Anda di halaman 1dari 9

Buletin Maya Indonesia

d a s s a n a , p a t i p a d a , v i m u t t a
Pergilah, oh... para bhikkhu, menyebarlah demi manfaat orang banyak, demi kebahagiaan
orang banyak, demi cinta kasih pada dunia ini, demi kesejahteraan dan kebahagiaan para
dewa dan manusia. Hendaklah kalian tidak pergi berduaan ke tempat yang sama.
Ajarkanlah Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada tengahnya dan
indah pada akhirnya...

Kebanyakan orang telah mengalami di saat-saat tertentu dalam hidup mereka


sebuah interval waktu kedamaian internal yang mendalam, suatu saat ketika
segalanya terlihat “berjalan lancar dan berjalan sesuai dengan apa adanya”
Sebuah perasaan kebebasan internal dan kejernihan yang jelas juga
berasosiasi dengan pengalaman ini. Kesadaran mengalir dengan bebas.
Ekspresi puitis Takuan tentang keadaan ini sangatlah indah. Keinginan untuk
mendengar lagi “suara dari tanpa suara” (sound of no sound) mungkin akan
membawa seseorang kembali ke meditasi dan seperti juga penderitaan
yang akan dapat mendorong mereka kembali ke meditasi. Sebuah ingatan
akan keheningan yang jernih dan kedamaian yang berhubungan dengannya,
akan terus membuat mereka berlatih kembali, pada saat kesulitan-kesulitan
s e c a r a ta k t e r h i n d a r k a n b e r m u n c u l a n d i d a l a m m e d i ta s i .

Proses berpikir adalah salah satu dari kesulitan utama yang kita temui pada
saat belajar meditasi. Berulang kali kita terbangun dari melayangnya pikiran
yang membawa kita jauh dari kekinian (here and now). Waktu untuk meditasi
kelihatan tersia-siakan. Bahkan ingatan-ingatan yang tidak begitu jelas
seperti “bayang-bayang suara-suara atau gambaran-gambaran” akan juga
terlupakan dengan cepat. Akan sangat menggoda untuk mencoba
mengenyahkan secara total bentuk-bentuk pikiran ini dari praktik meditasi.
Mendaras, ritual, visualisasi, senam yoga atau membangkitkan welas asih
dapat bermanfaat besar, tetapi semua itu memiliki efek mengalihkan perhatian
dari observasi pikiran. Ini akan membawa impresi bahwa tiada pemikiran;
selain pendarasan, doa, dan sejenisnya yang sedang berlangsung [dalam

Alamat redaksi: dharmamangala@yahoo.com; Alamat groups: dharma_mangala@yahoogroups.com


Kedai Dharma

pikiran kita]. Meditasi perhatian penuh berbeda dengan benar hampir pasti juga melingkupi proses berpikir ini.
praktik latihan lainnya karena di kebanyakan waktu, ia Konsentrasi benar adalah salah satu proses di dalam jalan
mengurai apa yang ada dalam kesadaran/pikiran ketimbang mulia beruas delapan yang diajarkan Buddha sebagai cara
berusaha menghadirkan/menambahkan sesuatu yang baru untuk mencapai pembebasan dari penderitaan. Dua bagian
lagi di sana. dari empat bagian yang direkomendasikan di dalam meditasi
kesadaran penuh (Empat Dasar Perhatian Penuh/ four
Banyak guru-guru meditasi Vipassanna kontemporer stations of mindfulness) juga berhubungan dengan proses
menggunakan teknik-teknik untuk mengalihkan perhatian berpikir. Di bawah ini adalah rangkuman dari praktik yang
dari bentuk-bentuk pikiran. Ini termasuk berusaha mencoba diberikan Buddha sebagai sebuah tinjauan ulang akan
mencatat pemikiran pada saat dia muncul, secara mental ajarannya selama bulan-bulan terakhir kehidupannya.
mengatakan “berpikir, berpikir” untuk memberi label padanya.
Pemikiran-pemikiran biasanya “takut muncul ke panggung” Dan bagaimana seorang Bhikkhu hidup dapat menemukan
dan “dibekukan” pada saat dibombardir oleh pelabelan pulau perlindungan untuk dirinya, …tanpa memiliki apa-
yang tanpa henti. apa lagi untuk berlindung? Di sini, Ananda, seorang Bhikkhu
tinggal berlindung mengkontemplasikan tubuh ini sebagai
Teknik lain adalah mengarahkan perhatian kepada tubuh, tubuh, dengan rajin, sepenuhnya sadar dan meninggalkan
atau napas sebagai cara pengalihan dari keterlibatan kita semua kebisingan dan kegalauan dunia. Demikian juga
dalam bentuk-bentuk pikiran. Kebanyakan kita telah dengan perasaan, pikiran dan obyek-obyek pikiran [2]
menjalani hidup mengandalkan terlalu banyak pada “kepala”
kita (mengandalkan otak-logika) sehingga menjadi suatu Tubuh hanyalah sebagai permulaan dan sungguh sayang
pemberian yang sangat indah untuk kita menjadi mampu bahwa banyak meditator Vipassanna hanya berhenti di
sepenuhnya menyadari akan jelasnya sensasi internal dan sini. Daftar dari daerah pengalaman lain yang diinvestigasi
stimuli dari dunia eksternal [sebelum menganalisisnya di dalam meditasi diberikan di dalam Sutta Satipatthâna
dengan logika] ketika mereka memberi impak kepada yang sering dipelajari. Perasaan ini termasuk keseluruhan
indera-indera kita. daerah pengalaman sensual, non-sensual, nyaman,
menyakitkan dan juga perasaan netral. Kontemplasi pikiran
Apakah yang disebutkan dalam naskah-naskah buddhis di dalam Sutta berarti kondisi mental: hadirnya atau
awal tentang proses berpikir dan meditasi? Kebanyakan lenyapnya distraksi, kontraksi, rasa bebas dan lainnya.
naskah-naskah ini membuat perbedaan yang jelas di antara Saya ragu bahwa daftar ini bermaksud untuk mencakup
dua jenis pemikiran. Mereka menggunakan istilah yang semua, tetapi cenderung untuk mengilustrasikan hal-hal
berbeda untuk keduanya. Jenis proses berpikir yang pertama utama yang harus dicermati. Dan akhirnya Sutta
disebut sebagai vitakka-vicâra. Kelihatannya seperti sebuah memberikan penjelasan tentang daerah yang luas yang
kejutan ketika menemukan bahwa vitakka (refleksi, disebut sebagai kontemplasi dari obyek-obyek pikiran. Di
pemikiran teraplikasi dan penelitian) dan vicâra (diskriminasi sini dipaparkan hal-hal yang berhubungan dengan resep
dan investigasi), [1] dianggap sebagai skill meditasi Buddha untuk mencapai pembebasan dari penderitaan:
vipassanna yang esensial. Yang lebih penting lagi adalah Lima Rintangan, Tujuh Faktor Pencerahan, Jalan Mulia
bahwa refleksi dan diskriminasi tidak dianggap sebagai Beruas Delapan dan seterusnya. Meditator diarahkan untuk
bagian yang terpisahkan dari praktik mengembangkan mengetahui/mengalami (pajânâti)hal-hal ini sedetil-detilnya.
konsentrasi hening dan blisful (samâdhi).
Bentuk lain proses berpikir yang sering disebut dalam
Dan, Bhikkhu, apakah konsentrasi benar itu (samma- naskah awal buddhis disebut sebagai papañca. Di sini ide
samâdhi)? yang mendasarinya adalah proliferasi (pembiakan proses
Ini adalah ketika seorang Bhikkhu – terundurkan dari berpikir yang tak terkontrol). Selalu ada semacam
kesenangan sensual, dari kualitas mental yang tidak bijak hasrat/niat, sebagaimana halusnya, yang mendorong
– masuk dan tinggal di dalam jhâna pertama: kebahagian papañca dan membuatnya menjadi berkembang. Papañca
dan kegiuran dari pengunduran diri, disertai dengan adalah proses berpikir yang disebut sebagai pikiran
pemikiran yang terarahkan (vitakka) dan investigasi (vicâra) “monyet”. Pikiran ini “ribut dan galau” akan keduniawian.
– Sutta Magga-vibhanga (Sebuah analisis dari Jalan), Ini proses pikiran yang obsesif. Ini adalah jalinan tali dari
diterjemahkan oleh Bhikkhu Thanissaro – asosiasi/pembandingan yang berjalan terus menerus tanpa
henti. Ini adalah proses formasi konsep-konsep dan fantasi
Ini adalah sebuah penjelasan akan tahapan pertama dari yang membawa pikiran jauh dari kenyataan pengalaman
meditasi konsentrasi yang dapat ditemukan hanya dengan yang ril.
sedikit variasi di dalam banyak Sutta awal yang berhubungan
dengan meditasi. Tahapan-tahapan penyerapan (absorpsi) Sangat mudah untuk terjatuh ke dalam kebiasaan
yang melampaui Jhâna pertama tidaklah mengandung memberikan kategori ke semua bentuk pikiran sebagai
proses berpikir ini, tetapi tahapan pertama dari konsentrasi Papañca ketimbang menemukan cara untuk bekerja dengan

2 9 April 2008, tahun V, No 56


Syair Syair

proses berpikir dan belajar untuk menilai/merasa kapan


investigasi obyek pikiran ini bisa bermanfaat. Kepercayaan
bahwa pikiran yang investigatif adalah “di luar jalur” akan
membawa kita untuk mengandalkan terlalu banyak kepada
observasi pasif: hanya mengamati parade proses mental
yang berlalu-lalang. Keputusan akan obyek observasi dan
juga kepercayaan akan apa meditasi itu juga tentu saja
merupakan proses berpikir.

Sebagai sebuah tugas pertama untuk menjadi ahli dan


nyaman di dalam menggunakan proses berpikir dalam
meditasi, cobalah untuk melakukan refleksi dan investigasi.
Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang
Ini akan membutuhkan anda untuk melihat ke belakang
akan apa yang telah terjadi, tidak hanya bertumpu pada lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur
momen kekinian secara terus menerus. Jika anda memiliki panjang, kecantikan, kebahagiaan dan kekuatan.
kesulitan mengingat apa yang terjadi, anda mungkin bisa
menggunakan label yang mendasar seperti catatan-catatan. Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi memiliki
Satu ada dua kata saja sudah dapat memperbaiki ingatan kelakuan buruk dan tak terkendali, sesungguhnya lebih
kita.
baik adalah kehidupan sehari dari orang yang memiliki sila
Karena mencatat atau memberi label dapat berinterferensi dan tekun bersamadhi.
dengan mengalirnya meditasi, gunakanlah apa yang benar-
benar anda butuhkan untuk mengingat. Pada tahap ini Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak
jangan terlalu memusingkan akurasi kata-kata. Di kemudian bijaksana dan tak terkendali, sesungguhnya lebih baik
hari pada saat kita meneliti runtutan kejadian dalam meditasi, adalah kehidupan sehari dari orang yang bijaksana dan
akurasi kata-kata akan menjadi lebih penting. Gunakanlah
tekun bersamadhi.
kata-kata yang memiliki arti langsung untuk anda, bukan
istilah-istilah teoritis. Beberapa orang memahami dengan
menggunakan gambar ketimbang kata-kata. Kebanyakan, Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas
sejauh mana kita dapat secara sadar membedakan dan tidak bersemangat, maka sesungguhnya lebih baik
pengalaman-pengalaman kita dan emosi-emosi kita kehidupan sehari dari orang yang berjuang dengan penuh
berhubungan langsung dengan kemampuan untuk semangat.
menemukan kata-kata yang tepat.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak apat
Jika anda telah menggunakan investigasi sejenis ini ke
dalam latihan anda, lakukanlah dengan kesadaran yang melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang
lebih penuh. Anda akan berada dalam posisi untuk berkondisi, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari
mengevaluasi apakah meditasi duduk anda telah diperkaya orang yang dapat melihat timbul tenggelamnya segala
dan lebih produktif. Perhatikan pada saat vitakka-vicâra sesuatu yang berkondisi.
terperosot menjadi papañca, seperti yang biasanya
cenderung terjadi. Jangan menyalahkan anda jika anda
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak
jatuh ke dalam papañca, hanya sekedar dengan lembut
dapat melihat Keadaan Tanpa Kematian (Nibbana),
membawanya kepada momen kekinian.
sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang
dapat melihat Keadaan Tanpa Kematian.

Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak


Naskah asli dapat diakses di: dapat melihat Kebenaran Luhur, sesungguhnya lebih baik
http://www.meditationproject.org/thinking_thinking.html
kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat Kebenaran
Luhur.

Dhammapada

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 3


Selingan Selingan

Pembicaraan tentang meditasi adalah tidak sama dengan mempraktekkan


meditasi. Kadang-kadang kita membutuhkan beberapa petunjuk dalam
melakukan

meditasi, karena kita tidak selalu mengetahui bagaimana cara untuk


bermeditasi. Oleh karena itu, pada malam hari ini saya akan mengajarkan
kalian cara untuk bermeditasi. Duduklah dengan tenang dan dengarkan
instruksi-instruksi berikut dengan baik. Sebelum memulai latihan meditasi
yang akan saya ajarkan ini, kita akan melaksanakan Metta Bhavana
(Pengembangan Cinta-Kasih Universal), dan setelah itu kita aka berlatih
Anapanasati Bhavana atau Pengembangan Kesadaran pada nafas. Pada
latihan

Anapanasati tersebut, kita bukannaya mencona utnuk masuk pada keadaan


yang tanpa sadara ataupun mencapai jhana-jhana, tetapi kita akan berlatih
Satipatthana Bhavana (Pengembangan Kesadaran); dan sebagai langkah
pertamanya adalah melatih Anapanasati (perhaan pada Pernafasan). SATI
artinya Perhatian Murni atau Penyadaran Jeli atau Kesadaran (mindfulness),
PATTHANA artinya dasar. Jadi Satipatthana artinya Dasar dari Kesadaran.

Apakah Dasar dari Kesadaran itu?

Dasar dari Kesadaran adalah Badan jasmani kita, Perasaan,


pencerapan/pengalaman, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran kita sendiri.
Singkatnya, kita menyadari Pancakkhanda kita atau nama-rupa.
Tujuan dari latihan ini adalah untuk belajar dapat melihat benda-benda
sebagaimana mereka adanya.
Meditasi bukanlah semacam cara untuk melarikan diri dari kenyataan menuju
fantasi atau khayalan. Sang Buddha mengajurkan kita untuk berlatih dan
melihat benda-benda sebagaimana mereka sebenarnnya, atau dalam Bahasa
Pali disebut Yathabutanana Dassana. Untuk dapat melihat benda-benda
sebagaimanamereka adannya. Dibutuhkan adannya pikiranyang jernih, pikiran
yang tenang, dan pikiran yang bebas dari konsep-konsep, ide-ide, atau
prasangka-prasangka. Bila dalam pikiran kita muncul ide-ide atau konsep-
konsep atau angan-angan, maka kita harus menyadari bahwa kita sedang
berpikir, bahwa kita sedang berfantasi, atau kita sedang melihat gambar
dalam batin kita. Gambaran-gambaran batin tersebut memang betul adalah
gambaran batin, tetapi mereka bukanlah sesuatu yang riil/nyata.

Juga misalnya bila kita mengalami perasaan nyaman, tidak nyaman, atau

4 9 April 2008, tahun V, No 56


Selingan Selingan

netral, mereka itu memang benar perasaan, tetapi hanya lalu duduklah dengan tegak, tetapi tidak kaku. Letakkan
perasaan bukan aku, diriku atau milikku. Kalau muncul tangan kiri dibawah tangan kanan, dan telapak tangan
rasa nyaman, catat itu dalam batin: mengahadap keatas. Pejamkan mata, tetapi biarkan ia
tetap rileks.
perasaan.. perasaan... perasaan, kemudian kita jangan
melekat kepada perasaan nyaman tersebut. Demikian juga Pertama-tama, marilah kita kembangkan Metta atau
bila anda mengalami rasa tidak nyaman misalnya sakit, perasaan Cinta-kasih Universal kepada semua makhluk,
maka cobalah untuk melihatnya sebagai: perasaan.. dimula dari diri kira sendiri. Masing-masing
Perasaan... Perasaan, dan jangan membenci kepada kembangkan Metta dengan memikirkan dan mengharapkan:
perasaan sakit tersebut. Jadi kita jangan mencoba untuk
menekan perasaan itu, juga jangan melekat kepada Semoga saya terbebas dari kemarahan dan
perasaan itu, tetapi amatilah perasaaan tersebut saat ia ketakutan.....(diam sejenak)
muncul, saat ia bertahan sejenak, dan saat ia lenyap.
Dengan demikian kita akan melihat ketidak-kekalan dari Semoga saya terbebas dari keserakahan, kebencian, dan
perasaan. kegelapan....(diam sejenak)

Kejadian seperti pada perasaan tersebut, juga berlaku Semoga saya terbebas dari pertentangan dan
untuk segala sesuatu yang kita lihat, kita dengar, kita cium, penderitaan..(diam sejenak)
kita kecap, kita sentuh, dan kita pikirkan. Semua itu hanya
muncul, bertahan sejenak, lalu lenyap. Semoga saya sejahtera, damai dan bahagia...(diam sejenak)

Jadi tujuan utama dari latihan ini adalah untuk belajar hidup Semoga saya selamat dan bahagia...(diam sejenak)
dengan penuh kesadaran, sadar dari waktu ke waktu. Tidak
hanyut oleh kejadian-kejadian yang telah lampau dengan Semoga semua makhluk, yang dekat maupun yang jauh,
melekati atau menyesalinya, ataupun hanyut oleh terbebas dari pertentangan dan penderitaan...(diam sejenak)
angan-angan ke masa yang akan datang dengan
pengharapan dan rasa cemas; tetapi kita sadar dari waktu Semoga semua makhluk, manusia, binatang, yang tampak
ke waktu, apa yang sebenarnya terjadi disini maupun yang tidak tampak, hidup sejahtera, damai dan
sekarang. bahagia. ...(diam sejenak)

Dengan demikian kita dapat mengetahui banyak hal - Semoga semua mkhluk, di semua jurusan, di atas, di
keseluruhan Dhamma-, yang sesungguhnya terkandung bawah, di sekeliling kita, yang dekat maupun jauh, selalu
di dalam jasmani dan batun atau Pancakkhanda kita selamat dan bahagia. ...(diam sejenak)
masing-masing. Kita tidak harus membaca banyak buku
untuk menemukan apa sesungguhnya hidup dan kehidupan Sekarang marilah kita alihkan perhatian kita, pertama-tama
itu, tetapi kita dapat membaca 'buku' kita ke jasmani kita, yang duduk disini, dengan merasakan
sendiri dengan mengamati pikiran, perasaan dan jasmani bagaimana jasmani yang menyentuh lantai
kita. Pengetahuan yang kita peroleh lewat meditasi ini dan merasakan keseluruhan jasmani dari bawah ke atas
disebut kebijaksaan (wisdom) atau Pengetahuan pandangan dan dari atas ke bawah (ujung jari kaki).
terang (Vipassana Nana), atau Pengetahuan yang dalam Juga kita sadar akan suara-suara yang ada disekitar kita,
(Insight knowledge) atau Kebijaksaan yang tinggi (Insight demikian juga keheningan yang ada di sekitar kita maupun
wisdom). di dalam diri kita. ...(diam sejenak)

Kebijaksanaan atau pengetahuan yang tinggi tersebut atau Kemudian pergunakan Sati (Perhatian Murni) anda,
penglihatan terhadap benda-benda sebagaimana mereka pusatkan Perhatian anda, mula-mula naik dari bawah
adannya itu dapat membantu kita untuk terbebas dari bebas menuju ke atas badan, ke arah hidung (lubang
keserakahan, kebencian, dan kebodohan/pandangan hidung). Coba rasakan nafas anda; tariklah dua sampai
keliru, dan kemudian dapat membuat kita menjadi bahagia, tiga kali nafas panjag untuk merasakan udara yang
damai, bebas dari beban-beban karma lampau kita. Dan menyentuh lubang hidung....(diam sejenak)
hal tersebut bahkan dapat menolong kita untuk merealisasi
Kebenaran Tertinggi (Unconditon Truth) dan Kedamaian Setelah menarik nafas panjang tadi dan anda dapat
Tertinggi (Highest Peace), yang mengatasi semua merasakan sentuhan udara di lubang hidung tersebut,
pengertian biasa yang ada didunia ini. sekarang bernafaslah seperti biasa (normal). Pusatkan
perhatian anda pada lubang hidung, rasakan nafas masuk
Jadi sekarang silakan kalian mengambil posisis duduk dan nafas keluar yagn selalu menyentuh titik tersebut.
yang enak, dimana kalian dapat merasa seimbang/mantap,

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 5


Selingan Selingan

Kita jangan memaksakan nafas kita. Juga kita jangan Sekarang, sebelum kita mengakhiri latihan meditasi ini,
mengikuti jalannya nafas yang masuk dan keluar, marilah sekali lagi kita kembangkan Cinta-kasih Universal
tetapi pusatkan perhatian anda hanya pada satu titik di (Metta) kepada semua makhluk dengan mempraktekkan
lubang hidung anda. Kemudian cobalah lihat perasaan kita Metta Bhavana menurut cara anda masing-masing untuk
ketika permulaan, pertengahan dan akhir dari masing- beberapa menit.
masing nafas yang masuk dan keluar. ...(diam sejenak)
Semoga semua makhluk sejahtera, damai dan
Dengan tenang, teruskanlah latihan ini untuk beberapa bahagia...(diam sejenak)
menit...(diam selama sekitar 10 menit)
Semoga semua makhluk selamat dan bahagia...(diam
Kadang-kadang pikiran anda tidak bisa tetap tnggal pada sejenak)
objek (nafas), tetapi mulai mengembara ke masa lampau
atau ke masa yang akan datang. Jangan cemaskan hal Sekarang, sebelum anda membuka mata anda, sadarilahj
itu, itu adalah wajar, alamiah, dan merupakan kondisi dari suara-suara ataupun keheningan yang ada disekitar anda
pikiran. Cobalah untuk menyadari secepat mungkin pikiran dan di dalam diri anda. Kemudian rasakan
anda yang mengembara itu. Jangan melekat kepada bentuk- jasmani anda yang sedang duduk di sini sekarang. Sambil
bentuk pikiran yang muncul, juga jangan mengutuk atau menikmati kedamaian dan kebahagiaan, perlahan-lahan
marah kepada bentuk-bentuk pikiran tersebut. Yang bukalah mata anda dan rileks-lah. (Latihan selesai)
perlu anda lalukan hanyalah mencatatnya dalam batin:
berpikir... berpikir... berpikir..., kemudian biarkan pikiran
tersebut lewat/lalu.
Dikutip dari Mutiara Dhamma IV
Lalu coba kembalikan perhatian anda kepada obyek semula, (Sumber: khotbah Ven. Olande Ananda Thera di
yaitu anapati (nafas): nafas masuk dan nafas keluar...(diam Denpasar tanggal 24 Nov 1991)
sejenak)

Kadang-kadang anda mungkin akan mendengar suara-


suara tertentu di sekitar anda. Cukup anda sadari:
mendengar... mendengar.. mendengar. Apabila anda
mendengar suarau-suara, jangalah sampai pikiran anda
terbawa atau hanyut oleh suara tersebut. ...(diam sejenak)
Petunjuk berlangganan :
Kadang-kadang anda akan merasakan sakit pada jasmani
anda dan tidak dapat berkonsentrasi pada nafas - karena a. Dapat mengirim email kosong ke :
sakit di badan lebih kuat daripada obyek nafas nada -, Dharma_mangala-subscribe@yahoogroups.com
cobalah untuk tidak mengubah posisi anda dengan seketika,
tetapi pakailah perasaan sakit tersebut sebagai obyek yang b. Atau dapat langsung join melalui web :
jelas dari Perhatian anda. Jika anda tidak dapat merasakan http://groups.yahoo.com/group/Dharma_mangala
nafas, tetapi merasakan sakit tersebut, bergembiralah
karena anda sedang mendapatkan obyek yang
c. Atau di perpustakaan on line yang menyediakan
jelas, dan menyadari bahwa perasaan itu yang dominasi
sekarang. Biarikan ia terasa dalam kesadaran anda. banyak ebook menarik:
Janganlah mencoba untuk melawannya atau menekannya, http://www.DhammaCitta.org
atau marah padannya - karena ia tidak menyenangkan-,
tetapi cukup anda catat dalam batin: merasa sakit.. merasa Surat-menyurat, kritik atau saran, dapat ditujukan ke
sakit.. merasa sakit. alamat redaksi : dharmamangala@yahoo.com.

Kemudian ingatkan diri anda bawah nafas anda masih Redaksi menerima sumbangan naskah atau cerita
tetap berlangsung di sana (di lubang hidung), kemudian
yang berhubungan dengan ajaran Sang Buddha
kembali arahkan pikiran anda ke lubang hidung. ...(diam
Gotama. Redaksi akan menyeleksi naskah, mengedit
sejenak)
tanpa merubah maksud dan tujuan naskah tersebut.
Nafas yang tadi telah berlalu, nafas yang berikut belum
hadir, tetapi anda dapat merasakan nafas yang sekarang. Semua artikel dapat diperbanyak tanpa ijin, namun
Setiap saat nafas yang berbeda akan masuk dan keluar. harus mencantumkan sumbernya.

6 9 April 2008, tahun V, No 56


Cerita Buddhis

Demikianlah telah saya dengar pada suatu ketika, Buddha berdiam di


Rajagrha di Puncak Burung Rajawali bersama dengan pesamuhan
besar yang terdiri dari 1250 bhikkhu.

Pada suatu ketika, Bhagava berkata kepada para bhikkhu, semua


mengetahui Kaundinya dan yang lainnya, "Pilihlah seorang yang akan
bersama dan melayaniku."

Kemudian Kaundinya berdiri dari tempat duduknya, melipat jubahnya


di atas bahunya, beranjali kepada Buddha, dan bersujud, berkata,
"Bhagava saya akan menemanimu dan membawa jubah dan pattaMu!"

Buddha berkata, "Kaundinya, engkau sendiri telah tua dan membutuhkan


orang lain yang melayanimu. Engkau tidak bisa menemani dan
melayaniku. Kaundinya engkau tetaplah pada tempatmu."

Kemudian Kasyapa, Sariputra, Maha Maudgalyayana, dan semua 500


muridnya secara sukarela melayani Buddha, tapi Bhagava tidak
menerima mereka. Ketika Yang Mulia Aniruddha sedang mencari orang
yang akan menemani Buddha, bathin Aniruddha menghampiri semua
orang seperti cahaya matahari yang menyinari tembok timur suatu
istana dan menyebar ke tembok barat, ternyata yang tertuju adalah
Ananda yang Buddha inginkan untuk menemaniNya.

Oleh karena itu Sariputra, Maha Maudgalyayana, dan yang lainnya


pergi ke Ananda, duduk disebelahnya, dan memberitahu dia berita
gembira itu, "Yang Mulia Ananda, engkaulah yang akan menemani dan
melayani Buddha. Bhagava menginginkan hal ini. Merupakan berkah
yang benar-benar besar jika engkau melayani Buddha."
Ananda menjawab, "Bhikkhu Sariputra, bukanlah keinginan saya untuk
tinggal dekat dengan Buddha dan melayaniNya, mengapa harus saya?

Karena tugas melayani Buddha tidaklah mudah. Sungguh sulit untuk

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 7


Cerita Buddhis

tetap berada dalam kesabaran, sesulit ketika berdiri di atas kepada Brahma dan Indra, kepada matahari dan bulan,
bara api, inilah alasan saya tidak mampu melayani Buddha.” kepada bintang-bintang, kepada para dewa di gunung dan
air dan hutan, dan akhirnya, setelah 12 tahun, istri
Kemudian Yang Mulia Maha Maudgalyayana berkata pertamanya mengandung. Sebagai seorang wanita yang
kepada Ananda, "Ananda, keinginan Buddha adalah engkau bijaksana, dia mengetahui bahwa bayi dalam kandungannya
menemaninya seperti sinar matahari yang masuk melalui adalah seorang anak laki-laki dan memberitahu brahmin
pecahan dinding istana sebelah timur dan menyinari dinding dan ia pun berbahagia dan menghormati istrinya. Ketika
sebelah barat. Hanya engkau seorang dari semua murid- bulan-bulan dilewati, seorang anak laki-laki lahir dengan
muridNya yang dikendaki Buddha untuk menemaniNya. rambut yang hitam dan kulit emas, tampan dan menarik,
Jika engkau melakukan hal ini, manfaat yang akan engkau dan semua organnya sempurna. Pada upacara keagamaan
peroleh sungguh besar." seorang peramal dipanggil untuk mengamati anak itu dan
menamakannya 'Amal Besar.' Tahun berganti tahun, orang
Ananda berkata, "Bhikkhu Maha Maudgalyayana, jika saya tua anak laki-laki itu membahagiakan anaknya dengan
harus melayani dan menemani Bhagava ada tiga syarat. membangun tempat tinggal bermusim semi, panas, gugur,
Pertama, saya tidak akan pernah diizinkan mengenakan dan dingin. Dia dewasa dalam kebijaksanaan dan menjadi
jubah yang Bhagava kenakan. Kedua, saya tidak akan sempurna dalam 18 ilmu.
memakan sesuappun makanan Buddha. Ketiga, saya akan
memohon Buddha mengajarkan Dharma ketika saya tidak Pada suatu kejadian, anak itu berkata kepada orang tuanya,
ada. Jika Bhagava memenuhi tiga keinginan ini, saya akan 'Saya berharap dapat pergi keluar dan melihat dunia.'
menemani dan melayaniNya." Orang tuanya menyetujui keinginannya dan membersihkan
jalan, memasang umbul-umbul dan bendera, dan
Kemudian bhikkhu Sariputra dan Maha Maudgalyayana menaburkan bunga dan wewangian di sepanjang jalan.
menyetujui apa yang dikatakan Ananda, pergi menghadap Kemudian mereka menaikkan dia di atas seekor gajah
Buddha dan memberitahuNya. yang dihiasi tujuh permata, dan dia keluar kota dengan
rombongan yang terdiri dari ratusan ribu orang yang
Buddha menyetujuinya, dan berkata, "Ini, Maha membawa simbal, genderang, dan musik. Ketika orang-
Maudgalyayana, adalah Dharma Ananda yang orang melihatnya dari sisi-sisi jalan dan atap rumah, mereka
menakjubkan. Ananda bijaksana dan memahami waktu berseru, 'Ah, hal ini menarik dan mengagumkan bagai
yang tepat. Mengetahui waktu tepat berarti mengerti kapan dewa Indra!'
tepat untuk empat kelas murid untuk datang dan mengujungi
Buddha, kapan waktu yang tepat bagi para penganut non- "Seiring dengan berjalannya prosesi, beberapa orang
Buddhis untuk mendekati Buddha atau tidak, untuk miskin yang berpakaian compang-camping dan membawa
mengetahui kapan penganut non-Buddhis harus mangkuk rusak mendekat dan memohon sedekah. Ketika
mendebatkan ajaran Buddha, dan untuk mengetahui Amal Besar bertanya kepada mereka tentang penyebab
Buddha harus puas akan jenis makanan yang mana. dari penderitaan mereka, beberapa dari mereka berkata
Mengetahui hal ini, Maha Maudgalyayana, ini adalah bahwa mereka tidak memiliki orang tua maupun saudara,
Dharma yang menakjubkan dari Ananda." sementara yang lainnya berkata bahwa mereka sakit-
sakitan sudah lama, dan sementara yang lain berkata
Kemudian baik Sariputra maupun Maha Maudgalyayana bahwa mereka telah diserang oleh perampok yang mencuri
memuji fakta bahwa Ananda yang akan melayani Bhagava, semua yang mereka miliki. Ketika anak itu melihat kondisi
Buddha telah memberitahu bahwa Ananda bijaksana dan mereka yang menyedihkan, dia menangis dan meneruskan
mengetahui waktu. Bhikkhu-bhikkhu yang lain, perjalanan.
bagaimanapun, memiliki keragu-raguan dan berkata kepada
Buddha, "Bhagava, atas alasan apa, atas penyebab apa, Segera mereka datang ke beberapa tukang daging yang
sehingga Ananda mengetahui waktu dan kejadian?" sedang memotong dan menguliti binatang. Ketika ditanya
mengapa mereka melakukan perbuatan buruk itu, mereka
Buddha berkata, "Sariputra, berkalpa-kalpa tak terhitung berkata bahwa mereka telah diwarisi pekerjaan ini oleh
yang lalu, terdapat seorang kaisar di Jambudvipa yang orang tua mereka dan ini merupakan jalan satu-satunya
memerintah lebih dari 84.000 raja-raja kecil. Pada saat itu, untuk bertahan hidup. Dengan sedih, Amal Besar
di kota Varuna, terdapat seorang brahmin yang bernama melanjutkan perjalanan dan datang ke beberapa petani
Nyagrodha yang mempelajari ilmu pengobatan, matematika, yang sedang membajak. Dia melihat cacing keluar dari
dan astronomi, yang dijadikan raja guru dan dihormati raja. tanah yang dibajak dan burung-burung dan ular-ular
Kekayaan brahmin ini dapat dibandingkan dengan kekayaan mengejar dan memakan mereka. Ketika dia bertanya
Vaisravana, dewa dari kekayaan, tetapi karena dia tidak kepada para petani mengapa mereka melakukan hal ini,
memiliki anak laki-laki dia sedih dan secara terus menerus mereka berkata bahwa dengan mengolah tanah dan
memohonnya. Dia berdoa dan membuat persembahan menanam bibit mereka berharap untuk mendapatkan panen

8 9 April 2008, tahun V, No 56


Cerita Buddhis

yang baik sehingga mereka dapat menyokong hidup mereka 1000, 5000, bahkan 10.000 yojana, dan mereka berkumpul
dan membayar pajak raja. seperti awan yang besar. Mereka yang menginginkan
pakaian diberi pakaian, yang menginginkan makanan diberi
"Dengan sedih, Amal Besar melanjutkan perjalanan dan makanan, yang mengingikan perhiasan, emas, perak, lapis-
menghampiri seorang penangkap burung yang telah lazuli, kuda, kereta, taman, tempat tinggal, atau hewan
menjaring banyak burung. Burung-burung itu terkapar di akan diberikan.
tanah, sambil mengepak-ngepakan sayapnya, dan
memelas. Ketika penangkap burung ditanya mengapa dia "Pemberian ini berlanjut untuk waktu yang lama dan saat
melakukan hal jahat ini terhadap makhluk hidup, dia sepertiga harta itu telah habis, penjaga harta berkata kepada
menjawab bahwa ini adalah pekerjaan kastanya yang hidup brahmin, 'Anakmu telah memberikan sepertiga dari hartamu.
dengan membunuh dan memakan burung. Tinggal dua pertiga yang tersisa. Apabila semuanya
d i b e r i k a n , a pa y a n g a k a n e n g k a u l a k u k a n ? '
"Dengan berat hati, Amal Besar melanjutkan perjalanan
dan menghampiri seorang nelayan yang sedang menangkap Brahmin itu berkata, 'Tetapi saya mencintai anakku.
ikan dan melemparkannya ke tepi sungai, sehingga mereka Bagaimana saya bisa menolak permintaanya? Apa yang
mengelepak dengan sedih. Ketika dia bertanya kepadanya terjadi jika harta ini habis?'
mengapa dia melakukan hal ini terhadap ikan-ikan, nelayan
itu berkata bahwa mereka akan dimakan dan hal ini Kemudian, ketika dua pertiga harta itu habis, penjaga itu
merupakan jalan satu-satunya yang dia miliki untuk hidup. berkata lagi kepada brahmin, 'Yang Mulia, pemberian dana
Amal Besar berpikir, 'Hal ini terjadi karena mereka miskin; anakmu hanya tersisa sepertiga dari hartamu. Apa yang
mereka tidak memiliki jalan lain untuk bertahan hidup harus saya lakukan?'
kecuali membunuh. Saat mereka meninggal, mereka akan
lahir di tiga alam rendah dan pergi dari alam gelap menuju Brahmin menjawab, 'Saya sendiri tidak dapat mencegah
ke alam gelap lagi. Bagaimana mereka bisa terbebaskan?" anakku untuk memberikan hadiah. Jika engkau mengetahui
apa yang harus dilakukan, lakukanlah.'
"Setelah kembali ke istana, dia berpikir siang malam tentang
penderitaan orang-orang tadi. Kemudian penjaga itu mengunci pintu harta dan pergi
mengurusi urusannya. Ketika para pengemis datang dan
Kemudian dia menghampiri ayahnya dan berkata, 'Ayah, mengetahui bahwa pintu itu terkunci, mereka mencari
saya mempunyai sebuah permintaan dan saya mohon penjaga itu, akan tetapi saat mereka menemukannya, ia
engkau mengabulkannya.' menolak untuk memberikan harta itu.

Ayahnya menjawab, 'Anakku, saya akan mengabulkan Amal besar kemudian berpikir, 'Ini pasti perintah ayah saya.
apapun yang engkau inginkan.' Tidak baik untuk menghabiskan semua harta ayahku dan
saya akan mencari orang yang ingin membantu sesama.'
Anak itu berkata, 'Akhir-akhir ini, ketika saya pergi keluar,
saya melihat banyak orang yang karena mereka tanpa Kemudian dia mulai bertanya kepada orang-orang tentang
makanan atau pakaian, miskin dan menderita dan apa yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan
melakukan berbagai macam kejahatan dengan membunuh kemakmuran abadi. Beberapa dari mereka berkata bahwa
dan berbohong. Saya terus menerus berpikir untuk seseorang dapat kaya dengan beternak. Yang lainnya
memberikan hadiah kepada mereka dan saya mohon menganjurkan bertani. Sedangkan yang lainnya
kepadamu untuk memberikan kekayaan terbesarmu. menganjurkan untuk berdagang dengan negeri lain.
Bersama mereka saya akan membebaskan penderitaan Beberapa berkata bahwa akan lebih baik jika pergi ke laut
mereka.' untuk mencari perhiasan dan cintamani. (Bersambung)

Ayahnya menjawab, 'Anakku, ini hanya untukmu saya


mengumpulkan semua permata dan hartaku. Tentu saja Sumber : Sutra of the Wise and the Foolish
saya tidak akan menolak hal ini? Buatlah hadiah apapun [mdomdzangs blun] atau Ocean of Narratives [uliger-un
yang engkau mau.' dalai]
Penerbit : Library of Tibetan Works &
"Amal Besar kemudian membuat sebuah pengumuman Archieves
kepada semu orang, 'Datanglah! Ada pemberian hadiah.'" Alih Bahasa Mongolia
ke Inggris : Stanley Frye
Kemudian semua bhikkhu, brahmin pengemis, orang Alih Bahasa Inggris
kelaparan, orang sakit berkumpul dan memenuhi bagian ke Indonesia : Heni [Mahasiswa UI]
luar kota. Mereka datang dari jarak ratusan yojana, 500, Editor : Junaidi, Kadam Choeling

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 9