Anda di halaman 1dari 3

Perjalanan Sperma

Pada masa pubertas, salah satu hormon di otak mengirim berita pada testis untuk
memproduksi hormon testosteron. Salah satu sel penting yang diproduksi testis adalah sperma
(100–300 juta perma per hari) berbentuk cacing atau kecebong yang sangat kecil. Sperma
berenang melalui saluran sperma (vas deferens) yang mengeluarkan cairan khusus. Campuran
sperma dan cairan ini disebut air mani yang terkumpul sangat cepat. Bila penampung cairan ini
penuh, maka ia bisa keluar (ejakulasi) melalui penis yang tegang (ereksi) secara spontan dalam
mimpi. Kejadian ini disebut mimpi basah. Ketika laki-laki sudah bisa menghasilkan sperma,
maka hanya dengan satu saja sperma yang bertemu/bersatu dengan sel telur perempuan yang
matang (melalui hubungan seks), maka perempuan bisa hamil dan sel telurnya bisa berkembang
menjadi bayi.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam
perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung
mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar
testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa
pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.
"Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga
sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang
berbeda. Toh, banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan.
Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak.
Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat
macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. "Yang
ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus
lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50
persen dari keseluruhan sperma yang keluar,
Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. "Jika bentuk sperma
tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang
bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus,"
Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama
semen. "Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma
yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang ’dilarang’
masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim,
Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia.
Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut
asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia. "Kalau jumlah, gerak, dan
bentuknya kurang, pasiennya disebut oligoasthenoteratozoospermia.
Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh
banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis.
"Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada
suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung.
Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah."
Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena
kebiasaan. "Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana
yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik.
Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan
menurun. Sama seperti kita bekerja dalam ruang kerja yang panas karena AC mati, pasti kualitas
kerja akan menurun,
Selain kebiasaan, bisa juga karena pekerjaan. Misalnya tukang masak, supir bus umum
yang mesin busnya terbuka di samping tempat duduk supir, dan sebagainya. "Suhu buah pelir
jadi lebih panas, akibatnya kualitas spermanya turun." Gangguan pada pabrik sperma bisa juga
disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak
menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar
testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat
peradangan kulit. "Sehingga suhu yang harusnya lebih dingin karena ada ventilasi, jadi lebih
panas. Itu sebabnya kantung pelir bentuknya berlekuk-lekuk. Tujuan lekuk itu untuk membuang
panas, seperti radiator mobil."
Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya
gangguan pada hormon. Kalau hormonnya tidak sempurna, pasti akan terjadi gangguan. "Bisa
juga karena ada gangguan pada saluran sperma. Kalau salurannya tersumbat atau terinfeksi,
sperma, kan, nggak bisa keluar, sama seperti pria yang divasektomi. Atau tersumbat sebagian,
sehingga keluarnya tidak banyak. Seperti jalan tol, kalau ada mobil atau truk yang mogok, pasti
jalannya jadi terganggu juga.
Yang juga bisa menjadi penyebab adalah gangguan pada semen (cairannya). Misalnya,
akibat peradangan pada kelenjar prostat. "Gangguan lainnya misalnya gangguan deposit sperma,
seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang berat, serta gangguan psikologis yang nantinya
bisa berpengaruh pada hormonalnya,"