Anda di halaman 1dari 48

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN

KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI


DENGAN DIET PASIEN
Mei 1, 2012
TUGAS 3 KELOMPOK
BAHASA INDONESIA 2 #

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI


DENGAN DIET PASIEN

NAMA

ANGGOTA

: YULIA FITRIANI

: HERMAN ZACHARIAS

(1A111006)

(1A111177)

: JAHIRAH GEYS

(1A111065)

: M. SUBHAN

(1A111043)

: FREDDY

(1A111057)

: MELKI RAHMI

(18110064)

KELAS

: 3 KA 20

DOSEN

: TRI WAHYU RETNO NINGSIH, SS

UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan dan Sasaran
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme
tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang individu atau keyakinan
yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah
omnivora, namun suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau
pantangan terhadap beberapa jenis makanan.
Berbeda dalam penyebutan dibeberapa negara, dalam bahasa indonesia, kata Diet
lebih sering ditunjukkan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau
mengatur asupan nutrisi tertentu.
Dalam perkembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi
menjadi beberapa jenis, yaitu :

Menurunkan Berat (massa) badan misalnya bagi model atau aktris yang
ingin menjaga penampilannya.
o Meningkatkan Berat (massa) badan misalnya bagi olahragawan atau
atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot.
o Pantang terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita
diabetes(rendah karbohidrat dan gula).

Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur
gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas
(jumlahnya). Direktorat gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman
Umum Gizi Seimbang (PUGS).
Diet gizi seimbang adalah konsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
bagi ibu hamil yang terdiri dari menu yang beraneka ragam makanan dalam jumlah
dan proprosi yang sesuai.
1.2 Hipotesa atau Masalah
Hipotesa atau masalah yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Asupan zat gizi seimbang pasien yang sesuai dengan pasien

2. Ketidasesuaian diet dengan konsumsi zat gizi seimbang pasien


3. Tingkat pengetahuan gizi seimbang yang sesuai dengan pasien
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan
makan dan kesesuaian diet pasien. Membantu pasien dalam membuat kebijakan
untuk memberikan pengetahuan gizi yang seimbang.

1.3 Ruang Lingkup telaah


Perawat merupakan profesi yang unik, profesi yang menangani respon manusia
dalam menghadapi masalah kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan
dasar manusia.
Perawat harus dapat mengkaji kapan suati data indikasi adanya masalah, dan
perlakan seperti apa untuk mengatasi masalah kesehatannya dan memenuho
kebutuhna dasarnya.
Keperawatan pada dasarnya adalah human science and human care; dan caring
menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai
manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson, 1985).
1.3.1 Peran Perawat Sebagai Pendidik
1. Peran Edukator
1. Pembelajaran yang merupakan dasar dari semua tahap kesehatan dan
tingkat pencegahan.
2. Perawat harus mampu mengajarkan tindakan peningkatan
kesehatan,pencegahan penyakit,memberikan info yang tepat tentang
kesehatan.
3. Peran Pengamat Kesehatan
Mengkoordinir monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan
rumah,pertemuan, observasi, dan pengumpulan data.
1. Peran Koordinator Pelayanan Kesehatan
Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan
puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim
kesehatan lain sehingga pelayanan yang diberikan merupakan kegiatan yang
menyeluruh.

1. Peran Koordinator
Perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima
oleh keluarga dan bekerja sama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan
keperawatan sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan
lainnya,supervise terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim.
1. Peran Pembaru
Perawat dapat berperan sebagai inavator terhadap individu keluarga dan masyarakat
dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan dengan peningkatan dan
pemeliharaan kesehatan.
1. Peran Fasilitator
Perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah
kesehatan,diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah
kesehatan yang dihadapi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Riset Diet Rendah Garam

2.1.1 Pengertian
Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium
seperti yang terdapat didalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO), bakin,
natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat).
Asupan makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan,
sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan
pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg
natrium).
Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat
menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema
atau asites dan atau hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati,
penyakit ginjal tertentu, dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan
hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites dan atau
hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

2.1.2 Tujuan diet

Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air
dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi.
2.1.3

Syarat Diet

Syarat-syarat diet garam rendah adalah :


1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan
atau hipertensi

BAB III
PENGOLAHAN DATA & ANALISIS

3.1 Metode Pengumpulan Data & Analisis


3.1.1 Macam diet dan indikasi pemberian

Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau
hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati,
penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini
mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan
berbagai tingkat diet garam rendah, yakni :

Diet garam rendah I (200-400 mg Na)

Diet garam rendah I diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi
berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.

Diet garam rendah II (600-800 mg Na)

Diet garam rendah II diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau
hipertensi tidak terlalu berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya
dengan diet garam rendah I.

Diet garam rendah III (1000-1iet 200 mg Na)

Diet garam rendah III diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi
ringan. Pengelolaan makanan boleh menggunakan 4gr garam dapur.

Ukuran Rumah Tangga

Bahan Makanan
Beras
Daging
Telur ayam
Tempe
Kacang hijau
Sayuran
Buah
Minyak
Gula pasir

Berat (g)
300
100
50
100
25
200
200
25
25

Urt
5 gls nasi
2 ptg sdg
1 btr
4 ptg sdg
2 sdm
2 gls
2 ptg sdg pepaya
2 sdm
2 sdm

Nilai Gizi

Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Kalsium
Besi
Tiamin

2230 kkal
75 g
53 g
365 g
500 mg
24 mg
1,2 mg

Vitamin C
Natrium

87 mg
305 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari

PAGI
SIANG & SORE
Beras
Telur
Sayuran
Minyak
Gula pasir

70 g = 1 gls nasi
50 g = 1 btr
50 g = gls
5 g = sdm
10 g = 1 sdm

Beras
Daging
Tempe
Sayuran
Buah
minyak

140 g = 2 gls nasi


50 g = 1 ptg sdg
50 g = 2 ptg sdg
75 g = gls
100 g = 1 ptg sdg
pepaya
10 g = 1 sdm

Pukul 10.00 WIB


Kacang hijau
Gula pasir

25 g = 2 sdm
15 g = 1 sdm

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan makanan

Dianjurkan

Beras, kentang, singkong,


terigu, tapioka, hunkwe, gula,
makanan yang diolah dari
Sumber karbohidrat
bahan makanan tersebut di
atas tanpa garam dapur dan
soda seperti: makaroni, mi,
bihun, roti, biskuit, kue kering.
Sumber protein hewani Daging dan ikan maksimal 100
telur maksimal 1 btr g sehari; telur maksimal 1 btr
sehari
sehari.

Tidak dianjurkan

Roti, biskuit dan kue-kue


yang dimasak dengan
garam dapur dan/atau
baking powder dan soda.
Otak, ginjal, lidah, sardin;
daging, ikan, susu, dan
telur yang diawet dengan
garam dapur seperti daging
asap, ham, bacon,
dendeng, abon, keju, ikan

asin, ikan kaleng, kornet,


ebi, udang kering, telur
asin, dan telur pindang.
Keju, kacang tanah dan
Semua kacang-kacangan dan semua kacang-kacangan
Sumber protein nabati hasilnya yang diolah dan
dan hasilnya yang dimasak
dimasak tanpa garam dapur.
dengan garam dapur dan
lain ikatan natrium.
Sayuran yang dimasak dan
diawet dengan garam
Semua sayuran segar; sayuran
dapur dan lain ikatan
Sayuran
yang diawet tanpa garam dapur
natrium, seperti sayuran
dan natrium benzoat.
dalam kaleng, sawi asin,
asinan, dan acar.
Buah-buahan yang diawet
Semua buah-buahan segar;
dengan garam dapur dan
Buah-buahan
buah yang diawet tanpa garam
lain ikatan natrium, seperti
dapur dan natrium benzoat.
buah dalam kaleng.
Minyak goreng, margarin, dan Margarin dan mentega
Lemak
mentega tanpa garam.
biasa.
Minuman
Teh, kopi.
Minuman ringan.
Garam dapur untuk Diet
Semua bumbu-bumbu kering
Garam Rendah I, baking
yang tidak mengandung garam powder, soda kue, vetsin,
dapur dan lain ikatan natrium. dan bumbu-bumbu yang
Bumbu
Garam dapur sesuai ketentuan mengandung garam dapur
untuk Diet Garam Rendah II dan seperti: kecap, terasi,
III.
maggi, sambal tomat,
petis, dan tauco.

Contoh Menu Sehari

PAGI
Nasi
Telur dadar
Tumis kacang panjang

SIANG
Nasi
Ikan acar kuning
Tahu bacam
Sayur lodeh
Pepaya

Pukul 10.00 WIB


Bubur kacang hijau
BAB IV

MALAM
Nasi
Daging pesmol
Keripik tempe
Cah sayuran
Pisang

PENELITIAN

4.1 Hipotesa I Diet Rendah Protein


4.1.1 Tujuan Diet Rendah Protein:
Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut:

Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja ginjal.


o Menurunkan kadar ureum dan kreatinin dalam darah.
o Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh.

4.1.2 Hal yang perlu diperhatikan dalam Diet Rendah Protein :

Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem,
sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam).

Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai
sebagai sumber energi.

4.1.3 Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein:

Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang lebih
rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe,
oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele,
dll).

4.1.4 Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein

Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur, ikan, hati, dan lain-lain

Susu dan keju

Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas.

4.1.5 Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein:

Buah-buahan.

Sayur-sayuran.

Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirup ,madu, ubi-ubian, kue
nagasari, hunkwe, dll.

4.1.6 Tips dalam Diet Rendah Protein:

Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering.

Bila jumlah urin sehari kurang dari normal, maka perlu membatasi minum.

4.2 Hipotesa II Diet Hati


4.2.1 Pengertian Diet hati
Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagain besar hasil pencernaan setelah
diabsorpsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain
dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan.
4.2.2 Tujuan Diet Hati

Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi


hati.

Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut


atau meningkatkan fungsi jaringan hati.

Mencegah katabolisme protein.

Mencegah penurunaan berat badan atau meningkatkan berat badan.

Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertesi portal.

Mencegah koma hepatik.

4.2.3 Syarat Diet Hati

Energi Tinggi untuk mencegah pemecahan protein.

Lemak cukup.

Protein agak tinggi.

Vitamin dan mineral.

Natrium diberikan rendah.

Cairan diberikan biasa.

Untuk makanan lemak.


BAB V
PENUTUP

1. A.

Kesimpulan
1. Jenis makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
2. Variasi makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
3. Cita rasa makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien

1. B.

Saran
1. Disarankan kepada staf keperawatan Gizi agar dapat melakukan
penyuluhan dihari pertama kepada pasien, untuk memenuhi nutrisi gizi
yang seimbang.
2. Cita rasa makanan yang bervariasi diharapakan dapat menambah
selera makan pasien sehingga kebutuhan zat gizi yang seimbang
sabagai bagian dari proses diet dapat terpenuhi.
3. Sebelum menyusun menu diawali dengan konsultasi dengan dokter gizi
terlebih dahulu

http://mohammadnabiels.wordpress.com/
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011_01_01_archive.html
http://sangrelawan.blogspot.com/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawatinap.html
Demikian hasil diskusi kelompok kami yang dapat kami paparkan mengenai Peran
Perawat Dalam Memberikan Kesehatan Gizi Seimbang Sesuai Dengan Diet Pasien

yang menjadi pokok bahasan pada tugas ke -3 (tiga) Mata Kulaih Bahasa Indonesia
#2
Tugas kelompok ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena
keterbatasan pengetahuan para penulis dan kurang referensi yang ada hubungannya
dengan tugas kelompok yang kami buat.
Semoga apa yang telah kami sampaikan dalam tugas kelompok Bahasa Indonesia,
bisa menjadi tambahan ilmu bagi yang terkait ataupun para pembaca lainnya, Terima
Kasih.

SARAN DAN PERAN PERAWAT TERHADAP SESEORANG YANG MELAKUKAN DIET


Saran bagi penderita gastritis yang menjalani diet ada beberapa pantangan makanan
yang perlu dihindari saat menjalani diet yaitu : Pertama, Makanan yang banyak
mengandung gas seperti makanan yang banyak mengandung lemak,sayuran tertentu seperti
kol (brokoli), kubis dan sawi, dan buah-buahan tertentu seperti nangka dan kedondong,
ataupun buah yang dikeringkan. Kedua, Makanan yang secara langsung merusak dinding
lambung seperti makanan yang mengandung cuka,makanan yang terlalu pedas dan merica
dan bumbu lain yang merangsang. Ketiga, Makanan yang sulit dicerna yang dapat
memperlambat pengosongan lambung seperti kue tart dan keju. Keempat, Makanan yang
merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol, anggur putih

dan sari buah sitrus, atu sari buah yang lain yang tinggi kadar keasamannya. Kelima, Hindari
makanan yang dapat melemahkan klep kerongkongan bawah seperti alkohol, cokelat,
makanan tinggi lemak dan gorengan. Keenam, Beberapa sumber karbohidrat yang perlu
dihindari seperti beras ketan, mie, bihun, jagung, ubi singkong, talas dan dodol.
Dari beberapa pantangan makanan yang dihindari tersebut, perawat dapat
menjalankan peranannya dalam menghadapi pasien yang melakukan diet yaitu : Pertama,
Sebagai pemberi asuhan keperawatan ( Care giver ) Sebagai pelaku/pemberi asuhan keperawatan,
perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada
klien,menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi : melakukanpengkajian dalam upaya
mengumpulkan data dan informasi yang benar,menegakkan diagnosa keperawatan
berdasarkan hasil analisis data, merencanakanintervensi keperawatan sebagai upaya
mengatasi masalah yang muncul danmembuat langkah/cara pemecahan masalah,
melaksanakan tindakan keperawatansesuai dengan rencana yang ada dan melakukan evaluasi
berdasarkan respon klienterhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukan.
Kedua, Sebagai pembela untuk melindungi pasien ( Client advocate ) Sebagai
advokat klien, perawat berfungsi sebagai penghubung antarapasien dengan tim kesehatan lain
dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasien,membela kepentingan pasien dan pasien
memahami semua informasi dan upayakesehatan yang diberikan oleh tim kesehatan dengan
pendekatan tradisionalmaupun profesional. Peran advokasi sekaligus mengharuskan perawat
bertindak sebagai narasumber dan fasilitator dalam tahap pengambilan keputusan
terhadapupaya kesehatan yang harus dijalani oleh pasien. Dalam menjalankan peran sebagai
advokat (pembela klien) perawat harus dapat melindungi danmemfasilitasi keluarga dan
masyarakat dalam pelayanan keperawatan.
Ketiga, Sebagai pemberi bimbingan/konseling pasien ( Counselor ) Tugas utama
perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksipasien terhadap keadaan sehatsakitnya. Adanya pola interaksi ini merupakandasar dalam merencanakan metode untuk
meningkatkan kemampuan adaptasinya.Memberikan konseling/bimbingan kepada klien, keluarga
dan masyarakat tentangmasalah kesehatan sesuai prioritas. Konseling diberikan kepada
individu/keluargadalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang
lalu,pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan, mengubah perilakuhidup
kearah perilaku hidup sehat.
Keempat, Sebagai pendidik pasien ( Educator ) Sebagai pendidik pasien, perawat
membantu pasien meningkatkankesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait
dengan keperawatandan tindakan medik yang diterima sehingga pasien/keluarga dapat
menerimatanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya. Sebagai pendidik,

perawat juga dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga


yangberesiko tinggi, kader kesehatan, dan lain sebagainya. Kelima, Sebagai anggota tim
kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja samadengan tenaga kesehatan lain ( Collaborator )
Perawat bekerjasama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalammenentukan rencana
maupun pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhikebutuhan kesehatan pasien.
Keenam, Sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber potensi
pasien( Coordinator ) Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada,
baik materi maupun kemampuan pasien secara terkoordinasi sehingga tidak adaintervensi
yang terlewatkan maupun tumpang tindih.
Ketujuh, Sebagai pembaharu yang selalu dituntut untuk untuk mengadakan
perubahan-perubahan ( Change agent ) Sebagai pembaharu, perawat menggadakan invasi
dalam cara berfikir,bersikap, bertingkah laku dan meningkatkan keterampilan klien/keluarga
agarmenjadi sehat. Elemen ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yangsistematis
dalam berhubungan dengan pasien dan cara memberikan perawatan kepada pasien. Kedelapan,
Sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalahpasien ( Consultan )
Elemen ini secara tidak langsung berkaitan dengan permintaan pasienterhadap informasi
tentang tujuan keperawatan yang diberikan. Dengan peran inidapat dikatakan perawat adalah
sumber informasi yang berkaitan dengan kondisispesifik pasien.
http://www.medicalnewstoday.com/articles/41672.php

Zat Zat Gizi Yang digunakan sebagai Terapi pengobatan(2)


Zat zat Gizi yang sering digunakan sebagai bagian dari pengobatan adalah sbb : 1. Karbohidrat.Dalam
keadaan pasien lemah,hilang kesadaran dan tidak ada asupan makanan sama sekali,Pasien diberikan
terapi cairan infus yang didalamnya berisi Glukosa atau dextrosa. Ada yang kandungannya 5 persen
dan 10 persen. Glukosa ini kenapa diberikan? karena glukosa ini secara cepat dapat diserap tubuh
dan digunakan sebagai energi buat pasien dan terutama juga mencegah pasien agar tidak
Hipoglikemia yang bisa membahayakan jiwa pasien. 2. Protein, Tersedia dalam bentuk infus juga
untuk secara cepat memperbaiki,meengganti dan merehabilitasi sel sel/jaringan yang rusak dalam
tubuh pasien. 3.Vitamin. berbagai macam vitamin berfungsi sebagai obat untuk mencegah dan
mengobati penyakit penyakit tertentu,dibawah ini berbagai vitamin yang bermanfaat untuk

pengobatan ; - Vitamin A : Berguna untuk mencegah kebutaan akibat kekurangan Vitamin


A,memperkuat daya tahan tubuh dari penyakit yang berbahaya seperti Campak.manfaat lainnya
bersama dgn beberapa vitamin dan mineral tertentu bisa mereduksi radikal bebas dalam tubuh
kita,dengan begitu mengurangi terjadinya resiko penyakit Kanker. - Vitamin B1,B6,B12: Berguna untuk
mencegah gangguan neurologis/persyarafan seperti Pegal,keram,kesemutan dan baal/kebas
jenismerk obatnya seperti Neurobion,neuropyron,neuroboran,daneuron,dll yg didalam terkandung
vitamin B1,B6 dan B 12 -Vitamin B compleks : untuk mengurangi defisit vitamin b compleks dan
mencegah kekurangan b compleks. -Vitamin C : Sangat diperlukan untuk membantu pembentukan sel
dan jaringan. Kekurangan vit c ditandai dengan rapuhnya pembuluh darah dan mukosa sehingga
mudah terjadi pendarahan seperti pada gusi dan pembuluh darah yang tipis dan sariawan/scurvy
-Vitamin K : Vitamin K dibutuhkan untuk memproduksi faktor pembeku darah dan berbagai protein
untuk pembentukan tulang yang normal.Vitamin K yg diberikan secara oral dipakai untuk pengobatan
dan pencegahan pada sindroma malabsorpsi. sedangkan pada sediaan injeksi/suntik,vit K ini
digunakan untuk mempengaruhi koagulasi/pembekuan pada kasus pendarahan/haemoragik. Vitamin
C,B1,B6 dan B12 disamping tersedia untuk diminum langsung,juga ada dalam bentuk injeksi untuk
mempercepat perbaikan. 4.Mineral. zat gizi yang termasuk kategori mineral adalah
Natrium,Kalium,Ferrum/Fe,Iodium,zinc,Magnesium,Kalsium,Phospor,Selenium,cobalt,Clorida/Cl dan
Cuprum/tembaga. Cairan infus yang didalamnya mineral Na,K,Cl sangat umum digunakan dalam terapi
pengobatan. terutama pasien yang menderita dehidrasi akibat muntah dan mencret. Disamping obat
obatan,zat gizi pun banyak digunakan sebagai pengobatan pada pasien. Sebagai terapi
pokok,tambahan maupun pencegahan. wasalam..
http://papaicaikbal.blogspot.com/2015/01/zat-zat-gizi-yang-digunakan-sebagai.html
Terapi Gizi Untuk Kesehatan

ALTERNATIF TERAPI
TERAPI GIZI
Terapi Gizi - Tubuh selau melakukan pembaruan secara terus-menerus: setiap detik terdapat jutaan sel
yang mati. Makanan menyediakan bahan baku untuk pondasi dan regenerasi tubuh. Berbagai
penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan bahwa perubahan diet dan suplemen gizi dapat
memulihkan dan menjaga kesehatan dan kesejahteraan tubuh, serta membantu untuk mengobati
berbagai kondisi tubuh sehari-hari. Pendekatan nutrisi adalah langkah efektif untuk mencegah dan
mengobati kondisi serius seperti penyakit arteri koroner, kanker stroke, dan diabetes.
Terapi gizi medik (TGM) dahulunya dikenal dengan istilah terapi diet (dietary treatment). Diet sendiri
berarti "pengaturan jumlah serta jenis makanan dan jadual makan setiap hari." Jika dirancang
bersama pasien dengan bimbingan dietisien, terapi diet juga dapat dinamakan Perencanaan Menu
atau Makan/PM (Menu Planning). PM ini mempertimbangkan pula faktor-faktor nonnutrisi seperti adat
istiadat, habit, kultur, psikologi, dan ekonomi.

TGM ( Terapi Gizi Medik )Istilah TGM digunakan karena terapi diet dapat pula disertai terapi
gizi lain seperti suplementasi. Karena beberapa formula enteral misalnya formula susu diabetes

(diabetasol, dianeral, nutren diabetes, glucerna) atau nutraceuticals misalnya kombinasi vitamin B,
asam folat dgn zink dan kromium (diabetone, glucobion) atau fitokimia pangan misalnya
antosianin/zeaxanthin serta bahan berkhasiat lain misalnya cinnulin sering digunakan sebagai
suplemen lewat penulisan resep yang merupakan priviledge medis, maka digunakan istilah terapi gizi
medik atau TGM.

Sejarah Terapi Gizi MedikDiet DM pertama kali diperkenalkan oleh dr Bouchardat pada tahun
1870an ketika beliau mengamati diabetisi yang makanannya dicatu akibat kelangkaan bahan pangan
pasca-perang Perancis Prussian. Diabetisi yang makanannya dicatu ternyata memiliki kadar gula darah
yang lebih rendah sehingga beliau menerapkan diet sebagai terapi untuk mengendalikan gula darah
(ingat pada tahun itu, insulin dan OHO belum ditemukan).
Dibandingkan insulin yang baru diproduksi dan dipasarkan pada tahun 1921, kemudian OHO generasi
pertama seperti tolbutamid dan klorpropamid yang baru diproduksi pada tahun 1955 serta biguanid
seperti metformin yang dipasarkan pada tahun 1959, maka terapi diet jelas mempunyai sejarah yang
jauh lebih lama.

Tujuan TGM
TGM bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan:
1.
2.
3.
4.

Kadar GD mendekati normal (puasa/FPG 90-130, 2 jam pp < 180 dan A1c < 7)
TD yang normal (<130/80)
Profil lipid yang normal (LDL < 100, HDL > 40, TG < 150)
BB yang normal (IMT < 25)

Komponen TGM
TGM terdiri dari 2 komponen plus pengaturan jadual makan. Dahulunya komponen ini dikenal dgn
sebutan 3 J: Jumlah makanan, Jenis makanan dan Jadual makan.
1. Komponen pertama yang berkaitan dgn jumlah makanan dikembangkan menjadi carbohydrate
counting (carbing) atau penghitungan jumlah KH yg dibutuhkan dan distribusinya dalam 24
jam. Tentu saja untuk menghitung KH, kita harus menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan
per 24 jam dan persentasenya dalam bentuk KH. Menurut PERKENI 2009, persentase KH yg
direkomendasikan adalah 45 - 65% dgn jumlah minimal 130 g/24 jam. Gula pasir
diperbolehkan dalam sayuran/lauk dgn jumlah maksimal 5% dari Total Energy Intake.
2. Komponen kedua berhubungan dgn Jenis Makanan yang kemudian dikembangkan dengan
memperhitungkan pula Indeks Glisemik (IG) dan Glycemic Load (GL) setiap makanan.

Mengukur Unit CarbingSebelum mengukur unit Carbing, kita tentunya harus menghitung
jumlah kalori yang dibutuhkan. Berikut ini langkah2 untuk menghitung kebutuhan kalori, KH dan unit
Carbing:
1. Hitunglah dahulu kebutuhan basal (BEE) dgn mengalikan BB dgn 25 pada wanita dan dgn 30 pada
pria jika BBnya normal (TB < /= 160 pada pria dan </= 150 pada wanita) atau ideal (TB > 160 cm
pada pria dan >150 cm pada wanita). BB ideal = 90% (TB - 100); BB normal = TB - 100. Pada diabetisi
yang berat badannya berlebih/kurang harus dikoreksi dengan memotong/menambahkan sebesar 20-

30% (lihat No. 2).


2. Koreksi BEE dilakukan
Jika diabetisi tsb nonsedentari (bekerja fisik, berolahraga ringan). Tambahkan hasil di atas dgn 10%
pada diabetisi yang nonsedentari.
Pada usia di atas 40 tahun, kurangi 5% utk 40-59 thn, 10% utk 60-69 thn dan 20% utk > 70 thn.
Utk BB lebih atau obesitas, kurangi 20-30% dari hasil penghitungan BEE; untuk BB kurang, tambah 2030% pada hasil penghitungan BEE.
3. Hasil terakhir dalam kcal diubah menjadi gram (1 g KH = 4 kcal), dan dari gram diubah menjadi unit
carbing dgn membaginya dgn angka 15 (karena 1 unit = 15 g KH)
4. Jumlah unit carbing ini selanjutnya didistribusikan pada 3 kali makan utama dan 2-3 kali snack dgn
interval waktu sekitar 3 jam.
Di dalam situs www.pantirapih.org dapat ditemukan pula langkah2 menghitung unit carbing.
5. Setelah mendistribusikannya ke dalam 3 makan pokok dan 2-3 camilan, anda harus melihat tabel
utk mengetahui jumlah unit carbing pada tiap kelompok bahan pangan. (Ingat KH hanya terdapat
dalam 4 kelompok bahan pangan yaitu (1) bahan pangan sumber energi [nasi, roti, mie, jagung,
sereal, umbi- umbian,
(2) protein nabati atau kacang-kacangan,
(3) sayur-buah dan
(4) susu dlm bentuk laktosa).
Protein hewani dan lemak/minyak tidak mengandung KH sehingga memiliki IG yang rendah atau
bahkan 0 (lemak/minyak).

IG dan GL
Seberapa besar kenaikan kadar gula darah dalam waktu 3 jam (yg diukur saat puasa dan kemudian
sesudah memakan suatu makanan setiap 1/2 jam sekali) menentukan besarnya IG. Sebagai
pembanding dipakai glukosa yang ditetapkan memiliki IG 100.
Perkalian IG dgn jumlah KH dalam makanan tsb menghasilkan GL. GL diperlukan karena tidak semua
KH atau monosakarida menaikkan GD dgn segera. Sebagai contoh fruktosa yang terdapat dalam corn
sugar memerlukan waktu 3 jam untuk diubah menjadi glukosa di dalam hati. Jadi, fruktosa lebih
mempertahankan kadar GD yang tinggi ketimbang menimbulkan PG spike. Karena itu, corn sugar yang
pernah dipakai sebagai gula pengganti yang alami dgn IG yang rendah sekarang sudah tidak lagi
mengingat GLnya yang tinggi.

Diet Pertama: Karbohidrat


Karbohidrat - gula, pati dan serat merupakan unsur-unsur dari karbon, hidrogen dan oksigen. Mereka
mempunyai peran utama untuk menyediakan sumber energi bagi tubuh.

Gula

Bangunan dasar dari semua karbohidrat adalah satu molekul gula, seperti glukosa atau fruktosa, atau
lebih dikenal sebagai monosakarida. Disakarida adalah dua monosakarida, yang didalamnya
terkandung sukrosa, misalnya, berisi glukosa dan fruktosa. Gula bersifat intrinsic dalam buah dan
sayuran, karena gula sudah termasuk ke dalam struktur makanan, bersembunyi di dalam dinding sel.
Gula juga terkandung dalam beberapa makanan, seperti biscuit dan sereal manis. Dalam hal ini, gula
tidak terikat ke dalam struktur makanan, yang dikenal dengan ekstrinsik.
Umumnya, makanan yang terkandung dengan gula intrinsik lebih sehat daripada gula ekstrinsik; apel
lebih sehat untuk makan dari pada sepotong kue. Makanan yang mengandung gula intrinsik cenderung
melepaskan energi lebih lambat ke dalam aliran darah dibandingkan dengan makanan yang
mengandung gula ekstrinsik.

Pati
Juga disebut sebagai karbohidrat kompleks. Makanan yang mengandung pati adalah sayur-sayuran,
roti, pasta, nasi, kentang, kacang-kacangan dan sereal sarapan. Pati mempunyai dua bentuk utama
bentuk. Jenis pertama Refined pati atau pati yang dimurnikan, seperti yang ditemukan dalam roti
putih, nasi putih dan yang paling umum tersedia adalah pasta, seperti terkandung di dalam vitamin
serat dan kandungan mineral.
Pati yang dimurnikan lebih kaya serat dan nutrisi dari yang lain, karena jenis ini lebih halus. Sehingga
pati yang dimurnikan merupakan nutrisi yang unggul. Pati ini cenderung untuk memberikan lebih
lambat, lebih berkelanjutan pelepasan gula ke aliran darah, dimana hal ini sangat penting bagi
kesehatan baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Jenis kedia adalah pati yang tidak dimurnikan, contohnya roti gandum, coklat nasi, pasta gandum dan
gandum digulung.

Serat
Serat adalah pabrik bahan yang dicerna dan kadang-kadang disebut sebagai polisakarida non-pati
(NSP). Serat terbagi dalam dua bentuk utama. Yang pertama adalah serat larut, larut dalam usus.
Serat ini mempunyai fungsi untuk membentuk zat seperti gel tebal yang memperlambat rilis beberapa
nutrisi, khususnya gula, ke dalam aliran darah. Disamping juga untuk membantu mengendalikan
tingkat kolesterol dalam darah, yang dapat membantu untuk mengurangi resiko penyakit arteri
koroner.
Serat yang kedua adalah Serat tak larut, tidak larut dalam saluran pencernaan dan karena itu
menambahkan bulk ke tinja. Hal ini berguna untuk mencegah sembelit dan diet serat ini dapat
menurunkan risiko kanker usus besar.
Diet makanan yang kaya serat tidak larut juga dapat mengurangi risiko kondisi lain, seperti wasir dan
penyakit divertikular (kantong abnormal pada lapisan usus besar yang dapat menjadi terinfeksi dan
menyebabkan perdarahan atau perforasi dari dinding usus).
Sumber makanan yang mengandung serat larut adalah buah-buahan, sayuran, buncis, gandum, barley
dan rye. termasuk didalamnya gandum (dimurnikan) sereal, seperti gandum roti beras, coklat dan
pasta gandum, serta biji dan kacang-kacangan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berserat,
seperti wortel, seledri dan kubis

SANGAT SEDIKIT PERHATIAN RSU TERHADAP TERAPI GIZI DAN BELUM


EFEKTIF DI RUMAH SAKIT.
Untuk mendorong kesadaran rumah sakit membentuk tim terapi gizi, tahun 2009 pemerintah
mengeluarkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Terapi Gizi (TTG) di Rumah Sakit. Tim itu
terdiri dari dokter spesialis gizi klinik, dokter penanggung jawab pasien, dokter spesialis lain, perawat,
ahli gizi, dan ahli farmasi yang dikoordinasikan dokter spesialis gizi klinik. Tim bertanggung jawab
melakukan intervensi untuk menaikkan status gizi pasien.
Anggota Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia, Abdul Razak Thaha, menyatakan, peran TTG penting
tetapi belum disadari oleh rumah sakit. Karena itu, perlu ada sosialisasi pada rumah sakit. Perlu
regulasi yang kuat agar rumah sakit punya kekuatan untuk memaksa para dokter bekerja sama dalam
TTG, kata Abdul Razak.
Selain itu, menurut Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Cabang DKI Jakarta Viktor
Tambunan, TTG belum efektif karena minimnya SDM dokter spesialis gizi klinik. Sampai saat ini baru
ada 180 dokter spesialis gizi, 80 persen ada di Jakarta.
Hanya ada tiga institusi yang membuka pendidikan spesialis gizi klinik, yakni Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, FK Universitas Diponegoro, dan FK Universitas Hasanuddin.
Untuk memenuhi kebutuhan SDM dokter spesialis gizi, rencananya PDGKI dan Kementerian Kesehatan
akan memulai program pelatihan khusus tentang gizi klinik bagi dokter umum. Mereka nanti yang
akan mengisi rumah sakit di daerah, kata Viktor.

Terapi Gizi untuk Sulit Tidur


Gizi.net - INSOMNIA atau sulit tidur menimpa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa
mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali,
terbangun beberapa kali,bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur.
Masih ada insomnia kronis sebagai insomnia paling parah karena penderitanya selama sebulan atau
lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam. Ada pula insomnia jangka pendek, sulit tidur 2-4
minggu, dan insomnia transient yang berlangsung beberapa hari.
Meski demikian, sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganggu.
Insomnia bisa terjadi karena kondisi kejiwaan seperti stres atau gangguan fisik di sekitarnya.
Tidur siang yang berlebihan juga membuat mata terjaga sepanjang malam. Tidur siang sebenarnya
tidak diperlukan. Hormon melatonin yang dikeluarkan kelenjar pineal adalah jam alamiah bagi tubuh.
Hormon ini mulai mengalir ketika sinar Matahari mulai redup. Kehadiran hormon melatonin di dalam
tubuh memerintahkan istirahat. Di siang hari, hormon tak diproduksi.

Lingkungan fisik bisa berupa suara bising di dekat tempat tinggal, misalnya bunyi mesin pabrik atau
kereta api yang melintas. Suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin, demikian pula perubahan
suasana lingkungan, bisa menimbulkan gangguan tidur.
Terlalu banyak minum kopi atau minuman berkafein, mengisap rokok, atau minum minuman

beralkohol menjelang tidur, dapat memicu insomnia. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung,
alkohol menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf, dan nikotin bersifat neurostimulan yang
justru membangkitkan semangat.
Dampak serius insomnia adalah turunnya produktivitas. Penderita insomnia sering mengantuk di siang
hari dan tidak bisa memusatkan perhatian pada hal-hal detail. Mereka tidak dapat memberikan
pertimbangan untuk mengatasi masalah. Orang insomnia juga sering lupa, bahkan hal yang baru saja
dialami.
Tubuh lelah akibat tidak tidur semalaman membuat penderita insomnia mudah terusik. Hal-hal kecil
dapat menimbulkan kemarahan karena penderita insomnia menjadi pribadi yang sensitif. Tanpa ada
upaya mengatasinya, insomnia benar-benar dapat merupakan siksaan bagi penderita dan
lingkungannya.

Asupan gizi
Diperlukan asupan gizi (magnesium dan kalsium) yang cukup jumlahnya untuk menangkal insomnia.
Defisiensi magnesium dan kalsium menyebabkan tidur tidak nyenyak.
Sebenarnya fungsi magnesium adalah merelaksasi otot. Apabila otot kaku, timbul rasa ngilu-ngilu yang
membuat badan terasa sakit. Kalsium yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tulang juga dapat
dimanfaatkan untuk menenangkan pikiran. Kalsium berdampak calming effect. Jadi, kondisi
kecemasan atau stres dapat dikurangi dengan magnesium dan kalsium.
Hormon melatonin bermanfaat membuat tidur lebih nyenyak. Saat ini sudah ada produk suplemen
yang mengombinasikan magnesium, kalsium, dan melatonin. Vitamin B kompleks dapat membantu
penderita insomnia karena mendorong tercapainya kondisi istirahat.
Diet sehari-hari juga perlu diperhatikan. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti, crackers, atau
bagel dapat membantu tidur Anda. Lawan dari karbohidrat kompleks adalah karbohidrat sederhana
seperti gula.
Mengapa karbohidrat kompleks bermanfaat? Karena ternyata zat gizi tersebut dapat memacu
pengeluaran serotonin, yaitu suatu neurotransmitter otak yang merangsang rasa kantuk.
Segelas susu hangat dan madu juga dapat menjadi obat mujarab agar lebih lelap tidur. Susu banyak
mengandung asam amino triptofan yang dapat membantu pengeluaran serotonin sehingga
memudahkan tidur. Triptofan juga memacu pengeluaran hormon melatonin.

Suplemen triptofan telah dilarang di AS karena pernah menyebabkan penyakit gangguan darah serius
akibat produknya terkontaminasi. Namun, tidak ada risiko bagi orang-orang yang mau mengonsumsi
bahan makanan kaya triptofan seperti susu atau daging kalkun sebagai upaya mengurangi insomnia.
Orang-orang yang sulit tidur dianjurkan makan lettuce di malam hari. Lettuce mengandung substansi
terkait opium yang mempercepat kantuk, dan juga mengandung hyoscyarnin yang bersifat antikram.
Makan malam hendaknya juga menyertakan kacang-kacangan dan ikan atau daging ayam. Jenis-jenis
itu kaya akan niasin (vitamin B3) yang membantu pengeluaran serotonin.
Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan dengan bumbu menyengat, kafein, alkohol,

karbohidrat sederhana (gula, sirup), makanan berpengawet, dan makanan kaleng. Gula dan sirup
bersifat meningkatkan gula darah dan penghasil energi yang cepat sehingga akan mengganggu tidur.
Makanan berprotein tinggi seperti daging sapi dapat mencegah produksi serotonin sehingga tubuh
terjaga terus-menerus. Monosodium glutamate (MSG) sebaiknya dihindari karena memunculkan reaksi
stimulan.
Menghindari keju, cokelat, sayur bayam, dan tomat menjelang tidur juga dianjurkan. Semua itu
mengandung tyramin yang merangsang keluarnya norepinephrine sehingga otak terjaga.
http://filsafat-ilmu-fakta-dunia.blogspot.com/2013/01/terapi-gizi-untuk-kesehatan.html

Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Gizi dan


Terapi DIet
Ditulis pada Maret 20, 2012
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan Ilmu Gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad
pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dan
ke-20. Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu evolusi. Disini
para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan dikenal
sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi.
Bagi manusia purba, fungsi utama dan mungkin fungsi satu-satunya dari makanan
adalah untuk mempertahankan hidup. Untuk itu aktifitas utama dari manusia purba
adalah mencari makanan dengan berburu. Fungsi utama makanan untuk
mempertahankan hidup, meskipun bukan fungsi satu-satunya. Makanan untuk
mempertahankan hidup ini juga masih sering atau berlaku bagi sebagian penduduk
modern sekarang.
Kegiatan penelitian gizi di Indonesia mulai dikembangkan sejak pertengahan abad ke19. Tetapi baru dilembagakan pada tahun 1934 dengan nama Instituut voor
Onderzoek der Volksvoeding (IOVV) yang berlokasi di Bogor dan pada tahun 1939
berganti nama menjadi Instituut voor Volksvoeding (IVV).
Arah penelitian gizi selama masa penjajahan lebih ditujukan pada kepentingan
pemerintah Hindia Belanda. Penelitian gizi yang mengarah pada kepentingan
Nasional baru dikembangkan sejak tahun 1950, setelah pengelolaan IVV diambil alih
pemerintah Republik Indonesia. IVV kemudian berganti nama menjadi Lembaga
Makanan Rakyat (LMR) dan pimpinan dipercayakan kepada Prof. Dr. Poorwo

Soedarmo (Pada Kongres I Persatuan Ahli Gizi Indonesia tahun 1967, ditetapkan
sebagai Bapak Gizi Indonesia).
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.114/Men.Kes.RI/75 nama
Lembaga Makanan Rakyat berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi
(Puslitbang Gizi) Departemen Kesehatan R.I. Kemudian berubah menjadi Pusat
Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1277/ Menkes/SK/XI/2001. Selanjutnya nama Puslitbang
Gizi dan Makanan dikukuhkan kembali sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan
No. 1575/ Menkes/ PER/XI/2005

BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
1. Di Luar Negeri
a)

Zaman purba

Titik tolak perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad
pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dan
ke-20. Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu evolusi. Disini
para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan dikenal
sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi. Dalam
perkembangan ilmu gizi (dipelopori Tod Hunter) makanan dijadikan bahan sebagai
upaya penyembuhan dan pemulihan yang dikenal dengan Terapi Diet.
Bagi manusia purba, fungsi utama dan mungkin fungsi satu-satunya dari makanan
adalah untuk mempertahankan hidup. Untuk itu aktifitas utama dari manusia purba
adalah mencari makanan dengan berburu. Fungsi utama makanan untuk
mempertahankan hidup, meskipun bukan fungsi satu-satunya. Makanan untuk
mempertahankan hidup ini juga masih sering atau berlaku bagi sebagian penduduk
modern sekarang.
b)

Zaman Yunani
1. Hipocrates : Peranan makanan terhadap penyembuhan penyakit (dasar dalam
Ilmu Dietetika)

Abad sebelum masehi filosof Junani bernama Hippocrates (460-377 SM), yang
dikenal sebagai Bapak Ilmu Kedokteran, dalam salah satu tulisannya berspekulasi
tentang peran makanan dalam pemeliharaan kesehatan dan penyembuhan penyakit

yang menjadi dasar perkembangan ilmu dietetika yang belakangan dikenal dengan
Terapi Diit
1. Dr. lind (1747) menemukan jeruk manis untuk menanggulangi sariawan /
scorbut, belakangan diketahui jeruk manis banyak mengandung vitamin C.
Sehingga Vitamin C dikenal juga sebagai pencegah Sariawan/Scorbut.
2. Tahun 1687 = Penetapan standar makanan. Dimana penetapan ini mengatur
tentang makanan yang baik untuk tubuh dan yang tidak baik untuk tubuh.
3. Suster Florence Nightingale (1854 ) menyimpulkan penderita-penderita akibat
perang yang merupakan pasiennya, dalam hal Pemberian makanan kepada
pasien harus sesuai dengan kebutuhan pasien untuk mempercepat proses
penyembuhannya. Suster Florence Nightingale dikenal juga sebagai Tokoh
Keperawatan Dunia

c)

Abad XVI
1. Adanya doktrin tentang hubungan antara makanan dengan panjang usia.

Memasuki abad ke-16 berkembang doktrin bukan saja pemeliharaan kesehatan yang
dapat dicapai dengan pengaturan makanan tetapi kemudian berkembang juga
tentang hubungan antara makanan dan panjang umur. Misalnya Cornaro, yang hidup
lebih dari 100 tahun (1366-1464) dan Francis Bacon (1561-1626) berpendapat
bahwa makan yang diatur dengan baik dapat memperpanjang umur. Memasuki
abad ke-17 dan ke-18, tercatat berbagai penemuan tentang sesuatu yang dimakan
(makanan) yang berhubungan dengan kesehatan semakin banyak dan jelas, baik
yang bersifat kebetulan maupun yang dirancang yang kemudian mendorong berbagai
ahli kesehatan waktu itu untuk melakukan berbagai percobaan.
d. Abad XVI XIX
Terjadi perkembangan penemuan di bidang kimia, faal, dan biokimia.
Tokoh-tokohnya :
1. Lavoiser (1743 1794) Bapak Ilmu Gizi
Pada Abad ke-18 berbagai penemuan ilmiah dimulai, termasuk ilmu-ilmu yang
mendasari ilmu gizi. Satu diantaranya yang terpenting adalah penemuan adanya
hubungan antara proses pernapasan yaitu proses masuknya O2 ke dalam tubuh dan
keluarnya CO2, dengan proses pengolahan makanan dalam tubuh oleh Antoine
Laurent Lavoisier (1743-1794).
Lavoisier bersama seorang ahli fisika Laplace merintis untuk pertama kalinya
penelitian kuantitatif mengenai pernapasan dengan percobaan binatang (kelinci).

Oleh karena itu Lavoisier selain sebagai Bapak Ilmu Kimia, dikalangan ilmuwan gizi
dikenal juga sebagai Bapak Ilmu Gizi Dunia.

1. Liebig (1803-1873) Analisis Protein, KH dan Lemak. Yang merupakan


Komponen utama penghasil energi tubuh.
2. Vait (1831 1908), Rubner (1854 1982), Atwater (1844 1907), Lusk
(1866 1932) Ke-4 ahli tersebut pakar dalam pengukuran energi dengan
kalorimeter.
3. Hopkin (1861-1947), Eljkman (1858-1930) = perintis penemuan vitamin dan
membedakannya vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam
lemak.
4. Mendel (1872-1935), Osborn (1859-1929)= penemuan vitamin dan analisis
kualitas protein. Memperjelas posisi vitamin dalam makanan dan peranannya
dalam tubuh manusia serta kualitas protein yang dilihat dari struktur yaitu
asam amino yang essensial maupun yang non essensial.
d)

Abad XX

Pada abad ke 20 Mc Collum, Charles G King = melanjutkan penelitian vitamin


kemudian terus berkembang hingga muncul Science Of Nutrion. Adalah Suatu
cabang ilmu pengetahuan kesehatan (kedokteran) yang berdiri sendiri yaitu Ilmu Gizi
adalah Ilmu pengetahuan yang membahas sifat-sifat nutrien yang terkandung dalam
makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila terdapat kekurangan
zat gizi, ( Soekirman, 2000).
Dalam perkembangan selanjutnya permasalahan gizi mulai bermunculan secara
kompleks yang tidak dapat ditanggulangi oleh para ahli gizi dan sarjana gizi saja,
sehingga muncul Ilmu gizi yang menurut komite Thomas dan Earl (1994) adalah
The NUTRITION SCIENCES are the most interdisciplinary of all sciences. Yang arti
bebasnya menyatakan bahwa ilmu gizi merupakan ilmu yang melibatkan berbagai
disiplin ilmu pengetahuan.
2. Perkembangan Di Indonesia
1. Belanda mendirikan Laboratorium Kesehatan pada tanggal 15 Januari 1888
di Jakarta , tujuannya menanggulangi penyakit beri-beri di Indonesia dan Asia
2. Tahun 1938, nama Laboratorium Kesehatan diganti dengan Lembaga
Eijkman
3. Tahun 1934, IVV (Het Institud dan Voor Volk Suceding) atau Lembaga
Makanan Rakyat dan setelah merdeka ( kira-kira tahun 1964) mulai
melakukan penelitian.

4. Tahun 1937 1942, diadakan survei gizi yaitu 7 tempat di Jawa , 1 tempat di
Lampung, dan 1 tempat di Seram..
5. Scooltema, Ochese, Terra, Jansen, Donath, Postmus, Van Veen mengamati
pola makanan, keadaan gizi, pertanian, dan perekonomian.
6. Tahun 1919, Jansen, Donanth (dari Lembaga Eijkman) meneliti masalah
Gondok di Wonosobo
7. Tahun 1930, Vanveen Postmus, De Hass menemukan defisiensi Vitamin A di
Indonesia.
8. Tahun 1935, De Haas meneliti tentang KEP di Indonesia
9. Sejak Tahun 1919, Panne Kock, Van Veen, Koe Ford, Postmus menganalisis
nilai gizi berbagai makanan di Indonesia yang dikenal dengan DKBM
10. Tahun 1950, IVV diganti namanya menjadi Kementerian Kesehatan RI atau
LMR (Lembaga Makanan Rakyat) diketuai oleh Prof dr. Poerwo Soedarmo
(sebagai Direktur I) Bapak Persagi dan Bapak Gizi Indonesia. Kemudian LMR
membentuk kader / tenaga gizi dan pengalaman ilmu gizi kepada masyarakat.
11. Tahun 1960, Prof. Poerwo Soedarmo mencetak tenaga ahli gizi (AKZI dan
FKUI) antara lain :

Poerwo Soedarmo, Drajat Prawira Negara

Djaeni S. Sedia Utama, Soemila Sastromijoyo, Ied Goan Gong, Oei Kam Nio

Soekartijah Martaatmaja, Darwin Kariyadi

Ig. Tarwotjo, Djoemadias Abu Naim

Sunita Almatsir Perintis terapi diet dan institusi gizi.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.

Makalah Ilmu Gizi


BAB I

LATAR BELAKANG
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomer satu di dunia. Penyakit
ini bukan hanya menjadi masalah di negara maju, tetapi juga negara berkembang
termasuk Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan sebuah lembaga kesehatan di
Indonesia, ternyata penyakit jantung juga merupakan pembunuh nomor satu di
Indonesia saat ini.Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit yang
mematikan. Tingkat kejadian terus meningkat setiap tahun. Persentase kematian
akibat penyakit jantung koroner adalah 53 %.
Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya
penyakit jantung koroner. Terdapat sekitar 36 juta penduduk atau sekitar 18% dari
total penduduk Indonesia yang menderita kelainan lemak darah ini. Dari jumlah
tersebut, 80% meninggal mendadak akibat serangan jantung, dan 50%-nya tidak
menampakkan gejala sebelumnya.Karena penyakit ini seringkali ditandai dengan
kematian mendadak, tentunya diperlukan upaya pencegahan untuk menurunkan
risiko kejadian penyakit jantung koroner.Data WHO, 17 juta orang meninggal setiap
tahun karena penyakit jantung dan pembuluh darah di seluruh dunia. Di Amerika
Serikat, setiap tahunnya, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung dan 478000
orang meninggal karena penyakit jantung koroner,Data dari World Heart Federation,
baik wanita maupun pria memiliki risiko yang sama terhadap risiko penyakit jantung.
Di dunia hampir sekitar 8,5 juta wanita meninggal setiap tahunnya akibat penyakit
jantung.Data dari RS Harapan Kita ternyata pasien penderita Penyakit Jantung
Koroner baik yang rawat jalan maupun rawat inap terjadi pengingkatan 10% setiap
tahun. Bahkan dalam setahun terdapat 500 orang pasien bedah jantung.
Diet tinggi serat membantu menurunkan kolesterol. Vegetarian yang
mengkonsumsi diet tinggi serat memiliki risiko terkena penyakit jantung yang rendah.
Serat yang demikian misalnya pectin dalam buah apel dan kulit gandum memiliki efek
yang positif terhadap kolesterol darah. Contoh lain dari serat diantaranya adalah
buncis kering, kacang polong,dan getah(gum). Niasin juga dapat menurunkan kadar
kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko untuk terkena penyakit jantung. Niasin
juga dapat meningkatkan kolesterol HDL dan mengurangi kelesterol LDL. Sumbersumbe diet yang baik untuk niasin meliputi daging tidak berlemak, buncis kering dan
kacang polong, serta kacang tanah. (Fatma, 2010)
1.1.Rumusan masalah
1. Apa saja syarat diet untuk penyakit jantung?
2. Bagaimana diet untuk penyakit jantung koroner?
3. Apa saja bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan?
1.2.Tujuan
1. Untuk mengetahui syarat diet bagi penderita penyakit jantung.

2. Untuk mengetahui diet penyakit jantung koroner.


3. Untuk mengetahui bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan.

BAB II
TINJAUAN TEORI

Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara peredaran melalui
seluruh tubuh. Jantung berupa otot , berbentuk kerucut, berongga dan dengan
basisnya diatas dan puncaknya dibawah. fungsi dasar jantung adalah memompa
darah merah yang kaya akan oksigen dan nutrisi melalui pembuluh besar ke seluruh
tubuh. Ketika oksigen telah diserap oleh jaringan, pembuluh vena membawa balik
darah yang berwarna biru dan mengandung sedikit sekali oksigen ke jantung. (evelyn
c. parce, 2006)
Jantung mempunyai dua sisi, dimana setiap sisi bekerja sebagai pompa terpisah.
Setiap sisi dibagi lagi menjadi 2 ruangan, jadi keseluruhannya ada 4 ruangan. Dua
diatas, atria, berfungsi sebagai tempat menampung, dua dibawah, ventrical,
berkontraksi memompa darah. Sisi kanan jantung menerima darah dari seluruh tubuh
melalui pembuluh vena dan memompa ke paru untuk mengambil oksigen. Sisi kiri
jantung menampung darah yang balik dari paru-paru dan memompa keseluruh
jaringan tubuh yang memerlukan oksigen.
Untuk bisa mencapai seluruh otot dan organ tubuh yang berbeda-beda, darah harus
dipompa dengan tekanan yang tinggi, seperti yang pasti anda ketahui jika pembuluh
anda pernah terpotong darah akan muncrat kemana-mana ! Untuk melakukan ini
maka jantung kita sangat kuat, dan tidak seperti otot kaki kita, jantung tidak pernah
lelah. Oleh karena itu otot jantung menuntut suplai darah yang sangat baik, dan ini
disediakan oleh arteri koroner dan cabang-cabangnya.
Jenis-jenis penyakit jantung:
1. Penyakit Arteri Koroner
Ini adalah jenis paling umum dari penyakit jantung, di mana dinding arteri menebal
akibat akumulasi lemak. Kondisi ini menghambat jumlah darah yang masuk ke
jantung dan meningkatkan tekanan darah.
2. Trachycardia
Trachycardia pada dasarnya adalah istilah medis untuk peningkatan denyut jantung.
Palpitasi dan detak jantung yang tinggi dapat disebabkan karena beberapa alasan
seperti merokok, alkohol dan stres.
3. Penyakit Otot Jantung

Kadang-kadang, otot-otot jantung juga dapat melemah. Dalam hal ini, fungsi otot-otot
jantung akan melambat sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup untuk
tubuh.
4. Penyakit Katup Jantung
Jantung memiliki 4 katup. Jika satu atau lebih dari satu katup jantung tidak bekerja
dengan baik, Anda dapat mengalami stroke atau angina.
5. Bradikardi
Bradikardia adalah istilah medis untuk denyut jantung yang lambat. Hal ini terjadi
ketika otot-otot jantung lelah. Alat pacu jantung yang dipasang di jantung dapat
kembali memacu denyut jantung yang melemah.
6. Gagal Jantung
Gagal jantung sering terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah dan berhenti
bekerja. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang kehilangan banyak darah, terkejut atau
bahkan karena gangguan paru-paru.
7. Penyakit Jantung Bawaan
Beberapa bayi dilahirkan dengan jantung yang lemah atau lubang di jantung mereka.
Kondisi tersebut dapat diperbaiki dengan operasi, tetapi tidak selalu berhasil.
8. Gangguan Serebrovaskular
Terjadinya hambatan dalam sirkulasi darah dari jantung ke otak, kondisi itu disebut
penyakit serebrovaskular. Jenis penyakit jantung ini sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan stroke pada otak.
9. Angina
Angina adalah istilah medis yang menggambarkan rasa sakit dan sesak di sekitar
dada. Ini diarenakan dada Anda tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini paling
sering disebabkan oleh penyumbatan kecil di arteri jantung atau koroner.
10. Penyakit Jantung Rematik
Sebuah jenis tertentu dari infeksi bakteri di masa kecil dapat menyebabkan
mempengaruhi sendi dan katup jantung. Masalah jantung mulai muncul di usia
dewasa. Satu-satunya obat sering penggantian katup jantung dengan bantuan
operasi.
11. Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah pengerasan arteri. Arteri seringkali mengeras karena adanya
endapan wabah, racun dan lemak. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan
darah dan stroke jantung.
Penyakit koroner merupakan penyakit yang isidensinya semakin meningkat dalam
masyarakat modern dengan adanya perubahan pada pola makan dan aktivitas seharihari. Penyakit ini terjadi ketika plak yang berisikan lipoprotein, kolesterol, debris
jaringan, dan kalsium terbentuk dalam permukaan interior pembuluh darah koroner
sehingga terjadi pengerasan dan penyempitan pembuluh koroner yang mempedarahi
otot jantung tersebut. Biasanya plak tersebut terbungkus oleh jaringan ikat yang
dinamakan fibrous cap. Jika jaringan ikatnya tipis dan kemudian pecah, maka
timbunan unsu-unsur di atas akan terlepas ke dalam aliran darah. Karena sel-sel
darah merah tidak bisa dikurangi kecepatannya pada saat berjalan dipembuluh
darah,maka plak tersebut akan menimbulkan aliran turbulensi yang membuat sel-sel
darah merah saling berbenturan. ( Andry Hartono, 2006)

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit jantung adalah:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung.
2. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk.
3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air.
3.2. Syarat diet
Syarat-syarat diet penyakit jantung adalah sebagai berikut:
1. Energy cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
2. Protein cukup yaitu 0,8 g/kgBB.
3. Lemak sedang, yaitu 25-30% dari kebutuhan energy total, 10% berasal dari
lemak jenuh, dan 10-15% lemak tidak jenuh.
4. Kolesterol rendah, terutama jika disertai dengan dislipidemia.
5. Vitamin dan mineral cukup. Hindari penggunaan supelemen kalium, kalsium,
dan magnesium jika tidak dibutuhkan.
6. Garam rendah, 2-3 g/hari, jika disertai hipertensi atau edema.
7. Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas.
8. Serat cukup utuk menghindari konstipasi.
9. Cairan cukuo, kurang lebih 2 liter/hari sesuai dengan kebutuhan.
10. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit, diberikan dalam
porsi kecil.
11. Bila kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi melalui makanan dapt diberikan
tambahan berupa makanan enternal, parental, atau suplemen gizi.
3.3. Jenis diet dan indikasi pemberian
1. Diet jantung I

Diet jantung I diberikan kepada pasien penyakit jantung Myocard Infact atau
dekompensasio kordis berat. Diet diberikan berupa 1-1,5 liter cairan/hari selama 1-2
hari pertama bila pasien dapat menerimanya. Diet ini sangat rendah energy dn
semua zat gizi, sehingga sebaiknya diberikan selama 1-3 hari.
2. Diet jantung II
Diet jantung II diberikan dalam bentuk makanan saring atau lunak. Diet diberikan
sebagai perpindahan dari diet jantung I atau setelah fase akut dapat diatasi. Jika
disertai hipertensi atau edema, diberikan sebagai diet jantung II garam rendah. Diet
ini rendah energy, protein, kalsium, dan tiamin.
3. Diet jantung III
Diet jantung III diberikan dalam bentuk makanan lunak atau biasa. Diet diberikan
sebagai perpindahan dari diet jantung II atau kepada pasien jantung dengan kondisi
yang tidak terlalu berat. Jika disertai hipertensi dan atau edema, diberikan sebagai
diet Antung III garam rendah. Diet ini rendah nergi kalsium, tetapi cukup zat gizi lain.
4. Diet jantung IV
Diet jantung IV diberikan dalam bentuk makanan biasa. Diet diberikan sebagai
perpindahan dari diet jantung III atau kepada pasien jantung dengan keadaan
ringan.jika disertai hipertensi dan atau edema, diberikan sebagai diet jantung IV
garam rendah. Diet ini cukup energy dan zat gizi lain, kecuali kalsium.
3.4. Diet penyakit jantung koroner
1. Ntutrisi preventif
Untuk mencegah penyakit koroner/ kardivaskuler, kita perlu memperhatikan
beberapa hal berikut ini:
1. Mempertahankan kadar kolesterol total <200 mg/dL atau rasio kolesterol
total HDL kolesterol <4,5 dan LDL kolesterol <100 mg/dL ( bila pasien pernah
mengalami serangan jantung koroner atau menderita penyakit diabetes)
2. Mempertahankan IMT agar kurang dari 23 dan lingkar perut kurang dari 80 cm
(pada wanita) serta kurang dari 90 cm (pada laki-laki) jika hal ini
dimungkinkan.
3. Mengurangi asupan lemak jenuh hingga kurang dari 5% dari total kalori atau
gunakan hanya 2-3 sendok makan minyak perhari. Hindari makanan yang
banyak mengandung lemak jenuh. Cara memasak yang baik untuk mengurangi
asupan lemak ini adalah merebus, mengukus, menanak, menumis,
memanggang, membakar dan memepes.

4. Jika kadar trigliserida tinggi, kurangi konsumsi hidratang sedrhana seperti gula
pasir, gula aren, madu, makanan manis lainnya. Perbanyak konsumsi
hidratang kompleks seperti sayuran, buah, dan sereal atau biji yang utuh serta
makanan berserat lainnya (agar-agar, kolang-kaling, selasih, rumput laut,
cincau)
5. Jika kadar homo sistenin dalam darah tinggi, diet yang dapt dilakukan untuk
menurunkannya adalh dengan meningkatkan konsumsi makanan nabatu yang
kaya akan asam folat dan vitamin B6 seperti sauran hijau serta biji-bijian atau
kacang-kacangan yang utuh.
6. Makan makanan yang banyak mengandung nutrient antioksidan seperti
vitamin E, C dan beta karoten yang akan mengurangi kadar LDL teroksidasi.
LDL teroksidasi lebih sukar difagositosis oleh sel-sel fagosit seperti makrofag
daripada LDL biasa sehingga bentuk teroksidasi ini lebih bertahan dalam
serum.
7. Pertimbangkan suplementasi 500 mg vitamin C dan 200 IU vitamin E per hari.
8. Lakukan olahraga aerobic selama 30 menit per hari.
1. Nutrisi kuratif
Terapi nutrisi harus ditujukan kepada hal-hal berikut ini.
1. Kurangi asupan kolesterol hingga <300 mg/dL. Paa pasien diabetes dengan
dislipidemia, asupan kolesterolnya harus dikurangi hingga dibawah 200
mg/hari.
2. Kurangi asupan total lemak hingga kurang lebih 20% dari total kalori.
3. Kurangi asupan lemak jenuh hingga di bawah 5% dari total kalori.
4. Tingkatkan asupan serat khususnya serat larut hingga 2-35 gr/hari untuk
mengikat kolesterol yang dihasilkan oleh tubuh sendiri dala bentuk garam
empedu sehingga kolesterol ii tidak diserapkembali oleh usus.
5. Tingkatkan konsumsi ikan, khususnya ikan laut yang kaya akan asam lemak
omega-3, paling tidak 2-3kali seminggu.
6. Ganti konsumsi daging merah dengan daging putih seperti ayam kampung dan
ikan atau dengan protein nabati seperti tempe atau tahu ( kedelai
mengandung soya-lecithine dan isoflavon yang dapat menurunkan kadar LDFL
kolerterol)
7. Terapi diet dan olahraga harus dicoba terlebih dahulu sebelum menggunakan
obat-obat penurun kolesterol.

1. Preskripsi diet
8. Sering mengkonsumsi buah dan sayuran.
9. Sering memakan lalapan, buatlah minuman dari rumput laut, kolang kaling,
selasih, cincau,dll tanpa menggunakan sirup yang berlebihan.
10. Gunakan roti dari biji gandum yang utuh.
11. Makan makanan sereal berserat tinggi seperti havermout pda waktu sarapan.
12. Ganti daging merah dengan daging putih seperti ayam kampong. Jangan
mengkonsumsi bagian kepala, ekor, dan kulit.
13. Jangan menggoreng makanan dengan banyak minyak atau dengan jelantah.
Gunakan minyak dalam jumlah sedikit sekali pakai. Kalu dapat, pilih minyak
tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan minyak kacang yang dikonsumsi
sebagai dressing salad atau steak.
14. Gunakan susu skim, susu kedelai, atau yogurt non-fat dari pada susu
fullcream.
15. Gunakan bumbu kacang/mete yang disangrai jika ingin membuat gado-gado.
16. Lebih baik gunakan bumbu seperti kunyit, bawang putih,dll untuk memepes
ikan daripada menggorengnya dengan mentega atau margarine.
17. Biasakan jalan kaki daripada naik kendaraan, menggunakan tangga daripada
lift/elevator dan biasa melakukan olahraga secara teratus seperti berenang,
bersepeda, berlari kecil, senam,dll.
Bahan makanan

Dianjurkan
Tidak dianjurkan
Beras ditim/disaring;roti,
kentang, macaroni, biscuit,
Makanan yang mengandung gas atau
Sumber karbohidrat tepug beras/terigu/sagu, gula alcohol seperti; ubu, singkong, tape
pasir, gula merah, madu,dan
singkong, dan tape ketan.
sirup
Daging sapi, ayam dengan lemak Daging sapi dan ayam yang berlemak;
Sumber protein
rendah, ikan, telur, susurendah gajih, sosis, ham, hati, limpa, babat,
hewani
lemak dalam jumlah yang telah otak, kepiting dan kerang, keju dan susu
ditentukan.
penuh.
Kacang-kacangan kering, seperti;
Kacang-kacangan kering yang
Sumber protein
kacang kedelai dan hasil
mengandung lemak cukup tinggi seperti
nabati
olahannya, seperti tahu dan
kacang tanah, mete dan kacang bogor.
tempe.
Sayuran
Sayuran yang tidak mengandung Semua sayuran yang mengandung
gas, seperti; bayam, kangkung, gas,seperti; kol, lobak, sawi, nangka

Buah

Lemak

Minuman

buncis, wortel, tomat, tauge.


Semua buah segar seperti;
pisang papaya, jeruk, apel,
melon
Minyak jagung,kedelai,margarine
mentega dalam jumlah
terbatas,kelapa/santan dalam
jumlah terbatas.
Teh encer, coklat, sirup

muda.
Buah-buah segar yang mengandung
alcohol seperti durian, nangka matang.
Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa,
santan kental.
Kopi kental, minuman yang mengandung
soda.
Cabai, dan bumbu-bumbu lain yang tajam.

3.5. Bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan:


BAB IV
PENUTUP
4.1. SIMPULAN
Penyakit jantung koroner merupakan gangguan kesehatan akibat ketidakmampuan
jantung yang bersifat akut maupun kronis, yang disebabkan oleh berkurangnya suplai
darah ke miokardium dan kaitannya dengan adanya kelainan pada sistem arteri
koronaria.
Diet untuk penderita penyakit jantung koroner yaitu rendah kolesterol lemak terbatas.
Diet tinggi serat membantu menurunkan kolesterol. Vegetarian yang mengkonsumsi
diet tinggi serat memiliki risiko terkena penyakit jantung yang rendah. Serat yang
demikian misalnya pectin dalam buah apel dan kulit gandum memiliki efek yang
positif terhadap kolesterol darah. Contoh lain dari serat diantaranya adalah buncis
kering, kacang polong,dan getah(gum).
4.2. SARAN
Pada penderita penyakit jantung koroner hendaknya mengurangi makanan yang tinggi
kolesterol. Makanan atau minman yang mempunyai kadar gas yang tinggi sebaiknya
dihindari. Asupan serat perlu ditingkatkan,jangan menggoreng makanan dengan
banyak minyak atau dengan jelantah. Gunakan minyak dalam jumlah sedikit sekali
pakai. Kalu dapat, pilih minyak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan minyak
kacang yang dikonsumsi sebagai dressing salad atau steak.
DAFTAR PUSTAKA

Alnatsier, Sunita, dkk. 2004. Penuntun Diet. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Fatmah. 2010. Gizi Usia Lanjut. Erlangga medical series: Depok


Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit. EGC: Jakarta
Pearce, Evelyn C. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT. Gramedia:
Jakarta
Anonym. 2012. Penyakit Jantung Koroner. http://www.dokterkuonline.com/index.php/article/54-penyakit-jantung-koroner diakses tanggal 9 April
2014
Anonym. 2008. Jantung. http://www.totalkesehatananda.com/jantung2.html
diakses tanggal 10 April 2014
Destriyana. 2013. Jenis Penyakit Jantung yang Berbahaya.
http://www.merdeka.com/sehat/kenali-11-jenis-penyakit-jantung-yang-berbahaya.html
diakses tanggal 10 apr 2014

makalah Gizi....

KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan
Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, kami
dapat menyelesaikan tugas makalah yang diberikan oleh Ibu Masdarwati, SKM.,M.Kes. dalam mata kuliah
Kesehatan Masyarakat yang berjudul sejarah perkembangan ilmu gizi di dunia yang insyaallah tepat pada

waktunya.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak
kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistmatika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penyusun sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya semoga makalah
ini bisa memberikan manfaat bagi penyusun dan bagi pembaca.
Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Takalar, 30 januari 2014

Penyusun

BAB 1

PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang
Ilmu gizi digunakan untuk meneliti berbagai macam gizi yang berperan dalam tubuh manusia.
Ilmu ini sudah lama dikenal oleh manusia dari zaman purba dahulu. Hingga pada abad ke 19 dna 20 ilmu ini
semakin berperan penting dalam peradaban manusia. Hingga perkembangan sejarah manusia, ilmu ini pun juga
ikut berkembang seiring dengan zaman. Mengalami berbagai evolusi dan penyempurnaan hingga saat ini masih
dipakai untuk meneliti dan mengetahui tentang gizi. Ilmu ini meneliti bagaimana peran gizi bagi tubuh, dengan
melalui berbagai percobaan yang bertahap dengan menggunakan sample makanan. Sehingga kita mengetahui
seberapa pentingnya makanan sehat itu dan kerugian dari konsumsi makanan yang tidak layak.

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas
Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan pada
zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang
dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:
Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier (1743-1794).
Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan,
oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian tentang pertukaran
energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.

Penemuan Mineral Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808
ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan
Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb
tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

Penemuan Vitamin Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitianpenelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam
makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets).
Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti
menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
Penelitian Tingkat Molekular dan Selular Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang
struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel.
Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan
biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

Keadaan Sekarang Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan
gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya
tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi,
fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan
WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).

2.

Rumusan Masalah
Dari hasil penjelasan singkat diatas kita dapat merumuskan masalah yaitu

a. Apa yang dimaksud gizi ?


b. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu gizi di Indonesia dan dunia?
c. Bagaimana mengenai ruang lingkup gizi ?
3.

Tujuan
Rumusan masalah diatas, memiliki tujuan yang harus dicapai yaitu :

a.
b.
c.

Mengetahu apa yng dimaksud gizi!


Dapat mengerti bagaimana sejarah perkembangan gizi di Indonesia dan dunia!
Mengetahui apa saja yang masuk dalam ruang lingkup gizi !

4.

Manfaat
Manfaat penuisan makalah ini yaitu agar pembaca dapat mengetahui bagaimana ilmu gizi berkembang
baik di Indonesia maupun diluar negeri, dan saat itu diharapkan agar pembaca dapat menerapkan hidup sehat.

BAB II

PEMBAHASAN

1.

Pengertian gizi

Beberapa Pengertian / Istilah Dalam Gizi


a.

Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam
hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.

b.

Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.

c.

Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui
proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan,
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.

d.

Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.

e.

Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ ikatan kimia yang
dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.

f.

Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.

g.

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
Kata gizi berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti makanan. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan
dan tubuhmanusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.
Pengertiangizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

a.

Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatantubuh (menyediakan energi, membangun,
memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).

b.

Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan
dengan perkembanganotak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

2. Perkembangan ilmu gizi di Indonesia dan di dunia


a. Di Luar Negeri
1) Zaman purba
Titik tolak perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad pertengahan sampai pada
masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dan ke-20. Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan
sebagai suatu evolusi. Disini para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan dikenal

sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi. Dalam perkembangan ilmu gizi (dipelopori
Tod Hunter) makanan dijadikan bahan sebagai upaya penyembuhan dan pemulihan yang dikenal dengan
Terapi Diet.
Bagi manusia purba, fungsi utama dan mungkin fungsi satu-satunya dari makanan adalah untuk
mempertahankan hidup. Untuk itu aktifitas utama dari manusia purba adalah mencari makanan dengan
berburu. Fungsi utama makanan untuk mempertahankan hidup, meskipun bukan fungsi satu-satunya. Makanan
untuk mempertahankan hidup ini juga masih sering atau berlaku bagi sebagian penduduk modern sekarang.
2)
a)

Zaman Yunani

Hipocrates : Peranan makanan terhadap penyembuhan penyakit (dasar dalam Ilmu Dietetika)
Abad sebelum masehi filosof Junani bernama Hippocrates (460-377 SM), yang dikenal sebagai Bapak Ilmu
Kedokteran, dalam salah satu tulisannya berspekulasi tentang peran makanan dalam pemeliharaan kesehatan
dan penyembuhan penyakit yang menjadi dasar perkembangan ilmu dietetika yang belakangan dikenal dengan
Terapi Diit

Dr. lind (1747) menemukan jeruk manis untuk menanggulangi sariawan / scorbut, belakangan diketahui jeruk
manis banyak mengandung vitamin C. Sehingga Vitamin C dikenal juga sebagai pencegah Sariawan/Scorbut.
Tahun 1687 = Penetapan standar makanan. Dimana penetapan ini mengatur tentang makanan yang baik untuk
tubuh dan yang tidak baik untuk tubuh.
Suster Florence Nightingale (1854 ) menyimpulkan penderita-penderita akibat perang yang merupakan pasiennya,
dalam hal Pemberian makanan kepada pasien harus sesuai dengan kebutuhan pasien untuk mempercepat proses
penyembuhannya. Suster Florence Nightingale dikenal juga sebagai Tokoh Keperawatan Dunia

3) Abad XVI
a)

Adanya doktrin tentang hubungan antara makanan dengan panjang usia.


Memasuki abad ke-16 berkembang doktrin bukan saja pemeliharaan kesehatan yang dapat dicapai dengan
pengaturan makanan tetapi kemudian berkembang juga tentang hubungan antara makanan dan panjang umur.
Misalnya Cornaro, yang hidup lebih dari 100 tahun (1366-1464) dan Francis Bacon (1561-1626) berpendapat

bahwa makan yang diatur dengan baik dapat memperpanjang umur. Memasuki abad ke-17 dan ke-18, tercatat
berbagai penemuan tentang sesuatu yang dimakan (makanan) yang berhubungan dengan kesehatan semakin
banyak dan jelas, baik yang bersifat kebetulan maupun yang dirancang yang kemudian mendorong berbagai ahli
kesehatan waktu itu untuk melakukan berbagai percobaan.
4) Abad XVI XIX
Terjadi perkembangan penemuan di bidang kimia, faal, dan biokimia.
Tokoh-tokohnya :
Lavoiser (1743 1794) Bapak Ilmu Gizi
Pada Abad ke-18 berbagai penemuan ilmiah dimulai, termasuk ilmu-ilmu yang mendasari ilmu gizi. Satu
diantaranya yang terpenting adalah penemuan adanya hubungan antara proses pernapasan yaitu proses
masuknya O2 ke dalam tubuh dan keluarnya CO2, dengan proses pengolahan makanan dalam tubuh oleh
Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794).
Lavoisier bersama seorang ahli fisika Laplace merintis untuk pertama kalinya penelitian kuantitatif mengenai
pernapasan dengan percobaan binatang (kelinci). Oleh karena itu Lavoisier selain sebagai Bapak Ilmu Kimia,
dikalangan ilmuwan gizi dikenal juga sebagai Bapak Ilmu Gizi Dunia.

Liebig (1803-1873) Analisis Protein, KH dan Lemak. Yang merupakan Komponen utama penghasil energi tubuh.
Vait (1831 1908), Rubner (1854 1982), Atwater (1844 1907), Lusk (1866 1932) Ke-4 ahli tersebut pakar
dalam pengukuran energi dengan kalorimeter.
Hopkin (1861-1947), Eljkman (1858-1930) = perintis penemuan vitamin dan membedakannya vitamin yang larut
dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
Mendel (1872-1935), Osborn (1859-1929)= penemuan vitamin dan analisis kualitas protein. Memperjelas posisi
vitamin dalam makanan dan peranannya dalam tubuh manusia serta kualitas protein yang dilihat dari struktur
yaitu asam amino yang essensial maupun yang non essensial.
5) Abad XX
Pada abad ke 20 Mc Collum, Charles G King = melanjutkan penelitian vitamin kemudian terus berkembang
hingga muncul Science Of Nutrion. Adalah Suatu cabang ilmu pengetahuan kesehatan (kedokteran) yang

berdiri sendiri yaitu Ilmu Gizi adalah Ilmu pengetahuan yang membahas sifat-sifat nutrien yang terkandung
dalam makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila terdapat kekurangan zat gizi,
( Soekirman, 2000).
Dalam perkembangan selanjutnya permasalahan gizi mulai bermunculan secara kompleks yang tidak dapat
ditanggulangi oleh para ahli gizi dan sarjana gizi saja, sehingga muncul Ilmu gizi yang menurut komite
Thomas dan Earl (1994) adalah The NUTRITION SCIENCES are the most interdisciplinary of all
sciences. Yang arti bebasnya menyatakan bahwa ilmu gizi merupakan ilmu yang melibatkan berbagai
disiplin ilmu pengetahuan.
b.

Perkembangan Di Indonesia

1) Belanda mendirikan Laboratorium Kesehatan pada tanggal 15 Januari 1888 di Jakarta , tujuannya
menanggulangi penyakit beri-beri di Indonesia dan Asia
2) Tahun 1938, nama Laboratorium Kesehatan diganti dengan Lembaga Eijkman
3) Tahun 1934, IVV (Het Institud dan Voor Volk Suceding) atau Lembaga Makanan Rakyat dan setelah merdeka
( kira-kira tahun 1964) mulai melakukan penelitian.
4) Tahun 1937 1942, diadakan survei gizi yaitu 7 tempat di Jawa , 1 tempat di Lampung, dan 1 tempat di Seram..
5) Scooltema, Ochese, Terra, Jansen, Donath, Postmus, Van Veen mengamati pola makanan, keadaan gizi, pertanian,
dan perekonomian.
6) Tahun 1919, Jansen, Donanth (dari Lembaga Eijkman) meneliti masalah Gondok di Wonosobo
7) Tahun 1930, Vanveen Postmus, De Hass menemukan defisiensi Vitamin A di Indonesia.
8) Tahun 1935, De Haas meneliti tentang KEP di Indonesia
9) Sejak Tahun 1919, Panne Kock, Van Veen, Koe Ford, Postmus menganalisis nilai gizi berbagai makanan di
Indonesia yang dikenal dengan DKBM
10) Tahun 1950, IVV diganti namanya menjadi Kementerian Kesehatan RI atau LMR (Lembaga Makanan Rakyat)
diketuai oleh Prof dr. Poerwo Soedarmo (sebagai Direktur I) Bapak Persagi dan Bapak Gizi Indonesia.
Kemudian LMR membentuk kader / tenaga gizi dan pengalaman ilmu gizi kepada masyarakat.

11) Tahun 1960, Prof. Poerwo Soedarmo mencetak tenaga ahli gizi (AKZI dan FKUI) antara lain :

Poerwo Soedarmo, Drajat Prawira Negara

Djaeni S. Sedia Utama, Soemila Sastromijoyo, Ied Goan Gong, Oei Kam Nio

Soekartijah Martaatmaja, Darwin Kariyadi

Ig. Tarwotjo, Djoemadias Abu Naim

Sunita Almatsir Perintis terapi diet dan institusi gizi.


Berikut beberapa hasil penelitian dalam sejarah perkembangan Ilmu Gizi di Indonesia.

a.

Belanda mendirikan Laboratorium Kesehatan pada tanggal 15 Januari 1888 di


Jakarta , tujuannya menanggulangi penyakit beri-beri di Indonesia dan Asia
Sejarah perkembangan laboratorium kesehatan di dunia dimulai sejak awal
diketemukannya mikroba oleh Antony van Leeuwenhoek (1632 1723) yang kemudian
menjadikannya menjadi salah seorang penemu mikrobiologi. Kemudian dilanjutkan
dengan beberapa penemuan di dunia mikrobiologi lainnya seperti Louis Pasteur (1822
1895) penemu teori biogenesis dan penemu protozoa penyebab penyakit serta penemu
vaksin, Robert Koch (1843 1910) penemu penyakit Anthrax dan terkenal dengan
Postulat Koch. Tidak ada buku sejarah yang otentik tentang perkembangan laboratorium
di Indonesia, namun menelusuri berbagai catatan dan masukan dari beberapa orang
yang terlibat dalam proses terbentuknya laboratorium kesehatan di Indonesia.
Perkembangan tersebut adalah sejak dimulainya pemerintah penjajahan Belanda pada
abad ke -16, pada tahun 1851 sekolah dokter Jawa didirikan oleh dr. Bosch, kepala
pelayanan kesehatan sipil dan militer dan dr. Bleeker di Indonesia. Kemudian sekolah ini
terkenal dengan nama STOVIA (School Tot Oplelding Van Indiche Arsten) atau sekolah
untuk pendidikan dokter pribumi. Dalam rangka mengembangkan kesehatan masyarakat
di Indonesia pada saat itu kemudian didirikan Pusat Laboratorium Kedokteran di Bandung
pada tahun 1888.

b.

Tahun 1938, nama Laboratorium Kesehatan diganti dengan Lembaga Eijkman

Lembaga Biologi Molekul Eijkman (disingkat Lembaga Eijkman) merupakan lembaga riset negeri dengan misi
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dasar di bidang biologi molekular serta menerapkan pengetahuan
tersebut untuk pemahaman, pengenalan, pencegahan, dan pengobatan penyakit pada manusia. Lembaga ini
bertanggungjawab langsung kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi RI.
Nama lembaga penelitian ini diambil dari nama direktur pertamanya, Christiaan Eijkman. Ia dikenal sebagai
peraih penghargaan Nobel karena penelitiannya mengenai pengaruh vitamin terhadap beberapa penyakit
manusia, terutama beri-beri.
Sejak direvitalisasi pada tahun 1992 setelah ditutup pada tahun 1965, lembaga ini dipimpin pertama kali oleh
Profesor Sangkot Marzuki sebagai Direktur. Direktur saat ini adalah Dr. Herawati Sudojo.
c.

Tahun 1934, IVV (Het Institud dan Voor Volk Suceding) atau Lembaga Makanan Rakyat
dan setelah merdeka ( kira-kira tahun 1964) mulai melakukan penelitian.
Lembaga makanan rakyat didirikan di Jakarta. Tujuan dan kegiatan yaitu menganalisa
makanan rakyat dan memperkembangkan pengertian-pengertian tentang ilmu makanan.

d.

Tahun 1937 1942, diadakan survei gizi yaitu 7 tempat di Jawa , 1 tempat di Lampung,

e.

dan 1 tempat di Seram..


Scooltema, Ochese, Terra, Jansen, Donath, Postmus, Van Veen mengamati pola

f.

makanan, keadaan gizi, pertanian, dan perekonomian.


Tahun 1919, Jansen, Donanth (dari Lembaga Eijkman) meneliti masalah Gondok di

g.
h.
i.

Wonosobo
Tahun 1930, Vanveen Postmus, De Hass menemukan defisiensi Vitamin A di Indonesia.
Tahun 1935, De Haas meneliti tentang KEP di Indonesia
Sejak Tahun 1919, Panne Kock, Van Veen, Koe Ford, Postmus menganalisis nilai gizi

j.

berbagai makanan di Indonesia yang dikenal dengan DKBM


Tahun 1950, IVV diganti namanya menjadi Kementerian Kesehatan RI atau LMR
(Lembaga Makanan Rakyat) diketuai oleh Prof dr. Poerwo Soedarmo (sebagai Direktur I)
Bapak Persagi dan Bapak Gizi Indonesia. Kemudian LMR membentuk kader / tenaga gizi

k.

dan pengalaman ilmu gizi kepada masyarakat.


Tahun 1960, Prof. Poerwo Soedarmo mencetak tenaga ahli gizi (AKZI dan FKUI)
Pedoman Empat Sehat Lima Sempurna diperkenalkan pertama kali pada tahun 1950 oleh
Prof dr. Poerwo Soedarmo. Tapi, kini pedoman tersebut sudah tidak sesuai dan diganti
dengan Pedoman Gizi Seimbang Indonesia kini resmi menggunakan Pedoman Gizi

Seimbang (PGS) untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia dalam
menghadapi beban ganda masalah gizi, yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi
terjadi secara bersama.
PGS diharapkan dapat memperbaiki pedoman sebelumnya, yaitu 4 sehat 5 sempurna
yang sudah dipopulerkan sejak tahun 1950-an Jika 4S 5S menekankan pada Makanan
Pokok Lauk-Pauk Sayur-Mayur Buah Susu Maka Gizi Seimbang adalah susunan makanan
sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh

Secara spesifik Berikut perkembangan ilmu gizi menurut waktu dan ahlinya :
Zaman purba Manusia sudah mengenal pentingnya makanan tapi saat itu masih ada hal-hal yang bersifat tabu,

magis, dan nilai-nilai menyembuhkan.


400 SM Hippocrates : makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia
Awal abad ke-16 konsep pertama ilmu faal
1743-1794 Antonie Lavoisier (Bapak ilmu gizi) : pertama mempelajari penggunaan energi makanan
Awal abad ke-19 Magendie : Bisa membedakan karbohidrat, lemak, dan protein
1840 Reagnult & Reiset : CO2 yang dikeluarkan dan O2 yang dikonsumsi berbeda menurut jenis makanan
1803-1873 karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi dalam tubuh dan menghasilkan panas/energy serta

menghitung nilai energy


Bossinggault & Liebig : keseimbangan makanan
Bidder & Schmidt : keadaan tidak makan membutuhkan metabolisme minimal tertentu
Voit : Metabolisme protein tidak dipengaruhi oleh kerja otot & banyaknya metabolisme dalam sel menentukan
banyajnya konsumsi O2
Pertengahan abad ke-19 Rubner : nilai energy urin & feses ditentukan dari berbagai susunan makanan = dasar
penelitian kalorimetri
1847 Mayer & Helmholz : Hukum konservasi energy bagi organism hidup maupun benda mati
Rubner: menghubungkan produksi panas dalam keadaan basal dengan luas permukaan tubuh & menghitung nilai
energy, Karbohidrat, protein, dan lemak bahan makanan
Akhir abad ke-19 Atwater & Rose : membangun alat kalorimetri I untuk menyelidiki pertukaran energi pada
manusia
1899 Attwater & Bryant : Daftar komposisi bahan makanan pertama terbit 1899 Lusk : menyelidiki
3.

metabolism intermidier & efek dinamik spesifik makanan


Ruang lingkup ilmu gizi
Ruang lingkup cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan,
distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat

dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi
molekular dan kedokteran. Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga
dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga. Perkembangan gizi klinis :
a.

Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.

b.

Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.

c.

Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.

d.

Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.

e.

Suplementasi oral, enteral dan parenteral.

f.

Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.

g.

Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).

BAB III
PENUTUP
1.

Kesimpulan
Perkembangan Ilmu Gizi. Titik tolak perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad
pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dan ke-20. Pada masa manusia
purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu evolusi. Disini para peneliti menggambarkan manusia sebagai

2.

pemburu makanan dan dikenal sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi.
Saran
Untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang sejarah ilmu gizi sebaiknya di keluarkan buku referensi untuk sejar
ilmu gizi dan juga dapat di pelajari masyarakat agar tahu akan pentignya ilmu gizi

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.
http://fkmutu.blogspot.com
http://arali2008.wordpress.com/2010/10/19/sejarah-perkembangan-ilmu-gizi
http://blog.uin-malang.ac.id/atuks/2011/01/07/sejarah-perkembangan-ilmu-gizi/

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002

Anda mungkin juga menyukai