Anda di halaman 1dari 11

Gulma pada

Perkebunan Karet

Pendahuluan
Tanaman karet (Havea brasiliensis) merupakan salah satu
komoditas perkebunan yang sangat penting perannya di
Indonesia, sebab selain menjadi penampung sekitar 1,4 juta
tenaga kerja juga memberikan kontribusi sebagai sumber
devisa non-migas dan mendorong pertumbuhan sentra-sentra
ekonomi baru di wilayah pengembangan karet.
Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yan cocok
untuk pertanaman karet khususnya di wilayah Sumatera dan
Kalimantan. Luas areal perkebunan karet tahun 2005 mencapai
lebih dari 3,2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia
(Parto et al, 2012).

Pada budidaya tanaman karet, terdapat beberapa gulma yang


penting. Dianggap penting karena keberadaanya menimbulkan
kerugian yang cukup berarti bagi pertumbuhan dan produksi
tanaman, atau juga menimbulkan gangguan terhadap kegiatan
pengusahaan tanaman karet. Pentingnya suatu gulma
ditentukan juga oleh besarnya biaya pengendalian gulma
tersebut.
Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak
dikehendaki oleh manusia. Tidak dikehendaki karena dapat
menimbulkan kerugian-kerugian khususnya dalam kegiatan
budidaya tanaman. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan
misalnya terhambatnya perutmbuhan tanaman, penurunan
produksi, dan terganggunya aktivitas pengusahaan suatu
komoditas pertanian.

Beberapa gulma yang dianggap penting dalam pertanaman karet antara


lain
1. Imperata cylindrica(L.)
. Gulma ini mampu berkembang biak secara cepat melalui biji (menghasilkan biji
500-1.000 butir per malai, dengan jumlah malai 10-20 buah/m2) dan melalui akar
rimpang (rhizoma) sebagai alat perkembangbiakan yang efektif. Gulma ini
menghasilkan zat allelopati (zat yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman
karet).
. Alang-alang menyebar secara alami dari mulai India sampai ke Asia timur, Asia
Tenggara, Mikronesia serta Australia. Saat ini alang-alang juga diketemukan di
Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika serta di sebagian kepulauan. Tetapi lantaran
sifatnya yang invasif itu, di banyak tempat alang-alang kerap di anggap juga
sebagai gulma yang sangatlah merepotkan..
. Rimpang
atau
akar
alang-alang
juga
bisa
dijadikan
sebagaiobat
tradisionaldimana bermanfaat untuk meluruhkan kencing, untuk mengobati
demam dan lain sebagainya. Di indonesia timur seperti bali, daun alang-alang
seringkali dikeringkan untuk dijadikan bahan baku atap rumah atau bangunan
lainya. Selain itu juga biasa digunakan sebagai mulsa untuk pelindung tanah pada
lahan pertanian. Serat halus dari bunganya juga bisa digunakan sebagai
pengganti kapuk untuk bantal atau kasur.

2. Scleria sumatrensis
. Gulma ini termasuk golongan teki karena membentuk umbi, yang
berperan sebagai organ penyimpanan makanan cadangan dan organ
perkembangbiakan yang potensial, dapat juga berkembang biak melalui
biji.
. Gulma ini termasuk golongan gulma tahunan karena umbinya dapat
hidup sepanjang waktu dan dalam kondisi lingkungan yang buruk akan
menjadi dorman.
. Umbi yang dorman biasanya terhadap herbisida sehingga menyulitkan
dalam pengendaliannya.

3. Axonophus compressus
. Gulma yang paling banyak mendominasi lahan karet adalah gulma jenis
rumput yakniAxonophus compressus.Gulma ini hampir menutup seluruh
permukaan tanah.
. Jika tidak dilakukannya pengendalian terhadap gulmaAxonophus
compressus,maka gulma ini akan menekan diameter batang karet
sehingga 85% bibit karet tidak layak untuk diokulasi.
. Gulma jenis ini tidak selalu merugikan karena gulma ini dapat menyerap
alumunium dari tanah.

4. Melastoma Malabathricum (L.)


. Melastoma Malabathricum mempunyai beberapa nama daerah antara
lain senduduk (melayu), senggani (jawa), dan harendong (sunda).
. Gulma ini banyak dijumpai di lahan perkebunan dengan jenis tanah
podsolik merah kuning, dan mampu tumbuh baik sampai dengan
ketinggian 1.650 m diatas permukaan air laut.
. Tumbuhan ini mempunyai khasiat obat secara empiris telah diyakini oleh
masyarakat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit infeksi
termasuk diare. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah daun,
akar, buah dan biji.

5. Chromolaena Odorata ( L.)


. Ki rinyuh (Sunda) atau dalam bahasa Inggris disebut siam weed
(Chromolaena odorata (L) R.M. King and H. Robinson) merupakan salah
satu gulma padang rumput.
. Ki rinyuh yang telah berkembang dengan cepat dan meluas dapat
menurunkan produktivitas pertanian dengan menginvasi lahan-lahan
pertanian tanaman pangan dan perkebunan kakao, kelapa, kelapa sawit,
karet dan tembakau yang tidak terpelihara.
. Gulma ini berasal dari Amerika Tengah, tetapi kini telah tersebar di
daerah-daerah tropis dan subtropis. ki rinyuh dapat tumbuh baik pada
berbagai jenis tanah.
. Ki rinyuh diperkirakan dapat memberikan keuntungan bagi pertanian,
khususnya tanaman pangan. Di India mencoba memanfaatkan gulma ini
untuk meningkatkan hasil berbagai jenis tanaman pangan, seperti kedele,
cluster bean, radish, palak.

Pengendalian gulma di perkebunan karet


1. Mekanik
a. Pemangkasan
2. Biologi
a. serangga Paraechetes pseudoinsulata
b. Serangga Cecidochares connexa
3. Kimiawi
a. herbisida

Kesimpulan
Tanaman karet (Havea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas
perkebunan yang sangat penting perannya di Indonesia, sebab selain
menjadi penampung sekitar 1,4 juta tenaga kerja juga memberikan
kontribusi sebagai sumber devisa non-migas dan mendorong
pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah pengembangan
karet.
Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki
oleh manusia. Tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerugiankerugian khususnya dalam kegiatan budidaya tanaman.
Beberapa gulma yang dianggap penting dalam pertanaman karet
antara lain Imperata cylindrica(L.), Scleria sumatrensis, Axonophus
compressus, Melastoma Malabathricum (L.), Chromolaena Odorata ( L.)
Pengendalian gulma di perkebunan karet antara lain dengan cara
mekanis, biologi, dan kimiawi.