Anda di halaman 1dari 9

Buletin Maya Indonesia

d a s s a n a , p a t i p a d a , v i m u t t a
Pergilah, oh... para bhikkhu, menyebarlah demi manfaat orang banyak, demi kebahagiaan
orang banyak, demi cinta kasih pada dunia ini, demi kesejahteraan dan kebahagiaan para
dewa dan manusia. Hendaklah kalian tidak pergi berduaan ke tempat yang sama.
Ajarkanlah Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada tengahnya dan
indah pada akhirnya...

Magha adalah sebuah nama bulan dalam penanggalan India kuno. Maghapuja
berarti puja yang dilakukan berkaitan dengan bulan Magha. Dalam tradisi
Buddhis, bulan Magha memiliki arti penting karena pada bulan itu, suatu
kejadian penting terjadi di masa kehidupan Sang Buddha. Peristiwa penting
itu dikenal dengan istilah Caturangasannipata, yakni pertemuan Sang Buddha
dengan para bhikkhu yang memiliki ciri-ciri istimewa empat hal, yaitu:

1. Para bhikhu yang hadir berjumlah 1250 bhikkhu.


2. Kesemua bhikkhu tersebut telah mencapai tingkat arahatta yang
ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan cara Ehibhikkhu-upasampada.
3. Mereka berkumpul tanpa ada undangan
4. Dalam pertemuan itu, Sang Buddha membabarkan Ovadapatimokkha
atau Nasihat tentang Kemoralan Luhur.

Ovadapatimokkha ini berbentuk gubahan syair sebagai berikut :

Khanti paramam tapo titikha


Nibbanam paramam vadanti Buddha
Na hi pabajito parupaghati
Samano hoti param vihethayanto
Sabbapapassa akaranam
Kusalassupasampada
Sacittapariyodapanam
Etam buddhana sasana

Alamat redaksi: dharmamangala@yahoo.com; Alamat groups: dharma_mangala@yahoogroups.com


Kedai Dharma

Anupavado anupaghato kebahagiaan yang sejati bagi diri sendiri, ia akan dengan
Patimokkhe ca samvaro segera menapakkan langah mengikuti jejak para suciwan.
Mattannuta ca bhattasmim Ini adalah bagaimana seseorang dapat mengarahkan
Pantanca Sayanasanam pikiran ke hal-hal yang baik, yang benar dan yang
Adhicitte ca ayogo bermanfaat. Pengarahan pikiran pada hal-hal tersebut
Etam buddhana sasananti memberikan kebahagiaan yang lebih daripada kebahagiaan
yang diberikan oleh siapapun. Ini seperti tercantum dalam
Arti syair di atas adalah: Dhammapada, Cittavaga:

Kesabaran, ketabahan adalah cara bertapa terbaik; Na tam mata pita kayira
Para Buddha bersabda: Nibbana adalah yang tertinggi; Anne vapi ca nataka
Seseorang yang melukai orang lain, menyakiti orang Sammapanihitam cittam
lain, bukanlah seorang petapa, bukan seorang samana. Seyyaso nam tato kare

Tidak berbuat segala keburukan, mengembangkan Artinya:


kebajikan, menyucikan pikiran sendiri, adalah ajaran
para Buddha. Bukan bunda, ayah atau kerabat lain yang menjadikan
seseorang luhur, namun pikiran yang ditegakan dengan
Tak menghujat, tak menyakiti, terkendali dalam tata benar menjadikan dia luhur, lebih luhur daripada hal di
susila, tahu ukuran dalam hal makan, hidup di tempat atas.
yang tenang, berusaha mengembangkan pikiran luhur,
adalah ajaran para Buddha.

Dalam syair di atas, Sang Buddha meletakan kesabaran [Oleh: Yang Mulia Bhikkhu Dhammadhiro]
sebagai kebajikan utama dalam bertapa. Maksud dari
bertapa di sini adalah usaha-usaha membakar hangus
keburukan-keburukan dalam batin. Jadi dalam hal
menggunakan nilai-nilai luhur untuk membakar hangus
keburukan-keburukan, kesabaran adalah yang utama.
Kesabaran di sini yang dimaksud adalah kemampuan
dalam meredam hal-hal yang tidak menyenangkan, baik
secra fisik seperti tahan terhadap panas, dingin, letih, lapar Petunjuk berlangganan :
dan sebagainya, maupun secra batin seperti tabah terhadap
cercaan, hinaan dan lain-lain. a. Dapat mengirim email kosong ke :
Dharma_mangala-subscribe@yahoogroups.com
Nibbana atau kepadaman dikatakan sebagai yang tertinggi
oleh karena tidak ada satu hal pun yang mampu member b. Atau dapat langsung join melalui web :
kebahagiaan lebih selain keberadaan padamnya kotoran- http://groups.yahoo.com/group/Dharma_mangala
kotroan batin. Batin yan terbebas dari kotran batin berarti
pula dari derita yang diakibatkan olehnya.
c. Atau di perpustakaan on line yang menyediakan
Selanjutnya, Sang Buddha bersabda tentang kriteria seorang banyak ebook menarik:
pertapa. Menjadi pertapa bukan sekadar karena melewati http://www.DhammaCitta.org
proses upacara penahbisan, atau bukan karena pakaian
tidak pada umumnya perumah tangga, melainkan karena Surat-menyurat, kritik atau saran, dapat ditujukan ke
usaha-usaha meredam hal-hal yang buruk yang muncul alamat redaksi : dharmamangala@yahoo.com.
lewat pikiran, ucapan dan perbuatan serta mengembangkan
hal-hal yang mulia lewat pikiran, ucapan, dan perbuatan. Redaksi menerima sumbangan naskah atau cerita
Ini adalah kriteria seorang petapa menurut Sang Buddha,
yang berhubungan dengan ajaran Sang Buddha
menurut Para Buddha.
Gotama. Redaksi akan menyeleksi naskah, mengedit
Dari peristiwa agung inilah kita kemudian mengetahui dan tanpa merubah maksud dan tujuan naskah tersebut.
menyadari makna kesucian, makna kebahagiaan, menjadi
muncul rasa salut terhadapnya, terdorong untu Semua artikel dapat diperbanyak tanpa ijin, namun
mendapatkannya. Apabila seseorang sadar akan tanggung harus mencantumkan sumbernya.
jawab terhadap tugas diri sendiri, bagaimana menciptakan

2 9 Maret 2008, tahun V, No 55


Syair Syair

Walaupun harta seseorang ditimbun dalam-dalam di dasar hilang, tidak mungkin ditinggalkan, walaupun suatu saat
sumur, dengan tujuan: bila suatu saat diperlukan untuk akan meninggal, ia tetap akan membawanya.
pertolongan, harta yang disimpan itu dapat digunakannya.
Tak seorangpun yang dapat mengambil "Harta" itu,
Atau ia berpikir; "Untuk membebaskan diri dari kemarahan perampok-perampokpun tidak dapat merampasnya. Oleh
raja, atau untuk uang tebusan bila aku ditahan sebagai karena itu, lakukanlah perbuatan-perbuatan bajik karena
sandera, atau untuk melunasi hutang-hutang bila keadaan inilah "Harta" yang paling baik.
sulit, atau mengalami musibah".
Inilah "Harta" yang sangat memuaskan, yang diinginkan
Inilah alasan-alasan seseorang untuk menimbun harta. para dewa dan manusia, dengan buah kebajikan yang
ditimbunnya, apa yang diinginkan akan tercapai.
Meskipun hartanya ditimbun dalam-dalam di dasar sumur,
sama sekali tidak akan mencukupi semua kebutuhannya Wajah cantik dan suara merdu, kemolekan dan kejelitaan,
untuk selama-lamanya. kekuasaan dan pengikut, semua diperoleh berkat buah
kebajikan itu. Kedaulatan dan kekuasaan kerajaan besar,
Jika timbunan harta itu berpindah tempat, atau ia lupa kebahagiaan seorang raja Cakkavati, atau kekuasaan
dengan tanda-tandanya, atau bila "Naga-Naga" dewa di alam surga, semuanya diperoleh berkat buah
mengambilnya, atau Yakkha-Yakkha mencurinya. kebajikan itu.

Mungkin juga timbunan itu dicuri oleh sanak keluarga, atau Setiap kejayaan manusia, setiap kebahagiaan surga,
ia tidak menjaganya dengan baik, atau bila buah KAMMA bahkan kesempurnaan Nibbana, semuanya diperoleh
baiknya telah habis, semua hartanyapun akan lenyap. berkat buah kebajikan itu. Memiliki sahabat-sahabat sejati,
memiliki kebijaksanaan dan mencapai pembebasan,
GemarÊ berdana dan memiliki moral yang baik, dapat semuanya diperoleh berkat buah kebajikan itu.
menahan nafsu serta mempunyai pengendalian diri, adalah
timbunan "Harta" yang terbaik, bagi seorang wanita maupun Memiliki pengetahuan untuk mencapai pembebasan,
pria. mencapai kesempurnaan sebagai seorang siswa, menjadi
Pacceka Buddha atau Samma Sambuddha, semuanya
"Harta" tersebut dapat diperoleh dengan berbuat kebajikan, diperoleh berkat buah kebajikan itu.
kepada cetiya-cetiya atau Sangha, kepada orang lain atau
para tamu, kepada Ibu dan Ayah, atau kepada orang yang Demikian besar hasil yang diperoleh dari buah kebajikan
lebih tua. itu, oleh karenanya orang Bijaksana selalu bertekad untuk
menimbun "Harta" kebajikan.
Inilah "Harta" yang disimpan paling sempurna, tidak mungkin

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 3


Selingan Selingan

BAB VI
PATICCA SAMUPADDA

Tujuan meditasi adalah untuk mencapai konsentrasi pikiran yang lebih tinggi.
Kita menyebutnya dengan istilah konsentrasi jhana. Kadang kita menyebutnya
dengan konsentrasi appana atau samadhi appana.

Konsentrasi jhana diterjemahkan sebagai konsentrasi yang menetap. Sementara


samadhi appana diterjemahkan sebagai konsentrasi penyerapan. Keduanya
memiliki arti yang sama.

Saat pikiran berada pada kondisi konsentrasi yang terpusat pada satu obyek
meditasi, dan menggenggam kuat obyek tersebut, hal ini dinamakan konsentrasi
yang terpusat. Juga secara penuh konsentrasi menyerap obyek meditasi.
Karenanya inipun disebut konsentrasi penyerapan, samadhi appana.
Beberapa pemeditasi samatha bertujuan memiliki atau memperoleh kekuatan
supra natural, melalui konsentrasi terpusat. Seperti para pertapa di jaman
dahulu yang masuk ke hutan-hutan dan berlatih meditasi samatha untuk
memperoleh kekuatan supra natural.

Walaupun pemeditasi samatha memiliki kekuatan supra natural, mereka tidak


mampu menyadari tiga corak dari proses batin dan jasmani, yakni anicca,
dukkha dan anatta. Sebab tujuan mereka adalah memiliki konsentrasi yang
kuat, bukannya, menyadari setiap proses-proses yang berlangsung pada
batin dan jasmani.

Ada juga alasan lain mengapa pemeditasi samatha tidak dapat menyadari
nama (batin) dan rupa (jasmani). Jika pikiran terkonsentrasi sangat kuat
Metode Mahasi Sayadaw terhadap obyek, maka kita tidak dapat menyadari proses-proses yang terjadi

4 9 Maret 2008, tahun V, No 55


Selingan Selingan

pada batin dan jasmani. Karena konsentrasi itu terlalu kuat, akan semakin menikmati lagu tersebut. Sehingga bertambah
sehingga menghalangi untuk menyadari proses-proses kuat kemelekatan untuk terus mendengarkan itu.
yang terjadi pada batin dan jasmani. Ketika perasaan senang itu semakin kuat, akan timbul
keinginan untuk terus mendengarkan lagu itu. Kadang,
Tujuan mempraktekkan meditasi vipassana adalah untuk malah ingin bertemu dengan penyanyinya.
mencapai nibbana. Menghancurkan kekotoran-kekotoran
batin serta menimbulkan pengertian benar atas proses Sementara mendengarkan lagu yang merdu itu kita lengah
yang terjadi pada batin dan jasmani. untuk menyadari dan mencatatnya dalam batin sebagai
“mendengar … mendengar …”. Bahkan semakin
Maka, para pemeditasi vipassana harus memiliki tingkat menikmatinya. Lalu keinginan untuk bertemu dengan
konsentrasi tertentu namun tidak terlalu kuat. Tingkat penyanyinya atau mendengarkan lagu itu terus-menerus
konsentrasi khanika samadhi adalah suatu tingkatan muncul, tergantung pada perasaan senang atas lagu
konsentrasi dimana kita akan membangun pengetahuan tersebut. Mengapa ? Sebab kita lengah untuk mengamati
pandangan terang melalui pengamatan pada proses-proses dan menyadarinya.
batin dan jasmani.
Dengan semakin kuatnya keinginan untuk bertemu
Pengetahuan pandangan terang ini akan menghancurkan penyanyinya atau mendengarkan lagu itu, maka kita akan
kilesa (kekotoran batin). Bagi para pemeditasi vipassana, melakukan sesuatu untuk bertemu dengan penyanyi lagu
jika belum mencapai magga dan phala, masih dapat itu. Mungkin kita akan pergi menemuinya.
menghancurkan sebagian kilesa walaupan tidak secara
tuntas. Perbuatan tersebut bisa baik dan juga bisa buruk. Saat
bertemu dengan sang penyanyi, kita akan membicarakan
Ada tiga jenis penghancuran kilesa. Kita menyebutnya tiga sesuatu. Pembicaraan itu bisa baik atau tidak baik. Ini
jenis pahana. Disini pahana berarti penghancuran. disebut tindakan melalui kata-kata, vaci kamma (Pali).
Sebenarnya penghancuran ini terdiri dari lima jenis. Tetapi Tindakan ini timbul dan tergantung pada semakin kuatnya
untuk memudahkan dijelaskan tiga jenis penghancuran keinginan yang muncul dengan datangnya keinginan untuk
saja. bertemu dengan sang penyanyi atau mendengarkan lagu
tersebut.
Pertama, tadanga pahana, penghancuran sebagian. Kedua,
vikkhambana pahana, penghancuran sementara. Terakhir, Dari contoh di atas nampak jelas mengapa kita selalu
samucheda pahana, penghancuran kilesa secara total. membangun rantai kekotoran batin secara berkelanjutan.
Penghancuran kilesa sebagian dilakukan oleh vipassana Sebab kita tidak mencatat dan menyadari hal itu sebagai
nana atau pengetahuan pandangan terang. Penghancuran apa adanya. Munculnya perasaan senang terhadap lagu
sementara dilakukan oleh konsentrasi yang dalam tersebut tergantung pada telinga atau lagu itu. Dalam
(samadhi). Penghancuran kilesa secara total dilakukan bahasa Pali ini disebut salayatana paccaya phasso, phassa
oleh jalan pengetahuan (phala) pencerahan (= paccaya vedana, yakni ketergantungan pada asal mula.
kebijaksanaan, penerjemah). Phassa paccaya vedana, karena kita memiliki telinga.
Telinga melakukan kontak dengan lagu. Kontak ini disebut
Saat mempraktekkan meditasi vipassana dan kesadaran phassa. Hal ini terkondisi karena adanya telinga dan lagu.
menjadi stabil terus-menerus, pikiran secara bertahap Adanya kontak menimbulkan perasaan senang atau tidak
makin terkonsentrasi. Bila kesadaran itu dapat berlangsung senang. Itulah vedana (perasaan). Phassa paccaya vedana,
terus-menerus, maka konsentrasi yang dicapai semakin perasaan itu terkondisi melalui kontak.
dalam. Hal ini membuat semakin jelas pengetahuan
pandangan terang yang diperoleh. Karena perasaan senang kita berhasrat untuk bertemu
penyanyi atau mendengarkan lagu itu berulang-ulang.
Dengan konsentrasi yang lebih dalam, pengetahuan Hasrat tersebut disebabkan oleh perasaan senang. Dalam
pandangan terang kita menjadai semakin menembus dan bahasa Pali disebut vedana paccaya tanha. Artinya hasrat
tajam. Kemudian kesadaran tersebut dapat digunakan itu dikondisikan oleh perasaan senang.
untuk menyadari proses-proses pada batin dan jasmani.
Misalnya kita mendengar sebuah lagu yang sangat indah Saat keinginan itu lengah untuk dicatat atau disadari, maka
dan menyukainya. Apa yang kemudian terjadi ? Kita merasa keinginan tersebut bertambah kuat. Keinginan yang
senang, “Ah, sangat indah. Saya menyukainya.” bertambah kuat itu disebut kelobaan dan upadana. Kita
Timbulnya perasaan senang itu bergantung pada telinga menggenggam hal itu. Tanpa pernah kita coba
dan lagu yang merdu. Maka muncul perasaan senang melepaskannya. Menggenggamnya dengan sangat kuat.
terhadap lagu tersebut. Jika hal itu tidak dapat disadari Kelobaan ini dibangkitkan oleh nafsu keinginan. Dalam
dan dicatat sebagai “mendengar … mendengar …”, kita bahasa Pali disebut tanha paccaya upadana.

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 5


Selingan Selingan

Karenanya, salah satu kondisi mental yang cocok, yang dihentikan. Proses-proses itu tidak akan berlangsung lebih
timbul bersamaan dengan kesadaran mendenar adalah lama lagi. Penderitaan dihentikan. Kita mencapai suatu
perasaan. Ini sangat jelas, lebih kuat dari kondisi mental keadaan tanpa penderitaan. Mengapa ?
lainnya. Segera setelah mendengar lagu, kita harus Ini disebabkan kita selalu menyadari apa yang kita dengar
mencatatnya sebagai “mendengar … mendengar …”. dan mencatatnya dalam batin. Karenanya kita menjadi
Penuh perhatian, segenap tenaga dan sesegera mungkin. waspada terhadap kesadaran mendengar.
Sehingga kesadaran menjadi semakin kuat, menguasai Apabila kita dapat melihat munculnya kesadaran mendengar
kesadaran mendengar. Akibatnya kesadaran tidak dapat saat mendengar sesuatu, maka kesadaran atau pikiran
lagi mendengar lagu dengan jelas. Hal ini akan membuat tidak dapat memberikan suatu penilaian terhadap obyek
tidak munculnya penilaian, baik atau buruk. sebagai sesuatu yang baik atau buruk, menyenangkan
“Mendengar … mendengar…” kita catat. Maka pendengaran atau tidak menyenangkan.
tidak dapat lagi mengetahui obyek dengan baik, karena Ini disebut “menutup semua jendela”. Jendela macam apa
tidak mampu menilai apakah lagu itu baik atau buruk, yang ditutup? Jendela telinga ditutup dengan kesadaran
menyenangkan dan tidak menyenangkan. Walau demikian sehingga musuh tidak dapat masuk ke dalamnya.
tetap ada kontak, namun perasaan senang dan tidak senang Siapa yang menjadi musuh ? Tanha (vedana atau perasaan
tidak muncul. Karena kesadaran tidak memiliki kesempatan adalah pelopornya). Maka saat kita mendengar sebuah
untuk menilai obyek itu baik atau buruk, menyenangkan lagu dan kesadaran menjadi konstan secara
atau tidak menyenangkan. Sehingga tidak timbul perasaan berkesinambungan, tidak ada kekotoran yang masuk ke
senang atau tidak senang. Perasaan disingkirkan oleh diri kita. Telinga di tutup. Dengan demikian kesadaran
kesadaran. mencegah kekotoran batin yang datang dari pikiran lewat
Dikarenakan menyadari apa yang kita dengar, maka tidak jendela telinga.
akan timbul perasaan menyenangkan atau tidak Hal yang sama terjadi pada kelima indra lainnya. Saat
menyenangkan. Dengan cara ini perasaan disingkirkan melihat sesuatu, sadari dan catat sebagai “melihat …
atau dilemahkan oleh kesadaran yang berkesinambungan. melihat …”. Jendela mata dapat ditutup. Ketika mencium
Tidak lagi muncul perasaan senang. Sehingga tidak timbul sesuatu, sadari dan catat sebagai “mencium … mencium
keinginan untuk mendengarkan lagu atau bertemu dengan …”. Jendela penciuman ditutup. Bila makan sesuatu, kita
penyanyinya. harus mencatat semua tindakan makan sebagai “mengambil
Karena tidak adanya nafsu-nafsu keinginan, maka kelobaan membuka mulut … memasukkan makanan ke dalam mulut
tidak muncul. Dengan lenyapnya kelobaan terhadap sebuah … mengunyah … merasakan … dan lain lain”.
obyek, kita tidak memerlukan tindakan apapun untuk Sewaktu kita mengamati setiap proses-proses batin atau
meraihnya. Dengan tidak adanya tindakan, tidak akan ada jasmani, maka tidak akan ada lagi kenikmatan terhadap
kelahiran kembali (dalam hal ini berhubungan dengan segala sesuatu yang dimakan. Karena kesadaran secara
kesadaran mendengar). Kelahiran kembali berhenti di sini. penuh mencegah kekotoran batin dari jendela lidah.
Dengan cara ini semua penderitaan dihentikan. Tak ada Katakanlah saat kita merasakan sesuatu yang manis sambil
lagi penderitaan. Mengapa ? Karena kita menyadari obyek- menikmati makanan, maka harus disadari dan dicatat
obyek tersebut, menjadi waspada akan apa yang didengar dalam batin sebagai “mengunyah … mengunyah …” atau
dan dicatat dalam batin sebagai “mendengar … mendengar “manis … manis …” Kemudian ketika kesadaran semakin
…”. bertambah tajam, kita tidak akan mengetahui rasa manis
Kontak terjadi karena adanya telinga dan lagu. Namun kita itu lagi. Karena yang disadari saat itu adalah kesadaran
menyadari dan mencatatnya dalam batin. Dengan mengunyah atau sesuatu yang berhubungan dengan
kesadaran ini pikiran tidak dapat menilai sebuah lagu atau menggerakkan dua rahang. Maka, kita tidak perlu
obyek sebagai sesuatu yang baik atau buruk, mengidentifikasi rasa itu. Tidak perlu mengidentifikasi
menyenangkan atau tidak menyenangkan. Sehingga tidak gerakan dua rahang sebagai diri. Ada dua rahang yang
lagi ada perasaan senang dan tidak senang. Dengan tidak bergerak secara konstan dan juga ada sesuatu diantara
adanya perasaan senang dan tidak senang, tidak ada dua rahang tersebut. Hanya itu saja. Selanjutnya kita tidak
keinginan untuk bertemu dengan penyanyi atau akan sedikitpun menikmati rasa manis tersebut.
mendengarkan lagu. Ini disebut vedana nirodha tanha Karena tidak dapat menikmati rasa manis, maka tidak ada
nirodha. nafsu keinginan untuk menikmatinya. Bila mampu
Karena tidak adanya perasaan atau sensasi-sensasi, melakukan pencatatan secara jelas dan terperinci, secara
keinginan tidak muncul. Ini membuat kelobaan berakhir. bertahap kita ingin memuntahkannya. Mengapa ? Karena
Hal demikian disebut tanha nirodha upadana nirodha. kita menjadi enggan terhadap makanan tersebut. Apakah
Dengan berakhirnya kelobaan, berakhir pula keinginan. Ini itu sesuatu yang baik ? Jawabannya bukan. Sebab,
disebut upadana nirodha bhava nirodha. keenganan juga salah satu dari kekotoran batin, yaitu dosa.
Karena tidak adanya tindakan, baik atau buruk, tidak ada Kita harus memiliki perasaan yang netral. Tanpa perasaan
lagi kelahiran kembali. Ini disebut bhava nirodha jati nirodha. menyenangkan atau tidak menyenangkan. Jika kita merasa
Pada keadaan ini proses-proses batin dan jasmani senang akan timbul nafsu keinginan. Jika merasa tidak

6 9 Maret 2008, tahun V, No 55


Selingan Selingan

senang, timbul keenganan. Maka, perasaan kita haruslah lagu dan pikiran menyadari hal itu. Ini yang dimaksud
netral. dengan vipassana nana (=pengetahuan pandangan terang),
dimana diperoleh pengertian benar atas kesadaran
Untuk membuat perasaan menjadi netral, kita harus mendengar, adanya sebuah lagu atau suara dan pikiran
menyadarinya. Dengan demikian kita tidak akan mengetahui yang tengah menyadari hal tersebut. Dengan pengertian
makanan itu baik atau tidak baik, disukai atau tidak disukai. yang benar ini akan dapat menghapus semua kekotoran
Inilah yang disebut dengan menutup jendela lidah. batin yang mungkin timbul.
Semua hal di atas disebut indrya samvara. Indrya berarti
enam panca indera. Samvara berarti menutup. Kita menutup Namun, ada kekotoran batin lainnya. Sebagai contoh, bila
telinga dengan kesadaran. Maka, tidak akan ada lagi kita melihat sesuatu ada nafsu keinginan untuk melihat.
kekotoran batin yang masuk ke dalam pikiran melalui telinga Bila kita merasakan sesuatu akan timbul keinginan untuk
karena kita telah menutupnya. Inilah yang dimaksudkan mencicipi. Nafsu-nafsu keinginan ini, yaitu tanha, lobha,
dengan menutup enam panca indera. masih tetap ada. Sebab apa yang kita hancurkan adalah
nafsu keinginan, tanha yang akan timbul bila kita gagal
Oleh sebab itu apapun yang kita dengar haruslah dicatat menyadari pendengaran tersebut.
sebagai “mendengar … mendengar …”. Apapun yang
dilihat, disadari dan dicatat sebagai “melihat … melihat Maka, beberapa bagian dari nafsu keinginan telah
…”. Apapun yang dicium, disadari dan dicatat sebagai dihancurkan oleh pengertian yang benar saat kita menyadari
“mencium … mencium …’. Apapun yang dirasakan pendengaran. Inilah yang dimaksud dengan penghancuran
hendaknya disadari dan dicatat sebagai “merasa … merasa sebagian kilesa oleh vipassana nana, pengetahuan
…” atau “mengunyah …mengunyah …”. Dan seterusnya. pandangan terang.
Apapun yang kita sentuh, sadari dan catat sebagai
“menyentuh … menyentuh …”. Bila menyentuh sesuatu Semoga kita semua dapat menutup keenam pintu panca
yang keras, sadari dan catat sebagai “keras … keras …”. indera kita dengan kesadaran seutuhnya dan mencapai
Juga saat kita menyentuh sesuatu yang lunak, sadari dan keberhasilan.
catat sebagai “lunak … lunak …”. Sehingga tidak ada lagi
kekotoran batin sama sekali. Sebab, kita menyadari hal ini
sebagai kesadaran menyentuh.

Dengan konsentrasi yang lebih terpusat dan kebijaksanaan


yang lebih terang, kita akan dapat menyadari timbul dan Alih Bahasa :Chandasili Nunuk Y. Kusmiana
lenyapnya kesadaran mendengar. Kemudian kita menyadari Samuel B. Harsojo;
ketidakkekalan dari kesadaran mendengar, anicca. Editor :Thitaketuko Thera
Sehingga tidak ada lagi nafsu keinginan atau keenganan.
Tidak ada kekotoran batin sama sekali. Inilah tujuan dari
meditasi vipassana. Inilah maksud pencapaian dan
menghentikan penderitaan melalui kesadaran atas proses-
proses batin dan jasmani sebagaimana adanya.
Pemeditasi samatha tidak dapat menyadari proses-proses
yang terjadi pada batin dan jasmani, sebab tujuan mereka
adalah mencapai tingkat-tingkat konsentrasi yang lebih
tinggi.

Akhirnya, kembali lagi, ada tiga jenis penghancuran atau


penyingkiran. Bila telinga mendengar lagu yang merdu dan
kita menyadari serta mencatatnya sebagai “mendengar …
mendengar”, maka kita akan mengetahui adanya
pendengaran dan obyek serta pikiran yang mencatat hal
itu dengan konsentrasi yang terpusat.

Apabila kita tidak mencatat hal tersebut, maka akan timbul


nafsu keinginan untuk mendengarkan lagu atau bertemu
dengan penyanyinya. Munculnya nafsu keinginan ini
tergantung pada perasaan atau sensasi. Namun jika kita
mampu menyadari dan mencatat dalam batin apa yang
kita dengar, mengetahui hal itu sebagai mendengar sebuah

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 7


Cerita Buddhis

Demikianlah telah saya dengar suatu ketika, Buddha yang berdiam


di hutan bambu di Kalandaka bersama dengan Bhikkhu yang tak
terhitung banyaknya. Pada saat itu, hiduplah di negeri itu seorang
Brahmin yang miskin yang pergi meminta semua orang bahwa
seseorang harus memperoleh kekayaan dalam hidup ini.

Seseorang memberitahu dia, "Apakah engkau mengetahui bahwa


Buddha telah datang ke bumi ini dan berdiam di sini untuk memberi
manfaat kepada semua makhluk?

Para murid Buddha telah menyembuhkan Maha Kasyapa, Maha


Maudgalyayana, Sariputra dan Anirudda, dan mereka terus-
menerus menolong pengemis dan mereka yang membutuhkan.
Jika engkau dengan pikiran percaya, membuat persembahan
makanan kepada mereka yang suci, mereka akan memenuhi
setiap keinginanmu."

Setelah mendengar itu, sang brahmin menjadi sangat senang,


dan rajin bekerja demi upah, dia memperoleh sedikit uang.

Dia kembali ke rumahnya, mempersiapkan makanan, dan


mengundang Sangha yang mulia dengan harapan, dalam
kehidupan ini, dia akan memperoleh kekayaan. Istri brahmin yang
bernama Sukacita, yang pada hari itu membuat sebuah sumpah

8 9 Maret 2008, tahun V, No 55


Cerita Buddhis

satu hari, dan melayani Yang Mulia. yang bernama Alamba, dan engkau harus mengatakan
kepadanya, 'Adik, apakah engkau tidak bahagia, 500 bayi
Pada hari itu Raja Prasenajit datang ke negeri itu, pada telah dilahirkan?'"
saat kembali, melihat seorang penjahat yang ditinggalkan
terikat pada sebuah pohon sebagai hukuman. Melihat sang Wanita itu meneruskan perjalan dan bertemu dengana adik
raja ia berteriak meminta makanan. raksa Alamba, dan memberitahunya apa yang telah kakak
perempuannya katakan. Alamba berbaghagia dan
Sang raja, berjanji, bahwa dia akan menggirim sesuatu memberitahu Sukacita bahwa ada sebuah guci emas di
untuk dimakan, pergi ke istana dan segera melupakan mana dia tinggal dan, ketika dia kembali dia akan
semua hal mengenai itu. Pada tengah malam ia tiba-tiba memberikan itu kepadanya.
mengingat bahwa ia harus mengirim makanan pada pria
itu, tetapi mengetahui bahwa karena ada setan, raksa dan Dia juga memberitahunya bahwa dia [Sukacita] akan
makhluk mengerikan lainya sepanjang jalan, tidak ada akan bertemu dengan saudara laki-lakinya sepanjang jalan ini
yang mau pergi. dan dia harus memberitahukan kepada kakaknya berita
baik mengenai kelahiran 500 raksa. Sukacita berjalan,
Karena belas kasihan pada pria kelaparan itu dia bertemu dengan saudara laki-laki raksa memberitahu
mengeluarkan pengumuman yang berkata bahwa jika ada mengenai kelahiran bayi raksa. Dia juga berjanji memberikan
seseorang bersedia untuk membawakan pria itu makanan Sukacita sebuah guci emas ketika dia kembali.
ia akan diberi hadiah seribu ukuran perak, tapi tidak ada
yang berani pergi. Istri brahmin berjalan menemukan pria kelaparan yang
diikat di sebuah pohon, memberinya makan, dan membawa
Ketika, Sukacita, istri dari brahmin, mendengar kembali tiga guci emas bersamanya. Sang raja memberinya
pengumuman raja, ia berpikir, "Setan dan makhluk hadiah seribu ukuran emas, dan brahmin dan istrinya hidup
mengerikan lainnya tidak bisa melukai siapa pun di bumi dengan bahagia di tanah itu dan menjadi kaya raya.
ini yang sedang menjalani sumpah satu hari. Saya akan
melaksanakan perintah raja". Sang raja mengetahui kebajikan brahmin dan istrinya,
mengangkat mereka menjadi pegawai pemerintah.
Ia pergi kepada raja dan memberitahunya akan
mengantarkan makanan. Sang raja memberi makanan itu Mereka berbahagia dan pikiran percaya dan teguh lahir
dan memberitahu keberadaan pria itu dan berjanji akan dalam diri mereka.
memberikan hadiah. Wanita itu pergi mengantarkan
makanan dan dengan menjaga sumpahnya. Mereka mengundang Buddha dan murid-murid-Nya dan
membuat persembahan yang besar untuk mereka. Ketika
Ketika dia melewati gerbang luar kota ia bertemu dengan Bhagava telah mengajarkan mereka Dharma, batin mereka
seorang raksa wanita yang baru saja melahirkan 500 bayi tercerahkan dan mereka memperoleh buah Pemenang
raksa dan sedang melihat jalan. Arus.

Melihat Sukacita mendekat dia senang dan ingin


memakannya, tetapi karena kekuatan sumpah itu, dia takut,
bergerak kembali dari jalan, dan berkata, "Oh wanita,
berikanlah saya sedikit makanan dari yang kau bawa, saya Sumber : Sutra of the Wise and the Foolish
mohon kepadamu." [mdomdzangs blun] atau Ocean of
Narratives [uliger-un dalai]
Ketika Sukacita memberinya sedikit dari makanan itu, raksa Penerbit : Library of Tibetan Works &
itu memperbesarnya dengan kekuatan ajaib dan sehingga Archieves
dia dan bayi-bayinya yang kelaparan bisa memakan Alih Bahasa Mongolia
makanan itu sampai kenyang. ke Inggris : Stanley Frye
Alih Bahasa Inggris
Raksa itu bertanya nama istri Brahmin dan ketika dia [istri ke Indonesia : Heni [Mahasiswa UI]
brahmin] memberitahu bahwa namanya adalah Sukacita, Editor : Junaidi, Kadam Choeling
berkata kepadanya, "Di sana ada sebuah guci emas di
mana saya tinggal dan engkau yang telah memberi makan
dan memberi gizi kepada seorang ibu dan bayi-bayinya,
dapat memilikinya ketika engkau kembali.

Di depan engkau akan bertemu dengan adik perempuanku

Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala 9