Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai perwujudan reformasi kepegawaian
berorientasi

pada

pelayanan

publik

secara

Aparatur Sipil Negara yang


profesional

dengan

selalu

mengedepankan kepentingan Negara, bebas dari intervensi politik, bersih dari


praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu menjalankan kebijakan publik dan
pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945, di
bentuklah peraturan tentang ASN dalam UU No. 5 Tahun 2014 sebagai landasan
operasional tentang Aparatur Sipil Negara.
Pola baru yang sekarang ini sedang diterapkan oleh Lembaga Administrasi
Negara (LAN) adalah diklat prajabatan dengan pola ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi ditetapkan bahwa salah
satu jenis Diklat Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk
karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional
dalam melayani masyarakat serta berdaya saing. Serta PERKA LAN No 15 Tahun
2015 tentang pedoman penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
Prajabatan CPNS GOL III.
Undang-undang nomor : 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,
mengamanahkan kepada pemerintah daerah untuk dapat mengatur dan mengurus
sendiri urusan pemerintahannya akan tetapi masih dalam sistem dan prinsip Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Mewujudkan pembangunan nasional dibidang kesehatan yang berlandaskan
prakarsa dan aspirasi masyarakat dengan cara memberdayakan, menghimpun, dan
mengoptimalkan potensi daerah untuk kepentingan daerah dan prioritas Nasional
dalam mencapai Indonesia Sehat 2020.
Puskesmas merupakan salah satu faslitas pelayanan kesehatan harus memiliki
peran yang optimal dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan
masyarakat Indonesia.

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS


1. Tujuan
1.1 Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
1.2 Mampu menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA di dalam kegiatan
aktualisasi berdasarkan tugas dan fungsi bidan sebagai ASN.
2. Manfaat
Diharapkan tercipta nya Aparatur Sipil Negara yang

mampu

melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.


C. Ruang Lingkup Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi adalah di UPTD Puskesmas
Rawat Inap Kisam Tinggi Kabupaten Ogan komerin Ulu Selatan yang
menerapkan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu,
dan anti korupsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penerapan nilai nilai dasar profesi Aktualisasi ini mulai dilakukan pada
tanggal 31 Maret 2016 sampai dengan 12 Maret 2016. Bertempat Di
puskesmas rawat inap kisam tinggi kecamatan kisam tinggi kabupaten Oku
Selatan.
D. Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai penyusunan laporan
aktualisasi ini maka penulis menguraikan menjadi 5 ( lima ) Bab, yaitu :
BAB I
Pendahuluan
Bab ini mengemukakan latar belakang pemilihan judul masalah, tujuan
dan manfaat penulisan laporan, ruang lingkup, waktu dan tempat
pelaksanaan dan sistematika penulisan.
BAB II

Deskripsi Organisasi
Bab ini menguraikan tentang profil organisasi puskesamas, visi dan
misi organisasi, struktur organisasi dan uraian tugas dan fungsi jabatan.

BAB III

Rencana dan Target Aktualisasi


Pada bab ini berisi rencana aktualisasi, target aktualisasi dan
rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS.

BAB IV Capaian Aktualisasi


Bab ini berisi tentang capaian aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
yang memuat semua kegiatan yang telah dilakukan beserta bukti-bukti
kegiatan.

BAB V

Penutup
Bab ini mengenai kesimpulan dan saran dari hasil penulisan laporan
aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS.

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI
A. Profil Organisasi
Puskesmas Rawat Inap Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu
Selatan merupakan salah satu institusi pemerintah yang dibentuk untuk
mengemban tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan
3

1. Sejarah Singkat UPTD Puskesmas Rawat Inap Kisam Tinggi


2. Dr. Budiman
: Mei 1993 - November 1994
3. Dr. Eratus Setyo Utomo
: November 1994 - Desember 1997
4. Dr. Widagdo
: Juni 1998 - Mei 1998
5. Huzaini Amin (PLH)
: Juni 1998 - Juni 2000
6. Dr. Pariyanto
: Juni 2000 - Juli 2003
7. Dr. Siswanda
: Agustus 2003 - Maret 2004
8. Dr. Dwi Muchranto
: April 2004 - April 2005
9. Dahron (PLH)
: Mei 2005 - Mei 2008
10. Dedy Chandra, SKM (PLH )
: Juni 2008 - Juni 2009
11. Tabron
: Juli 2009 - Juli 2011
12. Dedy Chandra, SKM
: Juli 2011 - 17 Desember 2013
13. Yessi Aprianti,SKM.MM
: 30 Desember 2013 Sampai
Sekarang
2. Geografis dan Demografis UPTD Puskesmas Rawat Inap Kisam Tinggi
UPTD Puskesmas Rawat Inap Kisam Tinggi terletak di wilayah kecamatan
Kisam Tinggi tepatnya di desa Padang Bindu. Dengan kondisi alam berbukit
terjal, berjarak 60 km dari ibu kota kabupaten OKU Selatan. Luas wilayah
kecamatan Kisam Tinggi 1.500 km2 dan terdiri dari 19 desa.
Batas wilayah Kecamatan Kisam Tinggi :
Sebelah Utara
: Berbatasan dengan Kabupaten OKU
Sebelah Selatan
: Berbatasan dengan kecamatan Runjung Agung
Sebelah Timur
: Berbatasan dengan kecamatan Muara Dua Kisam
Sebelah Barat
: Berbatasan dengan Kabupaten OKU dan Muara
Enim
Keadaan jalan di Kecamatan Kisam tinggi pada 12 desa dapat dilalui kendaraan
roda empat dan 7 desa hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda duadengan
spesifikasi khusus. Jumlah penduduk kecamatan Kisam Tinggi 17350 jiwa yang
terdiri dari 5194 KK. Sebagian besar mata pencaharian warga yaitu 90% bertani
atau berkebun, 3% wiraswasta, 3% PNS,TNI/Polri, 0,5% pensiunan dan 3,5%
lain-lain.
3. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang disediakan di UPTD Puskesmas Rawat Inap
Kisam Tinggi antara lain :
a. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya
ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus
diselenggarakan di setiap Puskesmas.
Untuk

Dinas

Kesehatan

Kabupaten

OKU

Selatan

upaya

penyelenggaraan kesehatan wajib Puskesmas ada 7 program wajib (basic


seven) yaitu :
4

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Upaya Promosi Kesehatan


Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan Ibu Dan Anak Serta KB
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Pengobatan
Upaya Pencatatan dan Pelaporan
b. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah Upaya yang
ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, yang
dipilih dari daftar upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada, yaitu :
1. Upaya Kesehatan Sekolah
2. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
3. Upaya Kesehatan Jiwa

B. Visi dan Misi Organisasi


VISI
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
adalah tercapainya Kecamatan Sehat 2020. Kecamatan sehat adalah
gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan
dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Indikator kecamatan sehat yang ingin dicapai mencakup 4 indikator, yakni :
1. Indikator lingkungan sehat
2. Indikator perilaku sehat
3. Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu
4. Indikator derajat kesehatan yang optimal
MISI
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional.
5

Ada tiga misi Puskesmas yaitu :


1. Menggerakkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan Di wilayah
Kerjanya.
2. Mendorong Kemandirian Hidup Sehat Bagi Keluarga Dan Masyarakat di
Wilayah Kerjanya
3. Memelihara Dan Meninggkatkan Mutu, Pemerataaan Dan Keterjangkauan
pelayanan Kesehatan Yang diselenggarakannya.
4. Memelihara Dan meningkatkan Kesehatan Perorangan , Keluarga dan
Masyarakat Beserta Lingkungannya

C. Uraian Tugas
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Jenjang
Pangkat, Golongan Ruang Jabatan Fungsional Perawat Kategori Keahlian
sebagaimana dimaksud pada ayat (3), sesuai dengan jenjang jabatannya yaitu,
Perawat Ahli Pertama / Penata Muda, Golongan Ruang III.a.
Rincian kegiatan perawat kategori keahlian sesuai dengan jenjang jabatan,
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

melakukan pengkajian keperawatan dasar pada masyarakat;


melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu;
melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada keluarga;
memberikan konsultasi data pengkajian keperawatan dasar/lanjut;
merumuskan diagnosa keperawatan pada individu;
membuat prioritas diagnosa keperawatan;
merumuskan tujuan keperawatan pada individu dalam rangka menyusun

rencana tindakan keperawatan;


8. merumuskan tujuan keperawatan pada keluarga dalam rangka menyusun
rencana tindakan keperawatan;
9. menetapkan tindakan keperawatan pada individu dalam rangka menyusun
rencana tindakan keperawatan;
10. menetapkan tindakan keperawatan pada keluarga dalam rangka menyusun
rencana tindakan keperawatan;
6

11. melakukan stimulasi tumbuh kembang pada individu dalam rangka


melakukan upaya promotif;
12. memfasilitasi adaptasi dalam hospitalisasi pada individu dalam rangka
melakukan upaya promotif;
13. melaksanakan case finding/deteksi dini/ penemuan kasus baru pada individu
dalam rangka melakukan upaya promotif;
14. melakukan support kepatuhan terhadap intervensi kesehatan pada individu;
15. melakukan pendidikan kesehatan pada individu pasien;
16. mengajarkan keluarga untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarganya;
17. mengajarkan teknik kontrol infeksi pada keluarga dengan penyakit menular;
18. melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok;
19. melakukan peningkatan/penguatan kemampuan sukarelawan dalam
meningkatkan masalah kesehatan masyarakat dalam rangka melakukan
upaya promotif;
20. melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat;
21. melakukan manajemen inkontinen urine dalam

rangka

pemenuhan

kebutuhan eliminasi;
22. melakukan manajemen inkontinen faecal dalam rangka pemenuhan
kebutuhan eliminasi;
23. melakukan upaya membuat pasien tidur;
24. melakukan relaksasi psikologis;
25. melakukan tatakelola keperawatan perlindungan terhadap pasien dengan
risiko trauma/injury;
26. melakukan manajemen febrile neutropeni;
27. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan;
28. memfasilitasi pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritual dalam rangka
tindakan keperawatan yang berkaitan dengan ibadah;
29. melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care);
30. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;
31. mengambil sampel darah melalui arteri, pulmonari arteri, cvp dalam rangka
tindakan keperawatan spesifik terkait kasus dan kondisi pasien;
32. merawat pasien dengan WSD;
33. memantau pemberian elektrolit konsentrasi tinggi;
34. melakukan resusitasi bayi baru lahir;
35. melakukan tatakelola keperawatan pada pasien dengan kemoterapi (pre,
intra, post);
36. melakukan perawatan luka kanker;
37. melakukan penatalaksanaan ekstravasasi;
38. melakukan rehabilitasi mental spiritual pada individu;
39. melakukan perawatan lanjutan pasca hospitalisasi/bencana dalam rangka
melakukan upaya rehabilitatif pada keluarga;
40. memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal;
41. memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan kematian;
42. melakukan penatalaksanaan manajemen gejala;
43. melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu;
7

44. memodifikasi rencana asuhan keperawatan;


45. melakukan dokumentasi perencanaan keperawatan;
46. melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan;
47. melakukan dokumentasi evaluasi keperawatan;
48. menyusun rencana kegiatan individu perawat;
49. melakukan preseptorship dan mentorship;
50. melaksanakan fungsi pengarahan pelaksanaan pelayanan keperawatan
sebagai ketua tim/perawat primer;
51. melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan;
52. melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan;
53. melaksanakan penanggulangan penyakit/wabah tertentu; dan melakukan
supervisi lapangan.
D. STRUKTUR ORGANISASI
Tabel 2.1 : Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap
Kisam Tinggi Kecamatan Kisam Tinggi Tahun 2016
NO

NAMA

NIP/NRPTT

GOL

Jabatan/Tugas

1
2
3
4
5
6

Suratmi
Yessi Aprianti,SKM.MM
Tabron
Dedy Chandra, SKM
Afrius
Susilawati.Am.Kep

197012101992032005
1609104509900001
196501091988121001
197808292006042002
197405221995031002
197712052006042002

2014/2015
III/d
III/c
III/c
III/c
III/a
III/b

dr. Fiki Milwin, MM.

198405112014121002

III/b

Pirisia,Am.Kep
Suburti Hariani,Am.Kep
Ns. David Casidi, S.Kep
Eva Mandasari
Delly Novrita,Am.Keb
Deni Putriani,Am.Kep
Teri Aini,Amk
Budiman
Safrina
Ida Heliza
Sasmala Dewi
Wasilah
Zepran Jull

197808132007012004
197604042006042011
198303262015031003
198606262009032001
197711282006042015
198304012008012014
197809062009012007
195808171984031019
198012232007012004
197512032005012011
197405252006042016
197206212006042010

III/a
III/a
III/a
II/d
II/d
II/d
II/d
II/c
II/d
II/c
II/c
II/c

Pengobatan
Bagian Pengobatan
Petugas Kesling
Petug Bagian Imunisasi
Program GIZI
Bidan Sub Koordinator
Juru Imunisasi
Bagian Pengobatan
Kepegawaian
Petugas Gudang Obat
Penanggung Jawab APOTIK
Kepegawaian
Bidan Desa Bandar Alam

198707162011011004

II/d

Petugas bagian Malaria

199003102015032003

II/c

Petugas bagian KIA

1990092822015032006

II/c

Petugas bagian Tb

199105302015032004
198402062014102005

II/c
II/a

Petugas bagian Malaria


Bag. Pendaftaran

8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Pratama,Am.Kep
21 Meta Sari, AM.Keb
22 Selvi Volendra Rosa,
AM.Keb
23 Novita Santi, AM.Keb
24 Disva Heryani

Ka. Pustu Danau Rata


Ka.UPTD PKM Kisam Tinggi
Inventarisasi
Kepala Pustu Simpang Tiga
Ka.Sub.TU
Surveilens dan SP2TP
Penanggung Jawab

25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Therisia Lestari
Elsye Silpina Aplonika
Alfi Syahri
Wiwik Fatmawati
Fitriani
Dwi Setia Ningsyeh
Wini Widianti
Ayu Hermeidona
Desva Herpiana Epita
Ita Anita

L.06.4.0003
L.06.4.0006
L.06.4.0015
L.06.4.0020
L.06.4.0045
L.06.4.42.00009
L.06.4.0068
L.06.4.0096
L.06.4.0137
06.1.047.8611

PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT
PTT

Bidan Desa Berasnag


Bidan Desa Gunung Megang
Bidan Desa Muara Payang
Bidan Desa Danau Rata
Bidan Desa Air Alun
Bidan Desa Padang Lay
Bidan Desa Simpang Tiga
Bidan Desa Simpang Empat
Bidan Desa Kota Padang
Staf Pustu Simpang Tiga

STRUKTUR ORGANISASI UPTD RAWAT INAP KISAM TINGGI KECAMATAN KISAM TINGGI

TATA USAHA
KEPALA UPTD
PERLENGKAPAN
A
F
R
I
U
S
PUSKESMAS KEPEGAWAIAN
BENDAHARA
NIP.19740522199503
YESSI APRIANTI,SKM.MM
TABRON
SASMALA DEWI
BPJS
JAMSOSKES
1002
NIP.19750427200501201
NIP.1965010919882100
NIP.197405252006042016
DELLY NOVRITA
SUBURTI HARIANI
1
1
Nip.197711282006042011
Nip.197604042006042001

BOK
SAFRINA
Nip.198012232007012004

PROMKES
SASMALA DEWI
Nip.197405252006042
016

GIZI

KESLING

Eva Mandasari
SUBURTI.HARIANI
Nip.1986062620090320
Nip.197604042006042001
01

KIA/KB

GUDANG OBAT

PENGOBATAN

SP2TP

KES GIGI

P2M

DELLY NOVRITA
Nip.197711282006042011

SAFRINA
Nip.19801223200701200
4

dr FIKI MILWIN, Mars


Nip.198405112014121002

SUSILAWATI
Nip.197705122006042
002

NS.DAVID CASIDI.S.Kep
Nip.198303262015031003

Dini Putriani
Nip.1983040120080120
14

PUSTU SIRING AGUNG

PUSTU DANAU RATA

PUSTU SIMPANG TIGA

Zepran Zul Pratama


Nip. 19870716201101033

SURATMI
Nip.197012101992032005

Dedy Chandra.SkM
Nip.197808292006041009

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

BIDES

Balaian

Berasang

Tb.Gabus

Padanglay

Pj.Bulan

Danaurata

P.panggung

Ul.Pandan

Gn.Megang

Tenang

Kt.Padang

Mr.Payang

Sr.Agung

Pd.Bindu

Bd.Alam

Singalaga

Air Alun

Sp.Tiga

Sp.Empa

EkaA
Paulina

Therisia
L.06.4.0004

Azizah
Ranikah
L06.4.0063

Desi Afriani
L06.4.0173

Desva
Herpiana
epita
L.06.040137

Alfisyahri
L.06.4.0015

Eva
Lucy
Wasilah
Ita Anita
Mandasari
Fitriani
Febrianti
Nip.19720621
06.1.0478611
Nip.19860626 L.06.4.0045
L06.4.0164
2006042010
2009032001

Widia
L.06.4.0068

Ayu.H
L.06.4.009

Safrina
D.Ningseh
Wiwik.F
Nip.19801223
L.06.4.0063
L.06.4.0020
2007012004

Darmini
Susanti

Dely.N
Else.S
Nip.19771128
L.06.4.0006
2006042015

10

BAB III
RENCANA DAN TARGET AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
PNS
A. Rencana Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
TABEL 3.1. Rencana Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
NO
1
1.

RENCANA KEGIATAN
2
Memeriksa Tanda-tanda vital pasien berupa
tekanan darah, temperatur, pernapasan, dan
denyut nadi.

WAKTU
3
31 maret
01,02,05,09,12 April
2016

2.

Membantu kegiatan pelaksanaan imunisasi


bulanan pada Posyandu balita

06 april 2016

3.

Melaksanakan tindakan pemberian obat melalui


Intra Muskuler (IM) dalam otot

31 maret
01,02,05,09,12 April
2016

Mengentry data kegiatan Imunisasi Bulanan


4.
5.
6.

7.

Penyuluhan PHBS Cuci Tangan pada anak SD


Konseling tentang hipertensi pasien yang berobat
ke puskesmas
Pendidikan kesehatan tentang Range Of Motion
(latihan Gerakan sendi ) pada keluarga yang
memiliki anggota keluarga dengan gangguan
mobilitas fisik
Membantu pengentryan data laporan BPJS
bulanan

8.

11

04 April 2016
05 April 2016
31 maret
01,02,05,09,12 April
2016
08, 09,12 April 2016

04 April 2016

B. Target Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


TABEL 3.2. Target Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
NO.

KEGIATAN TUGAS
JABATAN
Memeriksa Tanda-tanda vital
pasien
berupa
tekanan
darah,
temperatur,
pernapasan, dan denyut
nadi.

Membantu kegiatan
pelaksanaan imunisasi
bulanan pada Posyandu
balita
Melaksanakan
tindakan
pemberian obat melalui Intra
Muskuler (IM) dalam otot

Mengentry data
Imunisasi Bulanan

Penyuluhan
PHBS
Tangan pada anak SD

KUANT /

KUAL

OUTPUT

/MUTU

7 pasien

100 %

7 Hari

7 anak
Dan 1
berkas

100 %

1 Hari

7 pasien

100 %

7 Hari

1 berkas

100 %

1 Hari

1 kelas

100 %

1 Hari

7 pasien

100 %

7 Hari

3 keluarga

100 %

3 Hari

1 berkas

100 %

1 Hari

AK

WAKTU BIAYA

kegiatan

Cuci

Konseling tentang hipertensi


pasien yang berobat ke
puskesmas

Pendidikan
kesehatan
tentang Range Of Motion
(latihan Gerakan sendi )
pada keluarga yang memiliki
anggota keluarga dengan
gangguan mobilitas fisik

Membantu pengentryan data


laporan BPJS bulanan

12

13

TABEL 3.3. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


Nama
NIP
NDH
Angkatan / Kelompok
Instansi
No

:
:
:
:
:

Kegiatan

Melaksanakan
pemeriksaan Tanda
tanda Vital (TTV)
Pasien

David Casidi, S.Kep. Ns.


198303262015031003
05
XIV / I
UPTD Puskesmas Rawat Inap Kisam Tinggi

Tahapan
Kegiatan
3
1.

Mempersiapkan
peralatan yang
akan digunakan.

2.

Menyapa pasien
dengan santun
dan sopan.

3.

Menjelaskan
Prosedur tindakan
yang akan
dilakukan.

4.

Melakukan
tindakan
keperawatan
(memeriksa tanda
vital ) dengan
benar akurat dan
sistematis

5.

Mencatat hasil
pemeriksaan

Ouput/ hasil
Kegiatan

Nilai-Nilai Dasar

4
Terlaksananya
pemeriksaan
tanda tanda vital
pasien guna
mengetahui
perkembangan
kondisi
kesehatan
pasien.
7 pasien

5
1.

Akuntabilitas
Melakukan tindakan keperawatan
memeriksa tanda vital sesuai
prosedur dengan jelas dan penuh
tanggung jawab.

2.

Nasionalisme
Mencatat hasil pemeriksaan dan
memberikan motivasi pada pasien
merupakan suatu bentuk integritas
dan sikap menghargai pasien
secara adil.

3.

Etika Publik
Memberikan
pelayanan
pada
pasien dengan sikap sopan dan
santun sebagai wujud pegawai
yang memiliki etika atau moral
yang bailk

4.

Komitmen Mutu
Mempersiapkan peralatan
akan
digunakan

14

yang
agar

Kontribusi terhadap
Visi dan Misi
Organisasi
6

Penguatan Nilai-nilai
Organisasi

Melakukan pemeriksaan
TTV merupakan suatu
tindakan keperawatan
dasar yang dilakukan
sebagai upaya
mengetahui status
kesehatan individu
dengan pelayanan yang
berorientasi pada mutu
dan berwawasan
sehingga mewujudkan
masyarakat yang sehat.

Dengan
melakukan
pemeriksaan TTV secara
santun tepat dan akurat
dapat sehingga diketahui
masalah kesehatan dan
dapat
diatasi
guna
meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat
menguatkan nilai-nilai Etika
publik.

melaksanakan
kegiatan
efektif efisien dan bermutu.

Membantu kegiatan 1.
pelaksanaan
imunisasi bulanan
2.
pada Posyandu
balita
3.

Menyiapkan berkas
imunisasi anak.
Menyiapkan vaksin.
Mengecek
kadaluarsa
vaksin.

tanda
pada

4.

Menyapa peserta

5.

Melaksanakan
imunisasi.

6.

Mendokumentasikan
hasil kegiatan.

Terlaksananya
kegiatan
imunisasi pada
posyandu balita.
7 anak
1 berkas

lebih

5.

Anti Korupsi
Menjelaskan prosedur tindakan
yang akan dilakukan merupakan
bentuk kepedulian dan kejujuran
petugas
dalam
melakukan
tindakan.

1.

Akuntabilitas
Melaksanakan kegiatan imunisasi
dengan
bertanggung
jawab
sehingga terlaksananya kegiatan
imunisasi demi tercapainya upaya
preventif terhadap penyakit.

2.

Nasionalisme
Saling tolong menolong
dalam
pelaksanaan kegiatan posyandu
bulanan merupakan cerminan sila
ke 5 pancasila keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia. Butir ke 1
mengembangkan perbuatan yang
luhur, yang mencerminkan sikap
dan suasana kekeluargaan dan
kegotong
royongan.
Sehingga
kegiatan terlaksana dengan baik.

3.

Etika Publik
Pelaksanaan imunisasi dilakukan
dengan jujur dan bertanggung
jawab. Serta menyapa peserta
posyandu dengan ramah dan
sopan

4.

Komitmen Mutu
Dengan adanya beberapa petugas

15

Membantu pelaksanaan
kegiatan
imunisasi
bulanan
merupakan
upaya
untuk
menciptakan kecamatan
yang
sehat
dengan
indikator
masyarakat
memiliki
derajat
kesehatan yang optimal.
Serta memelihara dan
meningkatkan
mutu
pelayanan kesehatan

Membantu
kegiatan
imunisasi pada posyandu
merupakan upaya saling
tolong
menolong
demi
terlaksananya
kegiatan
sehingga derajat kesehatan
masyarakat
meningkat.
Merupakan penguatan nilai
Nasionalisme

kesehatan dalam pelaksanaan


posyandu kegiatan lebih cepat
terlaksana peserta tidak lama
menunggu. Sehingga kegiatan
lebih efektif
5.

Melaksanakan
tindakan pemberian
obat melalui Intra
Muskuler (IM)
dalam otot

1.

Menerima
pendelegasian dari
dokter puskesmas

2.

Melakukan
persiapan alat dan
perlengkapan.

3.

Menjelaskan
tujuan
dan
prosedur
dalam
pemberian obat.

4.

Melaksanakan
tindakan
pemberian obat
dalam otot.

5.

Mengobservasi
kondisi
atau
keadaan
umum
setelah dilakukan
prosedur

6.

Mendokumentasia

Anti Korupsi
Melakukan
pendokumentasian
dengan jujur tanpa memanipulasi
data serta dapat di pertanggung
jawabkan kepada atasan

Terlaksananya 1. Akuntabilitas
Menjelaskan tujuan dan prosedur
tindakan
secara transparan serta meminta
pemberian obat
persetujuan dalam pemberian obat
melalui
kulit
agar pasien mengerti dan bisa
dengan
tepat
bekerjasama.
cepat
akurat
dan
dengan
2. Nasionalisme
cara
yang
Mengobservasi
kondisi
atau
santun
keadaan umum setelah dilakukan
Jumlah pasien 7
prosedur sehingga diperoleh data
orang
kondisi atau keadaan umum klien
dengen mengedepankan nilai nilai
yang terkandung dalam pancasila
sila ke 2 yakni kemanusiaan yang
adil dan beradab. Butir ke 6
menjunjung
tinggi
nilai-nilai
kemanusiaan
3. Etika Publik
Melaksanakan tindakan pemberian
obat dalam kulit secara profesional,
cepat, tepat, dan akurat.
4. Komitmen Mutu
Persiapan alat dan perlengkapan

16

Melakukan
tindakan
pemberian obat melalui
IM
merupakan suatu
bentuk kegiatan yang
berbentuk kuratif. Yaitu
suatu upaya pengobatan
yang diberikan untuk
meningkatkan
status
kesehatan
dasar
masyarakat
agar
produktif
dalam
aktivitasnya
sehingga
dapat
menciptakan
karakter yang mandiri.

Dengan
melakukan
tindakan pemberian obat
melalui
intramuscular
secara jujur, tanggap, cepat,
tepat dan akurat dengan
berorientasi pada hasil yang
efektif dan efisien dapat
menguatkan nilai-nilai Etika
publik dan Komitmen mutu
Pegawai
di
UPTD
Puskesmas Rawat Inap
Kisam
Tinggi
sehingga
masyarakat
memperoleh
pelayanan kesehatan yang
maksimal dan bermutu.

n
mencakup
tindakan
dan
respon pasien

untuk mengetahui ketersediaan alat


dan perlengkapan untuk melakukan
tindakan pemberian obat melalui
kulit agar lebih efisien efektif cepat
tepat akurat guna memberikan
pelayanan yang bermutu.
5. Anti Korupsi
Mendokumentasikan
seluruh
tindakan dan respon pasien secara
jujur dan penuh tanggung jawab
sebagai bukti kegiatan yang kita
lakukan

Mengentry data
kegiatan Imunisasi
Bulanan

1.

Persiapan
(laptop)

alat

2.

Menerima laporan
dari bidan desa

3.

Mengelompokkan
data

4.

Mengentry data

5.

Mencetak laporan

6.

Menyerahkan
kepada
kepala
puskesmas untuk
dikoreksi
dan
ditandatangani

Terlaksananya
pengentryan
data untuk
mengetahui
hasil cakupan
imunisasi
bulanan pada
19 Desa,
1 berkas

1.

Akuntabilitas
Pengentrian
data
imunisasi
dengan transparan, bertanggung
jawab dengan hasil yang telah
diinput, dan bertindak sesuai
dengan
prosedur.
Sehingga
laporan yang dibuat benar-benar
akurat

2.

Nasionalisme
Membantu dalam menyelesaikan
pengentryan
data
dan
menyelesaikan laporan dengan
tepat waktu pencerminan dari sila
keadilan sosial bagi seluruh rakyat
indonesia, butir ke 9 yaitu suka
bekerja keras

3.

Etika Publik
Mengentry data laporan imunisasi
dengan
benar
dan
tidak
menyesatkan kepada pihak lain
yang
memerlukan
informasi

17

Melakukan
pendokumentasian dan
pengentryan
data
merupakan salah satu
bentuk
pengawasan
terhadap
laporan,
sehingga dapat diketahui
capaian setiap desa.
Untuk
meningatkan
cakupan layanan dan
masyarakat
mendapatkan
pemerataan pelayanan

Mengentry data dengan


transparan dan bertanggung
jawab terhadap kegiatan
yang
dilakukan
serta
transparan dan dikerjakan
secara
maksimal
merupakan
bentuk
kepatuhan
(akuntabilitas)
bawahan terhadap atasan.
Sehingga diketahui hasil
cakupan imunisasi untuk
pemerataan
pelayanan
preventif, hal merupakan
penguatan
nilai
Akuntabilitas

kepentingan
kegiatan.
Dalam
melakukan kegiatan entry data
dengan jujur, berintegritas, dan
bertanggung jawab

Penyuluhan PHBS
Cuci Tangan pada
anak SD kelas 1

1.

Persiapan
alat
untuk
mencuci
tangan

2.

Menyiapkan leaflet

3.

Menyampaikan
surat
pemberitahuan
kagiatan
penyuluhan
kepada
kepala
sekolah.

4.

Menyapa
anak SD

anak-

Terlaksananya
penyuluhan
tentang
PHBS.sehingga
diharapkan
mampu
menerapkan
Perilaku Hidup
Bersih
dan
Sehat. Anak SD
kelas I

4.

Komitmen Mutu
Dengan
memasukkan
data
Imunisasi kedalam software akan di
dapatkan
data
cakupan
keseluruhan imunisasi dari 19
desa,dapat dimonitor desa-desa
yang
belum
mencapai
target,sehingga akan lebih efektif
dan efisien.

5.

Anti Korupsi
Mengentry data dengan jujur tanpa
memanipulasi data dan dapat
dibutikan dengan hasil print out
data rekap by name.

1.

Akuntabilitas
Memberikan penyuluhan secara
utuh, benar dan transparan serta
dengan
membagikan
leaflet
informasi yang diberikan menjadi
lebih efektif dan efisien sehingga
mendapatkan hasil yang maksimal
sesuai dengan harapan penyuluh

2.

Nasionalisme
Dengan diadakannya penyuluhan
tentang PHBS diharapkan peserta
dapat
meningkatkan
derajat
kesehatannya sesuai dengan sila
ke 5 keadilan sosial bagi seluruh
rakyat indonesia butir ke 5 suka
memberi
pertolongan
kepada

18

Dengan
diadakannya
penyuluhan
tentang
PHBS
dapat
meningkatkan
derajat
kesehatan
pribadi.
Sehingga
dapat
tercapainya kecamatan
yang sehat

Dengan
pemberian
penyuluhan kepada anak
SD
diharapkan
akan
meningkatkan
kesadaran
tentang
perilaku
hidup
bersih dan sehat yang
merupakan
kepedulian
untuk meningkatkan derajat
kesehatan agar mereka
dapat
berdiri
sendiri
( mandiri ) merupakan
penguatan
dari
nilai
nasionalisme.

Konseling tentang
hipertensi pasien
yang berobat ke
puskesmas

5.

Menjelaskan
tujuan kunjungan

orang lain agar dapat berdiri


sendiri.
Serta
memberikan
kesempatan
bertanya
yang
mencerminkan sila ke 5 butir ke 4
yaitu menghormati hak orang lain

6.

Membagikan
leaflet

7.

Menjelaskan
materi

8.

Memberikan
kesempatan
bertanya.

9.

Evaluasi kegiatan

isi

1.

Mempersilahkan
pasien masuk ke
ruangan

2.

Menyapa
pasien
dengan santun

3.

Menjelaskan
tentang
penyakit
pasien

Terlaksananya
konseling pada
pasien sehingga
dapat
memberikan
pengetahuan
tentang penyakit
nya dan cara
mengatasinya.
Jumlah
7
pasien.

3.

Etika Publik
Sebelum melakukan penyuluhan
petugas menyapa peserta dengan
sopan
dan
ramah
serta
memberikan informasi yang benar
dan tidak menyesatkan serta dapat
dipertanggung jawabkan

4.

Komitmen Mutu
Memberikan penyuluhan dengan
membagikan leaflet, menjadikan
kegiatan penyuluhan lebih efektif
dan efisien.

5.

Anti Korupsi
Memberikan kesempatan bertanya
merupakan salah satu bentuk tidak
memonopoli kegiatan dan bersikap
adil

1.

Akuntabilitas
Memberikan konseling terhadap
pasien secara bertanggung jawab
agar pasien mengetahui lebih
banyak tentang penyakitnya.

2.

Nasionalisme
Menyapa pasien dengan sopan
serta
memberikan
pembinaan
secara
menyeluruh
tanpa
membedakan suku, agama dan
ras, merupakan pencerminan sila

19

Melakukan
konseling
merupakan suatu bentuk
kegiatan yang berbentuk
promotif dan preventif
sebagai suatu upaya
membentuk
karakter
masyarakat yang mandiri
dan dapat melakukan
penatalaksaan terhadap
penyakitnya.

pemberian
konseling
tentang penyakit hipertensi
merupakan bentuyk peka
terhadap kebutuhan pasien
tentang
pelayanan
kesehatan,
serta
lebih
responsive
dalam
pemberian
pelayanan,
sehingga mutu pelayanan
dan
derajat
kesehatan
pasien
meningkat

4.

5.

Pendidikan
kesehatan Range
Of Motion (latihan
Gerakan sendi )
pada keluarga yang
memiliki anggota
keluarga dengan
gangguan mobilitas
fisik

Memberikan
konseling
kesehatan tentang
hipertensi

3.

Memberikan
kesempatan
bertanya kepada
pasien
tentang
materi yang belum
dimengerti.

Etika Publik
Memberikan informasi tentang
penyakit hipertensi secara benar
dan tidak menyesatkan, serta
menyapa dan melayani dengan
rasa hormat dan sopan

4.

Komitmen Mutu
Dengan memberikan konseling
terhadap
pasien menunjukan
bahwa
kita
peka
terhadap
kebutuhan pasien tentang informasi
penyakit yang dideritanya. Serta
responsive memberi pelayanan
dengan tanggap. Sehingga mutu
pelayanan meningkat

5.

Anti Korupsi
Dengan memberikan kesempatan
kepada pasien bertanya mengenai
topik
yang
sedang
dibahas
merupakan salah satu
bentuk
keadilan dari petugas sehingga
tidak memonopoli kegiatan

1.

Akuntabilitas
Memberikan pendidikan kesehatan
secara
transparan
terhadap
keluarga. serta menyampaikan
informasi secara utuh.

2.

Nasionalisme
Memberikan pendidikan kesehatan
kepada keluarga dan pasien
merupakan bentuk sikap saling

6.

Evaluasi kegiatan.

7.

Mencatat hasil.

1.

Menyiapkan alat
(laptop).

2.

Menyapa keluarga
dan pasien

3.

Menjelaskan tujuan
kunjungan

4.

Membagikan

ke 2 kemanusiaan yang adil dan


beradab

Terlaksananya
kegiatan serta
keluarga
mampu
mempraktekkan
dengan mandiri.
Jumlah pasien 3

20

merupakan penguatan nilai


komitmen mutu

Pendidikan kesehatan
terhadap keluarga
merupakan salah satu
bentuk upaya dalam
pembentukan
masyarakat yang mandiri
dalam meningkatkan
derajat kesehatannya.

Pemberian
penyuluhan
kepada
keluarga
dan
pasien,dengan jujur dan
transparan
serta
tidak
mengharapkan
imbalan,
sehingga keluarga dapat
mandiri
dalam
meningkatkan
derajat
kesehatan
anggota

leaflet.
5.

Menjelaskan
tentang materi
dengan cara
melihat tahaptahap tindakan

6.

Mempraktekkan
cara-cara latihan
ROM

7.

Berdiskusi dengan
keluarga tentang
materi yang belum
dimengerti

8.

Membantu
pengentryan data
laporan BPJS
bulanan

mencintai sesama manusia dan


memperlakukan manusia sesuai
dengan harkat dan martabatnya
sebagai mahluk Tuhan Yang Maha
Esa, yang tertuang pada sila ke 2
pancasila kemanusiaan yang adil
dan beradab.
3.

Etika Publik
Dalam menyampaikan materi dan
menyapa keluarga secara sopan
dan santun, dan memberikan
informasi secara benar serta tidak
menyesatkan

4.

Komitmen Mutu
Penyampaian
materi
dengan
menggunakan leflet dan video
sehingga penyampaian informasi
menjadi lebih efektif dan efisien.
Sehingga keluarga termotivasi
untuk
menyimak
dan
mempraktekkan cara melakukan
latihan rentang gerak sendi.

5.

Anti Korupsi
Dengan memberikan pendidikan
kesehatan kepada keluarga dan
pasien merupakan salah satu
bentuk peduli kepada sesama
tanpa mengharapkan imbalan.

1.

Akuntabilitas
Membantu dalam pengentryan
data laporan BPJS merupakan
salah satu bentuk tanggung jawab
bawahan terhadap atasan.

Evaluasi kegiatan

1.

Menyiapkan alat
(laptop) dengan
jaringan internet

2.

Menerima laporan

Terlaksananya
Pengentryan
data dengan
hasil print out

21

keluarganya.
penguatan
akuntabilitas

Pengentryan data dan


pendokumentasian
merupakan salah satu
bentuk pelaporan

merupakan
dari
nilai

Membantu atasan dalam


pengentryan data BPJS
dapat
meringankan
pekerjaan
atasan
dan

dari pengelola
BPJS
3.

Mengentry data

4.

Melakukan validasi
data

5.

Mencetak hasil
pengentryan

6.

Menyerahkan hasil
laporan kepada
pengelola BPJS

1 berkas
2.

Nasionalisme
Membantu pengentryan data BPJS
akan mengambangkan perbuatan
yang luhur yang mencerminkan
sikap kekeluargaan dan suasana
kekeluarga
dan
kegotong
royongan serta suka memberi
pertolongan
kepada
orang
lain,merupakan cerminan dari sila
ke 5 pancasila keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia

3.

Etika Publik
Dalam pengentryan data BPJS
dilakukan
dengan
jujur
bertanggung
jawab
dan
berintegritas serta dilakuka dengan
cermat,sehingga
mendapatkan
hasil yang akurat berdaya guna
dan berhasil guna.

4.

Komitmen Mutu
Dengan memasukkan data BPJS
secara online data yang di
sampaikan,langsung
menuju
sasaran ke situs resmi BPJS.
Sehingga petugas BPJS dapat
dengan mudah mengakses data
dengan cepat. sehingga pelaporan
lebih efektif dan efisien.

5.

Anti Korupsi
Pengentryan
data
dilakukan
secara jujur,tanpa manipulasi,dan
tanggung jawab sehingga dapat di
pertanggung
jawabkan

22

terhadap suatu tugas


sehingga didapatkan
data yang sinkron dan
untuk meningkatkan
hubungan antara
petugas.

merupakan
salah
satu
bentuk tanggung jawab
bawahan terhadap atasan
dalam menerima tugas,hal
ini merupakan penguatan
dari nilai dasar akuntabilitas.

kebenerannya.

23

24