Anda di halaman 1dari 17

Gangguan Skizoafektif

Oleh :
Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. ( K )
Sept 2013

Gangguan Skizoafektif
Istilah Skizoafektif sering kali digunakan, namun hingga kini
belum ada persesuaian faham tentang definisi yang tepat utk
kategori ini
Hal ini dikarenakan adanya hubungan yg tumpang tindih
dengan kelompok Skizofrenia dan gangguan Afektif .
Epidemiologi :
Belum ada data Prevalensi dan Insiden dari gangguan
Skizoafektif
Laki2 = wanita pada Skizoafektif subtipe bipolar
Laki2 : wanita = 1 : 2 pada Skizoafektif subtipe depresi

Etiologi :
Belum jelas. Seperti juga Skizofrenia, Skizoafektif
Kemungkinan akibat suatu gangguan perkembangan
neuronal
Faktor genetik : Terdapat peningkatan prevalensi gangguan
afektif pada keluarga dengan Skizoafektif dibanding
dengan Skizofrenia dan peningkatan prevalensi Skizofrenia
pada keluarga dengan skizoafektif dibanding dengan
kelompok gangguan afektif.

Pedoman Diagnosis menurut PPDGJ III


Diagnosis dibuat apabila gejala2 definitif adanya Skizofrenia dan
Ggg afektif sama2 menonjol pada saat yang bersamaan, atau
dalam bbrp hari yg satu sesudah yang lain dalam 1 episode
penyakit yg sama, namun episode penyakit tidak memenuhi
kriteria Skizofrenia maupun Ganggua Afektif episode manik atau
depresi.
Tidak dapat digunakan pada Px yg menampilkan gejala
Skizofrenia dan ggg Afektif tetapi dalam episode penyakit yang
berbeda
Beberapa Px dapat mengalami episode Skizoafektif berulang,
baik berjenis manik maupun depresif atau campuran dari
keduanya
Px lain mengalami satu atau dua episode Skizoafektif terselip
diantara episode manik atau depresif

Menurut DSM IV TR : Diagnosis Skizoafektif :


A. Suatu periode penyakit dimana pada suatu saat didapatkan
episode depresi major, manik atau campuran yang terdapat
bersamaan dengan adanya gejala Skizofrenia seperti Waham;
Halusinasi, perilaku aneh atau simptom negatif.
B. Pada periode penyakitnya, pada saat gejala2 depresi yang
menonjol mereda, sudah terdapat waham atau halusinasi paling
sedikit 2 minggu lamanya
C. Gejala2 episode afektif tampak pada sebagian besar bagian dari
periode aktif dan residual penyakitnya ( 15 30% )
D. Gangguan tidak disebabkan oleh penggunaan zat atau kondisi
fisik lainnya
Prognosa :
Prognosa lebih buruk dari gangguan Afektif tapi lebih baik
dari gangguan Skizofrenia

Antipsikotik tipikal :

Chlorpromazine : 25, 100mg, 200-800 mg/hari oral, 25 mg/x im


Haloperidol : 0,5, 1,5, 5 mg,1,5-15 mg/hari oral, 50 mg/3minggu
im
Trifluoperazine : 1, 5 mg, 10 15 mg/hari oral
Thioridazine : 50, 100 mg, 150 600 mg/hari oral
Pimozide : 1, 4 mg, 1 4 mg/hari oral

Antipsikotik atipikal

Clozapine : 25, 100 mg, 25 900 mghari oral


Olanzapine : 5, 10 mg, 5 20 mg/hari oral,
Quetiapine : 50, 100, 200, 300 mg, 150 -600 mg/hari oral
Risperidon : 1, 2, 3 mg, 1 6 mg/hari oral
Aripiprazol : 5, 10, 15 mg, 5 30 mg/oral, 9,75 mg/x im

Obat Anti depresi

Amitriptilin : tab 25 mg, 75 150 mg/hari


Imipramin : tab 25 mg, 75 150 mg/hari
Klomipramin : 25 mg, 75 150 mg/hari
Maprotilin : 10,25, 50, 75 mg, 75 - 150 mg/hari
Amoksapin : tab 100 mg, 200 300 mg/hari
Mianserin : tab 10, 30 mg, 30 60 mg/hari
Sertralin : 50 mg, 50 100 mg/hari
Fluoksetin : 20 mg, 20 40 mg/hari
Esitalopram : 10, 20 mg, 10 20 mg/hari
Venlafaksin : 75 mg, 75 150 mg/hari
Tianeptin : 25 mg, 25 75 mg/hari

Obat anti manik


Mood stabilizer : Lithium Carbonat ( tab 200, 400 mg, 600
-900 mg/hari ); Carbamazepin ( tab 200mg, 400 600
mg/hari; Lamotrigin ( 50, 100 mg, 100 200 mg/hari);
Sodium valproat ( tab 250, 500 mg, 250 500 mg/hari.
Antipsikotik : Aripiprazol; Olanzapine; Risperidon;
Quetiapine; Paliperidone; Haloperidol.

Kepustakaan
American Psychiatric Association; 2000; Dignostic Criteria from DSM-IV-TR;
Arlington, VA USA
Dirjen Kesehatan Jiwa Depkes RI; 1993; PPDGJ III; Depkes RI
Kaplan HI, Sadock BJ, 2005 ; Comprehensive textbook of
psychiatry; 8th ed; Lippincott Williams & Wilkins
Maramis WF dan Maramis AA; Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa;
Ed 2; 2009 Airlangga University Press
Rusdi M. : Panduan praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik,
ed 1996.

4/13/16

Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)

10

SEKIAN
TERIMA KASIH

GANGGUAN SIKLOTIMIK
Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ ( K )
Sept 2013

Gangguan Siklotimik
Sejenis Ggg Bipolar yang ringan dibanding Ggg Bipolar I atau
Ggg Bipolar II
Mempunyai ciri : Bersifat kronis dan paling sedikit 2 tahun
mengalami banyak kali perubahan mood berupa :
Periode hipomanik dan Minor Depresi, tapi tidak seberat
Hipomanik pada Ggg Afektif berat
Disforik yang non mayor sehingga ada anggapan sebagai
bentuk ringan dari Ggg Bipolar
Periode depresi dan hipomanik dapat diselingi Periode Afek
normal beberapa hari hingga minggu bahkan bulan.
Tapi mood yang normal biasanya kurang dari 2 bulan ( selama
2 tahun gggnya)
Beberapa kasus kedua jenis periode dapat silih berganti atau
bercampur

Usia timbul : Awal usia dewasa


Populasi 0,3 6 %
Perempuan > laki-laki
Di dalam keluarga lebih sering dijumpai anggota keluarga lain
yg mengalami depresi berat atau Ggg bipolar dibandingkan
dengan penduduk rata2.
Perempuan hipomanik 52% mengalami Siklotimik
Perempuan usia 15- 21 tahun dengan hipomanik 57% mengal.
Siklotimik

Komplikasi :
Mirip dengan episode manik yaitu penyalahguna zat
dengan segala akibatnya.
Episode depresi adalah tindakan bunuh diri
Terjadi peningkatan angka gangguan cemas perpisahan;
Ggg Panik; Ggg Obsesi kompulsi dan ansietas berlebihan;
Ggg pemusatan perhatian dan hiperaktivitas; Ggg tingkah
laku dan Ggg sikap menentang serta depresi mayor dan
disforik.
Terdapat komorbiditas dengan Bulimia; kepribadian ambang;
Kepribadian dependen serta Penyalahgunaan zat
Ggg fisik sering berupa alergi; asma dan migren.

Klasifikasi dan Diagnosis menurut PPDGJ III


F34 Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif) Menetap
F34.0 Siklotimia
ciri : ketidak stabilan menetap dari afek/suasana perasaan,
meliputi banyak periode depresi ringan dan hipomania ringan
yg tidak memenuhi kriteria Gangguan Bipolar ( F31.-) atau
Gangguan Depresi Berulang (? F33.-)
Mood swing tidak memenuhi kriteriakategori mania manapundi
Episode Manik (F30.-) atau epidsode Depresi (F32.-)
Diagnosis banding
1. Gangguan afektif Bipolar (F31.-)
2. Gangguan Depresi Berulang (F33.-)

Gambaran klinis Gangguan Siklotimik :


Tanda2 bifasik dari pergeseran dari fase satu ke fase yang lain,
tiap fase berakhir bbrp hari dengan diselingi keadaan eutimik
yg jarang
Manifestasi Perilaku :
Introvert vs ekstrovert
Pendiam vs banyak bicara
Menangis tanpa sebab vs kegembiraan yg jenaka
Inersia psikomotor vs aktivitas yang tanpa lelah
Manifestasi Subjektif :
Kelemahan dan ketidaknyamanan somatik vs eutonia

Kepustakaan
American Psychiatric Association; 2000; Dignostic Criteria from DSM-IVTR; Arlington, VA USA
Dirjen Kesehatan Jiwa Depkes RI; 1993; PPDGJ III; Depkes RI
Kaplan HI, Sadock BJ, 2005 ; Comprehensive textbook of
psychiatry; 8th ed; Lippincott Williams & Wilkins
Maramis WF dan Maramis AA; Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa;
Ed 2; 2009 Airlangga University Press
Wang W.W.; Comprehensive Psychiatry Review; Cambridge Univer
sity Press, 2009

4/13/16

Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)

18