Anda di halaman 1dari 11

KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN

NOMOR :

2013 /SK/BRSU/ 2013


TENTANG

PENETAPAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT AREA MANAJEMEN


DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka implementasi Akreditasi Rumah Sakit Standar 2012
maka perlu ditetapkan Indikator Mutu Area Manajement;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a
dipandang perlu menetapkan Keputusan Direktur tentang Indikator Mutu
Rumah Sakit Area Manajemen di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara


Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5063);
2

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2009, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5072) ;

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tahun 2011 tentang Keselamatan


Pasien Rumah Sakit

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/2008 tentang Standar


Pelayanan Rumah Sakit;

Peraturan Bupati Tabanan Nomor 29 Tahun 2008 tentang Penetapan Badan


RSUD Kabupaten Tabanan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) (Lembaran
Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2008, Nomor 30).

M E M U T U S K A N:
Menetapkan

KESATU

INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT AREA MANAJEMEN


DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
Indikator Mutu Rumah Sakit Area Manajemen terdiri dari 9 judul indikator.

KEDUA

Judul Indikator dan profile indikator sebagaimana dimaksud pada diktum


KESATU (terlampir).

KETIGA

Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian


hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Tabanan
Pada Tanggal : 2 Juli 2013
Direktur Badan RSU Tabanan
dr. I Nyoman Susila, M.Kes
Pembina Tk I/ IV b
NIP. 19630222 198903 1 008

LAMPIRAN 01 KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN


NOMOR : 2013/SK/BRSU/ 2013
TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT AREA MANAJEMEN
DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN

Indikator Mutu Area Manajemen


N
STANDAR
O
1 PMKP 3. Manajemen 1:
Pengadaan suplai serta obatobatan penting bagi pasien yang
dibutuhkan secara rutin
2 PMKP 3. Manajemen 2:
Pelaporan kegiatan, seperti diatur
oleh undang-undang dan peraturan
3 PMKP 3. Manajemen 3 :
Manajemen risiko
4 PMKP 3. Manajemen 4 :
Manajemen penggunaan Alat;
5
6
7
8
9

PMKP 3. Manajemen 5 :
Harapan dan kepuasan pasien dan
keluarga pasien
PMKP 3. Manajemen 6 :
Harapan dan kepuasan staf
PMKP 3. Manajemen 7 :
Demografi dan diagnosis klinis
pasien
PMKP 3. Manajemen 8 :
Keuangan
PMKP 3. Manajemen 9 :
Pencegahan dan pengendalian
peristiwa yang membahayakan
keselamatan
pasien,
keluarga
pasien dan staf.

JUDUL INDIKATOR
Kejadian kekosongan stok obat esensial

Ketepatan Waktu Pengiriman Laporan Bulanan Ke


Kementerian Kesehatan RI
Pelaksanaan Standar Penanganan Tertusuk Jarum
Pengulangan penggunaan alat radiologi (pengambilan
foto ulang) dalam satu permintaan foto yang disebabkan
karena human error
Kepuasan Pelanggan
Kepuasan Pegawai (menggunakan Two FactorTeory
Hygiene dan Motivasi)
Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang
bersangkutan
Total Asset Turn Over (TATO)
Peralatan ukur medis yang terkalibrasi tepat waktu
dengan ketentuan kalibrasi sesuai BPFK

Ditetapkan di : Tabanan
Pada Tanggal : 2 Juli 2013
Direktur Badan RSU Tabanan
dr. I Nyoman Susila, M.Kes
Pembina Tk I/ IV b
NIP. 19630222 198903 1 008

LAMPIRAN 02 KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN


NOMOR : 2013/SK/BRSU/ 2013
TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT AREA MANAJEMEN
DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA
NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

PMKP 3. Manajemen 1:
Pengadaan suplai serta obat-obatan penting bagi pasien yang dibutuhkan secara rutin
Kejadian kekosongan stok obat esensial
Mengetahui adanya obat esensial yang tidak tersedia di instalasi farmasi BRSU Tabanan
Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan mencakup upaya
diagnosis, profilaksis, therapi dan rehabilitasi yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan
sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.
Obat-obat esensial merupakan obat standar nasional yang digunakan sebagai acuan diseluruh
rumah sakit umum pemerintah di Indonesia yang tercantum dalam buku pedoman DOEN
(Daftar Obat Esensial Nasional). Ketersediaan obat esensial menjadi prasyarat kelancaran
pelayanan pasien sehingga proses penyembuhan penyakit dapat diupayakan secara optimal.
Jumlah Kejadian kekosongan stok obat esensial
0 kejadian
Seluruh obat esesnsial yang tercantum dalam Formularium BRSU Tabanan

Setiap hari oleh petugas Instalasi Farmasi BRSU Tabanan


Setiap bulan oleh Ka. Instalasi BRSU Tabanan
Setiap bulan oleh Ka. Instalasi BRSU Tabanan

Instalasi Farmasi BRSU Tabanan


Kepala Instalasi Farmasi BRSU Tabanan
TGL

NO

NAMA OBAT YG TDK TERSEDIA

DOKTER
YG
ORDER

UNIT YAN

KET

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI

PMKP 3. Manajemen 2:
Pelaporan kegiatan, seperti diatur oleh undang-undang dan peraturan
Ketepatan Waktu Pengiriman Laporan Bulanan Ke Kementerian Kesehatan RI
Teridentifikasinya keterlambatan pengiriman laporan bulanan ke Kementerian Kesehatan tepat
waktu
Jumlah laporan bulanan yang dapat dikirim tepat waktu (sebelum tanggal 15 bulan berikutnya) ke

OPERASION
AL

Kementerian Kesehatan RI Laporan yang dikirim setiap bulan ke Kementerian Kesehatan RI yaitu :
1. Laporan RL 5 : Data Bulanan Kegiatan Rumah Sakit
2.Laporan Bulanan Jamkesmas

ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

Pengiriman laporan bulanan ke Kementerian Kesehatan dengan tepat waktu sangat penting
untuk mendukung program data & informasi Kementerian Kesehatan

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

Ketepatan tanggal pengiriman laporan bulanan ke Kementerian Kesehatan setiap bulan dibawah
tanggal 15
Dibawah tanggal 15 setiap bulan
Tanggal pengiriman laporan RL 5 : Data Bulanan Kegiatan Rumah Sakit dan laporan Bulanan
Jamkesmas

Setiap bulan oleh petugas unit rekam medik RSU Tabanan


Setiap bulan oleh Kasubid Rekam Medik BRSU Tabanan
Setiap bulan oleh Kasubid Rekam Medik BRSU Tabanan

Subid Rekam Medik


Kasubid Rekam Medik BRSU Tabanan
BULANA
N

JENIS LAPORAN

TANGGAL
PENGIRIMAN
LAPORAN

PETUGAS
PENGIRIM

KET

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

PMKP 3. Manajemen 3 :
Manajemen risiko
Pelaksanaan Standar Penanganan Tertusuk Jarum
Tertanganinya insiden tertusuk jarum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional
Insiden tertusuk jarum adalah kondisi cidera yang tidak diinginkan yang berisiko terjadi pada seluruh staf
yang berada di BRSU Tabanan baik staf medis, penunjang atau non medis. Penanganan ini sesuai
dengan pprosedur tindakan penanganan pajanan di tempat kerja oleh Risk Management.
Tertusuk jarum merupakan insiden KTD (Kejadian Tidak Diharapkan) yang berisiko tinggi
terhadap cross infection / penularan penyakit

Pelaksanaan Penanganan Tertusuk Jarum sesuai SPO


Jumlah seluruh kejadian tertusuk jarum di BRSU Tabanan dlm satu periode

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR

Pelaksananaan Penanganan Tertusuk Jarum sesuai SPO


Jumlah seluruh kejadian tertusuk jarum di BRSU Tabanan

X 100

TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

100 % Kejadian Tertusuk Jarum ditangani sesuai dengan SPO


Seluruh tahapan Standar Prosedur Operasional Penanganan Tertusuk Jarum

Setiap bulan oleh Panitia K3 RS BRSU Tabanan


Setiap bulan oleh Ketua Panitia K3RS BRSU Tabanan
Setiap bulan oleh Ketua Panitia K3RS BRSU Tabanan

K3 RS BRSU Tabanan
Ketua Panitia K3 RS BRSU Tabanan
BULAN

KEJADIAN TERTUSUK
JARUM

TANGGAL
KEJADIAN

DITANGANI
SESUAI SPO

TIDAK
DITANGA
NI

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

PMKP 3. Manajemen 4 :
Manajemen penggunaan Alat;
Pengulangan penggunaan alat radiologi (pengambilan foto ulang) dalam satu permintaan foto yang
disebabkan karena human error
Untuk mengetahui Pengulangan penggunaan alat radiologi dalam satu permintaan foto yang
disebabkan oleh human error
Pengulangan penggunaan alat radiologi dalam satu permintaan foto adalah pengulangan tindakan foto
oleh tenaga radiografer dalam satu permintaan foto yang disebabkan oleh ketidak/kekurangterampilan
radiografer (human error), yang menunjukkan efisiensi penggunaan alat radiologi sekaligus
kompetensi tenaga radiografer.
Alat-alat radiologi merupakan alat kedokteran yang membutuhkan investasi dana besar,
termasuk maintenance alatnya membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga harus digunakan
secara efisien dan efektif. Apabila tidak ada pengambilan foto ulang akan dapat menurunkan
biaya maintenance alat, namun sebaliknya semakin banyak pengambilan foto ulang oleh karena
human error, maka semakin meningkatkan biaya maintenance alat.
Jml Pengambilan foto ulang dlm satu permintaan foto
Jumlah seluruh pengambilan foto dalam suatu periode

karena human error

NUMERATO Jml Pengambilan foto ulang dlm satu permintaan foto karena human error
R
DENOMINA Jumlah seluruh pengambilan foto dalam suatu periode
TOR
2%
TARGET
Seluruh pengambilan foto dengan menggunakan alat radiologi
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA Setiap bulan oleh staf instalasi radiologi
N
REKAPITUL Setiap bulan oleh Ka. Instalasi Radiologi BRSU Tabanan
ASI UNIT
Setiap bulan oleh Ka Instalasi Radiologi BRSU Tabanan
ANALISA
DAN

X 100

PELAPORAN
Instalasi Radiologi BRSU Tabanan
AREA
Ka Instalasi Radiologi BRSU Tabanan
PIC
TANGGA JUMLAH PERMINTAAN
FORMAT
L
FOTO
PENCATATA
N

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

JUMLAH
PENGULANGAN FOTO

PERSENTASE
PENGULANGAN FOTO
ok. HUMAN ERROR

VALIDASI
PMKP 3. Manajemen 5 :
Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga pasien
Kepuasan Pelanggan
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit
Kepuasan pelanggan adalah pernyataan puas oleh pelangggan terhadap pelayanan Rumah Sakit dengan
indeks kepuasan 3 berdasarkan elemen - elemen tingkat kepuasan pelanggaan yang ditetapkan.
Pelanggaan yang dimaksud adalah pasien rawat inap yang telah dirawat inap minimal tiga hari, atau
keluarga pasien (apabila pasien anak atau pasien buta huruf) yang telah direncanakan pulang dari
perawatan oleh DPJP
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan mutu pelayanan adalah kepuasan
pelanggan Kepuasan pelanggan

Jumlah nilai total indeks seluruh jawaban /persepsi pelanggan


Jumlah seluruh item pertanyaan yang diisi oleh pelanggan

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

Jumlah nilai total indeks seluruh jawaban /persepsi pelanggan


Jumlah seluruh item pertanyaan yang diisi oleh pelanggan
3 indeks
Seluruh kuesioner/ jajak pendapat kepuasan pelanggan

Setiap bulan oleh staf customer service


Setiap bulan oleh Ka. Unit Customer Service BRSU Tabanan
Setiap bulan oleh Ka Unit Customer Service BRSU Tabanan

Unit Customer BRSU Tabanan


Ka Unit Customer BRSU Tabanan
UNIT

VALIDASI

JENIS PELAYANAN

PENCAPAIAN
INDEKS KEPUASAN

ASPEK
KEPUASAN
YANG MASIH
DIBAWAH
INDEKS 3

KET

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

PMKP 3. Manajemen 6 :
Harapan dan kepuasan staf
Kepuasan Pegawai (menggunakan Two FactorTeory Hygiene dan Motivasi)
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pegawai terhadap sistem manajemen rumah sakit
Kepuasan pegawai adalah pernyataan puas oleh pegawai elemen Two Factor Teory terhadap "Hygiene"
dan "Motivasi" yang ditetapkan rumah sakit dengan indeks kepuasan 3. Pegawai yang dimaksud
adalah pegawai yang telah bekerja minimal 1 tahun, tidak sedang cuti, dan secara aktif masih bekerja di
BRSU Tabanan
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja karyawan adalah kepuasan
pegawai terhadap system manajemen rumah sakit

Jumlah nilai total indeks seluruh jawaban /persepsi pegawai


Jumlah seluruh item pertanyaan yang diisi oleh pegawai

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

Jumlah nilai total indeks seluruh jawaban /persepsi pegawai


Jumlah seluruh item pertanyaan yang diisi oleh pegawai
3 indeks
Seluruh kuesioner/ jajak pendapat kepuasan pegawai

Setiap bulan oleh staf customer service


Setiap bulan oleh Ka. Unit Customer Service BRSU Tabanan
Setiap bulan oleh Ka Unit Customer Service BRSU Tabanan

Unit Customer BRSU Tabanan


Ka Unit Customer BRSU Tabanan
UNIT

JENIS PROFESI/ TUGAS

PENCAPAIAN
INDEKS KEPUASAN

ASPEK
KEPUASAN
YANG MASIH
DIBAWAH
INDEKS 3

KET

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL

PMKP 3. Manajemen 7 :
Demografi dan diagnosis klinis pasien
Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan
Untuk mengetahui trend / kecendrungan 10 besar diagnosa penyakit berdasar umur, jenis kelamin,
jenjang pendidikan, jenis pekerjaan, suku bangsa, dan agama.
10 besar diagnose dan data demografi yang dimaksud adalah 10 penyakit
yang memiliki jumlah
pasien paling banyak yang dirawat di BRSU Tabanan berdasarkan data demografi yang meliputi Umur,
Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Suku Bangsa, dan Agama.

ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA
NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA
PIC
FORMAT
PENCATATA
N

Identifikasi & pengelompokan 10 besar diagnose penyakit berdasarkan data demografi penting
dilakukan untuk mengetahui kecendrungan kejadian / fenomena penyakit dimasyarakat, dan
sebagai data penunjang penyusunan perencanaan tahun berikutnya
Data jumlah kasus 10 besar diagnosa penyakit dibuat data tabel distribusi frekwensi dan grafik batang
menurut umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa, dan agama
Tersedianya table distribusi frekwensi dan grafik batang setiap semester
Data 10 besar diagnose penyakit di rawat jalan, rawat inap, dan rawat darurat

Setiap 6 bulan sekali oleh unit pengolah data subid rekam medik
Setiap 6 bulan oleh Ka. Unit pengolah data subid rekam medik
Setiap 6 bulan oleh Ka Unit Pengolah Data subid rekam medik

Unit Pengolah Data Subid Rekam Medik


Ka Unit Pengolah Data Subid Rekam Medik
N
O

ICD

DIAGNOSA ICD

SMT
TH

UMU
R

JK

PDKN

PKRJ
N

SK
BGS

AGM

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

PMKP 3. Manajemen 8 :
Keuangan
Total Asset Turn Over (TATO)
Untuk mengetahui kemampuan Rumah Sakit dalam menggunakan aktiva yang dimiliki untuk
menghasilkan pendapatan.
Total Asset Turn Over merupakan nilai yang menunjukkan seberapa besar kemampuan rumah
sakit dalam menghasilkan pendapatan dengan menggunakan aktiva yang dimiliki.
Total Asset Turn Over perlu dihitung untuk mengetahui kemampuan rumah sakit dalam
menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan.
Apabila nilai Total Asset Turn Over < 75 % berarti perlu dilakukan berbagai terobosan untuk
meningkatkan pendapatan.
Total Asset Turn Over =

Total Pendapatan
Total Aktiva

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET

Total Pendapatan
Total Aktiva
75 %

x 100%

KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N

Setiap semesteran oleh Ka Subid Keuangan dan Akuntansi BRSU


Tabanan. (Smt I, Smt II th 2012 dan Smt I, Smt II 2013)

REKAPITUL Setiap semesteran oleh Ka Subid Keuangan dan Akuntansi BRSU Tabanan.
ASI UNIT
Setiap semesteran oleh Ka Subid Keuangan dan Akuntansi BRSU Tabanan.
ANALISA
DAN
PELAPORAN
Subid Keuangan
AREA
PIC

Ka Subid Keuangan

FORMAT
PENCATATA
N

PERIODE

STANDAR

CAPAIAN

KET

VALIDASI

STANDAR
JUDUL
INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASION
AL
ALASAN
DAN
IMPLIKASI
FORMULA

PMKP 3. Manajemen 9 :
Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga pasien
dan staf.
Peralatan ukur medis yang terkalibrasi tepat waktu dengan ketentuan kalibrasi sesuai BPFK
Terjaminnya validitas dan reliabilitas alat ukur medis
Kalibrasi adalah pengujian kembali terhadap kelayakan peralatan alat ukur oleh Balai Pengamanan
Fasilitas Kesehatan (BPFK) sesuai standar waktu yang ditentukan.
Validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keajegan) alat ukur medis sangat penting dalam
menunjang proses pelayanan yang berkualitas, karena alat ukur medis berperan besar dalam
menentukan ketepatan diagnose medis, ketepatan terapi dan tindakan medis yang dilakukan
kepada pasien.
Jumlah alat ukur medis yang dilakukan kalibrasi tepat waktu dlm tahun berjalan
Jumlah seluruh alat ukur medis yang aktif digunakan (tdk rusak)

NUMERATO
R
DENOMINA
TOR
TARGET
KRITERIA
INKLUSI
KRITERIA
EKSKLUSI
PENCATATA
N
REKAPITUL
ASI UNIT
ANALISA
DAN
PELAPORAN
AREA

Jumlah alat ukur medis yang dilakukan kalibrasi tepat waktu dlm tahun berjalan
Jumlah seluruh alat ukur medis yang aktif digunakan (tdk rusak)
100 %
Jumlah alat ukur medis yang aktif digunakan (tdk rusak)

Setiap tahun oleh staf Subid Sarpras


Setiap tahun Ka Instalasi Sarpras Medis
Setiap tahun Ka Instalasi Sarpras Medis

Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana (sarpras) Medis BRSU Tabanan

100

PIC
FORMAT
PENCATATA
N

Ka Instalasi Sarpras Medis BRSU Tabanan


TAHUN

JADWAL KALIBRASI

DAFTAR ALAT
UKUR MEDIS
TOTAL

TGL
KALIBRASI

VALIDASI

Ditetapkan di : Tabanan
Pada Tanggal : 2 Juli 2013
Direktur Badan RSU Tabanan
dr. I Nyoman Susila, M.Kes
Pembina Tk I/ IV b
NIP. 19630222 198903 1 008