Anda di halaman 1dari 9

NAMA

: M. TAUFIK

NIM

: 03042681519004

MATA KULIAH

: PENGEMBANGAN WILAYAH

Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Antam (Tbk)


A. PENDAHULUAN
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility
(CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya)
perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh
pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan,
pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional
perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena
itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni suatu
organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus
mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek
ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang
dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk
jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian
tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan
pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimalisasi
dampak negatif dan maksimalisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku
kepentingannya.
Beberapa

dekade

terakhir

praktik

pengungkapan

corporate

social

responsibility (CSR), yang mengacu pada aspek lingkungan dan sosial, mulai
meningkat. Berbagai hasil studi telah dilakukan di berbagai negara dan dimuat di
berbagai jurnal internasional (Ghozali dan Chariri, 2007). Studi mengenai CSR
tidak hanya menggunakan pendekatan positivisme tetapi juga intrepretive dan
crical theory (Deegan, 2002). Bahkan, beberapa studi mengenai CSR telah
dibahas dalam buku teori akuntansi di bab tersendiri misalnya Mathew dan Perera
(1996) dan Deegan (2006).
B. LANDASAN TEORI
Corporate Social Responsibility merupakan manifestasi kepedulian terhadap
tanggung jawab sosial dari perusahaan. Sejarah telah mencatat perkembangan
hubungan organisasi dengan masyarakat yang merupakan dasar pemikiran

akuntansi untuk pertanggungjawaban sosial. Pada sisi lain ikatan profesi belum
menetapkan

standar-standar

pertanggungjawaban

sosial.

yang

berkaitan

Namun

demikian,

dengan
akuntansi

akuntansi
untuk

pertanggungjawaban sosial telah mengarah pada proses komunikasi pengaruh


sosial dan lingkungan kegiatan ekonomi organisasi kepada kelompok kepentingan
tertentu dalam masyarakat dan kepada masyarakat luas (Gray, et al dalam
Kumalahadi, 2000:59).
Akuntansi untuk

pertanggungjawaban

sosial

merupakan

perluasan

pertanggungjawaban organisasi (perusahaan) di luar batas-batas akuntansi


keuangan tradisional, yaitu menyediakan laporan keuangan tidak hanya kepada
pemilik modal khususnya pemegang saham. Perluasan ini didasarkan pada
anggapan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab yang lebih luas dan tidak
sekedar mencari uang untuk para pemegang saham.
Menurut Darwin (2004) dalam Hasibuan (2001) pertanggungjawaban sosial
perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah mekanisme bagi
suatu organisasi untuk secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap
lingkungan dan sosial ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders,
yang melebihi tanggung jawab organisasi di bidang hukum. Dengan konsep ini,
kendati secara moral tujuan perusahaan untuk mengejar keuntungan adalah
sesuatu yang baik, tetapi tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk
mencapai keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak lain.
Dauman dan Hargreaves (1992) dalam Hasibuan (2001) membagi areal
tanggung jawab perusahaan dalam tiga level yang digambarkan sebagai berikut:

a. Basic Responsibility
Level ini menghubungkan tanggung jawab awal dari suatu perusahaan yang
muncul karena keberadaan perusahaan tersebut, seperti: membayar pajak,
mematuhi hukum, memenuhi standar pekerjaan dan memuaskan pemegang
saham. Bila pada level ini tanggung jawab tidak terpenuhi maka akan timbul
dampak yang sangat serius.
b. Organizational Responsibility
Level ini menunjukkan tanggung jawab perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan stakeholder seperti pekerja, konsumen, pemegang
saham dan masyarakat sekitar.
c. Societal Responses
Level ini menjelaskan tahap ketika interaksi antara bisnis dan kekuatan lain
dalam masyarakat yang demikian kuat sehingga perusahaan dapat tumbuh
dan berkembang secara berkesinambungan, terlibat dengan apa yang terjadi
dalam lingkungannya secara keseluruhan.
C. PEMBAHASAN

Antam adalah BUMN dengan produk utama Nikel, Emas, Perak dan Bauksit,
serta memiliki unit eksplorasi serta unit pemurnian dan pengolahan logam mulia
untuk melayani pihak ketiga. Tahun 2008, seiring dengan upaya diversifikasi
produk, Antam memulai kegiatan eksplorasi batubara untuk mendukung rencana
pembangunan PLTU guna menekan biaya produksi Feronikel. Antam memiliki
keunggulan dalam hal jumlah cadangan dan sumber daya mineral yang besar dan
berkualitas tinggi, terutama untuk komoditas Nikel dan Bauksit.
Antam memiliki empat unit bisnis, selain Unit Geomin (unit khusus yang
menangani kegiatan eksplorasi) dan Kantor Pusat di Jakarta. Keempat unit bisnis
tersebut adalah Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel yang beroperasi di
Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, UBP Emas di Pongkor, Jawa
Barat, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia di Jakarta,
dan UBP Bauksit di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Landasan Prinsip Prinsip CSR PT. Antam, Tbk terdiri dari:
1. Kinerja Ekonomi
a. Kontribusi kepada pemerintah dengan pembayaran pajak, royalti dan
PNBP lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b. Kontribusi kepada masyarakat yaitu dengan keikutsertaan Antam
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memerangi
kemiskinan melalui Program Kemitraan, yang difokuskan pada
pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pemberian bantuan modal
usaha dan/atau modal investasi.
2. Kinerja Lingkungan
a. Kebijakan dan Etika Lingkungan yaitu dengan membentuk satuan
kerja lingkungan dan penutupan tambang (Environment and Mine
Closure) yang telah dibentuk pada bulan Oktober 2007.
b. Sistem Manajemen Lingkungan, yang terdiri dari:
Pemanfaatan Lahan
Pemanfaatan Air
o Pemanfaatan Air di UBP Emas Pongkor
o Pemanfaatan Air di UBP Nikel Pomalaa
Pemanfaatan Limbah
o Pengolahan limbah cair (effluent)
o Pengolahan limbah padat
o Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3)
Daur Ulang Material

o Pemanfaatan material di UBP Emas Pongkor


o Pemanfaatan material di UBP Nikel Pomalaa
Pengendalian Polusi
Penanaman Pohon
Flora dan Fauna yang terlindungi
3. Kinerja Sosial
a. Pemberian Beasiswa
b. Pemberantasan Kemiskinan
c. Pembangunan Infrastruktur
d. Bantuan Sosial
e. Keterlibatan dengan Masyarakat
f. Pelestarian Seni dan Budaya
Pelaksanaan Prinsip Prinsip CSR PT. Antam, Tbk terdiri dari:
1. Kepentingan diri yang menjadi sadar akan kepentingan sosial
Sejumlah peluang telah dicermati oleh Antam untuk keberhasilan dan
keberlanjutan program tanggung jawab sosial perusahaan. Di sisi lain,
terdapat beberapa persoalan yang harus diatasi, yang sering datang dari
pihak eksternal. Persoalan ini antara lain berakar dari cara pandang bahwa
tanggung jawab sosial perusahaan adalah bantuan sosial semata.
2. Memenuhi ketentuan hukum
Antam menyediakan maksimal 2% bagian dari laba bersih untuk bantuan
bagi perputaran usaha masyarakat, sesuai dengan Peraturan Menteri
(PERMEN) BUMN nomor 05/MBU/2007.
Untuk menjamin hak setiap pegawai, Antam mematuhi semua peraturan
yang ada dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003.
3. Pendekatan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategis
a. Pemegang saham
Antam secara konsisten mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) minimal satu kali dalam setahun untuk melaporkan kinerja
perusahaan secara keseluruhan
b. Pegawai
Secara rutin, Antam mengadakan pertemuan antara pihak perusahaan
dan Perpantam, serta SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) sebagai
wakil dari pihak pegawai.
c. Mitra kerja
Antam mempunyai pedoman kerja dan etika dalam melaksanakan
kerjasama dengan semua mitra kerja untuk kepentingan bersama.

d. Pemerintah
Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan), Antam bertemu
dengan pihak pemerintah dan masyarakat untuk perencanaan
pembangunan daerah dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan
di sekitar wilayah operasi yang dapat dilakukan bersama.
e. Masyarakat
Antam secara aktif melakukan program pengembangan masyarakat
(community development-comdev) sesuai dengan situasi wilayah.
Antam juga membina hubungan baik dengan beberapa Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) dan akademisi.
f. Konsumen
Setiap tahun Antam melakukan evaluasi kepuasan konsumen terhadap
kualitas dan pelayanan perusahaan melalui survei.
g. Media
Antam mengadakan jumpa pers pada saat

tertentu

untuk

mengkomunikasikan kinerja perusahaan kepada publik.


4. Implementasi CSR pada Kasus Tambang Emas Antam Pongkor Bogor
a. Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor (UBPEP) yang mengantongi
izin KP eksploitasi sejak 10 April 1992 untuk jangka 30 tahun.
Kawasan KP ini semula seluas 4058 hektar kemudian diperluas
menjadi 6047 hektar yang terdiri atas Taman Nasional Gunung
Halimun,

lahan

Perhutani,

dan

lahan

masyarakat.

Daerah

penambangan Pongkor ini terletak di Kecamatan Nanggung,


Kabupaten Bogor.
b. Temuan cadangan emas Pongkor hingga saat ini merupakan yang
terbesar di Pulau Jawa, yang ternyata selain memberi keuntungan
besar, temuan ini juga menuai persoalan sosial dan ekonomi yang
rumit dengan maraknya PETI.
c. Di Pongkor, PT Aneka Tambang menambang bawah permukaan
karena sebagian besar kawasan termasuk wilayah Taman Nasional
Gunung Halimun yang ekosistemnya tidak boleh diganggu. Karena itu
para gurandil terpaksa membuat lubang atau sumur sehingga bisa
mencapai "urat emas" yang mereka inginkan.

d. Ketegangan PETI dengan perusahaan mencapai puncaknya pada


Desember 1998: kerusuhan yang membumihanguskan kompleks dan
fasilitas kantor UBPEP di Sorongan. Akibat kerusuhan ini, PT Aneka
Tambang berhenti berproduksi selama 10 hari dengan kerugian negara
mencapai miliaran rupiah.
5. Reaksi Antam Di Bidang Sosial Untuk Merespons Kasus Tambang Emas
Pongkor Bogor
a. Tanggung jawab Antam di bidang sosial diwujudkan dalam program
Pengembangan Masyarakat (Community Development/Comdev) dan
Bina Lingkungan.
b. Pencapaian Antam yang menonjol dalam bidang sosial ditandai dengan
meningkatnya

secara

signifikan

tingkat

kesejahteraan,

tingkat

kesehatan, dan tingkat kualitas pendidikan. Pencapaian tersebut


menggambarkan prinsip dasar kegiatan tanggung jawab sosial dalam
tiga pilar utama (trimitra): perusahaan, pemerintah, dan masyarakat
yang saling berhubungan, serta tali temali antar program yang tidak
dapat dipisahkan (triple bottom line).
c. Pada bulan April 2009 PT Antam Pongkor telah melakukan percepatan
program Comdev-nya berupa Partisipasi Rural Assisment (PRA) ke
tiga desa yakni Desa Cisarua, Bantarkaret, dan Malasari. Program ini
berdasarkan kebutuhan dari partisipasi masyarakat. Program ini
dilaksanakan dalam dua tahap pertama, program jangka pendek berupa
pemberian sembako, pengobatan gratis, perbaikan beberapa rumah
milik warga.
d. Dalam jangka panjang PT Antam sudah memprogramkan CSR
pemberdayaan masyarakat seperti peternakan, pertanian, pariwisata.
D. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya:
1. CSR yang digunakan oleh PT ANTAM, Tbk. adalah prinsip yang lebih
mengarah kepada Prinsip Pemerhati Kepentingan Sosial.
2. Pencapaian CSR yang dilakukan oleh PT. Antam, Tbk untuk mengatasi
masalah Tambang Emas Pongkor Bogor menggambarkan prinsip dasar

dalam tiga pilar utama (trimitra): perusahaan, pemerintah, dan masyarakat


yang saling berhubungan, serta tali temali antar program yang tidak dapat
dipisahkan (triple bottom line).
3. Penerapan CSR pada PT. Antam, Tbk telah berjalan dengan baik. Terbukti

dengan diterima penghargaan atas pengelolaan terhadap lingkungan.