Anda di halaman 1dari 18

STIKes Kepanjen 1

Manajemen Keperawatan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen didefinisikan sebagai proses menyelesaikan pekerjaan melaluin orang lain
untuk mencapai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yang berubah. Manajemen juga
merupakan proses pengumpulan dan mengorganisasi sumber-sumber dalam mencapai tujuan.
Tujuan ditetapkan berdasarkan misi, filosofi dan tujuan organisasi. Semua perawat yang
terlibat dalam manajemen keperawatan dianggap perlu memahami misi, filosofi dan tujuan
pelayanan keperawatan serta kerangka konsep kerjanya.
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup

manajemen

operasional

untuk

merencanakan, mengatur dan menggerakkan karyawan dalam memberikan pelayanan


keperawatan sebaik-baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan.
Kemajuan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan masa kini dan mendatang, telah
memperluas peran dan fungsi keperawatan. Manajemen keperawatan semula ditekankan pada
sentralisasi kewenangan dan tanggung jawab.
Selain itu, telah terjadi pula perubahan mendasar pada manajemen keperawatan dari
pengguna sumber daya yang prefentif menuju pendayagunaan sumberdaya yang bersifat
proaktif. Pelaksanaan manajemen sumber daya proaktif lebih ditekankan pada terjaminnya
aktivitas kolaborasi dan keterbukaan dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini Bagaimana konsep dasar pada sebuah
manajemen khususnya pada keperawatan
1.3 Tujuan
1. Tujuan Umum
Menjelaskan tentang konsep dasar dalam bermanajemen khususnya di bidang
keperawatan
2. Tujuan Khusus
Menegtahui pengertian, fisi dan misi, prinsip-prinsipnya, bahkan tujuan pelayanan
keperawatan, fungsi manajemen, sarana dalama manajemen serta proses manajemen
keperawatan dan analisa SWOT.
1.4 Manfaat
1. Bagi Mahasiswa.
Dengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami tentang
konsep bermanajemen khususnya dibidang keperawatan, selanjutnya mahasiswa
diharapkan dapat mengimplementasikannya dalam proses keperawatan.
2. Bagi Institusi
Dapat dijadikan referansi perpustakaan

STIKes Kepanjen 2
Manajemen Keperawatan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Konsep Manajemen Keperawatan
Dalam buku Manajemen Bangsal Keperawatan Arwani dan Heru, 2005.
Menuliskan hal tentang manajemen keperawatan menurut Gillies, 1985 manajemen
keperawatan secara singkat diartikan sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperawatan,
pengobatan dan rasa aman kepada pasien/keluarga serta masyarakat.
Sedangkan dalam buku Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional Nursalam, 2002.

Menuliskan pengertian manajemen

keperawatan menurut Grant dan Massey, 1999 manajemen merupakan suatu pendekatan
yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan diorganisasi. Di mana di dalam
manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervise terhadap staff, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam bukunya, Nursalam 2002 menuliskan filosofi dan misi manajemen
keperawatan, menurut seorang tokoh yang bernama Chitty, 1997. Filosofi keperawatan
adalah pernyataan keyakinan tentang keperawatan dan manifestasi dari nilai-nilai dalam
keperawatan yang digunakan untuk berfikir dan bertindak.
Penjabaran Visi dan Misi yang dijabarkan nursalam, 2002 dalam bukunya
menyebutkan. Dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit (Gillies, 1989) dikutip dari
filosofi pelayanan keperawatan di RS Pedleton Memorial, New Orleans, Louissiana (USA)
adalah sebagai berikut :
1. Mengaplikasikan kerangka konsep dan sebagai kerangka acuan dalam pelaksanaan
asuhan keperawatan
2. Mengevaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan
3. Menerapkan strategi dalam meningkatkan kualitas, pelayanan yang efisien kepada
semua konsumen
4. Meningkatkan hubungan yang baik dengan semua tim kesehatan
5. Menilai kualitas layanan yang diberikan dengan semua tim kesehatan
6. Mengintregasikan berbagai disiplin ilmu dalam menilai dan memberikan intervensi
keperawatan kepada pasien
7. Meningkatkan pendidikan berkelanjutan (formal maupun nonformal) bagi perawat
dalam usaha meningkatkan kinerjanya
8. Berpartisipasi secara aktif dalam upaya perubahan model asuhan keperawatan dan
peningkatan kualitas layanan
9. Mencipatakan lingkungan kerja yang kondusif dan melibatkan staff dalam setiap
mengambil keputusan yang menyangkut tentang asuhan keperawatan
10. Memberikan penghargaan kepada staff yang dianggap berprestasi
11. Konsisten untuk selalu meningkatkan produksi/layanan yang terbaik
12. Meningkatkan pandangan masyarakat yang positif tentang profesi keperawatan
13. Mendukung setiap rencana dalam usaha meningkatkan kualitas asuhan
keperawatan.
2.2 Prinsip dasar Manajemen Keperawatan
Dalam bukunya Arwani dan Heru, 2005 menuliskan prinsip-prinsip yang perlu
diperhatikan dalam manajemen keperawatan :
1. Manajemen keperawatan berlandaskan perencanaan
Tahap perancanaan dari proses manajemen tidak hanya terdiri dari penentuan
kebutuhan keperawatan pada berbagai kondisi klien, tetapi juga terdiri atas
pembuatan tujuan, pengalokasian anggaran, identifikasi kebuthan pegawai dan

STIKes Kepanjen 3
Manajemen Keperawatan

penetapan

struktur

organisasi

yang

diinginkan.

Perencanaan

merupakan

pemikiran/konsep-konsep tindakan yang umunya tertulis dan merupakan fungsi yang


penting di dalam mengurangi risiko dalam pengambilan keputusan, pemecahan
masalah dan efek-efek dari perubahan
2. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif.
Keberhasilan seorang pimpinan keperawatan bergantung pada penggunaan
waktunya yang efektif. Dalam keperawatan, manajemen sangat dipengaruhi oleh
kemampuan pimpinan keperawatan. Dalam konteks ini, seorang pimpinan harus
mampu memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif.
3. Manajemen keperawatan melibatkan pengambilan keputusan
Semua tingkat manajer dalam keperawatan dihadapkan pada persoalan yang
berbeda sehingga dibutuhkan metode atau cara pengambilan keputusan yang berbeda.
Jika salah dalam pengambilan keputusan akan berpengaruh terhadap proses atau
jalannya aktivitas yang akan dilakukan. Proses pengambilan keputusan akan sangat
dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dari para manajer.
4. Manajemen keperawatan harus terorganisasi
Prinsip pengorganisasian mencakup hal-hal pembagian tugas, koordinasi,
kesatuan komando, hubungan staf dan limi, tanggung jawab dan wewenang yang
sesuai serta adanya rentang pengawasan. Dalam keperawatan, pengorganisasian dapat
dilaksanakan dengan cara fungsional/penugasan, alokasi pasien, perawatan grup/tim
keperawatan, dam pelayanan keperawatan utama (Gillies, 1985)
5. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif.
Komunikasi yang dilakukan secara efektif mampu mengurangi kesalah pahaman,
dan akan memberikan persamaan pandangan arah dan pengertian di antara pegawai
dalam suatu tatanan organisasi
6. Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan\
Pengendalian dalam manajemen dilakukan untuk mengarahkan kegiatan
manajemen sesuai dengan yang direncanakan. Pengendalian meliputi penilaian
tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi, menetapkan
prinsip-prinsip melalui penetapan standart dan pemnampilan dengan standart serta
memperbaiki kekurangan.

STIKes Kepanjen 4
Manajemen Keperawatan

2.3 Tujuan Pelayanan Keperawatan


Dalam bukunya Arwani dan Heru, 2005 menuliskan beberapa tujuan yang
ditetapkan dan mungkin harus ada di pelayanan keperawatan, antara lain :
1. Tujuan pelayanan keperawatan merupakan pernyataan kongkret dan spesifik
tentang pelayan keperawatan, yang digunakan untuk menetapkan prioritas
kegiatan sehingga dapat mencapai dan mempertahankan misi serta filosofi
yang diyakini.
2. Tujuan pelayanan

keperawatan

pada

umumnya

ditetapkan

untuk

meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan RS. Tujuan ini dicapai


dengan mendidik perawat agar mempunyai sikap professional dan
bertanggung jawab dalam pekerjaan, meningkatkan hubungan dengan
pasien/keluarga/masyarakat, mrningkatkan pelaksanaan kegiatan umum dalam
upaya mempertahankan kenyamanan pasien, dan meningkatkan komunikasi
antar staf serta meningkatkan produktivitasndan kualitas kerja karyawan.
3. Tujuan tersebut juga dicapai melalui penetapan kebijkan yang dibuat secara
kooperatif antara tim kesehatan dalam upaya menjamin kesejahteraan social
bagi perawatan dan staf lain sehingga mempunyai kepuasan kerja dan
memeberikan kesempatan kepada perawat untuk mendapat pendidikan.
2.4 Fungsi Manajemen
Ns.Roymond H. Simamora.M.Kep, 2012 menjelaskan tentang fungsi manajemen
dalam keperawatan yang diantaranya diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi secara
efektif dan efisien. Yang di maksud efektif di sini adalah menegerjakan pekerjaan yang
benar, sedangkan efisien di sini adalah mengerjakan pekerjaan dengan benar. Yang
artinya fungsi manajemen adalah berbagai tugas atau kegitan manajemen yang
mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Di dalam bukunya ini Buku Ajar Manajemen keperawatan Roymond,2012
mengemukakan contoh fungsi manajemen menurut Terry yang menyebutkan beberapa
fungsi manajemen :
a. Planning (perencanaan)
Menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan, untuk
membuat rencana secara teratur dan logis. Dan juga penentuan strategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi
b. Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang berhubungan
dengan keseluruhan struktur yang di mana sebelumnya menyangkut
bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan.
Pengorganisasian berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian
yang terintegrasi.

c. Directing (Penggerakan)
Suatu tundakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok
berusaha mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usahausaha organisasi.

STIKes Kepanjen 5
Manajemen Keperawatan

d. Controlling (pengendalian dan pengawasan)


Pengawasan disebut juga pengendalian, suatu proses untuk mengukur atau
Pengumpula
n Data

Perencanaan

Pengelolaa
n

Kepegawaian

Kepemimpina
n

Pengawasan

membandingkan antara perencanaan yang telah dibuat. Dengan adanya


pengawasan diharapkan tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan.
2.5 Proses Manajemen Keperawatan
Dalam sebuah buku yang berjudul Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam
Praktik Keperawatan Nasional Nursalam, 2002. Menjelaskan proses dalam
bermanajemen dikeperawatam, mulai dari pengkajian sampai evaluasi :
1. Pengkajian-Pengumpulan Data
Pada tahap ini seorang manajer dituntut tidak hanya mengumpulkan informasi
tentang keadaan pasien, melainkan juga mengenai institusi (RS/Puskesmas), tenaga
keperawatan, administrasi dan bagian keuangan yang akan mempengaruhi fungsi
organisasi keperawatan secara keseluruhan.
Manajer perawat yang efektif harus mampu memanfaatkan proses manajemen
dalam mencapai tujuan melalaui usaha orang lain. Bila ia memimpin anggota staf,
maka manajer harus bertindak secara terencana dan efektif serta mampu menjalankan
pekerjaan bersama dengan para perawat dari beberapa level hirarki serta didasarkan
pada informasi penuh dan akurat tentang apa yang perlu dan harus diselesaikan,
dengan cara dan alasan apa, tujuan dan sumber daya apa yang tersedia untuk
melaksanakan rencana itu. Selanjutnya, manajer yang efektif harus mampu
mempertahankan suatu level yang tinggi bagi efisiensi pada salah satu bagian dengan
cara menggunakan ukuran pengawasan untuk mengidentifikasi masalah dengan
segera, dan setelah mereka terbentuk kemudian dievaluasi apakah rencana tersebut
perlu diubah atau presentasi karyawan yang perlu dikoreksi.
Proses adalah suatu rangkaian tindakan yang mengarah pada suatu tujuan. Di
dalam proses keperawatan, bagian akhir mungkin berupa sebuah pembebasan dari
gejala, eliminasi, resiko, pencegahan komplikasi, argumentasi pengetahuan atau
keterampilan kesehatan dan kemudahan dari kebebasan maksimal. Di dalam proses
manajemen keperawatan, bagian akhir adalah perawatan yang efektif dan ekonomis
bagi semua kelompok pasien.

(Gillies, 1996: 2) Proses manajemen keperawatan mendukung proses keperawatan


Pengkajian

Diagnosa

Perencanaan

Pelaksanaan

PROSES KEPERAWATAN

1. Perencanaan

Evaluasi

STIKes Kepanjen 6
Manajemen Keperawatan

Perencanaan dimaksudkan untuk menyusun suatu perencanaan yang strategis


dalam mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Perencanaan di sini
dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan dalam asuhan keperawatan kepada semua
pasien, menegakkan tujuan, mengalokasikan anggaran belanja, memutuskan ukuran
dan tipe tenaga keperawatan yang dibutuhkan, membuat pola struktur organisasi yang
dapat mengoptimalkan efektifitas staf serta menegakkan kebijaksanaan dan prosedur
operasional untuk mencapai visi dan misi institusi yang telah ditetapkan.
1. Pelaksanaan
Karena manajemen keperawatan memerlukan kerja melalui orang lain, maka
tahap implementasi di dalam proses manajemen terdiri dari dan bagaimana
memimpin orang lain untuk menjalankan tindakan yang telah direncanakan. Fungsi
kepemimpinan dapat dibagi dalam komponen fungsi yang terdiri atas kepemimpinan,
komunikasi dan motivasi.
2. Evaluasi
Tahap akhir dari proses manajerial adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang
telah dilaksanakan. Tujuan evaluasi adalah untuk menilai seberapa jauh staf mampu
melaksanakan perannya sesuai dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendukung dalam pelaksanaa.
2.6 Sarana Manajemen
Roymond,2012 menjelaskan tentang sarana yang ada di manajemen yang
merupakan sebagai syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Saran
tersebut dikenal dengan 6M yaitu Man, Money, Material, Machine, Method dan
Market.
a. Man (manusia)
Manusia adalah hal yang paling menentukan. Manusia yang membuat
tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.
Tanpa ada manusia, tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia
adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya
orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.

b. Money (Uang)
Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar kecilnya hasil
kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh
karena itu,uang merupakan alat yang penting untuk mencapai tujuan karena
segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan
dengan besarnya uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga
kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli, serta berapa hasil yang akan
dicapai.
c. Material (Bahan)
Materi terdiri atas bahan setengah jadi dan bahan jadi. Dalam dunia usaha
untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam
bidangnya, bahan/materi harus dapat digunakan sebagai salah satu sarana.
Materi dan manusia tidak dapat dipisahkan karena tanpa materi, hasil yang
dikehendaki tidak akan tercapai.
d. Machine (Mesin)

STIKes Kepanjen 7
Manajemen Keperawatan

Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin


dapat membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar
serta menciptakan efisiensi kerja.
e. Method (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja, diperlukan metode kerja. Tata cara kerja yang baik
dapat memperlancar jalannya pekerjaan. Metode dapat dinyatakan sebagai
penetapan cara pelaksanaan kerja tugas dengan memberikan berbagai
pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas yang tersedia dan
penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat, meskipun
metode baik, bila orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak
mempunyai pengalaman, hasilnya tidak akan memuaskan.
f. Market (Pasar)
Memasarkan produk barang tentu sangat penting sebab bila barang yang
diproduksi tidak laku, proses produksi barang dapat berhenti. Hal ini berarti
proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, pengusaha pasar dalam
arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam
perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai, kualitas dan harga harus sesuai dengan
selera konsumen dan daya beli konsumen.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nur Hidayah mahasiswi Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar di tahun 2014, yang
berjudul Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim dalam
Peningkatan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit. Ia menjelaskan tentang Penentuan
Model Asuhan Keperawatan Profesional yang memerlukan beberapa komponen :

1. KETENAGAAN
Saat ini jumlah dan jenis tenaga keperawatan kurang mampu untuk member
asuhan keperawatan yang professional. Hal ini terlihat dari tenaga yang mayoritas
lulusan SPK. Di samping itu jumlah tenaga keperawatan ruang rawat tidak ditentukan
berdasarkan derajat ketergantungan pasien. Menurut Dounglas,1984 yang dikutip
dalam jurnalnya (Nurhidayah,2014) ketergantungan pasien dibagi menjadi 3 kategori :
a. Perarawat minimal memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam
b. Perawat intermediet memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam
c. Perawatan maksimal atau total memerlukan waktu 5-6 jam/24 jam
2. SENTRALISASI OBAT
a. Teknik Pengelolahan Obat Kontrol Penuh (sentralisasi)
Merupakan pengelolahan obat di mana seluruh obat yang akan diberikan pada
pasien diserahkan sepenuhnya pada perawat. Keluarga wajib mengetahui dan ikut
serta mengontrol penggunaan obat. Obat yang telah diresepkan dan telah diambil
oleh keluarga diserahkan ke perawat dengan menerima lembar serah terima obat.
Perawat menuliskan nama pasien, register, jenis obat, jumlah dan sedian dalam
kartu control dan diketahui oleh keluarga/pasien dalam buku masuk obat.
Keleuarga dan pasien selanjutnyamendapatkan penjelasan kapan/bagaimana oba

STIKes Kepanjen 8
Manajemen Keperawatan

tersebut akan habis. Obat yang telah diserahkan selanjutnya disimpan oleh
perawat dalam kotak obat.
b. Pengelolaan Obat Tidak Penuh (desentralisasi)
Obat yang telah diambil oleh keluarga diserahkan pada perawat, obat yang telah
diserahkan dicatat dalam buku masuk obat, perawat menyerahkan kartu pemberian
obat kepada keluarga/pasien, lalu melakukan penyuluhan rute pemberian obat, waktu
pemberian, tujuan, efek samping, perawat menyerahkan kembali obat pada
keluarga/pasien dan menandatangani lembar penyuluhan.
Dalam pemberian obat perawat tetap melakukan kontroling terhadap pemberian
obat. Dicek apakah ada efek samping, pengecekan setiap pagi hari untuk menentukan
obat benar-benar diminum sesuai dosis. Obat yang tidak sesuai/berkurang dengan
perhitungan diklarifikasi dengan keluarga. Dalam penambahan obat dicatat dalam
buku masuk obat.
3. TIMBANG TERIMA
Suatu cara dalam menyampaikan dan menerima suatu (laporan) yang berkaitan
dengan keadaan pasien, tujuannya :
a. Menyampaikan kondisi atau keadaan secara umum
b. Menyampaikan hal penting yang perlu ditindak lanjuti oleh dinas berikutnya
c. Tersusun rencana kerja untuk dinas berikutnya

Hal-hal yang bersifat khusus memerlukan perincian yang lengkap dicatat secara
khusus untuk kemudian diserahkan kepada perawat jaga berikutnya. Hal yang perlu
diberitahukan dalam timbang terima :
a. Identitas dan diagnose
b. Masalah keperawatan
c. Tindakan yang sudah dan belum dilakukan
d. Intervensi
4. RONDE KEPERAWATAN
Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah pasien yang dilaksanakan
oleh perawat, di samping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan
keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu dilakukan oleh perawat. Tujuannya :
a. Menumbuhkan cara berpikir secara kritis
b. Menumbuhkan pemikiran tentang tidakan keperawatan yang berasal dari masalah
pasien
c. Meningkatkan validasi data pasien
d. Menilai kemampuan justifikasi
e. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja
f. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana keperawatan.
5. PELAKSANAAN
a. Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde
b. Pemberian Infrom Consent kepada pasien/keluarga
c. Penjelasan tentang pasien oleh perawat dalam hal ini penjelasan difokuskan pada
masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan atau telah dilaksanakan dan
memilih prioritas yang perlu didiskusikan.
d. Diskusikan antar anggota tim tentang kasus tersebut
e. Pemberian justifikasi oleh perawat tentang masalah pasien serta tindakan yang akan
dilakukan.
f. Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan akan ditetapkan.

STIKes Kepanjen 9
Manajemen Keperawatan

g. Pasca ronde perawat mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada pasien tersebut
serta menetapkan tindakan yang perlu dilakukan (Nursalam, 2002) yang dikutip
dalam jurnal Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim
dalam Peningkatan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Nurhidayah,2014.
6. SUPERVISI
Secara umum yang dumaksud supervise adalah melakukan pengamatan secara
langsung dan berkala oleh atasan terhadap pekerjaannya yang dilaksanakan oleh bawahan
untuk kemudian apabila ditemukan masalah, segera diberikan petunjuk untuk bantuan
yang bersifat langsung guna mengatasinya (Azwar, 1996). Wijiyono,1999 menyatakan
bahwa supervise adalah salah satu bagian proses atau kegiatan dari fungsi pengendalian
(controlling).
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan
supervise adalah kegiatan-kegiatan yang terencana seorang manajer melalui aktifitas
bimbingan, pengarahan, observasi, motivasi dan evaluasi pada stafnya dalam
melaksanakan kegitan atau tugas sehari-hari (Sudarsono, 2000)
Manfaat dan tujuannya (Nurrachmah, 2008):
a. Supervise dapat meningkatkan efektifitas kerja. Peningkatan efektifitas kerja ini erat
hubungannya dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bawahan.
b. Supervise dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja. Peningkatan efesiensi kerja ini
erat hubungannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang dilakukan bawahannya.
Apabila kedua peningkatan tersebut dapat diwujudkan, sama artinya dengan telah
tercapainya tujuan suatu organisas
Sedangkan menurut Nursalam, 2015. Adapun beberapa langkah dalam
pengelolaan MAKP, ia menyebutkan ada 5M yang penting dalam sebuah manajemen
keperawatan:
1. Sumber daya manusia (M1-Man)
Dalam sumber daya manusia ini Nursalam, 2015 menyebutkan ada beberapa
orang yang berperan dalam sebuah manajemen keperawatan, baik jumlah perawat dan
jumlah non keperawatan semisal dalam satu ruangan. Dan struktur oraganisasi dalam satu
ruangan harus jelas. Adapun struktur organisasinya:
Kepala Ruang

Wakil Karu

Tata Usaha

Katim 1

Katim 2

Katim 3

Perawat 1

Perawat 2

Perawat 3

POS
POS
POS
Misalkan saja jumlah tenaga di salah satu ruangan baik tenaga perawat dan non
keperawatan

CS

CS

CS

STIKes Kepanjen 10
Manajemen Keperawatan

a. Keperawatan, tenaga keperawatan di rungan tersebut


No

Kualifikasi

Jumlah

1.

S-1 Keperawatan

2.

D-3 Keperawatan

3. SPK
b. Non keperawatan
No
1.
2.
3.

Kualifikasi
Tata usaha
Cleaning service
Penjaga orang sakit

Masa Kerja
5 tahun: 1 orang
3 tahun: 1 orang
<5 tahun: 2 orang
5-10 tahun: 1orang
4 bulan: 1 orang
>25 tahun: 7 orang

Jumlah
1 orang
3 orang
5 orang

Jenis
PNS
PNS
PNS

Jenis
PNS
Honorer
Bervariasi

Ada pula dalam bukunya Nursalam, 2015. Menyebutkan tentang :


a. Diagnosis penyakit terbanyak
b. Penghitungan beban kerja perawat
Contoh dalam penghitungan kerja perawat adalah di bagi menjadi 3 sif yaitu:
a) Sif pagi dimulai pukul 07.30-14.00
b) Sif sore dimulai pukul 14.00-21.00
c) Sif malam dimulai pukul 21.00-07.30
2. M2-Material: sarana dan Prasarana
a. Penataan gedung atau lokasi dan denah ruangan
Sebagai contoh pada ruang X di Rumah Sakit Y dengan uraian denah sebagai berikut
1. Sebelah utara berbatasan dengan Ruang Bedah
2. Sebelah selatan berbatasan dengan Ruang Saraf
3. Sebelah barat merupakan arah belakang ruangan
4. Sebelah timur merupakan arah pintu masuk ke dalam ruangan
b. Fasilitas
1. Fasilitas untuk pasien
a. Tempat tidur
b. Meja pasien
c. Kipas angin
d. Kursi roda
e. Branchart
f. Jam dinding
g. Timbangan
h. Kamar mandi dan WC
i. Dapur
j. Wastafel

2. Fasilitas untuk petugas


a. Ruang kepala ruangan menjadi satu dengan ruang pertemuan perawat

STIKes Kepanjen 11
Manajemen Keperawatan

b. Kamar mandi perawat ada 1


c. Ruanag staf dokter ada disebelah barat nursing station
d. Nursing station berada di tengah ruangan di sebelah ruangan staf dokter dan
ruang pasien kelas dua\gudang berada di sebelah selatan ruang ganti
e. Ruang ganti berada di sebelah utara di dekat gudang
c. Alat kesehatan yang ada di ruangan
1. Stetoskop
2. Hb meter
3. Urometer
4. Lemari es
5. Com steinless
6. Tabung oksigen
7. Senter
8. Bak injeksi
9. Ember sampah
10. Papan tulis
11. Lemari kaca dan lemari besi
12. Tensimeter
13. Pinset anatomo, pinset cirugis
14. Gunting nekrotomi, gunting perban
15. Korentang dan tempat
16. Bengkok
17. Suction
18. Telepon, computer
19. Alat pemadam kebakaran
20. Lemari obat
21. Lampu darurat
22. Spuit gliserin
23. Kereta obat
24. Standart infuse, standart baskom
25. Ambu bag
26. Kursi lipat
27. Standart oksigen, manometer oksigen lengkap
28. Thermometer

d. Administrasi penunjang RM
1. Buku injeksi, buku observasi (suhu, nadi)
2. Buku timbang terima
3. Lembar dikumentasi
4. SOP, SAK, Leaflet
5. Buku visite, buku dalin
3. M3-Method: Metode Asuhan Keperawatan
a. Penerapan MAKP
1. Mekakanisme pelaksanaan
2. Tanggung jawab ketua TIM
3. Tanggung jawab anggota TIM
4. Tanggung jawab kepala ruang
b. Timbang Terima
1. Persiapan (semua sarana prasarana terkait pelayanan keperawatan dilaporkan dan
dioperkan)
2. Pelaksanaan di nurse station dan di bed pasien
3. Pasca (pelaporan untuk timbang terima dituliskan secara langsung tanda tangan
pergantian sif serta penyerahan laporan)
c. Ronde keperawatan

STIKes Kepanjen 12
Manajemen Keperawatan

1. Persiapan (menentukan kasus dan topic, tim ronde, mencari literature, inform
consent, resume keperawatan)
2. Pelaksanaan (diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut)
d. Pengelolaan logistic dan obat
1. Penerimaan resep obat
2. Pemberian obat
3. Penyimpanan
e. Penerimaan pasien baru
1. Persiapan
2. Pelaksanaan (penjelasan tentang 3p)
a. Pengenalan kepada pasien, tenaga kesehatan lain
b. Peraturan RS
c. Penyakit termasuk sentralisasi obat
3. Penandatanganan penjelasan
f. Dischare planning
1. Persipan (mengidentifikasi kebutuhan pemulangan pasien)
2. Pelaksanakan (dilakukan secara kolaboratif serta disesuaikan dengan sumber daya
dan fasilitas yang ada.

g. Supervise
1. Prasupervisi: dilakukan oleh kepala ruang terhadap kinerja dari tim
2. Pelaksanaan supervise dilihat dari tanggung jawab, kemampuan dan kepatuhan
dalam menjalankan delegasi
3. Pascasupervisi 3F
a. Penilaian (fair)
b. Feedback dan klarifikasi
c. Reinforcement dan follow up perbaikan
h. Dokumentasi
1) Format model dokumentasi yang digunakan (pengkajian dan catatan askep)
2) Pengisian dokumentasi
4. M4-Money
a. Pemasukan
b. RAB yang meliputi dana untuk kegitan berikut
1) Operasional (kegitan pelayanan)
2) Manajemen (pembayaran pegawai, listrik, air, telepon dan lain-lain_
3) Pengembangan (sarana prasarana dan SDM)
5. M5-Mutu
a. Patient safety
1. Angka kejadian jatuh
2. Kesalahan pengobatan
3. Angka kejadian flebitis
4. Angka kejadian dekubitus
5. Upaya pengurangan infeksi nosokomial
b. Kepuasan
1. Tingkat kepuasan pasien
2. Tingkat kepuasan perawat
c. Kenyamanan
Angka penanganan nyeri pada pasien kelolaan. Presentase pasien nyeri yang
terdokumentasi dalam askep
d. Kecemasan
e. Perawatan diri
Tingkat kemandiriaan pasien kelolaan:

STIKes Kepanjen 13
Manajemen Keperawatan

1. Mandiri dalam hal makan, BAB, BAK mengenakan pakaian, pergi ke toilet,
berpindah dan mandi
2. Adapula yang ketergantungan
f. Pengetahuan atau perilaku pasien

2.7 Analisis SWOT


Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Nursalam, 2015 yang berjudul Manajemen
Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Beliau menjelaskan
bagaimana menganalisa (Perencana Strategi) dalam Aplikasi Model Metode Asuhan
Keperawatan Profesional (MAKP)
1. Pengertian Perencanaan Strategis.
Supriyanto dan Damayanti (2007) menjelaskan bahwa strategi merupakan bagian
dari manajemen strategi, yang memiliki arti suatu perencanaan sebagai tindakan adaptif
atau penyesuaian terhadap tuntutan atau masalah atau perubahan yang ada di lingkungan
organisasi sehingga organisasi dapat melakukan tindakan adaptif dalam tuntutan
perubahan.
Perencanaan strategis adalah proses sistematis yang disepakayi oleh suatu
organisasi dalam membangun keterlibatan diantara stakeholder utama tentang prioritas
bagi misi dan tanggap terhadap lingkungannya.
2. Penyusunan Perencanaan Strategis
a. Perumusan yang meliputi pembagian misi, penentuan tujuan utama, penilaian
lingkungan eksternal dan internal dan evaluasi serta pemilihan alternative.
b. Penerapan.
c. Pengendalian.
Supriyanto (2011) menjelaskan perencaan strategis dimulai dari visi, kemudian
disusun rencana strategis dan dilanjutkan rencana operasional. Dalam strategi dapat
dimulai dengan menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek kemudian disusun
rencana operasional. Secara skematis tahap perencanaan strategis dapat digambarkan
sebagai berikut untuk tahap 1 dan 2 adalah perencanaan strategis dan tahap 3 dan 4
adalah perencanaan professional.
Tahap 1

Visi dan misi

....................................................................................................................................
Tujuan

Tahap 2

Analisis SWOT
Asumsi

Strategi SWOT

Tahap 3
Perencanaan
Penganggaran
Program

STIKes Kepanjen 14
Manajemen Keperawatan

Tahap 4

Penyusunan Strategi SWOT


Kekuatan

Internal
Eksternal

Peluang

.
Ancaman, tantangan

Strategi:
Menangkap peluang dengan
kekuatan yang dimiliki.

Strategi:
Mengurangi/menghilangkan
ancaman dengan kekuatan
yang dimiliki

Kelemahan

.
Strategi:
Menangkap peluang dengan
mengurangi kelemahan yang
dimiliki.

Strategi:
Mengurangi pengaruh
ancaman dengan menambah
kekuatan, mengurangi
kelemahan

3. Indikator Perencanaan Strategis


Supriyono dan Damayanti (2007) menyatakan bahwa perencanaan strategis yang
berhasil efektif dan efisien dapat didasarkan pada :
a. Pemahaman, visi, misi, tujuan organisasi.
b. Pemahaman lingkungan eksternal organisasi (peluang dan ancaman)
c. Pemahan kemampuan sumber daya internal (kekuatan dan kelemahan)
d. Penguasaan manajemen efektif, dan dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi.
4. Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Strategis
Menurut Asmarani (2006) ada tiga faktor yang mempengaruhi perencanaan
strategis, di antaranya :
a. Faktor Manajerial
Keahlian dalam perencanaan strategis ini termasuk di dalamnya adalah
pengetahuan dan keahlian untuk penerapan perencanaan strategis. Kemudian
Hopkins (1997) mengembangkan dua variable utama yaitu faktor personalitas
manajerial yaitu keyakinan terhadap adanya hubungan perencanaan kinerja dan
keahlian perencanaan strategis.

STIKes Kepanjen 15
Manajemen Keperawatan

Keyakinan tehadap hubungan perencanaan strategis dan kinerja didefinisikan


sebagai seberapa besar keyakinan pimpinan organisasi/institusi terhadap perencanaan
strategis

dapat

meningkatkan

kinerja

organisasi/institusi.

Keahlian

dalam

perencanaan strategis adalah pengetahuan dan keahlian pimpinan organisasi/institusi


untuk menerapkan perencanaan strategis (Asmarani, 2006)
b. Faktor Lingkungan
Dalam beberapa kajian literature ada beberapa dimensi lingkungan eksternal yang
masuk dalam manajemen strategi dan teori organisasi, diantaranya :
1. Dukungan lingkungan adalah sejauh mana sumber daya yang diberikan
lingkungan dapat mendukung pertumbuhan dan stabilitas yang diperlukan oleh
organisasi.
2. Dinamika lingkungan adalah tingkat perubahan yang tidak dapat diprediksi dan
sulit direncanakan sebelumnya dalam elemen-elemen lingkungan, seperti sector
pelanggan, pesaing, pemerintah, dan teknologi.
3. Kompleksitas lingkungan adalah heteroginitas dari rangkaian aktivitas-aktivitas
lingkungan (Asmarani, 2006)
c. Budaya Organisasi
Dapat menjadi alat praktis manajemen yang mampu mendukung adanya perubahan
strategis. Budaya mencakup nilai, aturan, kepercayaan di dalamnya yang membentuk
perilaku, sikap yang menguntungkan (Asmarani, 2006) sehingga budaya organisasi
dapat memengaruhi komitmen terhadap organisasi yang tentu berdampak pada
perencanaan strategis. Budaya juga merupakan dasar dari seluruh faktor manajemen
sumber daya manusia. Ini juga memengaruhi perilaku yang merujuk pada hasil yaitu
komitmen, motivasi, moral dan kepuasan.

STIKes Kepanjen 16
Manajemen Keperawatan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berkaitan dengan apa yang dibahas di atas, lingkup manajemen keperawatan yang
terdiri darimanajemen operasional dan asuhan keperawatan perlu dilaksanakan berdasarkan
standart keperawatan. Upaya fasilitasi, koordinasi, integrasi dan penunjang perlu
ditingkatkan melalui peningkatan komunikasi dan pembinaan hubungan sehingga hubungan
institusi yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui strategi manajemen keperawatan yang
dapat mengantisispasi perkembangan pelayanan keperawatan di masa mendatang.
3.2 Saran
1. Bagi mahasiswa
Diharapkan makalah ini mampu menambah pengetahuan tentang konsep dasar
manajemen keperawatan.
2. Bagi institusi
Diharapkan institusi dapat menambah referensi terbaru untuk perkembangan
pengetahuan mahasiswa.
3. Bagi petugas kesehatan dan masyarakat
Dengan adanya makalah tentang konsep dasar manajemen keperawatan ini
diharapkan pada petugas kesehatan dapat menyesuaikan dalam bermanajemen di suatu
ruangan di rumah sakit berdasarkan teori manajemen keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

STIKes Kepanjen 17
Manajemen Keperawatan

Nursalam,M.Nurs. 2002.Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional.Ed-1.Salemba Medika: Jakarta.
Nursalam,M.Nurs. 2015. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional.Ed-5.Salemba Medika: Jakarta.
Ns.Simamora, Raymond H. 2012.Buku Ajar Manajemen Keperawatan. EGC : Jakarta
Arwani dan Heru. 2005.Manajemen Bangsal Keperawatan. EGC : Jakarta
Nur Hidayah. 2014.Jurnal Kesehatan: Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional
(MAKP) Tim Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit. Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Negri Alaudin Makasar.

STIKes Kepanjen 18
Manajemen Keperawatan