandingan antar cabang

Perbandingan antarcabang ini dapat memberikan informasi penting


apalagi diukur dengan indikator tertentu seperti jumlah karyawan
misalnya.
b. Perbandingan antar produk atau Business Line.