Anda di halaman 1dari 69

Penyelesaian Perkara Melalui

Badan Arbitrase Nasional


Indonesia
(BANI Arbitration Center)
Serang, 12 April 2012

BADAN ARBITRASE NASIONAL


INDONESIA
(BANI ARBITRATION CENTER)

Wahana Graha Lt. 1 & 2


Jl. Mampang Prapatan No. 2
Jakarta Selatan
Telp : 021-7940542 Fax : 021-7940543
Home Page : www.bani-arb.org
E-mail
: bani-arb@indo.net.id
2

ARBITRASE

NASIONAL /
DOMESTIC

INTERNASIONAL

INSTITUSI
ADHOC
3

LEMBAGA ARBITRASE DI
INDONESIA
BANI
BASYARNAS

= Badan Arbitrase Nasional Indonesia (1977)


= Badan Arbitrase Syariah Nasional (1993)

BAPMI
(2002)

= Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia

BAKTI

= Badan Arbitrase Komoditi Berjangka Indonesia

(2008)

LEMBAGA ARBITRASE
DI MANCANEGARA

Korea

The Korean Commercial Arbitration Board

Paris

International Court of Arbitration (ICC)

London
(LCIA)

London Court of International Arbitration

Singapore
(SIAC)

Singapore International Arbitration Centre

Kualalumpur
Lumpur

Regional Centre for Arbitration Kuala


5

ARBITRASE adalah :
Cara
penyelesaian
suatu
sengketa
perdata
di
luar
peradilan
umum
yang
didasarkan
pada
perjanjian
arbitrase yang dibuat secara
tertulis oleh para pihak yang
(pasal 1 : 1 UU 30/1999)
bersengketa.
6

Alternatif
Penyelesaian
Sengketa adalah lembaga
penyelesaian sengketa atau
beda
pendapat
melalui
prosedur yang disepakati para
pihak, yakni penyelesaian di
luar pengadilan dengan cara :
konsultasi, negosiasi, mediasi,
konsiliasi atau penilaian ahli
Pasal 1 butir 10 UU
30/1999

PENYELESAIAN
SENGKETA
AJUDIKASI

LITIGASI
PENGADILAN

NON-AJUDIKASI

NON-LITIGASI
ARBITRASE

NEGOSIASI
MEDIASI
KONSILISASI

PROSES AJUDIKASI
PUTUSAN

Penentu Putusan : Pihak


Ketiga yang Netral
Prosedur :
Berlawanan/Berhadapan

HAKIM/
ARBITER

BERDASARKAN
HAK

PIHAK A

Masing-masing pihak
berusaha mengemukakan
bukti dan pendapat yang
berlawanan dengan cara
meyakinkan pengambil
keputusan untuk berpihak
kepadanya
PIHAK B Fokus : Hak Legal dan

Kejadian-kejadian yang
mendahuluinya
(sebelumnya)

Litigasi dan Non-Litigasi


LITIGASI

NON - LITIGASI

Berdasarkan sistem yang sudah baku

Berdasarkan konsensus

Menerapkan hukum secara ketat

Cenderung menggunakan pertimbangan


rasa keadilan dan kepatutan

Terbuka, diketahui oleh publik

Rahasia

Kemungkinan banding, mengandung resiko


proses yang memakan waktu lama

Putusan tergantung metoda yang dipilih;


dapat final (arbitrase), dapat juga tidak

Formal

Fleksibel
10

PROSES NON AJUDIKASI


(MEDIASI-KONSILIASI)
Penentu
Hasil
Ahir
(Kesepakatan) : Para Pihak

MEDIATOR/
KONSILIATOR

Mediator tidak berwenang


membuat keputusan
Prosedur : Non-Konfrontasional

BERDASARKAN
KEPENTINGAN

PIHAK A

KESEPAKATAN

PIHAK B

Para Pihak berkomunikasi


dan bekerja sama untuk
mencapai konsensus
Fokus : Memecahkan Masalah
Dengan mempertimbangkan
kepentingan
para
pihak
(keinginan dan keberatan)

11

Arbitrase dan APS/ADR


(menurut UU no
30/1999)
NEGOSIASI
(Ps 6(2))

Para Pihak secara langsung

MEDIASI

Pasal 6 ayat (3)

dengan melibatkan seorang atau


lebih mediator/penasehat ahli

MEDIASI

Pasal 6 ayat (4)

melalui lembaga mediasi

ARBITRASE
Pasal 6 ayat (9)

melalui lembaga
arbitrase atau ad-hoc
12

Peraturan Perundangundangan Arbitrase/APS


s/d 11 Agustus 1999
RV
Pasal 615 s/d 651 (Perwasitan)
12 Agustus 1999 s/d saat ini
UU No. 30 tahun 1999 tetang
Arbitrase
dan
Alternatif
Penyelesaian Sengketa
13

UU 30/99 PASAL 6
PERJANJIAN ARBITRASE

PIHAK
A

ARBITRASE
(LEMBAGA
/AD-HOC)

PIHAK
B

USAHA
PERDAMAIAN
pasal 6
ayat (1) s/d (9)
tidak berhasil

berhasil

AKTA
PERDAMAIAN

14

Proses Arbitrase
I

II

III

PRA-SIDANG

PERSIDANGAN

PASCA
PERSIDANGAN

Transparansi
1. Biaya
2. Majelis
3. Waktu

Fleksibilitas
prosedur

Confidentiality
Waktu
1. Frequency
2. Limit
Suasana

Dokumen
pelengkap
Waktu
Eksekusi

15

PRA
PERSIDANGAN

1.

Pendaftaran
Permohonan
Dasar permohonan
Klausula (Perjanjian)
Arbitrase
Nilai Tuntutan

2.

Ketentuan
Administratif
Surat Kuasa
(bila diperlukan)

3.

Penunjukan
Arbiter

Biaya
Bukti Pendukung

16

KLAUSULA/PERJANJIAN
ARBITRASE

BANI RULES :

Semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini, akan


diselesaikan dan diputus oleh (BANI) menurut peraturanperaturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur
arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah
pihak yang bersengketa sebagai keputusan dalam tingkat
pertama dan terakhir.
BANI RULES :
Any disputes arising from this contract shall be binding
and be finally settled under the administrative and
procedural Rules of Arbitration of Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) by arbitrators appointed in accordance
with said rules.

17

ARBITRATION CLAUSE
ICC RULES :
All disputes arising out or in
connection
with
the
present
contract shall be finally settled
under the Rules of Arbitration of the
International Chamber of Commerce
by
one
or
more
arbitrators
appointed in accordance with the
said Rules.
18

SIAC Rules
Any dispute arising out of or in
connection with this contract, including
any question regarding its existence,
validity or termination, shall be referred
to and finally resolved by arbitration in
(Singapore) in accordance with the
Arbitration
Rules
of
Singapore
International Arbitration Centre (SIAC
Rules) for the time being in force which
rules are deemed to be incorporated by
reference to this clause.

19

BADAN ARBITRASE NASIONAL INDONESIA


PERMOHONAN MENGADAKAN ARBITRASE

1. Nama lengkap dan tempat tinggal Pemohon :


(tempat kedudukan kedua belah
pihak.
Termohon :
(Kalau surat permohonan
diajukan juru kuasa, maka surat
kuasa khusus ybs. Harus
dilampirkan)
2. Dasar Permohonan :
3. Uraian singkat tentang perkara
yang jadi sengketa : dan apa yang
dituntut.
4. Yang bertanda tangan dibawah ini menghendaki dengan sungguh-sungguh
agar sengketa tsb. Diselesaikan dalam tingkat pertama dan terakhir oleh BANI
menurut peraturan Prosedur BANI.
., ..
Pemohon

(..)

20

MASA
PERSIDANGAN
1. Komitmen
Para Pihak

Bila Pemohon Tidak Hadir

TUNTUTAN GUGUR

Bila Termohon Tidak Hadir

(1x)
Panggilan diulang
diulang
(1x) :: Panggilan
(2x) : PEMERIKSAAN DILANJUTKAN

2. Penyelesaian
melalui
3.
Terms of Reference
Replik-Duplik

Negosiasi
Mediasi
Konsiliasi

HYBRID
ARBITRATION

4.
Pembuktian
Pemeriksaan Saksi

5. Kesimpulan
6. Pembacaan
Putusan
21

Perdamaia
n

1.Melalui Negosiasi
2.Melalui Mediasi / Konsiliasi
Pengadilan (Perma No. 1 tahun
2008)
Arbitrase (Hybrid Arbitration)
22

Hybrid Arbitration
Hybrid Arbitration adalah penyelenggaraan proses
arbitrase yang juga menggunakan satu atau
lebih bentuk APS/ADR lainnya, baik pada awal
Sidang I
proses maupun selama proses berlangsung
menawarkan
mediasi

Proses Arbitrase
Ya
tidak dicapai
kesepakatan
ADR
mediasi, konsiliasi,
negosiasi

Putusan
arbitrase
memuat
kesepakatan
permohonan arbitrase mediasi (bila
ada)
tidak dicabut

kesepakatan
proses mediasi dapat dilakukan
selama proses arbitrase
berlangsung,
dan dapat dilakukan berulangulang

Pencabutan Permohonan Arbitrase

23

Putusan Arbitrase dengan menggunakan Hybrid Arbitr


Periode 2004 s/d 2011

24

Perbandingan Mediasi dalam PERMA No.


1/2008 dengan Hybrid Arbitration di BANI
Court Annexed Mediation
(PERMA No. 1/2008)

Arbitration Annexed Mediation


(Hybrid Arbitration)

kondisi

wajib

sukarela

mediator

hakim kasus terkait tidak boleh


menjadi mediator

pilihan diserahkan sepenuhnya


kepada para pihak

1.

1.

pelaksanaan

2.

Dapat dilakukan pada


tahap banding/kasasi
tidak dapat
dikombinasikan dengan
bentuk ADR lain

2.

dapat digunakan bersamasama dengan bentuk ADR


lain
Putusan arbitrase final &
binding

akibat
kesepakatan

perkara wajib dicabut

pencabutan perkara bersifat


sukarela

kekuatan
eksekusi

dapat dieksekusi apabila


kesepakatan dikukuhkan Majelis
Hakim (menjadi Akta
Perdamaian)

dapat dieksekusi (bila diperlukan)


apabila kesepakatan dituangkan ke
dalam Putusan Arbitrase
25

PASCA
PERSIDANGAN

1.

Koreksi
Putusan
Dalam 14 Hari
Bersifat
Administratif
Pasal 58 UU 30 /
1999

2.

Penyimpanan
Putusan
Dalam 30 Hari
Di PN tempat domisili
Termohon
Oleh Arbiter atau
kuasanya

3.

Pelaksanaan
Putusan
Sukarela
Ekseskusi PN

26

PELAKSANAAN PUTUSAN
ARBITRASE
1) Dilaksanakan secara sukarela;
2) Dilaksanakan melalui eksekusi oleh
PN
(untuk
putusan
arbitrase
internasional, dilaksanakan melalui
PN Jakarta Pusat Perma No.
1/1990 dan Pasal 66 UU 30/1999)
27

PELAKSANAAN PUTUSAN
ARBITRASE INTERNASIONAL
PRES. DECREE 1981
RECIPROCITY
COMMERCIAL
LAW 30 / 1999
RECIPROCITY
EXEQUATUR

COMMERCIAL
PUBLIC ORDER

28

KEUNGGULAN
ARBITRASE
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Kerahasiaan/Confidentiality
Fleksibilitas dalam prosedur, dan persyaratan
administratif.
Hak pemilihan / penunjukan
arbiter
berada
ditangan para pihak.
Pilihan hukum, forum dan prosedur penyelesaian
berada ditangan para pihak dan dituangkan
dalam perjanjian (klausula arbitrase).
Putusan arbitrase final dan mengikat
Penyelesaian relatif cepat.
29

KETERBATASAN ARBITRASE
1. Adanya perjanjian (klausula) arbitrase
merupakan keharusan
2. Tidak mengenal yurisprudensi
3. Itikad baik para pihak menentukan
efektifitas pelaksanaan putusan
arbitrase
4. Dinegara-negara tertentu
penggunaan arbitrase masih dibatasi
30

Putusan Arbitrase
1.Dilaksanakan secara sukarela
2.Dilaksanakan melalui
eksekusi oleh PN atas
permohonan salah satu pihak
31

Faktor-Faktor yang
mempengaruhi Keberhasilan
Arbitrase :
1) Itikad baik para pihak yang bersengketa.
2) Kepatuhan para pihak untuk tunduk
pada
putusan
arbitrase
dan
melaksanakannya dengan benar.
3) Integritas
arbiter.

dan

profesionalisme

para

4) Sikap pengadilan terhadap pelaksanaan


putusan arbitrase.

32

Alasan Pencabutan /
Penghapusan Perkara
1)

Terjadi Perdamaian :
> Sebelum persidangan
> Selama persidangan tanpa melalui putusan
majelis

2)

Persyaratan administrasi tidak lengkap


> Alamat Termohon tidak jelas
> Dokumen yang tidak lengkap
> Biaya belum/tidak dibayar oleh para pihak

3)

Dicabut oleh Pemohon

33

Pendapat yang
mengikat
Para pihak dalam suatu perjanjian berhak untuk
memohon pendapat yang mengikat dari
lembaga arbitrase atas hubungan hukum
tertentu dari suatu perjanjian.

(Pasal 52 UU No 30/1999)

Terhadap
pendapat
yang
mengikat
sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 tidak
dapat dilakukan perlawanan melalui upaya
hukum apapun.

34

UU No. 30 Tahun
1999
Kompetensi Absolut
Perjanjian / Klausula arbitrase
Azas separability
Hak para pihak
Putusan final and binding
35

Proses Berperkara di
BANI (1)

36

Proses Berperkara di
BANI (2)

37

Proses Berperkara di
BANI (3)

38

Biaya Arbitrase (1)


A.

Biaya pendaftaran : Rp. 2.000.000,- (dibayarkan pada saat pendaftaran permohonan arbitrase)

B.

Biaya Administrasi, Biaya Pemeriksaan dan Biaya Arbiter masing-masing untuk Kompensi dan Rekonpensi sebagai berikui :

Biaya Administrasi Penyelesaian Perkara


Nilai Tuntutan (Rp)
A

Lebih kecil dari

500,000,000

10.0 %

500,000,000

9.0 %

1,000,000,000

8.0 %

2,500,000,000

7.0 %

5,000,000,000

6.0 %

7,500,000,000

5.0 %

10,000,000,000

4.0 %

12,500,000,000

3.5 %

15,000,000,000

3.2 %

17,500,000,000

3.0 %

20,000,000,000

2.8 %

10

22,500,000,000

2.6 %

11

25,000,000,000

2.4 %

12

27,500,000,000

2.2 %

13

30,000,000,000

2.0 %

B*)
C*)

Tarif
Nilai Tuntutan (Rp)
C*)

D*)

Tarif

14

35,000,000,000

1.9 %

15

40,000,000,000

1.8 %

16

45,000,000,000

1.7 %

17

50,000,000,000

1.6 %

18

60,000,000,000

1.5 %

19

70,000,000,000

1.4 %

20

80,000,000,000

1.3 %

21

90,000,000,000

1.2 %

22

100,000,000,000

1.1 %

23

200,000,000,000

1.0 %

24

300,000,000,000

0.9 %

25

400,000,000,000

0.8 %

26

500,000,000,000

0.6 %

Lebih besar dari

500,000,000,000

0.5 %

*) Untuk Claim yang nilainya lebih besar dari Rp. 500,000,000 dan berada diantara angka-angka tersebut perhitungan tarifnya menggunakan interpolasi
Biaya ini dibayarkan setelah BANI menerbitkan surat penagihan kepada para pihak.

39

Biaya Arbitrase (2)


C. Biaya tersebut tidak termasuk :
1) Biaya pemanggilan, transportasi dan honorarium saksi dan/atau tenaga ahli. Biaya ini menjadi beban
pihak yang mengajukan saksi dan atau tenaga ahli tersebut atau menjadi beban para pihak bila saksi
dan/atau tenaga ahli tersebut bukan merupakan saksi dan/atau tenaga ahli yang diajukan para pihak
namun diminta untuk dihadirkan dan ditunjuk oleh Majelis Arbitrase. Biaya untuk saksi dan atau tenaga
ahli yang diminta untuk dihadirkan dan ditunjuk oleh Majelis Arbitrase harus dibayarkan terlebih dahulu
kepada BANI sebelum saksi atau tenaga ahli tersebut didengar kesaksiannya.
2) Biaya transportasi, akomodasi dan biaya tambahan (bila ada), untuk arbiter yang berdomisili diluar
tempat kedudukan sidang terkait. Biaya ini menjadi tanggungan pihak yang menunjuk/memilih arbiter
tersebut dan ditentukan besarnya oleh BANI serta dibayarkan kepada yang bersangkutan melalui
BANI.
3) Biaya persidangan yang dilakukan di tempat selain tempat yang disediakan oleh BANI. Biaya ini
meliputi biaya tempat persidangan, transportasi dan akomodasi bila diperlukan serta menjadi beban
pihak yang meminta atau menjadi beban para pihak apabila atas permintaan Majelis Arbitrase yang
bersangkutan.
4) Biaya penyerahan/pendaftaran putusan di Pengadilan Negeri terkait.
D. BIAYA UNTUK PENDAPAT YANG MENGIKAT
Ditetapkan oleh Ketua BANI secara kasuistis yang disesuaikan dengan kompleksitas permasalahan yang
diajukan.

40

Permohonan Arbitrase (1/2)


Lampiran : Permohonan Arbitrase.
Nomor ::..

., tanggal

Kepada Yth.
Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)
Wahana Graha Lantai 2
Jl. Mampanag Prapatan No. 2
Jakarta 12760
Perihal : Permohonan untuk mengadakan Arbitrase.
Dengan hormat,
Perkenankan kami .. Advokat dan Konsultan Hukum pada Kantor Hukum .., berkantor
di .., dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT .., beralamat di alamat
di , dengan memilih domisili hukum di kantor kuasanya tersebut diatas berdasarkan Surat Kuasa
No. .. tanggal . (terlampir) beralamat di , untuk selanjutnya disebut sebagai
Pemohon.
Pemohon dengan ini mengajukan permohonan mengadakan arbitrase kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia
terhadap , beralamat di, untuk selanjutnya disebut sebagai Termohon.
DASAR PERMOHONAN
Berdasarkan Pasal . Perjanjian Kontrak No.: tanggal antara Pemohon dan Termohon yang
menyatakan bahwa apabila terjadi perselisian akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)
di Jakarta. Keputusan BANI adalah bersifat final dan mengikat kedua belah pihak.
Adapun hal-hal yang mendasari diajukan permohonan arbitrase adalah sebagai berikut :

41

Permohonan Arbitrase (2/2)


1. Bahwa pada tanggal Pemohon sebagai Kontraktor dan Termohon sebagai Employer/Bouwher telah
mendantangani Perjanjian Kontrak No. untuk Proyek .. di (Bukti P-)
2. Bahwa nilai Kontrak adalah sebesar ..
3. Dst...
TUNTUTAN
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Pemohon mohon kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia untuk memeriksa
dan memutuskan sengketa ini berdasarkan hukum dan/atau kepatutan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya;


Menyatakan Termohon telah melakukan wanprestasi yang menimbulkan kerugian bagi Pemohon;
Menyatakan Kontrak Perjanjian (Agrement Contract) No. tanggal. batal demi hukum;
Menghukum Termohon untuk membayar kepada Pemohon ganti rugi sebesar Rp.;
Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan dalam perkara ini.
Menghukum Termohon untuk membayar seluruh biaya arbitrase ini.

Atau apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia berpendapat lain, mohon Putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et
bono)
Hormat kami,
Kuasa Pemohon
1.
2

42

Jawaban Termohon (1/2)


Lampiran : Jawaban Termohon
Nomor: ..

.., tanggal ..

Kepada Yth.
Badan Arbitrase Nasional Indonesia
Wahana Graha Lt.2
Jl. Mampang Prapatan No.2
Jakarta 12760
Perihal : Jawaban Termohon dalam Perkara No.
Dengan hormat,
Yang bertandatangan dibawah ini, Advokat dan Pengacara pda Kantor Hukum
beralamat di , berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal (terlampir) dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama . , beralamat di selanjutnya disebut sebagai Termohon.
Dengan ini menyampaikan Jawaban atas Permohonan Arbitrase yang diajukan oleh beralamat
di , selanjutnya disebut sebagai Pemohon.
1.
Bahwa Termohon secara menolak seluruh dalil yang diajukan Pemohon kecuali hal-hal yang secara
tegas diakui kebenarannya oleh Termohon.
2.

..

3.

43

Jawaban Termohon (2/2)


Berdasarkan hal-hal diatas, mohon kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia berkenan menerima, memeriksa
dan memutus perkara ini dengan amar putusan sebagai berikut :
1.
Menolak Permohonan dari Pemohon
Permohonan dari Pemohon tidak dapat diterima.

untuyk

seluruhnya

atau

setidak-tidaknya

2.

Menyakan sah Kontak Penjajian (Contract Agrement) No. tanggal.

3.

Menolak ganti rugi yang dajukan oleh Pemohon;

4.

Menolak Sita Jaminan yang dijukan oleh Pemohon;

5.

Menghukum Pemohon untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

menyatakan

Atau apabila Badan Arbitrase berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono)
Hormat kami,
Kuasa Hukum Termohon
1
2..
3..

44

Surat Kuasa Khsusus dari Pemohon (1/2)


Lampiran: surat kuasa khusus dari Pemohon
SURAT KUASA
No.:..
Yang bertan datangan di bawah ini :
, selaku .. dari dan karenanya dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
.., kerkedudukan di , selanjutnya disebut sebagai PEMBERI KUASA
Dalam hal memilih domisili hukum di kantor kuasanya Kantor Hukum , berkedudukan di
, menerangkan bahwa dengan ini memberi kuasa kepada :
1.
2.
3.
Advokat dan Konsultan Hukum pada Kantor Hukum . & Partners, baik bertindak secara bersama-sama
maupun sendiri-sendiri pada kantor tersebut diatas, selanjutnya disebut sebagai PENERIMA KUASA;
----------------------------------------------------KHUSUS -------------------------------------Untuk dan atas nama serta mewakili dan membela kepentingan PEMBERI KUASA selaku PEMOHON dalam
membuat, menandatangani dan mengajukan surat Permohonan Arbitrase kepada ..,
berkedudukan di. Selanjutnya disebut sebagai TERMOHON kepada Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) di Jakarta, berkenaan dengan perbuatan wanprestasi TERMOHON terhadap Perjanjian KOntrak
(Contract Agreement) No tanggal Sehubungan dengan itu PENERIMA KUASA berhak untuk hadir
di persidangan, membuat, menandatangani serta mengajukan Replik, bukti-bukti / Saksisaksi, Kesimpulan dan
singkatnya melakukan segala tindakan yang dipandang perlu oleh PENERIMA KUASA untuk terlaksananya maksud
pemberian kuasa ini.

45

Surat Kuasa Khsusus dari Pemohon (2/2)

Kuasa ini diberikan dengan hak substitusi.


, tanggal
PEMBERI KUASA
Meterai 6.000
( -------------------------- )

PENERIMA KUASA
1.
2
3.

46

Surat Kuasa Khsusus dari Termohon (1/2)


Lampiran: Surat Kuasa Khusus dari Termohon.
SURAT KUASA
No
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: ......

Jabatan

: .

Berkedudukan di .. dalam hal ini bertindak dalam jabatan, dan dengan demikian untuk dan atas
nama ... sebagai Termohon yang selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.
Dalam hal ni memilih domisili hukum dikantor Kuasanya yang akan disebut dibawah ini, menerangkan dengan ini
memberikan kuasa kepada :
1.
2. ....
Advokat dan Pengacara pada Kantor Hukum . Beralamat di , beserta :
3..
4..
Semuanya adalah Pegawai Negeri Sipil , beralamat di .., baik secara
bersama-sama maupun sendiri-sendiri, untuk selanjutnya disebut Penerima Kuasa.
--------------------------------------------------------KHUSUS-----------------------------------

47

Surat Kuasa Khsusus dari Termohon (2/2)


Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama membela kepentingan
Pemberi Kuasa dalam menanggapi Permohonan Arbitrase dari Kantor Hukum .. ,
beralamat di ..selaku Kuasa Hukum PT . Sebagai Pemohon beralamat di
. kepada . Beralamat di . Sebagai Termohon
dengan Perkara No.:..
Kepada Penerima Kuasa diberik Hak menandatangani dan mengajukan jawaban dan atau tuntan
balik/rekonvensi atas tuntutan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), mengajukan bukti, saksi,
saksi ahli, menolak atau menerima Pihak Lawan, membuat kesimpulan, mengadakan dan
menandatangani Akta Perdamaian, serta melakukan tindakan lain yang perlu demi dan untuk
kepentingan Pemberi Kuasa.
.., Tanggal .
PEMBERI KUASA

Meterai 6.000
( . )
PENERIMA KUASA
1 ....
2
3 ....

48

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (1)

P U T U S AN
No.: ..................
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Majelis Arbitrase Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang dibentuk dengan Surat
Keputusan No.:..tanggal ..yang memeriksa dan memutus perkara dalam tingkat
pertama dan terakhir telah menjatuhkan Putusan dalam perkara antara :
PT. , dengan alamat di, dalam hal ini diwakili oleh Kuasa Hukumnya
.,
berkantor
di.
..,
berdasarkan
Surat
Kuasa
Khusus
No.tanggal.,selanjutnya
disebut
sebagai
-------------------------------------------------------- PEMOHON;
Melawan
PT. .., dengan alamat di .., dalam hal ini diwakili oleh Kuasa Hukumnya,
, berdasarkan Surat Kuasa Khusus No. .. tanggal ..,
selanjutnya
disebut
sebagai
--------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------TERMOHON;

49

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (2)

Telah membaca:
1. Klausula Arbitrase dalam Kontrak Nomor : tanggal..yang
ditandatangani oleh Pemohon dan Termohon dalam Conditions of Contract
For.and Agreementpada Pasal /Klausula , bahwa sengketa
antara Pemohon dan Termohon menyangkut Kontrak diselesaikan melalui Arbitrase di
Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) (Bukti .).
2. a. Surat Permohonan Arbitrase dari Pemohon tertanggal , perihal Penunjukan
Arbiter ..
b. Surat Termohon No.:......tanggal.........., perihal penunjukan Arbiter.............
c. Surat Keputusan No.: ......tanggal .............tentang Pengangkatan Majelis Arbitrase
yang
terdiri
dari
................
sebagai
Ketua
Majelis
Arbitrase,
........................dan ................., masing-masing sebagai Anggota Majelis Arbitrase untuk
memeriksa dan memutus dalam tingkat pertama dan terakhir Perkara No.:.................;
3. Telah membaca surat-surat dalam perkara ini;
4. Telah mendengar kedua belah pihak;
5. Telah mendengar kedua belah pihak dan diupayakan untuk mendamaikan akan tetapi
tidak berhasil dan pada akhirnya masing-masing pihak Pemohon dan Termohon setuju
agar BANI memeriksa dan menjatuhkan putusannya;

50

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (3)

TENTANG DUDUKNYA PERKARA


Menimbang, bahwa Pemohon dalam surat Permohonannya tertanggal .yang telah
didaftarkan di Sekretariat BANI pada tanggal ..dibawah Nomor: . yang pada
pokoknya telah mengajukan hal-hal sebagai berirkut: :
1.
2.
3.
4.Dst
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Pemohon mohon kepada Badan Arbitrase Nasional
Indonesia untuk memeriksa dan memutuskan sengketa ini berdasarkan hukum dan/atau
kepatutan :
1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Termohon telah melakukan wanprestasi yang menimbulkan kerugian
bagi Pemohon;
3. Menghukum Termohon untuk membayar kepada Pemohon ganti rugi
sebesar.;
4. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan dalam pekara ini;
5. Menghukum Termohon untuk membayar seluruh biaya arbitrase ini.
Mohon putusan yang adil dan patut menurut hukum.
51

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (4)

Menimbang, bahwa Termohon telah mengajukan Jawaban No.:..tertanggal .yang pada


pokok menyampaikan hal-hal sebagai berikut ;
1.

Gambaran Umum dan Ketentuan Kontrak


1.1.
Kronologis Kontrak
1. Bahwa.
2. dst
Berdasarkan uraian tersebut diatas, Termohon sudah memenuhi klaim Pemohon dengan itikad baik
melalui berbagai kebijakan yang telah dituangkan dalam amandemen kontrak (Bukti .....)
1.2.
Ketentuan Kontrak dan Perundangan
1. Ketentuan Kontrak
..
.
2. Peraturan Perundangan
.

3. Wasprestasi Menurut Kontrak


a. Wanprestasi Pemohon
Berdasarkan klausula...................
b. Wanprestasi Termohon / Employer
Berdasarkan kepada klausula...........
4. Proses Sertifikasi dan Pembayaran
Dalam ketentuan..

52

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (5)

2.

Jawaban Termohon
Bahwa yang diuraikan pada Gambaran Umum dan Ketentuan Kontrak sebagaimana tersebut
diatas adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan jawaban Termohon.
Termohon menolak dalil-dalil yang dikemukakan oleh Pemohon kecuali apa yang diakui secara
tegas-tegas kebenarannya oleh Termohon.
Adapun jawaban Termohon selengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Bahwa
2.
3. dst

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Termohon mohon kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia
untuk berkenan memutuskan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya;


Menyatakan Termohon tidak melakukan wanprestasi;
Menyatakan menolak membayar kepada Pemohon ganti rugi sebesar
Menyatakan Termohon telah melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan prosedur yang
ada
dalam Kontrak Nomor: .tanggal
1.
Menyatakan menolak sita jaminan yang dimohonkan oleh Pemohon;
2.
Menghukum Pemohon untuk membayar segala biaya arbitrase ini.

53

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (6)

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM


Menimbang, bahwa .........................
Menimbang, bahwa........................
Dst
MEMUTUSKAN
Mengabulkan permohonan Pemohon ..............
Menyatakan Termohon dalam melakukan penyelesaian kewajibannya sesuai..
Menghukum Termohon untuk membayar kepada Pemohon uang sejumlah yang harus
lama darihari sejak putusan ini dibacakan
Menyatakan Putusan Arbitrase ini bersifat final dan megikat kedua belah pihak;

dibayarkan tidak lebih

Memerintahkan Panitera BANI untuk mendaftarkan Putusan Arbitrase ini ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri
..sesuai dengan Pasal 59 jo Pasal 1 ayat (4) UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa atas biaya Pemohon dan Termohon masing-masing seperdua bagian;
Menghukum Pemohon dan Termohon untuk membayar biaya-biaya yang timbul atas perkara ini masing-masing seperdua
bagian;
Memerintahkan kepada Termohon untuk membayar kembali seperdua dari biaya perkara kepada Pemohon karena
Pemohon telah membayar terlebih dahulu biaya perkara yang seharusnya menjadi kewajiban dari Termohon,
yaitu sebesar..
Menolak permohonan Pemohon dan Termohon selebihnya;

54

Contoh Draft Putusan Arbitrase BANI (7)

Demikian diputuskan dan diucapkan pada hari ..tanggal..di kantor


Badan Arbitrase Nasional Indonesia, .. oleh Majelis Arbitrase yang
terdiri dari ..sebagai Ketua Majelis Arbitrase, dan
.. masing-masing sebagai Anggota Majelis Arbitrase serta
Sekretaris Majelis di depan sidang Arbitrase dengan dihadiri oleh
kedua belah pihak dan atau kuasa hukum Pemohon dan Termohon.
JAKARTA,
------------------------------------------------------Ketua Majelis
------------------------------------------------------Anggota Majelis
---------------------------------------------------Anggota Majelis

55

Jenis Perkara yang Didaftarkan di BANI


Periode 2007 2011

56

Perkara yang Didaftarkan di BANI


Jangka Waktu Penyelesaian Perkara (2004 2011)

57

Jumlah Perkara yang Didaftarkan di BANI


Periode 1977 2011

58

Perkara yang Didaftarkan di BANI


Sebelum dan Sesudah UU No. 30/1999
sampai tahun 2011

59

DOMESTIC AND INTERNATIONAL ARBITRATION AT BANI


Period 2004 2011

60

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(1)

1. Penyelesaian Sengketa dalam bidang Konstruksi di


BANI >>> sekitar 35 % dari total perkara.
2. Sengketa >>> Bagian dari Kehidupan Sehari-hari.
3. Suatu Kontrak/Perjanjian adalah Undang-Undang yang
berlaku diantara Para Pihak.
4. Kontrak/Perjanjian yang berlaku: tunduk pada Hukum
Negara mana?
5. Ada Perjanjian Arbitrase ?
6. Rules and Procedures dari Badan Arbitrase mana?
(BANI, SIAC, ICC dll.)
7. PU dalam Sengketa dapat bertindak sebagai >>>
Pemohon atau Termohon.

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(2)

8. Dokumen-dokumen+Arsip-arsip
penting
dalam
proses ber - Arbitrase: Kontrak/Perjanjian +
Addendum-addendum + Spesifikasi + Bill of Quantity
+ Urutan Gambar-gambar dari sejak Pelelangan,
Pelaksanaan & As Build Drawings + Berita Acara
Rapat + Laporan Harian Proyek & Catatan Harian dari
Proyek Manager + Site Instructions + Laporan
Keuangan/Pembayaran + Arsip Surat Menyurat yang
lengkap.
9. Sengketa Jasa Konstruksi >>> Segera bentuk Team
Internal (Hukum+Teknik) yang mengetahui dengan
jelas sebab dari timbulnya sengketa dan yang
mengetahui isi dari perjanjian.
Team ini dapat
mengusulkan para Pakar ataupun Saksi Ahli. Team
harus diberi Kuasa untuk mengikuti Persidangan
Arbitrase secara utuh.

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(3)

10. Masalah-masalah yang sering dipersengketakan


dalam Bidang Jasa Konstruksi:
a. Keterlambatan Waktu Pelaksanaan, yang dapat
terjadi karena: kelalaian Kontraktor, atau karena
Pemilik tidak memenuhi kewajibannya, atau
disebabkan oleh factor-faktor diluar kontrol
Kontraktor akan tapi bukan oleh kesalahan
Pemilik.
b. Perubahan pada Schedule Kerja akibat dari
Perintah Pemilik atau Perencana.
c. Constructive Changes.
d. Keadaan Lapangan yang berbeda.
e. Keadaan Cuaca yang tidak normal.
f. Percepatan Jadwal Pembangunan.
g. Penundaan dan Penghentian Pekerjaan.

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(4)

h.

i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.

Change Orders: tidak dapat dihindari dalam suatu


proses pembangunan. Klaim tambahan waktu dan
harga akibat dari change orders sering memicu
terjadinya sengketa.
Kegagalan Pembayaran oleh Pemilik.
Perbedaan antara Gambar dan Spesifikasi.
Fast Track Construction.
Kenaikan harga material yang tidak normal.
Perubahan Peraturan Pemerintah.
Pengertian ganda.
Kelemahan administrasi proyek.
Penggunaan sebagian dari pekerjaan sebelum
Penyerahan Total.
Timbulnya kerusakan pekerjaan oleh Kontraktor
lainnya.

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(5)

r. Kurangnya komunikasi atau terjadinya miskomunikasi antara


para pihak.
s. Kesalahan adalah Bagian dari Kehidupan.
Kesalahan tidak
dapat disembunjikan,
namun biasanya: tidak ada yang mau
dipersalahkan secara terbuka! Diperlukan Rapat
Proyek secara teratur dan profesional untuk
membicarakan
penyelesaian kesalahankesalahan dari para pihak.

11. Biaya Arbitrase harus dibayar lunas oleh kedua


belah pihak sebelum perkara arbitrase dimulai.
Besarnya biaya arbitrase didasarkan atas
prosentage dari klaim yang diajukan

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(6)

12. Perhitungan jumlah klaim yang akan diajukan dalam


suatu sengketa harus dipertimbangkan dengan
cermat oleh Team dari kedua belah Pihak, dan
harus disertai data-data pendukung & perhitungan
yang kemudian dapat dibuktikan dalam persidangan.
Dalam Sengketa Jasa Konstruksi tidak dianjurkan
untuk mengajukan Tuntutan Atas Pencemaran Nama
Baik. Tuntutan seperti ini dalam jasa konstruksi
biasanya tidak dapat dikabulkan karena tidak
terukur.
13. Persidangan Arbitrase dilaksanakan dengan dihadiri
oleh Majelis Arbiter dan para pihak yang
bersangkutan, untuk memberikan kesempatan bagi
para pihak untuk menyampaikan segala informasi
yang lengkap dan adil kepada para arbiter mengenai
aspek
materiil
dari
permasalahan
yang

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(7)

14. Persidangan Arbitrase bersifat tertutup, hanya


dapat dihadiri oleh mereka yang mendapat kuasa
dari pimpinan masing-masing pihak dan diketahui
oleh kedua belah pihak.
15. Setelah dibentuknya Majelis Arbiter maka semua
komunikasi antara para pihak dengan arbiter
harus dihentikan.
16. Selalu dimungkinkan untuk melakukan negosiasi
diluar sidang dan dapat diadakan setiap saat atas
persetujuan para arbiter dan para pihak.
Kesempatan
juga
harus
diberikan
untuk
melakukan mediasi diluar persidangan arbitrase.

Penyelesaian Perkara Melalui Arbitrase


BANI
(8)

17. Para pihak harus berusaha untuk tercapainya


penyelesaian demi kebaikan bersama dan
bukan demi kemenangan satu pihak saja.
18. Putusan Arbitrase selayaknya dapat diterima
oleh kedua pihak dengan lapang dada,
sehingga
hubungan
kerjasama
dan/atau
transaksi bisnis antara para pihak dikemudian
hari dapat berjalan normal kembali.