Anda di halaman 1dari 30

Kebutuhan Rasa Aman dan

Nyaman
Disusun oleh :
1.Adi Yoga
(15.002)
2.Latifah Puji Yuliana (15.092)
3.Putri Atikah
(15.089)
4.Siti Zulaikha
(15.104)

Kemanan Dan Kenyamanan


Definisi Keamanan :
Keamanan adalah keadaan bebas
dari cedera fisik dan psikologis atau
bisa juga keadaanaman dan tentram
(Potter& Perry, 2006).

Kemanan Dan Kenyamanan


Faktor faktor yang Mempengaruhi Keamanan dan Kenyamanan
:
Emosi
Kecemasan, depresi, dan marah akan mudah terjadi dan
mempengaruhi keamanan dan kenyamanan
2.
Status Mobilisasi
Keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot, dan kesadaran
menurun memudahkan terjadinya resiko injury
3.
Gangguan Persepsi Sensory
Mempengaruhi adaptasi terhadaprangsangan yang
berbahayaseperti gangguan penciuman dan penglihatan.

4.
Keadaan Imunits
Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang
sehingga mudah terserang penyakit

5. Tingkat Kesadaran
Pada pasien koma, respon akan enurun terhadap
rangsangan, paralisis, disorientasi, dan kurang tidur.
6. Informasi atau Komunikasi
Gangguan komunikasi seperti aphasia atau tidak
dapat membaca dapat menimbulkan kecelakaan.
7. Gangguan Tingkat Pengetahuan
Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan
keamanan dapat diprediksi sebelumnya.
8. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional
Antibiotik dapat menimbulkan resisten dan
anafilaktik syok

9. Status nutrisi
Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan
mudah menimbulkan penyakit, demikian sebaliknya dapat
beresiko terhadap penyakit tertentu.
10.Usia
Pembedaan perkembangan yang ditemukan diantara
kelompok usia anak-anak dan lansia mempengaruhi reaksi
terhadap nyeri
11.Jenis Kelamin
Secara umum pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna
dalam merespon nyeri dan tingkat kenyamanannya.
12.Kebudayaan
Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara
individu mengatasi nyeri dan tingkat kenyaman yang
mereka punyai.

Klasifikasi Kebutuhan
Keamanan
Keselamatan Fisik
1. Mempertahankan keselamatan fisik
melibatkan keadaan mengurangi atau
mengelurkan ancaman pada tubuh atau
kehidupan
2.Keselamatan Psikologis
Untuk selamat dan aman secara psikologi,
seorang manusia harus memahami apa
yang diharapkan dari orang lain, termasuk
anggota keluarga dan profesionl pemberi
perawatan kesehatan.

CaraMeningkatkan
keamanan:
1.Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk
melindungi diri
2.Menjaga keselamatan pasien yang gelisah
3.Mengunci roda kereta dorong saat berhenti
4.Penghalang sisi tempat tidur
5.Bel yg mudah dijangkau
6.Meja yang mudah dijangkau
7.Kereta dorong ada penghalangnya
8.Kebersihan lantau
9.Prosedur tindakan.

Gangguan Rasa Aman akibat


Infeksi
Cara Penularan Mikroorganisme.
1.Kontak Tubuh.
2.Makanan dan Minuman.
3.Serangga.
4.Udara

Gangguan Rasa Aman akibat


Infeksi
Faktor yang Memengaruhi Proses Infeksi
1.Sumber penyakit. Sumber penyakit dapat
memengaruhi apakah infeksi berjalan dengan
cepat atau lambat.
2.Kuman penyebab. Kuman penyebab dapat
menentukan jumlah mikroorganisme,
kemampuan mikroorganisme masuk kedalam
tubuh.
3.Cara membebaskan sumber dari kuman. Cara
membebaskan sumber dari kuman dapat
menentukan apakah proses infeksi cepat
teratasi atau diperlambat, seperti tingkat
keasaman (pH), suhu, penyinaran, (cahaya).

4.Cara penularan. Cara penularan seperti kontak


langsung, melalui makanan atau udara, dapat
menyebabkan penyebaran kuman ke dalam
tubuh.
5.Cara masuknya kuman. Proses penyebaran
kumannn berbeda, tergantung dari sifatnya.
Kuman dapat masuk melalui saluran pernapasan,
saluran pencernaan, kulitm dan lain-lain.
6.Daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang baik
dapat memperlambat proses infeksi atau
mempercepat proses penyembuhan. Demikian
pula seabaliknya, daya tahan tubuh yang buruk
dapat memperburuk proses infeksi.

Infeksi Nosokomial

Infeksi Nosokomial ?

Infeksi Nosokomial
Sumber infeksi Nosokomial :
1.Pasien
2.Petugas kesehatan.
3.Pengunjung
4.Sumber lain

Sterilisasi dan Desinfeksi


a. Sterilisasi
Sterilisasi merupakan upaya pembunuhan
atau penghancuran semua bentuk
kehidupan mikroba yang dilakukan di rumah
sakit melalui proses fisik maupun kimiawi.
b. Desinfeksi
Desinfeksi adalah proses pembuangan
semua mikroorganisme patogen pada objek
yang tidak hidup dengan pengecualian pada
endospora bbakteri.

PencegahanInfeksi
A.Tindakan pencegahan infeksi.
Beberapa tindakan pencegahan infeksi
yang dapat dilakukan adalah :
a.Aseptik
b.Antiseptik
c.Dekontaminasi
d.Pencucian
e.Sterilisasi
f. Desinfeksi

PencegahanInfeksi
Pedoman pencegahan infeksi :
1. Pencucian tangan.
2. Penggunaan sarung tangan (kedua tangan(),
baik pada saat melakukan tindakan, maupun
saat memegang benda yang terkontaminasi
(alat kesehatan.alat tenun bekas pakai)
3. Penggunaan cairan antiseptic untuk
membersihkan luka pada kulit.
4. Pemrosesan alat bekas pakai (dekontaminasi,
cuci dan bilas, desinfeksi tingkat tinggi atau
sterilisasi
5. Pembuangan sampah.

Kenyamanan
Definisi Kenyamanan
Kolcaba (1992, dalam Potter & Perry,
2006) megungkapkan kenyamanan/rasa
nyaman adalah suatu keadaan telah
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia
yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu
kepuasan yang meningkatkan penampilan
sehari-hari), kelegaan (kebutuhan telah
terpenuhi), dan transenden (keadaan
tentang sesuatu yang melebihi masalah
dan nyeri).

Gangguan Rasa Nyaman akibat Nyeri


Pengertian Nyeri
1. Mc. Coffery (1979), mendinisikan nyeri sebagai suatu
keadaan yang memengaruhi seseorang yang
keberadaannya diketahui hanya jika orang tersebut pernah
mengalaminya.
2. Wolf Weifsel Feurst (1974), mengatakan bahwa nyeri
merupakan suatu perasaan menderita secara fisik dan
mental atau perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan.
3. Arthur C. Curton (1983), mengatakan bahwa nyeri
merupakan suatu mekanisme produksi bagi tubuh, timbul
ketika jaringan sedang dirusak, dan menyebabkan individu
tersebut bereaksii untuk menghilangkan rangsangan nyeri.
4. Scrumum, Mengartikan nyeri sebagai suatu keadaan yang
tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik
maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti
oleh reaksi fisik, fisiologis, dan emosional.

Klasifikasi Nyeri
Klasifikasi Nyeri :
a. Nyeri akut
nyeri yang terjadi setelah cedera akut, penyakit atau
intervensi bedah dan memiliki awitan yang cepat, dengan
intensitas yang bervariasi ( ringan sampai berat) dan
berlangsung singkat ( kurang dari enam bulan dan
menghilang dengan atau tanpa pengobatan setelah
keadaan pulih pada area yang rusak.
B. Nyerikronis
nyeri konstan atau menetap sepanjang suatu periode
waktu. Nyeri yang disebabkanoleh adanya kausa
keganasan seperti kanker yang tidak terkontrol atau non
keganasan. Nyeri kronik berlangsung lama (lebih dari
enam bulan ) dan akan berlanjut walaupun pasien diberi
pengobatan atau penyakit tampak sembuh.

Faktor Yang Mempengaruhi


Nyeri
1)Usia
Usia merupakan variabel penting yang
mempengaruhi nyeri, khususnya pada anak-anak
dan lansia. Anak kecil mempunyai kesulitan
memahami nyeri dan prosedur yang dilakukan
yang menyebabkan nyeri.
2)Jenis kelamin
secara umum, pria dan wanita tidak berbeda
secara bermakna dalam berespon terhadap nyeri.
3)Kebudayaan
Beberapa kebudayaan yakin bahwa
memperlihatkan nyeri adalah sesuatu yang
alamiah. Kebudayaan lain cenderung untuk melatih
perilaku yang tertutup (introvert).

Faktor Yang Mempengaruhi


Nyeri
4)Makna nyeri
. Makna nyeri mempengaruhi pengalaman nyeri dan
cara seseorang beradaptasi terhadap nyeri.
5)Perhatian
Perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri
yang meningkat sedangkan upaya pengalihan
(distraksi) dihubungkan dengan respon nyeri yang
menurun.
6)Ansietas
Ansietas seringkali meningkatkan persepsi nyeri tetapi
nyeri juga dapat menimbulkan suatu perasaan ansietas.
Apabila rasa cemas tidak mendapat perhatian dapat
menimbulkan suatu masalah penatalaksanaan nyeri
yang serius.

Faktor Yang Mempengaruhi


Nyeri
7)Keletihan
Rasa kelelahan menyebabkan sensasi nyeri
semakin intensif dan menurunkan kemampuan
koping sehingga meningkatkan persepsi nyeri.
8)Pengalaman sebelumnya
Setiap individu belajar dari pengalaman nyeri
sebelumnya namun tidak selalu berarti bahwa
individu tersebut akan menerima nyeri dengan
lebih mudah di masa datang.
9)Gaya koping
Individu yang memiiiki lokus kendali internal
mempersepsikan diri mereka sebagai individu yang
dapat mengendalikan lingkungan mereka dan hasil
akhir suatu peristiwa seperti nyeri

10)Dukungan keluarga dan sosial


Kehadiran orang-orang terdekat
pasien dan bagaimana sikap mereka
terhadap pasien mempengaruhi
respon nyeri.

ASUHAN KEPERAWATAN

Asuhan Keperawatan pada


masalah infeksi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASALAH INFEKSI
A Pengkajian Keamanan
Merupakan tindakan pengkaji ada atau tidaknya faktor
yang mempengaruhi atau menyebabkan infeksi, seperti
menurunkan daya tahan tubuh, status nutrisi, usia, stress, dan
lain lain.
B. Diagnosis Keperawatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah resiko terjadinya
infeksi yang berhubungan dengan proses penyebaran kuman.
C. Perencanaan Keperawatan
Tujuan : mencegah terjadi infeksi atau penyebaran
kuman
Rencana Tindakan : melakukan tindakan untuk
menghambat penyebaran kuman, seperti cuci tangan,
memakai masker, memakai sarung tangan, sterilisasi dan
desinfeksi.

Asuhan Keperawatan pada


masalah infeksi
D. Pelaksanaan atau Tindakan keperawatan
1.
2.
3.
4.
5.

Cara
Cara
Cara
Cara
Cara

mencuci tangan
menggunakan Sarung Tangan
Memakai Masker
desinfeksi
Sterilisasi

E. Evaluasi
Evaluasi terhadap masalah resiko infeksi (penyebaran kuman) secara umum
dilakukan untuk menilai ada tidaknya tanda infeksi seperti penyebaran kuman
ke pasien atau orang lain.

Asuhan Keperawatan pada


masalah Nyeri
A. Pengkajian
Pengkajian pada masalah nyeri yang dapat
dilakukan adalah adanya riwayat nyeri ; keluhan
nyeri seperti lokasi nyeri,imtensitas nyeri , kualitas ,
dan waktu serangan. Pengakajian dapat dilakukan
dengan cara
1. P (pemcu), yaitu faktor yang mempengaruhi gawat
atau ringan nya nyeri,
2. Q (quality) dari nyeri, seperti apakan rasa tajam,
tumpul, atau tersayat
3. R (region) , yaitu daerah perjalanan nyeri,
4. S (severity)adalah keparahan atau intensitas nyeri,
5. T (time) adalah lama /waktu serangan atau frekuensi
nyeri,

Asuhan Keperawatan pada


masalah Nyeri
B. Diagnosis Keperawatan
1. Terdapat beberapa diagnosis yang berhubungan
dengan masalah nyeri , diantaranya:
2. Nyeri akut akibat fraktur panggul
3. Nyeri kronis akibat arthritis
4. Gangguan mobilitas akibat nyeri pada
ekstremitas
5. Kurangnya perawatan akibat ketidakmampuan
menggerakan tangan yang disebabkan oleh
virus persendian
6. Cemas akibat ancaman peningkatan nyeri

Asuhan Keperawatan pada


masalah Nyeri
C. Perencanaan Keperawatan (Intervensi)
1. Mengurangi dan membatasi faktor- faktor yang
menambah nyeri
2. Menggunakan berbagai teknik noninvansif
untuk memodifikasi nyeri yang dialami
3. Menggunakan cara-cara untuk engurangi nyeri
yang optimal, seperti memberikan analgesik
sesuai dengan program yang ditentukan
D. Pelaksanaan Keperawatan (Implementasi)
Mengurangi faktor yang dapat menambah
nyeri, misalnya ketidakpercayaan ,
kesakahpahaman , ketakutan , kelelahan , dan
kebosanan.

Asuhan Keperawatan pada


masalah Nyeri
E. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi terhadap masalah nyeri
dilakukan dengan menilai kemampuan
dalam merespon rangsanagan nyeri ,
diantaranya hilangnya perasaan nyeri ,
merunnnya intensitas nyeri ,adanya
respon fisiologis yang baik, dan pasien
mampu melakukan aktiitas sehari-hari
tanpa keluhan nyeri.

Anda mungkin juga menyukai